blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 21 Februari 2015

LAPAN rancang pesawat sesuai kondisi geografis Indonesia

Program LAPAN

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengatakan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sedang merancang pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek sesuai kondisi geografis Indonesia.

"Riset pesawat sudah hampir selesai, prototipenya jarak pendek sesuai kondisi geografis Indonesia," kata dia usai ramah tamah dan dialog dengan civitas akademika Universitas Mataram di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

Ia mengatakan riset pesawat komersial sesuai kondisi geografis Indonesia itu dilakukan karena potensi pasarnya di Indonesia pun ada.

"Market share pesawat di Indonesia, dalam kurun waktu lima tahun mencapai 200 unit, sedangkan PT Dirgantara Indonesia hanya mampu memproduksi 24 unit pesawat per tahun.

Artinya, kata Nasir, dari potensi pasar pesawat di Indonesia, yang mampu dipenuhi PT DI hanya 120 unit selama lima tahun.

"Makanya, hasil riset LAPAN terkait pesawat komersial dengan jarak tempuh pendek itu nanti juga akan digunakan oleh PT DI," ujar dia.

Nasir terus mendorong para peneliti baik yang ada di lembaga penelitian maupun di perguruan tinggi negeri untuk terus berinovasi melakukan riset ilmiah.

Kemenristek Dikti sudah menyediakan alokasi anggaran 30 persen dari total biaya operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) untuk riset yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

  ★ Antara  

Jumat, 20 Februari 2015

Pesawat R80 Rancangan Habibie Mengudara 2019

http://images.detik.com/content/2015/02/18/1036/ilhamhabibie6.jpgPesawat rancangan mantan presiden BJ Habibie yaitu R80 tengah dikembangkan oleh PT Regio Aviasi Industri dan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Pesawat jenis turboprop ini ditargetkan mulai mengudara pada 2019.

Komisaris Regio Aviasi Industri Ilham Habibie mengatakan, saat ini pesawat berkapasitas 80 orang ini tengah dalam tahap pematangan desain dan penentuan komponen pesawat‎, termasuk mesin.

"Jadi salah satu hasil dari desain awal adalah penentuan komponen-komponen pesawat. Speknya kita sudah punya tapi itu tentu kan tergantung dari negosiasi beberapa pihak. Seperti engine, kakinya pesawat atau landing gear-nya apa," kata Ilham saat berbincang dengan detikFinance di Energy Building, SCBD, Jakarta, selasa (17/2/2015).

Putra sulung BJ Habibie ini menuturkan, terkait mesin, pihaknya tengah menimbang-nimbang untuk bernegosiasi dengan beberapa pabrikan luar negeri karena industri dalam negeri belum mampu membuatnya. Ada tiga perusahaan asal Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Tiga perusahaan tersebut adalah‎ Pratt and Whitney dan General Electric dari AS dan Rolls Royce asal Inggris.

‎"Engine yang sudah ada sekarang dari Pratt ada dan Rolls Royce. GE juga menawarkan. Jadi dari 2 perusahaan itu sudah ada engine-nya. Kalau GE menawarkan, tapi dia buat baru," katanya.

Setelah keputusan mesin mana yang bakal dipakai di pesawat R80, tahap selanjutnya adalah pembuatan prototipe dan kemudian sertifikasi pesawat. Ditargetkan, pesawat ini akan mengudara pada 2019.

"Di 2019, (pengiriman pertama) dua," ujar Ilham.

145 Unit Pesawat R80 Rancangan Habibie Sudah DipesanMeski belum selesai dibuat, pesawat rancangan mantan Presiden RI BJ Habibie sudah banjir pesanan. Hingga saat ini, sebanyak 145 unit pesawat turbo prop R80 sudah dipesan sejumlah maskapai.

Komisaris PT Regio Aviasi Industri Ilham Habibie mengatakan, ada tiga maskapai yang telah memesan pesawat yang dikembangkan oleh PT Regio Aviasi Industri dan Pt Dirgantara Indonesia ini. Mereka adalah NAM Air, Kal Star, dan Trigana Air.

"Ada tiga, NAM Air, Trigana Air dan Kal Star. Totalnya ada 145," kata Ilham saat berbincang dengan detikFinance, di Energy Building, Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Ilham mengatakan, pengiriman perdana pesawat tersebut akan dilakukan setelah prototipe dari pesawat ini selesai dirampungkan, dan pesawat berkapasitas 80 orang itu akan terbang perdana di 2019.

"Dua atau satu tahun setelahnya (pengiriman perdana)," katanya.

Putra dari BJ Habibie ini mengatakan, selain tiga maskapai tersebut, ada beberapa maskapai yang menunjukkan minat memesan pesawat baling-baling ini. Maskapai yang berminat memesan pesawat R80 ini tergabung pada airline working group yang berjumlah 7 maskapai, di antaranya NAM Air, Kal Star Aviation, Trigana Air, Sky Aviation, Merpati, Garuda Indonesia (Citilink) dan Wings Air.

Tiga maskapai yaitu NAM Air, Kal Star Aviation, dan Trigana Air sudah pasti memesan pesawat ini. Kebanyakan maskapai yang memesan pesawat ini adalah maskapai yang melayani rute-rute jarak pendek.

"Kalau Sky Aviation sudah stop, sekarang dibeli Erwin Aksa, lalu Merpati sudah stop‎, kemudian Garuda atau Citilink dan Wings Air.

"Menurut saya sih sekarang kita harus bekerja lebih banyak dengan Wings dan Garuda. Sangat potensial. Tapi mereka sudah operasikan ATR. Tapi mereka sudah katakan secara lisan kalau ini (R80) ada, mereka akan (pesan). Dia tahu persis produk kita tapi mereka kan ingin produknya sekarang bukan nanti. Dia perlunya sekarang," paparnya.



  ★ detik  

Meski Sebagian Dikuasai Singapura, Radar Natuna Sudah Gabung ke ATC Jakarta

http://images.detik.com/customthumb/2015/02/18/10/125227_pesawatsoettagrandyoszafna.jpg?w=460Pengelolaan wilayah udara sektor ABC atau di area Kepulauan Riau, yakni Natuna, masih dikendalikan oleh otoritas Singapura. Namun kini radar di sebagian wilayah Natuna sudah bergabung ke dalam sistem Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), bersama radar di Pontianak dan Tanjung Pinang.

Kepala Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata menjelaskan, radar wilayah Natuna yang bergabung ke JATSC memang bukan wilayah yang sebagiannya masih dikuasai Singapura.

"Yang itu (wilayah Natuna yang sistem radarnya dikuasai Singapura-red) belum karena masih harus melalui ICAO (International Civil Aviation Organization). Tapi ini untuk pertama kali setelah selama ini radar di ketiga wilayah itu berhasil diintegrasikan," jelas Barata dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (18/2/2015).

Radar wilayah Natuna, Pontianak dan Tanjung Pinang yang berhasil diintegrasikan adalah radar berjenis Monopulse Secondary Surveilance Radar (MSSR) Mode-S. Yang melakukan pengintegrasian radar adalah tim Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Direktorat Navigasi Penerbangan bersama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia.

Barata menjelaskan upaya pengintegrasian radar MSSR Mode-S bisa juga dilihat sebagai langkah persiapan sebelum radar wilayah Natuna benar-benar diserahkan ke Indonesia dari Singapura nantinya. Upaya mengintegrasikan ketiga radar tersebut dipacu oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk semakin meningkatkan kemampuan pengawasan (surveillance) dalam pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia.

"Pengintegrasian ketiga radar itu dilakukan sebagai pengganti radar lama yang sudah melampaui usia teknis. Dengan radar baru ini, semua pesawat terbang yang melintas di wilayah barat bisa terpantau oleh JATSC yang menjadi pusat kontrol lalu lintas penerbangan di wilayah barat Indonesia. Jadi ATC bisa lebih jelas melihat di wilayah itu," imbuh Barata.

JATSC saat ini terintegrasi 14 radar, 9 Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS), Makassar Air Traffic Service Senter (MATSC) terintegrasi 17 radar dan 21 ADSB dan 3 ADSB Australia (sharing data).

Saat ini Indonesia memiliki dua wilayah kontrol udara (Flight Information Region/FIR) yang terbagi di wilayah barat dan timur. Pertama, Flight Information Region (FIR) Jakarta, yang didukung fasilitas radar meliputi wilayah Banda Aceh, Medan Kualanamu, Medan Padang Bulan, Pekanbaru, Palembang, Tanjung Pinang, Pontianak, Jakarta I, Jakarta II, Natuna, Yogyakarta dan Semarang. Jumlah radar yang dimiliki di wilayah barat sebanyak 16 unit.

Sedangkan yang kedua yaitu Flight Information Region (FIR) Ujung Pandang sebagai pusat kontrol radar di wilayah timur yang didukung fasilitas radar meliputi wilayah Makassar, Kendari, Palu, Manado, Banjarmasin, Balikpapan, Surabaya, Bali, Ambon, Sentani, Sorong, Biak, Merauke, Waingapu, Yogyakarta, Semarang dan Kupang. Jumlah radar yang dimiliki di wilayah timur sebanyak 23 unit.




  ★ detik  

Menjembatani Industri Pertahanan Indonesia dan Inggris

http://www.bumn.go.id/data/uploads/content/51/athaninggris2.jpgSebagai perwakilan dari Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, Atase Pertahanan Inggris, Colonel Adrian, mengunjungi PT Pindad (Persero) pada Rabu, 18 Februari 2015. Beliau diterima oleh Direktur Teknologi dan Pengembangan Ade Bagdja di Ruang Rapat Direksi PT Pindad (Persero), Bandung.

Rombongan Atase Pertahanan Inggris ini juga diterima oleh Kepala Divisi Quality Assurance, Kepala Divisi Pengembangan dan Proses, dan Kepala Departemen Komunikasi Korporat.

Hubungan kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Inggris sudah berjalan sejak lama. Oleh karena kedatangan Atase Pertahanan Inggris ke PT Pindad (Persero) salah satunya adalah untuk menjaga jembatan kerjasama antara kedua negara tersebut.

“Kunjungan kami kali ini adalah sebagai perwakilan dari industri pertahanan Inggris. Kami berharap bisa menjadi jembatan yang baik untuk kerjasama industri pertahanan antara Indonesia dan Inggris,” ujar Colonel Adrian.

Direktur Teknologi dan Pengembangan Ade Bagdja mengatakan bahwa PT Pindad (Persero) mengucapkan terima kasih pada Kedutaan Inggris atas bantuannya dalam menjembantani industri pertahanan Inggris dan Indonesia. “Diharapkan, ke depan, kita memiliki koneksi yang lebih baik antar negara dalam bidang pertahanan,” ujarnya.

Acara kunjungan hari itu diakhiri dengan kunjungan ke fasilitas produksi PT Pindad (Persero) yaitu Divisi Kendaraan Khusus untuk melihat secara langsung proses produksi untuk beberapa produk kendaraan tempur dan kendaraan taktis PT Pindad (Persero).

  ♞ BUMN  

Kebijakan Saya Bikin Kosong Pasokan Ikan Dunia

http://images.detik.com/content/2015/02/17/4/menterisusihtbesar.jpgMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti telah mengeluarkan aturan moratorium izin tangkap ikan untuk kapal eks asing dan larangan transhipment atau bongkar muat ikan di tengah laut untuk menekan illegal fishing.

Buntut dari aturan ini, Menteri Susi sukses membuat pasokan ikan di beberapa negara berkurang bahkan kosong. Laut Indonesia yang selama ini 'dikeruk' oleh kapal-kapal ilegal, tak bisa lagi memasok ikan ke berbagai pelabuhan utama perikanan di kawasan ASEAN, hingga berdampak ke negara konsumen ikan olahan seperti Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

"Policy yang saya buat ada multiplier effect, mengosongkan pasokan ikan dunia. Indonesia mendapatkan untung," kata Susi saat ditemui di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (17/02/2015).

Susi mengatakan dari beberapa laporan pelaku usaha sektor perikanan, stok ikan di beberapa negara contohnya Dubai yang selama ini dipasok dari Filipina dan Thailand mulai berkurang drastis. Hal ini menjadi peluang bagi pelaku usaha pengolahan ikan di Indonesia.

"Saya dapat berita bagus, eksportir tuna kaleng sekarang senang karena ekspor tuna kaleng ke Dubai naik 20%-30%. Lagi-lagi yang untung pengusaha," imbuhnya.

Di tempat yang sama Inspektur Jendral Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Andha Fauzie Miraza menyatakan salah satu negara yang terkena imbas dari kebijakan Susi adalah Jepang. Jepang kerap mendapatkan ikan khususnya tuna dari Thailand dan diklaim berkomitmen akan membangun investasi bidang perikanan di Indonesia.

"Mereka bukannya mau ambil ikan tapi bikin industri, bikin pabrik di sini. Ada penggalangan kapal juga mereka mau buat," kata Andha.(wij/hen)




  ★ detik  

Kamis, 19 Februari 2015

TNI AD Terima 2 Kapal LCU dan 2 Tug Boat Hasil Karya Anak Bangsa

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima penyerahan alutsista baru berupa dua buah Kapal pendarat serbaguna 1000 Dead Weight Tonnage (DWT) yaitu KM ADRI XLVIII dan ADRI XLIX, dan dua buah Tug Boat yaitu AD1 dan AD2, serta suku cadang dari PT. Putrindo Adiyasa Perkasa di Galangan II PT. Dok Kodja Bahari Tanjung Priok, Rabu (18/2).

Usai penyerahan dan penandatangan naskah serah terima kapal, maka kapal-kapal serta suku cadang yang merupakan pengadaan dari Kementerian Pertahanan RI ini, resmi diserahkan kepada TNI AD untuk memperkuat Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad) sebagai kekuatan alat angkut air di jajaran TNI AD.

Dalam sambutannya, Kasad menyatakan bahwa kapal-kapal ini merupakan hasil karya dan kerjasama anak negeri yaitu personel Ditbekangad dengan para tenaga ahli dan pelaksana pembangunan dari PT. Putrindo Adiyasa Perkasa, PT. Tesco Indomaritim, PT. Dok Kodja Bahari dan PT Pindad. Penyerahan kapal ini juga menjadi bukti dukungan dan komitmen TNI AD dalam mendukung industri nasional dalam pengadaan berbagai peralatan pertahanan dan alutsista.

Dikatakan Kasad bahwa kebutuhan kapal sebagai alat angkut air sangatlah krusial dalam pelaksanaan tugas TNI AD, baik untuk sarana transportasi/mobilisasi (pergeseran pasukan) maupun sebagai sarana untuk mengangkut logistik ke seluruh pelosok tanah air. Hal ini mengingat kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh perairan. Itulah mengapa penambahan dua unit kapal ini sangat berarti bagi TNI AD, khususnya Ditbekangad, dalam meningkatkan kinerjanya untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD.

Kasad juga berharap ke depannya, pengadaan alat angkut air seperti ini harus ditingkatkan jumlahnya sesuai kebutuhan, namun dengan tetap memperhatikan kualitasnya, sesuai dengan tuntutan modernisasi yang tengah digalakkan di lingkungan TNI AD.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Kasad menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menteri Pertahanan RI yang telah mendukung program pengadaan dua unit kapal pendarat serbaguna 1.000 DWT, Tug Boat dan suku cadang ini. Selain itu Kasad juga mengucapkan terima kasih kepada Dirbekangad dan segenap Direksi PT pendukung yaitu PT. Putrindo Adiyasa Perkasa, PT. Tesco Indomaritim, PT. Dok Kodja Bahari dan PT Pindad, seraya berharap kerjasama yang telah terjalin baik ini dapat terus dilanjutkan, bahkan lebih ditingkatkan lagi di masa yang akan datang.

Khusus kepada Dirbekangad dan jajarannya, Kasad berpesan agar memelihara dan mengoperasionalkan armada kapal ADRI XLVIII dan ADRI XLIX ini dengan sebaik-baiknya dan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat memperpanjang usia pakai kapal dan terutama guna memastikan tidak terjadi permasalahan selama dalam pelayaran.

Sementara itu, Dirbekangad Brigadir Jenderal TNI Pasenga Talilah menyampaikan bahwa kedua kapal ini akan menjadi armada andalan Yonbekang-4/Air, dimana pengoperasionalan kapal ini akan berada di bawah satuan tersebut. Dirbekangad juga berharap dengan tambahan kapal ini, satuan Bekang akan semakin profesional dan dapat meningkatkan kinerja satuannya.

Adapun spesifikasi kapal KM ADRI XLVIII dan ADRI XLIX yaitu memiliki panjang 68 meter, lebar 13,50 meter, tinggi geladak 5,70 meter, sarat air 2,75 meter. Kapal ini dilengkapi dengan mesin penggerak dengan ukuran 2 x 720 HP, kecepatan maksimal yang bisa dicapai yaitu 20 Knot, dengan tanki bahan bakar berkapasitas 250 ton, dan tanki air tawar berkapasitas hingga 432 ton, serta ruang palkah bervolume 1.450 m3.

Untuk muatan yang bisa diangkut oleh kapal pendarat serbaguna ini yaitu 300 orang pasukan dan perlengkapannya, 22 unit kendaraan truk seberat masing-masing 5 ton, 12 unit kendaraan tempur roda ban/rantai, atau bekal/materiil seberat 500 ton. Sementara jarak jelajah kapal ini bisa mencapai 3.000 mil laut.

Spesifikasi untuk Tug Boat AD1 dan AD2 yaitu, memiliki panjang seluruhnya (LOA) 15,20 meter, panjang antar garis (LPP) 13.80 meter, lebar luar (Mld) 5,15 meter, sara air atau design sepanjang 1,50 meter, dan kecepatan mencapai 6 knot.(Dispenad)

  ★ TNI AD  

[World] AS Susupkan Software Mata-mata di Lebih 30 Negara

Piranti lunak itu disusupkan sejak 15 tahun lalu. imageRetas jaringan komputer (iStock)♘

Perusahaan keamanan komputer asal Rusia, Kaspersky Lab, menguak fakta baru terkait hacker mata-mata. Beberapa komputer negara di dunia telah ditanami software mata-mata yang terhubung dengan salah satu badan intelijen Amerika Serikat, NSA (National Security Agency).

Software mata-mata itu telah ditanam sejak lama di komputer hard drive milik pemerintahan di seluruh dunia. Mereka menyasar beberapa institusi seperti departeme pemerintah, perbankan, dan lainnya.

Menurut Kaspersky, hacker yang berada di balik itu adalah kelompok bernama Equation Group. Dalam prediksi perusahaan keamanan itu, Equation telah menginfeksi komputer di lebih dari 30 negara, termasuk Afghanistan, Tiongkok, Iran, Pakistan, Suriah dan Rusia.

Meski Kaspersky tidak menunjuk hubungan Equation dengan organisasi lain, Reuters melaporkan NSA dianggap bertanggung jawab terhadap aksi mata-mata tersebut. Kaspersky menggambarkan jika aksi mata-mata itu sangat berhubungan erat dengan Stuxnet, sebuah progran senjata siber besutan NSA untuk menyerang program nuklir Iran lewat jaringan komputer.

Dilansir dari Sputnik News, Rabu 18 Februari 2015, mantan pekerja NSA mengatakan kepada Reuters jika software mata-mata di hard drive komputer itu dibuat oleh sejumlah perusahaan seperti Digital Corp, IBM, Micron, Samsung, Seagate, Toshiba, dan Western Digital. Ini dianggap sebagai teknik dan program NSA yang paling berharga.

Data Kaspersky menunjukkan jika korban dari software mata-mata ini terdiri dari 500 PC yang tersebar di banyak organisasi di dunia. Tidak hanya dari pemerintahan tapi juga institusi militer, perusahaan telekomunikasi, energi, peneliti nuklir, institusi keuangan, media, dan perusahaan kriptografi, dan juga aktivis Islam.

Pemerintahan, militer, energi di Iran dan Rusia memang kerap menjadi target malware. Jika dirunut, software mata-mata itu telah bersembunyi sejak 15 tahun lalu, disusupi dari firmware komputer dan bisa menginfeksi secara berulang.(ren)

  ♞ Vivanews  

Rabu, 18 Februari 2015

Indonesia Pamerkan Kapal Perang di World Expo Milano

Selain untuk mengangkut prajurit, KRI Banjarmasin-592 ini dilengkapi dengan landasan pesawat helikopter

K
ementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mempersiapkan berbagai acara untuk ditampilkan di World Expo Milano 2015. Pameran ini adalah pameran universal nonkomersial tingkat dunia. Salah satu peserta, Indonesia akan menampilkan kapal perang KRI Banjarmasin, yang berlayar dari Surabaya menuju Genoa.

"Kami bawa kapal perang beserta awaknya ke sana. Entah untuk bawa barang atau untuk atraksi, kita lihat di sana," kata Menko Maritim Indroyono Susilo di kantor Kementerian Perdagangan pada Selasa, 17 Februari 2015.

Rute perjalanan diawali dari Surabaya menuju Belawan, Cochin, Salalah, Alexandria, lalu berlabuh di Genoa. Lama perjalanan diperkirakan 82 hari dengan jarak tempuh 15.865 kilometer. Kapal ini akan mengangkut awak dari TNI AL dan taruna dari Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan. Indroyono pun mengundang taruna Sekolah Tinggi Kementerian Perhubungan untuk turut berpartisipasi.

Perwakilan TNI AL, Letkol Teguh Prasetyo mengatakan momen ini dapat menjadi ajang promosi untuk kapal perang buatan Indonesia buatan PT PAL Indonesia (Persero). Kapal sepanjang 125 meter ini mampu membawa hingga 1.000 ton muatan.

Selain TNI AL, sejumlah kementerian lain pun diundang turut berpartisipasi. Indroyono mengatakan mengundang 70 institusi pemerintahan untuk terlibat. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mempresentasikan tentang larangan ilegal fishing, sementara Kementerian Pariwisata berencana menampilkan tim kesenian dengan tarian-tarian daerah.

Enam orang desainer muda Indonesia seperti Kl, Danjyo Hiyoji, Populo Batik, Hunting Fields, Mel Akhyar, dan Sejauh Mata Memandang pun diberi kesempatan untuk memamerkan karya mereka, diiringi musik daerah yang diaransemen ulang sebagai electronic dance music.

Untuk World Expo, Indroyono menganggarkan Rp 100 miliar. Masing-masing institusi yang berpartisipasi akan mendanai acara mereka sendiri. Sementara Rp 50 miliar sudah dihunakan untuk persiapan instalasi. Proses saat ini sudah menyelesaikan pemasangan tiang dan kabel. Diharapkan proses akan sudah usai hingga pembukaan pada bulan Mei mendatang.

  ♘ Tempo  

Selasa, 17 Februari 2015

Kroasia – RI Bahas Kerjasama Industri Pertahanan

Jajaki Pembangunan Kapal Selam Pemerintah Kroasia mengajukan beberapa peluang kerjasama industri pertahanan kepada Pemerintah Indonesia. Peluang kerjasama kedua negara ini disampaikan Duta Besar Kroasia untuk Indonesia Drazen Margeta kepada Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, Senin (16/2) di Kantor Kemhan, Jakarta.

Beberapa kerjasama industri pertahanan yang diajukan diantaranya terkait dengan pembangunan kapal selam dengan panjang 30-40 meter melalui program Transfer of Technology dan penyediaan teknologi sistem satelit untuk pengawasan dan pengamanan perbatasan. Menurut Dubes Kroasia untuk teknologi pengawasan perbatasan ini juga bisa digunakan untuk kepentingan militer dan kepentingan sipil.

Menurut Dubes Kroasia, Drazen Margeta, negaranya ingin membagi pengalaman terkait pembangunan industri pertahanan di bidang pertahanan. Sejauh ini pemerintah Kroasia juga telah mempersiapkan Konsep atau rancangan kerjasama pertahanan didalam MoU antara kedua negara.

Sementara itu Menhan RI, Ryamizard Ryacudu menyambut baik atas peluang kerjasama yang disampaikan Pemerintah Kroasia tersebut. Disamping itu kerajasama industry pertahanan dengan pihak Kroasia ini akan dibahas terlebih dahulu dengan anggota Komisi I DPR.

  ♘ DMC  

Senin, 16 Februari 2015

APBNP Pertama Jokowi Senilai Rp 1.984,1 Triliun Disetujui DPR

(ANTARA FOTO/Andika Wahyu)★

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyelesaikan rapat paripurna untuk menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) menjadi Undang-Undang APBNP 2015 yang berlangsung hari ini, Jumat (13/2). APBNP tersebut menjadi anggaran pertama di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang disetujui politikus Senayan.

Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro sebagai wakil pemerintah tetap setia mengikuti rapat paripurna tersebut sejak sekitar pukul 11.00 WIB tadi, sampai akhirnya malam ini DPR menyetujui APBNP 2015 senilai Rp 1.984,1 triliun.

"APBNP Tahun 2015 juga dilandasi pertimbangan atas usulan pemerintah untuk melakukan beberapa perubahan kebijakan fiskal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas APBN sebagai instrumen pendorong pertumbuhan dan percepatan pencapaian tujuan pembangunan, serta upaya untuk meningkatkan efisiensi APBN," ujar Bambang dalam pidatonya.

Dalam APBNP 2015 juga disepakati asumsi makro yang ditetapkan dengan mempertimbangkan perkembangan terkini, prospek perekonomian global serta domestik.

 Berikut asumsi makro APBNP 2015: 

★ Pertumbuhan ekonomi 5,7 persen
★ Inflasi 5 persen
★ Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan 6,2 persen
★ Nilai tukar rupiah Rp 12.500 per dolar Amerika Serikat
★ Harga minyak Indonesia (ICP) US$ 60 per barel
★ Lifting minyak 825 ribu barel per hari
★ Lifting gas 1,22 juta barel setara minyak per hari

Penerimaan negara ditargetkan sebesar Rp 1.761,6 triliun. Berarti ada defisit Rp 222,5 triliun atau 1,9 persen dari PDB. Penerimaan negara dari pajak non migas ditargetkan Rp 1.439,7 triliun. ‎Dengan tax ratio 13,69 persen.

Semen‎tara target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor mineral dan batubara (minerba) ditargetkan Rp 52,2 triliun, PNBP sektor kehutanan Rp 4,7 triliun, PNBP sektor perikanan Rp 578,8 miliar, dan PNBP Kemenhumham Rp 4,26 triliun.

Untuk subsidi energi, yang dialokasikan adalah untuk bahan bakar minyak, elpiji Rp 64,6 triliun dan subsidi listrik Rp 73 triliun. Suntikan modal atau penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN ditetapkan Rp 64,82 triliun.(gen)

  ✈️ CNN  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More