blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 29 Maret 2011

Reaktor Nuklir Kini Lebih Maju

Ilustrasi PLTN

Teknologi PLTN terus berkembang. Tak seperti di Chernobyl, PLTN kini makin tangguh terkena gempa besar dan mampu mengantisipasi keteledoran manusia sebagai operatornya. Namun, kasus Fukushima menunjukkan, masih ada kelemahan pada desain sistem pengaman atau keselamatannya.

Ketangguhan PLTN di Pulau Honshu telah teruji menghadapi guncangan gempa tektonik berkekuatan 8,9 skala Richter. Semua reaktor (46 buah), yang beroperasi umumnya bertipe Boiling Water Reactor (BWR) dan Pressurized Water Reactor (PWR), mampu merespons gempa kuat dengan mematikan secara otomatis reaksi fisi nuklir di dalamnya. "Yang BWR meliputi Mark I dan Mark III, masing-masing 30 persen. Selebihnya ABWR (Advanced BWR)," kata Mohammad Dhandhang Purwadi, Kepala Bidang Pengembangan Reaktor Badan Tenaga Nuklir Nasional.

Semua sistem pendingin di reaktor-reaktor itu juga mampu menjalankan unit cadangan pendingin reaktor pascagempa, kecuali tiga unit PLTN di Fukushima Daiichi.

Argumen yang muncul atas kegagalan itu, Fukushima Daiichi menggunakan BWR generasi pertama (Mark I) yang mulai beroperasi tahun 1970-an. PLTN itu sudah tergolong usang.

Generasi awal PLTN umumnya memiliki umur operasi sekitar 30 tahun. Generasi yang lebih baru dirancang untuk bisa dioperasikan selama 40-60 tahun. Setelah habis masa operasinya, PLTN harus dimatikan reaktornya secara permanen.

Dalam perkembangan, muncul sekitar tujuh tipe PLTN, yaitu Reaktor Air Mendidih (BWR), Reaktor Air Bertekanan (PWR), Reaktor Air Berat Bertekanan (Pressurized Heavy Water Reactor/PHWR), Reaktor Grafit Berpendingin Air (Light Water Graphite Reactor/LWGR), Reaktor Pembiak Cepat (Fast Breeder Reactor/FBR), dan Pebble Bed Reactor (PBR).

Di antara 7 reaktor itu, tipe PBR terbanyak digunakan, mencapai 70 persen jumlah yang ada di dunia. BWR yang kedua terbanyak. Dua tipe reaktor itu terus mengalami pengembangan, terutama pada peningkatan sistem keamanannya. Kini, reaktor BWR telah lahir tiga sampai empat generasi baru.

BWR Mark I masih menggunakan sistem pompa pendingin yang bergantung pada pasokan listrik. Di generasi kedua, BWR Mark II dan ABWR, tak diperlukan listrik untuk memompa air pendingin karena menggunakan termosifon, yaitu sistem pertukaran panas secara pasif berdasarkan sirkulasi alamiah.

BWR yang digunakan di Jepang adalah tipe Mark I, III, IV, dan ABWR. ABWR berukuran lebih besar dan memiliki sistem pembungkus bahan bakar yang dapat menahan tekanan alami lebih baik dari generasi awal.

Dibandingkan dengan PWR dan PHWR, tipe BWR tidak lebih baik dari segi desain sistem pengaman. Keunggulannya lebih pada harga yang relatif lebih murah dan ukuran lebih kecil.

Pada BWR, reaksi fisi inti atom menggunakan uranium alam yang diperkaya dari 0,7 persen menjadi 3-5 persen. Adapun PWR dan PHWR menggunakan uranium alam.

PWR menggunakan dua siklus pendinginan reaktor. Siklus pertama diberi tekanan tinggi untuk menghindari pendidihan air pendingin dalam reaktor dan saluran siklus pertama. Prinsip kerja PWR sama dengan PHWR. Bedanya, PHWR tidak menggunakan air biasa (H0), tapi air berat (oksida deuterium/DO).

Pada teknologi PLTN yang baru, semua sistem sudah bekerja pasif, tidak bergantung pada pasokan listrik. Sistem ini menggunakan cerobong tinggi untuk pengaturan udara ke atas membentuk sirkulasi alami.

Pada ABWR, ruang pengungkung yang besar (50 kali lebih besar) memungkinkan pendinginan lebih baik.

Titik lemah

Semua sistem yang diciptakan manusia, termasuk PLTN, memang tidak sempurna, selalu ada sisi lemah, apalagi bila berhadapan dengan kekuatan alam yang tak terduga. Seperti ditunjukkan oleh kasus meleleh, bocor, hingga meledaknya reaktor PLTN, mulai dari Chernobyl, Three Mile Island (TMI), hingga Fukushima. Namun, sumber penyebabnya berbeda. Bisa faktor alam atau manusia. Di situ terungkap kelemahan tipe-tipe reaktor yang digunakan.

Dalam sejarah PLTN, kecelakaan yang berakibat melelehnya inti reaktor adalah PLTN TMI di Amerika Serikat dan Chernobyl di Ukraina.

Kecelakaan TMI tipe PWR terjadi pada 28 Maret 1979. Kecelakaan diawali malfungsi sistem pendingin sekunder sehingga suhu pendingin primer naik, diikuti kegagalan penutup katup, sehingga sebagian besar air pendingin terkuras dari reaktor. Akibatnya, inti reaktor meleleh dan berdampak lolosnya sebagian kecil gas radioaktif ke lingkungan. Untungnya, kecelakaan ini tidak menimbulkan korban.

Hal sebaliknya terjadi di Chernobyl, 25 April 1986. Kecelakaan terjadi pada unit 4 yang menjalani uji kinerja turbin. Penurunan daya rendah pada reaktor membuat kerja reaktor jenis LWGR ini menjadi tidak stabil. Ketika aliran air pendingin berkurang, daya reaktor justru meningkat. Upaya mematikan reaktor gagal. Daya reaktor meningkat drastis sehingga elemen bahan bakar pecah.

Kecelakaan ini akibat desain reaktor yang tidak aman serta operator yang kurang terlatih dan kurang mengutamakan keselamatan.

Sebagian besar material radioaktif yang lolos terbawa angin ke Ukraina, Belarus, Rusia, bahkan sampai ke Eropa. Tercatat 28 orang meninggal dalam 4 bulan setelah kecelakaan, disusul kemudian 19 orang.

Penelitian di Rusia, Ukraina, dan Belarus, lebih dari 1 juta orang terpengaruh radiasi. Pada tahun 2000, sekitar 400 kasus kanker tiroid terdiagnosis pada anak-anak yang terpapar radiasi.[Yuni Ikawati]


• KOMPAS

Indonesia Perlu PLTN

Pemandangan menara pendingin PLTN SLovak di Jaslovske Bohunice berlokasi di Slowakia Barat, 70 km utara Bratislava, Minggu (20/3). (FOTO ANTARA/REUTERS/Radovan Stoklasa)

Yogyakarta (ANTARA News) - Kebutuhan energi listrik yang masih belum memadai dan merata di seluruh wilayah Indonesia mendorong pemikiran memanfaatkan nuklir sebagai alternatif pembangkit listrik.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah salah satu solusi untuk dapat menciptakan energi yang cukup besar hingga mencapai seribu megawatt (MW) per unit.

"Dengan demikian, PLTN sebagai pemasok energi khususnya listrik dibutuhkan keberadaannya di Indonesia," kata pakar nuklir dari Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Andang Widi Harto.

Menurut dia, kapasitas listrik yang tersedia di Indonesia saat ini sebesar 30 ribu MW dan jumlah tersebut baru bisa memenuhi kebutuhan 60 persen wilayah di Indonesia.

Oleh karena itu, ke depan kebutuhan listrik diprediksi akan makin tinggi seiring dengan perkembangan industri.

Pada 2025 dibutuhkan sekitar 100 ribu megawatt listrik (MWE, megawatt electrical) sehingga Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan sebesar 70 ribu MW.

Pemenuhan itu kemungkinan hanya bisa didapat dari energi nuklir, karena jika hanya mengandalkan geotermal, makrohidropower, dan tenaga surya, pasokannya tetap kurang.

Energi geotermal menghasilkan pasokan listrik sekitar 27 ribu MW.

Potensi sebesar itu tidak mungkin bisa dikembangkan seluruhnya atau hanya dapat terealisasi sekitar 9.000 MW.

Potensi energi makrohidropower yang dimiliki sekitar 75 ribu MW dan realisasinya hanya 10 ribu MW.

Total dari gabungan kedua energi itu hanya menghasilkan 19 ribu MW atau masih ada kekurangan pasokan sekitar 50 ribu MW, katanya.

Jika menggunakan energi surya, pada kapasitas satu gigawatt (GW) perlu luas area 20 kilometer persegi. Satu panel surya berukuran satu meter persegi hanya menghasilkan 50 watt listrik.

Namun, jika menggunakan PLTN, satu unitnya yang menghasilkan seribu MWE hanya memerlukan dua kilometer persegi area.

"Pasokan nuklir di tingkat dunia saat ini melebihi stok dan terdapat bank uranium. Hal itu merupakan kesempatan yang baik untuk dikembangkan jika didukung dengan persyaratan yang matang," katanya.

Dukung PLTN
Sehubungan dengan hal itu, Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mendukung rencana pemerintah membangun PLTN untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.

"Pembangunan PLTN di Indonesia diharapkan bisa diarahkan untuk mengatasi kebutuhan energi di Indonesia yang cukup kritis," kata Ketua Jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM Sihana.

Pertimbangan untuk membangun PLTN tersebut berangkat dari prediksi kebutuhan listrik di masa datang yang tidak sepenuhnya bisa dipenuhi dari sumber daya lain.

Namun, menurut dia, pendirian PLTN di Indonesia memerlukan beberapa persyaratan yang matang.

"Belajar dari pengalaman reaktor nuklir di Jepang, Indonesia harus memikirkan berbagai antisipasi desain sistem keselamatan yang belum terpikirkan di negara lain," katanya.

Jepang memang telah memprediksi skala gempa tetapi tidak memikirkan mengenai antisipasi tsunami.

"Oleh karena itu, perlu dipikirkan hal-hal semacam itu, baik terkait tata ruang, sistem pendingin maupun beberapa persiapan teknis yang harus lebih baik," katanya.

Andang mengatakan pada prinsipnya sistem keselamatan pada PLTN meskipun bervariasi dalam konfigurasi tetap memiliki kemiripan yakni masih tergantung pada sistem suplai daya cadangan setelah "shutdown".

Artinya, masih tergantung pada mesin diesel darurat.

Oleh karena itu, kegagalan mesin diesel akan menimbulkan konsekuensi yang mirip dengan PLTN Fukushima Daichi, Jepang.

PLTN Fukushima merupakan PLTN generasi dua yang awal dengan sistem "boiling water reactor" (BWR) yang dibangun pada 1970.

Jenis-jenis yang lebih baru dari BWR meskipun masih termasuk generasi dua, telah mengalami perbaikan dibandingkan dengan jenis sebelumnya, antara lain ukuran pengukung yang lebih besar.

"Di Amerika Serikat (AS), misalnya, yang juga banyak mengoperasikan PLTN generasi dua, telah diterapkan prosedur `safeguard` tambahan yang memungkinkan operator mendinginkan teras dalam kondisi tanpa `back up` daya," katanya.

Pada kasus Fukushima, ledakan yang terjadi merupakan reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen, bukan ledakan nuklir.

Hal itu ditandai dengan rendahnya tingkat radiasi yang dilepaskan, sangat berbeda dengan ledakan bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Ledakan kimia hidrogen itu tidak sekuat ledakan uap pada reaktor Chernobyl pada 26 April 1986 di Uni Sovyet (sekarang Ukraina).

Pada reaktor Fukushima hanya melemparkan atap dan dinding gedung, sedangkan kerangka baja gedung masih utuh.

Kasus Fukushima terjadi di antaranya karena "lay out" mesin diesel ditempatkan secara integral, seharusnya, enam unit PLTN yang tersedia memiliki mesin diesel masing-masing.

Penempatan "lay out" mesin diesel tersebut perlu dilakukan agar sistem keselamatan tidak gagal ketika terjadi kerusakan atau mesin diesel tidak berfungsi.

"Selain itu, lokasi PLTN yang dibangun sebaiknya berada pada lokasi yang relatif lebih tinggi," katanya.

Pakar geologi dari UGM Subagyo Pramumijoyo mengatakan jika pemerintah tetap pada keinginan membangun reaktor nuklir PLTN, tentu dapat memilih tempat yang paling aman dari bencana, terutama gempa bumi.

Menurut dia, dengan berbagai pertimbangan ekonomi, Indonesia memang diharapkan bisa memiliki reaktor nuklir.

Indonesia tentu dapat belajar bagaimana membangun reaktor nuklir, tidak saja membangun, tetapi juga bagaimana bisa membekali para pengelola atau operator reaktor nuklir dengan disiplin tinggi.

"Operator reaktor nuklir perlu diberi pelatihan atau pendidikan khusus secara intensif. Dengan demikian, seorang operator diharapkan dapat mengelola reaktor nuklir dengan baik dan mampu mengambil keputusan yang bijaksana dalam segala macam situasi darurat," katanya.(B015*H010/B009)



• ANTARAnews

Berbagai Alasan Rencana PLTN Jalan Terus

Jakarta (ANTARA News) - Jepang telah memulihkan pasokan listrik di ruang kendali reaktor pertama dan kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Daiichi, Fukushima, setelah diterjang gempa dan tsunami pada Jumat (11/3).

Namun kekhawatiran radiasi akibat ledakan hidrogen di tiga reaktor nuklir Fukushima yang telah menghebohkan dunia belum berakhir apalagi baru saja otoritas Jepang mengumumkan bahwa tingkat iodium radioaktif di laut dekat PLTN Fukushima 1.250 kali di atas batas aman.

Isotop iodium merupakan unsur yang banyak dihasilkan dalam pembelahan inti uranium di suatu reaktor nuklir.

Iodium bisa menyebar dengan mudah ke lingkungan karena iodium bersifat gas bila panas.

Namun karena masa luruh iodium pendek hanya delapan hari, otoritas Jepang meredakan kekhawatiran tersebut dengan menegaskan bahwa radiasi akibat unsur iodium yang terlepas ini tidak lagi berisiko setelah delapan hari.

Kasus Fukushima telah membuat sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan di Indonesia kembali meneriakkan penolakan terhadap rencana PLTN dan menegaskan bahwa wacana apapun tentang pembangunan PLTN harus ditutup.

Di tengah pertentangan ini, Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Dr Hudi Hastowo tetap berpendapat bahwa pembangunan PLTN tidak bisa dihindari.

Ia memilih tidak banyak berkomentar menanggapi protes dari kalangan LSM dan hanya berpesan kepada para penentang PLTN tidak membuat masyarakat ketakutan dengan cerita-cerita negatif berlebihan tentang PLTN karena mengembalikan kepercayaan masyarakat tidaklah mudah.

"Saya khawatir suatu saat nanti ketika akhirnya tidak ada pilihan lain untuk menyediakan listrik bagi masyarakat selain mengikutsertakan PLTN sebagai salah satu penopang sumber energi, tidak memiliki kesiapan apapun bahkan juga penerimaan masyarakat," ujarnya.

Ia mencontohkan China tetap saja merasa kekurangan energi padahal bangsa itu sangat "rakus" energi dan menggunakan segala sumber energi, baik energi fosil maupun energi terbarukan untuk menopang pertumbuhan ekonominya yang melesat termasuk menggunakan berbagai tipe PLTN.

10 Tahun Lagi
Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan (MPEL) Sutaryo Supadi menegaskan pembangunan Indonesia di masa depan tidak mungkin dilakukan tanpa PLTN.

"Jangan hanya melihat saat ini. Hitunglah 10 tahun ke depan, berapa kebutuhan listrik untuk sektor industri saat itu. Energi memang melimpah tetapi tetap kekurangan," katanya.

Ia mencontohkan kapasitas listrik saat ini mencapai 40 ribu megawatt (MW) namun untuk menopang pertumbuhan pembangunan sebesar enam persen per tahun, kapasitas listrik harus terus ditingkatkan tujuh persen per tahun.

Dengan demikian, katanya, dibutuhkan tambahan 40 ribu MW lagi dari kapasitas 40 ribu MW yang ada saat ini pada 10 tahun mendatang.

"Dari mana kebutuhan energi ini harus dipasok sedangkan cadangan energi fosil makin menipis dan energi alternatif yang terlalu kecil skalanya?" katanya.

Masa 10 tahun mendatang itu tidak terlalu lama jika dibandingkan dengan persiapan pembangunan PLTN yang juga makan bertahun-tahun, katanya.

Ia mengingatkan rencana pembangunan PLTU 10 ribu MW dengan menggunakan batubara telah lima tahun berlalu, baru satu pembangkit yang terealisasi.

Sutaryo yang juga ahli nuklir itu menyebutkan dari segi harga, meskipun biaya investasi pembangunan konstruksi dan teknologi PLTN besar, berkisar antara 1.350-1.750 dolar AS per kilowatt (KW) atau lebih dari Rp20 triliun untuk kapasitas 1.000 MW, bahan bakar yang diperlukan sangat sedikit dan waktu habisnya panjang, maka hitungan keekonomiannya menjadi cukup murah.

"Begitu PLTN dibangun, PLTN ini hanya diisi pertama kali oleh 75 ton uranium yang masa hidupnya sampai 18 bulan. Pengisian berikutnya hanya sepertiganya 25 ton setiap 18 bulan dan seterusnya hingga 40 tahun," katanya.

Ia membandingkan dengan PLTU batubara yang membutuhkan tiga juta ton batubara per tahun untuk kapasitas sama 1.000 MW, belum ditambah biaya transportasi yang harus mengangkut jutaan ton batubara itu dari lokasi tambang di luar Jawa ke PLTU di Jawa.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr Herman Agustiawan menambahkan sudah jelas bahwa harga listrik PLTN sangat murah dibanding pembangkit listrik lainnya.

Jika PLTU dengan kapasitas 1.000 MW perlu batubara sekitar 3.5 juta ton per tahun maka dengan harga batubara 70 dolar AS per ton, berarti biaya untuk batubara sekitar Rp2,25 triliun per tahun. Ini jumlah yang lumayan mahal apalagi harga investasi PLTU China saat ini minimal 1,4 juta dolar AS per MW, kata Herman.

Sedangkan Pembangkit Listrik berbahan bakar minyak membutuhkan 10 juta barel solar untuk tiap kapasitas pembangkitan 1.000 megawatt electrical (MWe) per tahun atau membutuhkan 64 miliar kaki kubik gas alam untuk kapasitas yang sama per tahun.

Menurut Herman, dengan menggunakan nuklir sebagai bahan bakar pembangkit listrik, harga produksi listrik PLN dipastikan akan menjadi rendah karena selain PLTN harus dibangun dalam skala besar di atas 1.000 MW, "lifetime" bahan bakarnya (uranium) panjang, harga uranium juga stabil dan murah dibanding harga batubara dan lain-lain.

Harga satu gram uranium, menurut Herman, sebanding dengan harga 1,6 ton batubara.

Ia mencontohkan Korea Selatan yang memiliki 22 unit PLTN untuk melistriki penduduknya yang hanya 40 juta jiwa sehingga harga listriknya pun dijual murah yakni sekitar 4 sen dolar AS per kilowatt hour (KWH).

"Kenapa harga produksi listrik PLN mahal? Karena selain kapasitasnya kecil-kecil, PLN juga menggunakan macam-macam pembangkit, bukan saja PLTU batubara, tapi juga ada solar, gas, juga dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), hingga panas bumi," katanya.

Ia menegaskan harga listrik yang terasa murah di Indonesia akibat subsidi listrik yang terlalu besar dan bisa berkonsekuensi pada defisit APBN.

Kalau PLN mulai menggunakan beberapa unit PLTN, harga listrik akan tersedot semua oleh PLTN menjadi murah, seperti halnya Korea, kata Herman.

Kelebihan lain PLTN, daya listrik yang stabil sangat dibutuhkan oleh sektor industri serta merupakan energi yang bersih.

Hindari karbon
PLTN juga menghindarkan pelepasan 482 juta ton karbon dalam bentuk CO2, 15 juta ton gas SO2 dan 8 juta ton gas nox ke udara dalam setahun, kata Sutaryo.

Angka itu contoh hitung-hitungan pada tahun 1995 dimana PLTN telah menghindarkan pembakaran bahan bakar fosil hingga 750 juta ton batu bara atau 5,5 triliun kubik kaki gas alam atau 620 juta barel minyak bumi pada tahun itu.

PLTU berbahan bakar batubara yang menghasilkan listrik satu juta KWH, ujarnya, melepas karbon ke udara sampai 230 ton karbon atau 190 ton emisi karbon dari PLTU berbahan bakar minyak bumi atau 150 ton dari PLTU gas alam.

Ia mencontohkan Prancis, negara terbanyak di Eropa yang memiliki 59 PLTN, dengan kontribusi listrik sampai 80 persen maka emisi CO2-nya per gigawatt hour (GWH), listrik bisa ditekan jadi 93 ton.

Belgia dengan tujuh PLTN emisinya menjadi 337 ton CO2 dan Spanyol dengan delapan PLTN jadi 483 ton CO2 per GWH.

Belanda dengan satu PLTN emisinya 602 ton CO2 dan Denmark yang tak memiliki PLTN emisi karbonnya 869 ton per gigawatt hour listrik yang dihasilkan.

Kini sekitar 30 negara memiliki total 438 reaktor PLTN dengan total kapasitas 371.016 MWe, termasuk 103 PLTN di AS, 59 di Prancis, 55 di Jepang, 31 di Rusia, 22 di Korsel, 19 di Inggris, 18 di Kanada, 17 di Jerman, 17 di India, 15 di Ukraina, 11 unit di China, dan lain-lain.

Sementara itu, Kabiro Kerja Sama Hukum dan Humas Batan Dr Ferhat Aziz mengatakan kontribusi PLTN terhadap pemanasan global paling kecil dibanding pembangkit listrik lainnya, yakni hanya 3-24 gram CO2 equivalen per KWH.

Bandingkan dengan batubara yang mencapai 950-1.250 g CO2 eq./KWH, minyak bumi 700-800 g CO2 eq./KWH atau gas 360-575 gB CO2 eq./KWH, katanya.

Bahkan jika kontribusi terhadap pemanasan global itu dibandingkan dengan energi alternatif lainnya seperti energi matahari, energi air dan energi angin, energi nuklir juga tetap paling kecil kontribusinya, ujarnya.

Kontribusi energi matahari terhadap pemanasan global mencapai 43-73 g CO2 eq./KWH, energi air 1-34 g CO2 eq./KWH dan energi angin 8-30 g CO2 eq./KWH.(D009/B009)


• ANTARAnews

Esia Jaring Ratusan Ribu Penggemar Game

Peluncuran ponsel game Esia (rou/inet)

Jakarta - Bakrie Telecom menggaet produsen game kenamaan Electronic Arts (EA) demi menjaring setengah juta pelanggan baru melalui pemasaran bundling 'Hape Esia Qwerty Games' yang menawarkan 30 game populer dengan harga relatif murah.

"Relatif murah karena ponsel Qwerty yang punya sensor gerak ini hanya kami banderol Rp 550 ribu dengan biaya berlangganan cuma seribu rupiah sehari untuk main 30 game sepuasnya," kata Erik Meijer, Wakil Dirut Bakrie Telecom, dalam peluncuran ponsel game ini di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (29/3/2011).

Erik menjelaskan, pelanggan diberikan waktu satu minggu gratis untuk mencoba. 10 game pertama bisa langsung dimainkan, sedangkan 20 game berikutnya harus membayar biaya aktivasi Rp 2000 per game.

Menurutnya, nama EA sudah tidak asing lagi bagi penggemar game. Data EA memperlihatkan 82% orang membeli games berdasarkan nama perusahaan pengembangnya. "Sebagian besar dari Top 50 games didominasi oleh produksi mereka," jelas Erik.

Dijelaskan olehnya, game kenamaan EA seperti Need for Speed Undercover, Medal of Honor, Sim City Deluxe, EA Sports FIFA World Cup 2010, dan game lainnya, sudah tertanam di dalam ponsel ini. Sehingga tidak perlu repot lagi untuk men-download.

"Dengan adanya ponsel ini juga tidak perlu lagi membajak, karena di dalamnya sudah ada banyak game-game seru dan berkualitas tinggi dengan harga cuma Rp 550 ribu," kata Erik.

Esia sendiri untuk tahap awal telah menyiapkan 150 ribu unit ponsel Qwerty game ini dan telah disebar ke pasar. Namun Erik optimistis, inovasi ponsel bundling terbarunya mampu menjaring sedikitnya 500 ribu pengguna sampai akhir 2011 nanti.( rou / fyk )


• detikInet

Pakai Listrik Panas Bumi, PLN Bakal Ngirit Rp 28 Triliun

Jakarta - PT PLN (Persero) bakal membeli 2.000 megawatt (MW) listrik panas bumi dari swasta. Target penghematan dari listrik panas bumi ini bisa mencapai Rp 28 triliun.

Demikian disampaikan oleh Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Nasri Sebayang ketika ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/3/2011).

"Kalau kita beli dari IPP (swasta) banyak. Kita mau tandatangan tahun ini lebih dari 2.000 MW dari swasta. Cukup besar ya hematnya 2.000 MW, itu setara dengan PLTU batubara dan dibandingkan dengan BBM itu sekitar 4 juta KL. Kira-kira kalau kali Rp 7.000 saja mencapai Rp 28 triliun," tutur Nasri.

Tahun ini, setidaknya akan ada sembilan kontrak pembelian panas bumi dengan swasta yang akan ditandatangani PLN.

Namun yang sudah pasti ada tiga, yakni PLTP Rajabasa 2x110 MW, PLTP Muaralaboh 2x110 MW, Sokoria bisa hingga 30 MW.

Untuk harga, Rajabasa 9,5 sen/Kwh, Muaralaboh 9,4 sen/Kwh, sementara PLTP Rajabasa masih dalam tahap negosiasi.(dnl/qom)


• detikFinance

XL Tunai: Transaksi dan Pembayaran Menggunakan Ponsel

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--XL Axiata melakukan ujicoba layanan e-money, bertajuk XL Tunai. Melalui layanan ini pelanggan bisa melakukan transaksi atau pembayaran tanpa menggunakan uang tunai.

XL Tunai merupakan salah satu pengembangan dari layanan mobile wallet. Pada layanan ini, pelanggan cukup melakukan pengisian (top up). Selanjutnya, dana disimpan di server XL. Dengan dana yang dimilikinya itu, pelanggan bisa melakukan transaksi atau pembayaran menggunakan bantuan ponsel.

''Kami masih melakukan tahap ujicoba. Soft launch layanan ini dikembangkan di Yogyakarta,'' kata Senior VP Corporate Strategy & Bussines Development, Ongki Kurniawan. Di Yogyakarta, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan empat merchant.

Layanan XL tunai bisa digunakan untuk transaksi di empat merchant tersebut. Selain transaksi di empat merchant, XL tunai bisa digunakan untuk top up ( pengisian) pulsa, termasuk pembayaran tagihan XL. ''Kita akan terus kembangkan merchant,'' kata Ongki.

Ia tidak menjelaskan rinci, berapa merchant yang akan dibidik. Namun GM Bussines Development Dony Yuliardi menyebut angka 3.000 merchant yang akan digaet XL untuk program ini. ''Termasuk diler XL yang tersebar di seluruh Indonesia,'' kata Dony. XL memiliki sekitar 350 ribu mitra penjualan.

Ke depan, layanan ini akan menjangkau transaksi dan pembayaran yang lebih luas yang tidak bisa dilakukan oleh kartu ATM atau kartu debit. Misalnya pembayaran tagihan listrik, layanan online, pembelian tiket, termasuk pembelian token untuk berbagai layanan lain.

Layanan XL Tunai sendiri disebut Ongki berbeda dengan layanan serupa yang dikembangkan operator lain. ''Untuk transaksi sangat simpel. Kita tak membutuhkan perangkat seperti electronic data capture (EDC), cukup ponsel ke ponsel,'' kata Ongki.

Dengan pendekatan ini diharapkan merchant yang bergabung bisa lebih banyak. Pelanggan sendiri disebut Ongki juga akan mendapatkan kemudahan dalam transaksi. ''Kita menggunakan menu browser *123*120#,'' ujar Ongki. Pendekatan ini selain menawarkan kemudahan juga kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi.

Ihwal keamanan transaksi, Ongki maupun Dony menyatakan bahwa sistem dan infrastruktur XL telah memenuhi persyaratan keamanan transaksi keuangan elektronik. '' Kami telah diaudit Bank Indonesia dan telah mendapat ijin untuk menyelenggarakan transaksi keuangan elektronik,'' kata Ongki.

Merujuk pada ketentuan BI, XL menawarkan dua pilihan kepada pelanggan, yakni wallet dengan nilai maksimal Rp 1 juta dan Rp 5 juta. ''Untuk kategori 5 juta akan menggunakan PIN dan token saat melakukan transaksi, untuk Rp 1 juta cukup menggunakan token saja,'' katanya.


• Republika

Senin, 28 Maret 2011

XL Rambah E-Money Lewat XL Tunai

JAKARTA - Tidak ingin ketinggalan tren uang elektronik (e-money), salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia, XL, siap meluncurkan layanan XL Tunai untuk memudahkan transaksi pelanggannya.

Seperti halnya layanan uang elektronik yang dimiliki Telkomsel (T-Cash) maupun Indosat (Dompetku), konsep XL Tunai tidak jauh berbeda. Melalui XL Tunai, pelanggan bisa menyimpan uang di server XL dan menggunakannya setiap kali melakukan transaksi sehingga mereka tidak perlu membawa uang tunai.

Pelanggan bisa memanfaatkan layanan XL Tunai melalui ponsel dengan mengetik *123*120# dan menekan YES. Selanjutnya, pelanggan dipersilahkan memilih batas maksimum rekening dengan nilai Rp1 juta maupun Rp5 juta.

Melalui XL Tunai, pelanggan bisa melakukan berbagai transaksi pembayaran untuk membayar tagihan maupun belanja dengan berbagai merchant yang bekerja sama. Jika sudah terdaftar, pelanggan bisa meminta token untuk melakukan setiap transaksi.

Tentu saja, fasilitas yang dimiliki rekening bersaldo Rp5 juta lebih banyak ketimbang rekening dengan saldo maksimal Rp1 juta. Salah satunya adalah penyediaan PIN sehingga transaksi yang dilakukan lebih aman.

Mengingat Telkomsel dan Indosat yang sudah terlebih dahulu mengeluarkan layanan ini, XL memang terbilang terlambat. Namun, Senior Vice President Ongki Kurniawan mengklaim, XL sebenarnya sudah melakukan persiapan sejak awal 2010. Hanya saja, proses perizinan dari Bank Indonesia tentang layanan uang elektronik (PBI 11/12/2009) baru diperoleh akhir 2010.

Selain itu, Ongki menjelaskan, XL pun berusaha mencari cara untuk membedakan layanan mereka dari para kompetitor. Salah satu caranya adalah dengan merangkul merchant-merchant yang lebih kecil dan bersifat lokal, serta komunitas.

"Selama ini kalau kami lihat, kompetitor cenderung menarik merchant besar. Nah, selain menggandeng merchant besar yang bersifat nasional, kami juga ingin agar banyak merchant lokal maupun komunitas yang berpartisipasi," ungkap Ongki saat ditemui di Euphoria Lounge Menara Prima, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2011).

Ongki berharap, selain memberikan kemudahan bertransaksi bagi pelanggan, layanan ini akan meningkatkan loyalitas pelanggan XL yang mencapai 40,4 juta pada akhir 2010 lalu.

"Kami melihat layanan uang elektronik ini sebagai bisnis baru yang menjanjikan. Selain itu, kami ingin meningkatkan tingkat loyalitas pelanggan terhadap XL, sehingga mereka tidak akan membuang starter pack mereka begitu saja. Karena di kartu mereka nantinya akan terisi nominal uang," paparnya.

XL sendiri sudah melakukan pilot project untuk layanan ini di Yogyakarta, Februari lalu. Selasa (29/3/2011) besok, XL akan kembali ke Yogyakarta untuk melakukan soft launch, sebelum memperkenalkannya ke kota-kota lain di Indonesia.

Kendati masih enggan membeberkan siapa saja merchant yang sudah bekerja sama dengan mereka, XL menargetkan bisa menggandeng setidaknya 3.000 merchant hingga akhir 2011.(van)


• Okezone

2011, XL Alokasi USD150 Juta untuk Layanan Data

JAKARTA - Guna meningkatkan revenue data menjadi 10 persen di akhir 2011, provider telekomunikasi XL Axiata berkomitmen menginvestasikan 30 persen dari capital expenditure (capex) mereka untuk layanan data.

Itu diungkapkan Ongki Kurniawan selaku Senior Vice President XL Axiata kala ditemui di Euphoria Lounge Menara Prima, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2011).

"Kami berhasil meningkatkan pendapatan data menjadi 7 persen pada 2010, setelah mencapai angka 4 persen di tahun 2009. Tahun ini, target kami adalah 9 hingga 10 persen," cetusnya.

Untuk itu, XL pun bertekad melakukan investasi besar-besaran untuk peningkatan layanan data mereka. "Kami akan mengalokasikan 30 persen dari total capex perusahaan senilai USD500 juta untuk keperluan layanan data. Untuk ke depannya, kami pun berharap bisa lebih agresif dalam menyediakan layanan data kepada pelanggan," lanjut Ongki.

Ini artinya, perusahaan telekomunikasi tersebut akan menggelontorkan sekira USD150 juta untuk meningkatkan mutu layanan data mereka.

Selain investasi yang cukup besar, Ongki menambahkan, XL juga mengupayakan sejumlah strategi untuk mendorong agar lebih banyak pelanggan yang mengakses data, terutama mereka yang belum mengaktifkan layanan GPRS atau bahkan belum memiliki ponsel dengan jaringan 3G.

"Untuk mereka yang memiliki ponsel 3G tapi belum mengaktifkan GPRS, kami harus mengupayakan agar proses aktivasi mereka lebih mudah. Sudah ada upaya yang kami lakukan untuk mengatasi ini, salah satunya melalui aktivasi Over The Air (OTA)," jelas Ongki lagi.

"Sedangkan, untuk mereka yang ponselnya belum memiliki GPRS, mungkin sedikit lebih berat. Kami harus mencari cara untuk membantu mereka dengan solusi yang murah, agar mereka bisa beralih ke ponsel 3G. Caranya adalah dengan mengupayakan bundling handset murah," imbuhnya.

"Dari segi konten, ada dua hal yang bisa diupayakan. Pertama, dari konten standar seperti RBT (ring back tone), voice atau SMS premium. Kami harus mencari cara bagaimana mengembangkan lebih banyak merchant, dari 200 ke 20 ribu, 200 ribu dan seterusnya," cetusnya.

"Kedua, untuk hal-hal baru seperti m-banking ataupun m-payment, kami memang masih di tahap penjajakan. Tapi, kami melihat ini sebagai peluang yang besar sekali di masa mendatang, di mana kami bisa merambah periklanan, e-commerce dan lain-lain," tandas Ongki.(van)


• Okezone

Pabrik RIM di Indonesia Tak Pengaruhi Harga BB

JAKARTA - Mungkinkah rencana pembangunan pabrik BlackBerry di India mampu menekan harga ponsel cerdas keluaran Research In Motion (RIM), khususnya di Indonesia?

Seperti diberitakan sebelumnya, RIM kabarnya tengah mempertimbangkan membangun pabrik untuk BlackBerry di India. Jika wacana itu terwujud, India akan menjadi negara pertama di wilayah Asia Pasifik yang memiliki fasilitas manufaktur RIM.

Kabar tersebut kembali mencuatkan spekulasi pembangunan pabrik RIM di Indonesia, setelah kedua pihak sempat mencapai kesepakatan bisnis terkait masalah konten pornografi maupun pembangunan data center di Asia Tenggara.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sudah menyatakan tidak akan 'latah' mendesak RIM membangun pabriknya di Indonesia. Apalagi, pembangunan pabrik BlackBerry di Tanah Air diyakini tidak akan bisa menekan harga unit BlackBerry.

Pendapat itu dikemukakan Corporate Strategy & Business Development Manager XL Axiata Dony Yuliardi di sela diskusi seputar layanan anyar perusahaan telekomunikasi itu berupa XL Tunai, Senin (28/3/2011).

"Pembangunan pabrik sepertinya tidak akan bisa menjadikan harga BlackBerry lebih murah. RIM mau buka pabrik dimanapun, harga BlackBerry kan tetap sama," ujar Dony.

"Mungkin untuk profit, akan lebih menguntungkan distributor lokal (karena tidak perlu impor - red). Tapi sepertinya harga tidak akan berubah," tambah Dony.

"Lain halnya, kalau RIM memproduksi handset lain yang berbeda dan fokus ke low-end market. Misalnya, di India. Konsumen di sana kan sangat Nokia-oriented. Jika RIM memproduksi handset yang mirip dengan ponsel low-end Nokia, mungkin saja harganya bisa lebih rendah," pungkasnya.(van)


• Okezone

Astronom Jogja Rekam Cincin Saturnus

Planet Saturnus dan cincinnya

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -
Bila para aktivis lingkungan memiliki perayaan Earth Hour, maka kalangan astronom pun memiliki perayaan disebut Globe at Night. Memiliki visi hampir serupa, Globe at Night mengajak masyarakat untuk peduli dengan dampak polusi cahaya terhadap lingkungan. Selain boros energi, cahaya artifisial seperti lampu merusak keindahan langit malam, mengikis kesempatan melihat banyak bintang dan mengganggu aktivitas astronomi.

Semalam, komunitas astronom amatir Jogja Astro Club (JAC) melakukan pembukaan perayaan tersebut. Pembukaan perayaan berlangsung bersamaan dengan acara Earth Hour yang juga diselenggarakan di kota gudeg itu. Dalam acara pembukaan, JAC mengajak anggota komunitas dan masyarakat setempat untuk mematikan lampu mendukung perayaan Earth Hour, melakukan pengamatan dan menonton film-film bertema astronomi.

Pengamatan oleh anggota JAC dilakukan mulai pukul 20.00-23.00. Sesuai kegiatan wajib dalam Globe at Night, dengan 5 buah teleskop para anggota komunitas itu melakukan pengamatan bintang di rasi Crux dan melaporkannya sehingga bisa menjadi database global. Pengamatan tambahan juga dilakukan pada benda-benda langit lain yang terlihat, seperti planet, komet, dan satelit.

Anggota JAC Mutoha Arkanuddin yang turut melakukan pengamatan mengatakan, "Dari observasi semalam, kita bisa mendapatkan citra cincin Saturnus beserta bulan planet tersebut. Selain itu kita juga berhasil tangkap citra yang disebut kotak mutiara di rasi Crux dan sistem bintang ganda Alpha Centauri." Dalam video reakaman itu, Saturnus beserta cincinnya tampak berwarna putih dan seperti UFO.

Mutoha menuturkan, banyak yang hal yang mengejutkan dan bisa dipelajari dari pengamatan tersebut. Misalnya, ia mengatakan bahwa banyak yang semula tak mengerti bahwa Alpha Centauri adalah sistem bintang ganda bisa paham dalam pengamatan ini. "Lalu menjelang akhir pengamatan itu saya lihat meteor. Saya sampai teriak itu," katanya saat dihubungi Kompas.com hari ini.

Sementara itu, pengamatan bintang di rasi Crux juga berhasil dilakukan. Mutoha tidak menyebutkan jumlah bintang yang berhasil teramati, namun ia mengatakan, "Kita berhasil identifikasi bintangnya pada magnitud 3. Untuk magnitud 4 dan 5 kita sudah tidak bisa identifikasi." Ia mengatakan belum bisa membandingkan dengan hasil pengamatan pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil pengamatan, Mutoha mengatakan, "Kalau kita lihat, polusi cahaya di kota Jogja ini sudah cukup parah karena kita hanya bisa lihat hingga magnitud 3." Ia menuturkan, dalam kondisi langit gelap dan cerah, bintang bisa teramati hingga magnitud 5. Menurutnya, kondisi tersebut masih bisa didapatkan di wilayah Yogyakarta bagian selatan dan kabupaten Gunung Kidul.

Dewasa ini, dengan semakin banyaknya wilayah tumbuh menjadi perkotaan, polusi cahaya artifisial akibat lampu semakin besar. Salah satu akibatnya adalah makin sedikitnya orang yang bisa menikmati pemandangan langit gelap beserta benda langitnya yang tampak jelas. Apa yang terjadi di Yogyakarta bisa dijumpai pula di kota-kota besar lain seperti Bandung, Jakarta dan Surabaya.

Globe at Night sendiri merupakan perayaan global layaknya Earth Hour. Globe at Night mengajak masyarakat untuk mengamati bintang di rasi Leo atau Crux dan melaporkannya ke situs globeatnight.org dan membandingkannya dengan hasil pengamatan di daerah lain. Di belahan bumi utara, perayaan Globe at Night dilakukan setiap tanggal 22 Maret-4 april sementara di belahan bumi selatan tiap tanggal 24 Maret-6 April.


•
KOMPAS

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More