blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 23 April 2012

UGM Pasang Deteksi Longsor di Sejumlah Daerah

Alat deteksi longsor ini merupakan karya dua dosen UGM.

VIVAnews - Universitas Gajah Mada Yogyakarta memasang 30 alat deteksi pada daerah rawan bencana tanah longsor di Indonesia. Daerah rawan bencana itu antara lain Kebumen, Karanganyar, Banjarnegara, Situbondo, Kulonprogo dan daerah pertambangan di Kalimantan.

Alat deteksi longsor yang dipasang merupakan hasil karya dua dosen fakultas Teknik UGM, Dwikorita Karnawati dan Faisal Fathani.

Guru Besar Jurusan Geologi, Fakultas Teknik UGM, Dwikorita mengatakan cara kerja alat tersebut mendeteksi jarak keretakan tanah untuk menentukan potensi terjadinya longsor. Apabila dalam kondisi bahaya, maka alat itu akan mengirim sinyal sehingga sirine akan berbunyi sebagai bentuk peringatan dini.
Ketika sirine berbunyi, masyarakat biasanya harus waspada dan melakukan evakuasi. Suara sirine terdengar hingga radius 500 meter.

“Karenanya untuk pengoperasian alat dan perawatannya kami selalu libatkan masyarakat,” kata Dwikorita, Senin 23 April 2012.

Menurutnya, penyempurnaan alat deteksi longsor tersebut masih terus dilakukan. Bahkan penyempurnaan alat ini sudah memasuki generasi ketiga dan sudah mendapatkan hak paten dan penghargaan internasional.

“Alat deteksi longsor generasi pertama telah ditiru dan dipasarkan oleh pabrikan Cina. Hal itu terjadi ketika beberapa peneliti asal Cina kami ajak meninjau lokasi keberadaan alat tersebut di Kebumen,” tutur Dwi.

Lebih lanjut, Dwikorita menyatakan pembuatan alat sudah menggunakan 95 persen komponen lokal. Harga tiga jenis alat deteksi longsor ini bervariasi, menyesuaikan dengan tingkat kecanggihan alat tersebut.

“Harganya berkisar Rp 5 hingga Rp 20-an juta,” katanya.

Sedangkan Faisal Fathani, Dosen Fakultas Teknik UGM, menyatakan beberapa alat pendeteksi longsor yang telah dipasang oleh UGM sejak tahun 2008 di Karanganyar Jawa Tengah. Hingga saat ini alat juga masih berfungsi sangat baik, sehingga ketika ada ancaman tanah longsor maka masyarakat dapat mengetahuinya secara dini.

“Alat pendeteksi dini tanah longsor ini dapat meminimalisir korban jiwa akibat bencana tanah longsor baik yang ada di Jawa atau di luar Jawa yang telah dipasang alat pendeteksi longsor dari UGM,” ujarnya.


• VIVAnews

Minggu, 22 April 2012

Aplikasi Terbaik Indonesia Akan Diadu di Level Global

Aditya Panji/KOMPAS.com - Ali Llewellyn, Open Governent Analyst NASA

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga luar angkasa Amerika Serikat, NASA, telah membuka kompetisi pembuatan aplikasi luar angkasa di Jakarta akhir pekan ini. Dua aplikasi terbaik dari Indonesia akan diadu di level global.

Kompetisi bertajuk International Space Apps Challenge yang diadakan NASA tahun ini diselenggarakan di 24 kota di beberapa negara. Ini merupakan penyelenggaraan yang kedua.

Menurut Open Governent Analyst NASA Ali Llewellyn, akan dipilih 2 aplikasi terbaik dari masing-masing kota penyelenggaraan, Jakarta salah satunya. "Kami berharap pemenang globalnya bisa diumumkan secara online pada awal Mei mendatang," ujar Ali.

Ada sekitar 30 developer yang mengikuti International Space Apps Challenge di Jakarta. Aplikasi yang akan dibangun oleh mereka beragam, mulai dari aplikasi untuk perangkat mobile bersistem operasi Android, sampai yang berbasis web.

Saat ini mereka sedang sibuk coding untuk membangun aplikasi di kantor DailySocial, Jakarta Barat, bahkan seluruh peserta akan bermalam di lokasi.

Dua aplikasi terbaik tersebut akan dipilih oleh juri lokal. Di Indonesia sendiri, juri International Space Apps Challenge adalah Narenda Wicaksono (Developer Enthusiast), Heriyadi Janwar (Microsoft Indonesia), Didi Satriadi (LAPAN), Ali Llewellyn (NASA), dan Rama Mamuaya (DailySocial).

Berdasarkan tujuan penyelenggaraan kompetisi ini, aplikasi yang tercipta diharapkan dapat membantu NASA dan ilmuwan di dunia memecahkan masalah global. "Di Indonesia sendiri, yang potensial adalah aplikasi yang memberi solusi masalah perubahan iklim ataupun lingkungan. Semua yang berkaitan untuk menjadikan kota Anda tetap bersih,' ujar Ali.
Ia melanjutkan, penilaian untuk sebuah aplikasi dilihat dari sisi teknologi, konten, dan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah global. Presentasi peserta menyakini para juri turut mendukung penilaian.

Aplikasi apa yang akan mewakili Indonesia di level global? Pemenangnya akan diumumkan besok, Minggu (22/4/2012).


• KOMPAS.com

"Developer" Indonesia Sambut Tantangan NASA

Dari kiri ke kanan: Kepala Pusat Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN Erna Sri Adiningsih, Open Governent Analyst NASA Ali Llewellyn, dan Wakil Duta Besar Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Ted Osius, saat membuka kommpetisi International Space Apps Challenge di Jakarta, Sabtu (21/4/2012

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga luar angkasa Amerika Serikat, NASA, resmi membuka kompetisi International Space Apps Challenge di Indonesia.

Dengan ini, NASA menantang para pengembang aplikasi (developer) Indonesia untuk membuat aplikasi yang ada hubungannya dengan luar angkasa.

Acara ini dibuka oleh Wakil Duta Besar Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, Ted Osius, di @america Mal Pacific Place Jakarta, Sabtu (21/4/2012). Harapannya, aplikasi yang tercipta nanti dapat membantu NASA dan para ilmuwan memecahkan masalah global.

Meski aplikasi asal Indonesia yang berhubungan dengan luar angkasa masih terbilang jarang, namun NASA percaya developer Indonesia bisa menciptakan aplikasi yang berguna.

"Saya melihat komunitas teknologi di Jakarta cukup kuat, apalagi saat ini perusahaan pengembang aplikasi bermunculan sangat pesat," ujar Ali Llewellyn, Open Governent Analyst NASA saat diwawancarai Kompas.com.

Ada sekitar 30 pengembang aplikasi yang mengikuti kompetisi ini. Mulai Sabtu sore sampai Minggu (21 dan 22 April), mereka akan menyusun kode-kode (coding) untuk aplikasi di kantor blog teknologi DailySocial, Jakarta Barat.

Para pengembang mengaku, akan membuat aplikasi untuk perangkat komputer, mobile ataupun yang berbasis web.

Mereka akan mempresentasikan aplikasi yang dibuat di depan juri. Kedutaan Besar AS untuk Indonesia dan DailySocial selaku penyelenggara, tentu memberi kesempatan kepada pengembang untuk merevisi aplikasi mereka agar benar-benar siap digunakan.

Menurut Erna Sri Adiningsih, Kepala Pusat Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), acara ini akan menambah jaringan LAPAN terhadap aktivitas luar angkasa yang dilakukan generasi muda.

"Selama ini LAPAN masih mengandalkan software dari luar negeri untuk pengembangan ilmu luar angkasa. Siapa tahu dengan acara ini akan muncul bibit muda yang tertarik mengembangkan software luar angkasa," harap Erna.


• KOMPAS.com

Asyik, XL Tawarkan Paket Hemat Telepon dari Luar Negeri

HONG KONG--MICOM: Operator seluler PT XL Axiata (Tbk) memberikan kepastian tarif bertelepon dari luar negeri bagi pelanggan jaringan XL lewat promo penyeragaman tarif sehingga pelanggan tak khawatir terkena tarif mahal.

"Kepastian tarif itu masuk dalam promo one tarif roaming international yang berlaku di sembilan negara," kata Manajer Produk XL Redi Rindayani di Hong Kong, Jumat (20/4).

Dalam jumpa pers terkait peningkatan layanan tarif internasional itu, Redi mengatakan selama ini banyak orang Indonesia yang ke luar negeri dihantui kekhawatiran melonjaknya tarif jika mengaktifkan ponsel mereka.

Menurut dia, pada 2011, ada sekitar sejuta orang Indonesia yang ke luar negeri tapi cuma 20 persen yang mengaktifkan ponsel mereka.

"Mereka biasa berpikir bahwa menelpon dari luar negeri sangat mahal. Program hemat menelepon dari luar negeri yang dilakukan XL akan menghapus tingkat kemahalan itu," katanya.

Promo yang berlaku di wilayah Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang, Sri Lanka, Bangladesh, Kamboja, Taiwan dan Makau itu meliputi biaya gratis pengguna BlackBerry, biaya Rp3.500 per SMS per telepon per menit. "Ke depan promo ini diperluas ke lima benua," katanya.

Di samping memberikan promo hemat untuk bertelepon/SMS dan pemakaian layanan BB, XL juga memberikan tarif hemat untuk akses data sepuasnya dengan biaya Rp25 ribu per hari atau Rp25 per kb.

"Program paket murah bertelepon dari luar negeri itu bisa menghemat ongkos jasa telekomunikasi yang dibayarkan pelanggan hingga 90 persen dibanding sebelum ada promo," katanya. (Ant/OL-9)


• MediaIndonesia

Yogyakarta Siapkan Tiga Sekolah Siaga Bencana

Bantul memilih tiga sekolah dan desa dalam proyek percontohan siaga bencana.


Kepanikan gempa di sekolah (ANTARA/ Maril Gafur)
VIVAnews - Tiga sekolah di Yogyakarta yaitu Sekolah Dasar (SD) Parangtritis, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Imogiri II, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Kretek menjadi pilot project sekolah siaga bencana. Pemilihan tiga sekolah  itu mengingat di daerah tersebut rawan bencana. Mulai dari gempa yang dapat menimbulkan tsunami hingga tanah longsor.

“Di SD Parangtritis dan SMA Kretek merupakan sekolah yang berada tak jauh dari pantai Selatan Yogyakarta sehingga rawan terjadinya gempa yang disusul dengan tsunami. Sedangkan, SMP Imogiri II merupakan sekolah yang tak jauh dari daerah penggunungan yang rawan longsor jika terjadi gempa dan juga hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Ketua Pelaksanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, DIY, Dwi Daryanto,  Sabtu, 21 April 2012.

Kurikulum siaga bencana telah diajarkan ke seluruh kelas mulai dari kelas 1 hingga kelas 12 di ketiga sekolah ini. Setiap bulan pun dilaksanakan simulasi tanggap dini terhadap bencana tanah longsor akibat gempa dan tsunami.

Menurut Dwi, pada tahap awal hanya tiga sekolah yang dipilih. Setelah itu target dikembangkan untuk seluruh sekolah di Kabupaten Bantul.

BPBD Kabupaten Bantul juga melaksanakan pilot project Desa Tangguh Bencana Gempa dan Tsunami. Pemerintah memilih tiga desa percontohan yakni satu desa di Kecamatan Sanden, satu desa di Kecamatan Srandakan, dan satu Desa di Kecamatan Kretek.

“Desa-desa tersebut merupakan desa yang paling dekat dengan pantai sehingga rawan terjadinya bencana gempa yang disusul dengan tsunami,” ujar Dwi.

Program sekolah siaga bencana dan desa tanggap bencana ini diharapkan membuat masyarakat yang berada di lokasi dapat sedini mungkin mengevakuasi diri saat terjadi bencana gempa dan tsunami. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi korban jiwa.

“Kesadaran daerah yang rawan terhadap gempa dan tsunami dari masyarakat sendiri akan mendorong masyarakat untuk tanggap lebih dini terhadap bencana yang mengancam sewaktu-waktu,” imbuhnya.

Di Bantul sendiri telah ada sekitar 8 titik yang dipasangkan alat peringatan dini yang ditempatkan disepanjang pantai selatan Bantul. Ketika terjadi gempa dan disusul dengan tsunami, alat tersebut dapat menyala. Ini dapat menjadi peringatan kepada masyarakat agar menjauh dari pantai.

“Setiap tanggal 26 kami mencoba alat peringatan dini tersebut sehingga dapat diketahui apakah alat tersebut berfungsi dengan baik atau tidak,” jelasnya (umi)

Kemendikbud telah mencanangkan pendidikan siaga bencana sejak tahun lalu. 

VIVAnews - Indonesia terletak pada pertemuan empat lempeng dan memiliki gunung aktif terkaya di dunia sebanyak 129 buah. Sebagai negara yang menyimpan potensi bahaya, pengetahuan mengenai  bencana sudah masuk dalam bahan ajar untuk siswa SD, SMP, dan SMA sejak 2011.
Dari edukasi ini diharapkan murid sekolah siap setiap saat terjadi bencana alam seperti banjir, kebakaran, gempa, longsor, dan tsunami.

Pendidikan ini memiliki tujuan umum untuk memberikan gambaran dan acuan dalam proses pembelajaran siaga bencana. Guru dan kepala sekolah mendapat pendidikan dan pelatihan untuk dapat menerapkan pendidikan dan keterampilan siaga bencana.

Melalui pendidikan ini diharapkan siswa mampu berpikir dan bertindak cepat, tepat, dan akurat saat menghadapi bencana. Sikap empati terhadap korban bencana juga dibangun agar siswa dapat membantu orang lain.

Pendidikan yang diberikan tidak mencakup bencana sosial seperti kerusuhan dan tawuran. Hanya seputar bencana alam saja. Panduan materi yang disiapkan Kemendikbud bersama para pakar bencana alam ini diberikan dalam bentuk CD dan buku.

Edukasi bencana dapat dilaksanakan dengan tiga cara. Apabila kebutuhan sekolah hanya sekadar pengetahuan saja, maka bahan ajar akan berintegrasi dengan mata pelajaran. Bisa masuk dalam pelajaran yang memiliki kaitan seperti geografi dan pengetahuan alam.

Jika kebutuhan dirasa perlu mencakup pelatihan, maka dapat dimuat dalam muatan lokal dan Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH). Panduan akan lebih dari sekedar sisipan informasi dalam pelajaran. Pelaksanaan pendidikan dapat pula meluas hingga kegiatan ekstrakulikuler.

Setiap kelas tentu memiliki materi yang telah disesuaikan. Sebagai contoh, untuk kelas 1 SD standar kompetensi diberikan untuk mengenal konsep dasar pengelolaan bencana, macam-macam bencana, cara penanggulangan bencana, dan dampak bencana.

Penerapan pada kelas 4 SD memiliki standar kompetensi yang lebih lanjut. Siswa diajarkan mengemukakan konsep pengelolaan risiko bencana, menjelaskan macam-macam bencana dan penyebabnya, menerapkan cara penanggulangan bencana, dan menyadari dampak dari bencana.  

Waktu pelaksanaan pembelajaran pendidikan siaga bencana disampaikan dalam berbagai cara. Edukasi dapat diberikan dalam 2 semester dalam 1 tahun ajaran. Dalam satu minggu, muatan lokal dapat disampaikan 1 jam pelajaran atau lebih. Pembelajaran integrasi disampaikan sesuai mata pelajaran yang diintegrasikan. Dalam 1 tahun ajaran terdapat 2 kali simulasi bencana.

Kegiatan belajar-mengajar pun tidak harus di dalam kelas saja. Praktik bisa digelar di halaman, lingkungan sekitar sekolah, pantai, pegunungan, kunjungan ke pemadam kebakaran, museum, dan tempat umum lainnya.

Latihan dan Evaluasi
Program ini juga menyediakan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk mengukur kemampuan siswa. Struktur LKS pendidikan siaga bencana terdiri dari Lembar Apersepsi yang memuat pertanyaan untuk menguji pemahaman siswa, Aku Perlu Tahu berisi rangkuman materi, aktivitas yang terdapat contoh kasus untuk pencarian solusi,  percobaan sebagai tugas eksperimen, dan kumpulan doa.

Evaluasi pendidikan diukur berdasarkan beberapa aspek  yakni kognitif, afektif, dan psikomotor. Aspek kognitif mencakup pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Aspek afektif menilai penerimaan, tanggapan, penilaian, pengorganisasian, dan pembentukan watak. Aspek psikomotor terdiri dari meniru, menyusun, melakukan prosedur, melakukan dengan baik dan tepat, serta melakukan tindakan secara alami.

Soal latihan gempa bumi dapat berbentuk seperti, "Benda yang harus kita bawa untuk keadaan darurat adalah..." Untuk materi mengenai tsunami dapat berisi pertanyaan mengenai tanda-tanda tsunami hingga asal-usul namanya. Bencana banjir dapat membahas mengenai kebersihan lingkungan hingga penyakit pasca banjir.

Siaga bencana memuat pula muatan agama. Siswa diajarkan doa ketika mengalami bencana hingga kumpulan ayat suci terkait bencana alam dan cobaan. 

"Semua pelaksanaan materi diserahkan kepada sekolah," ujar Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud, Diah Harianti.

Diah menyebutkan, setiap daerah memiliki kebutuhan berbeda terhadap edukasi siaga bencana. Sebagai wilayah yang rawan bencana, Aceh mengimplementasikan edukasi dalam muatan lokal karena dinilai sangat perlu. Jakarta justru lebih ringan menanggapi siaga bencana. Sebagai ibukota, pendidikan yang diberikan sebatas integrasi. (umi)


• VIVAnews

Sabtu, 21 April 2012

UGM Kembangkan Konverter BBG Ekonomis

JAKARTA--MICOM: Para Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) berhasil mengembangkan konverter bahan bakar gas (BBG) ekonomis yang lebih murah jika dibandingkan dengan konverter lain yang beredar di pasaran.

Keandalan dan durabilitas inovasi anak negeri ini pun terbukti setelah diujikan dalam sebuah mobil yang sukses menempuh perjalanan Yogyakarta-Jakarta.

Prestasi ini terungkap kala perwakilan tim riset UGM yaitu Muhammad Nurul Ahbab (Teknik Mesin 2009) dan Muhammad Bastiansyah (Teknik Industri 2006) diterima oleh Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jumat (20/4) pagi. Rombongan UGM ini dipimpin oleh Dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Jayan Sentanuhady.

Hasil riset tim UGM ini sebagian besar dibuat dengan menggunakan material yang diperoleh dari dalam negeri. Hanya satu komponen dari 20 konverter, yaitu injektor selenoid, yang harus diimpor karena belum ada di Indonesia.

"Konverter ini bisa diproduksi di Indonesia dengan harga jual Rp8 juta-Rp9 juta. Di pasaran, konverter impor harganya mencapai Rp12 juta hingga Rp15 juta," jelas Jayan.

Konverter BBG UGM ini juga diklaim aman karena memiliki dua hingga tiga safety device yang akan bekerja melepaskan gas dari tabung jika temperatur dan tekanan telah melebihi batas aman.

Selain ramah lingkungan karena gas buang yang lebih bersih dibanding bensin, konverter ini mampu menghemat uang pengguna kendaraan bermotor dalam persentase yang cukup signifikan.

Menurut Bastiansyah, konsumsi konverter BBG inovasi UGM adalah 1 lsp (liter setara premium) untuk 14 km (1:14). Bensin Premium sendiri berada di kisaran 1:10.

"Dalam riset 20-30% lebih hemat, tetapi faktualnya diujicoba Yogyakarta-Jakarta bisa hemat 40% dibanding menggunakan bensin, dengan kecepatan perjalanan rata-rata 80 km per jam," jelasnya. (*/OL-9)


• MediaIndonesia

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More