Di Pabrik Karawang Jawa Barat
(Uzone)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akhirnya angkat bicara mengenai rencana pengembangan mobil nasional (mobnas) Indonesia.
Dalam pernyataannya, Menko Airlangga mengonfirmasi bahwa inisiatif ini akan diwujudkan oleh PT Pindad, yang dikenal sebagai industri pertahanan, dan akan diproduksi di pabrik Pindad yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
Meskipun belum merinci jadwal pasti dimulainya produksi, Airlangga Hartarto menyatakan harapannya agar kapasitas pabrik Pindad di Karawang dapat ditingkatkan secara bertahap untuk mendukung realisasi mobnas ini.
"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga saat ditemui wartawan, dikutip Uzone.
Target Multi Produk dan Sedan Listrik
Menko Perekonomian menyebutkan bahwa brand mobil nasional ini nantinya akan memproduksi berbagai model kendaraan.
Salah satu model yang menjadi sorotan adalah sedan listrik. Model ini sebelumnya sempat dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Magelang, Jawa Tengah.
"Salah satunya sedan listrik. Tentunya nanti ada multi product (yang diproduksi Pindad)," jelas Airlangga, sambil mengungkap rencana pengembangan mobnas ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah.
Sebelumnya, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, telah bertemu dengan CTO BPI Danantara yang juga Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, untuk membahas percepatan pengembangan proyek ini.
Berdasarkan keterangan dari Instagram @bumn_id, pengembangan mobnas tidak hanya dipandang sebagai proyek industri biasa, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional agar lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Tujuan utama dari proyek ini meliputii penguatan ekosistem industri otomotif nasional, menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi anak bangsa dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Sebelumnya, dukungan kuat terhadap inisiatif mobil nasional datang dari Presiden Prabowo Subianto, yang berulang kali mengungkapkan keinginannya agar Indonesia memiliki mobil asli buatan sendiri.
Secara spesifik, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara besar-besaran mulai tahun 2028.
Ia menyampaikan kebanggaannya atas kemampuan Indonesia memproduksi bus dan truk listrik saat ini, dan berharap produksi sedan listrik bisa segera menyusul.
"Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," tegas Presiden.
(Uzone)Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akhirnya angkat bicara mengenai rencana pengembangan mobil nasional (mobnas) Indonesia.
Dalam pernyataannya, Menko Airlangga mengonfirmasi bahwa inisiatif ini akan diwujudkan oleh PT Pindad, yang dikenal sebagai industri pertahanan, dan akan diproduksi di pabrik Pindad yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.
Meskipun belum merinci jadwal pasti dimulainya produksi, Airlangga Hartarto menyatakan harapannya agar kapasitas pabrik Pindad di Karawang dapat ditingkatkan secara bertahap untuk mendukung realisasi mobnas ini.
"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga saat ditemui wartawan, dikutip Uzone.
Target Multi Produk dan Sedan Listrik
Menko Perekonomian menyebutkan bahwa brand mobil nasional ini nantinya akan memproduksi berbagai model kendaraan.
Salah satu model yang menjadi sorotan adalah sedan listrik. Model ini sebelumnya sempat dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Magelang, Jawa Tengah.
"Salah satunya sedan listrik. Tentunya nanti ada multi product (yang diproduksi Pindad)," jelas Airlangga, sambil mengungkap rencana pengembangan mobnas ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah.
Sebelumnya, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, telah bertemu dengan CTO BPI Danantara yang juga Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, untuk membahas percepatan pengembangan proyek ini.
Berdasarkan keterangan dari Instagram @bumn_id, pengembangan mobnas tidak hanya dipandang sebagai proyek industri biasa, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional agar lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Tujuan utama dari proyek ini meliputii penguatan ekosistem industri otomotif nasional, menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi anak bangsa dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Sebelumnya, dukungan kuat terhadap inisiatif mobil nasional datang dari Presiden Prabowo Subianto, yang berulang kali mengungkapkan keinginannya agar Indonesia memiliki mobil asli buatan sendiri.
Secara spesifik, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara besar-besaran mulai tahun 2028.
Ia menyampaikan kebanggaannya atas kemampuan Indonesia memproduksi bus dan truk listrik saat ini, dan berharap produksi sedan listrik bisa segera menyusul.
"Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," tegas Presiden.
👷 uzone
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.