blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 29 Oktober 2010

Human Error, Deteksi Tsunami Mentawai Ngawur

INILAH.COM, Jakarta Gagalnya peringatan tsunami di Mentawai telah menimbulkan korban ratusan jiwa. Peringatan tsunami itu ngawur dinilai karena telah terjadi human error.

Bisa dikatakan human error, BPPT sendiri hanya memasang di tempat-tempat tertentu yang dicurigai saja, kata Awang Harun Satyana, Geolog Senior Indonesia saat dihubungi INILAH.COM.

Ia mencontohkan masalah SDM lain seperti para ahli gempa justru menunggu gempa di Padang dan menyiapkan evakuasi. Tapi gempanya sendiri ternyata tak terjadi di wilayah itu.

Malah terjadinya di Bengkulu atau Nias. Jadi kita nggak tahu, jika ada tsunami terjadi maka tidak terdeteksi, tambahnya.

Ia menambahkan alat deteksi dini harusnya dipasang di sepanjang Sumatera dan Jawa. Selain juga di utara Papua, utara Halmahera, utara Sulawesi.

Namun menurut Awang pemasangan alat itu hanya sebagai simbolik saja. Biar orang tahu kalau di sini ada tsunami warning system, katanya.

Ia menyayangkan karena sistem peringatan dini sangat mahal, Indonesia juga kurang meneliti alat semacam itu. Padahal Indonesia di kelilingi banyak bencana, dan seharusnya dipasang secara reguler.

Saya melihat pemasangan ini hanya pada titik tertentu dan hanya menunjukkan secara simbolik saja. Padahal banyak yang masih bolong.

Ia mengatakan yang paling penting adalah pendidikan kepada masyarakat. Warning system sendiri pertama masuk ke lembaga penelitian, dan ujung-ujungnya ke kepala desa.

Nah sistem estafet ini juga harus jelas. Jadi menurut saya lebih penting ke masyarakat, katanya.[ito]


Inilah

Jaringan Normal, Operator Gratiskan SMS

Trafik komunikasi sempat mengalami lonjakan hingga 80% di Mentawai dan 63% di Merapi.

foto ilustrasi bts

VIVAnews - Seiring pulihnya jaringan yang melayani masyarakat di lokasi bencana alam tsunami di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat dan meletusnya gunung Merapi di Yogyakarta, Telkomsel menggratiskan layanan SMS ke semua operator.

Layanan SMS gratis ini berlaku bagi seluruh pelanggan kartu Halo, Simpati, dan kartu As yang sedang berada di kedua wilayah bencana tersebut.

“Layanan SMS gratis ini ditujukan Telkomsel untuk para korban bencana,” kata Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel, pada keterangannya, 29 Oktober 2010. “Layanan ini juga ditujukan untuk membantu kelancaran serta kenyamanan lalu lintas komunikasi seluruh pihak dalam berkoordinasi selama masa pemulihan kondisi paska bencana,” ucapnya.

Saat ini, seluruh 5 menara Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel di kepulauan Mentawai dan 30 BTS di wilayah gunung Merapi telah beroperasi dengan normal.

Saat musibah terjadi, trafik komunikasi sempat mengalami lonjakan hingga 80 persen di kepulauan Mentawai dan 63 persen di sekitar gunung Merapi. Meski demikian, kenaikan lalu lintas komunikasi ini sudah diantisipasi sehingga pelanggan tetap nyaman berkomunikasi di wilayah bencana.

Selain layanan SMS gratis, Telkomsel juga telah membuka 6 posko pelayanan pelanggan di sekitar wilayah gunung Merapi yakni di Media Centre di Yogyakarta (Posko Utama Pakem), dua di posko Yogyakarta (Posko Kantor Desa Hargo Binangun dan Posko SMP 2 Hargo Binangun), di posko Klaten (Posko Desa Keputraan), dan dua di posko Magelang (Posko Balai Desa Tanjung dan Posko Balai Desa Dukun).

Lewat tim Telkomsel Emergency Response and Recovery Activity (TERRA), operator tersebut juga membuka posko tanggap darurat di sekitar lokasi bencana dan titik pengungsian. Di sana disediakan layanan kesehatan dan dapur umum, bantuan selimut, sarung, handuk, pembalut wanita, dan lain-lain sebagai bentuk kepedulian sosial bagi para korban bencana.



VIVAnews

Jaringan Telco di Mentawai-Merapi Aman

Dua BTS di Siberut Utara dan Tua Pejat sempat terkendala pasokan listrik dan bahan bakar.

Wedus Gembel saat letusan Gunung Merapi tahun 2006 (www.volcanodiscovery.com)

VIVAnews - Indonesia baru saja diguncang bencana alam bertubi-tubi. Penduduk di dua wilayah, termasuk di Pulau Mentawai-Sumatera Barat dan sekitar wilayah Gunung Merapi, menjadi korbannya.

Jaringan operator telekomunikasi yang sempat terputus di Mentawai mulai membaik. Begitu pula di kawasan Merapi. Telkomsel, Telkom, dan XL telah memberikan konfirmasinya melalui keterangan resmi.

Di Pulau Mentawai-Sumater Barat, Telkomsel menjadi satu-satunya operator yang melayani wilayah tersebut dengan infrastruktur lima BTS (base transceiver station).

"Dua BTS di Siberut Utara dan Tua Pejat sempat terkendala pasokan listrik dan bahan bakar. Tapi, kini kelima BTS sudah dalam kondisi baik dan beroperasi normal. Trafiknya sempat melonjak hingga 80 persen," kata Ricardo Indra, GM Corporate Communications Telkomsel, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Rabu 27 Oktober 2010.

Sedangkan di wilayah letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, terdapat 30 BTS milik Telkomsel yang berada pada radius 20 kilometer dari Merai. Dari jumlah tersebut, dilaporkan tidak ada BTS yang mengalami gangguan.

Anak perusahaan Telkom Group ini melalui tim Telkomsel Emergency Response and Recovery Activity (TERRA) juga membuka posko pelayanan di sekitar lokasi bencana dan titik pengungsian Mentawai dan Merapi.

Bagi pelanggan yang ingin menyampaikan donasi kepada para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi dapat mengakses *811# atau SMS donasi, cukup ketik DONASI lalu kirim ke nomor 5000.

Hal serupa juga dilakukan induk perusahaan Telkom yang mengoperasikan Posko Tanggap Bencana Merapi di lokasi-lokasi pengungsian seperti di Turi, Muntilan dan Glagaharjo Kaliadem Cangkringan. Masyarakat maupun petugas bisa memanfaatkan sarana telekomunikasi yang tersedia di Posko tersebut.

Sementara untuk membantu menanggulangi bencana gempa dan tsunami di Pulau Mentawai, perusahaan juga mendirikan Posko Telkom Peduli bertempat di kantor Telkom Tua Pejat yang berlokasi di dekat kantor bupati Mentawai.

"Jajaran Telkom di Mentawai, Sumatera Barat, dan Yogyakarta yang terkena langsung dampak bencana tersebut diminta meningkatkan kesiagaan agar fasilitas telekomunikasi tidak mengalami gangguan," kata Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication Telkom.

Selain Telkomsel dan Telkom, PT XL Axiata Tbk (XL) juga turut menyediakan fasilitas telepon umum gratis dan bantuan logistik ke lokasi pengungsian di Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diketahui terdapat 17 BTS XL (2G/3G) yang berdiri di sekitar Gunung Merapi. Sementara di seluruh Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat 2.408 BTS (2G/3G) yang melayani sekitar tujuh juta pelanggan. (umi)



VIVAnews

Merapi Meletus, Trafik Selular Naik 63%

Trafik naik signifikan sejak operator telekomunikasi menyediakan layanan telepon gratis.

Letusan Gunung Merapi tahun 2010 (AP Photo)

VIVAnews - Indonesia kembali diguncang bencana alam. Setelah Tsunami yang melanda Kepulauan Mentawai, pada 26 Oktober silam, terjadi letusan dan luncuran awan panas dari Gunung Merapi.

Namun, untuk jaringan telekomunikasi yang perannya sangat krusial dipastikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berjalan normal dan tidak menemui kesulitan.

"Kualitas layanan telekomunikasi yang disediakan oleh para penyelenggara telekomunikasi di sejumlah posko penyelematan bencana dan pusat-pusat penampungan pengungsian di sekitar lereng Gunung Merapi, khususnya di Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten sama sekali tidak ada kesulitan," kata Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, melalui keterangan resminya, Jumat 29 Oktober 2010.

Perlu diketahui, saat terjadi letusan Gunung Merapi, kenaikan trafik telekomunikasi dicatat mencapai 40 sampai dengan 63 persen, khususnya pada tanggal 26 Oktober 2010 sore hingga 27 Oktober 2010 malam. Lonjakan trafik telekomunikasi tersebut dapat diatasi meski pada awalnya belum mendapat tambahan jaringan mobile.

Beberapa penyelenggara telekomunikasi dilaporkan menyediakan mobile BTS dan mobile business center (termasuk jaringan Internet), sehingga memungkinkan sejumlah media massa nasional dapat melakukan up link dan down link secara langsung untuk pengirimam berita atau siaran langsung dari lokasi-lokasi penampungan pengungsi.

Selain menjaga penyelenggaraan telekomunikasi tetap aman, para penyelenggara telekomunikasi juga menyediakan fasilitas layanan telepon gratis yang mendorong trafik telekomunikasi di sekitar lokasi bencana. Layanan ini khusus diperuntukan bagi para pengungsi dan keluarganya, yang dipasang di tempat-tempat penampungan pengungsi, baik di Hargobinangun (Sleman), Dukun (Magelang), Selo (Boyolali), Deles dan Kemalang (Klaten).

Bagi pelanggan yang ingin menyampaikan donasi kepada para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi, operator juga membuka layanan melalui SMS. Misalnya, pelanggan Telkomsel dapat mengakses *811# atau SMS donasi, cukup ketik DONASI lalu kirim ke nomor 5000.

Inisiatif serupa juga dilakukan induk perusahaan Telkom melalui program SMS Donasi 5000. Para pelanggan Flexi yang ingin menyumbang cukup mengetik SMS dengan format: PEDULI dikirim ke nomor 5000, maka sumbangan senilai Rp 5.000 akan disalurkan kepada korban bencana melalui Program TELKOMGroup Peduli. (hs)



VIVAnews

Kamis, 28 Oktober 2010

Telkomsel dan Indosat Bantu Pengungsi di Mentawai dan Merapi

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pperator seluler memberikan bantuan kepada para korban bencana di Mentawai, Sumatera Barat dan Yogyakarta. PT Telekomunikasi Selular menggratiskan SMS bagi mereka yang sedang berada di kedua wilayah bencana tersebut.

Direktur Utama PT Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan layanan ini untuk memberikan bantuan kepada warga yang sedang terkena bencana. Telkomsel sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membantu layanan selama pascabencana. "Ini untuk meringankan saudara-saudara kita juga," ujar Sarwoto dalam siaran persnya.

Selain layanan SMS gratis, Telkomsel juga membuka enam posko pelayanan pelanggan di sekitar wilayah Gunung Merapi. Terdiri dari satu Media Centre di Yogyakarta (Posko Utama Pakem), dua posko di Yogyakarta (Posko Kantor Desa Hargo Binangun dan Posko SMP 2 Hargo Binangun), satu posko di Klaten (Posko Desa Keputraan), dan dua posko di Magelang (Posko Balai Desa Tanjung dan Posko Balai Desa Dukun). Di setiap posko pelayanan ini, Telkomsel menyediakan layanan telepon gratis, kartu perdana gratis, voucher isi ulang pulsa gratis, akses Internet gratis, dan layanan isi ulang listrik ponsel gratis. Posko serupa juga saat ini sedang didirikan untuk membantu para korban bencana tsunami di Kepulauan Mentawai.

Selain Telkomsel, Indosat juga menurunkan bantuan kepada pengungsi di sekitar lokasi bencana Merapi. Indosat menurunkan bantuan kesehatan melalui Mobil Klinik, bantuan sosial serta layanan telekomunikasi telepon gratis bagi para korban, dan relawan. Indosat juga memberikan fasilitas Internet gratis untuk jurnalis dalam melaksanakan tugasnya.

“Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban para korban” demikian disampaikan Djarot Handoko, Division Head Public Relations Indosat.

Untuk kondisi base transceiver station (BTS), baik Indosat dan Telkomsel mengatakan sudah kembali berfungsi normal. Saat ini lima menara BTS Telkomsel di Kepulauan Mentawai dan 30 BTS di wilayah Gunung Merapi beroperasi dengan normal. Pada saat terjadinya musibah, lalu lintas komunikasi kedua wilayah sempat melonjakan hingga 80 persen di Kepulauan Mentawai dan 63 persen di sekitar Gunung Merapi.(DIAN YULIASTUTI)


TEMPOInteraktif

Operasi Chevron Terganggu akibat Ledakan Pipa Minyak

PEKANBARU--MICOM: Ledakan pipa minyak PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di
Desa Manggala Jonson, Kelurahan Banjar 12, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, mengakibatkan kegiatan operasi PT CPI tidak berjalan normal.

Meski begitu, ledakan pipa yang terjadi pada pukul 07.00 WIB, Kamis (28/10), tidak berdampak terhadap produksi minyak perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas asal Amerika Serikat tersebut.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan tidak ada dampak terhadap produksi," tegas Manager Communication PT CPI Hanafi Kadir kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Kamis (28/10).

Perbaikan kondisi pipa yang bocor akibat ledakan itu diperkirakan selesai pada sore ini. Namun, Hanafi membenarkan, akibat peristiwa tersebut, aktivitas perusahaan yang berkapasitas produksi 400 ribu barel per hari itu tidak dapat berjalan normal.

"Operasi diperkirakan dapat berjalan normal pada sore ini. Penyebab kejadian masih dalam penyelidikan," ungkapnya.

Ledakan seperti bom yang terjadi pada pipa minyak Chevron di sekitar jalur lintas Riau-Sumatra Utara, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, menghentak warga. Pipa saluran ke kilang Dumai itu menyemburkan minyak mentah setinggi 10 meter.

Ketika ledakan terjadi, sepeda motor milik warga yang berada di sekitar pipa bahkan terlempar sejauh 15 meter. Akibat peristiwa itu, dua warga sekitar yakni Wanda, 6, dan Rini, 16, menderita luka bakar serius.

Tiga rumah milik warga sekitar yaitu Anto, Sudiki, dan Yunus terkena tumpahan bocoran dari minyak mentah tersebut. (OL-5)


MediaIndonesia

BMKG Bantah Cabut Peringatan Tsunami Mentawai

JAKARTA--MICOM: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membantah bahwa pihaknya telah mencabut peringatan dini sebelum tsunami terjadi.

Menurut Kepala BMKG Pusat Sri Woro B Harijono, kesalahan kemungkinan besar terjadi di tingkat pemerintah daerah karena pihaknya mengaku sudah mengirimkan peringatan dini ke pemda setempat hanya lima menit setelah gempa terjadi pada pukul 21.42.

"Berita yang menyebut bahwa BMKG telah mencabut peringatan dini sebelum tsunami itu tidak benar. Kami sudah bertindak sesuai standard operating procedure yang benar dan kami pun sudah mengirim peringatan tsunami ke pemda," ungkap Sri Woro saat melakukan jumpa pers di kantornya, Kamis (28/10).

Hal ini diperkuat dengan konfirmasi yang didapat dari pemda setempat dua hari setelah kejadian. Melalui sambungan telepon, pemda setempat menyatakan telah menerima peringatan, namun tidak bisa memberi peringatan tsunami kepada masyarakat setempat karena ketiadaan sirine di Pagai Selatan serta pendeknya jarak antara gempa dengan tsunami.

"Gempa dan tsunami hanya berjarak sekitar tujuh menit, sementara kami membutuhkan lima menit setelah gempa untuk menganalisa apakah gempa itu berpotensi tsunami atau tidak. Belum lagi, di sana tidak ada sirine seperti yang telah dipasang di Aceh maupun Padang," tambah Sri Woro.

Gawatnya, BMKG meyakinkan bakal terjadi gempa induk lainnya di bagian lain Mentawai karena masih aktifnya lempeng Sumatera dan Eurasia.

Hal itu sesuai dengan hasil penelitian dari peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Hery Harjono menyatakan bahwa Kepulauan Mentawai masih akan dilanda gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter yang disertai tsunami akibat belum terbukanya satu kuncian di sekitar Siberut-Pagai Utara.

Untuk mengantisipasi hal ini, banyak hal yang harus menjadi pekerjaan rumah pemerintah, di antaranya menentukan tempat evakuasi, memasang rambu menuju tempat tersebut, maupun latihan rutin simulasi tsunami. Namun tetap saja, masyarakat menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas keselamatan mereka sensdiri.

Pasalnya menurut Kepala Koordinasi Peringatan Tsunami Samudera Hindia dari UNESCO Ian Sopaheluwaken, pelajaran yang bisa diambil dari kejadian Mentawai ialah peringatan dini tidak bisa dijadikan penyelamat utama.

"Pokoknya, begitu masyarakat merasakan gempa, mereka harus langsung lari ke tempat yang lebih tinggi, terlebih untuk Mentawai atau daerah lain yang dikelilingi perairan laut dalam yang menyebabkan gelombang tsunami makin cepat bergerak ke daratan," tandas Ian. (OL-9)


MediaIndonesia

Modem Google Chrome MLW-Telkomsel Dibandrol Rp799.000

JAKARTA - MLW Telecom, produsen modem merek SpeedUp menggaet Telkomsel untuk memasok layanan data untuk modem terbarunya SpeedUp 9500SU Google Chrome. Modem ini diklaim mampu memenuhi kebutuhan pelanggan untuk melakukan browsing super cepat.

Kecepatan layanan data Telkomsel yang ditawarkan di produk terbaru ini mencapai sekira 7,2 Mbps (downlink) dan uplink hingga 5,72 Mbps.

"Perkembangan akses browser yang pesat, memberikan peluang bagi SpeedUp dan Telkomsel untuk menjaring pelanggan baru dengan menawarkan fasilitas Google Chrome Web Browser dan Googke search Toolbar, integrated social network application, Twitter, Facebook dan SpeedUp Plaza," kata Rahmad Widjaja Sakti saat acara peluncuran modem SpeedUp 9500SU di Jakarta, Kamis (28/10/2010).

Dikatakan Rahmad, MLW menawarkan sekira enam pilihan warna untuk modem Google Chrome 9500SU. Harga yang ditawarkan untuk paket bundling Modem Google Chrome yakni, Rp799.000 termasuk paket perdana Simpatu dengan bonus internet 300 MB. Pelanggan bisa mendapatkan modem ini mulai 3 November d ajang Indocomtech 2010 di 11 kota yakni, Jakarta, Bandung, Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, Pekan Baru, Bandar Lampung, Palembang, Pontianak, Makassar dan Manado.

Pada kesempatan yang sama, Deputy VP Channel Management Telkomsel Agus Setia Budi mengatakan, tingginya pertumbuhan pengguna Google Chrome memberikan kesempatan Telkomsel untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat. "Jumlah pengguna browser Google Chrome terus meningkat setiap tahun. Pengguna Google Chrome, menurut data Statcounter Global Stats melonjak lebih dari 200 persen dalam kurun waktu setahun terakhir," kata Agus.

"Tujuh Persen diantaranya berasal dari Indonesia," kata Agus.

Dijelaskan Agus, modem Google Chrome akan langsung beroperasi secepat mungkin setelah dihubungkan ke komputer atau laptop. Dimulai dari desktop, memuat halaman web dalam sekejap, dan menjalankan aplikasi web yang rumit dengan cepat. Tampilan Chrome juga minimalis sehingga mudah digunakan, misalnya untuk menelusuri dan menavigasi dari kotak yang sama, serta mengatur tab sesuai keinginan.(ugo)



Okezone

Telkom Fasilitasi 110 Juta Pelanggan Sumbang Bencana via SMS

JAKARTA - PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) melalui program TELKOMGroup Peduli akan memfasilitasi anggota masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Pulau Mentawai dan Gunung Merapi melalui program SMS Donasi 5000.

Para pelanggan Flexi yang ingin menyumbang cukup mengetik 'PEDULI' lalu dikirim ke nomor 5000, maka sumbangan senilai Rp 5.000 akan disalurkan kepada korban bencana melalui Program TELKOMGroup Peduli. Sedangkan untuk pelanggan Telkomsel prosedurnya adalah mengetik 'DONASI' dan mengirimnya ke nomor 5000.

Khusus untuk pelanggan Telkomsel, pengiriman donasi juga bisa dilakukan secara pratis dengan men-dial nomor *811#. Segera setelah prosedur itu dilakkukan, maka akan muncul berbagai menu pilihan yang membimbing pelanggan ke mana dana akan disalurkan serta berapa nilai donasi yang diinginkan.

Menurut Vice President Public and Marketing Communication TELKOM, Eddy Kurnia, bencana alam di kedua daerah tersebut telah mengetuk perhatian dan kepedulian banyak orang. "Melalui program SMS Donasi 5000 dan fasilitas *811# ini masyarakat bisa segera menyalurkan kepeduliannya tersebut secara cepat dan mudah," jelas eddy dalam keterangannya, kamis (28/10/2010).

"Saat ini pelanggan Flexi tercatat berjumlah 16 juta sedangkan pelanggan Telkomsel mencapai 94 juta. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk dapat melakukan pengiriman SMS Donasi sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," imbau Eddy.

Sementara itu, masih terkait dengan bencana alam, panitia dan peserta balap sepeda Speedy Tour d'Indonesia 2010 sepakat menyumbangkan hadiah senilai USD 6,150 (sekitar Rp 60 juta) kepada korban bencana Gunung Merapi. Sedianya Kamis, 28 Oktober 2010 Speedy Tour d'Indonesia memasuki etape V, yakni Semarang-Boyolali-Selo-Yogyakarta.

"Etape V Semarang-Yogyakarta ini kami namakan Etape Peduli Merapi, karena hadiah yang panitia sediakan pada etape ini seluruhnya akan disalurkan untuk membantu penanggulangan bencana Gunung Merapi," ujar Eddy.


Bantuan dari panitia Speedy Tour d'Indonesia 2010 tersebut melengkapi bantuan lain yang telah dialokasikan TELKOM. Melalui program TELKOM Peduli telah dialosikan dana tanggap darurat bencana Merapi tahap pertama senilai Rp 100 juta. "Jumlah yang sama telah dialokasikan juga untuk membantu penanggulangan bencana di Pulau Mentawai," kata Eddy. (ugo)

Okezone

Jepang Berminat Bangun Pabrik Pengalengan Ikan

MI/Usman Iskandar/vg

KOTABARU--MICOM: Investor asal Jepang berminat membangun pabrik pengalengan ikan di Kotabaru, Kalimantan Selatan. Calon investor telah melakukan survei ke para nelayan yang akan menjadi mitra kerjanya yang tersebar di Kotabaru.

"Bahkan calon investor itu berencana memberikan bantuan kapal khusus untuk mengumpulkan ikan hasil tangkapan kepada nelayan," kata Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, Rabu (27/10).

Ikan yang akan dijadikan bahan baku, di antaranya cakalang dan timbang. Soalnya, dua jenis ikan tersebut cukup melimpah dan harganya murah.

"Jika cakalang dan timbang itu dijual dengan tanpa sentuhan tangan terampil dan teknologi, mungkin harganya sangat murah. Namun, setelah dikemas dalam kaleng dan dijual ke luar negeri harganya akan berlipat ganda," ujar dia.

Selain pengalengan ikan, calon investor itu juga berminat untuk berbisnis kerang (tembayangan), karena Kotabaru juga sebagai penghasil kerang/tembayangan. Kerang tembayangan merupakan salah satu hewan yang hidup di lautan yang padat protein dan digemari oleh masyarakat Jepang dan negara-negara di Asia. (Ant/OL-5)



MediaIndonesia

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More