⚓ Buatan Industri Dalam Negeri
TD Daik, kapal tunda untuk Lantamal IV buatan PT Dok Bahari Nusantara - Cirebon (Terafulk, TNI AL)
1 Unit kapal tunda laut dangkal yang menyandang kode TD yaitu TD Daik diterima langsung oleh Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla yang diserahkan langsung oleh Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto di Galangan Kapal PT DBN Cirebon, Jawa Barat. Jum’at (20/06/2025).
Harbour Tug tersebut akan bertugas dalam melakukan pemanduan dan penundaan serta membantu pergerakan manuver KRI keluar dan masuk pelabuhan. Harbour Tug buatan dalam negeri ini juga berfungsi sebagai kapal pencarian dan pertolongan (SAR).
Harbour tug produksi PT Dok Bahari Nusantara asal Cirebon ini memiliki panjang 30 m, lebar 11,6 m, tinggi 5,1 m, dan berkecepatan maksimal 12 knot. Kapal ini juga dilengkapi peralatan pemadam api berkapasitas 600 m³ dan jangkauan 100 m untuk evakuasi korban di laut.
Dalam hal ini Aslog Kasal menyampaikan bahwa, “Pembuatan kapal harbour tug ini tentunya sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam mendukung program pemerintah yaitu, Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia dan memenuhi kebutuhan pertahanan negara”.
“Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, TNI AL akan terus berupaya memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Kadisadal, Kadismatal, Kadislaikmatal dan Aslog Lantamal IV.
TD Daik, kapal tunda untuk Lantamal IV buatan PT Dok Bahari Nusantara - Cirebon (Terafulk, TNI AL) 1 Unit kapal tunda laut dangkal yang menyandang kode TD yaitu TD Daik diterima langsung oleh Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla yang diserahkan langsung oleh Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto di Galangan Kapal PT DBN Cirebon, Jawa Barat. Jum’at (20/06/2025).
Harbour Tug tersebut akan bertugas dalam melakukan pemanduan dan penundaan serta membantu pergerakan manuver KRI keluar dan masuk pelabuhan. Harbour Tug buatan dalam negeri ini juga berfungsi sebagai kapal pencarian dan pertolongan (SAR).
Harbour tug produksi PT Dok Bahari Nusantara asal Cirebon ini memiliki panjang 30 m, lebar 11,6 m, tinggi 5,1 m, dan berkecepatan maksimal 12 knot. Kapal ini juga dilengkapi peralatan pemadam api berkapasitas 600 m³ dan jangkauan 100 m untuk evakuasi korban di laut.
Dalam hal ini Aslog Kasal menyampaikan bahwa, “Pembuatan kapal harbour tug ini tentunya sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam mendukung program pemerintah yaitu, Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia dan memenuhi kebutuhan pertahanan negara”.
“Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, TNI AL akan terus berupaya memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Kadisadal, Kadismatal, Kadislaikmatal dan Aslog Lantamal IV.
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.