blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Minggu, 06 Juli 2025

Lantamal IV Terima 1 Unit Kapal Tunda

⚓ Buatan Industri Dalam NegeriTD Daik, kapal tunda untuk Lantamal IV buatan PT Dok Bahari Nusantara - Cirebon (Terafulk, TNI AL)

1 Unit kapal tunda laut dangkal yang menyandang kode TD yaitu TD Daik diterima langsung oleh Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla yang diserahkan langsung oleh Aslog Kasal Laksamana Muda TNI Eko Sunarjanto di Galangan Kapal PT DBN Cirebon, Jawa Barat. Jum’at (20/06/2025).

Harbour Tug tersebut akan bertugas dalam melakukan pemanduan dan penundaan serta membantu pergerakan manuver KRI keluar dan masuk pelabuhan. Harbour Tug buatan dalam negeri ini juga berfungsi sebagai kapal pencarian dan pertolongan (SAR).

Harbour tug produksi PT Dok Bahari Nusantara asal Cirebon ini memiliki panjang 30 m, lebar 11,6 m, tinggi 5,1 m, dan berkecepatan maksimal 12 knot. Kapal ini juga dilengkapi peralatan pemadam api berkapasitas 600 m³ dan jangkauan 100 m untuk evakuasi korban di laut.

Dalam hal ini Aslog Kasal menyampaikan bahwa, “Pembuatan kapal harbour tug ini tentunya sebagai bentuk komitmen TNI AL dalam mendukung program pemerintah yaitu, Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) untuk mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia dan memenuhi kebutuhan pertahanan negara”.

Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, TNI AL akan terus berupaya memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kadisadal, Kadismatal, Kadislaikmatal dan Aslog Lantamal IV.


  🚢 Lantamal 4  

Indonesia Siap Borong Alutsista hingga Pesawat AS

 Nego Tarif Trump https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiydbjQhdy4kpdymKHonuR9bwCxGsJuLWLLDivvDJWpI5s3bsq_9c8dnjXlND6gdY5PWxG1q_eRpKo5I-caDRYlvbNtRMYfMRdutjwFzVWnDJVBFGX1ZhYV-SDL5N-ODCpx9m-jWwkXWo3gNe6ZzTpRnd9g80mV-pfshcWeKx9q6Yx7QjKzWRb_qpMoWmvH/s2136/F15EX_Boeing_Kompas.pngPromosi Boeing, Indonesia minati F15 EX (Boeing/Kompas)

Pemerintah siap memborong alat utama sistem persenjataan atau alutsista dan pesawat dari Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari paket kesepakatan dagang komprehensif yang tengah dirundingkan kedua negara.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (4/7/2025), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan komitmen Indonesia untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dengan AS. Pada tahun lalu, USTR mencatat defisit perdagangan barang AS dengan Indonesia mencapai US$17,9 miliar.

Oleh sebab itu, Indonesia akan melakukan impor sejumlah barang dari AS. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan ancaman tarif sebesar 32% yang akan diberlakukan AS, dengan target memperoleh tarif yang lebih rendah dibandingkan Vietnam yang sebelumnya mendapatkan tarif 20%.

Misalnya, PT Garuda Indonesia tengah menjajaki potensi kerja sama baru, termasuk pembelian pesawat dan layanan perawatan. Pada sektor pertahanan, Airlangga mengungkapkan pemerintah membuka peluang untuk memperluas pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari AS.

Ini untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.

Selain itu, sambung Airlangga, Indonesia juga akan meningkatkan impor gas dan produk pertanian dari AS untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan.

Pemerintah turut menjanjikan perlakuan yang lebih adil bagi perusahaan AS, melalui pelonggaran aturan kandungan lokal, peningkatan perlindungan hak kekayaan intelektual, dan membuka akses ke Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) bagi penyedia asal AS.

Dari sektor mineral kritis, pemerintah berencana memberikan akses prioritas bagi pembeli asal AS, memperketat pengawasan kepemilikan asing di rantai pasok, serta menjalin kerja sama untuk menjamin keamanan dan transparansi pasokan bagi industri utama AS.

Langkah itu dinilai akan memudahkan perusahaan AS menghindari ketergantungan pada perusahaan logam yang terafiliasi dengan China, mengingat Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel terbesar di dunia.

Indonesia juga berkomitmen untuk menerapkan tarif mendekati nol terhadap lebih dari 1.700 komoditas asal AS, atau sekitar 70% dari total impor negeri Paman Sam. Airlangga mengungkapkan itu mencakup sektor-sektor utama yang diminta AS seperti elektronik, mesin, kimia, kesehatan, baja, pertanian, dan otomotif.

Pesannya jelas, Indonesia ingin membangun hubungan ekonomi yang seimbang dan berorientasi ke depan, dengan manfaat nyata bagi dunia usaha dan pekerja di kedua negara,” jelasnya.

Meski demikian, Airlangga menegaskan pemerintah masih menunggu keputusan final dari Washington.

Dari sisi pasar, rupiah tercatat stabil di Rp 16.180 per dolar AS, sementara IHSG bergerak melemah 0,2% pada penutup pasar Jumat (4/7/2025). Menurut analis Credit Agricole Hong Kong Jeffrey Zhang, pelaku pasar masih mencermati dampak akhir dari kesepakatan ini terhadap daya saing ekspor Indonesia. “Pasar akan melihat hasil akhirnya, terutama untuk membandingkan tarif final antarnegara,” ujar Jeffrey.

  Bisnis  

Sabtu, 05 Juli 2025

Alutsista Buatan Lokal Siap Tembus Dominasi Global

Produk avionik Infoglobal (Infoglobal)

LANGIT mendung di atas kompleks PT Infoglobal di kawasan Surabaya Pusat, sore itu tak menyurutkan semangat tim riset perusahaan swasta pertahanan tersebut. Saat Jawa Pos melangkah ke ruang rapat utama mata langsung disuguhi galeri avionik. Pada sisi kanan terpajang panel instrumen C-130 Hercules yang berjajar rapi dengan display digital.

Bersebelahan dengan itu ada avionik milik KT-1B, pesawat warna merah yang jadi andalan Jupiter Aerobatic Team. Di sudut lain, terpasang avionik kokpit Hawk dan Super Tucano yang berkelip biru-hijau, lengkap dengan DVR terpampang di meja bagian barat.

Tiap perangkat dilengkapi stiker level kualitas,.dari prototipe hingga siap produksi, serta satu kalimat tegas yang dicetak tebal di bawah logo Infoglobal di balik mesin itu: Made in Indonesia.

Siapa yang nggak bangga, kami saja bangga dengan ini, ini asli buatan Surabaya, buatan Indonesia,” ujar CEO PT Infoglobal Adi Sasongko kepada Jawa Pos.

Adi juga menunjukkan mockup pesawat, lengkap dengan mesin dan perangkat lain yang mengikutinya. Drone WANI-23 itu membuat pengunjung dan delegasi militer dari berbagai negara terpukau saat dipamerkan di pameran Indo Defence di Jakarta beberapa waktu lalu.

Drone WANI-23 Infoglobal (Infoglobal)
Pesawat nirawak yang sepanjang dua meter dan sanggup terbang kurang lebih 25 jam nonstop itu mampu sambil menggendong rudal pintar. ”Nama WANI lahir dari spirit arek Suroboyo, berani tampil meski banyak yang meragukan industri pertahanan lokal,” ujarnya sambil menepuk badan drone yang sudah dua tahun digarap dengan dana internal perusahaan.

Drone itu dikerjakan hanya dengan 10 orang putra daerah. Adi menjelaskan, seluruh software dan hardware WANI-23 dirakit di lini produksi Infoglobal sendiri, lengkap dengan kecerdasan buatan, machine-learning untuk navigasi otonom, serta sistem perintah suara.

Di kokpit kendali darat, operator tinggal mengendalikan dan drone akan mengeksekusi manuver secara otomatis,” kata alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu. Menurut dia, uji terbang terakhir sebelum sertifikasi penuh dijadwalkan akhir tahun ini, dan pihaknya optimistis WANI-23 bisa memasuki tahap produksi massal di massa selanjutnya.

Rekam jejak PT Infoglobal sejatinya bukan baru kemarin. Sejak dekade 1990-an, perusahaan ini telah memproduksi lebih dari 300 peralatan avionik pesawat tempur untuk pasar domestik Asia Tenggara dan Timur Tengah. Kini, mereka menambahkan lini nano-satellite, kata dia sedang disiapkan terbang bareng Elon Musk suatu hari nanti.

Menurut dia, semua demi visi living beyond digital yang menempatkan kemandirian teknologi sebagai kunci geopolitik masa depan. Dia mengungkapkan, Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada 2021 menjadi momentum besar bagi Infoglobal.

Pesawat rancangan infoglobal, i-22 Sikatan (infoglobal)
Itu momen paling berkesan, kami tunjukkan bahwa industri swasta Indonesia mampu menembus batas,” kenang Adi. Dia mengakui, Infoglobal tengah menyempurnakan i-22 Sikatan. Pesawat itu ada di hanggar kawasan Bandung.

Dia menyebut jet tempur generasi kelima itu memiliki dua mesin jet. Serta dirancang dan dilengkapi jet. Serta dirancang dan dilengkapi di dalam tubuh pesawat. Serta ditempel dengan dua drone pendamping tanpa awak. Jika dilihat, pesawat itu mirip dengan J-20 Mighty Dragon milik Tiongkok. Tapi, jelas berbeda.

Semua lini, mulai material penyerap radar hingga helm tempur ber-VR, kami rancang agar pilot awareness melampaui teknologi konvensional,” ujarnya.

Dia menekankan, “Kami tidak bergantung Amerika, Cina, atau Eropa—Indonesia harus bisa gawe dewe demi kepentingan nasional,” tegasnya.

Dia yakin, kehadiran WANI-23 dan i-22 Sikatan akan mengubah peta ekosistem pertahanan nasional. (ali)

  👷 Infoglobal  

Jumat, 04 Juli 2025

WANI-23 Lahir dari Keprihatinan Sekaligus Keyakinan

💫 Semangat perlawanan ketergantungan pada impor ✈ Drone MALE WANI-23 rancangan Infoglobal (infoglobal)

PT Infoglobal merancang algoritma machine-learning untuk sistem diagnostik pesawat di beberapa dekade terakhir. Itu berfungsi penuh untuk memperkaya perangkat avionik dengan self-monitoring dan predictive maintenance yang kini baru ramai diadopsi pabrikan luar negeri. Bagi mereka, digitalisasi bukan jargon, tetapi fondasi.

Perusahaan yang sudah ada sejak 1992 itu sudah melampaui sekadar memanfaatkan teknologi. Kini, secara tak langsung, PT Infoglobal justru ikut membentuk standar baru bagi industri pertahanan masa depan. ”Begini, misal ya, AS bisa buat pesawat, tapi apakah mau share informasi? Pasti tidak, ya kami buat sendiri,” kata CEO PT Infoglobal Adi Sasongko kepada Jawa Pos di kantornya, Kamis (26/6).

Salah satu produk PT Infoglobal yang viral beberapa waktu terakhir, adalah Drone WANI-23. Adi mengungkapkan latar belakang lahirnya drone tempur WANI-23 itu berangkat dari keprihatinan sekaligus keyakinan. ”Ya Indonesia harus mandiri dalam penguasaan teknologi pertahanan. Khususnya di sektor drone tempur berdaya jelajah tinggi,” ujar pria asli Dukuh Kupang itu. Dia menyebut hadirnya WANI-23 bukan sekadar proyek teknologi, melainkan semangat perlawanan terhadap ketergantungan pada impor.

Dulu kami memulai dengan alat seadanya, tidak ada yang menyuruh, tapi kami tahu Indonesia butuh, dan kami nekat buat sendiri,” tuturnya. Tantangan terbesarnya itu membangun dari nol, di luar skema konsorsium besar.

Bahkan ketika dunia hanya mengenal dominasi Amerika Serikat dan Tiongkok dalam produksi drone kategori Medium Altitude Long Endurance (MALE), Adi memilih jalur sulit, menciptakan alternatif lokal dengan kemampuan terbang hingga 25 jam, bisa menggendong amunisi, serta dikendalikan penuh lewat flight control buatan sendiri.

Otaknya, sistem kontrol nya, semuanya kami kembangkan, ya drone ini benar-benar lahir dari tangan bangsa sendiri,” ujarnya. Dia menegaskan, Indonesia sebenarnya sudah punya potensi besar. Untuk itu, dia dan tim membangun ekosistem produksi mesin penerbangan di Yogyakarta.

Saat ini, 50 persen komponen engine WANI-23 sudah tersedia di pasar lokal, sementara sisanya sedang disesuaikan. ”Tahun depan, mesinnya jadi, setelah itu, tidak ada alasan kita terus menunggu teknologi luar,” tegas ketua INACOM itu.

  Tentang Drone WANI-23 
✈​ Drone WANI-23, drone intai kategori MALE (Medium Altitude Long Endurance)
✈​ Panjang 8,2 meter, rentang sayap 16 meter, berat kosong 630 kg, dan MTOW (Maximum Take-Off Weight) 710 kg.
✈​ Drone ini menggunakan mesin pusher 1.5L 4-silinder turbocharged dengan tiga bilah baling-baling.
✈​ Memiliki jangkauan telemetri terestrial hingga 80 km line of sight (LOS).
✈​ Jangka waktu terbang kurang lebih 25 jam non-stop.
✈​ Secara independen dibuat oleh putra daerah Surabaya: 5 teknisi dan 5 asisten teknisi.
✈​ Pengembangan mesin menggunakan komponen yang tersedia di dalam negeri dalam jangka waktu dua tahun.

  👷
Infoglobal  

Perusahaan Turki Akan Melengkapi Fregat Merah Putih Indonesia

Modul kapal FMP di Indo Defence Jakarta (Mabal News)

Perusahaan pertahanan terkemuka Turki, Aselsan, Havelsan, dan Roketsan, akan memasok sistem utama untuk fregat kelas Merah Putih Indonesia, menurut informasi yang diperoleh selama pameran Indo Defence 2025 yang diadakan di Jakarta dari 11 hingga 14 Juni.

Fregat kelas Merah Putih didasarkan pada desain Arrowhead 140 Babcock, yang berasal dari fregat kelas Iver Huitfeldt milik Angkatan Laut Kerajaan Denmark. Kapal-kapal tersebut sedang dibangun oleh PT PAL Indonesia di galangan kapalnya di Surabaya, dengan pemotongan baja kapal utama pada 9 Desember 2022 dan pemasangan lunas pada 25 Agustus 2025.

Berdasarkan kerangka akuisisi program, sistem diklasifikasikan sebagai “Fitted For, But Not With” (FFBNW) dan “Main Contract Equipment.” Perusahaan Turki dan Italia mendominasi daftar pasokan, dengan perusahaan Turki mengambil peran utama dalam integrasi sistem tempur.

  Rangkaian Sensor Canggih Aselsan 
Aselsan akan menyediakan rangkaian sensor yang komprehensif untuk fregat Merah Putih. Rangkaian ini meliputi radar multifungsi Mete Han (juga dikenal sebagai CENK-350), radar CENK-200 (juga disebut sebagai MAR-D) untuk kendali helikopter, dan radar pengintai CENK-400 AESA, yang saat ini beroperasi di atas fregat kelas I milik Turki. Sistem ini merupakan inti dari kemampuan kewaspadaan situasional dan pengawasan udara kapal.

Selain itu, Aselsan akan memasok sistem tautan data dan IFF, sistem kendali tembakan AKREP-200 untuk rudal antikapal Atmaca, dan sonar yang dipasang di lambung kapal FERSAH untuk pengawasan bawah air.

Perwakilan perusahaan mengonfirmasi bahwa tiga kontrak terkait sistem ini telah ditandatangani hingga saat ini. Pengiriman semua komponen direncanakan dalam jangka waktu 36 bulan.

  Kontribusi Havelsan dan Roketsan 
Havelsan akan bertindak sebagai integrator sistem utama, dengan Sistem Manajemen Tempur (CMS) ADVENT yang akan dipasang pada fregat kelas Merah Putih. ADVENT telah diadopsi secara lebih luas oleh Angkatan Laut Indonesia, yang bermaksud untuk meningkatkan lebih dari 40 kapal dengan sistem tersebut. Hasilnya, Indonesia diharapkan dapat memperluas kemampuan peperangan yang berpusat pada jaringan secara signifikan.

Pemasangan ADVENT pada fregat Merah Putih menandai tonggak sejarah bagi Havelsan, karena ini akan menjadi pertama kalinya sistem tersebut diintegrasikan ke dalam lambung kapal yang dirancang oleh Inggris.

Roketsan akan melengkapi fregat tersebut dengan sistem peluncur vertikal MIDLAS, yang akan menampung rudal antikapal ATMACA sebagai senjata serang permukaan utama platform tersebut. Kelas Merah Putih akan menjadi platform pertama yang meluncurkan rudal ATMACA dari MIDLAS, menjadikan Indonesia sebagai pelanggan peluncuran untuk kemampuan terintegrasi ini.

  Implikasi Strategis dan Industri 
Program kelas Merah Putih mencerminkan strategi Indonesia untuk mengembangkan armada permukaan modern berdasarkan kerja sama internasional dan konstruksi dalam negeri. Integrasi sistem Turki tidak hanya memperkuat hubungan pertahanan antara Turki dan Indonesia, tetapi juga menghadirkan kesamaan operasional di sejumlah platform angkatan laut Indonesia yang terus bertambah.

Varian Arrowhead 140 juga sedang dikembangkan untuk Angkatan Laut Kerajaan (kelas Tipe 31) dan Angkatan Laut Polandia (kelas Miecznik), tetapi program Merah Putih akan menonjol karena penggabungan sistem Turki dan arsitektur manajemen tempur.

  Target Peluncuran 
Menurut pernyataan yang dibuat oleh Menteri Pertahanan Indonesia pada Januari 2025, fregat Merah Putih pertama seharusnya diluncurkan pada bulan Juni. Namun, Naval News memahami bahwa upacara peluncuran telah diundur hingga Oktober. Rekaman terbaru oleh CNN Indonesia ini menunjukkan status terkini lambung pertama.

Selama Indo Defence 2025, Naval News juga mengetahui bahwa Babcock siap membantu proyek tersebut sebagai mitra pendukung desain. (Tayfun Ozberkk)

 👷 
Naval News  

Kamis, 03 Juli 2025

PTDI-Intercrus Kembangkan Taksi Udara

  🛩  Bisa dimanfaatkan militer untuk pengiriman kargo & logistik PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Intercrus Aero Indonesia (Intercrus) mengembangkan taksi udara guna perkuat ekosistem dirgantara. Angkutan ini didesain ulang sebagai UAV militer untuk membawa peralatan militer canggih ke medan perang. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Intercrus Aero Indonesia (Intercrus) mengembangkan taksi udara untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional melalui teknologi Advanced Air Mobility (AAM) yang mendukung konektivitas modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan kemitraan itu menjadi bagian dari strategi jangka panjang pihaknya untuk memperkuat kapasitas inovasi industri dirgantara nasional.

"Kami percaya bahwa AAM dapat menjadi salah satu solusi nyata untuk menjawab tantangan konektivitas di wilayah urban maupun daerah dengan akses terbatas," kata Gita sebagaimana keterangan di Jakarta, Sabtu.

Intercrus, sebuah perusahaan start-up dalam negeri yang bergerak di bidang riset dan pengembangan pesawat Vertical Take-Off & Landing (VTOL) elektrik untuk sektor AAM.

Gita menyampaikan Intercrus SOLA adalah inovasi terbaru hasil kolaborasi PTDI bersama Intercrus termasuk insinyur muda Indonesia yang menghadirkan solusi mobilitas udara masa depan yang efisien, ramah lingkungan, dan adaptif lintas sektor baik sipil maupun militer.

"Dirancang sebagai kendaraan udara elektrik berkonsep VTOL, Intercrus SOLA hadir sebagai taksi udara masa depan yang mampu mengangkut tiga penumpang dan satu pilot," ujarnya lagi.

Tak hanya itu, katanya pula, platform itu juga dapat dikembangkan untuk misi militer seperti pengiriman kargo dan dukungan logistik dengan muatan presisi maupun konvensional.

Dengan kemampuan daya angkut hingga 360 kg dan jarak tempuh mencapai 200 km, serta sistem propulsi elektrik penuh yang rendah kebisingan, Intercrus SOLA dirancang cocok untuk berbagai lingkungan operasi, dari kawasan urban padat hingga daerah terpencil.

Sebagai bagian dari inisiatif green aviation, Intercrus SOLA mencerminkan arah baru PTDI dalam menghadirkan produk berbasis energi bersih dan mendukung pengembangan ekosistem AAM di Indonesia.

Kolaborasi antara PTDI dan Intercrus mencakup pengembangan teknologi, proses sertifikasi, manufaktur, hingga komersialisasi Intercrus SOLA. Pada pembukaan Indo Defence 2024 Expo & Forum hari pertama, Kamis (11/6), PTDI dan Intercrus menghadirkan demonstrasi prototipe sub-skala 1:7 dari Intercrus SOLA, bernama SOLITA.

"Demo ini memperlihatkan kemampuan dasar manuver dan hovering di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto," ujar Gita.

Teknologi tersebut juga memiliki potensi adaptasi untuk mendukung kebutuhan operasi militer, seperti pengiriman logistik ke medan sulit, misi pengintaian, hingga dukungan taktis di area operasi dengan tingkat risiko tinggi.

Melalui kemitraan dengan Intercrus, PTDI mengambil perannya dalam membentuk arah baru ekosistem mobilitas udara nasional tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan transportasi sipil, tetapi juga dalam mendorong lahirnya solusi teknologi inovatif di sektor kedirgantaraan masa depan.

"Lebih dari sekadar produk, Intercrus SOLA yang ditargetkan siap terbang dan melayani Indonesia pada tahun 2028 ini, juga menjadi simbol transformasi dan masa depan transportasi udara Indonesia," kata Gita.

  🛩
  antara  

Rabu, 02 Juli 2025

RI Gandeng Prancis Kembangkan Bengkel Pesawat

👷 🤝 menuju kemandirian industri pertahanan nasional Ilustrasi (Foto: Dok. Republikorp)

Perusahaan asal Prancis, SECAMIC dan PT Republik Aero Dirgantara (RAD) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di ajang Paris Air Show 2025 pada 20 Juni lalu. Kerja sama ini untuk mengembangkan layanan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) yang mencakup sejumlah pesawat sipil dan militer di Indonesia untuk membangun kapabilitas perawatan pesawat yang mandiri dan berstandar internasional di dalam negeri.

Kerja sama ini mencakup pelatihan teknis, pembangunan rantai pasok, pengawasan mutu, serta alih teknologi dan peralatan khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia. Seluruh kegiatan MRO direncanakan terpusat di fasilitas RAD yang ada di Bandung, dan akan dikembangkan sebagai pusat operasional utama.

SECAMIC akan berperan penting dalam menjamin kepatuhan teknis, pendampingan proses sertifikasi, serta memastikan transfer keahlian dari Prancis ke Indonesia. Bertrand Lucereau, CEO SECAMIC, menyatakan bahwa MoU ini mencerminkan karena kesamaan visi SECAMIC dengan RAD.

"Kami percaya, dengan dukungan teknis dan pengetahuan kelas dunia, Indonesia dapat memperkuat infrastruktur MRO-nya secara berdaulat," ujar Bertrand dalam keterangannya, Sabtu (28/6/2025).

Sementara itu, Norman Joesoef, selaku Chairman Republikorp sebagai perusahaan induk RAD mengatakan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tapi sebuah langkah strategis menuju kemandirian industri pertahanan nasional.

"Bersama SECAMIC, kami ingin menghadirkan layanan MRO bernilai tinggi yang tak hanya mendukung armada saat ini dan masa depan, tapi juga membuka lapangan kerja dan mengembangkan sumber daya lokal," kata Norman.

Kesepakatan ini menjadi landasan pengembangan kerja sama antara para pihak, dengan implementasi awal lima tahun dan peluang perpanjangan ke depan. Setelah diresmikan, kolaborasi ini diharapkan memperkuat kemandirian Indonesia dalam layanan pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO) serta meningkatkan kesiapan operasional armada.

Inisiatif ini juga bertujuan memperluas kerja sama internasional yang mendukung pembangunan industri pertahanan nasional, dengan memadukan keahlian teknologi dan pengalaman untuk menciptakan nilai tambah strategis bagi Indonesia.

Untuk diketahui, SECAMIC adalah perusahaan asal Prancis yang bergerak di bidang layanan pendukung pertahanan dan keamanan, khususnya di sektor kedirgantaraan. Kompetensi utama perusahaan ini mencakup layanan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) pesawat militer, logistik, dukungan teknis, serta pelatihan. (ara/ara)

  👷
detik  

[Video] Desain Kapal Republik Palindo

⚓ 🎥 Di Indo Defence 2025Republikorp perusahaan swasta nasional dalam pameran Indo Defence 2025 lalu menampilkan banyak desain alutsista dan kapal.

Dalam perusahaan gabungan bersama, Republik Palindo, perusahaan galangan kapal Indonesia, anak perusahaan dari Republikorp, yang berbasis di Batam, menampilkan kapal pesenan TNI AL dan konsep desain kapal lainnya.

Salah satunya kapal Induk, dimana desain kapal menggunakan kapal induk model dari Italia yang diperbaharui dan nantinya bisa digunakan sebagai kapal induk drone dan helikopter.

Dan desain kapal frigate futureristik dengan model trimaran dan dibekali rudal didalamnya.

Perusahaan ini terlibat dalam produksi kapal selam, termasuk kapal selam serang yang dilengkapi dengan teknologi AIP (Air Independent Propulsion). Selain itu, Republik Palindo juga menjalin kerja sama dengan Drass Italia untuk pengembangan kapal selam DGK.

Dan juga menampilkan desain kapal cepat rudal 70 meter pesenan TNI AL yang sedang di produksi di Batam.

 📹 Berikut video liputan Naval News : 


Desain kapal Republik Palindo (Naval News)

 🎥  Garuda Militer  

Selasa, 01 Juli 2025

Berpacu Waktu Bangun Kapal Selam Scorpene

PAL Indonesia akan membangun dua unit kapal selam Scorpene di Surabaya. (Naval Group)

Pembangunan infrastruktur vital dikebut, insinyur pun disiapkan seiring dimulainya kontrak alih teknologi penuh dengan Perancis. Kesiapan PT PAL kini dipertaruhkan.

Deru mesin dan denting logam yang bersahutan dari Divisi Kapal Selam di ujung utara Kompleks PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, terdengar lebih bersemangat dari biasanya. Di atas lahan seluas satu hektar, jajaran besi menancap pada beton-beton fondasi dermaga. Lokasi itu bakal menjadi denyut nadi industri pertahanan menampung teknologi canggih.

PT PAL Indonesia, produsen kapal perang nasional, kini benar-benar sedang berpacu dengan waktu. Mereka mengejar tenggat untuk menyiapkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan untuk ”melahirkan” sang predator laut dalam, kapal selam Scorpene.

Kebutuhan akan fasilitas modern ini bukanlah isapan jempol. Pengalaman adalah guru terbaik. Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia Agus Rifai mengungkapkan, pelajaran berharga dipetik saat peluncuran KRI Alugoro 405 pada 2021 lalu, kapal selam pertama yang berhasil dirakit di dalam negeri.

Ternyata dalam proses peluncuran KRI Alugoro kemarin, kami belum punya fasilitas yang namanya "shiplift". Akhirnya pemerintah memberikan bantuan di PMN (penyertaan modal negara) 2021 untuk melengkapi proses kami sehingga PT PAL bisa 100 persen melaksanakan "whole local production" kapal selam,” ujar Rifai di sela-sela kunjungan eksplorasi industri pertahanan ke PT PAL Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/6/2025).

Bantuan pemerintah itu kini berwujud proyek masif. Progres pembangunan dermaga kapal selam yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk tampak signifikan. Aktivitas pembangunan yang dimulai 14 Juni 2024 kini sudah mencapai 62 persen. Torehan ini bahkan melebihi rencana awal.

Secara keseluruhan, pekerjaan struktur dermaga akan tuntas pada Desember 2025. Setelah itu, pekerjaan akan menyisakan aktivitas pengerukan ruang sandaran kapal selam hingga kedalaman 16 meter dan instalasi fasilitas "shiplift" itu sendiri, yang teknologinya didatangkan dari Syncrolift, perusahaan asal Norwegia yang menjadi rujukan dunia.

Fasilitas baru ini dirancang dengan spesifikasi yang jauh melampaui kebutuhan Scorpene. Kapal selam asal Perancis itu memiliki bobot 2.000 ton, tetapi kapasitas "shiplift" mampu mengangkat beban hingga 6.000 ton. Konstruksinya diklaim sangat kokoh dengah perhitungan 15 ton per tiang pancang.

Kemampuan angkat yang masif itu bukan tanpa alasan. Fasilitas tersebut dirancang serbaguna. Tidak hanya kapal selam, kapal-kapal permukaan, seperti fregat, pun bisa ”digendong” oleh "shiplift" ini. Rencana itu bahkan sudah konkret.

Nanti di bulan Agustus (2026), kapal Fregat Merah Putih (unit) kedua yang ada di hangar akan kita pindahkan melalui "shiplift" ini untuk dimasukkan ke dok guna melanjutkan proses konstruksi,” ungkapnya.

Di jantung kawasan ini, berdiri tiga hanggar utama berukuran total 100 x 100 meter. Seluruh proses vital berlangsung di sana. Mulai dari pengepresan lambung "hull pressing", penyambungan, hingga pemasangan seluruh perlengkapan canggih "outfitting", semuanya dilakukan dalam satu alur produksi yang terintegrasi.

Kecanggihan tak berhenti di situ. "Shiplift" ini nantinya akan dilengkapi dengan sistem transversal "boogie", yang memungkinkan kapal selam tidak hanya bergerak maju-mundur dari laut ke hangar, tetapi juga bisa digeser ke samping menuju dermaga rawat (dermaga bay).

Karena rumitnya kebutuhan inilah yang menjadikan fasilitas ini sejatinya cukup mahal untuk bisa diaplikasikan,” tutur Rifai.

Pada akhirnya, semua pacuan waktu ini bermuara pada satu momen pembuktian. Sebuah momen saat kapal selam Scorpene pertama buatan Indonesia diluncurkan dari dermaga ini. Dunia akan menjadi saksi kemampuan PT PAL Indonesia memproduksi dan merawat Scorpene, kapal selam senilai Rp 15 triliun.

Untuk diketahui, kontrak kapal selam Scorpene antara Indonesia dan Naval Group, Perancis, ditandatangani pada 28 Maret 2024. Namun, kontraknya belum efektif karena belum ada pembayaran uang muka. Kontrak ini mencakup pembangunan dua unit kapal selam Scorpene di PT PAL Indonesia.

 Ingin dipercepat 
Detail kapal selam Scorpene (Kompas)
Project Director untuk Kapal Selam Scorpene PT PAL Laksamana Muda (Purn) Wiranto mengungkapkan adanya arahan baru yang mengubah dinamika proyek secara fundamental. Proyek yang semula dirancang untuk berjalan selama 96 bulan atau delapan tahun untuk pembangunan dua kapal selam di Surabaya kini diminta untuk berlari lebih kencang.

Ini menarik sekali. Beberapa bulan yang lalu, Bapak Presiden meminta kepada tim, yaitu tim dari PT PAL dan mitra kita dari Naval Group, untuk (proyek ini) dimajukan lebih cepat tiga tahun,” tuturnya.

Permintaan ini, lanjutnya, sontak menjadi sebuah tantangan besar yang harus dijawab bersama. Kalkulasi ulang, penjadwalan yang lebih agresif, dan inovasi proses kini menjadi pekerjaan rumah utama bagi kedua belah pihak.

Di sisi lain, Wiranto memaparkan bahwa proyek ini akan dimulai dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 30 persen. Angka ini merupakan pijakan awal dalam sebuah maraton panjang menuju kemandirian penuh, yang menjadi sasaran utama dari seluruh proyek alih teknologi ini.

Kalau tidak salah, sampai dengan tahun 2045, sasaran kita nanti harus bisa melaksanakan ekspor kapal selam,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Frega Wenas Inkiriwang yang menyambangi lokasi pembangunan, memandang hiruk-pikuk galangan kapal PT PAL sebagai bagian dari sebuah maraton panjang. Pembangunan postur pertahanan yang ideal diakui sebagai sebuah upaya yang menuntut kesabaran, biaya, dan di atas segalanya, komitmen yang tak lekang oleh waktu.

Bicara penguatan postur pertahanan, itu tidak bisa dibangun dalam waktu yang singkat. Untuk membangun sebuah kapal selam, misalnya, itu butuh 8 sampai 9 tahun, bahkan di beberapa proyek bisa sampai 10 tahun,” tuturnya.

Kesadaran akan rentang waktu yang panjang inilah yang melandasi komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan. Kendati kepemimpinan berganti, kontrak-kontrak strategis yang telah ditandatangani akan terus dihormati dan dijalankan hingga tuntas.

Pemerintah melihat geliat industri pertahanan dalam kerangka filosofis yang lebih dalam. Di bawah payung "holding" Defend ID, perusahaan seperti PT PAL tidak lagi dipandang semata sebagai entitas bisnis yang mengejar keuntungan. Mereka adalah garda terdepan dalam sebuah perjuangan senyap.

Karena itu, inisiatif dan terobosan dari internal industri menjadi sebuah keniscayaan yang ditunggu-tunggu. Pemerintah mendorong agar BUMN pertahanan proaktif dalam riset dan pengembangan, menyiapkan fondasi sebelum panggilan tugas datang. Dengan begitu, saat negara memutuskan sebuah kebutuhan mendesak, industri nasional sudah dalam posisi siaga.

Peneliti militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyebut langkah ini sebagai momen ”strategis dan bersejarah”. Namun, ia mengingatkan bahwa Scorpene bukanlah kapal selam biasa, melainkan sebuah platform tempur canggih yang menuntut tingkat kesiapan multidimensi.

Ia menekankan bahwa pembangunan fasilitas fisik seperti dermaga dan hanggar hanyalah satu bagian dari teka-teki besar. Aspek yang jauh lebih krusial adalah memastikan seluruh fasilitas itu memenuhi standar presisi tinggi yang disyaratkan Naval Group.

Hal yang perlu diperhatikan, antara lain, adalah akurasi permesinan berat, sistem "lifting" presisi tinggi, dan sistem perlindungan terhadap kebocoran informasi. Ini bukan sekadar soal membangun fisik, tapi bagaimana memastikan semua fasilitas itu bisa digunakan secara efisien dan aman,” jelasnya.

Lebih jauh, Fahmi menggarisbawahi esensi dari proses alih teknologi (ToT) itu sendiri. Menurut dia, kesuksesan proyek ini akan hampa jika Indonesia hanya menjadi ”tukang rakit”. Taruhan sesungguhnya terletak pada kedalaman ilmu yang diserap. Untuk itu, pelibatan ekosistem yang lebih luas—mencakup perguruan tinggi, pusat riset, dan industri komponen lokal—menjadi sebuah keharusan agar tidak berhenti sebagai proyek perakitan semata.

Aspek tata kelola yang baik dan transparan juga menjadi sorotan utamanya. Mengingat nilai proyek yang fantastis, potensi penyimpangan harus diantisipasi dengan pengawasan yang ketat tanpa mengorbankan kerahasiaan pertahanan.

Jika semua itu dijalankan dengan tepat, Indonesia tak hanya akan memiliki kapal selam canggih, tapi juga akan memiliki industri strategis yang mandiri dan berdaya saing di kawasan,” tambah Fahmi.

 👷  Kompas  

Penguatan Postur Pertahanan dengan Konsep Optimum Essential Force

Rencana postur TNI AL (ist)

Menindaklanjuti arahan dari bapak Kemenko Polkam Jenderal Polisi (P) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. terkait tugas Kemenkopolkam untuk mengawal Prioritas Nasional yang ada pada RPJMN 2025-2029, Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan pada Kedeputian 3 Bidang Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Kementerian Lembaga terkait membahas tentang Program Penguatan Postur Pertahanan dengan Konsep Optimum Essential Force dalam Rangka Meningkatkan Efektivitas Menjaga Kedaulatan NKRI.

Sasaran terjaganya kedaulatan negara dan penguatan stabilitas keamanan nasional diantaranya melalui pembangunan postur pertahanan. Hal ini untuk meningkatkan kemampuan multi domain dalam melindungi kedaulatan negara, keselamatan bangsa, dan kepentingan nasional, serta menjaga stabilitas kawasan dari segala bentuk ancaman dan gangguan.

Perlu dilanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan konsep optimum essential force dalam rangka meningkatkan efektivitas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan meningkatkan kekuatan Tentara Nasional Indonesia di daerah perbatasan dan pulau terluar,” ujar Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Selain itu, lanjut Kresno, perlu ada penguatan keamanan teknologi informasi telekomunikasi dan kapabilitas badan pertahanan siber.

Kemudian, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit, dan meningkatkan kesiapan alat peralatan pertahanan dan keamanan melalui pemeliharaan dan perawatan.

Salah satu kegiatan prioritas dalam pembangunan postur pertahanan adalah melanjutkan program penguatan postur pertahanan dengan konsep Optimum Essential Force dengan target pada tahun 2025 sebesar 30,3% dan menjadi 100% pada akhir tahun 2029. Hal ini akan menjadi pekerjaan rumah Kemhan/TNI,” kata Kresno.

Selain itu, sesuai dengan perencanaan nasional dalam mendukung PN 2 yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru terdapat indikator Asia Power Index (military capability).

Asia Power Index berdasarkan military capability memilki 5 dimensi yaitu : defence spending, armed forces, weapons and platforms, signature capabilities, dan Asian miitary posture. Indikator ini akan dihitung oleh Lowy Institute Australia setiap tahun.

Dengan sasaran tercapainya target Pembangunan nasional bidang pertahanan dalam Pembangunan postur pertahanan guna pemenuhan Asia Power Index berdasarkan military capability.

Rapat ini akan dilakukan secara berkelanjutan, oleh karena itu diharapkan adanya sinkronisasi antara Sistem Perencanaan Pertahanan dengan postur, OEF dan Strategi Trisula Perisai Nusantara” ujar Kresno.

 💥 
Polkam  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More