blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 27 Desember 2013

Pembelian Satelit Militer Akan Gunakan Dana PNBP Kemenkominfo

Rencana pembelian satelit khusus militer guna menangkal penyadapan bakal segera diwujudkan. Prosesnya dipermudah dengan menggunakan duit PNBP Kemenkominfo, tidak memakai dana APBN 2014.

Senayan Rencana pemerintah untuk segera punya satelit khusus militer bakal segera terwujud tahun depan. Soalnya pengadaan satelit guna menangkal penyadapan dan sebagainya itu akan lebih mudah karena tidak menggunakan dana APBN 2014.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengungkapkan, satelit itu akan dibeli dengan duit Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kemenkominfo. "Ini akan lebih cepat prosesnya. Kalau pakai APBN 2014, mesti melalui pengajuan dan menunggu masukan-masukan," katanya kepada JurnalParlemen, Kamis (26/12).

Menurut Hasanuddin, biaya pembelian satelit itu sekitar Rp 5-7 triliun. Dana segitu agaknya cukup dipenuhi dari PNBP Kemenkominfo 2013. Asal tahu saja, PNBP Kemenkominfo pada 2012 saja mencapai Rp 11,58 triliun. Tahun ini jumlahnya diperkirakan naik.

Tapi, supaya tidak jadi masalah, pembelian satelit itu harus dilakukan oleh lintas kementerian/lembaga. Sedangkan pengawasannya oleh DPR. Selanjutnya, BPK tinggal mengauditnya.

"Pengadaannya tidak dilakukan satu kementerian saja, harus melibatkan Kemenhan, Sekneg, dan Kemenkominfo. Kemenhan sebagai institusi yang mengamankan perangkat persandian, Sekneg sebagai wakil pemerintah dan presiden, sedangkan Kemenkominfo penyedia jalur komunikasi," katanya.

Sebelumnya, Menhan Purnomo Yusgiantoro mengatakan segera menindaklanjuti pengembangan sistem pertahanan siber dan punya satelit sendiri untuk keperluan itu. Dikendalikan oleh Kemenhan, pertahanan siber yang ia maksud akan jadi tugas BIN, BAIS, Lemsaneg, dan Polri. Nantinya, pertahanan siber dioperasikan TNI, sedangkan kriminal siber ditangani Polri.


  Jurnal Parlemen  

Kamis, 26 Desember 2013

PT DI Siap Produksi Pesawat Kebutuhan Dalam Negeri

PT DI Siap Rambah Pasar Internasional 

Prototipe N219 PT DI (Angkasa)
Meski sempat mengalami masa-masa sulit, akhirnya, PT Dirgantara Indonesia dapat mempertahankan hidupnya, bahkan bangkit. Buktinya, Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam industri kedirgantaraan itu mendapat kepercayaan, tidak hanya domestik, tetapi juga mancanegara.

Melihat kondisi itu, PT DI terus berupaya meningkatkan kinerjanya pada 2014. Satu diantaranya, menembus pasar internasional guna menyemarakkan persaingan pesawat kecil. “Tahun ini, kami membangun prototipe N-219, pesawat berkapasitas 19 penumpang. Targetnya, pada 2016, kami sudah produksi dan izinnya terbit. Tahun berikutnya (2017), kami siap menembus pasar internasional, yaitu Asia, termasuk ASEAN, dan Afrika, ujar Asisten Direktur Bidang Jaminan Mutu dan Humas PT DI, Sonny Saleh Ibrahim, di Bandung, Selasa (24/12).

Menurutnya, N-219 adalah pesawat bermesin propeler (baling-baling) berukuran kecil. Kendati demikian, sambungnya, daya angkut N-219 lebih banyak daripada pesawat sekelasnya. Daya saing lain yang terdapat pada N-219, ungkap Sonny, dalam hal harga jual. Harganya, berada di level 4-4,5 juta dollar Amerika Serikat.

Selain itu, tukasnya, N-219 pun dapat take off dan landing pada landasan pacu pendek dan kawasan pegunungan. Karenanya, Sonny berpendapat, N-219 cukup tepat bagi penerbangan perintis. “Indonesia punya sejumlah maskapai perintis. Saya kira, N-219 dapat menjadi primadona penerbangan perintis. Jadi penerbangan perintis merupakan pasar bagi kami,” tuturnya.

Sonny menjelaskan, di dunia, terdapat beberapa negara yang juga memproduksi pesawat sejenis. Antara lain, Twin Otter, Cessna Caravan (Kanada), dan Sukhoi (Rusia). Di dunia, menurutnya, kebutuhan pesawat perintis cukup banyak. Tahun lalu, kebutuhannya 800 unit. “Kami harap dapat meraih 200 unitnya,” ucapnya.

Tidak hanya N-219, lanjut Sonny, pihaknya pun meningkatkan produksi dan pemasaran CN-295, CN-235 MPA, Bell 412 EP, dan N-212 sipil dan militer. Diutarakan, sejauh ini, beberapa negara berminat pada produk-produk andalan PT DI tersebut. Bahkan, seru Sonny, beberapa di antaranya segera mencapai kesepakatan kontrak. “Salah satunya, dengan Filipina, yaitu pemesanan N-212 dan CN-295,” katanya.

Mengenai rencana 2014, Sonny mengemukakan, pihaknya menargetkan rencana kerja dan kontrak bernilai Rp 4,91 triliun. Target lainnya, dalam hal penjualan sebesar Rp 4,43 triliun. “Kami pun menargetkan penerimaan Rp 4,90 triliun,” jawab Sonny.

Khusus kontrak 2014, beber dia, sekitar 80 persen merupakan kontrak lama. Sisanya, imbuh dia, merupakan kontrak baru. “Khusus kontrak baru, kami perkirakan, masih didominasi pemesanan dalam negeri, yaitu 60 persen. Semuanya berkenaan dengan alutsita (alat angkut sistem pertahanan). Sementara 40 persen kontrak baru yaitu dengan beberapa negara. Semisal, sebut dia, Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, Vietnam, dan Myanmar,” tandas dia.

PT DI Siap Penuhi Permintaan Kemenhan


CN235 MPA TNI AL (Kopassus)
Memperkuat sistem pertahanan dan keamanan menjadi salah satu kebijakan yang diputuskan pemerintah. Karenanya, Kementerian Pertahanan terus melakukan berbagai upaya untuk memperbarui dan memperkuat alat angkut sistem pertahanan (alutsista). Salah satu caranya dengan melakukan pemesanan pembuatan pesawat kepada PT Dirgantara Indonesia.

Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, mengemukakan, secara keseluruhan, untuk beberapa tahun mendatang, jumlah pemesanan CN 235 oleh pemerintah untuk memperkuat barisan TNI sebanyak 21 unit. Sedangkan NC 212, sejumlah 54 unit. “Namun, sejauh ini untuk CN 235, kontraknya baru 3 unit. Sebanyak 1 diantaranya, kami serahkan hari ini,” ujar Budi pada penyerahan pesawat CN 235 di PT DI, Rabu (2/10).

Budi mengungkap, selain Kemenhan, beberapa negara pun memesan pesawat-pesawat tersebut. Antara lain, Malaysia, yaitu berupa modifikasi 2 unit CN 235 MPA. Kemudian, Brunei Darussalam, sebanyak 1 unit CN 235 MPA. “Berikutnya, Filipina. Pemesanannya yaitu NC 212 sebanyak 2 unit. Begitu pula dengan kepolisian Thailand, yang memesan 1unit NC 212 dan 2 unit CN 235,” ungkap Budi.

Mengenai nilai kontrak, Budi menyebutkan, pemesanan Kemenhan bernilai cukup tinggi. Ia menyebut, secara total, angkanya mencapai 80 juta dollar AS.

Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, berpendapat, pihaknya memang memerlukan armada-armada pertahanan yang lebih mumpuni. Tujuannya, jelas dia, tidak lain untuk mempertahankan dan memperkuat kedaulatan. Rencananya, pesawat-pesawat itu peruntukannya bagi pemerkuatan patroli maritim. Menurutnya, CN 235 adalah pesawat yang cocok untuk menjaga dan memantaui wilayah perairan di Indonesia.


Selasa, 24 Desember 2013

Presiden SBY Resmikan Pabrik Baja Terpadu PT Krakatau-Posco

Jakarta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, hari ini meresmikan pengoperasian pabrik baja terpadu PT Krakatau-Posco, perusahaan patungan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan Pohang Iron and Steel Company (Posco) di Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Cilegon, Provinsi Banten.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, peresmian pabrik baja terpadu PT Krakatau-Posko merupakan satu-satunya agenda Presiden selama berada di Provinsi Banten.

“Benar, hari ini Bapak Presiden akan meresmikan pabrik baja terpadu PT Krakatau-Posco di Cilegon, ini adalah bagian dari proyek MP3EI yang dicanangkan pemerintah,” kata Julian saat dihubungi di Cilegon, Senin (23/12).

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 388 hektare itu, komposisi kepemilikannya adalah PT Krakatau Steel Tbk menguasai 30% saham dan sisanya dimiliki Posco, yang berbasis di Korea Selatan. Berdasarkan perjanjian, PT Krakatau Steel dapat meningkatkan porsi kepemilikan di PT Krakatau Steel-Posco hingga mencapai 45%.

Pembangunan pabrik yang menelan biaya Rp 26,9 triliun (tahap I) diyakini dapat mengurangi ketergantungan impor plate dan semi finish (slab), sehingga dapat menghemat devisa hingga US$ 1.410 juta per tahun. Selain itu, Pengoperasian pabrik ini juga dapat menyediakan lapangan kerja bagi 2.300 orang.

Saat ini, perusahaan itu telah mempekerjakan 2.008 orang Indonesia dan 278 ekspatriat.
Sumber pendanaan proyek itu bersumber dari internal Rp 9,5 triliun (35,4%) dan sisanya Rp 17,3 triliun (64,6%) ditanggung Export Credit Agency (ECA) dan perbankan.

Pabrik baja Krakatau Steel–Posco yang menggunakan teknologi berbasis batubara, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan produk baja nasional dan regional.


  Brita Satu  

"Saya Ini Cuma Mandor"

 Keuntungan terus dicetak PT KAI di bawah Jonan. 

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Ignasius Jonan.
Jakarta Raut wajahnya tak terkesan lelah. Saat itu, jarum jam menunjukkan pukul 18.50 WIB. Dengan hangat, satu per satu orang di ruangan kepala stasiun kereta Gambir, Jakarta, disalaminya.

"Masih kurang 10 menit, kita bisa santai-santai dulu," kata pria kelahiran Singapura itu. Pada pukul 19.00 WIB, dia dijadwalkan menjalani sesi wawancara dengan sebuah media online dan stasiun televisi swasta.

Dia adalah Ignasius Jonan. Lahir pada 21 Juni 1963, Jonan kini menjabat sebagai direktur utama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Sebagai dirut ke-22 KAI, masa jabatan Jonan terbilang paling lama dibanding pendahulunya. Jika rata-rata dirut KAI menjabat tiga tahun, lulusan Universitas Airlangga itu kini sudah menempati posisi itu empat tahun sepuluh bulan.

Awal Desember lalu, perusahaan yang dipimpinnya kembali berduka. Kecelakaan kereta di perlintasan 57A Bintaro, Tangerang, di antaranya telah merenggut nyawa tiga pegawainya.

Duka itu pula yang dirasakan putrinya. Mantan direktur utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) itu pun sempat "dilarang" pulang oleh putrinya tersebut.

"Kenapa pulang, di sana masih banyak tugas yang harus diselesaikan," kata Jonan menirukan ucapan putrinya, yang merujuk pada upaya penanganan korban kecelakaan itu.

Namun, di tengah suasana duka, pria yang mulai menjabat dirut KAI sejak 2009 itu, juga mencatat prestasi gemilang. Pendapatan perseroan hingga November tahun ini hampir menyentuh Rp8 triliun. Keuntungan pun terus dibukukan BUMN di sektor transportasi darat itu.

Untuk mengetahui sepak terjang mantan direktur Citi Group itu, VIVAnews dan ANTV mewawancarainya pada Selasa 17 Desember 2013. Berikut petikannya:

Hampir lima tahun Anda membenahi PT Kereta Api Indonesia. Banyak kemajuan yang sudah diraih. Apa resepnya?
Sebenarnya, kalau saya dianggap membenahi itu tidak ya. Jadi, yang membenahi itu hampir 28 ribu rekan-rekan saya, pegawai yang berstatus karyawan tetap, termasuk anak perusahaan. Ditambah 6-7 ribu pegawai tidak tetap dan karyawan kontrak serta outsourcing. Saya ini cuma mandor.

Saya juga tidak menciptakan penemuan baru. Namun, saya selalu menganjurkan kalau soal kepemimpinan itu harus memenuhi sejumlah syarat. Pertama, harus memberikan contoh. Kalau itu saja tidak bisa, saya juga tidak akan memimpin. Jika dihadapkan pilihan antara orang yang sangat mampu atau bisa memberi contoh, saya akan memilih yang bisa memberi contoh. Kalau pemimpin, ya, harus punya itu.

Kedua, passion. Passion ini sulit duplikasinya, karena kemauan dan semangat yang tinggi, tidak kenal lelah untuk memperbaiki. Kalau perlu sabar, sabar. Kalau perlu tidak sabar, tidak sabar. Jadi, passion ini harus terus-menerus dan konsisten.

Yang ketiga itu konsisten. Konsisten ini apa? Kalau rekan-rekan saya, misalnya kahumas bilang, "Pak, kok ini tambah lama tambah ngebut". Saya akan bilang, tahun pertama dan kedua, ibarat mobil pakai gigi satu dan dua. Tahun ketiga, sudah naik ke gigi tiga. Tahun keempat, naik lagi gigi empat, tahun kelima, ya, gigi lima. Tunggu saja. Kalau saya diperpanjang, giginya enam.

Tiga hal ini yang menurut saya harus ada. Leadership ini yang pertama dari example. Kalau yang lain tidak punya, ya sudah ini saja. Yang kedua itu passion-nya harus ada. Passion terhadap apa yang dikerjakan, bukan kayak hangat-hangat tahi ayam. Kalau passion, itu semangat, kemauan untuk sesuatu yang harus dikerjakan. Passion itu untuk pelayanan kereta supaya lebih baik. Yang ketiga itu konsisten.

Semua itu arahnya ke mana?
Semua kegiatan, menurut saya, entah itu di pemerintahan, birokrasi, kepolisian, kejaksaan, atau apa, harus customer oriented. Stakeholder maunya apa, kan harus dikerjakan. Waktu saya masuk ke Kereta Api, kok rasa-rasanya teman-teman berpikir kami tidak ada saingan. Kami maunya begini, kamu enggak mau, ya sudah. Oh tidak bisa, kalau ini terjadi, suatu hari Kereta Api akan habis.

Jadi, menurut Anda, siapa pesaing kereta api?
Saingan kami ini banyak. Kalau kereta commuter, saingannya ada angkot dan metromini. Lebih pendek lagi, ada bajaj atau ojek. Yang jarak menengah, ada bus antar kota. Yang lebih jauh, ya, macam-macam. Ada penerbangan low cost carrier atau pesawat murah. Ini saingan semua. Ini harus dihadapi. Kami harus punya marketing sendiri, semangat sendiri untuk memperbaiki. Masih panjang perbaikannya.

Selama ini, kereta api di Jakarta sering mendapat sorotan. Problem kemacetan ibu kota juga sulit dipecahkan. Apa terobosan yang sudah Anda buat. Terutama, menjadikan kereta yang lebih nyaman dan manusiawi?
Begini, kalau bicara integrasi moda transportasi, kami sangat terbuka. Kerja sama dengan pengelola bus Transjakarta tidak masalah. Pak Wagub DKI (Basuki Tjahaja Purnama) bilang, "Gini deh, setiap stasiun ada jembatan penyeberangan orang yang langsung ke halte". Menurut saya, boleh, silakan dipasang. Saya sangat mendukung. Nanti, kalau MRT jadi, mau sharing stasiun, boleh.

Selain itu, integrasi ticketing. Dari dulu saya sudah bilang, ticketing bisa dipakai KRL dan bus Transjakarta. Untuk MRT, kami akan support. Kenapa? Dua dari jajaran direksi MRT itu yang kasih saya juga. Mantan pegawai Kereta Api. Tapi, pemahaman boleh tidak sama. Pemahaman kami, sebagai operator transportasi publik, kemacetan jangan disalahkan kepada kami. Yang buat macet itu kami atau pihak lain? Transportasi publik di perkotaan itu bagian dari tata kota. Masa kami yang atur, tidak mungkin.

Saran Anda untuk mengurangi kemacetan?
Kalau saya sebagai menteri BUMN, saya akan paksa kantor-kantor BUMN yang tidak relevan untuk keluar dari Jakarta. Tidak perlu di sini. Kantor pusat KAI juga di Bandung. Misalnya, kantor pusat bank, apa perlunya di Jakarta. Mereka kan punya kantor cabang ribuan, dari Sabang sampai Merauke. Di Semarang juga bisa. Kalau bilang persoalan komunikasi, itu dulu. Sekarang zaman canggih. Pakai video conference juga bisa.

Kami tertarik dengan cara Anda menertibkan penumpang di atap KRL. Bisa Anda ceritakan?
Disiplin itu dimulai dari diri sendiri, setelah itu dari lingkungan internal. Kami dari penyelenggara perkeretaapian, ya itu yang didisiplinkan dulu. Kalau kami tidak bisa disiplin, penumpang dan masyarakat juga bisa seenaknya. Misalnya, ada yang bikin warung di stasiun seenaknya. Ada yang naik kereta tidak bayar dan lainnya. Kalau saya naik kereta juga harus bayar. Kecuali pekerja Kereta Api yang bekerja di Jabodetabek. Kalau di kereta commuter, sebagai pelayanan publik, saya buat satu kelas. Dulu ada kelas ekonomi, ekonomi AC, ekspres, dan lainnya. Ya, ini tidak boleh. Transportasi publik itu single class. Akhirnya, KAI buat satu kelas kereta api.

Kereta commuter itu setiap stasiun berhenti. Di seluruh dunia seperti itu. Semua juga pakai AC. Dengan begitu, penumpang di atap akan berkurang. Karena, kereta yang pakai AC itu jendelanya tidak bisa dibuka. Jadi, orang tidak bisa naik dari jendela ke atap gerbong. Ya, kadang AC-nya kurang dingin dan kami akan perbaiki. Pintu juga harus tertutup. Kalau tidak tertutup, kereta tidak boleh jalan. Jadi, tidak ada lagi yang naik ke atap. Apalagi, sekarang pakai electronic ticketing. Kalo tidak beli tiket, tidak boleh masuk.

Untuk kereta antar kota, kami melihat standar kenyamanan mulai berkurang. Apa rencana Anda?
Gerbong-gerbong itu belinya baru. Tapi memang banyak yang sudah tua. Jadi, ini program kami selanjutnya. Sampai tujuh tahun ke depan, kereta jarak jauh, entah itu yang ekonomi, eksekutif, kami berusaha ganti gerbongnya. Gerbong penumpang kereta jarak jauh kami akan berusaha ganti semua. Kami akan beli baru.

Gerbong itu akan dibeli dari PT Inka?
Belum tentu. Nanti kami cari kualitas terbaik dengan harga yang wajar. Inka di Madiun itu memang produksi. Tapi, tidak ada satu pabrik yang bikin dari roda sampai jadi satu gerbong. Kalau Inka misalnya adalah yang terbaik, saya lebih senang. Ini bukan alasan gunakan dalam negeri. Ini agar komunikasi lebih gampang dan menciptakan lapangan kerja di sini. Tapi, kalau kualitasnya beda besar dan harganya beda jauh, ini persoalan sendiri. Penumpang kan tidak mau tahu.

Bagaimana dengan standar kenyamanan ratusan gerbong KRL bekas yang sudah mulai didatangkan dari Jepang?


Sebenarnya, kalau untuk keselamatan dan keamanan, sebelum dikirim sudah diperbaiki di Jepang. Mungkin yang jadi tantangan adalah suku cadangnya. Dan ini, saya rasa sudah oke. Tinggal AC-nya yang harus diperbaiki. Karena, iklim di Jepang kebanyakan subtropis, sedangkan kita tropis. Kebutuhan untuk pendingin ruangannya beda. Gerbong di Jepang ada heater-nya. Saat musim dingin, AC dimatikan dan heater-nya hidup. Nah, di sini kita tidak pakai heater.

Untuk mendandani satu gerbong, berapa biaya yang harus dikeluarkan?

Satu unit itu butuh Rp200-300 juta. (PT KAI mendatangkan 600 gerbong dari Jepang). Lalu, kenapa dari Jepang, karena lebar relnya sama. Myanmar, Vietnam, Thailand, dan Malaysia juga cocok. Tapi, kan mereka tidak produksi KRL.

Lalu, kenapa beli bekas?

Saya sih semangatnya beli baru, tapi tidak mungkin. Kalau beli baru, mungkin harganya Rp15 miliar untuk satu gerbong. Kalau gerbong eks Jepang ini, termasuk ongkos kirim dan pengapalan sampai bongkar di Tanjung Priok hanya Rp1 miliar.

Berapa lama masa pakai gerbong itu?
Sekitar 15 tahun dan layak pakai. Kalau baru, masa pakai bisa 25-30 tahun.

Bicara kinerja, berapa perolehan pendapatan KAI?
Hingga November, pendapatan kira-kira Rp7,8 triliun. Keuntungan sekitar Rp400 miliar. Tahun lalu Rp425 miliar.

Targetnya hampir sama dengan tahun lalu?
Ini baru 11 bulan. Kalau keuntungan, kami tidak ada target. Yang penting bisa untuk investasi kembali. Zaman dulu, kalau tidak ada untungnya, ya, tidak bisa investasi. Makanya, tadi Anda bilang, gerbongnya sudah tua-tua. Makanya kalau sudah punya uang mulai diganti.

Intinya, safety nomor satu. Ketepatan waktu nomor dua. Pelayanan nomor tiga. Kami bisa sampai di sini. Ada lagi yang keempat sebenarnya. Kenyamanan. Ini yang Anda bilang tadi. Gerbong tuanya diganti. Kami mau masuk ke tahap ini.

Ada rencana go public?
Oh, tidak. Ya, paling kalau butuh investasi pinjam dari bank. Tradisional saja. Saya tidak ingin selamanya di sini. Saya tidak berikan rekomendasi sistem ini (go public).

Apakah karena fungsinya sebagai transportasi publik?
Betul.

Terkait peristiwa kecelakaan di perlintasan Bintaro beberapa waktu lalu, apa pelajaran yang bisa dipetik?

Di Jabodetabek ada ratusan pintu perlintasan. Sekitar 500 titik. Sejak 2010, kami usulkan 20 perlintasan sebidang yang kritis dan padat sekali untuk dibikin flyover atau underpass. Kebetulan, tanggung jawab pembangunan flyover dan underpass itu ada di pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kalau pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum, kira-kira begitu. Ini bukan domain saya.

Tapi, usulan sudah setiap tahun?
Bukan hanya setiap tahun. Bahkan, sudah keluar Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2011. (Perpres ini tentang penugasan kepada PT KAI untuk menyelenggarakan prasarana dan sarana kereta api bandara udara Soekarno-Hatta dan jalur lingkar Jabodetabek). Ini untuk pengembangan KRL Jabodetabek dan KA bandara. Bagi tugas. Yang bangun flyover siapa, itu sudah diatur.

Selama ini, bagaimana mekanisme penjagaan di pintu perlintasan kereta?
Jadi begini, setiap kereta api yang akan melintasi perlintasan, pasti informasi radio sudah keluar dan pakai genta. Sekarang itu sudah dimodernisasi. Selain itu, pakai sirene. Sirene itu untuk mengingatkan lalu lintas supaya berhenti. Lalu, pakai palang pintu. Kalau dulu, palang pintu itu dioperasikan manusia, tapi sekarang secara elektrik.

Nah, sistem yang tidak berubah itu pakai genta dan lebih ke belakang lagi pakai palang pintu. Kalau di Undang-Undang Lalu Lintas, tanda palang itu mengisyaratkan Anda harus berhenti. Lihat kiri kanan, harus hati-hati. Kadang masih ada pemahaman yang salah. Palang itu sebenarnya untuk melindungi perjalanan kereta api, bukan melindungi perjalanan jalan raya. Menurut UU Lalu Lintas, kalau sirene sudah berbunyi dan palang sudah turun, pengguna jalan harus berhenti. Tapi, itu sering diterabas.

Palang itu gunanya untuk apa sih? Palang itu tidak kuat untuk menahan laju mobil. Kalau palangnya ditabrak, ya, bablas. Kenapa ada palang? Kalau rambu jelas. Itu buat pengguna jalan yang dikategorikan sebagai manusia, karena bisa baca rambunya, bisa dengar sirenenya. Palang ini untuk apa? Palang ini bertujuan untuk melindungi dari binatang. Karena, binatang tidak bisa baca rambu. Dengan sirene juga tidak mengerti. Dengar sih dengar, tapi binatang tidak tahu artinya apa.

Imbauan KAI kepada pengguna jalan agar kecelakaan tidak terjadi lagi?
Dengan segala kerendahan hati, kami selaku operator memetik pelajaran berharga dari musibah itu. Kami akan menutup palang dan memberikan sinyal. Lampu akan menyala merah. Kami akan menutup palang itu, tidak perlu menunggu kereta dekat. Di Jabodetabek, 2-3 menit sebelum kereta lewat, palang ditutup. Kalau perlu 5 menit, ya, 5 menit sebelumnya, untuk menghindari pengguna jalan yang berani menyerobot.

Sekarang, kami memberanikan diri, mengimbau, dan meminta. Tapi, ini kewajiban pemda untuk bangun flyover. Seperti Pak Jokowi (Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo) setuju buat underpass. Lebih proaktif lagi, minta setiap pemda yang daerahnya padat untuk buat peringatan. Permohonan harus buat underpass. Itu kewajiban mereka. Kalau tidak mampu, ya, minta pemerintah pusat.

Kami juga minta pihak kepolisian untuk law enforcement. Kalau yang menyerobot itu ditilang. Kan ada peraturannya. Bisa dikenakan denda, kurungan. Kalau misalnya ada yang bilang banyak angkot ngetem, ya tolong ditertibkan.

Bagaimana dengan pengembangan kereta api di luar Jawa, termasuk rencana ke depan perseroan?
Kalau blue print Kementerian Perhubungan, ada pembangunan jalur kereta api di Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan sebagainya. Bahkan, Trans Sumatera ada. Kami sebagai operator itu hanya membangun stasiun, kalau perlu. Dan, mengoperasikan serta menyediakan keretanya. Jalannya tidak kami bangun. Kecuali angkutan khusus. Misalnya, angkutan pertambangan, yang tidak digunakan masyarakat. Jadi harus bangun sendiri. Jalur rel dan sinyal di luar stasiun itu milik negara.

Mimpi Anda yang belum terwujud?
Kereta api itu jadi tulang punggung transportasi di tempat yang penduduknya padat, terutama Jawa. Pulau Jawa ini, di luar Madura, penduduknya sekitar 40-50 juta jiwa. Kalau tidak ada kereta api, tidak mungkin jalan raya itu mampu menahan beban transportasi yang padat. Kami juga sudah banyak membuka jalur yang dulunya mati. Contoh yang paling dekat, Bogor-Sukabumi. Insya Allah, pertengahan atau akhir Januari, diteruskan Sukabumi-Cianjur. Awal Januari juga mau buka Semarang-Purwokerto. Dulu tidak ada, sekarang ada.

Kalau proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya?
Secara transportasi, saya sangat mendukung. Tapi, dari segi kebangsaan, saya tidak mendukung.

Alasannya?
Kalau bangun kereta cepat itu, biaya prasarana dan infrastruktur sangat besar. Harus negara, tidak bisa kami. Apalagi kalau dibangun melayang. Kalau negara mau bantu, Alhamdulillah. Tapi, tidak mungkin hibah. Bentuknya pinjaman. Kalau benar hibah tidak apa-apa. Tapi, kalau tidak hibah, itu beda. Siapa yang harus bayar? APBN. (eh)


  Vivanews  

Senin, 23 Desember 2013

17 Situs Indonesia Yang Berbahaya, Waspadalah!

17 Situs Indonesia Yang Berbahaya, Waspadalah!Jakarta Perusahaan sekuriti PT. Vaksincom kembali merilis daftar situs-situs berbahaya di Indonesia. Setidaknya ada 17 situs yang perlu diwaspadai pada bulan Desember 2013 ini, apalagi jika Anda mengaksesnya tanpa perlindungan software antivirus.

Situs-situs ini patut dicurigai karena dapat menyebarkan malware (program berbahaya) yang didominasi oleh Trojan kepada para pengaksesnya. Malware tersebut khusus menyebarkan diri melalui website seperti Ramnit, Iframe, Java Script, Dropper.

Menurut pantauan tim Vaksincom, dari 17 situs, 7 situs merupakan situs pemerintah yaitu kementerian pendidikan, perusahaan BUMN listrik dan situs pemerintah daerah. Lalu 5 situs lainnya merupakan perusahaan swasta yang terdiri dari perusahaan properti, cargo sampai e-commerce, 3 situs berasal dari situs pendidikan dan 2 dari organisasi non profit.

Yang memprihatinkan, situs pemerintah yang menjadi korban malware di tahun 2013 kebanyakan agak lambat dalam membenahi masalah sekuriti di situsnya. Salah satunya adalah situs departemen yang membidangi pendidikan. Situs tersebut aktif menyebarkan virus Ramnit kepada pengaksesnya yang mayoritas didominasi pelajar-pelajar di Indonesia.

Sampai dengan bulan Desember 2013, masih ada beberapa situs kementerian terkait yang terdeteksi mengandung kode VBScript di bagian footer websitenya dan dikategorikan sebagai situs berbahaya oleh Google Safe Browsing.

Situs kementerian pendidikan terdeteksi ada yang terinjeksi dengan Trojan VBScript, ada pula situs properti swasta yang terinfeksi Trojan JavaScript. Adapun data lengkap 17 situs berbahaya yang dapat mengancam pengaksesnya adalah sebagai berikut. (dew)




Sukses Ekspedisi Morotai 2013

Pulau Morotai Ekspedisi Morotai yang dicanangkan sejak tahun lalu sukses dilaksanakan, Rabu (18/12). Sebanyak delapan roket hasil kerja sama Lapan dengan Konsorsium Roket Nasional berhasil diluncurkan dari Pulau Morotai, Maluku Utara.

Walaupun mulai dalam kondisi hujan, kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Lapan dan didukung Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai berlangsung dengan baik. Hingga penekanan tombol terakhir yang menandai berakhirnya ekspedisi ini, cuaca berangsur cerah. Roket-roket yang diluncurkan terdiri dari RHan 1210, 1220, dan 2020.

Kepala Lapan, Bambang S. Tejasukmana, menekan tombol pemicu roket pertama yang diluncurkan. Meskipun hujan, roket tersebut meluncur dengan baik. Berikutnya, penekanan tombol roket dilakukan secara berurutan oleh Wakil Bupati Pulau Morotai, Ketua DPRD Kabupaten Morotai, Kasdam Pattimura, Wakil Bupati Halmahera Utara, perwakilan dari Balitbang Kementerian Pertahanan, tokoh masyarakat setempat, isteri Bupati Pulau Morotai, serta Komandan LANAL dan LANUD Pulau Morotai. Para penonton yang memadati area peluncuran selalu bertepuk tangan usai roket melesat ke udara.

Dalam sambutannya, Kepala Lapan mengatakan bahwa peluncuran roket pertama kali di Pulau Morotai ini menandai uji coba peluncuran roket di belahan utara bumi nusantara menuju samudera Pasifik. "Uji coba kali ini juga sekaligus menjajaki kemungkinan untuk meluncurkan roket-roket yang lebih besar seperti RX 550 dan pembangunan bandar antariksa di Pulau Morotai. Selama ini, Lapan sudah sering meluncurkan roket dari Pameungpeuk, Kabupaten Garut, belahan bumi selatan Indonesia, menuju samudera Hindia," ia berujar.

Sementara itu, Wakil Bupati Pulau Morotai dalam sambutannya mengungkapkan rasa bersyukur dan terima kasih karena telah memilih Pulau Morotai sebagai tempat uji coba peluncuran roket. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi pemicu bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pulau Morotai.

Lokasi peluncuran di Tanjung Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, dapat ditempuh selama satu jam perjalanan darat dari Kota Morotai. Pulau Morotai dapat diakses dari Ternate dengan menggunakan speed boat berkapasitas 12 orang menuju Pelabuhan Sofifi. Perjalanan tersebut ditempuh dalam waktu 30 menit. Dari pelabuhan Sofifi kemudian dilanjutkan dengan melintasi Kabupaten Halmahera Utara menuju kota Tobelo dengan waktu tempuh tiga jam. Pulau Morotai kemudian dicapai dalam waktu satu jam dari Tobelo dengan menggunakan speed boat berkapasitas 25 orang.

Sukses Ekpedisi Morotai 2013 ini merupakan hadiah akhir tahun yang manis untuk Lapan. Keberhasilan ini sekaligus menjadi kado spesial bagi Lapan yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 50 pada 27 November 2013.


  Lapan  

BPPT kembangkan kapal rawa untuk patroli TNI

Jakarta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan kapal rawa untuk operasi patroli keamanan TNI Angkatan Laut di wilayah pedalaman.

"Dibutuhkan sarana pengangkut pasukan untuk perairan pedalaman seperti di aliran sungai, danau, rawa atau daerah kotor lainnya yang tak mungkin dilalui oleh perahu atau kapal standar," kata Deputi Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT Dr Erzi Agson Gani di Jakarta, Senin.

Menurut dia, prototipe kapal rawa pesanan TNI-AL dan PT Mega Perkasa Engineering (MPE) itu sedang diuji coba.

"Berbeda dengan kapal biasa yang baling-balingnya terendam di air, swamp boat digerakkan oleh mesin berbaling-baling yang berada di atas permukaan air," katanya.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan dan BPPT juga sedang mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak (Puna) Wulung generasi baru (PA7) yang dirancang bisa terbang selama enam jam tanpa henti dengan membawa peralatan keamanan.

Erzi memaparkan, pesawat itu adalah pengembangan Puna Wulung PA5 yang sukses pada akhir 2012 dan telah diproduksi PT Dirgantara Indonesia dan PT LEN pada 2013 untuk menjadi bagian dari skuadron TNI Angkatan Udara.

Puna Wulung merupakan satu dari lima jenis Puna rancangan BPPT dan Kementerian Pertahanan yakni Puna Sriti, Puna Alap-alap, Puna Pelatuk, dan Puna Gagak, serta sudah mengacu pada standar kelaikan terbang militer (IMA).

BPPT bersama Pelindo 3 dan konsorsium BUMN juga sedang membangun Automatic Container Transportation (ACT) yang merupakan moda transportasi angkutan kontainer berbasis teknologi monorel, yang teknologi boogie-nya telah dikembangkan BPPT sejak 2006.

"Teknologi ACT ini akan diimplementasikan di Pelabuhan Teluk Lamong Surabaya. Dalam kaitan dengan ini kami sedang merancang test track monorail di Puspiptek Serpong," tambahnya.


  Antara  

Minggu, 22 Desember 2013

Mobil Listrik Nasional Indonesia

 Usaha Tim Putra Petir sempurnakan mobil listrik Dahlan

Selo
Jakarta Mobil listrik sport pesanan Menteri BUMN Dahlan Iskan yakni Selo hari ini, Minggu (22/12), mejeng di pameran rakyat mobil listrik Kementerian Riset dan Teknologi di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Mobil ini rancangan Tim Putra Petir ini dipamerkan langsung di hadapan Menristek Gusti Muhammad Hatta.

Anggota Tim Putra Petir yang merancang Selo, Ricky Desai, mengatakan mobil sport terbaru ini sedikit berbeda dengan generasi pertama Tucuxi. Seperti diketahui, Tuxuci adalah mobil listrik sport pertama milik Dahlan yang dirakit oleh Danet Suryatama. Namun mobil ini akhirnya hancur menabrak tebing ketika diuji coba oleh Dahlan sendiri di Karanganyar, Jawa Tengah, awal tahun ini.

"Kita beda, pertama (Selo) pakai gear box, dulu Tucuxi tidak pakai itu. Kemudian keamanannya kita juga menggunakan teknologi tinggi," ucap Ricky ketika ditemui merdeka.com di Monas, Jakarta.

Menurut Rikcy sistem pengereman Selo berbeda dengan Tucuxi dimana pada mobil Selo ada sistem untuk menyimpan energi mekanik pengereman yang kemudian kembali menjadi energi. Dia mengklaim mobil listrik Selo sudah menyamai teknologi Jepang dan Eropa.

"Sistem pengereman kita dari menyimpan energi mekanik rem tadi kemudian jadi energi lagi dan ada gearbox seperti Jepang dan Eropa," katanya.

Mobil warna kuning ini menurut Ricky mampu berlari mencapai 220 km per jam. Dalam sekali pengisian baterai, maka mobil ini bisa menempuh 250 km.

Selain itu, meski terlihat kemiripan desain bodi dengan mobil sport ternama luar negeri, Ricky tidak terima kalau Selo disebut mencontek merek Lamborghini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzEa9NjyozVyz_CN-GLk94gAa_ZX-kR56Rwzz9eAGXrkmb5VEIPzgxB9hGp_vGtEJV0-QhF_fkQO2W7FCmzwV5IlPdCIRquNmxCrMsO-TYKNgImNJneD4KjiiHEMYWEx8wYeT_WlfoePhb/s1600/b3zofZS5iJ.jpg
Tucuxi
"Ini tim kita yang merancang, tidak meniru dan itu memalukan kalau kita meniru. Tapi memang design mendekati Lamborgini tapi kita tidak mencontek," urainya.

Tim Putra Petir bermarkas di Perusahaan karoseri dan bengkel Yogyakarta, Kupu-Kupu Malam. Sejauh ini, Selo sudah dikembangkan hingga generasi ketiga, berdasarkan model awal dari Tuxuci. Mobil ini dibangun dengan baterai 135 kilowatt dan mesin 180 tenaga kuda.

Untuk mewujudkan harapan adanya mobil listrik bertema sporty di Indonesia, Dahlan paling tidak sudah menggelontorkan uang pribadi miliaran rupiah. Buat proyek Selo saja, investasinya mencapai Rp 3 miliar. Selain Selo, Tim Putra Petir juga mengembangkan Gendhis, mobil jenis MPV kelas atas serupa Toyota Alphard.

Sebelumnya, Dahlan berkali-kali mengatakan bahwa tidak ada ruginya berinvestasi membangun mobil listrik. Sebab, di masa mendatang, teknologi ini dapat menjadi alternatif terhadap kendaraan berbahan bakar minyak. Terbukti, kata Mantan Dirut PLN itu, pemerintah Amerika, Jepang, dan Eropa, juga selalu menyisihkan anggaran negara untuk riset-riset kendaraan bertenaga listrik.

"Mobil listrik di sana belum lama dikembangkan. Jadi kalau kita mulai mengembangkan mobil listrik saat ini saya rasa tidak akan ketinggalan," kata Dahlan saat berpidato di hadapan mahasiswa UGM (31/8).

 Dengan mobil listrik, Bandung - Sukabumi cuma Rp 37.000

Mobil listrik dipercaya menjadi salah satu alternatif dalam menghemat pengeluaran masyarakat dalam membeli BBM subsidi untuk kendaraan. Terlebih setelah pemerintah beberapa waktu lalu menaikkan harga BBM subsidi menjadi Rp 6.500 per liter.

Pencipta mobil listrik Ahmadi, Dasep Ahmadi mengatakan mobil listrik cukup irit dibawa dalam perjalanan. Dari hasil tes yang dicoba, mobil listrik setelah dikalkulasi dengan perbandingan harga BBM subsidi, hanya menghabiskan Rp 37.000 perjalanan dari Bandung ke Sukabumi.

"Biayanya Rp 37.000 Bandung - Sukabumi itu dan ini enggak ada polusi lagi. Kami berusaha siap dan didukung Kemenristek tahun ini tahun depan kami siapkan mobilnya (produksi)," ucap Dasep di Monas, Jakarta, Minggu (22/12).

Selain Dasep, perakit mobil listrik sport Selo, Ricky Desai mengatakan mobil listrik adalah mobil masa depan. Tim putra petir garapan Menteri BUMN Dahlan Iskan terus mengembangkan mobil listrik walaupun pernah gagal dengan Tucuxi yang pernah hancur menabrak tebing awal tahun ini.

"Kami tidak menyerah satu jam setelah kecelakaan (Tucuxi), Pak Dahlan minta terus mengembangkan mobil sedan sport yang punya gearbox. Kami menyelesaikan dalam 5 bulan," tegasnya.

Namun demikian, Ricky mengakui masih ada beberapa kekurangan mobil listrik seperti air conditioner (AC). Pihaknya masih terus mengembangkan pendingin agar tidak boros baterai.

"Beberapa komponen yang belum maksimal seperti AC tapi kita terus kembangkan agar tidak boros baterai. Ada kemungkinan dalam pengujian tidak memakai target itu (AC) karena belum dioptimalkan," tutupnya.(mdk/ard)

 Cerita peneliti LIPI kembangkan mobil listrik contek Timor

Cikal bakal mobil listrik di Indonesia telah dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mulai dari tahun 1997. Kini LIPI telah menciptakan mobil listrik merek Hevina dengan mencontek design mobil nasional di akhir era Soeharto, Timor.

Koordinator Penelitian Lipi, Hafid menceritakan setelah mengembangkan mobil listrik tahun 1997, pihaknya terus menyempurnakan pada 2004. Pada masa tersebut beberapa tipe mobil listrik buatan LIPI sudah dirancang dan digunakan untuk rumah sakit dan patroli polisi.

"2004 kami mengeluarkan beberapa tipe gold untuk rumah sakit dan patroli polisi. Misi kami usung kemandirian khusus bidang transportasi energi listrik sumber energi di kendaraan. Mewudukan kemandirian energi sektor transportasi," ucap Hafid di pameran rakyat mobil listrik Kemenristek di Monas, Jakarta, Minggu (22/12).

Pada tahun 2012, Hevina terus dikembangkan dan dibiayai oleh Kemenristek. Hafid mengakui platform mobil listrik Hevina menggunakan platform Timor yang kemudian di design ulang. Kini mobil Hevina sudah bisa beroperasi dengan kecepatan 140 km/jam.

"Platform Timor kami desain ulang. Sekarang bisa 140 km per jam dan menempuh 130 km sekali charge. Ada teknologi juga dimana disaat perlambatan, penurunan bsa mengisi sendiri dan menambah jarak tempuh kemampuan secara teknis," jelasnya.

Mobil listrik Hevina juga telah mengembangkan beberapa teknologi seperti pengamanan ketika melewati banjir, teknologi mesin akan mati sendiri secara otomatis ketika dicas serta masih banyak fitu lain yang ditambahkan.

"Mudah-mudahan bisa diterima masyarakat Indonesia. Ini prototype riset. Mungkin masih ada kelemahan dari 2009 sampai sekarang, tapi belum ada kendala yang serius," tutupnya.

 BSN ingin Indonesia jadi kiblat standar mobil listrik dunia

Badan Standardisasi Nasional (BSN) bermimpi menjadikan Indonesia sebagai kiblat standar mobil listrik internasional. Pemerintah saat ini terus menyempurnakan mobil listrik Indonesia seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Tim Putra Petir bentukan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan proses standardisasi mobil listrik nasional saat ini masih terus berjalan. Bambang ingin nantinya dunia internasional akan mencontek Indonesia dalam hal standar mobil listrik.

"Kalau kita bisa menciptakan standar baru kenapa tidak. Negara lain memang lebih dulu mengembangkan mobil listrik, tapi kalau sama-sama start kita lebih cepat dan mendikte internasional. Ke depannya kita buat standar sendiri. Kita jadi leader sekarang jangan jadi pengikut terus," ucap Bambang di Monas, Jakarta, Minggu (22/12).

Bambang mengaku akan terus mendukung mobil listrik Indonesia dari sisi standardisasi. Bambang juga berharap nantinya masyarakat bisa menyukai dan menggunakan mobil bertenaga baterai ini sebagai alat transportasi utama.

Untuk menyosialisasikan mobil listrik, Bambang mempunyai cara sendiri yaitu dengan gerak nasional seperti penggunaan batik pada hari Jumat setiap kerja. Dengan gerak nasional Bambang yakin mobil listrik nantinya akan mendunia.

"Kita mendukung aspek standar. Semua dipastikan jalan sesuai dengan spesifikasi baku. Mudah-mudahan gerak nasional seperti Batik akan berhasil. Jadi ada gerak nasional seperti India pejabat dan taksi menggunakan mobil listrik," tutupnya.(mdk/ard)


  Merdeka  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More