blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 20 Desember 2025

Depohar 10 Rampung Harwat Boeing 737-400 TNI AU

  Kembali perkuat Skadron Udara 17 Boeing 737 A-7308 TNI AU (Jet Photo)

Pesawat Boeing 737-400 TNI Angkatan Udara dengan nomor registrasi A-7308 (Kencana 08) resmi kembali ke satuannya setelah menyelesaikan pemeliharaan berat Check D di Depo Pemeliharaan 10 (Depohar 10).

Pesawat diserahkan oleh Komandan Depohar 10 Kolonel Tek Ruhimat, S.T., M.M., kepada Komandan Skadron Udara 17 yang diwakili Mayor Pnb Dimas Prawito Wicaksono di Apron Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jumat (12/12/2025). Penyerahan pesawat turut disaksikan oleh Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI AU (Dankoharmatau) Marsda TNI Ir. Suryanto.

Kencana 08 sebelumnya menjalani pemeliharaan berkala tingkat Check D dengan interval delapan tahun. Proses pemeliharaan berlangsung selama enam bulan dan dikerjakan oleh teknisi Satuan Pemeliharaan (Sathar) 14 Depohar 10. Tahapan ini mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur, sistem, dan komponen utama pesawat.

Setelah pemeliharaan selesai, pesawat melaksanakan uji terbang selama dua hari pada 10–11 Desember 2025. Hasil test flight menyatakan seluruh sistem berfungsi normal dan pesawat dinyatakan laik terbang.

Dengan selesainya seluruh rangkaian tersebut, Pesawat A-7308 kembali memperkuat operasional Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat ini akan mendukung tugas penerbangan VIP/VVIP serta kebutuhan operasi strategis TNI Angkatan Udara.

Keberhasilan pemeliharaan Kencana 08 mencerminkan kinerja teknisi Sathar 14 Depohar 10 dalam menjaga kesiapan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) TNI AU. Penyerahan pesawat turut dihadiri para pejabat Koharmatau, para Kepala Dinas Depohar 10, para Dansathar, prajurit serta ASN Depohar 10.

 
TNI AU  

Jumat, 19 Desember 2025

[Video] Peluncuran KRI Balaputradewa 322

🎥 📸 Berikut persenjataan dan sensor fregat KRI BPD 322FMP pertama KRI Balaputradewa 322 (BPD) diluncurkan di Surabaya (PAL)

Pembuat kapal Indonesia PT PAL telah meluncurkan kapal fregat Merah Putih pertama yang dipesan untuk angkatan laut negara ini.

Kapal tersebut, yang akan beroperasi sebagai KRI Balaputradewa setelah dioperasikan, diluncurkan pada 18 Desember di galangan kapal PT PAL di Surabaya, demikian diumumkan perusahaan pada hari yang sama.

Balaputradewa adalah kapal fregat Merah Putih pertama dari dua kapal yang dipesan untuk Angkatan Laut Indonesia.

Kelas ini didasarkan pada desain Arrowhead 140 milik Babcock. Kapal ini memiliki bobot sekitar 5.996 ton pada muatan penuh dan panjang 140 m.

Persenjataan yang akan dipasang pada fregat tersebut meliputi sistem peluncuran vertikal/ vertical launching system (VLS) 64 sel yang dipasok oleh perusahaan Turki Roketsan, yang mampu meluncurkan campuran rudal anti-pesawat jarak menengah dan rudal anti-kapal jarak menengah hingga jauh.

Fregat tersebut juga akan dilengkapi dengan dua meriam Leonardo 76 mm di bagian depan, meriam Millennium 35 mm dari Rheinmetall sebagai sistem senjata jarak dekatnya, dan empat meriam kendali jarak jauh 12,7 mm untuk pertahanan titik.

Untuk peperangan anti-kapal selam, kapal perang tersebut akan memiliki dua tabung torpedo tiga laras Leonardo B515/3 dan sonar Fersah 100-N/MF yang terpasang di lambung kapal dari Aselsan.

Sensor utama lainnya di atas kapal termasuk radar AESA 2D Cenk 400-N, radar multifungsi Mete Han, radar kendali helikopter MAR-D, dan radar kendali tembakan Akrep, semuanya terintegrasi ke dalam sistem manajemen tempur (CMS) Advent dari Havelsan.

Kapal fregat ini ditenagai oleh empat mesin diesel dalam konfigurasi gabungan diesel dan diesel (CODAD), yang memungkinkan kecepatan maksimum 28 knot dan jangkauan maksimum 9.000 mil laut pada kecepatan 15 knot. (Janes)

  📹 Video diposkan PAL Indonesia : 


  🎥  Youtube   

Kamis, 18 Desember 2025

FMP Pertama Resmi diluncurkan

KRI Bala Putra Dewa 322 resmi diluncurkan pada malam hari di Surabaya (Wakaran)

Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), memimpin prosesi shipnaming dan launching KRI Bala Putra Dewa 322 di Dermaga Semenanjung Barat Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis (18/12/2025) malam.

Dalam sambutannya, Donny mengapresiasi capaian PT PAL Indonesia yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan teknis sebelum peluncuran kapal, dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Ia menyebut kapal telah memenuhi standar kekedapan air serta kemampuan terapung dengan posisi tegak lurus.

Tadi dilaporkan dari 55 mm, itu hanya 5 mm. Kapal ini dari panjangnya 140 m, errornya hanya 140,11 mm. Jadi dari 140 m itu hanya nambah 11 mm. Ini capaian yang luar biasa,” ungkap Donny.

Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia memimpin shipnaming dan launching KRI Bala Putra Dewa 322 di Surabaya, Kamis (18/12/2025). (Detik)
Selain presisi teknis, KRI Bala Putra Dewa 322 juga mencatatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 38 persen. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi dibandingkan kapal-kapal sebelumnya yang rata-rata masih berada di kisaran 25 persen.

Kita (Kemenhan) pesan dua kapal, ini kapal pertama, yang kedua proses pembuatan (sekarang mencapai sekitar) 38 persen. Kita proses juga. Akan menyusul berikutnya. Spesifikasi sama mirip-mirip,” ujarnya.

Donny menegaskan Indonesia masih membutuhkan banyak kapal frigate untuk memperkuat pengamanan wilayah laut nasional. Ia juga optimistis industri pertahanan dalam negeri mampu menembus peringkat 50 besar dunia.

Sementara itu, Kaharuddin Djenod Direktur Utama PT PAL Indonesia menyampaikan bahwa KRI Bala Putra Dewa 322 menjadi kapal terbesar kedua yang pernah dibangun PT PAL setelah KRI Brawijaya.

KRI Brawijaya berikuran 143 meter, (KRI Bala Putra Dewa) berukuran 140 meter. Tapi punya konfigurasi persenjataan yang lebih dari KRI Brawijaya,” jelas Kaharuddin.

Ia menegaskan kapal tersebut akan memperkuat TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemerintah selalu menekankan ke kami PT PAL agar selalu membangun kemandirian bangsa dalam membangun alutsista,” ungkapnya.

Menurut Kaharuddin, proyek pembangunan KRI Bala Putra Dewa 322 juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan TKDN melalui kolaborasi antara BUMN dan industri swasta nasional.

Selama ini kita tergantung dengan luar negeri, ini saatnya projek ini diset up TKDN belum mencapai 20 persen, alhamdulillah sekarang terus membangun produk-produk bersama BUMN dan swasta,” tandasnya. (lta/bil/faz)

  👷 
Suara Surabaya  

Rabu, 17 Desember 2025

KRI Nala 363 Laksanakan Sea Trial Seharian Penuh

  Pasca repowering di galangan PALKRI Nala 363 laksanakan sea trial (Dispenal)

Pada Selasa, 16 Desember 2025, KRI Nala melaksanakan Sea Trial selama 1×24 jam sebagai tahapan lanjutan pasca pelaksanaan Repowering.

Kegiatan ini dipimpin oleh Komandan KRI Nala Letkol Laut (P) Yan Ahmadi.

Sea Trial tersebut melibatkan Dinas Material TNI Angkatan Laut (Dismatal) serta mitra industri terkait, di antaranya PT PAL Putindo, Flender, dan unsur pendukung lainnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kasatharmatim Kolonel Laut (T) Dedi Sugiarto, S.E., serta perwakilan Dismatal yaitu Kasubdismatkapur Dismatal Kolonel Laut (T) Agus Purwanto, M.Tr.Hanla.

Pelaksanaan Sea Trial bertujuan untuk menguji dan memastikan kinerja sistem propulsi, permesinan, navigasi, dan sistem pendukung kapal agar berfungsi optimal serta memenuhi standar teknis dan operasional.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan KRI Nala untuk kembali melaksanakan tugas operasi laut TNI Angkatan Laut.
 

  💂 KRI Nala 363  

Selasa, 16 Desember 2025

Dosen IIPB Melihat Langsung Proses Pembangunan Kapal BHO KRI Canopus 936 di Jerman

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtabcoTWhZ1hlMXcjgp77pNWIaWyJyfSeCMiaOWbYx4_h1fCmJLlELJXWe0HoQ2AfGDtfcT4Wl68_bHHVtpPLV3Pcx1xlkct_L2addlOb5MaPd9e5ccGkcOPAZY3GG3GnK65yAzY7-qkl6Ti6VKh3uXtzIT-KBa0TuaIlWWd9FAbN0eWeHArG5iHybcJMQ/s2048/600327735_122291881226211399_1012332010587005946_n.jpgPenampakan KRI Canupus 936 di Jerman (ist)

T
im dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University melakukan kunjungan ke galangan kapal Abeking & Rasmussen, Jerman, untuk melihat proses pembangunan Kapal Bantu Hidrografi dan Oseanografi (BHO) KRI Canopus-936 milik TNI Angkatan Laut.

Delegasi IPB University terdiri dari Dr Syamsul B Agus, Dr Adriani, dan Dr Steven Solikin diterima langsung oleh Dansatgas Yekda Kapal BHO, Kolonel Laut (P) Anom Puji Hascaryo, serta Komandan KRI Canopus-936, Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono.

Kapal BHO KRI Canopus-936 merupakan salah satu aset strategis TNI AL yang sedang dibangun untuk mendukung operasi survei hidrografi, pemetaan batimetri, pengukuran oseanografi, serta operasi riset kelautan di berbagai wilayah perairan Indonesia.

Dengan teknologi mutakhir yang tertanam—mulai dari multibeam echosounder, autonomous underwater vehicle (AUV), hingga peralatan oseanografi modern—kapal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas data kelautan nasional.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdTzACJhkRyLrPmNb4OuhxGA3d2RAH3spExXWI9ySjZ-X3YDZVHzbAf4WRZ2P4DbdgolxwxRaXOkssCY5DCej9IDlxt7TaF5dzAdx0CG5SbanvpUg1t4rSx0TFrnsscgq7Nv4xOrupf5FR77zDabe0f0i4Q4n3hOnNk-XTDjpUew2zZt_mB55cWyhaMzP6/s2048/597482061_122291881058211399_8862621322743060324_n.jpgDr Syamsul B Agus menyampaikan apresiasinya terhadap TNI AL yang telah membuka ruang kolaborasi bagi dunia akademik. “Kami berharap KRI Canopus-936 dapat menjadi platform riset bersama yang memperkuat kapasitas penelitian kelautan Indonesia.

Ia menyebut, “Kolaborasi ini akan mendorong pemanfaatan data kelautan yang lebih akurat dan memperkaya kajian-kajian ilmiah di berbagai bidang oseanografi dan hidrografi.

Keberadaan kapal ini, lanjunya, akan membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan dan riset, terutama dalam pemetaan dasar laut, dinamika oseanografi, teknologi survei maritim, serta pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Kunjungan ini memperkuat komitmen IPB University dalam mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia, melalui penguatan riset kelautan dan kerja sama strategis dengan berbagai mitra nasional maupun internasional,” pungkasnya.


    👷   IPB   

Senin, 15 Desember 2025

RI dan Rusia Siap Bangun Industri Perkapalan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9_SaEvNPUBjl2c1clDg4f1qqzYtr-5AWm6DYDyqSKWXNvcetMTT9xzBiJ_Kx1h-vN5mAYyDODqY3k-WYd31cYoowyAWMIF2Ccj_AqEMDYtrShapKljXo2O92wtwUlmZ0pimImZvya6sdORrEb5aLHRV7KkKuHZ2k2uCqyd96WP5OQ3xB67e0SBsEUzHt7/s1555/KRI%20Lukas%20Rumkorem%20(LRK)-392_Agus%20Triwahyudii_2952610457087273171_n.jpgIlustrasi kapal produksi lokal, KRI LRK 392 (Agus Triwahyudi)

Kerja sama industri antara Indonesia dengan Rusia terus menunjukkan perkembangan pesat dan semakin strategis. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri pertemuan bilateral dan membuka gelaran Indonesia Russia Business Matching yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Moskow awal Desember 2025.

Indonesia dan Rusia tengah menjajaki penyelesaian dua dokumen penting kerja sama industri. Dokumen tersebut meliputi MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding (Kerja Sama di Bidang Perkapalan) dan MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos (Kerja Sama di Bidang Penelitian Ilmiah tentang Penggunaan Asbes Krisotil).

Salah satu MoU, yakni riset keselamatan penggunaan chrysotile asbestos, telah ditandatangani Menperin RI bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov di Moskow, 8 Desember 2025.

"Kami berharap, MoU lainnya dapat segera diselesaikan sehingga memberikan kejelasan kerangka kolaborasi bagi industri besar maupun IKM kedua negara," tuturnya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/12/2025).

Hubungan kedua negara telah bergerak ke arah yang lebih substantif dan komprehensif, khususnya dengan pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, yang memperkuat koordinasi bilateral serta membuka ruang kerja sama strategis yang lebih luas.

Agus mengungkapkan, selama ini perkembangan kerja sama ekonomi kedua negara sangat positif. Pada 2024, total perdagangan bilateral nonmigas mencapai US$ 3,9 miliar, dengan tren peningkatan sebesar 18,69% sejak 2020. Hingga Oktober 2025, nilai perdagangan kedua negara telah meningkat menjadi US$ 4,04 miliar.

Di sisi lain, investasi Rusia di Indonesia juga mencatat pergerakan yang konsisten. Pada 2024, total investasi mencapai US$ 262,7 juta, sementara hingga September 2025, investasi Rusia telah mencapai US$ 147,2 juta.

"Angka-angka tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari pelaku industri Rusia terhadap stabilitas ekonomi dan potensi pengembangan industri di Indonesia," ujar Agus.

Agus menambahkan, dialog intensif untuk menyelesaikan berbagai hambatan teknis antara pelaku industri Indonesia dan Rusia menjadi faktor penting dalam kelancaran hubungan dagang dan investasi. Salah satu tantangan utama adalah biaya logistik akibat jarak geografis yang cukup jauh.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan Working Group on Trade, Investment and Industry ke-6 pada 1112 Maret 2025 sebagai bagian dari Sidang Komisi Bersama Indonesia Rusia yang dilaksanakan pada April 2025 di Jakarta. Forum tersebut telah menghasilkan sejumlah kesepakatan teknis yang mencakup isu industri, penguatan rantai pasok halal, perdagangan, logistik, standardisasi, sertifikasi, pertanian, hingga sektor finansial.

Lebih lanjut, Agus menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap percepatan penyelesaian dan penandatanganan Indonesia Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU FTA). Menurutnya, perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku industri Indonesia melalui peningkatan daya saing tarif dan pengurangan hambatan non-tarif.

"Kami berharap perjanjian ini dapat segera ditandatangani dan menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan rantai pasok serta memperluas penetrasi produk industri nasional di kawasan Eurasia," tegas Agus.

Dalam konteks kerja sama multilateral, Indonesia juga menyatakan komitmen kuat dalam mendukung program-program di bawah naungan BRICS. Salah satu fokus penting adalah partisipasi Indonesia dalam BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC).

Kerja sama itu akan menitikberatkan pengembangan berbagai sektor seperti digitalisasi industri, teknologi mobilitas baru, transportasi tanpa awak, pengembangan sumber daya manusia industri, pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM), transformasi digital, kecerdasan buatan, dan bioindustri.

"Kami menilai BCIC merupakan platform strategis bagi transfer teknologi dan percepatan modernisasi industri nasional menuju industri yang cerdas, hijau, dan inklusif," imbuhnya.

  Promosi industri strategis  
Rangkaian agenda bilateral ini diperkuat dengan penyelenggaraan Indonesia-Russia Business Matching, yang dihadiri oleh pejabat tinggi Rusia serta pelaku industri dari kedua negara. Forum ini dirancang untuk mempromosikan sektor-sektor industri strategis Indonesia dan memperkenalkan proyek investasi prioritas, sekaligus membuka peluang joint manufacturing dan alih teknologi dengan perusahaan Rusia.

Kegiatan ini diikuti oleh 19 peserta dari sembilan perusahaan Indonesia yang mewakili kawasan industri, perusahaan teknologi, serta asosiasi komoditas. Dari pihak Rusia, hadir 51 peserta yang berasal dari sektor pertambangan, telekomunikasi, elektronik, mesin industri, jasa keuangan, hingga teknologi keamanan. Berbagai paparan disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus, perwakilan KADIN Komite Rusia-Belarus, Himpunan Kawasan Industri (HKI), serta unit teknis Kemenperin.

Business Matching tersebut menghasilkan capaian konkret berupa penandatanganan nota kesepahaman antara HKI dan dua lembaga Rusia. Komitmen dengan Foreign Trade Center (FTC) Rusia mencakup fasilitasi peluang investasi, penyelenggaraan roadshow, kunjungan industri, misi dagang, hingga pertukaran informasi yang akan mempermudah investor Rusia memasuki kawasan industri Indonesia.

Sedangkan MoU kedua, yang dilakukan dengan Association of Industrial Parks (AIP) Rusia, berfokus pada peningkatan daya saing kawasan industri melalui pertukaran informasi pengembangan kawasan serta koordinasi kunjungan lapangan terstruktur di Indonesia maupun Rusia.

Keseluruhan hasil ini menegaskan bahwa Indonesia dan Rusia tidak hanya memperkuat dialog kebijakan, tetapi juga menghasilkan langkah konkret di tingkat dunia usaha. Kami optimistis, pertemuan bilateral dan kegiatan Business Matching ini akan memperkuat posisi kedua negara sebagai mitra strategis dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi dinamika global, ungkap Agus.

Agus juga menyoroti kesiapan Indonesia untuk tampil sebagai Partner Country pada perhelatan INNOPROM 2026, pameran industri terbesar yang akan berlangsung pada 69 Juli 2026 di Rusia. Ia menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam pameran tersebut merupakan peluang strategis untuk memperkenalkan kekuatan industri manufaktur nasional kepada pasar Rusia dan global.

"Kami meminta dukungan Pemerintah Rusia agar keterlibatan Indonesia sebagai Partner Country dapat berjalan optimal. INNOPROM 2026 akan menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku industri kedua negara serta menciptakan peluang kolaborasi baru," pungkasnya. (ada/ara)

  🤝 detik  

Minggu, 14 Desember 2025

PT PAL Indonesia Rampungkan Perbaikan Kapal Perang AL Filipina

BRP Tarlac LD-601 (PAL)

PT PAL Indonesia berhasil merampungkan pemeliharaan dan perbaikan kapal perang Angkatan Laut Filipina, BRP Tarlac (LD-601).

Penyelesaian proyek ini menandai seluruh lingkup pekerjaan telah diselesaikan dan diterima dengan baik.

Hal ini menunjukkan komitmen terhadap kualitas, terlebih sebagai langkah strategis PT PAL dalam memperluas layanan perawatan kapal perang di pasar internasional.

Rampungnya pemeliharaan BRP Tarlac kembali memperkuat armada Angkatan Laut Filipina dan memastikan kapal dapat beroperasi secara efisien serta aman.

PT PAL Indonesia terus berkomitmen mendukung kesiapan armada negara mitra serta memperluas kontribusi Indonesia dalam industri pertahanan global.

BRP Tarlac (LD-601) adalah kapal petama di landing platform dock di kelasnya yang beroperasi dengan Angkatan Laut Filipina.

BRP Davao del Sur (LD-602) merupakan kapal kedua dari landing platform dock kelas Tarlac milik Angkatan Laut Filipina.

Kedua kapal LPD ini dibuat oleh PT PAL Indonesia di Surabaya.

  👷 
PAL  

Sabtu, 13 Desember 2025

PT PAL-Naval Group Potong Baja Pertama Kapal Selam Scorpene RI

 Babak Baru Pembangunan Kapal Selam Indonesia Proses Steel Cutting Qualification Section kapal selam Scorpene Evolved Lithium-Ion Battery (PAL)

Langkah besar menuju kemandirian bawah laut Indonesia, Proses Steel Cutting Qualification Section ini menandai milestone penting sebelum dimulainya fase produksi Kapal Selam Scorpène® Evolved Lithium-ion Battery (LiB) technology RI pesanan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Indonesia bersama Naval Group melakukan steel cutting qualification section Kapal Selam Scorpene Evolved RI di Galangan PT PAL, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/12). Kegiatan itu dihadiri Direktur Teknologi PT PAL Indonesia Briljan Gazalba dan Dansatgas Kapal Selam Scorpene RI Kolonel Laut (P) Widya Poerwandanu.

Hadir pula Program Director Naval Group Vincent Vimont, Country Director Naval Group Indonesia Thierry Bouyer, serta perwakilan tim teknis Naval Group. Qualification section merupakan tahapan krusial dalam fase production training.

Tahap itu dirancang sebagai uji kemampuan nyata bagi teknisi PT PAL untuk membuktikan mereka siap memasuki era produksi kapal selam secara mandiri. Dalam proses tersebut, kemampuan manufaktur diuji, mulai pengelasan presisi, blasting, pengecatan, hingga pre-outfitting.

Hasil pekerjaan akan dinilai melalui proses penerimaan Naval Group. Pekerjaan itu juga menjadi syarat utama sebelum pembangunan penuh kapal selam Scorpene Evolved dapat dilanjutkan.

"Qualification section bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi fondasi bagi Indonesia untuk menguasai teknologi kapal selam secara mandiri. Kolaborasi erat dengan Naval Group memastikan transfer teknologi berjalan efektif dan terstruktur," kataDirektur Teknologi PT PAL Indonesia Briljan Gazalba dalam siaran pers.

Menurut dia, qualification section memiliki peran fundamental dalam proses transfer teknologi kapal selam. "Melalui kemitraan ini, Indonesia sedang menapaki fase penting menuju kemandirian pertahanan bawah laut yang berdaya saing global," ujar Briljan.

Sebelumnya, teknisi PT PAL telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan di fasilitas Naval Group, Cherbourg, Prancis. Dalam pelatihan tersebut, para welder dilatih oleh instruktur bersertifikasi untuk menguasai teknik pengelasan khusus kapal selam.

Proses qualification section menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi bagi teknisi PT PAL atas kemampuan yang telah dipelajari di Prancis. Selama proses pekerjaan berlangsung, tim teknis Naval Group bakal terus melakukan pendampingan.

Program Director Naval Group Vincent Vimont, menyampaikan komitmennya dalam mendukung whole local production di Indonesia. Dia menyebut, pemotongan baja pertama adalah momen yang ditunggu masyarakat Indonesia.

"Ini adalah awal produksi dari program Kapal Selam Scorpene Republik Indonesia, yang dibuat di Indonesia, oleh Indonesia, dan untuk Indonesia. Kontrak ini juga menandai kerja sama yang baik antara kedua negara kita," ucap Vimont.

Metode demonstrasi qualification section yang diterapkan di Indonesia merupakan standar transfer kapabilitas yang telah terbukti berhasil digunakan Naval Group di Brasil. Melalui pendekatan terstruktur itu, Indonesia diharapkan memiliki kapabilitas industri jangka panjang untuk merancang, membangun, dan memelihara kapal selam secara mandiri.

Selanjutnya, sesuai milestone project proses fabrikasi akan dimulai pada Juni 2026. Hal itu sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjalankan amanah dan mengoptimalkan fasilitas produksi kapal selam yang dibangun melalui investasi negara.

  👷  Republika  

Jumat, 12 Desember 2025

Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang

  Produksi 500.000 unit 
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian PPN/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam RPJMN 2025?2029. (dok.Bappenas)
PT Pindad dilaporkan telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat sebagai upaya mendorong program mobil nasional yang tengah didorong pemerintah RI.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung produksi kendaraan hingga mencapai kapasitas 500.000 unit per tahun, dengan tahap awal produksi direncanakan mulai bergulir pada 2028, sebanyak 100.000 unit.

Pengembangan mobil nasional tidak bisa hanya sekadar program, kita harus melakukan piloting untuk inovasi teknologi dan membangun ekosistemnya,” kata Direktur Utama Pindad, Sigit P. Santosa, Selasa (9/12/2025).

Langkah Pindad ini berjalan berdampingan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian PPN/Bappenas, Himpunan Kawasan Industri (HKI), dan PT Pindad untuk memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam RPJMN 2025–2029.

Kesepakatan tersebut juga menjadi motor percepatan Program Mobil Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) serta pondasi awal penyelarasan kebijakan industri otomotif nasional.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyebut kolaborasi ini sebagai fase baru dalam perjalanan menuju kemandirian industri otomotif. Ia menekankan bahwa membangun pabrik belum cukup tanpa dukungan kawasan industri dan rantai pasok yang kuat.

Ini sejarah baru untuk melanjutkan milestone yang belum selesai. Membuat mobil bisa, membuat pabrik mobil bisa, tapi membuat industri mobil nasional belum tentu bisa," kata dia.

"Tanpa ada kawasan, pembangunan industri mobil nasional yang baik harus juga membangun ekosistem rantai pasoknya,” lanjut Rachmat.

Ketua HKI Ahmad Ma’ruf Maulana turut menegaskan bahwa 170 kawasan industri siap mendukung pelaksanaan PSN dan hilirisasi.

Ia berharap MoU tersebut dikawal hingga tahap implementasi agar hambatan lapangan dapat diselesaikan lebih cepat, sambil mengiringi pembahasan regulasi dan promosi kawasan Indonesia secara global.

Melalui MoU ini, ketiga pihak sepakat membangun kawasan industri berwawasan lingkungan, memperkuat rantai pasok otomotif dalam negeri, serta mengembangkan teknologi manufaktur berstandar tinggi.

  ♘ Kompas  

Kamis, 11 Desember 2025

[Video] OPV 98 DRU

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9_SaEvNPUBjl2c1clDg4f1qqzYtr-5AWm6DYDyqSKWXNvcetMTT9xzBiJ_Kx1h-vN5mAYyDODqY3k-WYd31cYoowyAWMIF2Ccj_AqEMDYtrShapKljXo2O92wtwUlmZ0pimImZvya6sdORrEb5aLHRV7KkKuHZ2k2uCqyd96WP5OQ3xB67e0SBsEUzHt7/s1555/KRI%20Lukas%20Rumkorem%20(LRK)-392_Agus%20Triwahyudii_2952610457087273171_n.jpgKRI LRK 392 ketika ujilaut di Lampung (Agus Triwahyudi)

Dua kapal Patroli Lepas Pantai (Offshore Patrol Vessel) kelas Raja Haji Fisabilillah yang dibangun oleh PT Daya Radar Utama (DRU) untuk TNI Angkatan Laut Indonesia telah selesai menjalani ujilaut di Lampung.

Melihat penampilan dari video, 2 kapal OPV 98 tampil bersama, dan akan diresmikan secepatnya.

  Spesifikasi Utama :  

 ⚙ Panjang : 98 meter.
 ⚙ Lebar : 13,5 meter.
 ⚙ Kecepatan : Maksimum 28 knot (52 km/jam), jelajah 20 knot.
 ⚙ Pendorong : Empat mesin diesel MAN 16V28/33STC.
 ⚙ Bobot : Sekitar 1.800 ton (standar) hingga 2.100 ton (penuh).

  Fitur dan Kemampuan :  
 💥 Persenjataan : Meriam Leonardo 76mm & 40mm, meriam 20mm, peluncur rudal anti-kapal Roketsan 2x4, peluncur torpedo, serta sistem dan sensor.
 💥 Kemampuan Tempur : Dirancang untuk mampu melakukan peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) dan memiliki kemampuan setara fregat ringan.
 💥 Misi : Mampu menjalankan misi tempur dan non-tempur, termasuk SAR (Search and Rescue) dan penegakan hukum maritim.

  Berikut video dari X Markicap :  

  Garuda Militer  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More