blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 25 Juni 2025

PT Dahana Ungkap TKDN Produk Bom Militer Lebih dari 70 persen

💣 💥 👷 Salah seorang jurnalis melihat dari dekat bom replika yang ditampilkan di Kantor Pusat PT Dahana di Subang, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025). (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana (Persero) Yusep Nugraha Rubani mengungkapkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) produk bom militer yang diproduksi PT Dahana sudah melampaui 70 persen.

"Kalau untuk bom, itu lebih dari 70 persen TKDN-nya. Untuk bom itu, karena casing-nya sudah dibuat di dalam negeri, produksinya juga di dalam negeri," kata Yusep di Kantor Pusat PT Dahana, Subang, Jawa Barat, Selasa.

Produk bom militer buatan PT Dahana, antara lain, Bom NATO Tajam (BNT) 250 yang didesain untuk kompatibel dengan pesawat NATO dan bom varian P-100L, P250L, dan P-500L yang diproduksi khusus untuk pesawat tempur Suhkoi, kemudian roket jenis R-Han122B dan roket portabel antitank dan helikopter.

TKDN untuk produk bom militer buatan Dahana, kata Yusep, terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Tahun depan kami berharap akan lebih besar lagi TKDN-nya," kata dia.

Dijelaskan pula bahwa produk Dahana tidak hanya digunakan oleh kalangan militer, mayoritas produk PT Dahana digunakan untuk keperluan nonmiliter, antara lain, pertambangan umum, kuari, konstruksi, serta minyak dan gas.

Selain bahan peledak, lanjut dia, salah satu produk PT Dahana adalah berbagai varian detonator dengan TKDN saat ini mencapai 50 persen dan terus meningkat setiap tahunnya.

"Kami selalu meng-improve support dari produk dalam negeri yang bisa men-support produk kami sehingga diharapkan produknya akan meningkat. Misalnya, pada tahun ini 50, bisa saja tahun depan menjadi 60 persen," kata Yusep.

Untuk diketahui, Kementerian Pertahanan RI melalui Biro Informasi Pertahanan menggelar kunjungan eksplorasi industri pertahanan ke PT Dahana di Subang, Jawa Barat, Selasa.

Kegiatan tersebut juga merupakan kelanjutan program eksplorasi industri pertahanan yang telah dilaksanakan sebelumnya di beberapa industri pertahanan strategis.

Tim Biro Infohan dipimpin Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang disambut langsung oleh jajaran PT Dahana.

"Jadi, kunjungan kali ini memang adalah bentuk sinergi dari Kementerian Pertahanan," katanya.

Brigjen TNI Fregas melanjutkan, "Ini menjadi komitmen dari Kementerian Pertahanan dan Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, bagaimana kita meningkatkan kemandirian industri pertahanan."

 💥 
antara  

[Video] Kapal OPV dan Kapal Multiguna pesanan TNI AD

⚓ 🎥 📸TNI AL baru-baru ini telah memesan kapal OPV ketiga dari perusahaan swasta PT Noahtu Shipyard di Batam.

Kapal dengan panjang 98 meter ini nantinya akan dipersenjatai dengan meriam 76 mm dan kaliber 40 mm dari Leonardo.

Serta sistem dan sensor lainnya dari Turkiye.

  📹 Video from Youtube : 


Kapal OPV desain Noahtu Shipyard (Naval News)

Kapal multiguna pesanan TNI AD

 🎥  Garuda Militer  

Selasa, 24 Juni 2025

ILSV, Tameng Sekaligus Senjata Andalan Wing Komando I Kopasgat

 Produksi JForce Penampakan kendaraan taktis ILSV dalam latihan Hardha Marutha di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (23/6/2025) (ANTARA/Walda Marison)
K
endaraan taktis Indonesian Light Strike Vehicle (ILSV) buatan dalam negeri jadi ujung tombak Wing Komando I Kopasgat TNI AU dalam menjalankan misi evakuasi ataupun penyerangan musuh.

Kecanggihan kendaraan taktis ini sempat ditunjukan dalam gladi bersih latihan Hardha Marutha I 2025 di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin.

Dalam momentum tersebut, Antara mendapat kesempatan untuk melihat langsung penampakan kendaraan taktis ILSV karya J-Force atau PT. Jala Berikat Nusantara Perkasa ini.

  Spesifikasi  
Kendaraan taktis ini memiliki empat fungsi utama yakni sebagai kendaraan patroli, tempur, evakuasi hingga pengangkut personel.

Empat tanggung jawab itu bisa dituntaskan oleh ILSV lantaran kendaraan ini memiliki ragam spesifikasi yang mumpuni.

ILSV memiliki panjang 5,4 meter, lebar 1,9 meter dan tinggi sekitar 2 meter.

Kendaraan bermesin 2500 cc ini dilapisi dengan high strength steel paduan aluminium dari Standar NIJ level III dan kaca anti peluru NIJ level III yang membuatnya tahan akan tembakan.

Selain itu, kendaraan ini juga dilengkapi dengan senjata senjata mesin serba guna atau General Purpose Machine Gun (GMPG) dengan peluru kaliber 7,62 buatan Belgia dengan jarak tembak hingga 1.200 meter.

Dengan senjata itu, ILSV bisa dipakai untuk melumpuhkan sebuah tank.

Berbicara soal kapasitas muatan, mobil berkecepatan 120 kilometer per jam ini dapat menampung 10 pasukan.

Fasilitas itu membuat ILSV layak untuk dijadikan sebagai mobil pengangkut pasukan ataupun evakuasi sandra.

Wing Komando I Kopasgat diketahui memiliki enam unit ILSV yang berada di bawah Yonko 461.

Enam unit ILSV ini terdiri dari dua jenis yakni Copula dan Remote Controlled Weapon Station (RCWS).

Jenis Copula merupakan ILSV dengan penggunaan senjata GPMG secara manual dari kendaraan atas oleh seorang personel.

Sedangkan untuk jenis RCWS sendiri merupakan jenis kendaraan dengan senjata yang digunakan secara otomatis.

Penembak hanya perlu menggunakan layar dan pengendali yang ada di dalam mobil untuk menembakan senjata secara otomatis.

Kendaraan taktis ini dipastikan akan tampil dalam puncak latihan Hardha Marutha I yang akan digelar pada Rabu (25/6) mendatang.

 
Antara  

Senin, 23 Juni 2025

KRI Kapak-625 Laksanakan Latihan Penembakan Meriam di Laut Maluku

⭕ Tajamkan Naluri Tempur Latihan penembakan kaliber 20 mm (Dispenal)

Dalam rangka mendukung Operasi Cendrawasih Jaya-25, unsur KRI Kapak-625 yang tergabung dalam Satuan Kapal Cepat (Satkat) Komando Armada III (Koarmada III) melaksanakan latihan penembakan senjata di wilayah perairan Laut Maluku, Minggu (22/6/2025). Operasi ini dipimpin oleh Letkol Laut (P) Nugroho A.W selaku Komandan KRI Kapak-625.

Latihan tempur tersebut melibatkan penembakan meriam kaliber 57 mm, 20 mm, serta sistem decoy terhadap sasaran floating target. Latihan ini bertujuan untuk menguji performa sistem senjata kapal sekaligus meningkatkan profesionalisme dan naluri tempur para prajurit di medan laut terbuka.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pemeliharaan kesiapan tempur prajurit dan alutsista, guna menjawab setiap tantangan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia,” ujar Letkol Laut (P) Nugroho A.W dalam keterangannya.

Ruang CiC KRI Kapak 625

Pelaksanaan latihan penembakan ini juga sejalan dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, khususnya dalam bidang pembinaan sumber daya manusia (SDM) TNI AL yang unggul serta peningkatan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang memiliki daya gerak dan daya gempur tinggi.

KRI Kapak-625 menunjukkan kemampuan manuver dan tempur yang solid selama latihan, memperlihatkan kesiapan penuh dalam menjalankan misi pengamanan laut nasional.

Operasi ini menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah perairan Indonesia, khususnya di kawasan timur Nusantara. (dispenkoarmada III)
 

  ⭕ Liputan One  

Minggu, 22 Juni 2025

Kemhan Kaji Penggunaan Mobil Listrik Taktis Pandu untuk Operasional TNI

Maung MV3 Pandu EV (Pindad)
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menindaklanjuti peluncuran mobil taktis listrik MV3-EV “Pandu” oleh Presiden Prabowo Subianto saat gelaran Indo Defence pekan lalu.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan RI, Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, mengatakan bahwa pihaknya bersama PT Pindad kini tengah menindaklanjuti dengan melakukan kajian teknis dan uji coba untuk menentukan apakah mobil itu dapat diperuntukkan operasional Kemhan maupun TNI.

Saat ini, Kemenhan dan PT Pindad tengah menindaklanjuti melalui kajian teknis, uji coba, dan evaluasi kesiapan operasional untuk potensi integrasi ke sistem pertahanan nasional," kata Frega kepada Kompas.com, Senin (16/6/2025).

Penandatanganan MV3-EV ‘Pandu’ oleh Presiden Prabowo, lanjut Frega, menandai dukungan pemerintah terhadap inovasi kendaraan taktis ramah lingkungan.

Meski belum ada kontrak pembelian, Frega menyebut bahwa peluang kendaraan taktis berbasis listrik ini untuk digunakan oleh Kemenhan dan TNI sangat terbuka.

"Potensi pengadaan oleh Kemenhan/TNI sangat terbuka, terutama untuk mendukung armada non-tempur berbasis listrik," ungkapnya.

"Namun, belum ada kontrak pembelian, dan prosesnya akan mengikuti tahapan evaluasi, kesesuaian kebutuhan, serta perencanaan anggaran," tambah dia.


Frega juga menekankan bahwa pengembangan MV3-EV Pandu turut mendukung target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi dan memperkuat industri pertahanan nasional.

Langkah ini juga sejalan dengan target TKDN tinggi dan penguatan industri pertahanan dalam negeri," pungkasnya.

MV3-EV Pandu merupakan kendaraan taktis listrik hasil inovasi PT Pindad yang diperkenalkan pada ajang Indo Defence 2024.

Kendaraan ini menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo membubuhkan tanda tangan langsung di unit tersebut sebagai bentuk apresiasi atas produk lokal yang mendukung transformasi teknologi hijau di sektor pertahanan.

Prabowo didampingi oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Budi Gunawan serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat meresmikan Pandu, Rabu (11/6/2025) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Adapun MV3 Tactical EV merupakan kendaraan taktis 4x4 elektrik produk pengembangan PT Pindad berbasis platform MV3.

Sebelumnya, MV3 telah dikembangkan menjadi berbagai varian seperti MV3 Garuda Limousine (kendaraan resmi kepresidenan), serta Maung MV3 dengan berbagai varian yakni Tangguh atau Spartan, Jelajah, dan Komando.

Kehadiran MV3 Tactical EV menegaskan komitmen PT Pindad sebagai industri pertahanan yang terus berinovasi dan berbasis teknologi ramah hijau atau ramah lingkungan.

  ♘ Kompas  

Sabtu, 21 Juni 2025

Anoa 3 Desain Mandiri

Karya Anak BangsaAnoa 3 APC RCWS (@RWWReborn)

Setelah mengusung platform VAB Mk3 pada tahun 2022, kini PT Pindad tampil mandiri dengan desain orisinal untuk Anoa 3 APC 6x6, mengusung karakter khas Anoa namun dengan pembaharuan!.

Paling terlihat pada ukuran & kaki kaki, Anoa 3 lebih besar dibandingkan pendahulunya sehingga mampu menggunakan mesin yang lebih besar hingga 400HP sehingga bisa memberikan daya jelajah & power yang lebih baik dibandingkan Anoa 2.

Dari sisi kaki-kaki sendiri Anoa 3 sudah mengadopsi yang banyak digunakan oleh APC modern saat ini dengan suspensi wishbone + coil spring.

Untuk persenjataan sendiri sama seperti sebelumnya, bisa diinstal berbagai senjata seperti senjata pada unit terpasang turet senapan mesian dengan RCWS dan Thermal camera.

Anoa 3 @ Indo Defence 2025 (DefenArt)

Dari sisi ketebalan kulit Anoa 3 sudah menggunakan STANAG 4569 level 3b, dan bisa di kustomisasi hingga level 4.

Setelah sebelumnya mengandalkan platform luar, kini PT Pindad resmi menampilkan Anoa 3 APC 6x6 hasil desain mandiri anak bangsa!

🔹 Lebih besar dan lebih kuat dari Anoa 2
🔹 Mesin diesel 400 HP dengan transmisi otomatis
🔹 Tahan ranjau & peluru hingga STANAG Level 4
🔹 Persenjataan: Senapan mesin 12,7 mm RCWS + Thermal Camera
🔹 Fitur: Battle Management System, electric winch, dan radio militer

Desain baru ini membuktikan kemampuan lokal dalam menciptakan ranpur modern berstandar internasional.

  Medef  

Indonesian Navy Plans Full Combat Configuration for Incoming PPA Vessels

  Fincantieri has indicated that such an upgrade and armaments installation can be performed domesticallyKRI Brawijaya (320) is conducting the first sea-goings from Fincantieri’s Muggiano shipyard (La Spezia). (Giorgio Arra) 💥

Italian shipbuilder Fincantieri has confirmed to Naval News during Indo Defence in Jakarta that the first of two Italian-made PPA purchased by Indonesia, KRI Brawijaya (320), is scheduled to arrive in September, with the second, KRI Prabu Siliwangi (321), following in December.

Both vessels will be jointly crewed by Indonesian and Italian naval personnel during the voyage from Italy to Indonesia. Furthermore, Italian Navy warships may also escort parts of the journey for support and security.

These two warships were originally built in ‘Light Plus’ configuration for the Italian Navy. However, it will be delivered to the Indonesian Navy (TNI AL) in a Fitted For But Not With (FFBNW) condition—equipped with their full suite of sensors, main gun, and cannons but without missiles which are not covered by the current contract.

Naval News understands that TNI AL has already expressed interest in upgrading both vessels to a ‘Full’ configuration and choosing the Aster 30 as the primary surface-to-air missile for the two ships. To note, in response to rising demand and the shifting geopolitical landscape, MBDA has significantly ramped up its missile production capacity. The company has announced that its output in 2025 is expected to double compared to 2023 levels.

Fincantieri has indicated that such an upgrade and armaments installation can be performed domestically, and the company is open to collaborating with Indonesian shipyards to carry out the upgrades.

Fincantieri also told Naval News that future PPA purchases by Indonesia could be built locally under a co-production arrangement. This aligns with Indonesia’s desire to strengthen its domestic shipbuilding capabilities and reduce dependency on foreign suppliers.

 U212 NFS and Critical Infrastructure Protection
In addition to its surface ship offerings, Fincantieri reaffirmed to Naval News that it continues to offer its U212 NFS submarine to the Indonesian Navy. The advanced conventional submarine, originally developed for the Italian Navy, is being positioned as a solution to meet TNI AL’s needs for operating at least 12 submarines.

Fincantieri is also expanding its focus by offering solutions to help Indonesia better protect its critical maritime and naval infrastructure, such as underwater cables, pipelines, naval bases, and offshore installations. For this purpose, during the Indo Defence Expo, Fincantieri signed a Technical Collaboration Agreement with PT Prima Maju Mapan (PMM), a private Indonesian company.

According to Naval News sources, the proposed solutions could include Autonomous Underwater Vehicles (AUVs) with Launch and Recovery Systems (LARS), Omega360 Radar System, and Black Scorpion mini torpedoes.
 

  💥
Naval News  

Jumat, 20 Juni 2025

Pussenarmed Kembangkan Inovasi Prototipe Alutsista Berbasis PPTA

Pesawat Terbang Tanpa Awak Inovasi Pussenarmed TNI AD (Penpussenarmed)

Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed) TNI Angkatan Darat mengembangkan inovasi prototipe alutsista berbasis Pesawat Terbang Tanpa Awak (PPTA).

Prototipe Alutsista ini juga dipamerkan dalam Indo Defence Expo & Forum 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta dari tanggal 11 – 14 Juni 2025.

Prototipe Sistem Peninjauan Berbasis PTTA (Pesawat Terbang Tanpa Awak) tahap II yang merupakan hasil Program Penelitian dan Pengembangan Materiil Pussenarmed TNI AD tahun 2023 yang bekerja sama dengan PT. Nexin Inovasi Sejahtera.

Produk ini merupakan bentuk inovasi dari Staf Dirbinlitbang Pussenarmed dalam rangka mendukung program modernisasi Alutsista di jajaran satuan Armed, dimana sistem peninjauan / observasi yang selama ini dilakukan oleh manusia secara manual diubah menjadi menggunakan alat yang berupa PTTA / drone guna meningkatkan efektifitas, efisiensi dan keamanan personel dalam pelaksanaan sebuah misi.

Seperti diketahui, perkembangan peperangan pada era teknologi digital menuntut penelitian pengembangan serta inovasi yang berkelanjutan (sustainable).

Dengan inovasi yang dikembangkan oleh Pussenarmed, untuk peninjauan posisi musuh maupun sasaran akan lebih detil secara keakurasian data dalam mendukung tembakan bantuan pasukan di garis depan serta meminimalisasi penggunaan personel dalam suatu pertempuran.

  ⍉
Penpussenarmed  

Kamis, 19 Juni 2025

TNI AL Akan Mengevaluasi Prototipe Kapal Rudal Siluman PT Palindo

 @ Indo Defence 2025 Mockup kapal rudal siluman trimaran PT Palindo (Janes/Ridzwan Rahmat)

Perusahaan Republik Palindo telah memasuki negosiasi untuk memasok TNI AL dengan prototipe evaluasi kapal rudal siluman dari perusahaan tersebut, yang telah dikembangkan dengan bantuan dari produsen senjata Turki Roketsan.

Berbicara kepada Janes di pameran Indo Defence 2025 di Jakarta, seorang perwakilan dari perusahaan tersebut mengatakan bahwa negosiasi untuk kontrak ini diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2025.

Berdasarkan kontrak tersebut, Republik Palindo, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Palindo Marine, akan memasok TNI AL dengan prototipe awal yang akan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan pelayaran dan manuver kapal tersebut.

Nantinya, Angkatan Laut juga diharapkan untuk mendapatkan unit prototipe lain yang akan digunakan untuk mengevaluasi kemampuan tempur kapal rudal siluman tersebut, termasuk yang akan menyebarkan dan meluncurkan varian rudal jelajah Çakır yang diluncurkan dari permukaan milik Roketsan, kata perwakilan tersebut.

Kapal rudal siluman trimaran PT Palindo tampak belakang (Defense Studies)

Namun, tonggak sejarah ini akan membutuhkan kontrak terpisah dengan Roketsan untuk sistem persenjataan tersebut, tambahnya.

Varian rudal jelajah Çakır yang diluncurkan dari permukaan memiliki jangkauan maksimum sekitar 100 km dan dapat dilengkapi dengan beberapa jenis muatan termasuk hulu ledak berdaya ledak tinggi, semi-penembus lapis baja, fragmentasi ledakan, dan termobarik.

Kapal rudal siluman tersebut akan memiliki lambung dan superstruktur trimaran serat komposit, yang mengurangi tanda radarnya, kata perwakilan Republik Palindo.

Panjang keseluruhannya 20 m dan lebarnya 7,9 m. Didukung oleh mesin diesel yang menggerakkan satu baling-baling, kapal tersebut memiliki kecepatan tertinggi sekitar 60 knot.

Kapal ini dapat menampung dua awak, tetapi ada rencana untuk melengkapi kapal dengan kemampuan untuk beroperasi secara otonom.

  🛥 Jane's  

RAD Fortes MV 6.0

 Rantis lapis baja karya RAD Ralika Group RAD Fortes MV 6.0 – Rantis Lapis Baja yang Dirancang Untuk Lanskap Indonesia (ist)

K
ondisi geografis Indonesia dengan lanskap yang beragam, untuk menjalankan misi patroli, pasukan militer membutuhkan kendaraan yang memadai.

Seperti yang bisa digunakan dalam hutan, rawa, berbukit pasukan militer mesti memiliki kendaraan yang mampu melewati rintangan tersebut.

Untuk itu, Indonesia tepatnya perusahaan RAD Ralika Group memperkenalkan rantis lapis baja Fortes MV 6.0.

Pengembangan rantis lapis baja ini selain untuk memperkaya produk alat pertahanan dalam negeri tentunya untuk memenuhi kebutuhan operasional militer Indonesia.

Kendaraan rantis lapis baja ini misalnya dapat digunakan dalam beberapa kondisi seperti respons taktis, patroli, perlindungan konvoi, sampai angkut pasukan.

Kendaraan ini juga dapat digunakan dalam berbagai kondisi lanskap mulai dari hutan, dataran rendah, dan zona tepi perkotaan.

Untuk spesifikasinya secara umum Fortes MV 6.0 memiliki berat 7.220 kilogram.

Dilengkapi untuk pertempuran dan dirancang untuk mobilitas operasional yang ringkas.

Memiliki panjang 5,9 meter, jarak sumbu roda 3.390 milimeter dan ground clearance 230 milimeter.

Struktur kendaraan terdiri dari dek baja setebal 4,5 mm, pelat lantai baja setebal 3 mm, dan rangka rangka yang terbuat dari pipa baja berongga berukuran 60x40x2 mm.

Fortes MV 6.0 memikirkan kecepatan maksimum 80 kilometer/jam dan kecepatan jelajah yang direkomendasikan 60 kilometer/jam.

Kendaraan ini mampu mendaki gradien hingga 60 persen dan berbelok dalam diameter 14,5 meter.

Selain mampu mendaki, kendaraan ini juga mampu mengarungi air hingga kedalaman 500 milimeter.

Dengan kemampuan tersebut menjadikan kendaraan ini dapat dioperasikan dalam berbagai medan dan juga bisa digunakan di perkotaan ataupun pedesaan.

  Klik Nasional  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More