blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 05 Desember 2016

Industri Fotovoltaik Mulai Dikembangkan

Industri tersebut diharapkan berkontribusi dalam pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional sebagai energi alternatif.Salah satu energi yang dikembangkan dari industri fotovoltaik, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (blog jendela dunia). [©2016 Otonomi.co.id]

Selama ini, tenaga listrik yang digunakan Indonesia selalu mengandalkan Bahan Bakar Minyak dari energi fosil. Melihat semakin menipisnya energi tersebut, pemerintah tengah mencari energi alternatif lain yang bisa memenuhi kebutuhan listrik nasional lebih besar lagi.

Salah satunya adalah mengembangkan industri fotovoltaik. Industri tersebut merupakan salah satu sektor yang diharapkan berkontribusi dalam pengembangan sistem ketenagalistrikan nasional sebagai energi alternatif.

Kemampuan industri ini dinilai sejalan dengan program pemerintah terkait penggunaan energi surya yang menargetkan pembangunan Pembangkit Listri Tenaga Surya (PLTS) sebesar 5.000 Megawatt (MW) hingga akhir tahun 2019 seabagi bagian dari program Pembangkit Listrik 35.000 MW.

Usaha untuk memacu peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, dengan target bauran energi nasional pada tahun 2025 sebesar 23 persen berasal dari energi baru terbarukan,” papar Sekjen Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat yang dikutip dari Kemenperin.go.id, Senin 28 November 2016.

Ia meyakini, pengembangan industri fotovoltaik dalam negeri cukup berpeluang karena Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa sehingga memiliki potensi energi surya yang besar. “Dengan mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia punya potensi energi dari surya sebesar 532,6 Giga Watt peak (GWp),” ujarnya.

Saat ini kapasitas produksi nasional untuk produk modul surya diestimasi mencapai 445 Mega Watt peak (MWp). Sementara itu, beberapa daerah di Indonesia telah terpasang PLTS dengan total kapasitas sekitar 25MWp. “Hal tersebut menunjukkan bahwa masih perlu ditingkatkan lagi antara potensi dan realisasi PLTS,” tuturnya.

Syarif pun mengungkapkan, Indonesia memiliki kekayaan alam berupa pasir silika yang bisa diolah menjadi bahan baku pembuat lempengan sel panel surya. Lewat Workshop Nasional Industri Fotovoltaik yang diadakan di Jakarta, Kamis lalu, diharapkan para stakeholder dapat memberikan masukan untuk pengembangan batu atau pasir silika sebagai langkah hilirisasi dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor.

Ketua Pelaksana Workshop, Didi Apriadi menjelaskan, kegiatan diskusi ini bertujuan mencari solusi bersama guna kelancaran implementasi di lapangan dalam memacu peran industri fotovoltaik untuk mendukung pembangunan PLTS di Tanah Air.

Dengan tercapainya kesepakatan bersama diharapkan mampu menumbuhkan industri fotovoltaik di dalam negeri dan mempercepat keinginan kita semua untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih mandiri di bidang energi,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri yang juga Ketua Umum Konsorsium Kemandirian Industri Fotovoltaik Nasional (KKIFN) Ngakan Timur Antara menjelaskan, penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi dapat menjadi solusi khususnya bagi daerah pedalaman yang masih mengalami kesulitan listrik.

Sangat memungkinkan sinar matahari dari panel surya dapat menjadi sumber energi untuk listrik, karena daerah-daerah terpencil belum seluruhnya tersentuh oleh jaringan PLN, yang mana panel surya menjadi solusi yang bagus karena teknologinya berkembang terus sehingga diharapkan harganya pun akan semakin terjangkau,” paparnya. (dwq)

  Otonomi  

Minggu, 04 Desember 2016

Ketika Bendera Indonesia Berkibar di Filipina

Tim AARM Indonesia Telah Raih 13 Medali Emas https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXpGuqON_AvIMJ0l-rQHbSX7JXSBYCnWOc9VzlcyS2sHJIgtRbbMe6IStFlWL8YE1eNQ8Wsy7-upKrImJ8unCvkq6elriDmDjoMNSDkFGh8VdczKA7SG5Ig6ff-oN32bhmWdsb_9U0-5B1/s1600/15319293_1088248094637617_3078415197512533946_n.jpg3 Bendera Indonesia di ajang adu senjata Angkatan Darat di Filipina [TNI AD facebook]

ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2016 resmi dimulai pada tanggal 21 Nopember 2016 dengan upacara bendera bersama kontingen petembak tempur dari 10 negara ASEAN di AARM Grandstand, Camp O’Donnell, Capas, Tarlac, Filipina, (21/11/2016) Kontingan AARM Indonesia hingga hari ke 12 perlombaan telah berhasil memperoleh 13 medali emas, 9 perak dan 10 perunggu dari berbagai nomor lomba individu maupun beregu dan kokoh di puncak klasemen sementara perolehan medali.

Kontingen yang bersaing dalam lomba menembak se-Asean ini meliputi Malaysia, Thailand, Indonesia, Singapura, Vietnam, Brunie, Filipina, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Setelah upacara bendera, petembak memulai lomba dengan senapan mesin dan pistol. Acara menembak internasional ini akan mencapai puncaknya pada 7 Desember 2016 mendatang.

Komandan Jenderal Angkatan Darat Filipina Letjen Eduardo M. Año menjadi tamu kehormatan dan pembicara selama upacara. Jenderal Año, didampingi Task Force AARM Komandan Brig. Gen. Herminigildo Franciso C. Aquino dan anggota Komite Eksekutif.

Dalam penyampaiannya Jenderal Año mengatakan, juara tidak dilahirkan tetapi mereka dilatih. “Untuk menjadi juara, seseorang harus memiliki mimpi dan kemauan”, ujar Jenderal Año.

Sementara itu Brigadir Jenderal Aquino yang juga menjabat Panglima Angkatan Darat Filipina untuk Pelatihan dan Doktrin Komando (TRADOC), menyoroti event internasional ini akan membantu meningkatkan kemampuan para prajurit karena mereka mengikuti pertandingan menembak internasional melawan tentara terbaik di Asia.

Selain mempromosikan hubungan baik dan kerjasama, prajurit Filipina akan menunjukkan keahlian menembak mereka”. ujarnya.

AARM adalah kompetisi menembak tempur tahunan tentara-tentara ASEAN. Masing-masing negara menerjunkan para petembak terbaik di Angkatan Daratnya.

 Hasil Sementara perolehan mendali 
https://scontent-sit4-1.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/15338708_664607987054691_4847223215354769370_n.jpg?oh=402c0a6b97fd7798fbca699ac4a14ffb&oe=58F653E0Putri Indonesia memproleh mendali emas dalam ajang adu senjata di Filipina

Dibawah tabel hasil sementara perolehan mendali pada ajang adu keahlian menggunakan senjata Angkatan Darat tahunan yang dilangsungkan di Filipina.

Dalam tabel hasil skor sementara, Indonesia masih memegang posisi terbanyak dalam perolehan mendali.

 Berikut hasil sementara yang diposkan di defence.pk : 

[​IMG]

Perolehan mendali pada hari Kamis. Wakil dari TNI AD memperoleh 13 mendali.
[​IMG]

Hasil sementara pada hari Jumat kemaren. Indonesia memperoleh 24 mendali.
[​IMG]

Perolehan mendali hari Minggu 2016 dan delegasi dari Indonesia masih di posisi teratas.
  Garuda Militer 

Sabtu, 03 Desember 2016

Indahnya Indonesia

✬ Aksi 2 Desember Damai dan Tertib Lautan Manusia di Monas [def.pk]

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak mengapresiasi aksi super damai 2 Desember 2016 yang diadakan di Lapangan Monas, Jakarta. Dahnil mengatakan aksi ini menunjukkan umat Islam Indonesia punya komitmen yang tinggi terhadap kebhinnekaan.

"Ada pesan yang ingin disampaikan kepada dunia dan khususnya kepada warga Indonesia, bahwasanya umat Islam di Indonesia mempunyai komitmen tinggi terhadap kebhinnekaaan," ujar Dahnil saat dihubungi detikcom, Jumat (2/12/2016).

Dahnil menilai, aksi yang dilakukan massa dari berbagai ormas Islam tersebut adalah sejarah bagi peradaban umat Islam di Indonesia. Hal itu tecermin dari jumlah massa yang meningkat dari prediksi sebelumnya.

"Aksi fenomenal ini adalah aksi terbesar dalam sejarah Indonesia yang berarti dari keterpanggilan keagamaan umat Islam di Indonesia. Jadi itu kita lihat aksi tadi ini di luar perkiraan semua orang, yang mengira jumlahnya akan lebih sedikit, ternyata lebih banyak dan lebih besar dari sebelumnya, dan dilakukan dengan cara damai," urainya.

http://katadata.co.id/public/media/images/thumb/2016/12/02/2016_12_02-16_17_33_97f89ad95bed5da91d96aff136752f45_960x640_thumb.jpegKehadiran Presiden Joko Widodo dalam salat Jumat itu, menurut Dahnil, juga merupakan hal yang patut diapresiasi. Dahnil berpendapat hal itu menunjukkan pemerintah akan serius dalam mengusut kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

"Ini pola yang positif. Ini memberikan sinyal dan pesan ke publik bahwa Pak Jokowi betul-betul tidak ingin melakukan intervensi proses hukum pada Pak Ahok," katanya.

Dahnil meminta kepada massa untuk tidak lagi turun ke jalan. Dia mengimbau agar massa mengawal proses hukum yang ada hingga tuntas.

"Setelah aksi ini, kami minta masyarakat, kita simpan energi kita. Umat diimbau tidak melakukan perjuangan di jalanan lagi. Sekarang perhatian pada proses hukum, umat harus memastikan tuntutan hukum untuk menghadirkan keadilan bagi masyarakat kebanyakan ini," pungkasnya.

 Monumental, Dewasa dan Bersejarah 
[​IMG]Massa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menepati janjinya untuk menyelenggarakan aksi salat Jumat dan zikir bersama dengan tertib. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap aksi yang telah dilakukan tersebut monumental dan menunjukkan kedewasaan bersikap umat Islam.

"Aksi damai kali ini akan dicatat dalam sejarah bangsa Indonesia, sebagai aksi yang sangat monumental perjuangan umat Islam dalam menuntut keadilan. Dan aksi ini juga menjadi bukti bahwa umat Islam Indonesia sangat dewasa dalam menggunakan hak konstitusionalnya dan ini sangat positif untuk pembangunan demokrasi yang terhormat dan bermartabat di Indonesia," ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid saat berbincang dengan detikcom, Jumat (2/12/2016).

Zainut juga mengatakan bahwa aparat keamanan yang berjaga telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Pihaknya sangat mengapresiasi pengawalan yang dilakukan dengan baik tersebut.

Apresiasi Aksi 2 Desember, Muhammadiyah: Ini Fenomenal dan Bersejarah"Begitu juga dari pihak aparat keamanan telah bertindak secara proporsional, persuasif dan komunikatif dengan peserta aksi sehingga suasana terbangun penuh pengertian dan jauh dari ketegangan. Untuk hal tersebut MUI memberikan apresiasi setulus-tulusnya kepada penanggung-jawab aksi, aparat keamanan dan semua pihak yang terlibat aksi damai baik langsung maupun tidak langsung," tambahnya.

Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah kerumunan massa juga dinilainya sebagai sikap yang patut dihargai. Kehadiran tersebut membuktikan bahwa pemerintah peka terhadap tuntutan yang diajukan oleh massa.

"Namun demikian sekali lagi kehadiran beliau patut diapresiasi karena itu bukti bahwa beliau sangat peka terhadap tuntutan dan aspirasi umat Islam. Kehadiran beliau akan dicatat dalam memori umat Islam bahwa beliau satu-satunya Presiden yang pernah shalat jumat berjamaah bersama jutaan umat Islam Indonesia," ucapnya.

 Kita Ekspor Wajah Islam Damai ke Dunia 
Aksi 2 Desember Berjalan Tertib, PDIP: Kita Ekspor Wajah Islam Damai ke DuniaKetua DPP PDIP Hendrawan Supratikno memberi penilaian positif pada peserta aksi damai 2 Desember yang melakukan salat Jumat dan doa bersama di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Sikap massa yang damai dan tertib dapat menjadi cerminan Islam Indonesia yang penuh kesejukan ke dunia.

"Tentu mengagumkan seperti yang sampaikan oleh presiden kita, memberikan penghargaan yang luar biasa terhadap aksi yang berlangsung damai dan tertib," ujar Hendrawan saat berbincang dengan detikcom, Jumat (2/12/2016).

Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menemui langsung massa pendemo juga dipuji oleh Hendrawan. Hal tersebut juga menjadikan sinyal kepada dunia internasional bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang penuh kedamaian dan rahmat.

[​IMG]"Itu adalah langkah simpatik dari Presiden kepada jemaah itu. Berarti menandakan Presiden sangat peduli aspirasi masyarakat. Presiden menyampaikan sinyal ini ke dunia internasional, bukan Indonesia saja, bahwa kondisi Indonesia ini terkendali. Ini membuktikan Islam di Indonesia memiliki karakter yang damai dan rahmatan lil alamin," ucapnya.

Hendrawan menilai karakter Islam Indonesia yang santun dapat ditularkan ke seluruh dunia. Ia juga meminta agar masyarakat sabar untuk mengawal proses hukum yang ada saat ini, terutama terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Ini justru mempertontonkan karakter Islam yang selama ini dipahami. Ini bagus, kita bisa mengekspor Islam yang berwajah damai ini ke dunia. Proses hukum semua dijalankan. Tentu kita percayakan persoalan semuanya kepada aparat penegak hukum," katanya. (fdu/jor)

  ⚓ detik  

[Foto] Helikopter Pesanan TNI

✈ Di hanggar PT DI Kemhan telah memesan helikopter kebutuhan TNI pada PT DI. Diantaranya Helikopter EC 725 untuk TNI AU dan beberapa unit helikopter Fennec untuk penerbad TNI AD.

Berikut dibawah penampakan helikopter pesanan TNI diposkan di Kaskus Militer :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOXPesnWgzoRINco6eEx5NHs5J7sG4VXT2ljfrCblG4_FTX9gstr5BqOQpW0tKN9x7ndqPD88y_1x1u3FO8UEwOQ5AWh5dK-1Q-U2dfi2Fc7lxQSe4-ilSU-eQcAipbCelaevYMz4nX1ya/s1600/15056592_Credit+to+Haryadi+Dwi..jpg

Penampakan helikopter pesanan Kemhan yang diproduksi di hanggar PT DI di Bandung, Jawa Barat. [Haryadi Dwi]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWgIYSip4kRiisVIJ2cHVKP0o32XYKw68rEQIwddAegtXU1diY04Guog1PGhFKKui5jiX4ZWOGRavV_Bc7I5x9OogGHrD9aFTjp2-qCJwc1q7PuxMYC5kQapVb6NVkXOeULD_Affg8-DG_/s1600/15251752_Credit+to+Ferry.jpg

Helikopter EC 725 pesanan TNI AU siap diserahterimakan dengan mengusung rocket pods. [Ferry]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0FNsmwLdA95xk6G7TrL5f_DOBYLXMZT4XW3-suurhprSP7dFstkroqJbAlx4YL3pkHZp-1rXxO-qFpf4TJokixpoUxQHwr6quMbyP5gKZd1C4FSSMxTujjr2GgpcibVCQ3sMpYvxwey__/s1600/15258672_Credit+to+Eka+Jakaria.jpg

Penampakan helikopter pesanan TNI AU dengan rocket pods di Bandung. [Eka Jakaria]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIQf8AxUl7xDZkO_8Sg0I6wD2vOqJrjH5oFdjDIfI_ib39068bs3RTdVsbY1HN1uBfhPp8Qli3slWE2kgm9sIXiqkQ_K3PERbT5jRY566r9-JTHAeMGpF7KXibNqwdcAipzQN_3v7gjGrr/s1600/AS550+Fennec+Light+Attack+Helicopter+for+the+Indonesian+Army+Aviation+equipped+with+gun+pods+at+PT+DI+facility.+Credit+to+Haryadi+Dwi..jpg

Helikoptrr Fennec pesanan Penerbad dengan gunner pods telah rampung 2 unit dan 2 unit lainnya dalam proses perakitan di PT DI. Diberitakan bahwa TNI AD telah memesan sebanyak 12 unit helikopter intai serang ringan jenis Fennec. [Haryadi Dwi]
  Garuda Militer  

Jumat, 02 Desember 2016

Peremajaan Kapal Republik Indonesia

Sigma PKR 10514, KRI REM 331 [Damen]

Panglima Komando Armadi RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Darwanto akan lakukan pengadaan kapal guna untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim dunia, harus memiliki Armada TNI Angkatan Laut yang kuat untuk bisa menjamin kedaulatan laut Nasional. Tentunya, dengan didukung peralatan kapal yang mendukung.

Rencananya Pangarmatin akan melakukan peremajaan untuk Kapal Republik Indonesia (KRI). Menurutnya, KRI yang dimiliki hampir 30 persen sudah harus dinon-aktifkan.

"Kapal yang kita miliki saat ini sudah harus pensiun. Dari semua jumlah kapal yang ada, sekitar 30 persen harus diremajakan. Karena idealnya, kapal yang kita miliki saat ini hanya 70 persen yang mumpuni, jadi harus ditambah 70 persen lagi," kata Darwanto usai kegiatan Sarasehan, Jumat (2/12/2016).

Sarasehan yang bertemakan Armada RI Pengawal Samudra Perekat Nusantara ini, juga dihadiri oleh Mantan Kasal RI Periode 2002-2005 Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Guru Besar ITS Prof Daniel Mohammad Rosyid, dan Dr Andi Widjayanto.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUK4xxaUAmjsXEwyUjowX6T67XEKKdXSUyacJhkYo5Dp-1b-FuQ1dL156QSHP4hHecQlvfrCxZMOfbX3LEdUITQtGgzHc67OhwZDhdtbA2AcDl5nGgxlkA0ZgcO7soPK83oEcAaX5Za2s9/s1600/kri-halasan-630-twitter.jpgDari program minimum essential force (MEF) saja lanjut Darwanto, masih ada perencanaan yang belum terlaksanakan. Sehingga untuk pelaksanaan program Blue Water Navy (BWN) masih harus menunggu pengadaan kapal baru.

"Konsistensi kebijakan pembangunan daripada pembangunan kekuatan itu, yang ada sekarang dari program MEF yang sudah direncanakan belum tercapai. Apalagi kalau kita membuat program Blue Water Navy. Dan dihadapkan lagi kapal yang kita punya sudah harus pensiun," terangnya.

Lebih jauh Darwanto menjelaskan, peran Armada RI saat ini menjadi roda utama dalam perairan. Terlebih dalam perdagangan dunia melalui laut, pelabuhan utama Nasional, badan keamanan laut dan melayani kebutuhan Armada kapal global.

Terkait program Blue Water Navy, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki perairan yang cukup besar. Oleh karena itu, membutuhkan kapal-kapal yang cukup besar untuk menunjang kedaulatan dan hukum di laut sesuai dengan tugas yang diemban.

"Karen kita ada dua kegiatan operasi militer perang yang memerlukan kapal besar, dan operasi militer selain perang seperti dalam kaitannya itu dimanfaatkan pemerintah untuk kepentingan terkait poros maritim dunia seperti Mobile Market," tandas pria yang juga Ketua Pengurus Besar Persatuan Olaraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) ini. [way/kun]

  Beritajatim  

KRI Fatahillah-361 Lebih Modern dan Canggih

⚓ Selesai perbaharui sistem alutsista dan kapal Ujicoba KRI Fatahillah 361 setelah menjalani modernisasi kapal. [TNI AL]

PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) telah merampungkan modernisasi KRI Fatahillah-361, yang adalah kapal perang jenis perusak kawal berpeluru kendali yang memiliki bobot 1.450 ton pesanan Kementerian Pertahanan.

Alhamdulillah, kami bisa merampungkan pesanan secara tepat waktu dan tidak sampai dua tahun, bahkan lebih awal. Modernisasi ini adalah kali pertama dilakukan Kemenhan untuk jenis kapal perang,” kata Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), Imam Sulistiyanto, saat penyerahan kapal kepada Kementerian Pertahanan, di galangan kapal Tanjung Perak, Surabaya, Jumat.

Ia mengatakan, KRI Fatahillah-361 merupakan kapal perang buatan Belanda pada 1973, yang saat ini telah memiliki teknologi dan persenjataan terbaru dan modern.

Daya tempur KRI Fatahillah-361 saat ini sama dengan kapal modern, yakni memiliki command management system, di antaranya sistem pendorong, yang kami perbaiki dengan kerja sama Ultra dari Inggris,” katanya.

Bahkan, kata Sulistyanto, beberapa persenjataan atau peluru kendali kapal perang dengan dua sumbu baling-baling yang masing-masing berkekuatan 8.000 bhp itu sudah diuji coba tembakan, dengan hasil keseluruhan tembakan tepat sasaran.

KRI Fatahillah-361 dilengkapi senjata modern, di antaranya radar Decca AC 1229, pemandu tembakan signal, surface search, dan signal DA 05.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvQj19TCLSn0Zbsg1JSFPCrMBFYKEduSkO-n7DrKaf4vaylncX6eQKySjrBkLrNnluWnp3emxQRq8MbcLorF0N4RM4uiRE32UbHSNLBbihiMvIYCcnuH1usrxuow-hn5K9Z7e8FdeKk7lt/s1600/kri-fatahillah-361-imf-3.jpgKRI Fatahillah 361 kepada TNI AL setelah menjalani MLU. [IMF]

KRI Fatahillah-361 yang awal komponenya sekitar 80 persen tidak terpakai itu, kini memiliki sistem sonar yang menggunakan signal PHS 32 (Hull Mounted), dan sistem pengecoh yang menggunakan 2 Knewbworth Corvus 3 – tubed launchers dan 1 T-Mk 6 torpedo decoy,” katanya.

Selain memiliki persenjataan canggih, kapal berkapasitas 82 awak kapal itu juga memiliki lambung kapal yang dikerjakan sendiri oleh anak bangsa, dan dilengkapi interior kapal modern.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Leonardi, yang mengikuti serah terima dan modernisasi KRI Fatahillah-361 mengatakan, kontrak kerja dengan PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) juga usaha memajukan indusri pertahanan dalam negeri.

Perbaikan atau pemeliharaan harus sesuai nafas UU yakni dilakukan dalam negeri, dan untuk kandungan lokalnya juga harus didorong dari dalam negeri, meski soal mesin kita belum semua bisa,” katanya.

Ia berharap, proyek modernisasi KRI Fatahillah-361 yang dilakukan kali pertama ini menjadi gambaran dan acuan, sehingga ke depan industri pertahanan bisa lebih cepat dalam proses pengerjaan atau manajemen proyeknya dan mandiri.

Paling tidak rampungnya KRI Fatahillah-316 ini sudah harus ada gambaran bagiaman mekanisme bekerjanya, dan ke depan bisa dipercepat untuk kemajuan industri pertahanan nasional,” katanya.

  Antara  

Industri Pesawat Terbang Nusantara

✈ Di Amerika IPTN North America [INA]

IPTN berdiri pada tahun 1976 dengan nama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio dengan B.J. Habibie sebagai Presiden Direktur. PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada tahun 1985.

Setelah mendirikan IPTN di Indonesia, Habibie juga membuka kantor perwakilan di Amerika sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Dirgantara Indonesia. Walaupun kini IPTN telah berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia, kantor perwakilan di Amerika ini tetap menggunakan nama IPTN North America.

Kantor perwakilan IPTN di Amerika ini mulai beroperasi Juni 1992 untuk memasukkan produk andalan Indonesia yang didesain, diproduksi, disertifikasi dan diuji terbang oleh bangsa Indonesia, yaitu N-250.

Seattle dipilih karena kantor Federal Aviation Administration atau FAA juga berlokasi di kota ini.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7eEgYGsfbeALrpVgOmNuGo9euUko5zb3pMFPd_IryiQt3VqE0ZOHaDs4NydHspRL0iyP6r6Zoc76UxknAIwvipdyr-Y0Ddad2uE3KXMoZItqAUjcV9gTAD9PtZlKzgxLh5XPP36hg5m1G/s1600/n250_09.jpgN250 [IPTN]

Awalnya ada lima fungsi yang dijalankan di kantor ini yaitu engineering, produksi, bisnis, keuangan dan material. Rencananya setelah mendapatkan sertifikasi FAA, pesawat N-250 juga akan diproduksi di Seatlle.

Gautama Indra Djaja, Direktur IPTN North America menjelaskan, “Karena berbagai kendala yang ada, kita tidak bisa mencapai sertifikasi N-250.

Setelah gagal mendapatkan sertifikasi, tidak ada lagi dana yang dikucurkan dengan nota kesepakatan yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan IMF tahun 1998.

Namun menurut Gautama yang telah bekerja di PT Dirgantara Indonesia sejak tahun 1982, IPTN tetap ingin mempertahankan keberadaan kantor perwakilan ini.

Networking yang saya bina selama 10 tahun itu, memungkinkan saya untuk memasarkan suku cadang. Dan nama IPTN sudah terkenal di Amerika,” tambahnya.

Sejak tahun 2003, kantor ini mulai mandiri dan masuk ke bisnis trading sebagai pemasok suku cadang pesawat terbang.

Kini IPTN sudah memiliki produk baru, N-219 yang telah melewati tahapan uji coba terbang dan akan mengembangkan pesawat N-245 dan diharapkan IPTN North America akan kembali berfungsi penuh seperti pada saat didirikan 24 tahun lalu. [dw]

  Elshinta  

Indonesia Akan Akuisisi Helikopter Mi-26

Dalam Proses Pengadaan bersama PT DIIlustrasi helikopter Mi 26 Rusia [youtube]

Sebuah delegasi dari Kementerian Pertahanan Indonesia telah menyelesaikan kunjungannya ke Rusia untuk membahas pengadaan helikopter Mi-26 untuk Angkatan Darat Indonesia (TNI-AD).

Hal itu diungkapkan kepada IHS Jane pada tanggal 1 Desember 2016 oleh sumber dari Kementerian Pertahanan, dan laporan dari seorang pejabat PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Dalam kunjungan itu juga dibahas offset pertahanan, pengaturan transfer teknologi, dan bagaimana perusahaan lokal Indonesia dapat memperoleh manfaat dari akuisisi ini.

PTDI diusulkan sebagai fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan overhaul (MRO) untuk platform Mi-26, jika akuisisi ini disetujui oleh pemerintah Indonesia. [IHS Jane]
 

  Garuda Militer  

Kamis, 01 Desember 2016

Kunjungan Kerja Ke PT Tesco Indomaritim

Kaskolinlamil Kunjungan Kerja Ke PT Tesco Indomaritim. (TNI)

Kepala Staf Kolinlamil Laksma TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M. didampingi sejumlah staf melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke galangan kapal PT Tesco Indomaritim, di Babelan, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/11). Dalam Kunker tersebut, Kaskolinlamil juga sekaligus memimpin pengambilan Landing Craft Vehicle Personel (LCVP) sebanyak 4 (empat) unit yang akan digunakan KRI Teluk Amboina 503.

Kaskolinlamil diterima langsung Direktur Utama PT Tesco Indomaritim DR. Jamin Basuki dengan beberapa stafnya. Dalam kunjungannya di lokasi galangan kapal tersebut, Kaskolinlamil mendapat penjelasan langsung dari DR. Jamin Basuki mengenai kemampuan galangan nasional dalam membangun berbagai kebutuhan kapal nasional.

Kaskolinlamil berkesempatan melihat sejumlah fasilitas lokasi industri yang mulai beroperasi pada 1990 itu, seperti fasilitas permesinan, workshop pemotongan plat, graving dock, dan sejumlah kapal yang tengah dibangun. Tidak ketinggalan diberikan penjelasan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh salah seorang staf Safety Officer dan juga profil perusahaan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWzCjwlyrBTW8PD77QGXPhhjbbomwAg8yYv21KCsa8rw4ziRebsJhYs656AeKLgOP1zEIivx-2sDimREv7VPe1SPVpnPN5WIYO1CKuLxCewMuLLlsGNjEgkEhNERx2dIPoW7vgjD3zLeRr/s1600/lcu-24-m+tesco.jpgLCU 24 meter TNI AL secang mengangkut RM 70 Grad Marinir [indomiliter]

PT Tesco Indomaritim merupakan perusahaan galangan kapal swasta nasional yang didirikan pada tahun 1989, memiliki kemampuan membangun Kapal Cepat dan suku cadang yang terbuat dari material Plat Aluminium yang dilengkapi dengan Sistem Penggerak Propeller atau Waterjet. Perusahaan ini telah mengerjakan beberapa kapal pesanan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), diantaranya Landing Craft Vehicle Personel 12 Meter, Fast Patrol Boat 28 Meter dan Landing Carrier Utilities 24 Meter. Repowering di kapal tunda milik Port Authority untuk mesin utama dan mesin bantu,” terang Basuki.

PT Tesco telah bekerjasama dengan TNI AL sejak 1997 saat melakukan Program Repowering pada berbagai jenis kapal. Perusahaannya juga memproduksi Propeller, tabung Stern, shafting, Rudder dan Kort Nozzle yang menggunakan metode perhitungan yang tepat atas dasar spesifikasi dari kapal dan dengan rekomendasi Propulsion System untuk mencapai kinerja yang optimal dari Kapal.
 

  TNI  

Kapal Layar Latih Canggih

Kapal itu akan menggantikan KRI Dewaruci.Rancangan KRI Bima Suci yang sedang proses pembangunan dipamerkan di Galangan Kapal Freire, Vigo, Spanyol, pada Minggu, 27 November 2016. (VIVA.co.id/Miranti Hirschmann)

Tentara Nasional Indonesia bakal memiliki kapal layar latih tercanggih di dunia. Kapal itu sedang dibangun dan telah memasuki tahap kedua pembangunan di Galangan Kapal Freire, Vigo, Spanyol.

Kapal yang telah diberi nama Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bima Suci itu akan menggantikan KRI Dewaruci, yang telah beroperasi selama lebih 63 tahun. Namun, nomor lambungnya tetap sama, yakni NB705.

Meski dibangun di Spanyol, kapal itu dirancang sepenuhnya oleh insinyur dalam negeri, di antaranya, dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PT PAL. Dibangun di Spanyol karena tak semua galangan kapal mampu membangun kapal serupa itu.

KRI Bima Suci yang berjenis barque dirancang dengan tiga tiang utama dan 26 layar. Panjang 111 meter dan lebar 13,5 meter. Kapal itu dapat menampung 200 penumpang dan awak kapal.

Tiang kapal layar itu setinggi 49 meter dari permukaan dek atas. Tinggi dek utamanya 9,20 meter dari permukaan laut. Memiliki ruang makan yang lebih luas dan ruang tidur khusus bagi calon perwira perempuan atau taruni.

Kecepatan KRI Bima Suci diharapkan dapat mencapai maksimal 12 knot dengan mesin dan 15 knot dengan layar. Sementara itu, KRI Dewaruci hanya mampu berlayar 10 knot dengan layar.

KRI Bima Suci dirancang dengan sistem konvensional. Para taruna dan taruni tetap dapat belajar navigasi tradisional dengan melihat bintang-bintang, namun juga mampu membaca peta modern. Begitu pula dengan pengembangan layarnya.

Berbeda dengan kapal layar latih milik Angkatan Laut berbagai negara, keistimewaan KRI Bima Suci terletak pada instrumen nagivasi pelayaran mutakhir. Alat komunikasinya dilengkapi data digital.

Direktur Galangan Kapal Freie, Marco Freie, mengklaim KRI Bima Suci bakal menjadi kapal layar latih paling canggih dan modern.

"Ini merupakan kapal layar tiang tinggi abad 21. Bisa dibilang, Bima Suci ini adalah contoh kapal layar tiang tinggi modern dan merupakan konsep kapal layar latih baru di dunia saat ini,” kata Freie, saat peresmian kapal itu di Vigo, Spanyol, pada Minggu, 27 November 2016.

Peresmian kapal itu dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi, Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, dan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Muda TNI Leonardi.

 Tenaga mesin ringan

Laksamana Pertama TNI Didin Yainal Abidin, Komandan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Layar Latih, menjelaskan perbedaan teknis KRI Dewaruci dengan KRI Bima Suci. KRI Dewaruci menggunakan kemudi manual, sedangkan KRI Bima Suci memanfaatkan kemudi tenaga hidrolik. "Walaupun kapalnya besar, menggunakan tenaga mesin yang ringan,” katanya.

Begitu pula dengan pengembangan layarnya. Kerek layar pun menggunakan dua sistem, yaitu manual, tapi juga menggunakan winch otomatis, yang bahkan dapat dioperasikan sedikit orang. Kapal ini juga memiliki instrumen pemurnian air laut menjadi air tawar.

 Rampung 2017

Pembangunan kapal itu diperkirakan selama 22 bulan. Proses pengerjaan diawasi satuan tugas TNI AL yang berjumlah tujuh orang. Dua di antaranya adalah mantan Komandan KRI Dewaruci, yaitu Laksamana Pertama TNI Didin Yainal Abidin dan Kolonel Laut (P) Suharto La Djide.

Pembangunan tahap kedua kapal itu telah berpindah lokasi ke galangan kapal Freire di bagian barat dari galangan sebelumnya. Kapal itu masih dilas oleh tenaga ahli dan tengah dipasangi berbagai instalasi dan permesinan.

Pembangunan kapal itu dijadwalkan selesai pada Mei 2017. Direncanakan tiba di Indonesia pada Agustus 2017.

Menurut Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Yuli Mumpuni, pembangunan kapal itu merupakan saat tepat melihat kolaborasi Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia dan Spanyol sebagai negara dengan armada kapal terbesar dunia. "Ini merupakan kolaborasi bersejarah yang luar biasa,“ katanya.
 

  VIVAnews  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More