Selasa, 17 Januari 2017

Pindad Kurangi Impor Bahan Baku

Perluas Eksporhttp://images.harianjogja.com/2017/01/Presiden-Jokowi-di-panser-Anoa-amfibi-buatan-PT-Pindad.jpgAnoa 2 Amfibi ketika diujicoba Presiden [harianjogja]

PT Pindad (Persero) ingin mengembangkan kontribusi ekspor dari 20 persen menjadi 40 persen.

Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menyatakan, perseroan tengah menggalang kemitraan dengan vendor dan pabrikan yang lebih berpengalaman untuk mengembangkan pasar.

’’Pengembangan strategi partnership dilakukan untuk masuk ke pasar ekspor,” ujar Abraham akhir pekan kemarin.

Prestasi Pindad di ranah internasional juga menunjang perseroan demi memperluas pasar ekspor.

’’Produk kami memenangi kejuaraan dunia sembilan kali berturut-turut. Banyak negara yang langsung menghubungi Pindad untuk kerja sama dalam pengembangan teknologi,” imbuhnya.

Pindad memproduksi tank, panser, senjata, dan produk nonmiliter seperti ekskavator.

Sementara itu, pasar ekspor yang dipasok Pindad, antara lain, senjata dan amunisi.

’’Saat ini kami menjajaki beberapa negara tujuan ekspor yang diperbolehkan atas izin Kementerian Pertahanan,” terangnya.

Selama ini, sebanyak 40 persen bahan baku Pindad dipasok dari mancanegara.

Komponen seperti pelat-pelat besi khusus belum diproduksi di dalam negeri.

Pihaknya pun menargetkan bisa menekan impor dengan melakukan substitusi bahan baku.

’’Untuk beberapa bahan baku yang tidak dituntut spesifikasi tinggi, milik Krakatau Steel bisa digunakan. Tetapi, untuk yang spesifikasinya tinggi, memang terpaksa impor,” jelas Abraham.

https://4.bp.blogspot.com/-JDXn7WeH_bE/WB_xp2I16aI/AAAAAAAAJaY/YBtAHzOH66AraT2VdrmH1VS4pLk9yF5vQCPcB/s1600/14908199_komodo%2Bgirafe%2BX1%2Bdef.pk.jpgKomodo dengan radar SAAB [def.pk]

Sebelumnya, Pindad bekerja sama dengan SAAB Swedia untuk mengembangkan ground based air defence (GBAD) yang diproduksi di Indonesia untuk ditawarkan kepada TNI.

Kerja sama tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan TNI di kesatuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).

Ruang lingkup kerja sama itu mencakup alih teknologi dan produksi bersama dalam bidang sistem senjata pertahanan udara.

Alih teknologi bakal dilanjutkan dengan proses desain, produksi, dan perakitan di dalam negeri.

   JPNN  

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More