blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 08 Januari 2024

Vinfast Bangun Pabrik Mobil Listrik di Bekasi

https://akcdn.detik.net.id/visual/2023/10/12/mobil-mobil-vinfast_169.png?w=650&q=90Pabrik Vinfast di Bekasi rencananya bakal dibangun mulai kuartal kedua 2024. (Vinfast Auto) 🚗

V
infast Indonesia membeberkan sedikit detail tentang pembangunan pabrik mereka di Indonesia dan mengungkap rencana produksinya ditujukan juga buat ekspor ke negara setir kanan di Asia Tenggara dan Australia.

Pabrik Vinfast rencananya didirikan di Bekasi, Jawa Barat mulai kuartal pertama 2024. Ternyata bukan cuma mobil listrik, pabrik ini seluas 200 hektare ini juga bakal memproduksi baterai dan sepeda motor listrik.

Menurut penuturan Direktur Penjualan dan Jaringan Vinfast Indonesia Surachman Nugroho, Jumat (5/1), produk pabrik Bekasi akan melayani pasar ekspor setir kanan seperti Thailand, Malaysia, Singapura dan Australia.

Buat Indonesia, ungkap Surachman, Vinfast akan membawa model pertamanya, VF 5. Crossover listrik kelas city car ini dikatakan bakal dijual harga kompetitif untuk bersaing dengan Wuling Air EV yang merupakan mobil listrik paling terjangkau di Indonesia saat ini.

VF 5 saat ini dijua di Vietnam seharga 468 juta vnd hingga 584 juta vnd atau sekitar Rp 298 juta sampai Rp 372 juta. Sedangkan Air EV banderolnya tanpa subsidi Rp 206 juta hingga Rp 299,5 juta.

VF 5 dikatakan bakal mendebut di dalam negeri di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024. Pameran otomotif tahunan ini dijadwalkan dibuka pada 15 Februari dan berlangsung sampai 25 Februari.

"Masuknya VinFast ke Indonesia, akan lebih memberikan warna baru dan juga akan meramaikan pasar elektrifikasi di Indonesia," kata Surachman.

Pada tahun pertama Vinfast belum menjual mobil listrik buatan dalam negeri, pemasaran bakal dilakukan memakai produk completely built up (CBU) dari Vietnam. Selain VF 5, model lain yang dibawa ke dalam negeri lainnya adalah VF 6 dan VF 7. (fea)

  🏍 CNN  

Minggu, 07 Januari 2024

Warga RI Disarankan Jangan Jual Laptop dan HP Bekas

 Penjelasan BSSN 
https://ulasan.co/wp-content/uploads/2024/01/Ilustrasi_Jual-HP-Bekas.jpg.webpIlustrasi penjualan handphone bekas di konter ponsel. (Foto:Dok/KasKus) 📱

B
adan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperingatkan warga Indonesia, agar tidak menjual laptop serta handphone (HP) bekas untuk mengganti dengan barang baru.

Sebab selama ini banyak konsumen langsung menjual perangkat HP dan laptop bekasnnya, untuk digantikan dengan yang baru.

Pihak BSSN menyarankan, dilansir dari cnnindonesia, sebaiknya kabiasaan itu jangan dilakukan demi keamanan data.

Saya menyarankan ke masyarakat, kalau misalkan memiliki laptop bekas, HP bekas. Itu lebih baik jangan dijual, lebih baik dibiarkan hingga rusak,” kata Sandromedo Christa Nugroho, Ketua Tim Insiden Siber Sektor Keuangan BSSN, Kamis 04 Januari 2024.

Sandromedo menambahkan, jika ada pihak yang tidak bertanggung jawab bisa saja mengambil data yang tersimpan dalam perangkat.

Ini bisa dilakukan bahkan saat data atau informasi telah dihapus,” terang Sandromedo.

Pemulihan data masih bisa dilakukan, meski data sudah dihapus dari file trash bin. Hal serupa juga terjadi pada riwayat data yang terhapus pada ponsel.

Sebab pada perangkat terdapat dua jenis memori. Yakni memori volatile dan non-volatile.

Memori volatile adalah jenis memori pada komputasi yang membutuhkan daya untuk menyimpan informasi yang disimpan.

Misalnya pada RAM atau random-access memory yang akan hilang saat perangkat mati.

Sementara memori non-volatile, lanjut Sandromedo, merupakan memori dengan data yang bisa ditulis dan dihapus. Namun data akan tetap ada meski perangkat dalam kondisi mati.

Karena ada memori-memori yang sifatnya bisa jadi metadata, itu kita bisa lakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan teknik digital forensik, dan ada data yang bisa dipulihkan, meski kemungkinan tidak 100 persen data terbaru,” jelas dia.

Masyarakat masih bisa menjual perangkatnya. Namun dengan catatan, telah mengganti hard disk dari perangkat yang akan dijual terlebih dahulu.

Cara ini diharapkan dapat menghindari risiko data pribadi diambil pihak lain.

Kami sarankan memori memang diambil dulu sebelum dijual, seperti hard disk, atau tukar dengan hard disk lain, namun kalau misalkan memang bisa, baiknya tidak usah dijual daripada ruginya lebih banyak nanti,” ungkapnya.

  ☏ Ulasan  

Sabtu, 06 Januari 2024

Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?

  🛩NMiniatur pesawat N219 Amphibi (Info Penerbangan) 🛩

INDUSTRI dirgantara Tanah Air selangkah lagi menapaki babak baru. N219 Amphibious karya PT Dirgantara Indonesia (DI) pada pertengahan 2024 nanti akan menjalani uji coba. Diperkirakan uji coba pesawat turunan N219 tidak menemui hambatan, sebagaimana halnya dijalani N219. Bila tahapan tersebut bisa dilalui, maka pesawat tersebut bisa diproduksi secara massal dan dioperasionalkan secara komersil. Uji coba N219 Amphibious tentu mengarah pada kemampuan take off maupun landing di perairan laut.

Sebagai pesawat amfibi, pesawat 100 persen rancangan anak bangsa ini dilengkapi dengan float atau pengapung sebagai pengganti roda untuk pendaratan di atas air. Untuk pengembangan komposit float tersebut, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) bekerja sama dengan sejumlah pihak, dan merangkul PT Lundin Industry Invest untuk memproduksinya.

Selain bisa mendarat di air, pesawat ini juga mampu mendarat di darat karena di dalam float terdapat roda pendarat (landing gear). Piranti ini bisa dikeluarkan pada saat melakukan pendaratan di darat, dan disimpan saat mendarat di air. Dengan demikian, pesawat ini sangat multi fungsi dan dapat beroperasi di lebih banyak medan.

Untuk pengembangan pesawat amfibi ini, sejak 2018 Lapan berkolaborasi dengan PT DI dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Kerja bareng ini dilakukan dengan melakukan feasibility study -baik berupa survei untuk pengoperasian pesawat amfibi, marketing, dan engineering.

Sedangkan BPPT digandeng untuk melakukan pengujian model pesawat amfibi yang telah dirancang. Pengujian yang dilakukan berupa wind tunnel test dan hydrodynamic test team. Untuk membangun prototipe N219 Amphibious ini dianggarkan dana sebesar Rp 210 miliar. Selain untuk membuat prototipe pesawat, dana juga diarahkan untuk melakukan sertifikasi standar internasional, sehingga nantinya N219 Amphibious bisa dikomersialisasi secara global.

Sebelumnya, sang kakak - N219 yang diberi nama Nurtanio- telah melewati beberapa materi uji dinamis critical pada proses sertifikasi pesawat angkut ringan. Materi dimaksud meliputi uji one engine out (salah satu mesin dimatikan), uji flutter (model separuh sayap), serta uji stall (kemungkinan pesawat kehilangan daya angkat).

Guna pelaksanaan sertifikasi tersebut, PT DI telah membuat 4 pesawat N-219 untuk dipergunakan pada pengujian. Perinciannya, 2 pesawat dibuat untuk uji darat dan 2 pesawat lainnya untuk uji terbang. Selanjutnya, N219 telah melalui tahap akhir pengujian berupa uji terbang yang dilakukan pilot Kementerian Perhubungan untuk membuktikan bahwa pesawat N219 aman.

Bersyukur, semua tahapan tersebut berhasil dilalui dengan sempurna. Untuk N219 Amphibious, sebelumnya sudah mendapat sertifikasi, namun hanya berstandar nasional. Agar bisa dikomersialkan secara global, juga harus mendapat sertifikasi internasional dari The Federal Aviation Administration (FAA).

Walaupun mengalami keterlambatan, pengembangan N219, termasuk versi amfibi, berjalan lancar. Sejak awal PT DI sudah mengumumkan ratusan pesawat sudah dipesan, terutama dari kalangan pemerintah daerah. Begitupun pengembangan N219 Amphibious tentu berasal dari perhitungan ekonomi yang matang. Benarkah hadirnya N219 Amphibious untuk menjawab kebutuhan pasar? Dan apakah pesawat berpenumpang 19 itu akan laris manis di pasaran?

 Pertimbangan Pasar Realistis
Pengembangan pesawat N219 merupakan bagian dari tanggungjawab Lapan sebagai pemegang amanah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Kebijakan Industri Nasional dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Dibanding produk yang dikembangkan PT DI sebelumnya, yakni N245, maka N219 terkesan tidak ambisius. Paling tidak hal tersebut dilihat dari ukuran pesawat yang jauh lebih kecil. Keputusan bisnis yang diambil untuk memproduksi N219 dan N219 Amphibi mengindikasikan PT DI memilih realistis mengeluarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar negeri ini.

Dalam marketing, keputusan produksi secara sederhana mengacu pada tiga pertimbangan, yakni segmenting, targeting, dan positioning atau lazim disingkat STP. Model pemasaran dilakukan dengan pentahapan, yakni melakukan segmentasi pasar, menargetkan segmentasi pasar yang diyakini paling menguntungkan, serta memposisikan produk yang dijual dengan cara paling bernilai.

Bagaimana operasionalisasi STP tersebut? Untuk segmentasi pasar, keputusan diambil mempertimbangkan kondisi demografis, geografis, psikografis, dan perilaku. Adapun targeting mengarah pertimbangan ukuran segmentasi pasar, profitabilitas, aksesibilitas, fokus pada manfaat, dan ada perbedaan terukur antar-segmen. Sedangkan positioning mempertimbangkan penawaran solusi, identifikasi unique selling proposition, dan membuka kampanye spesifik pada segmentasi target pasar.

Bila dipahami, pemasaran STP ini mengarah pada auidens, bukan produk. Model ini fokus memilih segmen yang paling bernilai dalam bisnis. Dengan begitu, pengembangan produk bisa dilakukan dengan identifikasi peluang pertumbuhan pasar lebih tepat, mengalokasikan sumber daya secara efektif dan efisien, dan membuat perusahaan lebih kompetitif.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan saat berbicara pada Indonesia Development Forum (IDF) 2023 yang diselenggarakan Kementerian PPN RI/Bappenas di Radisson Golf & Convention Center Batam, Kepulauan Riau, menekankan bahwa pengembangan pesawat N219, khususnya N219 Amphibious, diarahkan untuk peningkatan konektivitas antarpulau di Indonesia. Dengan begitu, kehadiran N219 Amphibious dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, serta penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ke wilayah yang belum berkembang.

Saat memutuskan mengembangkan N219 Amphibious pada 2018, Lapan bekerja sama dengan PT DI dan BPPT telah melakukan feasibility study, baik berupa survei untuk pengoperasian pesawat amfibi, marketing, dan engineering. Lapan ingin mengembangkan pesawat yang mampu berperan multi fungsi. Karena itulah, dikembangkan N219 Amphibious yang bisa memenuhi kebutuhan dimaksud karena kemampuan amfibinya. Bukan hanya untuk kebutuhan penumpang dan kargo, tapi untuk keperluan militer dan disaster relief aircraft.

Lapan merancang N219 Amphibious melayani rute penerbangan jarak pendek, sehingga cocok sebagai transportasi antar daerah dengan wilayah kepulauan. Pesawat ini juga menjadi solusi kondisi landasan bandara tidak mulus karena pesawat ini mampu lepas landas dan mendarat di air. Karena itu, pesawat ini diyakini akan tepat manfaatnya bagi daerah terpencil atau pulau-pulau kecil di Indonesia yang tidak mempunyai landasan udara.

 Potensi Kebutuhan
Feasibility study yang dilakukan Lapan bersama BPPT dan PT DI, termasuk di antaranya dari sisi marketing, menunjukkan keputusan membangun N219 Amphibious ini berdasarkan keyakinan pesawat jenis ini sangat dibutuhkan masyarakat atau audiens di Tanah Air dan berpotensi diserap pasar secara luas. Pesawat N219 Amphibious cocok dengan karakteristik geografi Nusantara dan demografi yang tersebar di pulau-pulau terpencil.

Secara keseluruhan N219 telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 44,69 persen, sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Diperkirakan, harga yang dibanderol mencapai USD 6,8 juta untuk N219 dan USD 8 juta dolar untuk N219 Ampibhious. Jika dirupiahkan dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat ditulis sebesar 15,475.623, maka harga N219 Amphibious adalah sebesar hampir Rp 124 miliar, sedangkan harga N219 adalah sekitar Rp 105 miliar. Rencana awal, pesawat bisa dijual pada kisaran USD 5 – 6 juta per unit. Harga ini relatif lebih murah dibandingkan dengan kompetitor, yakni pesawat Twin Otter buatan Kanada yang dipatok sekitar USD 7 juta per unit.

Untuk diketahui, N219 Amphibious memiliki kecepatan hingga 296 km per jam pada ketinggian maksimal 10.000 kaki. Dengan beban 1560 kg, pesawat mampu menempuh jarak hingga 231 km, take-off untuk ketinggian 35 kaki dari darat membutuhkan jarak 500 meter, sedangkan dari air membutuhkan jarak hingga 1.400 meter. Adapun untuk landing dari ketinggian 50 kaki, N219 Amphibious membutuhkan jarak 590 meter untuk di darat, dan 760 meter untuk di laut. Dengan kemapuan take off dan landing di air, N219 Amphibious tidak membutuhkan landasan udara, namun sekadar water based port.

Baik N219 maupun N219 Amphibious memiliki keunggulan karena desainnya mengacu pada teknologi tahun 2000-an, sedangkan kompetitor desainnya adalah teknologi tahun 1960-an. Pesawat ini dapat dikendalikan dengan kecepatan rendah, yaitu 59 knot, hingga dapat dapat mendarat dalam jarak pendek di landasan sepanjang 600 meter. Untuk diketahui, N-219 menggunakan mesin PT6-42A, 850 shaft horse power (shp) buatan Kanada, baling-baling Hartzell buatan AS, dan sistem avionic Garmin 1000 buatan AS. Piranti tersebut dianggap terbaik di bidangnya dan efisien pemeliharaan.

Berdasar spefikasi kemampuan tersebut, N219 Amphibious sangat cocok melayani kebutuhan wilayah kepulauan yang tidak memiliki landasan udara. Berdasar penjelasan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa, banyak daerah di Tanah Air memiliki potensi menggunakan pesawat ini seperti Danau Toba, Pulau Bawah Kepri, Pulau Derawan Kaltim, Raja Ampat, Wakatobi, dan Pulau Moyo.

Selain menarget pemerintah daerah dan perusahaan swasta untuk melayani layanan mobilitas wilayah kepulauan, Kementerian Pertahanan juga membutuhkan pesawat jenis ini untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Selain itu, pesawat jenis sama juga dibutuhkan negara lain yang memiliki spesifikasi gografis serupa. Berdasar data, seperti di kawasan Asia Pasifik, terdapat 150 unit pesawat aktif, dan 45% dari total populasi tersebut telah memasuki masa aging.

Melansir laman resmi pemerintah indonesia.go.id, N219 Amphibious bisa dimanfaatkan untuk berbagai sektor, seperti layanan pariwisata, layanan perjalanan dinas pemerintahan, oil and gas company, layanan kesehatan masyarakat, SAR dan penanggulangan bencana, dan pengawasan wilayah maritim.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan juga menyampaikan bahwa pesawat N219 Amphibious memainkan peran penting dalam memenuhi seluruh rute perintis di wilayah Indonesia seperti Kepulauan Riau secara optimum, untuk membuka akses dan menjangkau pulau-pulau kecil yang belum memiliki bandara/airstrip, serta membuka peluang pengembangan pariwisata dan kekayaan alam laut di pulau-pulau kecil tersebut.

Dia lantas membeberkan, saat ini tercatat sebanyak 8 unit populasi pesawat amfibi di Indonesia. Sedangkan potensi kebutuhan pesawat amfibi di Indonesia dalam 10 tahun kedepan sebanyak 54 unit dan kebutuhan tersebut direncanakan dapat dipenuhi oleh pesawat N219 Amphibious.

Secara teori dan potensi, baik N219 maupun N219 Amphibious memang sangat besar. Untuk N219 misalnya, PT DI sejak awal sudah gembar-gembor sejumlah pemeritah daerah, perusahaan penerbangan Aviastar dan Trigana Air, perusahaan logistik, dan bahkan negara sahabat seperti Kroasia, Laos, dan Thailand sudah menyampaikan minatnya.

Jumlah total N219 yang diminati mencapai ratusan unit. Bahkan pada ajang Indo Defence 2022, PT DI menandatangani kontrak jual beli 11 pesawat N219 dengan PT Karya Logistik Indotama (PT KLI). Sedangkan Kementerian Pertahanan disebut PT DI telah memesan 10 unit pesawat N219, dan teranyar TNI AD memesan 10 unit.

Demi merespons pesanan, sejak awal PT DI menargetkan produksi N-219 pada 2017 rata-rata 6 unit per tahun, lalu pada 2018 sebanyak 10 unit per tahun. Pada 2019 ditingkatkan sebanyak 18 unit per tahun, dan maksimal adalah 20 unit per tahun dengan melihat pula kebutuhan pasar. Dengan kapasitas produksi saat ini, pengerjaan dan pengiriman pesawat dilakukan secara bertahap selama 44 bulan sejak pengukuhan kontrak. Pesawat pertama rencananya diselesaikan setelah bulan ke 24, Selanjutnya PT DI melakukan pengiriman tiap 4 bulan.

Memang masih tanda tanya apakah kontrak pembelian tersebut sudah efektif atau belum mengingat hingga tahun 2023 hampir berakhir belum ada kabar pengiriman N219 ke pembeli, padahal rencana produksi sudah dirancang sejak 2017. Mungkin pula marketing N219 terkendala pandemi, hingga mengalami penundaan. Tentu diharapkan pesanan benar-benar diikuti dengan transaksi.

Namun bila ada kendala skema pembiayaan, PT DI tentu harus bekerja keras untuk meyakinkan perbankan atau lembaga keuangan agar bisa menjembatani transaksi. Sedangkan jika terbentur mahalnya harga satuan N219 atau N219 Amphibious, maka PT DI harus berupaya meningkatkan TKDN hingga 60 persen seperti ditargetkan.

Langkah membentuk laboratorium DO-160 yang digagas Lapan tepat untuk mendorong industri lokal dapat mengadakan uji berkali-kali bila melakukan litbang suku cadang N219 atau N219 Amphibious dengan biaya yang murah. Industri komponen lokal harus bisa mengisi kebutuhan karpet, kursi pesawat, peralatan navigasi dan lainnya.

Di sisi lain, untuk memperluas potensi pasar, PT DI perlu lebih banyak mengedukasi perusahaan penerbangan atau logistik dalam negeri, serta pemerintah daerah agar memahami pentingnya pembelian N219 dan N219 sebagai solusi mobilitas efektif di wilayah mereka.

Sedangkan untuk memperluas pasar global, PT DI perlu memperkuat kerjasama dan kolaborasi, seperti dilakukan dengan Turkish Aerospace dan Linkfield Technologies China. Bahkan untuk perusahaan China tersebut sudah meneken komitmen untuk berkolaborasi dan telah memesan N219 unit di selsa The Aera Asia 2023 di Zuhai International Airshow Center, China.

Potensi pemasaran N219 Amphibious tentu tidak kalah dengan N219. Bila melihat feasibility study yang dilakukan Lapan bersama BPPT dan PT DI, maka semua orientasi marketing STP terpenuhi.

Dengan kata lain kehadiran N219 Amphibious memang sangat dibutuhkan audiens dan mampu menjadi solusi mobilitas orang dan barang di Tanah Air. Apalagi data menyebut populasi pesawat amfibi di Indonesia masih sangat terbatas, yakni 8 unit. Sedangkan proyeksi untuk kebutuhan 10 tahun ke depan sebanyak 54 unit.

Begitupun potensi pasar global terbuka lebar. Seperti di kawasan Asia Pasifik saat ini terdapat 150 unit pesawat aktif, dan 45% di antaranya telah memasuki masa aging. Tak kalah pentingnya, N219 Amphibious dibangun dengan teknologi teranyar. Semoga harapan N219 Amphibious lari manis di pasaran menjadi kenyataan. (*) (hdr)
 

  🛩
sindonews  

Jumat, 05 Januari 2024

Drone Elang Hitam Kembali Muncul dengan Tes Taxi

✈ Dan Akan Difokuskan pada Aerial Surveillance ✈ drone Elang Hitam (Ist)

Indonesia kembali menjadi sorotan internasional dengan kemunculan Drone Elang Hitam, sebuah pesawat nir awak buatan dalam negeri.

Sebelumnya, proyek versi kombatannya sempat dihentikan, tetapi kini drone tersebut muncul kembali untuk menjalani serangkaian uji coba.

Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan akun Instagram @defenceview yang membagikan gambar dan video drone tersebut di sebuah lapangan udara.

Drone Elang Hitam yang baru saja menjalani taxi test terlihat memukau dengan warna putihnya yang dihiasi stiker Elang Hitam di bagian depan.

Meskipun masih dalam tahap uji, drone ini sudah dilengkapi dengan mesin Rotax 915 dan menggunakan baling-baling dua bilah untuk meningkatkan performanya dalam kegiatan pengawasan udara.

Menurut keterangan yang diunggah oleh akun @defenceview, drone ini masih dalam tahap belajar untuk melakukan taxi tests dan tes kompas.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa saat ini Elang Hitam belum dilengkapi senjata dan difokuskan untuk keperluan sipil, terutama dalam bidang aerial surveillance.

"Elang Hitam masih difokuskan untuk aerial surveillance sehingga untuk saat ini belum bisa bawa senjata," tulis akun @defenceview.

Reaksi dari para netizen pun bermacam-macam.

Beberapa di antaranya terkejut dengan keberadaan Elang Hitam yang kembali muncul, dengan komentar seperti "Giliran mau pemilu baru dikeluarin..." dan "Mantap, drone goib."

Meskipun ada juga yang menyebutnya "Mau pilpres nongol," namun akun tersebut menegaskan bahwa drone ini saat ini masih dalam pengembangan dan belum memiliki kemampuan kombat.

Drone Elang Hitam sebelumnya mengalami perubahan signifikan pada tahun 2022.

Awalnya, proyek ini difokuskan untuk kepentingan kombatan di medan perang, namun setelah berbagai uji coba dan kendala terbang, proyek ini diubah ke versi sipil dan kehilangan kemampuan kombatannya.

Pada awalnya, drone ini direncanakan memiliki jangkauan operasi 23.000 kilometer non-stop, ketahanan terbang 30 jam siang dan malam, dengan bentang sayap 16 meter dan dapat beroperasi dalam radius 250 km dengan kecepatan 235 km/jam.

Meskipun proyek Elang Hitam mengalami penyesuaian, tetap menjadi bagian dari kebanggaan anak bangsa karena kemampuannya membuat pesawat nir awak.

Jika proyek ini berhasil, Indonesia dapat memproduksi drone ini secara mandiri untuk memperkuat pertahanan negara.

  Radar Jogja  

Kamis, 04 Januari 2024

Indonesian Navy Aims to Buy More Locally-Built Vessels

⚓ In 2024 Keel Laying Ceremony of TNI AL 105-metre hydro-oceanographic vessel. (Abeking & Rasmussen picture)

This month, the Indonesian Navy (TNI AL) received several domestically-built vessels as part of its modernisation programme. While none of these ships are major surface combatants, they play an important role in demonstrating TNI AL's commitment to use local products. This resonates with the government’s ambition to turn defence spending into defence investment and bolster confidence in private shipyards for naval vessel construction.

Among the navy’s latest additions is the 60-metre fast patrol ship (PC) KRI Marlin (877) which has a displacement of 520 tons and is able to attain a speed of up to 28 knots. The ship can accommodate 50 crew with an endurance of five days. KRI Marlin has several machine gun mounts and is currently fitted with an old Bofors 40 mm L/70 gun which is likely to be upgraded with a modern 40mm Remote Weapons Station (RWS) later on.

In addition, TNI AL also received one special mission combat boat that has a STANAG Level 2 ballistic protection and a top speed of 47 knots. The boat was named Jefman, an island inside Indonesia’s top diving hotspot and marine habitats of Raja Ampat. To support its combat role, Jefman has three machine gun mounts, each fitted with bulletproof shields on its front and sides.

Both vessels were built by a Batam-based private shipyard, PT Palindo Marine Batam, and handed over to the navy on December 20. In its press releases, TNI AL stated that KRI Marlin will be attached to the 2nd Fleet Command, which is based in Surabaya, East Java, while Jefman will be sent to the 3rd Fleet Command in Sorong, Southwest Papua. It is also stated that the 3rd Fleet would need nine more of these special mission boats.

Additionally, on December 8, TNI AL received one 30-metre azimuth stern drive (ASD) harbour tug boat, TD Ranai, built by PT Noahtu Shipyard in North Jakarta. Capable of reaching a maximum speed of 12 knots, the tug has a total displacement of 750 tons, accommodations for 10 crew members, and an endurance of five days. In August, the shipyard delivered two similar tug boats, TD Umsini and TD Irau, which are now operated by the 3rd Fleet. Meanwhile, TD Ranai will be stationed at the 4th Naval Main Base in Batam. These tug boats are also equipped with fire fighting and oil spill dispersant systems.

The navy is said to have ordered a total of eight tug boats from the company. This procurement is based on TNI AL’s need to modernise and expand its tugboat fleet due to the increasing number of large vessels in its inventory.

KRI Marlin 877 (TNI AL picture)

Moreover, on December 4, another private shipyard in Batam, PT Citra Shipyard, delivered two 29-metre patrol boats, KAL Sembulungan and KAL Hinako, each equipped with 1x 20mm M71/08 cannon made by a Serbian state-owned company, Yugoimport–SDPR, in its forward deck. This type of boat is mainly used to patrol waters around naval bases/posts. Powered by 2x MAN V12-1900 diesel engines with a top speed of 28 knots, the boats have the capacity to accommodate 15 crew members for three to four days at sea.

The last month of 2023 was also marked by the keel laying ceremony on December 14 for the TNI AL’s future 105-metre ocean-going hydro-oceanographic auxiliary ship. Expected to be delivered at the end of 2025, the ship is being built by PT Palindo Marine in its facility in Batam in cooperation with German shipyards, Abeking & Rasmussen and Fassmer GmbH & Co. KG.

Abeking & Rasmussen stated that once the pre-outfitted hull is completed, the ship will be sent to Weser River in Germany for final outfitting. Previous reports suggest that this cooperation is part of the technology transfer originating from the purchase of two mine countermeasures vessels (MCMV), KRI Pulau Fani (731) and KRI Pulau Fanildo (732), for TNI AL.

The ship will have a maximum top speed of 16 knots, accommodate 90 crew, and be equipped with various devices, including Autonomous Mine Detector (AUV), Conductivity, Temperature, Depth (CTD) Rosette, Light Detection and Ranging (LiDAR) Drone, Magnetometer, Multibeam Echosounder, Remotely Operated Vehicle (ROV), Side Scan Sonar, and Towed Streamer Seismic. According to TNI AL, this ship will have more sophisticated technology than any hydro-oceanographic vessel it currently operates.

 More Locally-Built Vessels for TNI AL
Special mission combat boat Jefman. (TNI AL picture)

TNI AL already announced that it will order more patrol ships and special mission boats next year. In fact, according to current plans, there will be a substantial increase in naval shipbuilding activities in Indonesia in the next few years.

This expectation is based on the upcoming presidential election on February 14, 2024, where all candidates have pledged to fortify the nation’s defence, including in the domains of blue-water navy and A2/AD capabilities, as well as an increased maritime defence budget. A similar trend will happen should Indonesia accept France’s proposal for full domestic construction of two Scorpene Evolved submarines in Surabaya.
 

  💂
 Naval News  

[Video] Indonesia Punya Pabrik Drone Pertama di Asia Tenggara

 Diposkan Popsains Channel 
https://famindoinovasiteknologi.com/wp-content/uploads/2022/01/DSC09978-600x400.jpgMulticopter Drone (PT Farmindo Inovasi Teknologi)

P
embangunan pabrik drone di Sentul, Bogor, menandai langkah maju Indonesia dalam industri teknologi dan penerbangan tanpa awak. Inisiatif untuk memproduksi beragam jenis drone tidak hanya untuk pasar konsumen, tetapi juga untuk kebutuhan militer dan operasi SAR (Search and Rescue), menunjukkan adaptasi yang luas terhadap tren penggunaan drone yang semakin meningkat di Indonesia..

Dengan adanya sekolah khusus penerbangan untuk calon pilot drone, langkah ini juga mendukung pengembangan sumber daya manusia yang ahli dalam mengoperasikan teknologi drone secara profesional. Hal ini penting karena penggunaan drone tidak hanya dalam ranah komersial tetapi juga di sektor-sektor kritis seperti keamanan dan pertolongan dalam situasi darurat.

Julius Agus Salim, sebagai Direktur Utama PT Farmindo Inovasi Teknologi, menegaskan bahwa pabrik ini merupakan respons atas permintaan yang terus meningkat terhadap penggunaan drone di Indonesia. Ini menunjukkan kesadaran perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar dan memanfaatkan peluang dalam industri yang sedang berkembang.

 Berikut video dari Youtube : 


  ⏁ Youtube  

Rabu, 03 Januari 2024

Kilang BBM RI Sudah Bisa Produksi Avtur dari Sawit

https://akcdn.detik.net.id/visual/2020/11/13/pertamina-uji-coba-green-diesel-di-kilang-cilacap-dok-pertamina_169.jpeg?w=715&q=90Pertamina Uji Coba Green Diesel di Kilang Cilacap (Dok. Pertamina)

PT
Kilang Pertamina Internasional, Subholding Refining & Petrochemical Pertamina, terus berkomitmen untuk menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan di Indonesia. Salah satunya melalui BBM 'hijau' berbasis minyak sawit (CPO), baik untuk Solar maupun avtur.

Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional Taufik Aditiyawarman mengungkapkan saat ini pihaknya telah berhasil memproduksi bahan bakar pesawat jenis Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur.

Produksi dilakukan di Green Refinery Kilang Cilacap dengan campuran minyak sawit sebesar 2,4% berkapasitas 9.000 barel per hari (bph). Adapun bahan bakunya yaitu produk turunan sawit, Refined Bleach Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO).

"Alhamdulillah dengan uji coba komersial bioavtur 2,4% dengan pesawat Boeing ya, pesawat Garuda, Boeing 737-800NG dan juga sebelumnya dengan CN235. Ini membuktikan bahwa kita sudah mampu untuk memproduksikan bioavtur 2,4%," kata dia dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Selasa (02/01/2024).

Taufik berharap, permintaan penggunaan bioavtur untuk bahan bakar pesawat ke depan dapat lebih masif lagi. Dengan demikian, produksi bioavtur yang mengandung 2,4% minyak inti sawit berkapasitas 9.000 bph tersebut dapat terus terjaga.

"Nah tentunya ke depan harapan kami adalah bahwa sejak uji coba ini, komersialisasinya langkah berikutnya melalui usaha Pertamina, rekan kami di Patra Niaga, bagaimana memasarkan produk ataupun potensi produk SAF 2,4% ini lebih luas. Bukan hanya ke domestik, tetapi juga mungkin nantinya ke orientasi ekspor," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan dapat mulai memproduksi bioavtur dengan campuran minyak sawit hingga 100% di beberapa tahun mendatang. Adapun saat ini perusahaan tengah menyelesaikan pembangunan kilang hijau atau Green Refinery Cilacap Fase 2 berkapasitas 6.000 barel per hari (bph).

"Tapi ini SAF 100%, bukan 2,4% lagi, untuk memenuhi kebutuhan baik nantinya mungkin pemerintah akan memandatkan penggunaan SAF di 2030 5% untuk semua airlines kita sudah siap dan juga mungkin nanti remaining produksinya kita bisa ekspor," kata dia.

Dengan kapasitas produksi bioavtur 2,4% sebesar 9.000 bph saat ini, setidaknya PT KPI mampu menghasilkan produksi bioavtur sekitar 1,4 juta liter atau 1.400 kilo liter (kl) per hari. (wia)

  ★ CNBC  

Selasa, 02 Januari 2024

Bakamla Akan Lengkapi Semua Kapal dengan Meriam

KN Bakamla dipersenjatai meriam 30 mm Turkiye

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI akan melengkapi seluruh kapal operasionalnya dengan senjata atau meriam.

Hal itu disampaikan Kepala Bakamla Laksamana Madya Irvansyah usai upacara peringatan hari ulang tahun ke-18 Bakamla di Markas Besar Bakamla, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2023).

Mungkin untuk ke depannya juga seluruh kapal, kami akan beri senjata,” kata Irvansyah kepada awak media.

Selain itu, Irvansyah juga ingin kapal-kapal Bakamla mempunyai laboratorium untuk mendeteksi dan melakukan uji tentang narkoba atau mineral dan batu bara.

Jadi tidak perlu membawa kapal yang kita periksa ke darat dulu, makan waktu, bahan bakar, dan segala macam,” tutur mantan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I itu.

Terbaru, empat kapal Bakamla melakukan uji tembak meriam SMASH 30 MM buatan Aselsan, Turkiye di Pulau Petong, Batam, pada Minggu (24/12/2023).

Keempat kapal, yakni KN Bintang Laut-401, KN Ular Laut-405, KN Singa Laut-402, dan KN Belut Laut-406 melakukan uji fungsi tembak sasaran dengan jarak 400 meter hingga 1.500 meter.

Tiga kapal berhasil, yang satu masih perlu penyempurnaan. Untuk satu kapal alat elektroniknya yang kurang berfungsi. Mungkin awal tahun nanti kami laksanakan uji coba kembali. Baru untuk empat kapal,” kata Irvansyah.

Irvansyah berharap, adanya meriam bisa menambah kemampuan Bakamla untuk patroli keamanan di laut.

Karena selama ini kami tidak memiliki meriam. Jadi bagaimana? Satpam saja bawa pentung. Bakamla yang di tengah laut tidak ada pentungnya, enggak ada senjatanya. Didadad-dadah saja itu pelanggaran,” kata Irvansyah.

 Bakamla Baru Punya 10 Kapal Patroli, Idealnya 90 
Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksamana Madya Irvansyah mengakui bahwa Bakamla masih kekurangan kapal patroli.

Idealnya, kata Irvansyah, Bakamla memiliki 30 kapal per zona. Sementara Bakamla membagi perairan Indonesia menjadi tiga zona.

Minimal masing-masing zona itu 30 kapal (total 90 kapal),” kata Irvansyah usai upacara peringatan hari ulang tahun ke-18 Bakamla di Markas Besar Bakamla, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2023).

Mantan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) itu menambahkan, jumlah tersebut ideal apabila untuk sekali berlayar.

Padahal dalam operasi kita harus mempunyai (prosedur) operasional, jadi ada 30 persen yang operasi, 30 persen yang maintenance, 30 persen yang latihan dan sebagainya. Jadi dikali tiga,” kata Irvansyah.

Kekurangan kapal patroli, lanjut Irvansyah, bisa ditutupi dengan patroli bersama instansi lain, seperti TNI AL.

Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik, berkoordinasi dengan baik, dan kita punya saling pengertian,” ujar Irvansyah.

Karena memang urusan keamanan laut itu harus bekerja bersama-sama, kita harus menghilangkan sekat-sekat ego sektoral,” tutur dia.

Sejauh ini, kata Irvansyah, Bakamla baru memiliki 10 kapal patroli atau kapal negara (KN). “(Sebanyak) 10 kapal dibagi di 3 zona,” kata Irvansyah.


  ★
Kompas  

Senin, 01 Januari 2024

EAGLE Terus Fokus di KEJURNAS Badminton 2023

 Warnai inovasi terbaru EAGLE. 
https://garuda.industry.co.id/uploads/berita/detail/79558.jpgEAGLE terus fokus di Badminton KEJURNAS Badminton 2023 (EAGLE)

EAGLE
tidak hanya fokus pada produk, Eagle juga turut aktif mendukung penguatan badminton di Indonesia, mulai dari tingkat lokal hingga skala internasional. Bahkan para Atlet yang didukung oleh EAGLE saat ini sedang berjuang di Kejuaran Nasional (KEJURNAS) Badminton 2023 di UNJ Jakarta.

Sebanyak 8 Riders (sebutan Atlet yang didukung EAGLE) turut bertanding dalam berbagai cabang di kompetisi bergengsi tersebut. Bahkan EAGLE juga turut mendukung kontingen Kejurnas dari provinsi Jawa Timur.

Aulya Elyasa sebagai Head of Brand & Marcomm dari EAGLE mengatakan tidak hanya Atlet secara individu, Eagle juga berpartisipasi dalam memberi dukungan untuk beberapa PB besar di Indonesia.

Kami memang fokus dalam pengembangan Badminton di Indonesia, saat ini kami bermitra dengan Pelatprov Jawa Timur, PB Victory Bogor, dan PB Champion Gading Jaya dalam megembangkan Badminton di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan jumlah mitra PB kami akan bertambah di 2024.” Jelas Elyasa saat ditemui di acara Kejurnas Badminton 2023.

Untuk produk sepatu sendiri, Eagle diketahui baru saja meluncurkan produk PNR Infinity yang memiliki dengan 3 color-way. Tidak hanya fokus pada design yang menarik semata, sepatu Eagle PNR Infinity hadir dengan teknologi terbaru untuk memberikan kenyamanan bagi penggunanya dan tentunya menghindari cedera.

PNR Infinity ini merupakan produk Flagship akhir tahun 2023 dari EAGLE yang memang memiliki teknologi terbaru dan juga untuk menunjukan bahwa Brand Nasional juga mampu mengeluarkan produk yang berkualitas tinggi dan mampu bersaing dengan brand brand luar.” Tutup Elyasa.

Eagle PNR Infinity hadir dengan teknologi BBLAST merupakan definisi dari BoingBlast yang bertujuan untuk mendorong pergerakan lebih agresif dengan fitur Energy Return yang terbuat dari formula / material yang nyaman.

PNR Infinity ini juga dilengkapi fitur teknologi SoftShield yang mampu meredam benturan di bagian tumit dengan halus dan lebih nyaman. Terbuat dari bahan latex yang mampu memberikan kesan empuk pada tumit kaki saat mendarat. Lebih jelasnya dapat langsung mengunjungi laman www.eagle.co.id.

Dengan segala bentuk dukungan yang diberikan Eagle terhadap dunia olahraga Indonesia khususnya badminton, diharapkan di tahun-tahun berikutnya Eagle dapat terus mendukung untuk memajukan dan memberikan semangat pada atlet Indonesia dalam mengharumkan nama Indonesia melalui badminton.

  ★ industry  

PT Pindad Perkenalkan Prototipe EV-Scooter Multiguna Ramah Lingkungan

 Rambah Kendaraan Komersial 
https://pindad.com/uploads/images/article/full/28122023_Launching_Skuter_MotoEV_(1)1.jpgPT Pindad Perkenalkan Prototipe EV-Scooter (Pindad) 🏍

D
irektur Teknologi & Pengembangan PT Pindad, Sigit P. Santosa didampingi Wakil Direktur Utama Syaifuddin, Direktur Produksi Budhiarto, dan Direktur Komersial Atih Nurhayati memperkenalkan prototipe scooter listrik, EV-Scooter pada Jumat, 29 Desember 2023 di lapangan Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad Bandung. Peluncuran prototipe EV-Scooter ini dilaksanakan pada kegiatan silaturahmi akhir tahun yang turut dihadiri jajaran Direksi PT Pindad Enjiniring Indonesia (PT PEI) dan jajaran VP & GM serta karyawan PT Pindad.

Wakil Direktur Utama, Syaifuddin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih serta apresiasi bagi seluruh karyawan setiap divisi PT Pindad atas segala kontribusinya di tahun 2023 ini. Ia berharap agar seluruh entitas di PT Pindad terus semangat menghadapi tahun 2024. Setelah membuka kegiatan silaturahmi, acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian EV-Scooter oleh Direktur Teknologi & Pengembangan, Sigit P. Santosa.

Sigit P. Santosa kemudian menjelaskan, EV-Scooter ini merupakan salah satu produk hasil inovasi PT Pindad yang ditargetkan untuk diproduksi secara massal dan dalam prosesnya bekerja sama dengan PT PEI.

Alhamdulillah teman-teman PT PEI bekerja sama dengan PT Tangkas Elektrik sudah bisa mendukung mass production ini selain untuk assembly, tetapi kita libatkan dalam proses pengembangan produk bersama dengan divisi Inovasi Pindad. Untuk supply chain manufacturing sepenuhnya di PT PEI. Dengan diluncurkannya EV-Scooter, di Januari 2024 ini kita bisa segera mendapatkan kontrak & produksi massal,” jelas Sigit. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolik sebagai tanda peresmian EV-Scooter.

EV-Scooter merupakan skuter listrik hasil inovasi Pindad yang didesain untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi harian dengan memanfaatkan energi listrik yang ramah lingkungan. EV-Scooter dikembangkan untuk dual-purpose sehingga nantinya dapat digunakan baik untuk kebutuhan personal, angkutan penumpang transportasi online maupun kargo atau jasa pengantaran ekspedisi.

EV-Scooter ini merupakan motor listrik hemat energi dengan ditenagai BLDC 3 kW, menggunakan baterai 72 V 36 Ah dengan waktu pengisian daya 2-3 jam, dapat menempuh jarak tempuh hingga 100 km dalam satu kali pengisian daya dan memiliki kecepatan maksimal 70 km/jam.

Kedepannya EV-Scooter akan diproduksi oleh PT PEI yang merupakan anak perusahaan PT Pindad yang telah memiliki fasilitas untuk memproduksi motor listrik dan sudah berpengalaman dalam proses manufaktur sepeda motor listrik sebelumnya.

Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki PT Pindad baik di lini bisnis hankam maupun produk industrial, EV-Scooter ini diharapkan dapat diterima oleh masyarakat dan menjadi opsi scooter buatan dalam negeri dari proses litbang hingga produksinya nanti.

  🏍 Pindad  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More