blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Kamis, 30 Januari 2014

"DICARI": hacker terhebat di Indonesia! Untuk Kompetisi Cyber Defense Kemhan

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRKXSfJdi0qmu2e9UuBrWXkaOOPZFeLjh94-_-pMh9mNOC5vbq98gBersiaplah bagi Anda yang memiliki kemampuan lebih dalam hal keamanan siber dan peretasan.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia akan mengadakan kompetisi keamanan siber di tahun 2014.

Kompetisi ini dinamakan Cyber Defense Competition 2014 dan terbuka untuk umum. Terdapat dua kategori yang diselenggarakan yaitu untuk umum dan pelajar.

Tujuan dari diadakannya ajang unjuk bakat para hacker ini sendiri adalah untuk Membangun jejaring dan membina potensi pertahanan siber. Selain itu, juga untuk menyalurkan bakat hacking yang selama ini dilakukan untuk merusak fasilitas orang lain ke arah yang lebih positif.

Kompetisi ini akan diadakan secara online dan bisa diikuti seluruh peserta dari Indonesia. Asalkan Anda berusia minimal 18 tahun (kategori umum) atau 13 tahun (kategori pelajar) pada 12 Februari 2014 mendatang, maka dipersilahkan untuk mengikutinya.

Bagi yang tertarik mendaftar, bisa langsung mendatangi situs http://cybercompetition.kemhan.go.id/. Kompetisi ini juga tidak dipungut biaya.

Jadi, segera daftarkan diri Anda sebelum kompetisi dimulai 11 Februari 2014!


  Kemhan 

Rabu, 29 Januari 2014

Unsoed Panen Padi Gogo Aromatik yang Tumbuh di Lahan Kering

http://images.detik.com/content/2014/01/28/4/padi.jpgPurwokerto Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah memanen Padi Gogo Aromatik untuk lahan kering. Padi varietas baru tersebut, ditargetkan bisa ditanam di lahan seluas 200 hektar. Lalu rencananya padi ini akan didistribusikan kepada masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertanian.

"Panen perdana ini untuk kebutuhan benih yang akan dibagikan kepada petani," kata Rektor Unsoed Mas Yedi Sumaryadi, di sawah milik Unsoed, Selasa (28/1/2014).

Padi Gogo Aromatik temuan Guru Besar dari Universitas Jenderal Soedirman, Totok Agung Dwi Haryanto, diklaim mampu menghasilkan padi sebanyak 5-7 ton per hektar. "Padi tersebut diberi nama Padi Gogo Aromatik Inpago Unsoed 1," jelas Totok.

Menurut dia, padi Gogo Aromatik yang diteliti mulai 2001-2006 tersebut dinilai bisa mengatasi permasalahan pangan di daerah yang mempunyai banyak lahan kering. Di Indonesia, dari total areal lahan kering seluas 47 juta hektar, baru 1,1 juta hektar yang sudah dimanfaatkan. Areal tersebut masih jauh lebih kecil dibandingkan lahan persawahan irigasi seluas tujuh juta hektar. "Itu pun kalau tidak dijaga, paling 50 tahun lagi sawah akan habis," jelasnya.

Totok menjelaskan, padi tersebut sudah ditanam di sejumlah lokasi di Indonesia, termasuk Papua Barat. Padi tersebut merupakan perkawinan antara padi Poso dan Danau Tempe dengan Mentik Wangi. Padi Poso dan Danau Tempe merupakan padi dengan karakter toleran kering, hasil tinggi, namun rasa tidak enak. Sedangkan Mentik Wangi berkarakter, pulen, beraroma wangi namun tidak toleran air. "Jadi padi Gogo Aromatik, merupakan keturunan terbaik dari padi yang dikawinkan," jelasnya.

Sementara menurut Kepala Badan Penyuluh Pertanian Banyumas, Widarso, padi tersebut bisa ditanam di lahan kering Banyumas yang mencapai 4.000 hektare. "Bisa memperkuat ketahanan pangan Banyumas," ujarnya.(arb/dnl)


  detik  

Impian RI Punya Kereta Super Cepat Sudah di Depan Mata

http://images.detik.com/content/2014/01/28/4/173629_kereta.jpgJakarta Pembangunan Kereta cepat Jakarta-Surabaya sudah dimulai. Untuk tahap I, proyek ini diawali dengan feasibility study atau studi kelayakan untuk jalur Jakarta-Bandung.

Hal ini diungkapkan oleh Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S Priatna usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

"Pelaksanaan proyek ini dibagi dalam beberapa tahapan di mana tahun 2014 ini adalah tahap studi kelayakan yang menggunakan dana hibah dari pemerintah Jepang. Mulainya dari hari ini selama 2 tahun," kata Dedy.

FS dilakukan oleh Japan Internasional Consultan of Transportation (JICA) dengan biaya sebesar US$ 15 juta. Studi akan berlangsung selama 2 tahun dan terbagi atas dia tahap sesuai dengan rincian teknis.

"JICA ini melakukan FS 2 stage. Stage I namanya basic design smpai April 2015, detail kalkulasi menuju stage 2 dari April-Desember 2015," sebutnya.

Selain itu alasan studi dibagi menjadi dua tahap adalah karena pergantian pemerintahan. Dedy menilai hibah yang diberikan sangat besar. Sehingga pihak Jepang membutuhkan komitmen dari pemerintahan selanjutnya.

"Harusnya kan satu stage tapi karena ada pergantian presiden jadinya dua," ujar Dedy.

Akan tetapi, Ia telah meminta agar studi proyek ini dipersingkat menjadi 18 bulan. Agar proyek selanjutnya dapat segera dilakukan. Pihak Jepang, menurutnya akan mempertimbangkan hal tersebut.

"Saya tidak setuju 2 tahun kelamaan jadi saya minta dibuat 18 bulan. FS masa 2 tahun kelaman. Jakarta-Bandung detailnya, tapi globalnya nanti akan menuju Jakarta-Bandung-Cirebon-Surabaya. FS nya untuk Jakarta-Bandung saja tapi preliminary-nya sampai Surabaya," terangnya.(mkl/dru)

Jepang Bantu Proyek Kereta Super Cepat RI, Pakai Sistem Shinkansen
 

http://images.detik.com/content/2014/01/28/4/175817_shinkan.jpgFeasibility Study atau studi kelayakan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung dimulai hari ini. Japan Internasional Consultan of Transportation (JICA) adalah selaku konsultan yang dipercaya melakukan studi. Anggarannya pun sebesar US$ 15 juta.

Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S Priatna mengatakan kemungkinan kereta yang dipergunakan nantinya adalah Shinkansen. Ini adalah kereta terbaik di dunia yang berasal dari Jepang.

"Shinkansen paling keren nomor 1 di dunia. Kemungkinan kita pakai itu. Sekarang kan FS dulu," kata Dedy usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014)

Shinkansen merupakan kereta api dengan solusi terbaik yang dimiliki Jepang. Kereta ini memiliki teknologi mutakhir untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih nyaman dan ramah lingkungan.

Selain itu, kereta ini juga memiliki teknologi untuk merespons gempa bumi dengan dilengkapinya sensor yang dapat mendeteksi gempa dari jarak sekian kilometer. Kereta akan berhenti secara otomatis, bahkan ketika sedang dalam terowongan sekalipun.

"Jepang kan makai itu. Keretanya bagus kok," sebutnya.

Dedy menuturkan banyak negara yang sudah menerapkan kereta cepat. Tentunya dengan kondisi Indonesia seperti sekarang, kereta cepat itu diperlukan.

"Banyak negara besar yang sudah menerapkan kereta ini. Saah satunya itu Thailand. Kemudian juga Malaysia-Singapura akan dibuat tahun ini. Jadi dua negara itu nannti tersambung kereta cepat," jelasnya.(mkl/dru)

Pemerintah Rancang Kereta Super Cepat, Jakarta-Bandung Cuma 37 Menit 

http://images.detik.com/content/2014/01/28/4/193157_kereta.jpgKereta api cepat Jakarta-Bandung sedang dirancang pemerintah, dengan menggunakan produk asal Jepang, bernama Shinkansen. Produk yang disebut memiliki kualitas terbaik di dunia ini akan mengantarkan anda dari Jakarta ke Bandung hanya dalam waktu 37 menit.

"Ini keretanya memang super cepat. Jakarta Bandung cuma 37 menit," kata Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S. Priatna usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014)

Dedy menuturkan, kecepatan kereta ini mencapai 300 km/jam. Sehingga cukup memungkinkan, bila waktu tempuhnya mencapai 37 menit.

"Kereta api berkecepatan tinggi ini memiliki kecepatan hingga 300 km/jam, dapat menghubungkan Jakarta Bandung hanya 37 menit, dan tentunya memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat," paparnya.

Selama ini dengan menggunakan kendaraan seperti mobil maupun kereta api, memerlukan waktu sekitar 3 jam dari Jakarta ke Bandung. Belum lagi bila harus bertemu dengan kemacetan di jalan.

"Kalau ini kan nggak macet karena lewat rel dan ini adalah rel baru, tidak dengan rel kereta sebelumnya. Berbeda. Karena ini elevated (jalur melayang) bentuknya," kata Dedy.

Sementara dari keterlambatan, Dedy mengatakan, rata-rata di Jepang sejak ada 50 tahun yang lalu, kereta Shinkansen hanya terlambat 1 menit.

"Di Jepang rata-rata keterlambatan Shinkansen dalam pelayanannya selama kurun waktu kurang lebih 50 tahun sejak diresmikan pengunaannya adalah 1 menit. Cuma 1 menit lho," ujarnya.

Ini menurut Dedy sangat membantu kalangan pebisnis dan masyarakat yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu.

"Jadi untuk para pebisnis dari Shinkansen jadwal kegiatan bisnis dapat dilaksanakan dengan tepat waktu baik di Jakarta maupun Bandung. Singkatnya waktu tempuh perjalanan memberikan lebih banyak keleluasaan bagi masyarakat untuk bertemu lebih sering terutama untuk kepentingan bisnis, keluarga atau teman," terangnya.(mkl/dnl)

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Tahun 2020 

http://images.detik.com/content/2014/01/28/4/kereta1.jpgProyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan selesai pada tahun 2020. Saat ini tahapan awal pembangunan sudah dimulai, dengan feasibility study atau studi kelayakan oleh Japan Internasional Consultan of Transportation (JICA).

"Direncanakan masyarakat akan menikmati kereta api super cepat Shinkansen ini pada tahun 2020, yang akan dibangun dengan skema kerjasama pemerintah swasta," ungkap Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S. Priatna usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014)

Pada rinciannya, studi kelayakan diperkirakan berlangsung selama 2 tahun. Meskipun pemerintah telah meminta agar dipercepat menjadi 1,5 tahun. Selanjutnya adalah proses tender untuk pembangunan dan berlanjut kepada groundbreaking atau peletakan batu pertama.

"Jadi pada tahun 2016 akhir atau 2017 awal itu baru mulai groundbreaking. Sekitar 6 tahun dari sekarang," sebutnya.

Sementara dari skema pembiayaan, pemerintah belum dapat memutuskan. Walupun pihak Jepang sudah menawarkan bentuk pinjaman sekaligus produknya.

"Masalah pembiayaan bisa saja tender Internasional. Itu kalau pinjam ke Jepang itu bunganya 0,2%, lalu turun akan 0,1% kalau langkahnya hanya pakai barang Jepang," jelas Dedy.

Pemerintah menurut Dedy, juga bisa berpartisipasi pada pembangunan infrastruktur seperti rel.

"Saya inginnya 50% dibiayai pemerintah bangun infrastruktur, dan 50% lagi swasta plus rolling stop-nya kereta api, dan lainnya swasta semua. Nah ini belum ada. Pemerintah komitmennya seperti apa, tergantung kira-kira pemerintah harus keluarkan uang berapa. Kalau untuk Bandung keluarkan uang terlalu banyak, Indonesia Timur akan seperti apa," paparnya.(mkl/dnl)

Rutenya Jalur Kereta Super Cepat Jakarta-Bandung 

http://images.detik.com/content/2014/01/28/4/keretacepat320.jpgRencana proyek kereta super cepat alias Shinkansen Jakarta-Bandung ditargetkan selesai pada tahun 2020. Pihak investor, Japan International Cooperation Agency (JICA) merancang rute kereta ini menghubungkan Stasiun Dukuh Atas di Jakarta dengan Gedebage di Bandung.

"Stasiun Shinkansen direncanakan berlokasi di kawasan Dukuh Atas yang memiliki akses tepat di tengah kota. Sedangkan di Bandung direncanakan di kawasan Gedebage," kata Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas Dedy S Priatna usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014)

Selain dua stadion tadi, ada juga tiga stasiun pemberhentian, yaitu Stasiun Bekasi, Stasiun Cikarang dan Stasiun Karawang, Jawa Barat. Alasannya karena tiga kawasan tersebut merupakan area industri yang memungkinkan banyak penumpang.

"Jadi ada stasiun pemberhentian juga sebelum menuju Bandung," sebutnya.

Dedy juga mengatakan jalur kereta super cepat ini juga akan terkoneksi dengan rencana bandara baru di Karawang yang kini masih tahap perencanaan.

"Kan ada Bandara Karawang, iya itu bisa saja terhubung," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan pengembangan daerah Lucky Eko Wuryanto di tempat yang sama.

Ia menambahkan Shinkansen Jakarta-Bandung juga akan terhubung dengan transportasi massal di Jakarta. Misalnya akan terkoneksi dengan jaringan Mass Rapid Transit (MRT), Monorel, dan kereta ekspres Bandara Soekarno-Hatta yang bertemu di titik Stasiun Dukuh Atas.

"Iya itu kan bisa terintegrasi dengan moda transportasi di ibukota. Seperti MRT, Monorel, kemudian kereta Bandara. Itu kan sedang dibangun. Semoga pada 2020 semua selesai," paparnya.(mkl/hen)

Tarif Kereta Super Cepat Jakarta-Bandung Rp 200 Ribu

Kereta cepat Jakarta-Bandung sudah dimulai pembangunannya dan ditargetkan selesai pada tahun 2020. Perencanaan proyek ini melibatkan Japan Internasional Consultan of Transportation (JICA). Stasiun kereta berlokasi di Dukuh Atas (Jakarta)-Gedebage (Bandung).

Kecepatan kereta tersebut mencapai 300 km/jam, dengan waktu tempuh 37 menit. Lalu berapa tarifnya?

Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Perekonomian Lucky Eko mengatakan, hasil kajian sementara, tarif yang layak adalah Rp 200 ribu. Ini meliputi satu orang untuk satu kali perjalanan.

"Kalau dari kajian sementara kan tarifnya itu Rp 200 ribu per orang," ungkapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/1/2014)

Lucky menuturkan, saat proses feasibility study atau studi kelayakan berlangsung, nantinya juga sekaligus diadakan survei harga. Penerapan harga menurutnya harus disesuaikan dengan target konsumen, daya beli masyarakat dan tiket transportasi lainnya.

"Nanti akan dibuat semacam survei harga. Itu harus disesuaikan dengan bus dan KA biasa," ujarnya.

Lucky menjelaskan, sebenarnya pendapatan operator nanti bisa berasal dari tarif dan non tarif. Non tarif seperti memanfaatkan opsi sewa iklan dan sejenisnya. Itu pun bisa menutupi harga tiket agar tidak terlau mahal.

Selain itu, tarif juga bisa diturunkan jika pemerintah berani memberikan subsidi. Tentu saja dikembalikan lagi kepada hasil dari studi yang saat ini tengah dilakukan. "Nah sekarang tergantung pemerintah mau subsdi atau nggak," tegasnya.

Sementara jika dibandingkan dengan Jepang, untuk jarak yang sama dari Tokyo menuju Osaka ditetapkan tarif sebesar 10.000 yen atau Rp 1 juta. Menurut Lucky, harga tersebut bisa disebut wajar karena pendapatan warga Jepang yang juga berada di atas Indonesia.

"Kalau di Jepang, dari Tokyo ke Osaka. Kan kurang lebih sama dengan Jakarta Bandung itu 10.000 yen," pungkasnya.


  detik  

LIPI Akan Lakukan Ekspedisi ke Laut Arafura

Berbagai jenis ikan hias dalam akuarium air laut.AMBON Balai Konservasi Biota Laut (BKBL) LIPI Ambon merencanakan ekspedisi ke Laut Arafura, terkait adanya laporan penurunan stok perikanan di perairan wilayah Maluku tersebut.

"Pelaksanaannya sekitar April nanti. Kami akan memperbarui data-data di sana, termasuk adanya informasi dari Kementerian Perikanan bahwa terjadi penurunan stok perikanan di Arafura," kata Kepala BKBL LIPI Ambon, Augy Syahailatua, Selasa (28/1).

Ia mengatakan Laut Arafura masih menjadi isu sentral mengenai masalah perairan dan perikanan di Indonesia, yakni aktivitas ilegal fishing di kawasan yang terkenal sebagai wilayah tangkapan udang dan jenis ikan-ikan dasar, seperti kerapu dan kakap.

Oleh karena itu, ekspedisi laut Arafura dirasa sangat penting agar bisa mengetahui kondisi terkini sumber daya laut dan keanekaragaman hayati dari perairan Maluku yang berada di antara Australia dan Pulau Papua tersebut. "Terjadi penurunan stok ikan, saya kira itu bisa saja terjadi karena kapal-kapal ikan yang biasanya beraktivitas di sana, sekarang lebih banyak berlabuh di pelabuhan (Pelabuhan Perikanan Nusantara -red)," katanya.

Menurut Augy, agenda utama ekspedisi Laut Arafura akan diutamakan pada penelitian kondisi perairan, seperti salinitas, suhu air, pola arus, kadar oksigen, transparansi laut dan sebagainya. Hasil dari penelitian tersebut kemudian akan dibandingkan dengan data-data lama tentang Laut Arafura.


  Republika  

Selasa, 28 Januari 2014

Rocket Launcher 6x6 RHAN 122 Produksi PT AIU


2014 PT Alam Indomesin Utama menampilkan produksinya berupa kendaraan 6x6 angkut Alutsista Berupa Rhan 122 produksi Lapan.

Kendaraan ini menurut situs PT Alam Indomesin Utama menggunakan mesin Mercedes Benz Engine w/ 6x6 Drive Train chassis.

Dalam gambar terlihat kendaraan tersebut melakukan ujicoba test road di Hambalang.

Sedangkang Ujicoba Alutsista berupa Rhan Lapan akan di lakukan secepatnya bulan depan dengan peluncur 10 roket Rhan.

Berikut Gambar Kendaraan diambil dari situs PT AIU :




  Alam Indomesin 

PAL INDONESIA siapkan Kapal Perang untuk FILIPINA

23 Januari 2014 Tepat pukul 17.00 waktu Filipina Kesepakatan antara PT PAL INDONESIA (Persero) dengan kementerian pertahanan (Department of National Defence) Filipina telah disepakati dalam pembuatan 2 unit Strategic Sealift Vessel (SSV). Penunjukkan ini merupakan hasil pemenangan tender PT PAL INDONESIA (Persero) pada proses lelang yang juga diikuti oleh beberapa perusahaan galangan kapal di dunia. Setelah melaksanakan uji adminstrasi, teknis dan komersiil oleh panitya lelang pada akhir tahun 2013, maka PAL INDONESIA mendapatkan kepercayaan sebagai pelaksana pekerjaan proyek pembangunan Kapal SSV ini. Pada penandatanganan kontrak yang dilakukan di Manila Filipina ini, PT PAL INDONESIA (Persero) dihadiri langsung oleh Direktur Utama M Firmansyah Arifin dan didampingi Direktur Perencanaan & Pengembangan Usaha Eko Prasetyanto, Direktur Keuangan Imam Sulistiyanto, Kadiv Desain Gonot H, Kadiv Treasury Arif Cahyana, Kadiv Bisnis M. Agus Budiyanto dan Staf khusus Bid. Hukum Dirut Bambang Hardiyanto yang dihadiri juga oleh Perwakilan Duta Besar Indonesia Untuk Filipina.

Dalam kontrak tersebut pihak Philippine berharap dengan melihat pengalaman PT PAL INDONESIA (Persero) pembangunan ini dapat terlaksana dengan segera dan tanpa halangan. Proyek ini merupakan proyek prestisus yang merupakan pembuktian PT PAL INDONESIA (Persero) mampu berkompetisi dialam proses tender Internasional. Proyek pertama di awal tahun 2014 ini, sebagai bentuk tanggungjawab yang besar terhadap pertumbuhan PAL INDONESIA menyongsong era yang baru.

Pada kesempatan ini, PAL INDONESIA mendapatkan tanggung jawab baru selain tugas dari Kementerian Pertahanan Nasional sebagai Lead Integrator proyek Alutsista. Proyek ini akan menjadi titik penentu PT PAL INDONESIA (Persero) dalam menghasilkan produknya selain STAR-50, yang telah berlayar di Laut Internasiona. Dan proyek ini merupakan ekspor pertama kapal perang yang terjadi sepanjang sejarah PAL INDONESIA berdiri. Maka hal ini seharusnya membuat kepercayaan diri Insan PAL INDONESIA untuk terus meningkatkan kompetensinya kembali dalam persaingan industri galangan maritim.

Selain itu, proyek SSV pesanan Filipina ini juga akan menjadi tonggak kebesaran PAL INDONESIA dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Kebesaran ini telah dimulai dengan proses pembangunan beberapa kapal perang pesanan TNI Angkatan Laut, diantaranya kapal Kawal Cepat Rudal (KCR-60), Perusak Kawal Rudal (PKR-105) dan Kapal Selam. Selain dari proyek tersebut PAL INDONESIA juga berpengalaman dalam memproduksi kapal patroli cepat dan inilah yang menjadi cikal bakal kepercayaan user dalam memesan kapal. Sementara itu kapal pesanan Filipina ini merupakan peningkatan/upgrade dari kapal jenis pengangkut yang pernah diproduksi oleh PT PAL INDONESIA (Persero) yakni Landing Platform Dock (LPD-125). SSV pesanan Filipina ini memiliki kapasitas panjang kapal 123 meter, lebar 21,8 meter dan berkapasitas 7.000 Ton. Kapal ini mampu menampung 649 orang baik terdiri dari awak kapal, pasukan dan penumpang. Dan kapal ini mampu melaju hingga kecepatan 16 Knots, dengan mesin pendorong 2 X 3.000BHP.


  BUMN  

Indonesian Firm Wins PAF Aircraft Supply Deal

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvUbuf7ny4WjS4KcQ6jm2KM4buCrchC6GaTxKn7Koxb6_-Fu9maNeaTPd8EdIlQKfT5CKrDn8bvsJhbmgd-7SBuCeqVwsuxlL2w0g3-fN_0Ydod7cZHKncoqY29cFqPGbi_8NOWkWFPs4w/s400/C212-400_ptdi.jpgMANILA, Philippines The Air Force is acquiring two new light lift aircraft from Indonesia to boost the delivery of supplies and personnel to remote areas.

Indonesian firm PT Dirgantara Indonesia has won the bidding for the light lift fixed-wing aircraft acquisition project, worth P814 million.

The STAR learned that the defense department issued the notice of award for the project early this month.

Air Force spokesman Col. Miguel Okol said the aircraft could land even in areas that do not have airstrips.

Larger planes like the C-130 and medium lift fixed-wing planes require long runways.

“The light lift fixed aircraft can bring more goods than helicopters.

It can operate in areas with small runways,” Okol told The STAR yesterday.

He said the plane is more flexible, particularly during disaster response operations.

The air assets, Okol said, would ensure on time distribution of relief goods to far-flung areas.

There are three light lift aircraft in the Air Force’s inventory.

Defense assistant secretary Patrick Velez said PT Dirgantara would supply CN 212i planes to the Air Force, which is seeking to beef up its inventory following a series of crashes.

The company is required to deliver the planes within 548 calendar days from the opening of letter of credit, which assures the winning bidder that the government will honor its financial obligations.

The aircraft acquisition project aims to enhance the military’s humanitarian and security efforts.

The plan was to buy an aircraft that can operate in any environment and will provide organic general support for territorial defense, internal peace and security plan, internal security operations, disaster response and national development.

The Aquino administration has vowed to upgrade the capabilities of the military, said to be one of the most poorly equipped in the region.

Other air assets to be acquired include lead-in fighters, long-range patrol aircraft, close air support aircraft, medium lift aircraft, C-130 cargo planes, attack helicopters and combat utility helicopters.


  ● Philstar  

Senin, 27 Januari 2014

Sistem Kontrol Terpusat di Sepinggan

Airport Operation Database Centre (AODC) dipastikan terpasang di Bandara Sepinggan. Sistem ini akan membuat operasional penumpang dan pengelola bandara menjadi lebih mudah. 

Bandara-bandara di Indonesia terlihat berbenah, terutama dari sisi darat. Yang nyata terlihat adalah pembangunan fisik terminal baik penumpang maupun kargo. Namun di balik itu, sistem-sistem yang mengikutinya di beberapa bandara ternyata juga ikut dikembangkan. Yang sudah nyata dioperasikan di antaranya adalah penanganan bagasi dengan Integrated Baggage Handling Screening System (IBHSS) level 4 di terminal Bandara Kualanamu - Deli Serdang. Sistem ini juga sudah dipersiapkan dan akan dipasang di terminal Bandara Sepinggan- Balikpapan.

Satu lagi sistem yang juga akan diterapkan di terminal Bandara Sepinggan adalah sistem Airport Operation Database Centre (AODC). AODC ini dibeli dari perusahaan UFIS Jerman. Sistem ini memang bukan sistem teranyar di dunia penerbangan. Namun sistem yang bisa mengintegrasikan semua sarana dan prasarana di bandara ini baru satu-satunya yang diterapkan di Indonesia. Sistem itu akan menggantikan sistem manual yang sekarang dipakai di bandara tersebut.

Pihak manajemen Bandara Sepinggan tengah melatih sumber daya manusia untuk menjadi operator AODC tersebut. Mereka selanjutnya akan bekerja mengoperasikan AODC di Airport Operation Control Center (AOCC). Sedangkan sistem AODC sudah mulai dipasang bersamaan dengan perampungan pembangunan terminal.

Terminal mal

Terminal Bandara Sepinggan yang saat ini sedang dikebut pengerjaannya akan menjadi terminal bandara dengan kapasitas terbesar kedua di Indonesia. Kapasitas terminal yang akan mampu menampung pergerakan 10 juta penumpang setiap tahun ini hanya akan kalah besar dibanding Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai (kapasitas 25 juta penumpang). Mengalahkan Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta (kapasitas masing-masing 9 juta penumpang) dan Terminal Bandara Kualanamu ( kapasitas 8 juta penumpang).

Menurut Manajer Personalia dan Umum Bandara Sepinggan Tris Gunarso, pada tahun 2013, tiap hari di bandara ini ada sekitar 200 pergerakan pesawat. Pesawat yang beroperasi di bandara ini beragam. Mulai dari pesawat jet berkapasitas 200-an tempat duduk hingga pesawat baling-baling berkapasitas 5-10 kursi.

“Saat ini jumlah pergerakan penumpang tiap hari sekitar 16.000 penumpang domestik dan internasional. Jumlah tersebut dipastikan meningkat pada tahun ini dan mendatang mengingat tingkat pertumbuhan pergerakan penumpang di bandara ini rata-rata 16 % setiap tahun,” ujar Tris.

Jumlah itu belum termasuk pergerakan orang-orang yang sehari-hari beraktivitas di bandara. Seperti pegawai bandara dan pegawai tenant-tenant komersial yang beroperasi di bandara serta pengunjung bandara.

Terminal baru ini mempunyai konsep memadukan mal dengan terminal bandara. Di terminal akan banyak dibangun tempat-tempat untuk berbelanja, berkumpul (rapat/ meeting) ataupun sekedar untuk kongkow-kongkow. Dalam pemaparan pengembangan terminal oleh manajemen bandara bahkan disebutkan terminal baru ini akan menjadi tempat berkumpul dan berbelanja tersibuk di Balikpapan.

Jika hal itu terjadi, akan ada tambahan ribuan orang lagi yang akan beraktifitas di terminal bandara ini.

Mengawasi pergerakan puluhan ribu orang tiap hari tentu bukan persoalan gampang. Bahkan persoalannya akan menjadi lebih rumit jika harus mengarahkan ribuan penumpang tersebut untuk melakukan tindakan tertentu di tempat yang tertentu pula.

Misalnya adalah jika terjadi bencana alam, kebakaran, serangan teroris dan sebagainya. Maka penumpang dan semua orang di bandara harus diarahkan ke tempat yang aman. Dan untuk itu, sarana dan prasarana bandara juga harus mendukung dengan cepat dan tepat.

“Walaupun kita tidak mengharapkan itu terjadi, semuanya harus kita persiapkan sedini mungkin. Itulah pemikiran kenapa kita menggunakan AODC di bandara ini,” ujar Pimpinan Proyek pengembangan Bandara Sepinggan Taochid Purnomo Hadi.

Menurut Taochid, dengan digunakannya AODC semua sarana dan prasarana akan terintegrasi pada satu sistim. Dengan demikian penanganannya akan lebih fokus dan optimal. “Misalnya saja jika terjadi kebakaran dan terminal menjadi penuh asap. Maka panel-panel LCD (layar) untuk jadwal penerbangan akan langsung berubah menjadi penunjuk arah ke tempat evakuasi. Pintu-pintu juga akan langsung terbuka,” ujarnya lagi.

Untuk membantu memudahkan pergerakan ini, bangunan terminal juga dibuat seperti sebuah aula besar. Tidak akan ada banyak sekat yang bisa menghambat pergerakan manusia di dalamnya.

Pada saat tidak ada bencana, AODC juga bisa digunakan untuk mengecek operasional sarana-prasarana. Misalnya saja jika ada elevator yang terus berjalan walaupun tidak ada orang yang menaikinya, akan bisa langsung terpantau. Operator di AOCC akan bisa langsung menghubungi teknisi untuk mengecek dan memperbaiki operasional elevator tersebut.

Progres pengerjaan

Menurut Taochid, sampai dengan Desember tahun lalu, proyek pengerjaan terminal dan beberapa bangunan sudah mencapai lebih dari 90%.

Selain pembangunan terminal penumpang, juga dibangun terminal untuk kargo, hanggar pesawat, gedung untuk manajemen bandara, menara navigasi, apron, gedung parkir dan beberapa bangunan penunjang lain. Di terminal juga dilengkapi dengan 11 garbarata, fasilitas yang tidak ada pada terminal lama.

Secara fisik, bangunan terminal baru yang bernuansa biru sudah terlihat gagah jika dilihat dari landas pacu. Terutama jika disandingkan terminal lama yang hanya berkapasitas 1,7 juta pergerakan penumpang per tahun. Hanya saja jika dilihat dari luar (jalan raya), kemegahan terminal baru itu agak terganggu dengan pembangunan gedung parkir yang masih dalam pengerjaan.

Pembangunan keseluruhan diharapkan selesai pada bulan Januari ini. Selanjutnya, terminal Bandara Sepingan akan diresmikan berbarengan dengan peresmian Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai - Denpasar dan Terminal 2 Bandara Juanda - Surabaya. (Gatot R)


  Angkasa  

Minggu, 26 Januari 2014

Film-film Indonesia Berjaya di Dunia Internasional

 Film apa saja yang membetot perhatian Internasional.  

Pemeran Film the Raid 2
Perlahan tapi pasti, film karya anak bangsa mulai diakui oleh dunia. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya film-film Indonesia yang diputar di festival film internasional.

The Raid 2: Berandal dan Killers misalnya. Dua film yang diproduseri dan dibintangi insan Tanah Air ini tengah diputar di Sundance Film Festival, Utah, Amerika Serikat (AS), sebuah festival film independen yang punya pengaruh dalam melambungkan karier sutradara-sutradara top dunia, seperti Quentin Tarantino, Steven Soderbergh, dan David O. Russell.

Saat diputar perdana di Sundance Film Festival, beberapa hari lalu, The Raid 2: Berandal sukses membetot perhatian jurnalis dan pengamat film yang hadir. Film yang diproduseri Ario Sagantoro, Nate Bolotin, dan Aram Tertzakian itu, ramai diulas di berbagai media internasional.

Telegraph, Guardian, The Hollywood Reporter, Huffington Post, Rolling Stone, hingga MTV adalah sederet media luar yang mengulas film ini. Ada pujian, ada pula kritikan. Namun, semuanya kompak menyebut film ini unggul dari sisi laga.

“Tadi malam sangat spesial. Reaksi berlebihan untuk sebuah film yang saya tahu akan sangat diperdebatkan,” ujar sang sutradara, Gareth Evans, usai pemutaran perdana The Raid 2: Berandal di Sundance Film Festival, lewat akun Twitter.

Sebelum diputar secara utuh di Sundance Film Festival, The Raid 2: Berandal sudah lebih dahulu menyita perhatian publik lewat trailer yang diunggah di media sosial YouTube. Para pecinta film laga yang sudah kesengsem dengan The Raid --film pertama--, begitu terpikat saat disuguhi trailer tersebut.

Meski disutradarai pria asal Wales, The Raid 2: Berandal sesungguhnya kental dengan unsur Indonesia. Selain mengangkat seni bela diri pencak silat, film ini juga dibintangi artis Tanah Air, yakni Iko Uwais, Yayan Ruhian, Arifin Putra, Oka Antara, Tio Pakusadewo, dan Alex Abbad.

Killers adalah film kedua yang juga diputar di Sundance Film Festival tahun ini. Meski tak terlalu banyak disorot seperti The Raid 2: Berandal, film yang digarap oleh The Mo Brothers -- nama panggung Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel— ini mendapat kesempatan diputar empat kali, yakni di Egyptian Theatre, Redstone Cinema 1, Yarrow Hotel Theatre, dan Broadway Centre Cinema 6.

Salah seorang produser Killers yang juga mantan VJ MTV, Daniel Mananta, mengaku bahwa isi cerita film yang melibatkan dua negara, Indonesia dan Jepang tersebut, memang sudah mencuri perhatian meski masih berupa sinopsis.

“Pernah ke Korea, Puchon Film Festival. Di sana banyak yang suka sama isi cerita film ini," ujar Daniel.

Tak melulu thriller dan action

Aksi laga yang ditampilkan dalam sejumlah film Indonesia memang mampu memikat pecinta film di luar Indonesia. Namun, tak hanya film dengan genre thriller dan action saja yang sukses mendulang perhatian sineas dunia. Tengok saja film Cita-citaku Setinggi Tanah atau versi Bahasa Inggrisnya bertajuk Stepping on the Flying Grass.

Film drama garapan Eugene Panji ini wara-wiri di beberapa festival film dunia. Ia juga meraih nominasi Film Terbaik dan Sutradara Terbaik di Shanghai Film Festival hingga ikut berkompetisi dalam program Generation-Kplus di Festival Film Internasional Berlin 2013. Film ini juga diputar di Toronto International Film Festival.

Film sarat edukasi tersebut memang jauh dari hingar-bingar. Tak terlalu banyak media mengulas film ini. Meski demikian, film tersebut mendapat apresiasi cukup tinggi. Bahkan sang sutradara Eugene Panji sempat menuturkan soal wacana film Cita-citaku Setinggi Tanah dijadikan tontonan wajib anak-anak SD di Denmark. Melihat sederet film indonesia masuk dalam festival film dunia ini tentunya sangat membanggakan. Ini berarti, film Indonesia sudah mulai diperhitungkan di dunia. Namun, rasa puas diri tampaknya harus disingkirkan jauh-jauh. Sebab, ini baru langkah awal dari perjalanan panjang menuju kebangkitan film nasional di kancah internasional.


  Vivanews  

Sabtu, 25 Januari 2014

Jokowi Batalkan Rencana Pembangunan Sodetan Ciliwung-Cisadane

 "Saya sudah lihat kondisi riil dari Cisadane dan bendungannya". 

Kondisi Banjir di Kampung Melayu
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, membatalkan rencana pembangunan sodetan Cisadane. Pembangunan tersebut awalnya untuk mengantisipasi banjir di Jakarta. Pembatalan ini berdasarkan kondisi fisik dan sosial Cisadane dan masyarakat Tangerang.

"Sekarang, kan saya sudah lihat kondisi riil dari Cisadane dan bendungannya. Kami enggak mungkin buat sodetan," kata Jokowi --sapaan Joko Widodo-- di Bendung Pasar Baru Irigasi Cisadane atau sering disebut Pintu Air 10, Kota Tangerang, Sabtu 25 Januari 2014.

Selain itu, Jokowi melihat penolakan yang dilakukan oleh warga Tangerang atas rencana pembangunan ini. "Ini kondisi sosialnya juga kan tidak memungkinkan. Jangan sampai sodetan justru bikin resah," ungkapnya.

Mantan wali kota Solo ini sepakat dengan usulan Pemerintah Kota Tangerang yang mengatakan lebih penting normalisasi Cisadane daripada pembuatan sodetan.

Baginya, sodetan Cisadane justru akan menambah masalah. "Bagaimana enggak masalah. Lihat lumpurnya itu sudah tinggi dan air sudah sampai bibir sungai. Kalau dipaksakan sodetan, bahaya. Sekarang normalisasi dulu lah angkat lumpurnya. Enggak usah mikir yang lain dulu," papar Jokowi.

Wali Kota Tangerang, Arief Wismasnyah, mengatakan, selain lumpur yang tinggi karena tidak pernah dikeruk puluhan tahun, kondisi ini diperparah dengan keadaan Bendung Pasar Baru Irigasi Cisadane atau sering disebut Pintu Air 10, Kota Tangerang itu.

"Dari 10 pintu, empat di antaranya rusak dan dua motor penutup pintu air lemah. Ini menjadikan saat air bah datang, pintu air sulit mengendalikan debit yang akhirnya berdampak pada warga yang kebanjiran," ujarnya.(art)


  Vivanews  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More