blog-indonesia.com

Selasa, 20 Januari 2026

Kerja Sama Militer Indonesia-Inggris

  Momentum Akselerasi Teknologi Alutsista 
Fregat Merah Putih KRI BPD 322 (FMI fb)

Pengamat pertahanan dan keamanan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai langkah strategis Indonesia menjalin Kerja sama militer dengan Inggris merupakan momentum krusial untuk memajukan teknologi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dalam negeri.

Fahmi menegaskan bahwa Inggris dipilih bukan sekadar faktor simbolik, melainkan karena keunggulan historis dan kapabilitasnya dalam pengembangan sistem, standar, serta integrasi teknologi pertahanan yang telah teruji secara global.

"Dalam konteks pertahanan, Inggris dipilih karena kemampuannya berperan sebagai mitra yang kuat dalam pengembangan sistem, standar, dan integrasi teknologi pertahanan," kata Khairul Fahmi dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Selasa, 20 Januari 2026 di Jakarta.

Fahmi menekankan bahwa akses terhadap kemajuan teknologi pertahanan bernilai tinggi milik Inggris—seperti sistem radar, sensor, electronic warfare, hingga sistem manajemen pertempuran—sangat penting bagi kedaulatan Indonesia.

Menurutnya, adopsi teknologi ini akan secara signifikan meningkatkan kesadaran situasional dan kemampuan deteksi dini TNI, terutama dalam menjaga wilayah laut dan udara Indonesia yang sangat luas.

"Inggris memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan doktrin, sistem komando dan kendali, serta integrasi teknologi lintas platform dan lintas negara. Hal inilah yang berpotensi diadopsi oleh TNI," ujarnya.

Lebih lanjut, Fahmi menyoroti proyek pembuatan Fregat Merah Putih (Arrowhead 140) sebagai bukti nyata manfaat strategis bagi industri pertahanan nasional. Dalam proyek ini, PT PAL tidak hanya bertindak sebagai perakit, tetapi juga menyerap pengetahuan vital terkait integrasi sistem tempur yang kompleks.

Ke depan, Fahmi meyakini penguasaan teknologi ini akan menjadi fondasi kokoh bagi kemandirian industri maritim dan pertahanan Indonesia di masa depan.

"Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan kemandirian industri pertahanan".

  🤝  Kosadata  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More