blog-indonesia.com

Minggu, 18 Januari 2026

Hubungan TMI dan Pindad Dalam Proyek Mobil Nasional

Konsep mobil listrik i2C, disebut bakal produksi masal mulai 2028. (KOMPAS.com/AGUNG KURNIAWAN)

Proyek mobil nasional sudah mulai digarap. Salah satu perusahaan yang menjadi perbincangan adalah PT Pindad (Persero).

Sebelumnya, PT Pindad (Persero) diproyeksikan menjadi basis utama pengembangan mobil nasional. Kemudian, muncul PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dengan konsep mobil nasional Indigenous Indonesian Car (I2C).

Untuk diketahui, PT TMI adalah perusahaan yang sebenarnya menginisiasi proyek mobil nasional. Perusahaan ini yang membentuk Indigenous Indonesian Car (I2C), cikal bakal kendaraan listrik asli Indonesia.

Harsusanto, Presiden Direktur PT TMI, mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto meminta TMI untuk berkoordinasi dengan Pindad untuk mengembangkan mobil nasional.

"Semakin banyak yang berusaha untuk mewujudkan visi misi ini, itu semakin bagus. Karena negini, hakikat daripada mobil nasional atau kendaraan listrik Indonesia asli adalah Intellectual Property Rights (IPR)," ujar Harsusanto, kepada Kompas.com, belum lama ini.

"Orang boleh mengeklaim saya membuat mobil nasional, tetapi IPR-nya bagaimana? Kalau IPR itu sudah di tangan kita, di tangan bangsa Indonesia, tidak ada seorang pun bangsa lain yang akan bisa mendikte kita," kata Harsusanto.

Harsusanto menambahkan, Pindad dengan TMI secara institusi tidak berhubungan. Pasalnya, TMI adalah salah satu perusahaan di bawah Kementerian Pertahanan, yakni Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPP SDP).

"Dengan Pindad memang tidak berhubungan. Tetapi, memang kita sama-sama punya satu visi dan tujuan, mendukung program pemerintah," ujarnya.

Harsusanto menambahkan, pihaknya sudah bertemu dan berbicara dengan Pindad soal konsep kendaraan listrik asli Indonesia.

Pindad sendiri sudah merakit mobil dengan desain sendiri. Beberapa kendaraan taktis (rantis) dan salah satunya yang terkenal adalah Maung. Bahkan, Prabowo pun menggunakan Maung Garuda Limousine sebagai kendaraan dinasnya.

  Target Pasar Mobnas I2C  
Proyek mobil nasional I2C yang digarap oleh PT Teknologi Militer Indonesia (TMI)(Dok. Italdesign.it)

Pengembangan mobil listrik nasional I2C (Indigenous Indonesian Car) tidak diarahkan untuk mengisi segmen premium atau pasar terbatas.

Sejak awal, proyek kendaraan listrik karya anak bangsa ini diproyeksikan menyasar masyarakat luas agar elektrifikasi kendaraan bisa diakses lebih merata.

"Mobil ini kami arahkan untuk masyarakat luas, bukan segmen elit,” ujar Harsusanto, Presiden Direktur PT Teknologi Militer Indonesia, kepada Kompas.com, Kamis (15/1/2026).

Menurut Harsusanto, keterjangkauan harga menjadi kunci utama agar I2C dapat diterima pasar.

Tanpa banderol yang sesuai dengan daya beli masyarakat, kendaraan listrik nasional berisiko gagal menarik minat konsumen sejak awal.

Kami ingin kendaraan listrik yang bisa dijangkau masyarakat,” kata Harsusanto.

Ia menilai, penetapan harga I2C harus realistis dan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dibanding sekadar menghadirkan teknologi tinggi yang sulit dijangkau konsumen.

Harga harus realistis agar daya beli bisa masuk,” ujarnya.

Harsusanto menegaskan bahwa pengembangan I2C tidak dimaksudkan sebagai proyek eksklusif atau ajang unjuk teknologi semata.

  👷 
Kompas  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More