blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 29 Maret 2017

KRI I Gusti Ngurah Rai 332 Akan Dikirim Pada Oktober 2017

PKR kedua produksi bersama PT PAL KRI I Gusti Ngurah Rai 332 ⚓️

PT PAL Indonesia (Persero) tengah menyelesaikan kapal perang ‘perusak’ kedua jenis Guided Missile Frigate/ Perusak Kawal Rudal (PKR). Kapal perusak kedua yang tengah dikerjakan BUMN asal Surabaya ini merupakan pesanan TNI AL.

Ini merupakan kapal perusak buatan PT PAL pertama kali untuk kebutuhan dalam negeri. Sebelumnya, kebutuhan kapal jenis PKR ini dipesan dari luar negeri.

Untuk kita sendiri frigate itu buatan Indonesia pertama kali. Biasanya beli, tetapi ini untuk AL (TNI Angkatan Laut) kita sendiri, belum ekspor,” jelas Direktur Utama PAL, Firmansyah Arifin, Selasa (28/3/2017).

Firmansyah menambahkan, sebelumnya PAL sudah menyerahkan kapal perusak ke TNI AL beberapa waktu lalu. Kemudian untuk pesanan kapal kedua akan dikirim pada Oktober 2017 mendatang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvZcAithWE4w2lIkODIHPlBv0XTwE-NyfLkKSZIHnBIeLNuq3OWq4IcLgCCwntY8NJEIm6zcGKpJPSPww-OZ9_YlvtYcVYCBtSCiciKH20HYxD5O-cVmvIvUFhxRqIYgX7A89UucKqazSs/s1600/SIGMA_FrigateKRI+Raden+Eddy+Martadinata+%2528331%2529.jpgAda dua unit, satu sudah serah terima. Kedua mungkin Oktober-November kita serahkan,” tutur Firmansyah.

Kapal perusak ini memiliki panjang 105 meter dengan lebar 14 meter. Kapal ini bisa melesat dengan kecepatan 28 knots. Saat beroperasi, PKR bisa membawa 120 kru kapal.

Kapal perusak ini memiliki kemampuan perang antar permukaan. Dengan tembakan torpedo dan rudal, PKR bisa menenggelamkan kapal perang musuh.

Ini bisa untuk perang 4 matra sekaligus, perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang dengan udara pesawat tempur, perang elektronika,” kata Firmansyah.

Selanjutnya yang tidak kalah canggih adalah perang elektronika. Kapal perusak ini bisa membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh.

Perang elektronika itu misalnya mengarahkan rudal ke satu titik itu computerized. Kalau di perang elektronik itu di-jammer,” tutur Firmansyah.

  ⚓️ detik  

TNI Teken Kerja Sama dengan Kampus dan Industri Alutsista Swedia

TNI Teken Kerja Sama dengan Kampus dan Industri Alutsista SwediaDalam rangka penguatan sistem pertahanan di Indonesia, TNI adakan Seminar Scenario Forecasting Technology dan menandatangani Letter of Aggreement. Kerja sama itu dilakukan dengan Swedish Defence University, dan Industri Alutista asal Swedia SAAB.

Acara yang dibuka langsung oleh Aspers Panglima TNI Marsda, TNI Bambang Samoedro ini dihadiri oleh Stevan Silversklold dari Swedish Defence University, Anders Goyer selaku Head Of SAAB Indonesia. Mereka turut menandatangani Letter of Aggreement.
Aspers Panglima TNI Marsda, TNI Bambang Samoedro menyambut kerja sama di bidang pendidikan pertahanan ini. Menurutnya, acara ini memiliki dampak yang positif untuk kemajuan prajurit TNI di Indonesia, terutama dalam bidang pertahanan.

Saya yakin kegiatan ini akan bisa disampaikan sebagai tambahan wawasan dalam menyambut pertahanan teknologi, besar harapan saya kepada seluruh peserta seminar untuk dapat memanfaatkan sumber dayanya di Indonesia,” kata Bambang di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (29/03/17).

Selanjutnya, Anders Foyer sebagai Head Of SAAB Indonesia mengatakan, acara ini diadakan untuk membangun kerja sama antara Swedia dan Indonesia. Karena melihat banyaknya produk yang digunakan Indonesia berasal dari Swedia.

Kerja sama untuk menjembatani kerja sama dari Swedia ke Indonesia. Produk yang dipasarkan di Indonesia, Port management sistem di Tanjung Priok, SAAB merupakan satu-satunya perusahaan di dunia yang bisa membuat pesawat tempur, dan kapal selam,” ujar Anders.

Sementara itu, Stefan Silversklold selaku perwakilan dari Swedish Defence University mengatakan program ini akan diadakan selama lima bulan sampai bulan Agustus. Di sela-sela program peserta akan mengunjungi beberapa tempat di Swedia.

Akan ada kunjungan selama tiga Minggu di Swedia, Stockholm, Linkoping, dan beberapa tempat,” ujar Stefen.

Peserta kegiatan ini terdiri dari Perwira menengah perwakilan dari satuan kerja Mabes TNI sejumlah 60 orang. Peserta tersebut nantinya akan diberangkatkan ke Swedia untuk mempelajari bagaimana sistem pertahanan di Swedia, yang nantinya akan diterapkan di Indonesia.

  ⚓️ detik  

Kemhan – PT. Dahana Harus Bersatu Untuk Kemandirian Inhan

Kementerian Pertahanan bersama dengan PT. Dahana sebagai Badan Usaha Milik Negara Strategis (BUMNS) harus bersatu padu dalam kemandirian industri pertahanan khususnya industri propelan. Sehingga diharapkan ada solusi yang terbaik dalam menyelesaikan segala permasalahan, hal ini tentu akan berdampak pada Opini BPK.

Demikian diungkapkan Sekjen Kemhan Laksdya TNI Dr. Widodo, M.Sc saat melakukan kunjungan kerja ke Kampus (Kantor Manajamen Pusat) PT. Dahana di Subang, Jawa Barat, Senin (27/3). Harapan tersebut disampaikan Sekjen dihadapan Dirut PT Dahana Budi Antono beserta jajaran dan Pejabat di lingkungan Kemhan.

Dalam kunjungan kerja sehari tersebut, Sekjen Kemhan mendapat penjelasan singkat tentang maket dan produk oleh Dirut PT Dahana. Dilanjutkan dengan penayangan safety induction (induksi keselamatan), penayangan kemajuan pembangunan pabrik Nitro Griserin (NG) oleh Dirtekbanghan dan diakhiri dengan plan tour meninjau lokasi NG (Nitro Griserin), CE (Catride Emulsion) dan Nonel (Non Electric Detonator).

Dalam kesempatan tersebut Sekjen mengungkapkan bahwa mandiri disini adalah tidak bergantung dengan negara lain. Sekjen meyakini bahwa tenaga-tenaga ahli (SDM) PT. Dahana tidak kalah mumpuni dengan tenaga ahli asing. Untuk itu Direksi PT. Dahana beserta jajaran harus berimprovisasi dalam memajukan kemandirian industri pertahanan dan jajaran komisaris harus mendukung hal tersebut. karena PT. Dahana adalah milik negara yang harus dikelola dengan baik.

Untuk itu perlu perlu adanya suatu payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) yang harus dibuat pada tahun ini untuk percepatan industri propelan. Dalam hal ini Ditjen Pothan Kemhan sebagai leading sector dalam pembuatan Perpres tentang Percepatan Industri Propelan.

PT. Dahana sebagai perusahaan propelan yang memiliki motto perusahaan serving the nation better merupakan perusahaan yang melayani kebutuhan negara dan komersial dalam bidang bahan berenergi tinggi baik didalam negeri maupun luar negeri. Dahana mengimplementasikan secara konsisten praktek kerja aman, sehat dan ramah lingkungan sebagai bentuk komitmen terhadap pencegahan kecelakaan kerja, peningkatan kualitas kesehatan kerja dan pencemaran lingkungan.

PT. Dahana sadar tumpuan perusahaan terletak pada pengelolaan sumber daya manusia yang mumpuni, sistem manajemen yang efektif, dan tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini ditunjukkan dengan komitmen manajemen PT DAHANA (Persero) melalui Kebijakan Manajemen Mutu, Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, dan OHSAS 18001:2007. Kedepannya, DAHANA ingin melayani negeri lebih baik dengan menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan industri pertahanan di tanah air.

  ✈️ Kemhan  

Selasa, 28 Maret 2017

Jokowi Bangga Pertumbuhan RI di Posisi Tiga

Setelah India dan China imageIlustrasi Jakarta [poskota] ★

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri acara Rakernas BPP (Badan Pengurus Pusat) Hipmi di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Jokowi hadir didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menjabarkan tentang masih adanya ketidakpastian yang menyelimuti ekonomi dunia. Tren ini tidak hanya dirasakan dampaknya oleh Indonesia saja, juga seluruh negara lain di dunia.

"Perlambatan ekonomi dunia sekarang betul-betul sangat menyulitkan. Hampir semua negara babak belur karena perlambatan ekonomi dunia. Ketidakpastian kebijakan negara-negara besar hampir membuat kepala negara sulit prediksi ekonomi tahun ini seperti apa, tahun depan seperti apa," kata Jokowi dalam acara Rakernas BPP Hipmi di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/3/2017).

Di sisi lain, di tengah perlambatan ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif di tengah banyak negara yang merevisi pertumbuhan ekonominya. Jika dibandingkan dengan negara-negara anggota G20, Indonesia menempati posisi ketiga di bawah China dan India.

"Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi di negara kita 2014 ke 2015 turun, 2015 ke 2016 Alhamdulillah bisa naik ke 5,02% pertumbuhan ekonomi kita. Kalau kita lihat negara-negara lain ada turun 3%, ada turun 1,5%, ada turun 2% banyak sekali," kata Jokowi.

"Kalau kita bandingkan G20 ekonomi kita masih pada posisi yang sangat baik. Kita hanya di bawah India dan RRC pertumbuhan ekonomi kita," tambah Jokowi.

Jokowi juga memaparkan peran pemerintah dalam mengendalikan harga tang berimbas terhadap rendahnya inflasi.

"Kemudian kalau kita lihat inflasi sama, 2015 3,35% 2016 3,02%. Pengendalian harga bisa kita lakukan dengan baik," ujar Jokowi. (hns/hns)

  detik  

Senin, 27 Maret 2017

Dua Kapal Perang Buatan Surabaya Dijual Rp 1,1 Triliun

✬ Ke Filipina SSV PAL Indonesia [PAL]

PT PAL Indonesia (Persero) tengah merampungkan pesanan kedua kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan militer Filipina. Kapal kedua ini rencananya akan dikirim April 2017 mendatang, menyusul kapal pertama yang sudah dikirim Mei 2016 lalu.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Firmansyah Arifin, mengungkapkan dua kapal pesanan Filipina dihargai sebesar US$ 90 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun. Harga tersebut merupakan dua unit kapal perang SSV yang masuk ke dalam satu tender.

"US$ 90 juta 2 unit. Harganya segitu tender internasional sudah ada. Dibungkus jadi satu," jelas Firmansyah saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (26/3/2017).

"Pasti ada harga unitnya ada, tapi waktu itu mereka butuhnya dua. Biasa kan beli dua ada diskon tapi enggak banyak," tambah Firmansyah.

Pada pertengahan April 2017 mendatang, PAL Indonesia akan mengirimkan kapal perang SSV kedua pesanan Filipina. Pengiriman kapal perang melibatkan pelaut asal Indonesia dan juga tentara Filipina.

"Kita ada ikatan pelaut Indonesia, lainnya mereka langsung didampingi oleh tentara mereka sendiri. Mereka ikut berlayar ke sana sambil berlatih," tutur Firmansyah.

Kapal perang SSV buatan Surabaya ini memiliki panjang 123 meter dengan lebar 21,8 meter. Kapal perang SSV ini mampu melesat hingga 16 knot dengan jarak maksimal 9.360 nm.

Kapal ini juga dilengkapi dengan ruangan mewah sekelas president room. Selain itu, untuk tujuan bantuan kemanusiaan, kapal perang SSV ini juga ada kamar operasi.

"Jadi mereka minta dibuatkan ruangan untuk presiden, president room. Kamar operasi, dia bisa lakukan operasi rumah sakit itu loh. Lainnya ruangan untuk tentara pasukan," tutup Firmansyah.

 Kalahkan Korsel 

PT PAL Indonesia (Persero) dipercaya menjadi produsen kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) pesanan militer Filipina. Ada dua kapal perang SSV yang dipesan Filipina ke BUMN galangan kapal ini. Satu kapal sudah dikirim pada Mei 2016 lalu, dan satu lagi akan dikirim April 2017 mendatang.

Dipercayanya PAL Indonesia memproduksi dua kapal perang SSV pesanan Filipina bukan tanpa perjuangan. PT PAL Indonesia sebagai BUMN galangan kapal mengikuti proses tender internasional yang melibatkan 8 negara.

Sebanyak 8 negara yang ikut dalam tender proyek kapal perang SSV, adalah negara yang sudah terkenal memproduksi kapal perang, salah satunya Korea Selatan.

"Jadi waktu dapatkan proyek ini dulu kami tender. Jadi bukan ditunjuk bukan apa, tender internasional yang mereka adakan kami ikut itu 8 negara 2014 awal tendernya," jelas Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Firmansyah Arifin, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (26/3/2017).

"Itu 8 negara salah satunya Korea ada dari Australia pokoknya saingannya negara yang biasa main di situ," tambah Firmansyah.

Firmansyah pun menjelaskan perjuangan BUMN galangan kapal asal Surabaya tersebut bisa memenangkan tender kapal perang tersebut. Menangnya PAL Indonesia dalam tender tidak terlepas dari dukungan TNI Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan.

PAL Indonesia yang sebelumnya sudah memproduksi kapal perang SSV untuk TNI pun membawa kapal SSV tersebut berlayar ke Filipina untuk dipamerkan.

"Satu jadi dukungan dari TNI AL pemerintah khususnya Kemhan luar biasa. Dukungan begini kapal kiat sudah punya jadi itu dilayarkan sampai ke Filipina sana supaya bisa lihat," tutur Firmansyah.

Sehingga Filipina pun tertarik dengan kecanggihan dan ketangguhan kapal perang SSV buatan PAL Indonesia. Kemudian pada akhirnya Filipina mempercayakan produksi kapal perang SSV untuk dibuat di Surabaya.

"Kan mereka mau beli yang kayak begini, tapi di negaramu dipakai enggak. Ini kan untuk militer, dia kan enggak mau sebagai ajang uji coba," tutup Firmansyah. (wdl/wdl)

  ⚓ detik  

First Steel Cutting Kapal PC 40 Meter

Dihadiri Danlanal Banten KRI Tatihu 853, Merupakan kapal sejenis PC 40 produksi Lokal [TNI AL]

Berkat keberhasilannya dalam membuat KRI jenis PC 40 M yang saat ini bernama KRI Kurau-856 yang telah di launching pada tanggal 07 Maret 2017, Galangan Kapal PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten kembali mendapat kepercayaan dari TNI Angkatan Laut untuk membuat kapal perang dengan jenis yang sama dan spektek yang tidak jauh berbeda dengan kapal sebelumnya.

Kapal yang akan dibuat kali ini juga akan dilengkapi dengan persenjataannya. (Kamis, 23/03/2017).

Dalam amanatnya Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (Kadisadal) Laksma TNI Prasetya Nugraha, S.T. yang dibacakan oleh Sekdisadal Kolonel Laut (T) Supriatno mengatakan ucapan terima kasih kepada Direktur Utama PT. CMS beserta jajarannya atas terselenggaranya First Steel Cutting kapal PC 40 M dengan senjata yang merupakan simbolisasi Formal dimulainya proses pembangunan satu unit kapal perang Republik Indonesia jenis PC jenis PC 40 meter dengan senjata.

Pembangunan kapal PC 40 M dengan senjata saat ini merupakan tindak lanjut pengadaan alut sista dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Laut mengacu kepada kebijakan dasar pembangunan TNI Angkatan Laut menuju kekuatan pokok Minimum Essential Force.

Kadisadal berharap dengan telah terselenggaranya kegiatan First Steel Cutting agar seluruh personel Satgas DN Yekda dapat mengawal pembangunan kapal ini dengan bekerjasama dan berkomunikasi yang baik, dengan pihak galangan maupun surveyor/biro klasifikasi yang ditunjuk sehingga produk kapal PC 40 Meter yang dihasilkan nanti sesuai dengan Requerement yang diharapkan serta sesuai dengan kualitas, schedule dan budget yang telah disepakati.

Dalam acara tersebut hadir Irdalog Itjenal Kol Laut (T) T Surachman, Paban 2 Mat Slogal Kolonel Laut (T) Ir. Yudi Trividya, Sekdisadal Kolonel Laut (T) Supriatno, Kasubdis dalada Kolonel Laut (T) Edhi Prasetya, Kasubdis adagri Kolonel Laut (T) Supriyanto, Danlanal Banten Letkol Laut (P) Rudi Haryanto, S.E, DAN Satgas PC 40 TA. 2016 Kolonel Laut (T) Al Sunaryo, DAN Satgas PC 40 TA. 2017 Kolonel Laut (T) Christanto Pratomo, Dirut PT. CMS beserta jajaran direksi PT. CMS Banten.

  ★ TNI AL  

SSV ke-2 Filipina Siap Dikirim

Bulan April Strategic Sealift Vessel (SSV) kedua produksi PT PAL

PT PAL Indonesia (Persero) tengah menyelesaikan pesanan kapal perang kedua dari Filipina. Kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) rencananya akan dikirim ke Filipina pada April 2017 mendatang.

Sebelumnya pada Mei 2016 lalu, PAL telah mengirimkan kapal SSV pertama ke Filipina yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK). di dok perkapalan PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya.

Dua kapal SSV yang diproduksi PAL merupakan pesanan dari The Department of National Defense of The Philippines, atau Kementerian Pertahanan Filipina.

Pertama sudah tahun 2016 yang lepas Pak Wapres. Kalau yang kedua ini sebetulnya tinggal finishing saja, jadi sekitar pertengahan, minggu kedua ketiga April (dikirim),” jelas Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Firmansyah Arifin, Minggu (26/3/2017).

Firmansyah menambahkan, kedua kapal perang yang diproduksi PT PAL Indonesia memiliki nilai kontrak sebesar US$ 90 juta. Pengiriman kapal perang SSV ke Filipina sekaligus kali pertama PT PAL dan Indonesia khususnya mengekspor alutsista.

Ini dari mereka order pertama yang nilainya besar. Itu total US$ 90 juta. Untuk Indonesia ini juga ekspor pertama untuk alutsista,” tutur Firmansyah.

Sedangkan untuk kapal non alutsista, PT PAL sudah melakukan beberapa kali ekspor ke Turki hingga Jerman. “Kalau PAL sudah beberapa kali ekspor kapal non alutsista ke Turki, ke Jerman,” tutup Firmansyah.

  ★ detik  

[Video] Kemhan Targetkan 43 Unit Kapal Cepat Rudal di 2024

✈️ Liputan Antara TvDitargetkan akan ada 43 unit kapal perang jenis patroli kapal cepat rudal untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negara. Pembuatannya dipercayakan kementerian pertahanan kepada PT PAL Indonesia. yang ditargetkan tuntas pada tahun 2024.


  ✈️ Youtube  

Minggu, 26 Maret 2017

MRSS Indonesia Jadi Pilihan TLDM

✈️ Multi Role Support Ship✈️ Tjahjono Yudo menunjukkan replika kapal laut MRSS keluaran Indonesia. [Utusan]

Bukan lagi rahsia betapa Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) sangat berkehendakkan kapal sokongan pelbagai peranan (MRSS) sebagai salah satu daripada elemen transformasi 15 to 5 yang dianggap sebagai langkah efisien dalam me­ngukuhkan ketumbukan pasukan menjaga perairan negara.

Setelah beberapa negara termasuk Amerika Syarikat (AS) dan China dikhabarkan cuba melobi Malaysia untuk membeli kapal mereka sebelum ini, kebelakang­an ini, terdengar khabar mengatakan MRSS dihasilkan syarikat negara jiran, PT PAL Indonesia (Persero) yang menjadi pilihan.

Pengarah Urusan Perancangan Strategik Korporat Persero, Ir. Tjahjono Yudo ketika ditemui mengakui pihaknya sudah pun menjalinkan kerjasama bersama Boustead Naval Shipyard bagi meneliti spesifikasi kapal yang sesuai ditawarkan kepada TLDM.

Kapal MRSS pengajuan dari China [Navy Recognition]

Setakat ini saya belum boleh memberi maklumat penuh me­ngenai spesifikasi kapal yang ditawarkan. Namun secara umumnya MRSS yang kami tawarkan adalah kapal versi terkini yang diba­ngunkan daripada kapal pendarat (LPD), sama seperti kapal perang Republik Indonesia (KRI) Banjamasin dan KRI Banda Aceh”.

Tentera Laut Filipina membuat dua tempahan kapal ini daripada kami dengan satu daripadanya sudah diserahkan pada Mei 2016 dan satu lagi bakal diselesaikan tahun ini. Saya percaya selaku negara berjiran yang mempunyai keadaan hampir sama, Malaysia juga sesuai memiliki kapal ini,” katanya kepada Utusan Malaysia di sini hari ini.

Sementara itu, sumber dalaman TLDM memaklumkan, pasukan itu sememangnya berhasrat mendapatkan kapal tersebut namun belum ada sebarang keputusan dibuat mengenainya.

Sejak KD Inderapura terbakar pada 2009, tugas-tugas logistik kebanyakannya diambil alih dua lagi kapal dalam kelas Multi Purpose Command Support Ship (MPCSS) iaitu KD Mahawangsa dan KD Sri Indera Sakti”.

Kapal MRSS pengajuan dari Belanda [Navy Recognition]

Kedua-dua kapal itu tidak sebesar KD Inderapura dan bebanan tugas berlebihan juga menyebabkan kos penyelenggaraan serta baik pulih meningkat. Jadi, langkah untuk mendapatkan MRSS adalah pilihan terbaik,” katanya.

Selain itu, katanya, kapal tersebut sekiranya dimiliki mampu memberi imej lebih mesra kepada negara ini dalam menjalankan misi-misi kemanusiaan.

Adakalanya dalam menjalankan misi kemanusiaan, kita terpaksa menggunakan kapal-kapal perang. Jadi kalau kita menggunakan kapal pengangkut seperti ini, keadaannya akan menjadi lebih ‘molek’ dan mesra,” katanya.

  ✈️ Utusan  

Menperin Luncurkan Kapal Iriana

Lebih Canggih Dari Jepang Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua dari kiri) berfoto dengan latar belakang kapal MV Iriana, di PT Sumber Marine Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Sabtu (25/3). ( ANTARA News/Try Reza Essra)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meresmikan peluncuran MV Iriana, yang merupakan kapal angkutan semen curah dengan teknologi electric propulsion pertama dibangun di Indonesia oleh PT Sumber Marine Shipyard.

"Pembuatan kapal ini harus diapresiasi karena menjadi pembuatan kapal pertama menggunakan teknologi terbaru electric propulsion yang seluruhnya dibuat di dalam negeri, dan menggunakan baja juga dari dalam negeri," katanya dalam peluncuran di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.

Airlangga mengatakan, teknologi tersebut sama dengan yang digunakan oleh Jepang sebagai negara pertama yang menerapkannya, namun buatan Indonesia lebih canggih karena mampu menghemat bahan bakar lebih besar.

"Teknologi di jepang dilakukan dgn saving energi sekitar 10 persen, di sini bisa rencananya 20 persen," kata dia, tentang kapal berkapasitas 10.000 tonase bobot mati (deadweight tonnage) terebut.

Kapal dengan spesifikasi panjang 117 meter, lebar 25,5 meter, tinggi 7,9 meter, kedalaman ke air 6,3 meter, dan kecepatan 10 knot tersebut dikerjakan oleh putra putri Indonesia.

Menurut Menperin, pembangunan kapal ini sejalan dengan langkah pemerintah yang menempatkan sektor maritim sebagai salah satu program prioritas dalam pembangunan nasional, termasuk juga di dalamnya adalah pengembangan industri galangan kapal.

Melalui visi kemaritiman, saat ini pemerintah berupaya agar sektor industri galangan kapal nasional mempunyai daya saing di tingkat global,” ujarnya.

Oleh karena itu, pemerintah semakin serius untuk memperkuat sektor kelautan dalam negeri dengan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Salah satu program utama untuk mencapai target tersebut adalah program pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, melalui pembangunan tol laut, deep seaport, logistik, dan industri perkapalan,” papar Airlangga.

Di sisi lain, lanjutnya, visi kemaritiman memberikan peluang bagi industri galangan kapal nasional untuk terus tumbuh karena program tersebut mampu meningkatkan jumlah kebutuhan armada kapal di pasar domestik.

Dengan bertambahnya potensi pasar tersebut, kami mengharapkan mampu dimanfaatkan industri perkapalan kita untuk menambah kapasitas dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan armada kapal dalam negeri,” tegas Airlangga.

  detik  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More