blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 10 Desember 2025

PTDI Siapkan Pesanan 3 Unit Pesawat N219

Untuk Angkut Hasil Laut dari Bali Utara(PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (DI) mendapat pesanan tiga unit pesawat N219 dari PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU).

Nota kesepemahaman pemesanan tiga unit Pesawat N219 tersebut ditandatangani oleh masing-masing perwakilan di Hanggar Aircraft Services (ACS), PTDI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (9/12/2025).

Dari PTDI diwakili Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Mohammad Arif Faisal dan dari PT BIBU diwakili Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Adiatmoko Hariwibowo.

PT BIBU Panji Sakti merupakan salah satu Perusahaan swasta berbasis di Bali.

Perusahaan tersebut saat ini juga tengah mempersiapkan pengembangan aktivitas penangkapan dan pengolahan hasil laut yang membutuhkan fasilitas distribusi udara.

Tiga pesawat N219 buatan PTDI tersebut nantinya akan mengadopsi spesifikasi kargo untuk mengangkut komoditas hasil laut Bali Utara bernilai tinggi seperti lobster, ikan, udang hingga kepiting ke beberapa wilayah di Indonesia.

"Untuk penandatanganan kontraknya akhir tahun ini. Kita mulai dengan 3 unit pesawat dulu. Tujuannya untuk memperpendek rantai logistik dari laut di sekitar Indonesia timur atau kita bawa langsung ke ekspor," ujar Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Adiatmoko Hariwibowo, Selasa siang.

Erwanto menambahkan, tiga unit pesawat kargo N219 diharapkan bisa meningkatkan distribusi.

Selain itu ia berharap bisa meminimalisir risiko turunnya kualitas hasil laut Bali Utara yang selama ini menjadi komoditas utama bernilai tinggi.

Sebab, selama ini komoditas hasil laut tersebut dikirim dengan menggunakan penerbangan reguler.

"Kendala yang selama ini kami hadapi, kalau terjadi cancel flight atau ada delay flight," jelasnya.

Apalagi dengan komoditas mereka yang hidup akan berisiko tinggi.

"kalau delay bisa mati, bisa lemes maka kerugiannya akan besar," ujarnya.

Dengan pesawat khusus dari PTDI ini maka distribusi tidak akan lagi tergantung pada jadwal penerbangan umum yang regular.

"Kita akan jemput khusus, waktunya bisa kita tentukan dan juga untuk teknik pengiriman juga kita akan siapkan semua di airport," tuturnya.
 

  🛩
Kompas  

Selasa, 09 Desember 2025

Komisi VII DPR dan PT PAL Dorong Kemandirian Industri Maritim

Inovasi FCS PAL (PAL)

Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama PT PAL Indonesia mendorong kemandirian industri pertahanan maritim dalam negeri demi menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

"Sebenarnya mereka (industri dalam negeri) mampu untuk membangun. Diharapkan ke depan pemerintah memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan domestik," kata Wakil Komisi VII DPR RI Evita Nursanty di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Saat berkunjung ke PT PAL Indonesia, Evita mengetahui bahwa sebenarnya industri maritim dalam negeri sangat kuat dan mampu memproduksi alutsista seperti kapal perang.

Bahkan, kata dia, PT PAL yang awalnya hanya menerima orderan pembuatan kapal perang senilai Rp 2,5 triliun kini kapal yang diproduksi bisa mencapai Rp 48 triliun sehingga membuktikan kemampuan perusahaan yang semakin baik.

Selain itu saat melakukan pertemuan dengan pihak PT PAL, Evita bersama Anggota Komisi VII DPR RI juga bertemu dengan perwakilan DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) yang beranggotakan 342 perusahaan.

Evita menilai baik DPP IPERINDO maupun PT PAL sebagai industri pertahanan maritim dalam negeri sangat mampu memproduksi dan menghasilkan produk-produk pertahanan yang mumpuni.

Di sisi lain, lanjutnya, kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada industri maritim dalam negeri untuk memproduksi alutsista termasuk kapal perang masih terbatas.

"Mereka menginginkan bahwa kesempatan diberikan kepada mereka, kesempatan kepada perusahaan-perusahaan domestik itu diperbesar. Sebenarnya mereka mampu," katanya.

Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan sejak Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto industri pertahanan dalam negeri sangat diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk berkembang.

Terlebih, kata Kaharuddin, pembangunan ekosistem industri pertahanan dalam negeri akan mampu memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi minimal 1,2 persen.

"Ini sebenarnya memberikan minimal pertumbuhan ekonomi 1,2 persen hanya dari industri kapalnya," ujarnya.

  👷 
antara  

Senin, 08 Desember 2025

Indonesia-Rusia Jajaki Kerja Sama Pengembangan Satelit Pengamatan Bumi

Ilustrasi satelit (detik)

Indonesia menjajaki kerja sama pengembangan satelit pengamatan bumi dengan Rusia. Penjajakan ini dilakukan PT Comtelindo dengan perusahaan antariksa Rusia, Glavkosmos, melalui pertemuan resmi di kantor pusat Glavkosmos, Moskow, pada Rabu 3 Desember 2025.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas undangan resmi Glavkosmos. Sekaligus, menjadi pertemuan kedua setelah penandatanganan Non Disclosure Agreement (NDA) di Langkawi, Malaysia, pada Jumat, 23 Mei 2025.

Pertemuan di Moskow tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Glavkosmos, antara lain Deputy Director General Vitaly Safonov, Chief Manager Regional Department Luiza Amelina, serta Head of Analytics Rinat Iskakov. Sementara itu, Comtelindo diwakili Chief Executive Officer PT Comtelindo Vicky Firdaus, dan Andreyas.

"Comtelindo memasuki kerja sama dengan Glavkosmos dalam kondisi siap secara infrastruktur dan sistem," ujar Chief Executive Officer PT Comtelindo Vicky Firdaus dalam keterangannya, Jumat, 5 Desember 2025.

Pertemuan fokus pada rencana pemanfaatan Earth Observation (EO) beresolusi tinggi milik Rusia untuk kebutuhan strategis Indonesia, seperti pemantauan bencana, analisis ketahanan pangan, pemetaan perkebunan. Kemudian, pengawasan area maritim, deteksi kebakaran hutan, perubahan lahan, hingga monitoring infrastruktur dan industri lainnya.

Integrasi EO dinilai akan memberikan kemampuan observasi real time yang dapat diintegrasikan dengan Infrastruktur jaringan, IoT, dan sistem aplikasi Comtelindo yang sudah beroperasi di Indonesia.

Selain pembahasan EO, kedatangan Comtelindo ke Rusia juga bertujuan menjajaki kemitraan dengan provider satelit Low Earth Orbit (LEO) Rusia guna memperkuat konektivitas di wilayah 3T Indonesia. Integrasi LEO–Fiber–IoT dinilai strategis untuk pemerataan akses digital hingga ke daerah terpencil.

"Integrasi Earth Observation, satelit LEO, fiber, dan IoT yang kami bangun akan langsung diarahkan untuk kebutuhan strategis nasional," ujar Vicky.

Glavkosmos menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan melakukan kerja sama teknis maupun komersial, termasuk pengembangan pusat pemrosesan data satelit, big data analytics, serta kemungkinan kerja sama investasi dalam infrastruktur digital Indonesia.

Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk menindaklanjuti pembahasan teknis secara lebih mendalam dalam waktu dekat. Comtelindo dan Glavkosmos menargetkan pembentukan kerangka kerja resmi kolaborasi dalam beberapa bulan ke depan.

Jika terealisasi, kemitraan ini dinilai akan menjadi langkah penting bagi Indonesia dalam memperkuat ekosistem pemantauan berbasis satelit dan membuka babak baru kerja sama teknologi ruang angkasa antara Indonesia dan Rusia.

  📡 
Metro TV  

Minggu, 07 Desember 2025

NC212i NavTrain Siap Bentuk Navigator Masa Depan

 Generasi Baru di Langit RI https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb1HF698a6PX7DU2VvysF8S7l55FnCltDm7IVwNIqK-NxRsRJCpAqvNyz_UBJMpM-g1yFC6Yc3llUv_2UCePD6qudFG1zbl4XkqxvoDN-wTC-Nf7mdixQh7xgLbM7Xlk-wK24EV_0bZ8x_T-vVqvUALv5fdYAHE2yYKvz3ZSMf1TJWg4zkq-WJGE_NqKY/s1280/NC212_2025-12-04-at-12.18.29-PM.jpegNC212i NavTrain TNI AU (PTDI)
B
andung kembali menjadi panggung kecil bagi industri dirgantara nasional. Wisata Bandung Raya

Tanpa gegap-gempita, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melepas satu lagi karya teknologinya yakni NC212i konfigurasi Navigation Training (NavTrain).

Pesawat yang tidak sekadar terbang, tetapi membawa harapan panjang bagi regenerasi navigator TNI Angkatan Udara.

Unit ketujuh ini terbang dari Hanggar Delivery Center PTDI Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh Malang, melanjutkan pemenuhan kontrak sembilan unit NC212i bersama Kementerian Pertahanan.

Di balik baling-baling MTV-27 buatan Jerman yang berputar kencang itu, ada kerja panjang bertahun-tahun memastikan kemampuan latihan udara Indonesia tidak tertinggal zaman.

  Kokpit yang Berubah Menjadi Ruang Kelas Terbang 
Tidak seperti konfigurasi angkut atau misi, NC212i NavTrain adalah ruang belajar di ketinggian. Di dalamnya terpasang meja navigasi, panel instrumen, kursi instruktur dan trainee, juga perangkat komunikasi lengkap untuk simulasi misi.

Para calon navigator kini bisa belajar langsung di udara, bukan hanya dari simulator darat yang dingin dan statis.

Kehadiran NavTrain ini bukan sekadar pembaruan armada, melainkan penyegaran sistem pendidikan yang menopang kesiapan tempur TNI AU.

Setelah enam unit sebelumnya diserahkan, hari ini kami menerbangkan pesawat ketujuh… NC212i adalah pesawat multiguna yang dapat diandalkan untuk berbagai misi, termasuk Navigation Training,” ujar Dena Hendriana, Direktur Produksi PTDI dikutip Kamis (4/12/2025).

  Di Balik Flight Deck: Ritme Tenang dan Keamanan Ketat 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcGkZ1t7ICk2BwweEDymDEAeCAVQBqVzb3pP0PlOuDrZyaoHkX7C78Q9Tcp6klsp1SR7M4NPOJVUIDTw0zzFq8O5ELUv0YQtavd2FaH915oEYKmBiPEnt5wv3ykQ1cwJwQi6rUwZOjJxn10HSSOKaQJvjogRpRkwDgxGKlnmMNg-c1b0casCn0tyTwnhq-/s1280/843712_1754465156.jpg
NC212i konfigurasi Navigation Training (NavTrain) (A Rafi NA)
Pesawat bernomor ekor AX-2134 diterbangkan oleh Mayor Pnb Kurniawan S. dan Kapten Pnb Wahyu Nur Syarifudin—dua nama yang memang akrab dengan misi ferry flight. Sehari sebelumnya, pesawat telah lolos IDAA Acceptance, gerbang pemeriksaan ketat di dunia pertahanan.

Unit ini melengkapi tujuh dari sembilan NC212i yang dikontrak Kemhan RI. Unit kedelapan dijadwalkan mengudara pada kuartal pertama 2026—menandai target ambisius PTDI membuktikan bahwa industri dirgantara lokal bukan sekadar bertahan, tetapi tumbuh.

  Menggantikan Armada 1985: Generasi Baru yang Dibutuhkan 
TNI AU menyambut pengiriman ini dengan antusias. “Pesawat Navigation Training ini akan menggantikan armada NavTrain kami yang lama, yang telah digunakan sejak 1985.” ujar Wadan Grup 1 Kolonel Pnb Wisnu Aji Prabowo.

Setelah hampir empat dekade mengandalkan armada lama, kedatangan NC212i NavTrain seperti mengganti pensil tumpul dengan pena digital. TNI AU butuh itu—apalagi medan operasi kini makin kompleks, dari misi tempur, patroli, hingga kemanusiaan seperti yang baru-baru ini dilakukan di Medan.

Dengan performa baling-baling MTV-27 yang lebih halus, tingkat kebisingan rendah, dan kompatibilitas optimal dengan mesin Honeywell TPE331, pelatihan bisa berjalan lebih nyaman dan presisi.

  Lebih dari Sekadar Pengiriman: Ini Tentang Masa Depan 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSY5HPGlKA3jVJDPcOTmb0b32TlsQpe1cRRdplp4x8mUYkm7_WcybhuXUwTL6ZAp1sf17AfK02xuqIlmf8GQuct-H99VzQCXyiJWB6F4ciqG1DPgIZ1fGizO4LxCAJ9zbYqp0D2F980VJ73l8iQBU2CjpYRdtTjWBDKJFDekwUZRZ9rnQer5FRYoB9dcUG/s1600/A-Rafi%20NA.jpg
NC212i konfigurasi Navigation Training (NavTrain) (A Rafi NA)
NC212i mungkin pesawat kecil, tetapi dampaknya besar. Setiap ferry flight bukan hanya serah terima pesawat, melainkan penguatan ekosistem pertahanan Indonesia—dari teknologi, sumber daya manusia, hingga kemandirian industri.

Bandung ke Malang hanya satu rute. Tetapi bagi PTDI dan TNI AU, itu adalah perjalanan panjang menuju kedaulatan angkasa.

     Bandung Oke  

Sabtu, 06 Desember 2025

Prabowo Bakal Beli 200 Helikopter Tahun Depan

Helikoter TNI banyak diturunkan dalam OMSP. (dispenau)

Presiden Prabowo Subianto mengaku akan membeli 200 helikopter mulai Januari 2026.

Menurutnya, pembelian itu akan melengkapi pesawat Hercules C130J dan Airbus A400 yang telah hadir lebih dulu di Indonesia.

"Minggu ini helikopter baru datang 5 buah, dan terus berdatangan. Dan saya sudah perintahkan mulai Januari tahun depan dan seterusnya, kita akan datangkan 200 helikopter di RI ini," kata Prabowo dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Prabowo menyampaikan, alutsista itu dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk mengevakuasi bencana alam.

Dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, misalnya, negara sudah mengerahkan 50 helikopter untuk membawa bantuan logistik.

"Mungkin beberapa bulan, beberapa tahun yang lalu, tidak ada yang bisa perkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. 50 helikopter sekarang sedang bergerak di daerah musibah," ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, hal itu merupakan bentuk negara hadir ketika masyarakat kesulitan akibat bencana.

Menurutnya, Indonesia adalah bangsa yang besar yang mampu mengatasi semua cobaan yang ada.

"Kita menyadari bahwa bangsa kita, negara kita ternyata adalah negara yang besar dan yang kuat. Kita mengalami cobaan-cobaan, kita mengalami badai, kita mengalami bencana, tapi bangsa kita kuat utuh dan bangsa kita mampu mengatasi semua cobaan yang kita hadapi," tutur dia.

Saat ini, menurut Prabowo, masyarakat sudah melihat bagaimana bentuk negara sudah hadir.

"Kita buktikan rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, reaksi pemerintah mengatasi masalah. Kita sudah buktikan sekarang rakyat melihat ada musibah di bagian dari wilayah tanah air kita, tapi alat-alat negara segera hadir," tandas Prabowo.

  ⍟
Kompas  

Jumat, 05 Desember 2025

Melihat Produksi Pesawat CN235 di PT DI

Pesanan TNI AL https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4Kpc0DrVj2682-kzxrI0O_FROV7AMrhqUQI2LHqzrmFyyLjTyXus5tO_fUbJTliAmPPxnpd6hW0m1vEJUKglsrNqKZ6_BQAds72NDhfcgcOZ9nnJjcWZSUFjutcsSff8ncjHykP2NG-FruTtOGF7qRDjNsN-BwfLqEsqRKkpEN37myWPKdvxQrzPvbdpB/s700/serah-terima-pesawat-nc212i-dari-ptdi-ke-tni-au-1764821266807_169.jpegProduksi pesawat angkut CN-235 untuk TNI AL (Antara)
PT
Dirgantara Indonesia terus memperkuat industri dirgantara nasional lewat produksi CN235. Produksi dikebut untuk memenuhi kebutuhan multipurpose TNI AL.

Pekerja PT Dirgantara Indonesia (PTDI) terus merampungkan produksi pesawat CN235 di Hanggar Final Assembly Line, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/12/2025).

Pesawat tersebut merupakan pesanan TNI Angkatan Laut dan dirancang untuk kebutuhan multipurpose, mulai dari angkutan personel, paratroops, kargo, hingga misi medical evacuation.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7O0m-06UG3cWxIGpp4ZEyrpha8sck3zjn67rv3knPKJ-yYSbh90cELD1FsIOPxMANRjLYaWACnNpvc0o-9I9BQXyOOzqISs7FB6fzHn2m8650VQ_1TsuRvSFYMbFYahmPGjmRZqTcLNqtB6jysxFqWwqfrM_7x2Yf7Q4DyTzKewS_FvDLZY3LJht_MK-_/s700/serah-terima-pesawat-nc212i-dari-ptdi-ke-tni-au-1764821266916_169.jpegDi hanggar perakitan akhir itu, sejumlah teknisi terlihat menyelesaikan berbagai komponen pesawat yang memasuki tahap penyempurnaan.

PTDI menyampaikan bahwa pengerjaan pesawat ini berjalan sesuai jadwal. Target penyelesaian pesawat CN235 tersebut ditetapkan pada pertengahan 2026. Program produksi CN235 ini menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan operasional TNI AL yang membutuhkan pesawat dengan kemampuan serbaguna.

Setelah rampung, pesawat akan menjalani rangkaian pengujian sebelum diserahkan kepada TNI AL. Keunggulannya dalam membawa pasukan, logistik, maupun melakukan evakuasi medis menjadikan CN235 salah satu platform strategis yang terus dikembangkan.

  Tempo  

Kamis, 04 Desember 2025

PTDI Tuntaskan NC212i NavTrain

Pesanan TNI AUNC212i NavTrain PTDI

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) kembali menunjukkan progres nyata dalam pemenuhan kontrak 9 (sembilan) unit pesawat NC212i dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk end user TNI AU, melalui pelaksanaan ferry flight pesawat NC212i unit ke-7 dari Hanggar Delivery Center PTDI, Bandung menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Pesawat NC212i ini dikirimkan dengan konfigurasi Navigation Training (NavTrain) yang dirancang khusus untuk mendukung pelatihan awak udara, sekaligus memperkuat kontribusi PTDI dalam meningkatkan kesiapan operasional dan kemampuan pendidikan TNI AU.

Pesawat NC212i konfigurasi NavTrain ini dilengkapi dengan meja dan panel instrumen navigasi, kursi instruktur dan trainee, perangkat komunikasi dan serta sistem navigasi yang memungkinkan pelatihan prosedur penerbangan secara langsung di dalam pesawat.

Kehadiran fitur tersebut menjadikan NC212i NavTrain sebagai platform yang efektif bagi awak udara, khususnya calon navigator dan crew misi, sehingga mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia TNI AU dalam menghadapi berbagai skenario operasi.

Direktur Produksi PTDI, Dena Hendriana bersama tim program NC212i meninjau langsung persiapan ferry flight pesawat NC212i yang kemudian akan dioperasikan oleh Skadron Udara 4.

Pesawat dengan tail number AX-2134 ini diterbangkan oleh Mayor Pnb Kurniawan S. sebagai Pilot In Command Ferry dan Kapten Pnb Wahyu Nur Syarifudin sebagai Copilot. Sebelumnya, pesawat ini telah melalui proses Indonesian Defence Airworthiness Authority (IDAA) Acceptance pada tanggal 3 Desember 2025, guna memastikan seluruh aspek kualitas dan kelaikan operasional memenuhi standar pertahanan yang berlaku.

Dengan pengiriman ini PTDI telah menuntaskan 7 (tujuh) unit dari total 9 (sembillan) unit NC212i yang disepakati dalam kontrak dengan Kemhan RI, sementara unit ke-8 (delapan) direncanakan akan dikirim pada kuartal pertama 2026.

Seperti unit sebelumnya, pesawat ini juga sudah dilengkapi dengan baling-baling buatan MT Propeller, Jerman, yakni MTV-27 yang telah disertifikasi oleh EASA.
 

  🛩
PTDI  

Rabu, 03 Desember 2025

Aselsan Masang Radar CENK 350-N pada Fregat Merah Putih

Radar Aselsan CENK 350-N terpasang di atas fregat Merah Putih (Keris reborn/Deni)

Sebuah foto dari ship spotter yang beredar di media sosial menunjukkan radar AESA CENK 350-N fixed-face baru dari ASELSAN sedang dipasang pada fregat kelas Merah Putih pertama Indonesia, yang saat ini sedang dibangun di PT PAL. Integrasi ini menandai perkembangan penting dalam program tersebut, yang pertama kali dilaporkan Naval News dalam pameran Indo Defence 2025 di Jakarta pada Mei 2025.

Foto tersebut dibagikan oleh akun blog Lembaga Keris, yang menunjukkan kapal pertama di kelasnya, Merah Putih, sedang dibangun. Foto tersebut menunjukkan dua susunan dari radar Active Electronically Scanned Array (AESA) fixed-face CENK 350-N terlihat jelas.

Dilaporkan pertama kali oleh Naval News dalam pameran Indo Defence 2025 yang diadakan di Jakarta pada Mei 2025, radar CENK 350-N, yang juga disebut Mete Han, akan menjadi radar pengawasan udara/air surveillance radar utama untuk fregat kelas Merah Putih yang akan datang.

Aselsan dilaporkan menyediakan rangkaian sensor yang komprehensif untuk fregat Merah Putih. Rangkaian ini mencakup radar multifungsi Mete Han (juga dikenal sebagai CENK-350), radar CENK-200 (juga disebut MAR-D) untuk kendali helikopter, dan radar pengintai AESA CENK-400, yang saat ini beroperasi di fregat kelas-I milik Türkiye. Sistem-sistem ini membentuk inti dari kemampuan kewaspadaan situasional dan pengintaian udara kapal.

  Radar CENK 350-N  
Radar CENK 350-N (Aselsan)
CENK 350-N ASELSAN—yang pada dasarnya merupakan turunan yang lebih ringan dan ringkas dari sistem ÇAFRAD yang ditujukan untuk kapal perusak pertahanan udara TF-2000 Angkatan Laut Turki di masa mendatang—mewakili generasi terbaru radar AESA angkatan laut bermuka tetap. Sistem ini dibangun di atas empat susunan aktif X-band yang bersama-sama memberikan cakupan 360 derajat yang mulus tanpa kendala antena yang berputar secara mekanis. Setiap panel memberikan cakupan azimuth dan elevasi yang luas, memungkinkan radar untuk mendeteksi, melacak, dan mengklasifikasikan sejumlah besar target udara dan permukaan dengan kecepatan refresh yang tinggi. Dengan jangkauan instrumen sekitar 250 km dan kemampuan untuk mendukung panduan jarak menengah untuk rudal pertahanan udara, CENK 350-N sangat cocok untuk fregat dan korvet modern yang membutuhkan kinerja penginderaan canggih dalam paket yang hemat ruang.

Keunggulan utama CENK 350-N adalah kemampuannya untuk mempertahankan kesadaran situasional tanpa gangguan di semua sektor, bahkan di perairan pesisir yang padat atau kondisi cuaca yang menantang. Arsitektur fixed-face-nya memungkinkannya untuk memantau target multi-domain yang kompleks—mulai dari pesawat terbang rendah dan rudal sea-skimming hingga kontak permukaan kecil—sambil menawarkan keandalan inheren dan mengurangi kebutuhan perawatan teknologi AESA. Kombinasi kapabilitas, fleksibilitas integrasi, dan cakupan menyeluruh yang konstan menjadikan CENK 350-N solusi yang menarik bagi angkatan laut yang ingin memodernisasi rangkaian manajemen tempur mereka, terutama pada platform yang harus mempertimbangkan secara cermat batasan ruang, berat, dan daya.

Selain itu, Aselsan akan memasok sistem tautan data dan IFF, sistem kendali tembakan AKREP-200 untuk rudal antikapal Atmaca, dan sonar FERSAH yang terpasang di lambung kapal untuk pengawasan bawah air. Perwakilan perusahaan mengonfirmasi bahwa tiga kontrak terkait sistem ini telah ditandatangani hingga saat ini. Pengiriman semua komponen direncanakan dalam jangka waktu 36 bulan.

Selain itu, perusahaan pertahanan Turki lainnya, HAVELSAN dan ROKETSAN, juga akan menyediakan sistem penting untuk fregat-fregat ini. Havelsan akan bertindak sebagai integrator sistem utama, dengan Sistem Manajemen Tempur (CMS) ADVENT yang akan dipasang pada fregat Merah Putih. ADVENT telah diadopsi secara lebih luas oleh Angkatan Laut Indonesia, yang bermaksud untuk meningkatkan lebih dari 40 kapal dengan sistem ini. Oleh karena itu, Indonesia diperkirakan akan memperluas kemampuan peperangan yang berpusat pada jaringan secara signifikan.

Pemasangan ADVENT pada fregat Merah Putih menandai tonggak sejarah bagi Havelsan, karena ini akan menjadi pertama kalinya sistem tersebut terintegrasi ke dalam lambung kapal rancangan Inggris.

Roketsan akan melengkapi fregat tersebut dengan sistem peluncur vertikal MIDLAS, yang akan menampung rudal antikapal ATMACA sebagai senjata serang permukaan utama platform tersebut. Fregat Merah Putih akan menjadi platform pertama yang meluncurkan rudal ATMACA dari MIDLAS, menjadikan Indonesia sebagai pelanggan peluncuran untuk kemampuan terintegrasi ini.

   👷 
Naval News  

Selasa, 02 Desember 2025

PTDI Selesai Laksanakan Pemeliharaan & Perawatan Helikopter Bell 412 EP TNI AD

Helikopter Bell 412 EP selesai perawatan di Bandung (PTDI)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) melaksanakan ferry flight satu unit helikopter Bell 412 EP yang telah selesai menjalani program Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat).

Unit yang diberangkatkan dari Apron Hanggar Helikopter PTDI Bandung menuju Pangkalan Udara Pondok Cabe ini merupakan bagian dari total empat unit helikopter Bell 412 series milik TNI AD yang dipercayakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI kepada PTDI untuk dilakukan perawatan berkala.

Selanjutnya, helikopter tersebut akan melanjutkan penerbangan menuju home base Skadron 12 Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) di Way Tuba, Lampung, untuk mendukung misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Pengoperasian ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan kesulitan masyarakat serta pemulihan infrastruktur terdampak di wilayah Aceh dan Sumatera Barat.

Selain helikopter Bell 412, operasi dukungan logistik bagi wilayah terdampak juga diperkuat dengan penggunaan helikopter H225M Caracal milik TNI AU yang dikerahkan untuk membawa berton-ton bantuan bagi korban banjir di Sumatera-Aceh, serta mempercepat distribusi bantuan ke daerah yang sulit dijangkau.

Pemanfaatan alutsista produksi PTDI tersebut menunjukkan bahwa produk pesawat dan helikopter PTDI tidak hanya mampu mendukung misi operasi militer, tetapi juga dapat memberikan kontribusi maksimal dalam misi penanganan darurat bencana.

  ✪
PTDI  

Senin, 01 Desember 2025

Kemhan Ungkap 20 Pesawat C-130 Hercules Tipe H Dimodernisasi PTDI-GMF

 Dengan nilai kontrak 2,4 Triliun RupiahPesawat C-130 Hercules TNI disebar dalam tiga skuadron: Skadron Udara 31 di Lanud Halim Perdanakusuma-Jakarta, Skadron Udara 32 di Lanud Abdulrachman Saleh-Malang, Skadron Udara 33 di Lanud Sultan Hasanuddin-Makassar (duspenau)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkapkan pesawat C-130 Hercules tipe H yang dioperasikan oleh TNI AU yang saat ini berjumlah sekitar 20 unit, akan dimodernisasi dan diremajakan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Modernisasi C-130 Kolonel Arif Djoko menjelaskan dua entitas industri aviasi dalam negeri itu sama-sama diberdayakan dan mendapatkan proyek modernisasi sembilan pesawat.

"Kementerian Pertahanan itu memang ingin memberdayakan industri pertahanan yang kita miliki, makannya dilibatkan GMF dan PTDI yang sama-sama mendapat kontrak sembilan pesawat. Sementara sisanya nanti kita kontrakkan lagi," kata Arif di Kompleks PTDI Bandung, Rabu.

Pesawat-pesawat C-130 Hercules tipe H ini, lanjut Arif, berasal dari pengadaan tahun 1980-1982, atau telah berusia lebih dari 40 tahun dengan jam terbang mendekati 45.000 jam, sehingga perlu dilakukan pembaharuan.

Adapun langkah modernisasi yang dilakukan pada semua tipe H ini, adalah pergantian Center Wing Box Replacement (CWBR) yang telah habis masa pakainya dan Avionic Upgrade Program (AUP) atau peningkatan perangkat avionik dari analog ke digital, dengan nilai kontrak sekitar 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,4 triliun.

"Sehingga nanti diharapkan untuk tipe H ini semuanya bisa diganti center wing box-nya karena rata-rata usianya sudah habis semua. Sehingga nanti ke depannya tipe H bisa ada perpanjangan usia sampai 15 tahun lagi untuk bertugas dalam operasi baik dalam dan luar negeri," tutur Arif.

Diketahui, proyek pengerjaan modernisasi dan peremajaan sembilan unit C-130 Hercules di PTDI sendiri dimulai dengan ditandai kedatangan unit pertama di hanggar Aircraft Services (ACS), PTDI Bandung, Rabu.

Dengan kemampuan dan fasilitas yang telah disiapkan dan sepenuhnya berbasis di Indonesia, program ini dinilai sekaligus memperkuat kemandirian nasional dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat angkut berat strategis TNI AU, yang berperan penting dalam misi logistik, operasi kemanusiaan, dan pertahanan negara.

Sementara bagi PTDI, pelaksanaan modernisasi C-130 di dalam negeri menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada fasilitas luar negeri, serta mempercepat siklus pemeliharaan pesawat-pesawat TNI AU.

"Bagi PTDI, program ini merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan kompetensi teknis, peningkatan kemampuan produksi komponen, serta penguatan ekosistem industri pertahanan dirgantara nasional," kata Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal di lokasi yang sama.
 

   👷 
antara  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More