blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 07 September 2016

[Foto] Sea Trial PKR & Uji Coba Leopard 2RI

Foto Alutsista TNI Sea Trial PKR 10514 KRI REM 331 ketika berlabuh di Banyuwangi, Jawa Timur. Foto dibawah diposkan mandala dan pr1v4t33r @def.pk.

[​IMG]

PKR 10514 produksi bersama dengan PT PAL Indonesia sedang ujicoba dilaut, merapat ke pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi, Jawa Timur. (Yeya Kemboetz)

PKR 10514 pertama yang diberinama KRI Raden Eddy Martadinata (REM) 331 berlabuh di Jawa Timur. (Yeya Kemboetz)
[​IMG]

Penampakan belakang PKR 10514 KRI REM 331. (Yeya Kemboetz)Ujitembak Leopard 2RI

Foto penembakan MBT Leopard 2 RI. (pr1v4t33r}
leo2ri-2.jpg

MBT Leopard 2 RI bermanuver di saksikan perwakilan dari Rheimetall. (pr1v4t33r}
 ♖ Garuda Militer  

Selasa, 06 September 2016

★ Simulator Tank AMX-13 Operasional

Produksi PT Technology and Engineering Simulation


Beberapa simulator tank telah dimiliki TNI AD diantaranya adalah Leopard, Scorpion dan Stormer. Kali ini simulator tank ringan AMX-13 muncul dan telah dioperasikan oleh Pusdikkav TNI AD. Tahun lalu berita pembuatan simulator tank ini sudah muncul di media massa. Pelatihan awak tank menggunakan simulator diyakini lebih hemat biaya dari pada sistem pelatihan dengan metode langsung menggunakan kendaraan ini.

Untuk merancang simulator ini langsung dilakukan oleh Puslitbang TNI AD. Pembuatannya dilakukan oleh PT Technology and Engineering Simulation (TES), yang membutuhkan waktu 4 tahun untuk mewujudkan simulator tank AMX ini. 1 tahun pertama dipakai untuk mengembangkan konsepnya, sedangkan untuk produksinya diperlukan waktu 3 tahun. Dalam pembuatannya, pabrik asal Bandung ini membuat sendiri software, model matematik, koneksi antar software, dan visual database simulator ini.

Memang timbul pertanyaan, mengapa pembuatan simulator ini dilakukan sekarang pada saat tank ini sudah berumur 60 tahun. Sebagaimana diketahui, PT Pindad mendapatkan tugas untuk melakukan retrofit tank jenis ini, jumlah unitnya bertahap tergantung anggaran yang ada. Dengan pembangunan simulator ini berarti menjadi sinyal bahwa program retrofit tank AMX-13 ini akan diteruskan.

Tahap pertama program retrofit dilakukan terhadap 23 unit tank ringan dari sekitar 400 unit tank jenis AMX-13 (kanon) dan AMX VCI (angkut pasukan). Oleh Pindad kanon tank retrofit ini diganti menggunakan kaliber 105 mm, sistem penembakan dari semula manual menjadi elektronik dan mesin sudah diganti dari semula bensin menjadi diesel.

Tank AMX-13 hasil modifikasi ini memiliki berat 14 ton, Biaya untuk meretrofit tank ini sekitar Rp 7-10 miliar, Tentu saja lebih murah dari pada beli tank baru yang paling tidak harganya Rp 30 miliar.
  Defense Studies  

Pabrik Indomie Resmi Beroperasi di Serbia


Pasok Pasar Eropa http://assets.kompas.com/data/photo/2016/09/05/1601386Indomie-di-Serbia780x390.jpgPresiden Serbia Tomislav Nikolic dan Dubes RI RJ Kandou meninjau operasional pabrik Indomie yang baru saja diresmikan di kota Indjija, Jumat (2/9/2016). 

Pada Jumat (2/9/2016), Presiden Serbia Tomislav Nikolic meresmikan pabrik mi instan Indomie di kota Indjija, provinsi Vojvodina, 80 kilometer dari ibu kota Beograd.

PT Indofood Sukses Makmur, produsen Indomie, menanamkan investasi sebesar 11 juta euro atau hampir Rp 162 miliar untuk membangun pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 5 hektar itu.

Pabrik dengan kapasitas produksi 500.000 boks per bulan itu sudah beroperasi sejak Agustus lalu untuk kebutuhan pasar di seluruh Eropa.

Keberadaan pabrik ini cukup menguntungkan Serbia karena menyerap ratusan tenaga kerja, terutama para pemuda di negeri bekas Yugoslavia tersebut.

Alasan PT Indofood membuka pabriknya di Serbia salah satunya adalah karena negeri ini memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan sejumlah negara Eropa.

Dengan demikian, PT Indofood menilai kondisi ini akan semakin memudahkan penetrasi di pasar Eropa yang ujungnya adalah mendominasi pasar mi instan di Benua Biru itu.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung investasi Indonesia di Serbia sebagai bentuk nyata peningkatan hubungan ekonomi kedua negara," kata Presiden Nikolic dalam sambutannya.

KBRI Beograd Para tetamu yang hadir dalam peresmian pabrik Indomie di Indjija, Serbia disuguhi hiburan tari Betawi Nendak Ganjen.

Duta Besar Indonesia di Serbia, RJ Kandou, mengatakan, kehadiran pabrik PT Indoofood ini merupakan bukti nyata inisiatif Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara. "KBRI Beograd akan terus memberikan dukungan bagi para pebisnis Indonesia untuk mengeksplorasi berbagai peluang bisnis di Serbia dan sebaliknya," ujar Kandou.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Salim Group Axton Salim menuturkan, kerja sama kedua negara yang semakin erat akan menjadi landasan kesuksesan investasi Indofood di Serbia.

"Kami berharap pabrik ini bisa menjadi pintu gerbang bagi Indofood untuk menjangkau pasar Eropa," ujar Axton.

Rangkaian acara pembukaan pabrik ini juga diwarnai pengguntingan pita dan peninjauan berbagai fasilitas pabrik tersebut.

Investasi Indonesia di Serbia memang belum terlalu besar meski terus menunjukkan tren positif.

KBRI Beograd menilai wilayah Serbia dan Montenegro sangat terbuka untuk berbagai produk Indonesia dan lokasinya sangat strategis untuk memasuki pasar Uni Eropa.

  Kompas  

Senin, 05 September 2016

Tiga Kapal Patroli Perkuat TNI AL

KAL TNI AL, salah satu kapal patroli propeller produksi Tesco Indomaritim [TNI AL]

T
iga kapal patroli yang memiliki panjang 28 meter (KAL 28 Meter) buatan dalam negeri, "Tesco Indomaritim" memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut.

Kapal patroli yang diberi nama KAL Marapas, KAL Lemukutan dan KAL Bunyu dari Tesco Indomaritim itu diserahkan kepada TNI Angkatan Laut melalui acara penyerahan yang dipimpin Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Mulyadi, di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Senin (5/9).

Ketiga kapal tersebut memiliki panjang 28 meter, lebar 5,85 meter, kecepatan maksimum 28 knot, daya tahan hingga 648 Nm (36 jam pada kecepatan 18 knot), berat penuh 70 ton dan diawaki 15 personil ABK.

KAL Marapas akan memperkuat Lantamal IV Tanjung Pinang, KAL Lemukutan memperkuat Lantamal XII Pontianak dan KAL Bunyu memperkuat Lantamal XIII Tarakan.

Dengan dimensi yang relatif kecil, kapal buatan Tesco Indomaritim akan dapat bermanuver dengan lincah, bahkan di alur perairan yang sempit sehingga mudah melakukan pengejaran, pengintaian terhadap berbagai ancaman kejahatan dan pelanggaran hukum dan kedaulatan di laut.

"Kapal-kapal ini dirancang untuk melaksanakan tugas operasi keamanan laut terbatas dan memperkuat pengamanan di sekitar Pangkalan Angkatan Laut," kata Aslog Kasal Laksda TNI Mulyadi.

Menurut dia, ketiga kapal tersebut merupakan hasil pengadaan Dismatal TA 2015. Dengan diserahkannya ketiga kapal tersebut, maka secara langsung akan menambah kekuatan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.

  Berita Satu  

Sabtu, 03 September 2016

Menkes Minta Rumah Sakit Pakai Alat Kesehatan Dalam Negeri

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek. [TEMPO/Dhemas Reviyanto]

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek meminta agar rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan menggunakan alat-alat kesehatan buatan nasional. Menurut dia, hingga saat ini sudah ada 2.623 alat kesehatan dalam negeri yang memiliki izin edar dan memenuhi standar internasional.

Tolong kita mulai beralih menggunakan alat kesehatan dalam negeri,” ujar Nila di Balai Kartini Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2016.

Menurut Nila, harga alat kesehatan buatan dalam negeri lebih terjangkau dibanding impor. Dengan kualitas yang sama, harga alat kesehatan buatan Indonesia mampu mengurangi biaya pelayanan kesehatan hingga 30 persen secara keseluruhan.

Menurut Nila, industri alat kesehatan Indonesia cukup meningkat. Pada 2015, tercatat ada 193 sarana industri. Jumlah itu bertambah menjadi 201 sarana industri pada Juli 2016. Beberapa produk yang diproduksi di antaranya furnitur rumah sakit (hospital furniture), stetoskop, sarung tangan, kateter urine, alat kesehatan elektromedik, alat kesehatan kontrasepsi, rapid test, hingga instrumen bedah.

Saat ini, kata Nila, penggunaan alat kesehatan buatan luar negeri masih mendominasi hingga 90 persen. Ia mengatakan kondisi tersebut harus diubah untuk menjaga ketahanan industri alat kesehatan nasional. Sebab, data menyebutkan bahwa jumlah alat kesehatan dalam negeri dapat memenuhi sebesar 44,9 persen dari kebutuhan rumah sakit kelas A.

Nila optimistis adanya program Jaminan Kesehatan Nasional akan meningkatkan kebutuhan alat kesehatan dan obat. Kenaikan diperkirakan mencapai 2,5 sampai 3 kali lipat. “Kami minta industri menjaga kualitas,” katanya.

  Tempo  

Jumat, 02 September 2016

Satelit Operasional Terkendala Dana

http://www.lapan.go.id/upload/lapan-satelit-696x475.jpgMicrosatelit LAPAN

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional tak yakin anggaran pembuatan satelit operasional berbobot 500-1.000 kilogram mulai 2022 tersedia. Karena itu, Lapan bersiap mengubah strategi, yakni mengembangkan konstelasi satelit-satelit mikro berukuran lebih kecil yang akan bersinergi.

Keraguan itu berdasarkan tren belanja riset dan pengembangan nasional yang minim, sekarang 0,09 persen produk domestik bruto Indonesia. Bahkan, anggaran tahun ini dipangkas.

Melihat tren saat ini, penambahan anggaran—jika ada—tak mungkin melompat jumlahnya,” ucap Kepala Lapan Thomas Djamaluddin seusai menjadi pembicara kunci pada Pertemuan Tahunan Pengujian dan Mutu Ke-11 Tahun 2016, Selasa (30/8/2016), di Tangerang Selatan, Banten. Acara itu digelar Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kini, total dana Lapan Rp 0,7 triliun. Pertengahan 2016, Lapan diminta menekan anggaran Rp 75,3 miliar, lalu awal pekan ini direvisi menjadi Rp 38,3 miliar. Pemotongan dana Lapan terbesar daripada lembaga non-kementerian bidang riset lain.

Wakil Kepala LIPI Akhmadi Abbas menyatakan, pemotongan anggaran LIPI setelah revisi menjadi Rp 17,6 miliar dari sebelumnya Rp 75,5 miliar. Anggaran LIPI saat ini sekitar Rp 1 triliun.

Thomas mengatakan, Lapan sebelumnya menargetkan mengerjakan proyek satelit operasional atau seri B ukuran kecil (500-1.000 kg) pada 2022-2027 dengan kebutuhan dana Rp 5 triliun-Rp 6 triliun untuk membangun 2 satelit dan 1 laboratorium. Satu satelit butuh dana Rp 1,5 triliun atau sekitar dua kali total dana Lapan saat ini.

Lapan menyiapkan rencana cadangan, yakni membangun konstelasi satelit mikro berbobot di bawah 200 kg dan mengorbit ketinggian 500-600 kilometer mulai 2022. Satu satelit diproduksi per tahun. Satelit-satelit itu akan dipasangi komponen dengan fungsi seperti diharapkan dari satelit kecil. Fungsi prioritas adalah pemantauan perikanan, kelautan, dan kehutanan.

Dalam lima tahun kita akan memiliki lima satelit operasional dengan biaya lebih murah,” kata Thomas. Kemampuan membuat satelit mikro dikuasai, sedangkan untuk satelit kecil, staf Lapan perlu peningkatan kemampuan.

 Tahap eksperimental 

Kini, Lapan pada tahap pengembangan satelit eksperimental (seri A), yakni menjajal kemampuan satelit buatan dalam negeri dilengkapi komponen untuk kegiatan operasional pemantauan. Satelit eksperimental murni dibuat di Indonesia ialah Lapan A2/Orari (mengorbit 28 September 2015) dan Lapan A3/IPB (mengorbit 2 Juni 2016). Pengembangan satelit eksperimental akan usai setelah Lapan membuat dan meluncurkan satelit Lapan A4 (rencana meluncur 2018) dan Lapan A5 (2020).

Komponen operasional pada Lapan A2/Orari dan Lapan A3/IPB ialah perangkat sistem identifikasi otomatis kapal (AIS), salah satu fungsinya deteksi dini kapal yang melakukan kejahatan, seperti penangkapan ilegal ikan.

Lapan A2/Orari mengelilingi bumi dengan orbit ekuatorial (mengikuti garis khatulistiwa), bisa mendeteksi 2,4 juta kapal per hari secara global yang melintas 6 derajat Lintang Utara-6 derajat Lintang Selatan. Lapan A3/IPB ada di orbit polar (Kutub Utara ke Selatan) sehingga melengkapi cakupan AIS Lapan A2/Orari mengingat wilayah Indonesia pada 6 derajat Lintang Utara-11 derajat Lintang Selatan.

Kerja AIS di Lapan A2/Orari dan Lapan A3/IPB menggambarkan sistem kerja satelit mikro. ”Frekuensi satelit melintas di Indonesia kian sering,” ujarnya.

Uji kelayakan satelit di Indonesia melalui kerja sama Lapan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi bagi satelit Lapan A2/Orari dan dengan LIPI lewat P2 SMTP bagi Lapan A3/IPB. (JOG)

  Kompas  

Kamis, 01 September 2016

Bakamla Segera Bangun Basecamp dan Ploting Terapung

Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dalam waktu dekat segera membangun dua basecamp dan sejumlah ploting terapung di tempat-tempat strategis.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., saat melakukan kunjungan ke kantor Kemenkopolhukam yang diterima langsung oleh Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, S.H., dengan didampingi Deputi IV Bidang Pertahanan Negara, Laksda TNI Halomoan Sipahutar M.Sc., di ruang Yudistira gedung utama Kemenkopolhukam, Jl. Medan Merdeka Barat No.15, Selasa (30/8/2016).

Dalam kunjungan tersebut, Kabakamla RI didampingi Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama yang merangkap sebagai PLT. Sestama Bakamla RI, Eko Susilo Hadi, S.H.,M.H., Deputi Operasi dan Latihan, Laksda TNI Andi Achdar, Deputi Kebijakan dan Strategi Irjen Pol. Satria F. Maseo, dan Deputi Sarana dan Prasarana Laksma TNI Suroyo.

Saat ini keberadaan Bakamla langsung di bawah Presiden, namun dalam masalah-masalah keamanan sebagai koordinatornya adalah Kemenkopolhukam, karenanya, Kabakamla RI mengajak sejumlah Stafnya untuk melakukan kunjungan ke kantor kementerian tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto meminta kepada Kepala Bakamla RI beserta jajarannya untuk melanjutkan patroli rutin dan langkah-langkah positif lainnya yang selama ini sudah dilakukan.

Menurut Menkopolhukam, bangunan-bangunan yang dipakai Bakamla RI selama ini merupakan peninggalan zaman Belanda, karenanya, mantan Panglima ABRI tersebut meminta agar Bakamla RI segera membuat terobosan-terobosan baru yang ada nilainya untuk ikut andil dalam pembangunan kemaritiman, dalam rangka mendukung program poros maritim dunia yang dicanangkan oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo.

Menyikapi hal tersebut, Kabakamla melaporkan akan segera membangun dua basecamp (di Tahuna yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dan di Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat), serta sejumlah ploting terapung di tempat-tempat strategis di wilayah NKRI.

Kasubbag Humas Bakamka RI
Kapten Marinir Mardiono

  ★ Poskota  

Bakamla Diminta Tingkatkan Koordinasi dengan TNI AL

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_iILuW5jUlAAZqpS2xUDzrfcYWaZb_sNovM_XyJjoKprnTbh18zdXLReLyKqZ2bBqpHtkTL2bfGBznMFpw-qJDZsccCQL42kEFGEzn9txPaqzBwR8y1nyPNdUNO7kaNZ54luCRDd61zBX/s1600/482002_873e911604b4c051e2ac03796847d47e.jpgSalah satu kapal Bakamla [detik] ☆

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan pemerintah tengah meningkatkan upaya pengamanan di wilayah perairan Indonesia untuk menghindari peristiwa pembajakan kapal kembali terulang.

Namun dia mengakui saat ini Badan Keamanan Laut RI (Bakamla), salah satu institusi yang bertugas melakukan patroli, masih memiliki keterbatasan dari sisi kemampuan dan perlengkapan.

Menurut Wiranto keterbatasan itu memengaruhi Bakamla dalam menjalankan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

"Saat ini Bakamla memang kemampuannya masih terbatas dalam arti perlengkapan yang dia miliki terbatas," ujar Wiranto usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016).

Wiranto menuturkan, saat ini Bakamla hanya memiliki enam kapal laut. Itu tak sebanding dengan fungsi Bakamla yang bertanggungjawab menjaga keamanan seluruh wilayah perairan Indonesia.

Apalagi belakangan, tanggungjawab itu kian besar karena banyak terjadi terjadi tindak kejahatan seperti penangkapan ikan secara ilegal, keamanan transportasi laut dan pembajakan kapal.

"Masalah-masalah seperti itu semua kan berkaitan dengan tugas Bakamla," ungkapnya.

Wiranto pun berharap keterbatasan yang ada tidak mengurangi kinerja Bakamla dalam menjaga keamanan laut Indonesia.

Dia berharap Bakamla bisa menjalin kerja sama dan meningkatkan koordinasi dengan TNI Angkatan Laut yang memiliki armada patroli laut yang lebih banyak.

Hal tersebut juga harus dilakukan supaya tidak terjadi tumpang tindih tugas dan kewenangan antara Bakamla dan TNI AL.

"Tadi saya sampaikan, sementara ini harus rajin untuk koordinasi dengan lembaga lain terutama Angkatan Laut yang memiliki begitu banyak armada. Paling tidak mereka bisa koordinasikan kekuatan di laut dalam melakukan pengamanan," pungkasnya.

  Kompas  

Korea Selatan Tingkatkan Teknologi Pertahanan

Merupakan Mitra Strategis https://www.kemhan.go.id/wp-content/uploads/2016/09/182863dmc.jpgInspektur Jenderal (Irjen) Kemhan RI, mengatakan negara Korea Selatan merupakan mitra strategis Indonesia dalam hal upaya peningkatan teknologi pertahanan dan pendukung kesiapan operasional satuan TNI. Oleh sebab itu Korea Selatan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan kemampuan industri sehingga dapat bersaing dan berkiprah di dunia internasional.

Hal itu diungkapkan Irjen Kemhan, Marsdya TNI Ismono Wijayanto saat sambutan pada forum pertemuan ke 5 Komite Kerjasama Industri Pertahanan (Defence Industries Coorporation Committee / DICC) Republik Indonesia – Republik Korea, Kamis (9/1) di Kantor Ditjen Pothan Kemhan RI, Jakarta.

Irjen Kemhan RI, menekankan tentang nilai strategis kerjasama teknologi dan industri pertahanan kedua negara yang ditunjukan melalui program pembangunan kapal selam dan pengembangan pesawat tempur KFX/IFX. Menurut Irjen, Pemerintah RI menaruh harapan besar bagi keberhasilan kedua program strategis tersebut karena akan menjadi pilar bagi hubungan dan kerjasama yang luas dimasa datang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjge_11nEJHplOLb1_ECQ-4KWnIKM9ZcniNR3v7iqDGWccAGq8TK7W-9VPIsaZdxCLATe1Q4Pw9zKr_GzW-y1BWa4bpASQxAspGt_jcC2nzEoBUwvjwY3wzRKXa72-nnP5BiGJ4Cperj_jA/s1600/75cad8f7-182c-4ea3-b9d7-8df5affba46f_169.jpgSehubungan dengan forum pertemuan DICC, dijelaskan Irjen Kemhan merupakan implementasi dan tindak lanjut dari MoU antara pemerintah RI dan Republik Korea tentang pembentukan komite bersama kerjasama Industri pertahanan dengan tugas untuk membahas kemajuan kerjasama serta permasalahan di bidang industri pertahanan.

Terkait hasil pertemuan ini, Irjen mengharapkan nantinya akan mempererat hubungan antara industri pertahanan kedua negara dan berkontribusi pada peningkatan baik antara Indonesia dan Korea dimasa yang akan datang.

Melalui kerjasama industri pertahanan diharapkan tidak hanya terjadi pada pengadaan alutsista produk korea selatan oleh TNI, akan tetapi dapat dikembangkan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan dalam upaya pengembangan industri pertahanan di Indonesia baik dari sisi SDM, fasilitas maupun teknologi,“ Ungkap Irjen Kemhan.

Sementara itu Menteri Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Republik Korea, yang sekaligus Ketua Delegasi, Chang Myoung Jin saat pertemuan tersebut mengatakan Indonesia adalah negara satu-satunya dimana Pemerintah Korea telah meluaskan kerjasama industri pertahanan seperti program pesawat T-50, pembangunan kapal selam dan pengembangan pesawat tempur KFX/IFX guna mempererat hubungan kerjasama kedua negara yang terjalin dengan sangat baik.

Diharapkan melalui program kerjasama-kerjasama ini Indonesia dan Korea dapat berkembang menjadi negara pemimpin dan sahabat kerjasama di bidang industri pertahanan dikancah internasional,” jelas Menteri DAPA Korea Selatan.

Pada kesempatan pertemuan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan protokol hasil pertemuan DICC ke-5, oleh Irjen Kemhan, Marsdya TNI Ismono Wijayanto dengan Menteri DAPA Republik Korea, Chang Myoung Jin. Turut menyaksikan penandatanganan, Dirjen Potensi Pertahanan RI, (Pothan), Timbul Siahaan, dan para Direktur dan pimpinan Industri pertahanan kedua negara. (MAW/JLY).

  Kemhan  

[Foto] Pesawat Produksi PT DI

Penampakan pesawat produksi PT Dirgantara IndonesiaPT Dirgantara Indonesia, Perusahaan milik negara baru-baru ini telah menyelesaikan pesanan dari TNI AU maupun negara Filipina. Dalam gambar yang diposkan pr1v4t33r, terlihat jenis pesawat yang telah rampung, siap di serahterimakan.

ptdi-1.jpg

Pesawat hasil kerja PT Dirgantara Indonesia meluncur keluar dari hanggar di Bandung. [pr1v4t33r]
ptdi-2.jpg

Pesawat pesanan TNI AU, CN 235 MPA siap ujicoba terbang dan di check kelayakannya. [pr1v4t33r]
ptdi.jpg

Pesawat CN 235 MPA pesanan TNI AU berbeda penampilannya dengan pesawat MPA TNI AU terdahulu. [pr1v4t33r]

Foto bersama 3 pesawat produksi PT DI. [pr1v4t33r]
nc-212-ph.jpg

2 Pesawat NC212i pesanan Filipina telah rampung dan siap diserahterimakan. Beredar berita bahwa PT DI di blacklist oleh pemerintah Filipina. Bila benar adanya, kemungkinan pengiriman akan tertunda sampai ada clearance dari Filipina. [pr1v4t33r]
nc-212-ph2.jpg

Pesawat NC212i pesanan Filipina dimandikan sebelum parkir. [pr1v4t33r]
  Garuda Militer  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More