blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 25 Oktober 2013

Pemerintah Pesan Kapal Perintis Rp 48 Miliar

Pemerintah Pesan Kapal Perintis Rp 48 MiliarJakarta -Kementerian Perhubungan memesan satu kapal penumpang yang juga dapat memuat kargo. Kapal yang dipesan dari PT Mariana Bahagia di Palembang itu memiliki kapasitas 1.200 gross tonnage (GT). "Nilainya sekitar Rp 48 miliar," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Adolf Tambunan, melalui keterangan resmi, Jumat, 25 Oktober 2013. 

Ia menyebut pembiayaan kapal berasal dari anggaran tahun 2013 dan 2014. Pembangunan kapal ditargetkan selesai pada akhir 2014 dan dioperasikan pada awal 2015. Adolf mengatakan tahun ini di galangan yang sama, ada kapal bertipe sama yang diluncurkan. 

Adolf menuturkan, pembangunan kapal perintis dilakukan untuk menyediakan sarana transportasi untuk daerah terpencil, tertinggal, serta wilayah-wilayah yang berada di perbatasan. Ia mengatakan, hal tersebut merupakan kewajiban pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran. 

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki 80 trayek perintis dengan 36 kapal milik negara yang dioperasikan. Adolf mengungkapkan, Indonesia membutuhkan minimal 100 rute perintis. Saat ini 18 kapal angkutan laut sedang dibangun di galangan nasional untuk transportasi perintis. Sebanyak 11 kapal di antaranya akan selesai dibandung akhir tahun ini dan mulai dioperasikan pada awal 2014. "Sedangkan tujuh kapal baru mulai dibangun," ujar Adolf. 

Lebih lanjut, PT Mariana Bahagia mentargetkan penyerahan kapal perintis dengan kapasitas 1.200 GT yang dipesan Kementerian Perhubungan pada 2012 akan dilakukan akhir tahun ini. Sedangkan kapal yang dipesan kementerian tahun ini rencananya selesai pada akhir 2014. 

"Kapal itu memiliki panjang 62,8 meter, lebar 12 meter, dengan mesin 2 x 1.000 HO yang dapat melaju dengan kecepatan 12.00 knot," kata Direktur Utama Mariana Bahagia, Johnson W. Sutjipto.

Ia menjelaskan, kapal tersebut dapat menampung 380 penumpang kelas ekonomi, 16 penumpang kelas dua dan empat penumpang kelas satu, serta 36 awak. Kapal itu juga bisa memuat barang hingga 50 ton.


  Tempo  

Bodi Helikopter Cougar Asli Buatan Indonesia

BANDUNG — Industri pesawat terbang Indonesia terus berkembang. PT Dirgantara Indonesia, badan usaha milik negara (BUMN) strategis, bekerja sama dengan Eurocopter dalam mengembangkan helikopter EC 725 Cougar.

Setelah tiga tahun pengembangan, fuselage (badan helikopter) Cougar akhirnya rampung. Helikopter tersebut didesain oleh Eurocopter, industri helikopter yang bermarkas di Perancis dan merupakan pemegang hak cipta dari helikopter Cougar.

Awalnya PT Dirgantara Indonesia (PT DI) merakit helikopter ini atas pemesanan dari TNI Angkatan Udara sebanyak empat unit. Eurocopter kemudian mengirim desain Cougar. Namun, desain yang dikirimkan ternyata belum sempurna.

"Mulanya kami seperti subkontrak, mereka memberikan desain, kami yang mengerjakan. Tapi ini berbeda. Gambar-gambar yang diberikan kepada kami itu belum matang. Belum bisa menjadi komponen dan masih banyak kesalahan. Kami membantu desain tersebut menjadi desain utuh," ujar Sonny Saleh Ibrahim, Kepala Komunikasi PT DI, Rabu (23/10/2013).

Karena turut serta dalam mendesain Cougar, PT DI tentu mendapat keuntungan. "Akhirnya kami investasi juga di dalam, tapi investasi produksi. Tools-nya jadi tools kami. Jadi, nanti suatu hari misalnya negara lain membeli Cougar di Eurocopter, komponennya dibuat di sini, lalu kirim ke Perancis," kata Sonny.

PT DI menjadi mitra strategis Eurocopter. Hal ini sudah berlangsung selama tiga tahun sejak TNI AU melakukan pemesanan pada tahun 2010. PT DI bertugas mengerjakan fuselage dan tail boom (buntut helikopter) sambil mengembangkan desain. Baling-baling dan sisanya dikerjakan oleh Eurocopter.

Setelah menerima desain untuk pembuatan fuselage dan tail boom, karya PTDI ini diserahkan kepada Eurocopter untuk dipasangi mesin dan komponen lainnya. Helikopter belum rampung karena masih harus diserahkan kembali ke PT DI untuk pemasangan komponen elektronik dan lain-lain. Jika rampung, maka helikopter berkapasitas 22 orang ini bisa diserahkan ke TNI AU sebagai pemesan.

Bagaimana dengan pemasangan persenjataan di Cougar ini? "Selama persenjataan yang digunakan adalah produksi PT Pindad, kami yang akan memasangnya. Kalau impor, TNI AU sendiri yang akan pasang karena mereka yang tahu," ujar Sonny.

Tak hanya dengan Eurocopter, kerja sama serupa juga dilakukan oleh PT DI dengan perusahaan Airbus. PT DI menjadi penyuplai global. "Global supplier itu, kami membuat komponen untuk Airbus atau Eurocopter, lalu pesawatnya dipakai di seluruh dunia," kata Sonny.

Karya dari jerih payah anak bangsa Indonesia akhirnya bisa berkibar juga di dunia internasional meski sebagian bahan baku masih harus diimpor. Sejak 1976, pembuatan helikopter di PT DI selalu atas lisensi penuh dari luar negeri. Pembuatan Cougar ini menjadi yang pertama bagi PT DI dalam berposisi sebagai mitra strategis industri luar negeri.

Pembuatan helikopter di PT DI dimulai dengan jenis NBO 105 pada 1976, dilanjutkan dengan Puma NSA 330 dan Super Puma NAS 332 di tahun 1982. Dua tahun kemudian, pada 1984, PT DI memproduksi lagi Nbell 412.

EC 725 Cougar sendiri dikerjakan sejak 2010, diikuti pengerjaan Bell 412-EP pada 2011. Helikopter Cougar sendiri merupakan evolusi dari Super Puma NAS 332. Hingga saat ini, Super Puma NAS 332 sudah diproduksi sebanyak 20 unit. Sebagian besar produksi digunakan oleh TNI AU.(Rhea Febriani Tritami)


  Kompas  

Kamis, 24 Oktober 2013

Konsorsium BUMN Siap Bangun Listrik di Berbagai Tempat

"Saya punya ide untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia."

Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, sempat melontarkan idenya untuk membentuk konsorsium BUMN untuk membangun pembangkit tenaga listrik.

Dahlan menegaskan, Kamis 24 Oktober 2013, nantinya, patungan perusahaan pelat merah ini tidak hanya membangun pembangkit di satu daerah. "Konsorsium itu membangun pembangkit listrik di mana-mana, karena listrik tidak berhenti-henti cukupnya," kata dia di Jakarta.

Dahlan mengatakan bahwa pemikiran tersebut timbul ketika mendapat inspirasi dari kemampuan perusahaan-perusahaan BUMN dalam membangun jalan tol Bali. Mantan bos PT PLN (Persero) ini yakin bahwa patungan perusahaan pelat merah mampu membangun pembangkit listrik di wilayah Indonesia untuk mengatasi krisis listrik.

"Saya punya ide untuk mengatasi krisis listrik di Indonesia, yaitu membentuk konsorsium BUMN dalam membangun pembangkit listrik," ujarnya.

Bahkan, dia juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengumpulkan perusahaan pelat merah yang bermodal kuat dan PLN untuk mewujudkan gagasan itu, yaitu PT Wijaya Karya (Persero), PT Adhi Karya (Persero), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero).

"Ini kami lakukan supaya jangan memikirkan masalah ini terus-menerus," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik juga mendukung ide Dahlan. Namun, menteri ini meminta satu hal kepada perusahaan BUMN terkait rencana ini. "Kalau ada siapa pun yang membangun pembangkit listrik, saya setuju karena kita ini sebenarnya kekurangan listrik," kata Wacik ketika dihubungi VIVAnews pada Rabu 23 Oktober 2013.

Mantan menteri pariwisata ini mengisyaratkan bahwa pihaknya justru menginginkan adanya pihak-pihak yang memiliki inisiatif untuk membangun pembangkit listrik "Saya senang kalau BUMN membangun pembangkit listrik di mana saja asalkan lahannya ada," kata dia.

Namun, Wacik meminta satu hal terkait rencana ini, yaitu tidak menggunakan BBM sebagai bahan bakar pembangkitnya. Dia justru senang apabila pembangkit listrik yang dibangun konsorsium ini menggunakan energi-energi alternatif.

"Saya meminta pembangkit listrik tidak menggunakan BBM sebagai bahan bakarnya. Saya setuju kalau pembangkit listrik menggunakan energi baru terbarukan (EBT). Semakin banyak BUMN yang membangun listrik yang menggunakan bahan bakar non-BBM, saya setuju," kata dia.(eh)

  Vivanews  

BUMN Produsen Senjata dan Panser Buka 2.000 Lowongan Kerja

http://images.detik.com/content/2013/10/24/1036/panser.jpgBandung - BUMN produsen senjata dan panser, PT Pindad (Pesero) membuka ribuan pegawai baru untuk bergabung dengan perusahaan yang bermarkas di Kota Bandung, Jawa Barat ini.

Pindad memastikan menutup pintu bagi pekerja asing yang berniat bergabung, artinya Pindad hanya menerima calon pegawai dari dalam negeri saja. Kebutuhan Pindad untuk pegawai baru mencapai 2.000 orang.

"SDM nggak dari luar negeri, tapi dalam negeri. Inilah yang kita bidik," jelas Plt Direktur Utama Pindad Tri Hardjono di sela-sela menerima kunjungan rombongan MPR RI di kantor Pindad, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Kamis (24/10/2013).

Menurut Tri, selama ini proses perekrutan pekerja terbilang jarang dilakukan Pindad. Ia menyebut hampir 15 tahun pihak Pindad tidak pernah merekrut para pegawai baru.

"Baru dua tahun terakhir, kita melakukan rekrutmen. Bulan ini ada proses rekrutmen dan terus berlanjut," ungkapnya.

Tri menjelaskan tidak ada spesifikasi khusus untuk kriteria calon pegawai Pindad. Para calon pegawai baru bakal digembleng dan dikembangkan karakternya oleh perusahan dengan mengikuti pelatihan atau pendidikan.

"Terpenting pendidikanya formal," ucap Tri.

Ia menuturkan, saat ini pekerja Pindad jumlahnya sekitar 2.420 orang. Namun, menurutnya, perbandingan antara pekerja yang masuk dan keluar belum berimbang.

"Kondisi idealnya pada angka 2000-an. Artinya, 2.000 (pekerja) yang lama diganti dengan baru. Itu (jumlah) ideal buat industri yang arahnya inovasi," kata Tri.(ern/hen)


  detik  

BPPT-Medco Kerja Sama Kembangkan Industri Biodiesel

Biodiesel salah satu bahan bakar nabati (BBN). Foto: IstJAKARTA - Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) melakukan kerjasama mengembangkan industri biodiesel dengan PT Medco Inti Dinamika yang merupakan bagian dari Medco Group.

"Kita merasa punya keterkaitan dalam program Medco yakni pengembangan biodiesel. Salah satu program prioritas kita pengembangan teknologi khususnya untuk pabrik yang memproduksi biodiesel, jadi kita sinergi dengan melakukan kerjasama," kata Kepala BPPT Marzan A Iskandar usai menandatangani MoU di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, BPPT telah mampu mengembangkan teknologi untuk produksi biodiesel dengan kualitas baik satu hingga 30 ton per hari.

Sementara itu, Kepala Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi BPPT Riza mengatakan BPPT selain mengembangkan produk biodiesel juga mengembangkan rancang bangun atau industri untuk memproduksi biodiesel.

Kerjasama yang dilakukan dengan Medco, menurut dia, selain mengembangkan biodiesel dengan membangun laboratorium hingga menghasilkan sampel juga kerjasama dalam bidang riset untuk membangun pabrik biofuel. "Biodiesel kan termasuk sebagai biofuel." Namun demikian, ia mengatakan untuk memproduksi biodiesel skala industri maka kerjasama tersebut akan fokus untuk membangun satu pabrik biodiesel.

Terkait dengan mutu dari biodiesel yang akan dihasilkan dari pabrik tersebut, menurut dia, terdapat 18 parameter dalam memproduksi biodiesel. Sepanjang 18 parameter tersebut dipenuhi makan hasil produksi ia yakini akan baik.

Sedangkan terkait biaya produksi, ia mengatakan harga produk biodiesel yang akan dihasilkan cukup bersaing dengan harga diesel dari fosil. Sejauh ini biaya produksi akan sangat tergantung pada harga minyak sawit mentah/CPO ditambah ongkos produksi Rp1500 hingga Rp2000 per liter.

Sedangkan pendiri PT Medco Energi International Tbk Arifin Panigoro mengatakan optimistis bahwa Indonesia mampu menghasilkan biodiesel hingga 100 juta ton per tahun. Dan pada akhirnya PT Pertamina (Persero) bisa menjadi seperti Petrobras di Brasil yang sangat berpengaruh dalam menentukan biofuel dunia.

Indonesia bisa jadi seperti itu, sekarang saja produksi CPO sudah 30 juta ton dan akan naik cepat sampai 50 juta ton karena banyak perkebunan yang belum menghasilkan.

"Jika kita bisa yakinkan bahwa biodiesel tidak bertabrakan dengan kebutuhan makanan maka produksi 100 juta ton dapat dilakukan," ujarnya.(ant/hrb)


  Investor  

Investasi MP3EI Kalimantan Terbesar Setelah Jawa

Menko Perekonomian Hatta Radjasa (kanan) memimpin rapat koordinasi bersama Menhub EE Mangindaan di gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (3/9). Rapat tersebut membahas Laporan Pelaksanaan Pembaruan Dokumen Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Investor Daily/ ANTARAFOTO/Fanny Octavianus/pd/13 BANJARMASIN - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan nilai investasi proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk koridor Kalimantan terbesar kedua setelah Jawa.

"Hal itu merupakan salah satu bukti bahwa pembangunan nasional tidak hanya fokus di daerah Jawa," kata Hatta, saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) dan meresmikan proyek-proyek (MP3EI) di Kalimantan Selatan, Rabu.

Menurut Hatta, sejak diluncurkan 2011, saat ini investasi yang telah ground breaking mencapai Rp737,9 triliun yang terdiri atas 259 proyek, di mana 104 adalah proyek investasi sektor riil di 22 bidang ekonomi yang diprioritaskan dan 155 adalah proyek infrastruktur.

Proyek-proyek investasi tersebar di enam koridor ekonomi MP3EI dengan rincian Rp276,8 triliun berlokasi di koridor di Jawa, Rp112,3 triliun di koridor Sumatera, Rp178,1 triliun Kalimantan.

Selanjutnya, koridor Sulawesi Rp 23,6 triliun, dan Rp47,6 triliun di koridor Bali - Nusa Tenggara, serta Rp99,5 triliun di koridor Papua dan Kepulauan Maluku. "Bila dilihat dari nilai proyek tersebut, tidak benar bahwa Kalimantan merupakan daerah yang tidak diperhatikan," katanya.

Dari sejumlah nilai proyek tersebut, tambah dia, sebesar 24,6% merupakan proyek yang dikerjakan oleh BUMN, 34,5% swasta, dan 11,9% pemerintah serta 29% investasi campuran.

Melalui MP3EI tersebut, tambah Hatta, kini pembangunan tidak hanya terpusat di Jawa, tetapi hampir 60% berada di luar Jawa, dengan harapan melalui koridor 3,4,5 dan 6 tersebut, maka pembangunan di Indonesia akan merata dan lebih berkeadilan.

MP3EI, kata Hatta, diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antara daerah dengan lebih cepat, serta menciptakan lapangan pekerjaan lebih besar, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kedatangan Presiden Yudhoyono ke Kalsel dalam rangka melakukan groundbreaking dan meresmikan proyek-proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Kalimantan Selatan.

Setidaknya sepuluh proyek yang akan diresmikan yaitu tujuh proyek sektor riil dan tiga proyek infrastruktur akan diresmikan saat ini memiliki total investasi Rp11,3 triliun.

Sedangkan dimulainya pembangunan (groundbreaking) mencakup lima proyek sektor riil dan tiga proyek infrastruktur memiliki total investasi Rp4,8 triliun.

Ikut hadir dalam acara tersebut adalah beberapa menteri Kabinet Bersatu jilid 2, Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin dan tiga gubernur Kalimantan lainnya, seluruh bupati dan walikota se Kalimantan Selatan, serta tokoh masyarakat dan pengusaha. (gor/ant)


  Investor 

Rabu, 23 Oktober 2013

PTDI Serahkan Badan Helikopter ke Eurocopter

http://images.detik.com/content/2013/10/23/1036/190934_euro320.jpgBandung - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menyerahkan fuselage atau badan pesawat helikopter EC275 Couger kepada Eurocopter, perusahaan patungan Prancis-Jerman-Spanyol. PT DI terlibat dari nol mengenai pengembangan pesawat helikopter EC275 Couger.

"Sejak tahun lalu kita jadi mitra strategis Eurocopter Prancis. Jadi desainnya dari mereka, gambarnya dari mereka. Itu nol banget. Lalu kita kerjain komponen dari gambar itu. Kita bikin badan tengah dan buntutnya," ujar Kepala Komunikasi PT DI Sonny Saleh Ibrahim, di Kantor PT DI, Jalan Pajajaran, Rabu (23/10/2013).

Rencananya badan pesawat ini yang akan diserahkan pekan ini ke Eurocopter di Prancis. Selanjutnya, Eurocopter memasang mesin dan baling-balingnya. "Pengerjaan sekitar enam bulan di sana. Setelah itu dikembalikan lagi pada kita. Kita assembly-nya. Setelah beres kita serahkan pada TNI AU," jelas Sonny.

Menurutnya helikopter Couger ini memang dipesan oleh TNI AU. "Mereka memesan empat buah pada kita. Jadi kita tuh under licensed dengan Eurocopter. Karena hak ciptanya ada di mereka, cuma kita yang buat komponennya," jelas Sonny.

Ketika ditanya berapa nilai proyek empat buat helikopter ini, Sonny mengaku tak memegang datanya. "Saya lupa lagi," katanya. Ditargetkan empat unit helikopter Couger ini akan selesai akhir 2014.

Mengenai kerjasama dengan Eurocopter, kemungkinan akan berlangsung lama. Sebab bukan tidak mungkin helikopter EC275 Couger dipesan oleh negara lain. Ia menyebut untuk kembali modal, Eurocopter setidaknya harus menjual 80 unit.

"Nah kalau ada yang pesan pada mereka, pastinya PT DI terlibat. Karena kan komponennya kita yang buat. Meski under license, untuk helikopter ini kita ikut dari nol. Kalau yang lain seperti Superpuma, itu komponen bukan kita yang bikin," terang Sonny.(ern/hen)


  detik  

Sikumbang Dalam Catatan Mayor Udara Nurtanio

Jauh sebelum hingar-bingar rencana pembuatan jet tempur KFX/IFX, tepatnya 1 Agustus 1954, sebuah pesawat ringan berkategori tempur sejatinya telah mengudara di tanah air. Itulah pesawat yang kemudian diberi nama NU-200 Sikumbang. Saat ini, monumen pesawat rancangan Mayor Udara Nurtanio ini dapat dilihat di kawasan pabrik PT. Dirgantara Indonesia di Bandung Jawa barat. Mungkin banyak pembaca telah mengetahui tentang pesawat ini. Tapi tahukah anda, filosofi dan hasil uji terbang Sikumbang sesungguhnya? Ternyata Mayor Udara Nurtanio sebagai perancang dan pembuat pesawat ini pernah menulisnya dalam Majalah Angkasa edisi TH.VI Oktober 1955. Berikut ini adalah intisarinya.




Ada salah kaprah dalam penggolongan jenis pesawat Sikumbang. Dalam literatur masa kini, disebutkan Sikumbang adalah jenis pesawat anti gerilya (Counter Insurgency). Namun pada kenyataannya, Nurtanio merancang Sikumbang sebagai pesawat pengintai ringan bersenjata. Dalam benak Nurtanio, pesawat-pesawat yang dioperasikan AURI medio 1950an belum ada yang tepat untuk melakukan misi pengintaian bersenjata. AURI memang sudah mengoperasikan pesawat intai Auster atau L-4J. Namun pesawat itu dinilai terlalu lamban, serta tidak dilengkapi senjata. Alhasil sasaran-sasaran yang telah ditemukan akan dibiarkan terlebih dahulu. Namun, dengan pesawat semacam Sikumbang, maka sasaran bisa langsung ditindak. Sementara, jika pengintaian menggunakan pesawat Mustang atau Jet, maka hasilnya tidak optimal lantaran dinilai terlalu cepat. Lebih daripada itu, Nurtanio juga membayangkan, Sikumbang ini nanti bisa menembak jatuh pesawat intai yang terbang sangat pelan, dimana pesawat sejenis itu justru sukar ditembak pesawat pemburu berkecepatan tinggi.


Selanjutnya, dalam hal perancangan, Nurtanio juga memikirkan banyak hal terkait proses produksi nantinya serta operasional. Nurtanio sangat menggaris bawahi, bahwa pesawat ini harus dapat dibuat sendiri oleh AURI, meski mesin tetap beli dari luar negeri. Lalu ongkos operasional yang lebih murah dari pesawat Harvard atau Mustang. Desain pesawat Sikumbang akan dibuat dengan sederhana, sehingga penerbang-penerbang AURI dapat mudah mengemudikan, tanpa perlu latihan transisi yang panjang dari pesawat lain. Kesederhanaan pesawat juga diperlukan agar pesawar bisa operasional di garis depan tanpa dukungan memadai. Untuk misi pengintaian, kanopi akan dibuat lebar dan leluasa, sehingga pilot mempunyai bidang pandang yang baik untuk misi pengintaian dan penyerangan. Selain itu, Sikumbang juga bisa digunakan untuk Gerilya Udara maupun Lawan Gerilya. Filosofi demikian ini tentu mengingatkan kita pada pesawat OV-1 Mohawk atau OV-10 Bronco yang muncul beberapa dekade setelahnya. Sungguh luar biasa pemikiran para pendahulu kita itu.

Untuk memenuhi hal tersebut maka Sikumbang harus memenuhi beberapa syarat. Diantaranya, konstruksi pesawat musti amat sederhana namun kuat, sehingga bisa mendarat di lapangan kecil dan kasar seukuran 30x350 meter, serta gampang diperbaiki meski di garis depan. Untuk misi pengintaian, pesawat diharapkan dapat terbang cukup pelan dan stabil dengan kecepatan sekitar 80 mil/jam. Namun demikian, untuk pertahanan diri, serta memburu pesawat intai (capung) musuh, Sikumbang mampu melaju hingga 160 mil/jam. Sikumbang juga dipersyaratkan mudah dikemudikan dan manuverability-nya bagus. Untuk eksekusi sasaran darat dan udara, nantinya Sikumbang akan dilengkapi dengan 2 buah senapan mesin kaliber 7,7mm dan tambahan 4 buah roket atau 2 buah bom napalm. Komunikasi dengan pasukan di darat pun sudah dipikirkan dengan menempatkan radio secukupnya.

Namun demikian, pada saat proses pembuatannya ternyata tidak lah mudah. Hambatan utama datang dari material dan bahan pembuatan pesawat. Untuk membuat prototipe pertama ini, Nurtanio dan kawan-kawan menggunakan bahan-bahan yang sudah tak terpakai oleh AURI, alias rongsokan. Hal ini bisa diduga lantaran situasi negara yang belum benar-benar stabil, sehingga dukungan keuangan untuk mencari bahan ke luar pun sangat terbatas.

Kesulitan utama yang dihadapi tim perancang adalah dari mesin. Menurut literaturnya mesin De Havilland Gipsy Six mampu menyemburkan tenaga sebanyak 200HP. Namun kenyataannya, mungkin lantaran sudah tua dan bekas, saat dipasangkan mesin hanya mampu menggenjot hingga 175HP saja. Ditambah bobot mesin yang cukup berat, yaitu sekitar 450 lbs, maka kemampuan Sikumbang pun melorot jauh dari persyaratan yang diminta. Namun Nurtanio sendiri sudah mencatat kelemahan itu. Ia berharap, pada seri produksi akan digunakan mesin Continental 470-A yang memiliki daya 225HP namun beratnya hanya 350lbs.


Selain mesin, bahan baku body pesawat juga menjadi masalah. Lantaran terbatasnya material, bagian sayap dan bidang ekor harus dibuat menggunakan kayu. Hal ini justru menambah bobot pesawat serta menjadikannya tidak tahan iklim. Selain itu, konstruksi alat pendarat juga lebih berat, lantaran hanya itu yang ada di gudang AURI. Akibatnya, pesawat prototipe mengalami pembengkakan bobot mencapai 200 lbs.

Hasil Uji Terbang

Meski mengalami banyak kekurangan, kesaksian para pilot yang menguji terbang ternyata cukup memuaskan bagi Nurtanio. Karakteristik STOL bisa dilaksanakan dengan baik. Dilaporkan Sikumbang pernah mendarat hanya dalam jarak kurang dari 150 meter dengan muatan secukupnya. Namun untuk take off dengan jarak 350 meter dengan muatan penuh dan tanpa angin masih dirasa berat. Bila mesin Gypsi diganti dengan yang lebih kuat, Nurtanio yakin masalah itu bisa diatasi.

Demikian pula dengan kecepatan terbang. Untuk terbang pelan yaitu sekitar 80 mil/jam, tidak ada masalah berarti. Apalagi stall speed Sikumbang hanya 55 mil/jam, sehingga dengan kecepatan 80 mil/jam pesawat dapat dikemudikan dengan baik dan stabil. Namun untuk kecepatan maksimum mendatar yaitu 160 mil/jam masih berat dicapai lantaran kurangnya daya mesin. Demikian pula dengan Rate of Climb pesawat. Awalnya Nurtanio menginginkan pesawat memiliki daya tanjak hingga 1200ft/min, namun pada uji terbang, maksimal yang bisa dicapai hanya 650 ft/min.


Sementara untuk persenjataan, belum semuanya bisa dipasang dan diuji coba. Hanya 2 senapan mesin 7,7 mm yang telah dipasang dan diuji dengan hasil cukup memuaskan. Namun demikian, alat pembidik masih harus disempurnakan. Sementara untuk penempatan roket dan bom, baru akan diuji coba pada seri produksi.

Selanjutnya Nurtanio dan kawan-kawan memang mengembangkan Sikumbang menjadi Nu-225. Pada seri ini, terlihat kanopi makin lebar. Namun tidak diketahui mengenai performa pesawat ini. Penulis sendiri belum menemukan catatan mengenai pembuatan dan uji terbang Nu-225. Sayangnya, hingga kini juga belum diketahui apa penyebab dibatalkannya seri produksi Sikumbang. Situasi negara yang masih rawan, kesibukan AURI dimasa itu dimana terjadi banyak pemberontakan, hingga masalah keuangan negara ditengarai menjadi penyebabnya.

Di masa kini, pesawat seperti Sikumbang boleh dibilang jauh ketinggalan jaman. Namun fillosofi dan pemikiran dibalik pembuatannya oleh Mayor Udara Nurtanio dan kawan-kawan, sungguh mengagumkan. Dimasa itu, ia bukan hanya memikirkan sebuah pesawat yang cocok untuk misi-misi AURI namun juga jauh ke depan.


Spesifikasi NU-200 Sikumbang

Data dari Jane's All The World's Aircraft 1955–56

General characteristics
· Crew: 1
· Length: 8.16 m (26 ft 9 in)
· Wingspan: 10.61 m (34 ft 10 in)
· Height: 3.35 m (11 ft 0 in)
· Wing area: 16.9 m2 (182 sq ft)
· Aspect ratio: 6.6:1
· Airfoil: NACA 23015 at root, NACA 23009 at tip
· Empty weight: 795 kg (1,753 lb)
· Gross weight: 1,090 kg (2,403 lb)
· Fuel capacity: 205 L (54 US gal; 45 imp gal)
· Powerplant: 1 × de Havilland Gipsy Six air-cooled inverted six-cyliner inline engine, 150 kW (200 hp)
· Propellers: 2-bladed fixed pitch

Performance
· Maximum speed: 256 km/h (159 mph; 138 kn)
· Cruising speed: 224 km/h (139 mph; 121 kn)
· Range: 960 km (597 mi; 518 nmi)
· Service ceiling: 5,030 m (16,503 ft)
· Rate of climb: 5.1 m/s (1,000 ft/min)


  ARC 

Mahasiswa-mahasiswa kelas dunia dari Unijoyo dan Unair

Surabaya - "Itu bukan karya mahasiswa lagi, tapi sudah skala rekayasa industri, saya juga mau kalau diajak investasi," komentar salah seorang anggota dewan juri kompetisi aplikasi dunia `Imagine Cup 2013` di St Petersburg, Rusia.

Ucapan anggota dewan juri pada kompetisi di Rusia pada 8-12 Juli 2013 itu agaknya beralasan, mengingat game online karya sembilan anggota "Tim Solite" dari Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Madura, Jawa Timur itu sudah diunduh 30 ribu orang hanya dalam dua minggu. Apa tidak hebat?!.

Tidak hanya itu, decak kagum juga datang dari perusahaan software (piranti lunak) kelas dunia, Microsoft, yang menjadi penyelenggara kompetisi aplikasi berbasis Windows 8 yang tahun ini sudah terselenggara untuk ke-11 kalinya dan Indonesia mengikuti untuk yang ke-7 kalinya.

"Ya, kami mendapat tawaran kerja dari Microsoft AS, tapi kami ingin mendirikan company (perusahaan) game sendiri, kami tidak mau bekerja untuk orang lain, kami ingin menjadi putra-putri Indonesia," tutur koordinator Tim Solite Unijoyo, Asadullohil Ghalib Kubat, 18 September lalu.

Apalagi, ujar mahasiswa dari Bangkalan, Madura itu, Microsoft Corporation sendiri ingin menjadikan kompetisi berskala dunia itu untuk satu misi yakni menumbuhkan wiraswastawan baru di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dunia.

"Saya dan delapan orang teman dari Bangkalan, Surabaya, Gresik, dan Lamongan yang kebetulan satu angkatan sudah merancang perusahaan game di Kota Bangkalan setelah kami diwisuda pada September-Oktober tahun ini," tukasnya.

Bahkan, hadiah 10.000 dolar AS atau setara dengan Rp100 juta dari "Imagine Cup 2013" itu tidak akan dibagi-bagi untuk sembilan anggota Tim Solite, melainkan mereka sudah sepakat untuk menjadikan modal mengembangkan perusahaan yang sudah diimpikan sejak 2012.

"Saya sendiri suka main game sejak SMP, tapi saya akhirnya tertarik pada bidang program komputer sejak SMA hingga kuliah," tutur mahasiswa Jurusan Teknik Informatika dari Fakultas Teknik pada universitas yang selama ini tidak seberapa dikenal itu.

Namun, dirinya mulai tertarik untuk fokus pada "game" itu saat semester 5 di Jurusan Informatika Unijoyo. "Saya melihat game lebih menantang dan prospektif daripada programer, apalagi saya juga sudah menemukan delapan teman yang memiliki ketertarikan yang sama," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya bersama delapan rekannya pun merancang "game" yang dijuluki "Save The Hamster". "Game itu akhirnya kami sertakan dalam kompetisi game tingkat nasional yang diselenggarakan Microsoft Indonesia dengan diikuti 400-an peserta," paparnya.

Tanpa dinyana, tim "Solite" Unijoyo itu mampu lolos ke babak final yang terbagi dalam tiga kategori yakni game, inovasi, dan entepreneurship. Seleksi itu dilaksanakan pada kurun Februari-April 2013.

"Akhirnya ada sembilan tim (tiga pemenang pada setiap dari tiga kategori) yang terpilih ke ajang dunia. Alhamdulillah, karya kami yang terpilih dari sembilan karya itu, karena kami dianggap paling siap," tandasnya.

Selanjutnya, empat dari sembilan anggota Tim Solite Unijoyo difasilitasi Microsoft Indonesia untuk berangkat ke Rusia pada 7 Juli 2013, namun tim itu sempat dikarantina di Jakarta untuk mengikuti pelatihan presentasi yang diadakan Microsoft Indonesia.

"Di tingkat dunia, kami berkompetisi dalam Imagine Cup 2013 yang diikuti 80 tim dari 71 negara, seperti Amerika, Jepang, Prancis, dan sebagainya. Kami bersyukur meraih juara kedua Imagine Cup 2013, sedangkan juara pertama dari Austria dan juara ketiga dari Prancis," ulasnya.

Ya, Ghalib bersama Miftah Alfian Syah (penulis program), Tony Wijaya (desainer grafis), dan Mukhammad Bagus Muslim (desainer grafis) yang mewakili tim "Solite" ke Rusia itu sejatinya merupakan mahasiswa-mahasiswa kelas dunia.

Game bertajuk "Save The Hamsters" itu menceritakan empat ekor hamster yang tersesat saat hendak pulang ke sarangnya, karena itu pemain harus membantu hamsters kembali ke sarang yang berupa lubang di tanah.

Namun, pemain tidak hanya memotong tali serta menghancurkan boks kayu, kardus, dan benda lain yang menghalangi rute hamsters, melainkan pada tubuh hamsters juga ada angka-angka yang harus dijumlahkan, dikurangi, dikalikan, atau dibagi, sehingga ada unsur "fun" dan "edukasi".

Cara Proteksi Vaksin

Agaknya, putra terbaik bangsa atau mahasiswa-mahasiswa yang berkelas dunia juga ada pada universitas lain di negeri yang disudutkan pers sebagai "negara gagal" itu.

Misalnya, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang memiliki peneliti yang cacat secara fisik, yakni M Yusuf Alamudi (33), namun ia menemukan cara memproteksi vaksin pada suatu virus agar lebih aman dan virus itu tidak menular lagi.

"Saya meneliti dua vaksin Flu Burung yakni vaksin H5N1 pada unggas yang impor dan vaksin H5N1 yang produksi Unair, ternyata vaksin H5N1 yang diproduksi Unair lebih aman," kata peneliti yang menjadi doktor termuda di Unair itu kepada Antara di Surabaya (11/9).

Peraih predikat cumlaude dengan IPK 3,97 dalam sidang terbuka ujian doktor Pascasarjana Unair pada 10 September 2013 itu menjelaskan vaksin yang ada selama ini tidak aman, karena pengujiannya hanya bersifat satu dimensi yakni mengandalkan liter antibodi dan netralisasi.

"Saya adalah contoh dari penggunaan vaksin dengan pengujian satu dimensi itu, sehingga saya sudah diberi vaksin polio, tapi saya tetap tertular virus polio itu, sehingga kaki kiri saya cacat sejak usia dua tahun dan akhirnya diberi penyangga dari besi sampai sekarang," katanya.

Hal itu, kata alumni Jurusan Biologi F-MIPA Unair Surabaya itu, mendorong dirinya untuk meneliti cara pengukuran yang mampu memproteksi suatu vaksin, sehingga dirinya menemukan bahwa pengukuran liter antibodi dan netralisasi yang bagus itu tidak cukup.

"Perlu cara pengukuran yang bersifat dua dimensi yakni imunitas tubuh terhadap virus cukup bagus tapi ekspresi atau daya tangkap protein vaksin dari virus itu juga bagus, sehingga vaksin itu mampu menekan virus agar tidak keluar dan justru menular lagi," katanya.

Alumni S2 dan S3 pada Fakultas Kedokteran Unair yang kini menjadi peneliti Flu Burung di Laboratorium BSL-3 Unair itu berencana mematenkan temuannya untuk diaplikasikan pada vaksin untuk berbagai macam virus.

"Buktinya, vaksin H5N1 yang diproduksi Unair lebih aman dengan menerapkan standar pengujian vaksin yang bersifat dua dimensi. Saya melakukan penelitian standar pengujian itu selama satu tahun (2012-2013) dan akhirnya dapat menjadi standar yang baik dan aman," katanya.

Menanggapi temuan anak didiknya, pakar Flu Burung Unair yang juga anggota tim penguji Yusuf Alamudi, Dr CA Nidom, menegaskan bahwa hasil penelitian Yusuf Alamudi itu penting agar tidak ada lagi korban vaksin seperti dialami Yusuf sendiri.

"Apalagi, 60 persen vaksin di Indonesia adalah impor dan hal itu berarti tidak dijamin aman, karena itu hasil temuan Yusuf Alamudi harus dikembangkan agar vaksin-vaksin yang ada di Indonesia, termasuk vaksin impor, sudah melalui pengujian dua dimensi yang aman," katanya.

Senada dengan itu, ketua tim penguji Prof Dr dr Teddy Ontoseno Sp.A(K) Sp.JP FIHA yang memimpin sidang ujian terbuka untuk doktor Yusuf Alamudi itu mengaku sangat bangga dan terharu dengan hasil yang dicapai anak didiknya.

"Apalagi, patut dicatat bahwa anak didik saya itu mendapat gelar doktor termuda dan risetnya sangat bermanfaat bagi umat manusia dengan meneliti bagaimana mempertahankan kompatibilitas virus flu burung, sebab flu burung itu merupakan virus yang mematikan, apalagi banyak korbannya di Indonesia," kata dokter spesialis anak itu.

Walhasil, standar pengujian vaksin yang ditemukan alumni SMAN VIII Surabaya yang kelahiran Surabaya pada 21 Januari 1980 itu membuktikan peneliti Indonesia itu punya potensi.

Apalagi, Laboratorium BSL-3 di Unair merupakan laboratorium BSL-3 terbesar di Asia Tenggara, sehingga potensi peneliti Indonesia akan semakin besar.

"Semuanya tergantung kepada kita untuk menumbuhkan atmosfer penelitian yang unggul, maka potensi itu tidak akan kalah dari bangsa-bangsa lain," kata Yusuf Alamudi yang berdarah Arab dari ayah dan ibu dari kawasan Ampel, Surabaya itu.


  Antara  

Selasa, 22 Oktober 2013

BBM untuk Android dan iPhone segera dirilis

Jakarta - Blackberry Messenger untuk smartphone dengan sistem operasi Android dan iPhone akan segera diluncurkan dalam waktu beberapa jam lagi.

BlackBerry dalam blog resminya mengatakan, peluncuran ini adalah berita yang Anda tunggu-tunggu. Kami senang memberitahukan Anda bahwa kami akan melanjutkan peluncuran secara resmi BBM untuk pelanggan Android dan iPhone di seluruh dunia.

Dalam waktu beberapa jam lagi, orang akan dapat menemui aplikasi BBM di Google Play (Android) dan App Store (iPhone) dan Samsung App Strore tertentu, sebut blog tersebut.

Disebutkan, untuk mendownload aplikasi bisa mengunjungi bbm.com dari perangkat Android atau iPhone. Namun saat dicoba masih belum berhasil. (Update: Sudah berhasil)

Disebutkan, permintaan terhadap BBM untuk Android dan iPhone sangat menakjubkan. Sekitar enam juta orang telah mendaftar untuk memperoleh informasi menganai BB di bbm.com.

Seperti diketahui sebelumnya, sekitar satu juta pengguna Android telah menggunakan atau menginstall versi tidak resmi BBM untuk Android.(*)

Ini cara install BBM di Android dan iPhone

BBM untuk Android secara resmi sudah diluncurkan pada Selasa dini hari WIB. Sebagian sudah bisa mengaktifkannya, sementara sebagian lainnya masih harus bersabar.

Untuk mengunduh BBM untuk Android ataupun iPhone, menurut blog resmi BB, maka lebih baik dan mudah jika mengunjungi alamat www.bbm.com dari perangkat smartphone Android atau iPhone. Selanjutnya Anda diarahkan menuju Google Play dan mengunduhnya.

Setelah berhasil membuka dan menginstal (unduh) maka akan ada pengumuman yang intinya pihak BB berterima kasih Anda mengunduh BBM untuk Android atau di iPhone.

Disebutkan, sehubungan dengan tingginya permintaan untuk menggunakan BBM, Anda akan diminta memasukkan alamat email. Jika Anda sebelumnya pernah mendaftar (dengan memasukan alamat email) ke bbm.com, maka segera setelah memasukkan alamat email Anda pun bisa langsung mengikuti langkah selanjutnya.

Namun jika belum pernah mendaftar dan baru akan mendaftar maka Anda terpaksa harus menunggu antrian.

Dalam pengumuman sebelumnya, disebutkan bahwa yang sudah mendaftarkan alamat email untuk memperoleh pemberitahuan mengenai "BBM for All" (istilah BBM untuk Android dan iPhone) mencapai enam juta pendaftar.

Selanjutnya muncul tampilan "Its time to Start using BBM", yang berisi informasi untuk mendapatkan BlackBerry ID (BB ID). Tekan saja "Next" (lanjutkan).

Halaman berikutnya, jika Anda sudah mempunyai BB ID maka pilih "Sign In" namun jika belum atau ingin membuat BB ID baru maka pilih "Create a BlackBerry ID" dan ikuti saja langkah-langkahnya.

Jika sudah memiliki BB ID (biasanya diperoleh saat mendaftar dari perangkat BlackBerry sebelumnya), maka masukan "Username" dan "Password". Lalu tekan "Sign In" di kanan bawah. Tapi jangan lupa centang terlebih dahulu pernyataan bahwa "Anda sudah membaca, mengerti dan setuju dengan syarat dan ketentuan mengenai BBM".

Jika benar, maka tampilannya berikutnya adalah "Complete your BBM Profile", yang artinya Anda sudah menyelesaikan profil BBM Anda, dan tercantum "Nama' dan "PIN BBM" Anda. Tekan "Continue" dan ikuti langkah-langkah selanjutnya.

Anda pun sudah bisa mengundang teman-teman Anda untuk masuk dalam "Daftar Kontak" dan berkirim pesan.


  Antara  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More