blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 12 Mei 2018

Penampakan LST Batch Kedua TNI AL

Bernama KRI Teluk LadaLST Batch kedua pesanan TNI AL [seto/ def.pk] ✈️

Baru baru ini beredar penampakan kapal perang berupa kapal pengangkut tank pesanan TNI AL yang sudah di beri nama KRI Teluk Lada dengan nomor lambung 521.

Pesanan kedua ini dikerjakan oleh PT DRU Lampung. Setelah berhasil memproduksi kapal LST pertama KRI Teluk Bituni, pihak kemenhan menambah memesan kembali sebanyak 3 unit pada tahun 2016 lalu.

Kapal Angkut Tank / LST ini mempunyai panjang 120 m, lebar 18 m dan berat 2.300 ton, dapat mengangkut 10 tank Leopard, 363 pasukan bersenjata lengkap dan sanggup membawa 2 helikopter.

Rencananya kapal ini akan diluncurkan juga tahun ini. [GM]

  Garuda Militer  

Selasa, 10 April 2018

Indonesia Selects Electronic, Anti-Submarine Warfare Suite from Thales

⚓️ For Martadinata frigates KRI REM 331 [GM Reedit]

The Indonesian Navy’s (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut, or TNI-AL’s) Martadinata-class frigates have been equipped with the Scorpion 2, and the Vigile 100 radar electronic countermeasure, and support systems from Thales as part of its electronic warfare suite.

The TNI-AL currently operates a fleet of two ships in the class, which has been built according to Damen Schelde’s SIGMA 10514 design. Lead ship KRI Raden Eddy Martadinata (331) was commissioned in April 2017 while its sister vessel, KRI I Gusti Ngurah Rai (332) was inducted in January 2018.

The Scorpion 2 has been designed to counter target acquisition radars and missiles with active radar homing guidance methods. The system employs a steerable dual-head transmitter unit, and operates in the 7.5 to 18 GHz frequency. According to a product literature from Thales, the system can handle up to two threats simultaneously.

Meanwhile the Vigile 100 employs between four and six direction-finding antennas around the platform’s mast to locate and identify potential hazards. The system operates in the 2–18 GHz range, and works in tandem with the Scorpion 2 system to provide the platform with area and self-defence capabilities against radar and electronic threats.

Besides the radar electronic warfare equipment, Jane’s has also received confirmation from an Indonesian industry source that the Martadanita frigates have been equipped with the CAPTAS-2/UMS 4229 variable depth sonar (VDS) from Thales. This is in addition to the Kingklip/UMS 4132 hull-mounted sonar from the same company.

  ⚓️ Janes  

Selasa, 27 Maret 2018

TNI AL Launching Kapal Perang Baru PC-40

Diberi nama KRI Albakora 867 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilC5L0xBLEV63on5Auo2TyU_p6Rl216NIZkNuJgderbylwWWBRanHZEpp-Xtt_LLO74cdmsj3ikhhBpWTiqFKEor7qmlZJPLBJGveAcGtxUqH5swRf8-sFcq6aBd7LOep3K5Kc6Wqi7lt2/s1600/29595137_10216537942707253_5562702181760623648_n.jpgTNI Angkatan Laut melakukan peluncuran (launching) dan Shipnaming kapal perang baru jenis PC-40, kapal tersebut diberi nama KRI Albakora-867 yang diresmikan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI A. Taufiq R mewakili Kepala Staf Angkatan Laut, yang didampingi Wakil Ketua Umum Jalasenastri Ibu Ina A. Taufiq bertempat di Halte Slipway, PT Caputra Mitra Sejati, Banten, Senin (26/3).

Kapal ini rencananya akan memperkuat Satuan Patroli Komando Armada RI Kawasan Timur. Alutsista baru milik TNI AL ini merupakan salah satu kapal perang karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT Caputra Mitra Sejati Banten. KRI Albakora-867 di launching ke perairan Suralaya-Banten ditandai dengan pemotongan tali oleh Wakil Ketua Umum Jalasenastri Ibu Ina A.Taufiq R.

Kasal dalam amanatnya yang dibacakan Wakasal mengatakan bahwa pembangunan PC-40 Meter dengan senjata jni tentunya memiliki makna yang sangat strategis bagi industri pertahanan nasional. Hal ini dibuktikan oleh PT. Caputra Mitra Sejati yang telah berhasil dan mampu diandalkan dalam pengembangan teknologi industri pertahanan bagi kepentingan nasional.

Keberhasilan ini juga merupakan salah satu solusi konkrit bagi Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) dalam mengurangi ketergantungan dari negara lain terkait dengan pengadaan alutsista TNI Angkatan Laut di masa mendatang”, tegas Wakasal.

Pemberian nama Albakora, diambil dari nama sejenis Ikan Tuna Putih yang memiliki karakteristik kecepatan dan ketahanan dalam berenang. Dalam kesempatan tersebut TNI Angkatan Laut juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi, atas kerja sama, usaha serta kerja keras yang telah dilakukan Direktur PT. CMS beserta staf dalam membantu mewujudkan kebutuhan TNI Angkatan Laut dalam pembangunan kapal PC 40 Meter.

Hadir dalam kesempatan tersebut para pejabat tinggi TNI AL antara lain, Koorsahli Kasal, Asrena Kasal, Aslog Kasal, Asops Kasal, Kasarmabar, Kadisadal, Kadislaikmatal, beserta para Ibu Jalasenastri, Dirut PT. CMS Bapak Kris Pramono dan jajaran Direksi PT. CMS Banten.

  Wartanusantara  

Minggu, 04 Maret 2018

Progres Pembangunan LPD 124 M

instagram shamehadaa

Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Laut (kadisadal) Laksamana Pertama TNI Prasetya Nugraha meninjau Perkembangan Pembangunan Kapal Perang LPD 124 Meter di PT PAL Indonesia (Persero), Selasa Siang (13/02).

Ditemui langsung Direktur Utama Budiman Saleh dan Direktur Pembangunan Kapal Turitan Indaryo serta Jajaran Manajenen di rupat PIP Kantor Pusat. Kunjungan Kadisadal untuk melihat secara langsung perkembangan progresif pembangunan LPD, kapal perang pesanan Kementerian Pertahanan.

Direktur Utama Budiman Saleh menuturkan perkembangan proyek kapal perang yang dikerjakan telah sesuai rencana dan bahkan melebihi (ahead) dari perencanaan. “Kemampuan Insan PAL dalam mengerjakan proyek untuk bangsa sangat terkontrol dan sesuai dengan perencanaan” ujarnya. Kompetensi inilah yang menghasilkan produk berkualitas serta berteknologi tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Kadisadal Prasetya Nugraha mengarahkan Progres yang sedang berjalan harus dipastikan sesuai dengan rencana yang telah disampaikan.

Segala Kendala dan Permasalahan dilapangan harus diselesaikan secepatnya melalui keputusan bersama, Satuan Tugas (Satgas) Proyek sebagai perwakilan mabesal harus melaporkan Progres secara berkelanjutan” ujarnya.

Prasetya menambahkan proyek strategis pemenuhan Alat Utama Sisitem Senjata (alutsista) yang dibangun harus menjadi fokus dan perhatian utama PT PAL Indonesia (Persero).

Budiman menjawab peluang dan kesempatan Itu menjadi sebuah challenge yang membangun. “Para Insan PT PAL memiliki strategi serta way out yang selalu dinamis dan praktis, sehingga solusi yang dijalankan telah terverifikasi dengan sempurna” imbuhnya.

Budiman menjelaskan segala proses perkembangan dapat terpantau lolos QCD.

   PAL  

Kamis, 22 Februari 2018

[Foto] KRI 627 PT PAL

Batch 2 KCR 60 M TNI AL https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeQOsj1GFI8KHup7WC3RJ29PKHFq40kJ6XRLId4HUflgI9J0wmnSGTrP7ndBzwi8N0_GO9r_PZuvkk7f1510eO_IPGrwlUDwd5NzVYX_8bTOJgMngFekfx9SR2_vyebEOcNNNe0ebpbh0F/s1600/kcr+60+627.jpgKRI 627 pesenan TNI AL [def.pk]

Beredar penampakan KRI 627 pesenan TNI AL produksi PT PAL Indonesia.

Dari forum militer nampak beberapa penampakan kapal yang termasuk jenis KCR 60M pesenan TNI AL batch kedua.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfIXBr8Qw9vdDiHpHkGWGVD-Hgw3PXDffClsd_EUqhpvQlgCdpThmPapSXdADS93zRO1mfj8OQ4NReCcrWOkLRDO0q4JpNOLWu4z3_qvZdyYyPJnHMUjg8fhyphenhyphen5UCNoTSnlAdkr4wQmXcKP/s1600/20180221_KRi+627.pngDari foto terlihat bangunan bridge berbeda dari KCR 60M pesenan pertama, nampak bridge lebih tegak menghadap kemuka.

Rencananya jenis kapal ini akan dibangun kembali beberapa unit berserta senjatanya untuk menambah armada TNI AL.

  Garuda Militer  

Minggu, 28 Januari 2018

TNI AL Bahas Kapal Besar Untuk Bakamla

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/96/Indonesia_Frigate_KRI_Karel_Satsuit_Tubun.jpg/1200px-Indonesia_Frigate_KRI_Karel_Satsuit_Tubun.jpgIlustrasi KRI Ahmad Yani class TNI AL

KSAL Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan pihaknya kini tengah membicarakan soal hibah kapal dari TNI AL untuk Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI).

Ia mengatakan, untuk hibah yang akan dilakukan berikutnya TNI AL tidak lagi akan menghibahkan kapal-kapal kecil karena lemahnya daya tahan kapal kecil.

Hal itu dikatakan Ade dalam konferensi pers kegiatan Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (Rapim TNI AL) tahun 2018 di Auditorium Yos Sudarso, Markas Besar Angkatan Laut, Cilangkap Jakarta Timur pada Jumat (26/1/2018).

Soal kapal hibah ke Bakamla dalam proses pembicaraan. Dulu memang yang kita hibahkan adalah kapal-kapal kecil, fiber. Tapi saya bilang, buat apa fiber, kena ombak besar juga pulang,” kata Ade.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya kini tengah melihat sejauh mana kemungkinan untuk menghibahkan kapal TNI AL yang berukuran besar seperti kapal jenis Fregat.

Nantinya, pihaknya akan mengevaluasi kapal berteknologi perang tinggi tersebut.

Ia menegaskan bahwa kapal tersebut bisa didemiliterisasi dan digunakan oleh Bakamla untuk mengawasi illegal fishing di perairan Indonesia.

Lebih baik nantinya kita dengan Bakamla, Bakamla juga sudah memprogramkan kapal besar untuk Coast Guard. Nanti juga kita evaluasi kapal Fregat kita. Itu bisa demiliterisasi, kemudian bisa menjadi kapal Bakamla,” kata Ade.

Ade menambahkan bahwa pihaknya juga nantinya akan menyeleksi kapal tersebut untuk melihat mana yang masih mungkin dihunakan dan mana yang sudah tidak ekonomis lagi bagi TNI AL.

Ini yang nanti kita seleksi, mana yang masih mungkin dan mana yang tidak ekonomis lagi,” kata Ade.

  Tribunnews  

Rabu, 10 Januari 2018

Panglima TNI Resmikan Kapal Perang I Gusti Ngurah Rai 332

⚓️ Di Benoa, Bali KRI GNR 332 [def.pk]

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Ade Supandi memimpin upacara tradisi pengukuhan nama kapal perang Republik Indonesia (KRI) I Gusti Ngurah Rai-332 dan penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana 2018.

Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Dermaga Pelabuhan Benoa, Bali pada Rabu, 10 Januari 2018. Dalam upacara tradisi tersebut, Hadi akan memercikkan tirtha atau air suci dan menorehkan simbol-simbol pada kapal.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN0naf54IqUWtG7wB1KpfgzcaDyd43h9dMTrbYKoL3ipwlMtOg3xsqeJGIwB9lIqf8eu2iXYTd5y5gOvYG5fchmaOZTTdi2GasSvovS1CJ_fEoVOrxJq7wqCu4viF4opPRkVV32lalXY6h/s1600/675381_720.jpgLaksamana Pertama Gig Jonias Mozes Sipasulta mengatakan pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 ini memiliki makna besar untuk pembangunan kekuataan maritim Indonesia. "Kapal ini merupakan kapal kombatan jenis fregat generasi pertama yang dibuat di Indonesia bersama KRI Raden Eddy Martadinata-331," kata Gig Jonias pada Rabu, 10 Januari 2018.

Kehadiran kapal perang ini menjadi sebuah keberhasilan alih teknologi alutsista karena 80 persen dikerjakan dalam negeri. Kata dia, kapal dari proyek SIGMA 10514 PKR ini memiliki teknologi perang laut paling modern yang dimiliki TNI AL.

Dalam acara pengukuhan kapal perang ini, turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

  ⚓️ Tempo  

Rabu, 22 November 2017

[Video] Peluncuran KN Tanjung Datu 1101

Kapal Terbesar Bakamla KN Tanjung Datu 1101 [def.pk]

Hari ini Bakamla meluncurkan Kapal baru dengan panjang 110 meter di Batam.

Kapal patroli terbesar ini hasil produksi Palindo Marine.

Selain ini juga Bakamla telah memesan kapal dengan panjang 80 meter.

 Berikut video peluncuran dari Youtube : 


  ★ Youtube  

Selasa, 21 November 2017

Bakamla Kini Punya Kapal Patroli Terbesar

Panjang Kapalnya 110 Meter KN Tanjung Datu 1101 [def.pk]

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) meluncurkan Kapal Patroli 110 meter dengan nama Kapal Negara (KN) Tanjung Datu 1101, di Galangan Kapal Pt Palindo Marine, Sei Binti sagulung, Senin (20/11/2017).

"Peluncuran kapal patroli 110 meter ini merupakan sejarah bagi Indonesia. Agar tidak dipandang sepele oleh dunia luar," kata Kepala Badan Keamanan Laut.

"Disamping itu peluncuran kapal ini menandakan bahwa putra-putri Indonesia mampu bersaing dengan dunia internasional dalam membangun kapal pertahanan," kata Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Ari Soedewo, yang dibacakan Laksamana Pertama Tugas Eko Santoso Selaku Kabiro sarana dan prasarana (sarpras) Bakamla RI.

Dalam sambutannya Kepala Bakamla RI mengucapkan apresiasi yang seluas-luasnya bagi putra-putri bangsa yang sudah bekerja secara profesional untuk menghadirkan kapal terbesar yang dimiliki Bakamla RI.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_JD02wap-uaUjVYfGjLR_j2u_1J1NsnJL-WvHq14G6KVrDIEmq3YqndJ9ABI-6Hu1r2uz5Za_nzsjyBHIzg1ZfvqRJEiZijxE6tuFGGStVTMKahWxy6uwFMvv40vk9JOK_-KGEJMYqrPp/s1600/palindo-marine-2+def.pk.jpgDengan diluncurkannya kapal Patroli Bakamla RI 110 meter, menandakan bahwa Indonesia, mampu mewujudkan mimpi sebagai poros maritim dunia.

"Kapal patroli ini nantinya akan melayani pengawasan diseluruh perairan republik Indonesia," kata Ari Soedewo.

Kapal Bakamla KN Tanjung Datu 110 meter memiliki lebar 15,50 meter, tinggi dek kapal 6,90 meter dan dilengkapi dengan heli deck yang bisa menahan berat beban sebesar 8 ton.

"Dengan kehadiran kapal patroli Bakamla RI 110 meter ini, maka Bakamla siap melakukan pengawasan diwilayah perairan Indonesia," kata Ari Soedewo. (ian)

  ★ Tribunnews  

Selasa, 14 November 2017

Rudal Pasopati Karya Tim Peluru Kendali UGM

Sukses Jalani Uji Terbang imageRudal Pasopati Buatan UGM [UGM] ★

Tim peluru kendali (rudal) dari grup riset Aeronautika Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses melakukan uji terbang rudal penelitian generasi pertama.

Ketua penelitian Dr Gesang Nugroho mengatakan, uji terbang rudal Pasopati dilakukan di Lapangan Udara Gading, Wonosari, Yogyakarta. Uji terbang ini bekerjasama dengan Lanud Adisutjipto sebagai pengelola Lapangan Udara Gading.

"Uji terbang berhasil dilakukan satu hari setelah Hari Pahlawan kemarin di Lapangan Udara Gading. Uji terbang dilakukan pada pagi hari," ucap Ketua penelitian Dr Gesang Nugroho dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (13/11/2017).

Gesang menyampaikan, penelitian ini didanai Kemenristekdikti. Di tahun pertama 2017, penelitian difokuskan pada desain dan manufaktur rudal dengan jarak tempuh 30 Km hingga 50 km.

"Di tahun ketiga, jarak tempuh dan akurasi terus ditingkatkan mencapai target 100 km. Rudal elektrik tahun pertama ini didesain untuk dapat melakukan misi penyerangan target atau sasaran diam dengan terbang rendah agar tidak terdeteksi radar," ucapnya.

Rudal Pasopati yang dikembangkan, mempunyai beberapa data, yaitu penggerak elektrik menggunakan Electric Ducted Fan (EDF), jarak jangkauan sejauh 30-50 km, kecepatan jelajah berkisar 100-200 km/jam dan mampu membawa payload kurang lebih 2 kg.

Desain rudal Pasopati, sambung dia, sudah menyelesaikan tahap Design Requirement and Objective (DRO), conseptual design, preliminary design, dan terakhir detail design.

Ia menjelaskan, Pasopati merupakan nama senjata Arjuna dalam tokoh pewayangan. Pasopati merupakan anak panah yang mampu melesat dengan kecepatan, akurasi, dan kemampuan yang luar biasa.

image"Senjata Arjuna inilah yang menginspirasi tim UGM menamai rudal dengan Pasopati," ungkapnya.

Rudal Pasopati generasi pertama ini memiliki panjang 170 cm, diameter 17 cm, berat kosong 0,9 kg. Penggunaan electric ducted fan (EDF) dipilih karena memiliki karakteristik yang mirip dengan turbojet namun memiliki keuntungan tambahan yaitu lebih mudah dikendalikan.

Selain itu, penggunaan EDF pada tahap awal ditujukan untuk mendapat data kendali untuk perkembangan selanjutnya. Tim rudal UGM beranggotakan M Agung Bramantya, Iswandi, dan Isnan Nur Rifai.

Sementara itu, M Agung Bramantya yang memimpin uji terbang Rudal Pasopati menambahkan, ada empat mahasiswa bimbingannya yang turut serta dalam uji terbang yakni Ivan, Ghani, Yosua, dan Andika.

"Saat uji coba rudal berhasil take off dan terbang dengan stabil. Rudal Pasopati mampu menyelesaikan misi jelajah secara autonomus dengan ketinggian 100 m, kecepatan maksimum 130 km/jam dan jarak 5 km untuk waktu terbang sekitar 3 menit," bebernya.

Penelitian rudal merupakan hal strategis yang harus dikuasai suatu bangsa yang ingin berdaulat. Para peneliti di UGM yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas telah memulai dan sukses melakukan uji terbang rudal Pasopati generasi pertama.

UGM dalam hal ini grup riset Aeronatika membuka peluang seluas-luasnya untuk bekerjasama dalam pengembangan riset dan teknologi dirgantara dari semua pihak demi kedaulatan bangsa.

"Rencana ke depan akan menambah jarak tempuh dengan menggunakan pendorong turbojet, menguji kecepatan maksimum, menambah akurasi dan membuat sistem produksi yang lebih efisien," pungkasnya.

  ♖ Kompas  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More