blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 27 September 2016

Empat Perusahaan Indonesia Ikuti Pameran Pertahanan

Di Manila SSV kedua, BRP 602 pesanan Filipina produksi PT PAL Indonesia siap diluncurkan. [anas_nurhafidz@def.pk]

Empat perusahaan teknologi keamanan dan pertahanan Indonesia memboyong berbagai peralatan canggih karya anak bangsa dalam pameran internasional ADAS 2016 di World Trade Centre, Metro Manila, Filipina, mulai Rabu (28/9) hingga 30 September 2016.

Direktur Utama PT Indoguardika Cipta Kreasi (ICK) Agung S. Bakti dalam surat elektroniknya kepada Antara di Semarang, Selasa malam, mengatakan bahwa keempat perusahaan yang mengikuti pameran itu di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan RI.

Agung menyebutkan empat nama industri teknologi keamanan dan pertahanan dalam negeri itu, yakni tiga BUMN (PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Nusantara Turbin & Propulsi) dan satu badan usaha milik swasta (BUMS) PT ICK.

Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar membangun kemandirian industri partahanan nasional. Apalagi, industri pertahanan lekat dengan kedaulatan dan pribadi bangsa.

"Pameran ini untuk memperkenalkan produk buatan Indonesia sekaligus menangkap peluang pasar yang lebih luas," kata Media Relations Officer PT ICK Imam Bukhori menambahkan.

Agung menjelaskan bahwa ADAS Filipina 2016 sebagai salah satu strategi untuk memperkenalkan teknologi keamanan dan pertahanan dalam negeri kepada dunia internasional.

Pameran itu, kata Agung, dapat menunjukkan bahwa produk dalam negeri sangat berkualitas dan bisa bersaing dengan produk negara maju lainnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZnM3V5N9xuKNIEQoejlEuMU6VCj_z5YXsT1mhSs4xISA3YJj57JocTdHWl7Jt4j1L-VHchYA3h-EZVWoaY5jY64_gMtymlG_QtODMs_IQZPghHpffW_F9hYsh2gwmua_HQdnKN7uKCB5n/s1600/13724697_New+CN-235+MPA+TNI-AU.+Credit+to+Marchel..jpgIa mencontohkan PT Dirgantara Indonesia (DI) yang memiliki kemampuan mumpuni dalam membuat dan merancang pesawat. Produk yang telah dihasilkan PT DI, antara lain, pesawat CN235-220, NC212, dan helikopter.

Industri pertahanan dalam negeri lainnya, lanjut Agung, adalah PT PAL yang mampu merancang berbagai macam jenis kapal perang, seperti kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV) yang dipesan pemerintah Filipina dan kapal perusak kawal rudal.

Selain itu, ada juga PT Nusantara Turbin & Propulsi (NTP) yang bergerak dalam bidang industri MRO (maintenance, repair, and overhaul) mesin pesawat terbang.

"Selain alutsista, Indonesia juga memiliki kemampuan memproduksi teknologi keamanan dan pertahanan siber bertaraf internasional besutan PT ICK," kata Agung.

Pameran itu, lanjut dia, juga akan dimanfaatkan sejumlah perusahaan Indonesia untuk implementasi strategi pengembangan, strategi kerja sama dan strategi promosi. Hal ini tidak lain untuk memperkukuh kekuatan industri pertahanan nasional.

"Selama ini Kemenhan telah memfasilitasi perusahaan keamanan dan pertahanan dalam negeri untuk mengikuti berbagai pameran pertahanan internasional, di antaranya adalah Defence Services Asia (DSA) Malaysia dan Defense & Secuty di Bangkok," pungkas Agung.

  ★ Antara  

Senin, 26 September 2016

TNI AD Tantang Para Developer Kembangkan Aplikasi Kemiliteran

http://angkasa.co.id/wp-content/uploads/2016/09/developer.jpgUntuk memaksimalkan potensinya, TNI AD tantang para developer untuk kembangkan aplikasi berbasis kemiliteran dalam sebuah kompetisi bergengsi pada awal bulan depan. Hal ini didasari oleh perkembangan teknologi yang semakin cepat dan selalu menampilkan wajahnya yang lebih mutakhir dan canggih dari sebelumnya.

Pesatnya perkembangan dan keberadaan teknologi pun dewasa ini menjadi ancaman serius dalam wilayah pertahanan negara dan dunia kemiliteran. Ancaman yang mengancam stabilitas keamanan negara kini bukan lagi dilakukan secara fisik, namun kini cukup dengan menggunakan medium siber dan invasi terhadap suatu negara pun dapat terjadi.

Dari fenomena tersebut, maka diperlukan pengembangan untuk menghadapi ancaman dalam bentuk tersebut dari aspek teknologi dan juga sumber daya manusia (SDM). Demi mengembangkan kedua aspek tersebut, TNI AD yang bekerja sama dengan DailySocial untuk menggelar sebuah kompetisi pemrograman dengan tema ‘Hackathon Cipta Yudha Kartika Eka Paksi TNI-AD’ yang berlokasi di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), Bogor, pada 7 hingga 9 Oktober 2016 mendatang.

Kompetisi Hackathon Cipta Yudha Kartika Eka Paksi TNI-AD merupakan sebuah upaya dari TNI-AD dalam rangka merangkul para ahli teknologi sipil untuk bersama-sama memajukan sistem pertahanan darat negara.

Melalui kompetisi tersebut, developer akan terlibat di dalam sebuah misi kemiliteran di bidang teknologi untuk menciptakan aplikasi pertahanan darat negara yang mampu beroperasi 24 jam sesuai pengarahan dari awak TNI-AD. Aplikasi-aplikasi yang mereka buat harus meliputi salah satu di antara tiga sektor, yakni pembinaan teritorial, operasi pertempuran, dan operasi dukungan.

Author: Fery Setiawan

  Angkasa  

Minggu, 25 September 2016

PAL Selesaikan Pesanan Kedua Kapal Perang Filipina

✈ KRI GNR 332 bersama BRP 602 produksi PT PAL Indonesia [gombal jaya]

PT PAL Indonesia (Persero) telah menyelesaikan kapal perang pesanan kedua Kementerian Pertahanan Filipina dan berencana diluncurkan pada tanggal 29 September 2016 di galangan kapal PT PAL Indonesia wilayah Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M Firmansyah Arifin, di Surabaya, Sabtu mengatakan penyelesaian kapal perang jenis "Strategic Sealift Vessel" (SSV) pesanan kedua ini lebih cepat tiga-empat bulan dibanding proses pesanan pertama yang membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

"Secara keseluruhan pesanan kedua ini lebih cepat dibanding yang pertama, yakni sekitar tiga hingga empat bulanan," katanya.

Sebelumnya, pesanan pertama kapal SSV canggih karya mandiri anak bangsa yang berada di kelas "Lloyd Register" itu telah diluncurkan pada 18 Januari 2016, dan telah diberi nama oleh Kementerian Pertahanan Filipina dengan nama Tarlac.

"Tarlac merupakan kapal perang pertama yang berhasil diekspor Indonesia, dan merupakan bagian dari pengembangan kapal pengangkut "Landing Platform Dock" (LPD) yang didesain panjang 123 meter, lebar 21,8 meter, dan memiliki kecepatan 16 knot dengan ketahanan berlayar selama 30 hari di laut lepas," katanya.

[​IMG]Sementara itu, pimpinan proyek pengerjaan kapal perang pesanan Filipna Turitan Indaryo mengatakan cepatnya proses pengerjaan pesanan kedua karena PT PAL Indonesia menggunakan prinsip "one day one blok".

"Artinya setiap hari harus ada blok-blok kapal yang diselesaikan, sehingga bisa lebih cepat dari waktu yang ditentukan," kata Turitan yang kini menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha.

Sebelumnya, Turitan menjelaskan ketepatan waktu pengerjaan dan pengiriman menjadi catatan tersendiri dan merupakan nilai tambah yang ditawarkan PT PAL Indonesia kepada negara pemesan.

"Selain itu kualitas barang dan harga yang bersaing menjadi keunggulan bahwa produk bangsa Indonesia dapat bersaing dengan dunia internasional," katanya.

Sebelumnya, Filipina memesan dua unit kapal perang LPD jenis SSV yang dilengkapi persenjataan sebagai bentuk upaya pertahanan diri.

SSV dilengkapi pendaratan tiga helikopter dan hangar, serta memiliki kemampuan mengangkut dua unit kapal landing craft utility (LCU) ditambah berbagai macam kendaraan tempur dari truk militer hingga Amphibious Assault Vehicle (AAV).

Dengan memiliki draft kapal lima meter, SSV mampu menjangkau hingga ke perairan dangkal serta dapat difungsikan sebagai rumah sakit apung dan SAR ketika sedang terjadi bencana.
 

  Antara  

Ketergantungan Impor Harus Hilang

Pembelian Alutsista Dalam Negeri Hanya Rp 20 Triliun✈ KRI 855 Madidihang [def.pk]

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan pemerintah harus menghapus kebiasaan untuk tergantung impor dalam memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Selama ini, impor selalu menjadi jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan energi seperti bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Hal tersebut tidak terjadi pada sektor energi saja. Sudirman bercerita, saat dirinya menjabat sebagai Direktur Utama PT Pindad (Persero) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pembelian alat utama sistem pertahanan (alutsista) mayoritas juga berasal dari negara lain atau impor.

Padahal menurut dia, industri alutsista dalam negeri seperti Pindad sangat mampu membuat persenjataan yang dibutuhkan untuk meningkatkan pertahanan negara.

"Dulu saya pernah di industri pertahanan walaupun cuma sebentar. Selama 10 tahun pemerintahan Pak SBY itu kita menghabiskan Rp 100 triliun untuk belanja alutsista. Tapi yang masuk ke dalam negeri tidak sampai Rp 20 triliun, Rp 80 triliun pergi keluar. Artinya daya mampu kita itu sangat rendah dan ketergantungan pada luar sangat tinggi," jelas dia.

Melihat kenyataan tersebut, lanjut Sudirman, maka Indonesia harus mulai berubah cara pandang yang menggampangkan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri melalui impor. Sebab jika terus dilakukan, maka sama saja secara perlahan mematikan industri di dalam negeri.

"Jadi kalau kurang impor saja, kan lebih murah. Tapi sebetulnya kita sedang membunuh national capacity. Dan itu juga persoalan kita waktu saya masuk ESDM, itu juga persoalan kita," tandas dia. (Dny/Gdn)
 

  Liputan 6  

Sabtu, 24 September 2016

★ 3 Kapal Patroli Cepat Buatan dalam Negeri Resmi Perkuat TNI AL

Produksi PT Palindo Marine, BatamKRI Madidihang 855 (dispenal)

Sebanyak tiga Kapal Patroli Cepat 40 M produksi dalam negeri yang nantinya akan memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut, diluncurkan di Galangan PT Palindo Marine, Batam. Jumat (23/9/2016).

Acara pelucuran disaksikan perwakilan TNI Angkatan Laut Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksda TNI Mulyadi, S.Pi. M.A.P.

Ketiga kapal yang diproduksi tersebut dibuat oleh PT. Palindo Marine yaitu KRI Tatihu-853, KRI Layaran-854 dan KRI Madidihang-855 dan selanjutnya akan diproyeksikan untuk memperkuat Satuan Kapal Patroli (Satrol) Armada RI Kawasan Timur.

Kapal ini dipersenjatai dengan meriam kaliber 20 mm dan kaliber 12,7 mm, serta memiliki panjang keseluruhan 45,5 m, lebar 7,9 m, kecepatan maksimal 24 knot, kapasitas bahan bakar 70.000 liter dan endurance selama 6 hari.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfQoujAfClsMVS4qkxEYZPQcXSTyzWcl0Y9lEXFKYj2Rbs4fsa74OG2zfbWfAesf4jIkzL_-d_4k8MpySqpSjNPQnk-HmzkJcyopf0YJTDIidQd5Vy7-qzDriEz1com5k_VbyedjH-48cz/s1600/14355775_854+Kri+Layaran.jpgKRI Tatihu-853, KRI Layaran-854 dan KRI-Madidihang 855 sebagai hasil produksi dalam negeri telah membuktikan bahwa industri pertahanan memiliki kemampuan untuk mendukung program pemerintah, sekaligus membangun kemandirian nasional bidang teknologi pengembangan alutsista TNI.

Dalam sambutannya, Aslog menyampaikan bahwa perkembangan perusahaan galangan kapal di dalam negeri cukup meningkat, sehingga persainganpun semakin ketat.

Sebagai salah satu perusahaan dalam negeri, PT Palindo Marine diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas kemampuannya dalam memproduksi kapal perang berteknologi tinggi.

Beberapa kemampuan ketiga kapal ini diantaranya mampu melaksanakan peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara, operasi patroli laut, dan operasi Search And Rescue (SAR).

palindo-marine.jpgKegiatan diawali dengan sambutan Direktur PT Palindo Marine Harmanto dilanjutkan dengan sambutan Aslog Kasal Laksda TNI Mulyadi, S.Pi. M.A.P, dilanjutkan dengan prosesi launching yang secara simbolis ditandai dengan pemotongan tali kapal.

Nama Tatihu, Layaran dan Madidihang diambil dari nama-nama ikan yang ada di Indonesia.

Ketiganya dikenal sebagai perenang cepat dan gesit di laut sehingga diharapkan mampu bermanuver dengan cepat dan gesit dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan negara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadismatal, Kadisadal, Kadislaikmatal, Danlantamal IV Tanjungpinang, Danguskamla Armabar, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat serta staf yang terlibat.

   Tribunnews  

Kekuatan Sayap N219 Akan Diuji

✈ N219  [PTDI]

Meski tahapan produksi mundur dari jadwal yang ditentukan, fase Engineering Manufacturing Development N219 masih terus berjalan. Seperti dipantau Angkasa, dalam minggu-minggu terakhir ini enjinir PT Dirgantara Indonesia tengah serius mempersiapkan uji statik untuk sayap komuter 100 persen karya Anak Bangsa tersebut.

Saat ini masih melakukan preparation test, menuju wing static test. Butuh waktu karena semua harus dipersiapkan secara matang dan cermat. Agar tak ada kesalahan di tengah jalan. Semua sensor, hidrolik dan rig harus kami cek dulu. Tak boleh ada yang kelebihan beban,” ujar Ir. Palmana Banandhi, Chief Engineer N219 kepada Angkasa, Jum’at (23/9/2016).

N219 Wing Static Test_Budi SetyantoN219 Wing Static Test

Bagi industri pesawat terbang manapun di dunia, wing static test adalah salah satu tahapan terpenting. Dari sini, rancangan yang semula ada di atas kertas akan dinyatakan valid memenuhi semua persyaratan. Uji tekanan terhadap sayap akan memberi jaminan, bahwa sayap akan mampu menahan semua beban yang bertumpu padanya. Mulai dari badan pesawat dan isinya, juga dua mesin yang bergantung di kedua sisi sayap.

Dalam waktu bersamaan, dikatakan, DI juga tengah menyiapkan semua keperluan yang harus dipenuhi untuk pembuatan sertifikat terbang pesawat (N219 type certificate) bersama otoritas terkait, yakni Ditjen Perhubungan Udara.

Penyelesaiannya memang mundur dari jadwal yang telah ditentukan, karena memang banyak hal harus dipersiapkan dengan kekuatan sendiri. Insya Allah, jika sertifikat terbang selesai Oktober 2017, tahun berikutnya N219 akan masuk tahapan produksi,” pungkas Palmana. (*)

  Angkasa  

Jumat, 23 September 2016

Tax Amnesty Indonesia Salah Satu yang Tersukses di Dunia

Tabel 22 September 2016

Usulan para pengusaha agar mendapat kemudahan dalam membayar tebusan tax amnesty, diakomodir pemerintah.

Khususnya, berkaitan dengan pengurusan administrasi yang diperkirakan membutuhkan waktu lama.

Usulan itu kemarin (22/9) disetujui Menkeu dengan memperbolehkan pengusaha menunda pengumpulan syarat administrasi.

Usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah pengusaha semalam, Menkeu Sri Mulyani memastikan pengusaha akan diberi kemudahan untuk mengikuti program tebusan tax amnesty.

Khususnya, untuk mengejar tenggat waktu tebusa dua persen yang bakal berakhir pada 30 September mendatang.

Menurut Menkeu, para pengusaha menyampaikan bahwa mereka memerlukan waktu untuk memenuhi persyaratan dokumen.

Bagi pemerintah, yang terpenting adalah para pengusaha melakukan deklarasi dan membayar tebusan sesuai yang dideklarasikan.

Para pengusaha masih diberi kesempatan untuk deklarasi dan membayar tebusan hingga 30 September untuk mendapatan keringanan berupa tebusan 2 persen.

’’Sementara persyaratan administrasi dan dokumen pendukungnya bisa kita atur untuk bisa disertakan sampai dengan akhir tahun ini,’’ ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin.

Untuk memperjelas kebijakan tersebut, pihaknya akan segera mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan.

’’Yang paling penting, sesuai dengan semangat undang-undang bahwa mereka melakukan deklarasi dan membayar uang tebusan terlebih dahulu,’’ lanjut mantan Managing Drector Bank Dunia itu.

Keputusan itu disampaikan berselang beberapa jam setelah Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah ekonom ke Istana Merdeka kemarin.

Beberapa di antaranya, Rektor Universitas Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Destri Damayanti, Komisaris Independen Bank Permata Tony Prasetyantono, dan ekonom lainnya beserta analis pasar.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengungkapkan optimismenya atas program tax amnesty. Optimisme tersebut, tutur Jokowi, tidak berkaitan dengan angka-angka.

’’Yang paling penting menurut saya trust dari masyarakat terhadap pemerintah itu kelihatan ada,’’ tuturnya. Kemudian, kepatuhan serta kesadaran masyarakat untuk membayar pajak makin meningkat.

Hingga kemarin, tuturnya, nilai tebusan untuk tax amnesty sudah mencapai lebih dari Rp 33 triliun.

’’Dan sudah mengangkut mungkin lebih dari 90 ribu orang yang ikut tax amnesty,’’ lanjut mantan pengusaha meubel itu. Hasil riset salah satu bank menyatakan bahwa capaian tax amnesty Indonesia salah satu yang tersukses di dunia.

Usai pertemuan tertutup selama sekitar tiga jam, Agustinus menuturkan bahwa para ekonom dimintai pendapat mengenai bagaimana agar pertumbuhan ekonomi In donesia bisa lebih cepat.

Yang menjadi contoh adalah India yang mampu memacu pertumbuhan hingag 7 persen per tahun.

Disinggung apakah tax amnesty bisa menyelamatkan APBN, dia tidak menjawab secara lugas.

’’Pasti membantu. Dari target yang ditetapkan itu nampaknya tidak bisa tercapai, tapi ada kemajuan yang berarti,’’ ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, tuturnya, dibicarakan mengenai upaya memaksimalkan tax amnesty agar minat para pengusaha untuk ikut semakin tumbuh.

Tidak perlu terganggu oleh target. Misalnya, bagaimana cara memperpanjang masa tebusan yang pertama tanpa harus melanggar UU.

Salah satu yang diusulkan para ekonom adalah memisahkan deklarasi dengan pembayaran tebusan. ’’Misalnya pendaftaran dilakukan pada periode ini tetapi eksekusinya, realisasinya bisa diperpanjang sampai periode berikutnya,’’ tutur Agustinus.

Caranya, pengusaha bisa mendeklarasikan hartanya hingga akhir September tanpa harus mengeksekusi tebusan. Tebusan dan urusan administrasi lainnya bisa disusulkan di periode berikutnya.

Dengan demikian, dia tetap akan tercatat mengikuti periode tebusan pertama dan tidak perlu membayar tebusan lebih banyak.

Sebab, bila diperpanjang begitu saja, maka bisa melanggar UU. Sebab, UU Tax Amnesty membatasi masa tebusan pertama hanya sampai akhir September 2016.

Yang terpenting, masa tebusan September bisa dimaksimalkan. Pada periode pertama, tebusannya terbilang rendah, hanya dua persen. Sedangkan pada periode berikutnya akan naik lagi. (byu)
 

  JPNN  

[Foto] PC 40 Akan Bertambah

✈ Produksi galangan kapal lokalPenampakan kapal patroli baru hasil karya anak bangsa pesanan TNI AL. Nampak pada foto di bawah penampakan 3 unit kapal patroli cepat PC 40 produksi PT Palindo Marine, Batam.

Kapal dengan panjang sekitar 40 meter ini hampir tuntas dan akan di ujicoba di laut. Persenjataan kapal ini dikabarkan menggunakan kanon kaliber 20 mm dan senjata mesin kaliber 12.7 mm.

Rencananya TNI AL akan banyak memesan kapal jenis ini untuk mengisi pangkalan Angkatan Laut di seluruh nusantara. Nantinya kapal jenis ini akan menggantikan kapal patroli usang milik TNI AL.

Berikut penampakan kapal patroli cepat PC 40 diposkan anas & pr1v4t33r :

IMG-20160922-WA0034.jpg
IMG-20160922-WA0031.jpg

KRI Tatihu 853. Tatihu sendiri merupakan nama jenis ikan di perairan Indonesia.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfQoujAfClsMVS4qkxEYZPQcXSTyzWcl0Y9lEXFKYj2Rbs4fsa74OG2zfbWfAesf4jIkzL_-d_4k8MpySqpSjNPQnk-HmzkJcyopf0YJTDIidQd5Vy7-qzDriEz1com5k_VbyedjH-48cz/s1600/14355775_854+Kri+Layaran.jpg
IMG-20160922-WA0032.jpg

KRI Layaran 854. TNI AL memberi nama berbagai ikan ganas untuk kapal patroli cepat ini.
IMG-20160922-WA0036.jpg
IMG-20160922-WA0033.jpg

KRI Madidihang 855. Merupakan satuan kapal patroli cepat dengan menggunakan nama ikan.
[​IMG]

Kapal Angkatan Laut (KAL) pesanan TNI AL siap menambah kekuatan patroli TNI AL. KAL dengan panjang sekitar 28 meter dan berat sekitar 238 tons ini produksi PT Karimun Anugrah Sejati, Batam.
  Garuda Militer  

Kamis, 22 September 2016

Pakistan Tertarik Beli Pesawat Buatan PT Dirgantara Indonesia

✈ CN 235 MPA produksi PT DI [iben saputra]

Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Jenderal Rashad Mahmood, berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Rabu (21/9/2016).

Kunjungan tersebut disambut oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan Andi Alisjahbana dan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PTDI Budiman Saleh di Gedung Pusat Manajemen, Bandung, Jawa Barat.

Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan ke PTDI untuk menjalin kembali kerja sama dan adanya ketertarikan untuk membeli pesawat CN 235-220 buatan PTDI.

Produk PTDI cukup relevan dan akan memenuhi kebutuhan masa depan, tidak hanya untuk Angkatan Laut Pakistan tetapi juga untuk Angkatan Udara Pakistan dan Angkatan Darat Pakistan,” jelas Jenderal Rashad Mahmood dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Rabu (21/9/2016).

Pakistan telah mengoperasikan CN 235-220 sebanyak 4 unit untuk pesawat angkut militer dan pesawat angkut VIP.

Pesawat terbang CN 235-220 merupakan generasi terbaru buatan PTDI yang memiliki beberapa keunggulan, yakni adanya penambahan berat maksimum yang dapat diangkut, sistem avionik yang lebih modern, fitur autopilot, hingga radar pendeteksi turbulensi.

Pesawat yang akan dibeli Paskistan memiliki kemampuan militer dan mampu mengakomodasi 4 mission console, mendeteksi target yang kecil, dan dilengkapi dengan FLIR (Forward Looking Infrared) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

Pada pemeritahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pakistan telah melakukan kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pertahanan baik persenjataan maupun militer.

Berdasarkan data PTDI, pabrikan pesawat asal Indonesia tersebut telah mengekspor 40 unit pesawat baling-baling tipe CN235 dan NC212 ke beberapa negara pada akhir 2015 lalu.

Menurut data ekspor PTDI, tercatat pesawat jenis CN235 sebagai produk yang paling laris.

PTDI telah mengekspor sebanyak 35 unit pesawat CN235 kepada pemesannya di luar negeri, sisanya adalah NC212.

Negara yang menjadi pelanggan produk PTDI antara lain Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Pakistan, Filipina, hingga Uni Emirat Arab.
 

  Kompas  

Butuh 70 Tahun Tingkatkan Kualitas Industri Pertahanan

Diponegoro class TNI AL

A
kademisi dan pengamat pertahanan, Andi Wijajanto menilai setidaknya butuh waktu 70 tahun untuk meningkatkan kualitas industri pertahanan di Indonesia. Pembangunan itu juga harus dilakukan dengan kosinsitensi.

"Itu yang dilakukan negara Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Cina," kata dia dalam seminar nasional Peningkatan Kemandirian Industri Pertahanan Nasional Bidang Kemaritiman di Universitas Paramadina, Jakarta, Selasa (20/9).

Menurutnya, selama ini sudah ada langkah strategis yang dilakukan Kementerian Pertahanan dalam membangun kekuatan pertahanan sampai 2024. Ia yakin, apabila target 2024 tercapai, TNI Angkatan Laut akan berubah dari green ke blue water navy, mempunyai kapal perang penjelajah (cruiser), dilengkapi kapal selam surveillance (intai) serta mampu mengawal Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Menurutnya, Indonesia harus mengubah karakter untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional bidang kemaritiman dapat tercapai dengan syarat. Ia juga mengingatkan, dalam rapat terbatas beberapa bulan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masing-masing kekuatan militer mengembangkan alutsista.

Dia mencontohkan, TNI AD diminta mengembangkan tank, kendaraan taktis (rantis), senjata industri khusus, dan helikopter serang serbu. Untuk TNI AU, diminta mengembangkan pesawat tempur, angkut berat, dan sistem rudal. Sementara TNI AL diminta mengembangkan kapal selam dan Kementerian Pertahanan, yakni pertahanan cyber.

Andi melanjutkan, untuk membeli alutsista harus mulai memikirkan pendekatan daur hidup. Contohnya seperti membeli mobil keluaran Eropa. Pembeli tidak perlu menanggung atau memikirkan biaya perawatan, sebab hal itu merupakan tanggung jawab produsen.

"Alutsista juga ada live cycle. Kalau tak pikirkan live cycle saat membeli, kalau ganti mesin kita tak bisa lakukan sendiri," ujar dia.

  Republika  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More