blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 29 Juli 2015

Industri perkapalan nasional tumbuh signifikan

Kapal Basarnas produksi galangan kapal Indonesia

Dalam satu dekade terakhir perkembangan industri perkapalan di Indonesia barjalan cukup signifikan, karena selain didukung sebagai negara kepulauan terbesar didunia, pemerintah juga memberi keberpihakan melalui berbagai program dan kebijakan strategis dalam pengembangan industri maritim nasional.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam sambutannya pada acara Forum Saudagar Bugis Makassar ke XV di Makassar, Selasa (28/7).

"Program prioritas Nawa Cita diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, memiliki sumber daya yang berkelanjutan, serta mensejahterakan segenap rakyat Indonesia," kata Menperin.

Pada forum tersebut, selain Menperin, narasumber yang hadir adalah Bupati Takalar-Sulawesi Selatan Burhanuddin Baharuddin, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri, Ngakan Timur Antara, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Muchlis Patahna, serta Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Sattar Taba selaku moderator.

Menperin menjelaskan, sebagai negara kepulauan terbesar didunia, Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan yang kaya diantaranya memiliki cadangan minyak bumi mencapai 9,1 milliar barel di laut, 8500 species ikan, 555 species rumput laut, dan 950 species biota terumbu karang hidup di perairan Indonesia.

Menurut Menperin, industri perkapalan memiliki beberapa karakter khusus antara lain proses produksi yang komplek dan simultan, berdasarkan pesanan, struktur organisasi jaringan dengan mengandalkan outsourcing untuk penyediaan komponen dan tenaga kerja, serta aktifitas utamanya adalah pembangunan kapal baru dan reparasi.

Dari karakter-karakter tersebut dapat disimpulkan bahwa "stakeholder" industri terdiri dari berbagai pihak, diantaranya industri pelayaran, industri komponen, pemerintah, biro klasifikasi, perbankan dan asuransi.

"Bahkan sejak diterapkannya Instruksi Presiden No. 5 tahun 2005 tentang azas cabotage, terjadi peningkatan jumlah armada kapal berbendera Indonesia dari 6.041 unit pada Juni 2005 menjadi 13.224 pada Februari 2014," kata Menperin.

Peningkatan jumlah armada kapal nasional itu berdampak pada peningkatan utilisasi fasilitas reparasi kapal.

Saat ini jumlah galangan kapal di Indonesia mencapai 250 perusahaan, dimana 5 perusahaan berstatus BUMN.

Selanjutnya, galangan kapal nasional saat ini telah mampu membangun berbagai jenis dan ukuran kapal sampai dengan 50.000 DWT dan mereparasi kapal sampai dengan kapasitas 150.000 DWT.

Namun demikian, 250 galangan kapal nasional, hanya sekitar 10 perusahaan yang memiliki kapasitas produksi diatas 10.000 DWT dengan fasilitas "graving dock" terbesar yaitu 300.000 DWT yang berlokasi di Batam dan Banten.

"Oleh karena itu, dalam roadmap yang telah kami susun, pada tahun 2025 industri perkapalan nasional ditargetkan akan mampu membangun berbagai jenis kapal sampai dengan ukuran 200.000 DWT dan didukung dengan industri komponen kapal yang tangguh dan berdaya saing tinggi," tegas Menperin.

Sementara itu, strategi yang dilakukan Kementerian Perindustrian dalam mencapai roadmap tersebut, antara lain; peningkatan daya saing industri perkapalan nasional melalui pemberian insentif fiskal; peningkatan kemampuan desain dan rekayasa kapal melalui pemberdayaan Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Nasional (PDRKN).

Selain itu, penguatan struktur industri perkapalan melalui program bimbingan teknis dan sertifikasi untuk industri komponen kapal; pengembangan kemampuan SDM perkapalan melalui pelatihan dan sertifikasi; serta peningkatan kapasitas produksi melalui pengembangan kawasan khusus industri maritim.

Hingga lima tahun terakhir, kinerja Industri perkapalan nasional terus mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2013, pembangunan kapal baru mecapai 859,9 ribu DWT dan reparasi kapal mencapai 8,437 juta DWT. Menperin mengharapkan, strategi pembangunan industri perkapalan nasional mampu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Seusai forum, Menperin melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Balai Besar Industri Hasil Perkebunan (BBIHP) untuk meninjau laboratorium uji dan unit pelayanan publik di BBIHP Makassar.

   antara  

Pengguna Facebook Banyak Tak Sadar Kena "Hack", Begini Cara Mengeceknya

Menu Facebook Security

Sering kali, pengguna Facebook tidak sadar apabila akun miliknya sedang diretas. Namun, sebenarnya, ada sebuah cara untuk mengetahui apakah sebuah akun telah diretas atau belum.

Caranya sangat mudah dan sederhana. Anda hanya perlu masuk ke bagian Settings, kemudian pilih Security. Pilihan menu Security terletak di bagian kiri layar, tepat di bawah General atau di atas Privacy.

Di menu Security, pilih menu Where You're Logged In. Dalam menu tersebut, bisa dilihat melalui perangkat apa dan di mana saja akun milik Anda telah diakses. Nah, apabila ada sebuah aktivitas yang mencurigakan, langsung saja tekan tombol End All Activity.

Menggunakan tombol tersebut, si peretas akan langsung log-out dari akun milik Anda. Langkah selanjutnya adalah dengan mengganti password atau kata sandi untuk mencegah peretas masuk kembali ke akun milik Anda.

Selain itu, Anda juga bisa meminta sistem Facebook untuk memberikan peringatan setiap kali ada login ke akun di perangkat atau browser baru. Notifikasi tersebut bakal diberikan di tiga tempat sekaligus, yakni melalui Facebook itu sendiri, e-mail, atau pesan SMS ke nomor yang sudah didaftarkan pengguna.

Cara menggunakan fitur tersebut juga cukup mudah. Masih melalui menu Security, langsung pilih saja menu Login Alerts. Dalam menu tersebut, pengguna bisa mengatur sendiri ke mana notifikasi akan diberikan.

Jika memilih mengirim notifikasi lewat e-mail, setiap ada login baru, Facebook akan mengirimkan notifikasi ke alamat yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Selamat mencoba!

  ⚓️ Kompas  

Selasa, 28 Juli 2015

Kereta Made in Madiun

Jonan Sindir Kualitas Kereta Made in Madiun, Ini Kata INKAKualitas dan standar keselamatan Kereta Rel Listrik (KRL) produksi dalam negeri disindir oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. KRL yang disindir tersebut dibuat dan dikembangkan oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA di Madiun, Jawa Timur.

Lantas bagaimana penjelasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen kereta api tersebut?

General Manager Perencanaan dan Afffair INKA, I Ketut Astika membenarkan bila KRL yang dipesan oleh Kemenhub mengalami masalah teknis. Kereta yang dioperasikan untuk KRL Commuter Jabodetabek itu, kini sedang menjalani proses investigasi di Jerman.

"Sedang proses investigasi dan perbaikan," kata Ketut kepada detikFinance, Selasa (28/7/2015).

KRL yang dipermasalahkan berjenis KRL KFW. KRL tersebut diproduksi atas kerjasama antara INKA dengan produsen kereta dunia asal Jerman, Bombardier. Permasalahan terjadi pada gearbox.

Fungsi gearbox pada kereta, ujar Ketut, sama dengan fungsi gardan pada mobil yakni sebagai penerus gaya. Lanjut Ketut, permasalahan gearbox yang menimpa KRL produksi bersama tersebut hanya terjadi di Indonesia.

"Masalah utama yang terjadi saat ini, ada pada gearbox yang disuplai oleh Bombardier. Bombardier tetap bertanggung jawab atas masalah ini," ujarnya.

Ketut meminta maaf karena proses investigasi dan perbaikan memakan waktu relatif lama. Gearbox harus dibawa ke Jerman, akibatnya proses perbaikan KRL memakan waktu.

"Untuk proses investigasi dan perbaikannya, gearbox harus dikirim ke Jerman. Itu yang membuat masalah ini belum bisa diatasi langsung," ujarnya.

Seperti diketahui, Kemenhub membeli 9 trainset atau rangkaian KRL produksi lokal dari INKA. 1 trainset terdiri dari 4 unit kereta.

Kemudian, Kemenhub menghibahkan KRL made in Madiun tersebut kepada anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Beberapa unit rangkaian KRL KFW kini dipakai untuk melayani warga Jabodetabek.
Pertama di ASEAN, KRL Made in Madiun Dirancang Sejak 1990PT Industri Kereta Api (Persero) atau disingkat INKA merupakan satu-satunya produsen kereta di tanah air, bahkan di Asia Tenggara. Salah satu produk yang dihasilkan ialah Kereta Rel Listrik (KRL).

KRL produksi anak bangsa tersebut kini telah dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk melayani warga Jabodetabek. KCJ mengoperasikan 2 jenis KRL, yakni KRL produksi INKA dan KRL bekas dari Jepang.

Meski masih disorot soal kualitas, tapi KRL anak bangsa yang memiliki sejarah relatif panjang itu patut diapresiasi.

General Manager Perencanaan Perusahaan dan General Affair INKA, I Ketut Astika menyebut proses pengembangan KRL oleh insinyur INKA dimulai sejak tahun 1990-an.

"Pengembangan KRL di INKA dimulai sejak tahun 1990-an bekerjasama dengan Hyundai," kata Ketut kepada detikFinance, Selasa (28/7/2015).

Setelah keduanya melakukan kerja sama pengembangan KRL. INKA selanjutnya melakukan kerja sama transfer of technology untuk pengembangan KRL dengan BN-Holec PAK, perusahaan gabungan asal Jerman dan Belanda.

Kerjasama dengan BN-Holec PAK ini kemudian melahirkan KRL non AC pertama produksi lokal bernama KRL BN-Holec. KRL tipe ini telah diproduksi puluhan trainset.

Kerjasama pengembangan KRL tidak berhenti sampai di situ. INKA lalu menggandeng produsen kereta asal Jepang yakni Hitachi.

Baru pada tahun 2000, INKA mampu secara mandiri memproduksi KRL buatan sendiri. KRL ini selanjutnya diberi nama KRL-I.

"Kerjasama dengan Hitachi sampai akhirnya tahun 2000 kita mengembangkan KRL sendiri disebut KRL-I. Sejak itu belum ada order lagi dari Kemenhub," ujarnya.

INKA baru menerima order pembuatan KRL pada periode tahun 2010. Kementerian Perhubungan memesan kereta jenis KRL KFW yang diproduksi oleh INKA bersama Bombardier, Jerman. Selanjutnya, KRL jenis inilah yang disindir oleh Menhub Ignasius Jonan.

"Sampai dengan tahun 2010 baru ada order yang disebut KRL KFW. Di sini kita bekerjasama dengan Bombardier Jerman," ujarnya.

Kemampuan INKA memproduksi kereta bisa menjadi angin segar bagi kemajuan teknologi transportasi tanah air meskipun masih ada tantangan.

Produk kereta INKA seperti: Kereta Rel Diesel Electric (KRDE), Kereta Diesel Indonesia (KRD-I), Kereta Diesel, KRL, Rail Bus, Lokomotif Diesel Hidraulic (Loko DH), kereta penumpang dan barang, monorel hingga bus gandeng (TransJakarta).

"INKA adalah satu-satunya industri kereta api di Asia Tenggara. Bukan hanya produksi KRL, termasuk kereta lain masih satu-satunya di Asia Tenggara," ujarnya.
Penampakan Kereta Listrik Made in MadiunPT Industri Kereta Api (Persero) atau disingkat INKA merupakan satu-satunya produsen kereta di tanah air, bahkan di Asia Tenggara atau ASEAN. Salah satu produk yang dihasilkan dari pabrik mereka di Madiun Jawa Timur ialah Kereta Rel Listrik (KRL) yang kini dipakai di dalam negeri yaitu KRL KFW.

KRL produksi anak bangsa tersebut kini telah dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) untuk melayani warga Jabodetabek. KCJ mengoperasikan 2 jenis KRL, yakni KRL produksi INKA dan KRL bekas dari Jepang.

Meski masih disorot soal kualitas oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan, tapi KRL anak bangsa yang memiliki sejarah relatif panjang itu patut diapresiasi.

Proses pengembangan KRL oleh insinyur INKA dimulai sejak tahun 1990-an bekerjasama dengan Hyundai.

Setelah keduanya melakukan kerja sama pengembangan KRL. INKA selanjutnya melakukan kerja sama transfer of technology untuk pengembangan KRL dengan BN-Holec PAK, perusahaan gabungan asal Jerman dan Belanda.

Kerjasama dengan BN-Holec PAK ini kemudian melahirkan KRL non AC pertama produksi lokal bernama KRL BN-Holec. KRL tipe ini telah diproduksi puluhan trainset.

Kerjasama pengembangan KRL tidak berhenti sampai di situ. INKA lalu menggandeng produsen kereta asal Jepang yakni Hitachi. Baru pada tahun 2000, INKA mampu secara mandiri memproduksi KRL buatan sendiri. KRL ini selanjutnya diberi nama KRL-I.

INKA baru menerima order pembuatan KRL pada periode tahun 2010. Kementerian Perhubungan memesan kereta jenis KRL KFW yang diproduksi oleh INKA bersama Bombardier, Jerman.

Produk kereta INKA antara lain Kereta Rel Diesel Electric (KRDE), Kereta Diesel Indonesia (KRD-I), Kereta Diesel, KRL, Rail Bus, Lokomotif Diesel Hidraulic (Loko DH), kereta penumpang dan barang, monorel hingga bus gandeng (TransJakarta).

Berikut penampakan kereta listrik buatan PT INKA (Foto: PT INKA, jenis KRL KfW), antara lain:


   detik  

Padang akan miliki PLTGM pada 2016

Dengan dioperasikannya PLTGM ini nanti, membuktikan gas metan yang dihasilkan oleh tumpukan sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasil energi listrik... Ilustrasi - Instalasi pipa Gas Metan yang dipasang di atas tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Gas metan di TPA Air Dingin Padang akan digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat akan memiliki dan siap mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas metan (PLTGM) di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Air Dingin, pada awal 2016.

"Insya Allah Padang akan mulai mengoperasikan PLTGM awal tahun nanti, Seiring dengan kesiapan operator kami dalam melakukan pengoperasiannya," kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Padang Afrizal Khaidir, Selasa, di Padang.

Dia mengakui saat ini tengah menunggu pengiriman mesin generator dari pemerintah pusat yang direncanakan akan datang pada awal Agustus mendatang. Fungsi mesin itu nantinya akan digunakan sebagai alat pengerak turbin penghasil listrik, yang terhubung dengan 29 titik sumur penghasil gas metan.

Ke 29 titik sumur tersebut, lanjutnya, terletak pada zona A dan zona B seluas sembilan hektar, dan diperkirakan dapat menghasilkan gas metan selama kurun waktu lima tahun.

"Tentunya jumlah sumur ini akan terus bertambah, dan secara berkelanjutan dapat menghasilkan gas metan," ujarnya.

Dia menambahkan, PLTGM ini diprediksi dapat menghasilkan listrik sebesar 125 kilovolt-amper (kVA), dan mampu mendistribusikan listrik untuk pengoperasian operasional UPTD TPA Padang dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, proyek yang telah dirintis dari 2014 ini, oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum bersama DKP Padang, merupakan proyek percontohan pertama di Indonesia.

"Dengan dioperasikannya PLTGM ini nanti, membuktikan gas metan yang dihasilkan oleh tumpukan sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasil energi listrik, sehingga dapat diikuti oleh pemerintah daerah lainnya," ujarnya.

  antara  

Jokowi Akan Resmikan Gedung Pameran Terbesar Se-Asia

http://depoktren.com/wp-content/themes/sharp/timthumb.php?src=http%3A%2F%2Fdepoktren.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2014%2F07%2FGedungIEC-web.jpg&q=90&w=750&h=350&zc=1Presiden Jokowi menyampaikan kesediaannya untuk menghadiri Rembuk Kreatif Nasional I Tahun 2015, yang akan diselenggarakan bersamaan dengan peresmian venue Indonesia Convention Exhibition (ICE), di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten, awal Agustus 2015.

Kesediaan tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat menerima Panitia Acara Rembuk Nasional yang dipimpin oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bek) Triawan Munaf dan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/7/2015).

"Sangat menyambut. Baik sekali sambutannya karena kita memerlukan venue internasional seperti ini," kata Triawan usai menyampaikan laporan rencana penyelenggaraan Rembuk Nasional itu.

Triawan menjelaskan, ICE yang dimiliki oleh Group Perusahaan Kompas dan Sinar Mas merupakan tempat yang baik untuk memamerkan karya-karya anak bangsa yang bergerak dalam bidang industri kreatif.

Ia menyebutkan, dengan luas 117 ribu meter persegi dilengkapi 10 hall tanpa tiang, maka ICE menjadi venue terbesar di Asia, sekaligus menjawab keluhan mengenai kebutuhan venue yang besar untuk memamerkan karya anak bangsa.

"Selama ini kita terlalu berkonsentrasi di Jakarta sehingga pameran-pameran itu sangat menyebabkan kemacetan di Jakarta. Sekarang venue-venue besar harus di luar kota yang dilengkapi dengan transportasi yang memadai, sehingga bisa disentralisasi dari kota Jakarta," ujar ayah kandung penyanyi Sherina Munaf itu.



  Liputan 6  

Menhub Jonan Sindir Kualitas Kereta Made in Madiun

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menyindir kualitas kereta listrik (KRL) yang diproduksi dan dikembangkan oleh PT Industri Kereta Api (INKA), Madiun, Jawa Timur (Jatim).

Produk KRL buatan INKA pernah dipesan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebanyak beberapa unit, namun rangkaian kereta mengalami masalah padahal masih berusia muda. Kondisi ini berpotensi mengganggu aspek keselamatan.

"Ada yang nggak jalan. Saya nggak ngerti bagaimana proses pengembangannya," kata Jonan di Kemenhub, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Armada KRL ini saat ini dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek. Sindirian Jonan bukan tanpa dasar karena pengadaan KRL buatan INKA justru menggandeng produsen kereta kelas dunia asal Jerman, Bombardier. Dengan menggandeng produsen kelas dunia, produk kereta INKA seharusnya memiliki kualitas tinggi dan tidak bermasalah.

"Pembangunan kereta listrik itu dengan konsorsium Bombardier. Kemudian dibayai oleh Bank Exim Jerman," ujarnya.

Kemenhub akan menetapkan standar ketat terhadap kualitas dan keselamatan armada kereta yang dipesan. Meskipun ada regulasi yang meminta unsur lokal diutamakan namun Jonan lebih melihat pada aspek keselamatan dan kualitas.

"Memang ada regulasi soal kandungan lokal namun saya juga akan minta Perpres soal keselamatan," ujarnya.

Keselamatan transportasi, kata Jonan, adalah hal utama yang tidak bisa ditawar.

"Keselamatan publik nggak boleh dikorbankan. Kalau harus ada TKDN (kandungan lokal) yang besar saya sepakat, cuma nggak boleh diabaikan, aspek keselamatan. Kita nggak pernah bisa tukar nyawa orang ilang. Uang bisa dicari triliunan. Satu hari kena orang terdekat kita kena musibah, kita akan tahu perasaannya," katanya. (feb/hen)

   detik  

Senin, 27 Juli 2015

Indonesia-Inggris sepakati empat kerja sama

Pemerintah Indonesia dan Inggris menyepakati empat kerja sama yang ditandatangani disela kunjungan Perdana Menteri Inggris David Cameron ke Indonesia, Senin sore.

Keempat nota kesepahaman yang ditandatangani masing-masing kerja sama di bidang maritim, bidang pencegahan terorisme dan kejahatan transnasional, bidang penelitian dan inovasi, serta bidang penerbangan dan antariksa nasional.

Presiden Joko Widodo dalam keterangan pers usai melakukan pembicaraan bilateral dengan PM Cameron mengatakan dalam diskusi juga dibicarakan mengenai kerjasama ekonomi.

"Komitmen kedua negara di bidang ekonomi, investasi dari migas ke infrastruktur, kita juga sambut pertemuan bisnis," kata Presiden.

Indonesia juga mendorong peningkatan kerjasama di bidang lalu lintas masyarakat kedua negara antara lain dengan usulan pembebasan visa masuk bagi warga negara Indonesia ke Inggris dan juga bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan pegawai negara.

Sementara itu, PM Cameron kepada wartawan, saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pembicaraan berlangsung secara produktif.

Ia juga menyoroti bagaimana kerja sama ekonomi bisa ditingkatkan antar kedua negara dan meyakini bahwa empat kerja sama yang ditandatangani akan memberikan keuntungan bagi kedua negara.

Inggris, kata Cameron juga mendukung perkembangan kerjasama kawasan Asia Tenggara dalam kerangka ASEAN termasuk rencana kawasan ekonomi.

  ⚓️ antara  

Bakamla Temukan KM Sinar Purnama Tanpa ABK di Perairan Tarakan

Bakamla RI pada 15 Juli 2015 pukul 09.00 WITA menemukan kapal KM. Sinar Purnama di Perairan Tarakan. KAL Simaya yang merupakan unsur Operasi Nusantara VII Bakamla RI, menemukan kapal ini pada posisi titik koordinat 03° 19’ 30” U – 117° 32’ 50” T dalam kondisi tanpa ABK dan bermuatan semen.

Berawal pada pukul 04.30 WITA Unit Intel Lanal Tarakan menerima informasi bahwa ada kapal yang dicurigai tanpa ABK dan dalam kondisi lampu tidak menyala. Dari informasi tersebut, Komandan KAL Simaya, Letda Laut (P) Ayub Prakoso bersama dengan Komandan Unit Intel Lanal Tarakan, Lettu Laut (P) Ali Siwasiwan, menuju posisi kapal untuk memeriksa kapal yang dicurigai tersebut.

KM. Sinar Purnama ditemukan dengan kondisi sedang lego jangkar, kabin berserakan dan tidak memiliki dokumen. Kapal ini dibuat tahun 1985/rebuild 2006 dengan panjang 44,39 meter, lebar 8,0 meter, dan berbobot 450 GT. Selanjutnya proses penyelidikan oleh Intel Lanal Tarakan diserahkan kepada Polair Polda Kaltim. [Benny]

  ⚓️ JMOL  

Indonesia Negara Penting

Perdana Menteri Kerajaan Inggris David Cameron dijadwalkan tiba pada sore hari ini, Senin (27/7/2015) di Jakarta. Ini merupakan kunjungan pertamanya ke kawasan Asia usai ia terpilih kembali menjadi perdana menteri pada Mei lalu.

Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi usai menghadiri pertemuan The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping di Hotel Fairmount, Jakarta, Senin (27/7/2015), kunjungan David Cameron kali ini lebih fokus kepada masalah ekonomi. Terbukti dengan dibawanya 30 pebisnis kelas wahid Inggris ke Indonesia.

"Perdana Menteri Cameron seperti kita ketahui akan datang ke Jakarta. Ia akan membawa delegasi dalam jumlah yang banyak di bidang ekonomi, ada 30 pebisnis Inggris yang ia bawa," ujarnya.

"Melihat bahwa Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia yang ia kunjungi. Berarti Inggris melihat penting Indonesia," lanjutnya.

Retno menjelaskan, bahwa Inggris merupakan mitra penting di kawasan Eropa bagi Indonesia dalam berbagai bidang seperti ekonomi, pariwisata, perdagangan, dan investasi. Jadi diharapkan bertemunya kedua kepala pemerintahan dalam lebih meningkatkan hubungan kedua negara khususnya dalam bidang ekonomi.

"Inggris itukan mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eropa. Kita bekerjasama dalam berbagai bidang seperti perdagangan, investasi, pariwisata, dan ekonomi. Dan bertemunya kedua kepala pemerintahan diharapkan bisa lebih meningkatkan hubungan kedua negara khususnya di bidang ekonomi," tuturnya.

Perdana Menteri Cameron akan berada di Indonesia hingga Selasa (28/7/2015) esok. Setelah itu ia akan bertolak menuju Malaysia untuk kunjungan kerja. (yds/rrd)

  ⚓️ detik  

Ketua DPR Ajak China Investasi Sektor Maritim di RI

Hari ini, Ketua Parlemen China Yu Zhengsheng bertemu Ketua DPR-RI Setya Novanto. Yu Zhengsheng juga sempat bertemu dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Pembicaraan antara Yu Zhengsheng dan Setya Novanto fokus soal peningkatan investasi, terutama di bidang maritim khususnya soal pelabuhan.

Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Ketua DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2015). Saat menyambut Yu Zhengsheng, Novanto didampingi oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Taufik Kurniawan.

Novanto mengungkapkan bahwa China merupakan mitra dagang terbesar Indonesia. Kesepakatan target volume perdagangan menjadi US$ 80 miliar di 2015 pun diapresiasi.

"DPR juga berharap Tingkok (China) dapat membuka akses lebih besar bagi produk unggulan Indonesia," ujarnya.

Jalur sutera maritim dari China juga disinngung oleh Novanto. Hal itu dianggap memiliki kesamaan dengan gagasan poros maritim dunia dari Indonesia.

"Terkait hal itu, DPR mengharapkan kedua pemerintah menjajaki kerja sama. DPR juga mengharapkan Tiongkok (China) dapat berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur maritim Indonesia, antara lain pelabuhan laut dalam," ucap Novanto.

Usai pertemuan, Novanto mengungkapkan bahwa isu kemaritiman memang menjadi pembicaraan yang menarik. Hal ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antar eksekutif.

"Kerja sama antar kedua negara, antara pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi tentu akan kita lanjutkan," ucap politikus Golkar ini. (imk/hen)

  ⚓️ detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More