blog-indonesia.com

Minggu, 27 Juli 2025

PT PAL Perkuat Sistem Senjata Kapal Perang TNI AL

   Gandeng Perusahaan Turkiye PAL Indonesia kerjasama dengan Roketsan perkuat alutsista TNI AL (PAL Indonesia)

PT PAL Indonesia menjalin kerja sama dengan perusahaan pertahanan asal Turkiye, Roketsan Sanayi ve Ticaret A.S. Kerja sama ini mencakup pengadaan sistem senjata untuk kapal Frigate Merah Putih melalui skema Fitted For But Not With (FFBNW) dan untuk proyek refurbishment kapal perang TNI AL (R-41).

Kerja sama ini mempertegas posisi PT PAL sebagai lead integrator Alutsista matra laut di Indonesia, baik dalam platform dan sistem senjata/sewaco.

Penandatanganan kontrak dilakukan langsung oleh CEO PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, dan CEO Roketsan, Murat Ikinci, dalam ajang International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 yang digelar di Istanbul, Turkiye, Kamis (24/7/2025).

Melalui kerja sama ini, PT PAL memperkuat perannya sebagai lead integrator alutsista matra laut, mencakup integrasi platform, sistem senjata, dan sistem komunikasi tempur (sewaco).

Salah satu fokus kerja sama ini adalah pengadaan sistem Midlas Vertical Launch System (VLS) untuk kapal Frigate Merah Putih. VLS akan diintegrasikan menggunakan skema Fitted For But Not With (FFBNW), yaitu desain kapal yang telah disiapkan untuk pemasangan sistem senjata lanjutan di masa depan.

Namun, menurut Kaharuddin, skema FFBNW bukan sekadar menyediakan ruang kosong di kapal. Implementasinya adalah proses rekayasa kompleks. Dibutuhkan pemahaman mendalam dalam mengintegrasikan sistem kendali kapal, mulai dari navigasi, sensor, hingga peluncur rudal.

Kemampuan ini menjadi aset strategis yang sangat vital. Di situlah letak kekuatan dalam merancang bangun kapal perang secara menyeluruh,” kata Kaharuddin Djenod dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7/2025).

  Rudal Atmaca untuk Proyek R-41 
Rudal Atmaca perkuat AL Turki (AA)
Selain sistem VLS, kerja sama juga mencakup pengadaan sistem rudal Surface-to-Surface Missile (SSM) Atmaca yang akan digunakan dalam program refurbishment kapal perang TNI AL, khususnya untuk kapal kelas Fatahillah, Fast Patrol Boat (FPB), dan Parchim Pattimura Class.

Kaharuddin menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar bagian dari proyek strategis nasional, tapi juga upaya nyata untuk memperkuat kapabilitas industri pertahanan nasional melalui transfer teknologi dan pengetahuan antara Indonesia dan Turkiye.

"Kami yakin kerja sama ini akan memperkuat interoperabilitas dan hubungan industri pertahanan kedua negara. Terlebih, dukungan Menteri Pertahanan sangat besar untuk mewujudkan kemandirian pertahanan nasional," ujar Kaharuddin.

Pemerintah juga membuka peluang lebih luas dalam diplomasi teknologi, yang dapat mendorong PT PAL memperluas jaringan global dan memperkuat posisinya sebagai mitra strategis internasional di sektor pertahanan.

  👷 
Kompas  

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More