blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 05 Februari 2014

Indonesia Bisa Bikin Pesawat Tempur 10 Tahun Lagi

 Saat ini, Indonesia masih mengimpor alutsista teknologi tinggi. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1JxJXENIfNNrYFYfmWG5l6GplnuwRK1vWaCIN78l5kGHRvAif91z1LCD5YReKs3m4-MT3Y1o6Rp5oeeHe5CooGmIt7_4sCp6QtOwh3yqvzLuU8fRIm3rZXWmsivn5bqevP3NXOViEU8w/s1600/cn-2.jpg
CN235 Patmar TNI AL
Kementerian Pertahanan menjadi juara pertama dalam upaya penggunaan produk dalam negeri. Kementerian itu pun mendapat penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Cinta Karya Bangsa Tahun 2013, Rabu 5 Februari 2014.

Menurut Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, pertahanan Indonesia di level menengah memang menggunakan produk dalam negeri selama ini, yaitu hasil produksi PT Pindad. "Kapal combatant dan kapal angkut buatan PT PAL juga sudah digunakan," kata Sjafrie di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

PT Pindad sudah memproduksi 250 panser dan puluhan ribu senjata api dan pistol yang sesuai standar TNI. Bahkan, kata dia, beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) sudah diekspor ke beberapa negara ASEAN.

"Industri pertahanan kita sudah memenuhi tingkat menengah. Sedangkan ke tingkat tinggi dalam 10 tahun lagi. Bisa membuat kapal tempur sendiri," ujar dia. Saat ini, Indonesia masih harus mengimpor alutsista tinggi, seperti kapal selam dan pesawat tempur.

Beberapa negara ASEAN sudah mencapai proses nego terkait pembelian alutista buatan Indonesia. Misalnya, Brunei Darussalam dan Malaysia ingin membeli panser. "Kedua negara juga tengah mengobservasi pesawat CN 235," jelasnya.

Sementara itu, Arab Saudi dan Korea Selatan sudah membeli pesawat jenis CN235. "Ini cukup membanggakan untuk pesawat 235 dan 295. Sayap dan radar pesawat itu buatan Bandung," ujarnya.

Hari ini, Kementerian Perindustrian memberikan penghargaan P3DN Cinta Karya Bangsa Tahun 2013 kepada tiga kementerian. Selain Kemenhan, dua kementerian lainnya yang mendapat penghargaan ini adalah Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan. (umi)


  Vivanews  

Kupu-Kupu Malam Menangkan Kontes Yaris Show Off 2014

King Yaris Show Off 2014 garapan Kupu-kupu Malam
Jakarta Toyota Yaris garapan Kupu-Kupu Malam akhirnya dinobatkan menjadi The King Yaris Show Off (YSO) 2014. Proses penjurian berlangsung Minggu (2/2/2014), namun pengumuman baru terlaksana hari ini, Selasa (4/2/2014).

"Semoga melalui ajang YSO, kreatifitas anak muda kian terasah. Kami berharap gelaran ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang penting bagi para pengguna Yaris khususnya yang berjiwa muda dan kreatif. Bertepatan dengan Toyota Appreciation Night, kami sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua peserta yang telah memberikan kreativitas unik dan segar," papar Johnny Darmawan, Presdir Toyota Astra Motor di Grand Indonesia, Jakarta.

Adu kreasi pada YSO 2014 menampilkan 9 kontestan hasil pemilihan 30 peserta yang mendaftarkan diri. Dewan juri mengaku sedikit kesulitan menentukan sang jawara dan pemenang 11 kategori, sebab kadar modifikasi masing-masing peserta telah berhasil menawarkan pengembangan konsep dari YSO sebelumnya.

Penilaian diukur dari kualitas pengerjaan, nilai estetika, kondisi produk di semua sektor (eksterior, interior, kaki-kaki, multimedia, gadget, audio, dan mesin). Syarat utama yang harus dipenuhi, setiap mobil harus layak jalan dan tidak melucuti aspek keamanan.

Kupu-Kupu Malam menghadirkan ide kreatif dengan permainan modifikasi di semua lini mengandalkan konsep teknologi hibrida. Sedikit berbeda, mobil ini menggabungkan dua sistem gerak. Pertama, mesin asli Yaris plus turbo dan beberapa komponen produk aftermarket untuk menggerakkan roda depan.

Kedua, mesin listrik bertenaga 10 KW yang disematkan ke kedua roda belakang. Sistem ini dikendalikan remote control, KompasOtomotif menyaksikannya sendiri mobil dapat bergerak maju-mundur tanpa bantuan pengemudi.

Fitur lain, sistem audio bisa dikendalikan operating system android, membuka-tutup pintu menggunakan nada siulan. Selain meraih gelar raja, Kupu-Kupu Malam juga mendapatkan kategori Best Bodykit.


  Kompas  

Masak Pakai Gas Bumi Hanya Bayar Rp 50 Ribu/Bulan

http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/09/09/221119_sumur-energi-panas-bumi-di-areal-gas-alam-patuha-jawa-barat_663_382.jpgJakarta Pemerintah saat ini terus berupaya memaksimalkan penggunaan gas bumi yang berlimpah jumlahnya. Beberapa contohnya untuk bahan bakar kendaraan dan bahan bakar memasak. Ini untuk mengurangi penggunaan minyak dan elpiji.

Ketua Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Someng mengatakan, penggunaan gas bumi jauh lebih murah dibandingkan menggunakan minyak atau elpji sebagai produk turunannya.

"Bahkan bagi rumah tangga, penggunaan gas bumi jauh lebih murah dibandingkan menggunakan elpiji," ujar Andy kepada detikFinance, Selasa (4/2/2014).

Andy mengungkapkan, biaya yang dikeluarkan tiap bulannya untuk rumah tangga rata-rata hanya Rp 50.000 per bulan.

"Tarifnya memang beda-beda, tapi rata-rata ibu-ibu rumah tangga untuk memasak pakai gas bumi habisnya hanya Rp 50.000 per bulan. Jauh lebih murah dibandingkan menggunakan elpiji," ucap Andy.

Namun diakui Andy, penggunaan gas bumi untuk rumah tangga masih tergantung pada ketersediaan infrastruktur pipa gas. "Tapi kalau tanpa ada jaringan gas pipa, gasnya tidak bisa tersalurkan, dan sayangnya infrastruktur pipa kita belum terlalu banyak," katanya.

Di tengah kurangnya infrastruktur gas tersebut, Andy menyatakan, diperlukan penggunaan maksimal infrastruktur gas pipa yang sudah ada saat ini.

"Kalau pipa distribusi gas yang ada saat ini, yang memasok ke industri, rumah tangga, dan lainnya ini bisa digunakan bersama, tidak dikuasai sendiri, masyarakat bisa lebih banyak menikmati gas bumi," ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membangun jaringan pipa gas bumi untuk rumah tangga di 5 kota pada tahun ini. Harapannya dengan program ini, gas melalui jaringan pipa dapat dinikmati oleh 20.000 rumah tangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Edy Hermantoro mengatakan, tahun ini akan dibangun jaringan gas bumi untuk rumah tangga di lima kota.

"Lima kota tersebut yakni Semarang, Batam, Bulungan, Sidoarjo, dan Bekasi. Dengan pembangunan jaringan pipa gas bumi tersebut diharapkan dapat mensuplai gas bumi ke 20.000 rumah tangga," ujar Edy.

Edy mengatakan, tahun lalu pemerintah telah membangun jaringan gas di 4 kota, yakni Sorong, Subang, Ogan Ilir, dan Blora.

"Dengan terbangunnya jaringan gas di 4 kota tersebut sudah dapat menyalurkan gas bumi ke 15.623 rumah tangga," ungkapnya.


  detik  

Selasa, 04 Februari 2014

UNY kembangkan salep luka bakar dari bekicot

Yogyakarta Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian mengembangkan salep luka bakar dari lendir bekicot.

"Bahan kimia yang terkandung di dalam mucus atau lendir bekicot (Achatina fulica Ferussac) antara lain achatin isolat, heparan sulfat, dan kalsium," kata ketua tim mahasiswa Rekno Wulan di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, achatin isolat bermanfaat sebagai antibakteri dan antinyeri, heparan sulfat bermanfaat dalam mempercepat proses penyembuhan luka dengan membantu proses pembekuan darah, dan kalsium berperan dalam hemostatis.

"Berdasarkan hal itu kami tertarik untuk mengembangkan penelitian tentang salep luka bakar dari lendir bekicot dan uji aktivitasnya sebagai antibakteri dan uji aktivitasnya dalam membunuh bakteri Pseudomonas aeruginosa," katanya.

Ia mengatakan pada uji antibakteri, penelitian mengunakan lendir bekicot sawah dan dilakukan uji aktivitasnya untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa. Dalam pengujian itu digunakan tiga variasi lendir bekicot, yakni 25 persen, 50 persen, dan 75 persen.

Pengujian dilakukan dengan teknik wall difuson. Setelah melakukan uji aktivitas bakteri, salep luka bakar lendir bekicot yang dibuat adalah salep dengan menggunakan konsentrasi lendir sebanyak 25 persen.

"Berdasarkan uji bakteri dengan konsentrasi tersebut telah mampu menghambat aktivitas antibakteri Pseudomonas aeruginosa sehingga salep luka bakar lendir bekicot yang akan dibuat adalah dengan konsentrasi 25 persen," katanya.

Menurut dia, jumlah salep yang dibuat pada penelitian itu adalah 100 gram dengan perbandingan lendir bekicot 25 gram dan bahan campuran pembuat salep yakni vaselin sebanyak 75 gram.

Pembuatan salep itu dilakukan dengan cara mencampurkan lendir dan vaselin menjadi satu sampai tercampur menjadi homogen. Setelah adonan salep tercampur menjadi homogen, bahan salep itu diinkubasi di dalam "freezer" kemudian didiamkan selama 24 jam.

"Setelah itu salep lendir bekicot siap digunakan. Salep luka bakar tersebut merupakan salep tingkat ringan yang digunakan di bagian kulit epidermis," katanya.

Anggota tim mahasiswa antara lain Apriyana Sandranuari, Rachma Trihani Praptiwi, Nuri Kiswandari, dan Avi Nurul Makrifah dengan dosen pembimbing Asri Widowati.


  Antara  

Lampu Made in Sleman Diekspor Hingga ke AS

http://images.detik.com/content/2014/02/03/1036/150753_ge320.jpgJakarta PT GE Lighting Indonesia di Sleman, Yogyakarta tahun ini menargetkan bisa mengekspor 35 juta unit lampu ke Amerika Serikat (AS).

"GE Lighting merupakan unit usaha yang paling lama kita geluti, tahun ini pabrik kami di Sleman menargetkan akan mengekspor 35 juta lampu ke Amerika, jadi jangan heran kalau main ke Amerika pas cek lampunya nanti Made in Sleman," ujar CEO General Electric (GE) Indonesia Handry Satriago ditemui di Plaza Sentral, Jakarta, Senin (3/2/2014).

Handry mengatakan, GE sudah berada di Indonesia hampir 70 tahun dan sudah ada 8 bisnis besar yang dikembangkan di dalam negeri.

"Kita mulai dari aviation, health care, oil and gas, power & water, transportation, lighting, capital, dan kami di Indonesia tahun lalu berhasil mencapai pendapatan total US$ 1 miliar," katanya.

Handry mengungkapkan sejak tahun 2013 hingga 5 tahun ke depan, GE Indonesia memiliki komitmen berinvestasi sebesar US$ 300 juta.

"GE akan menginvestasikan US$ 300 juta dalam lima tahun ke depan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia," katanya.

Investasi ini meliputi diantaranya perluasan fasilitas manufaktur peralatan eksplorasi bawah laut di Batam, serta pendirian GE Learning and Technology Center, sebuah kemitraan dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), Garuda Indonesia dan Pertamina, untuk menyediakan pusat pelatihan kepemimpinan dan teknologi, dan alih teknologi GE di Indonesia.

"Hingga saat ini, GE telah menginvestasikan lebih US$ 1 miliar di Indonesia," tutupnya.(rrd/hen)


  detik  

Senin, 03 Februari 2014

★ [Foto] Patroli Keamanan Laut dengan Speed Boat Ronin


Jakarta Prajurit TNI berada di atas speed boat Ronin usai peresmian pengoperasian speed boat tersebut di Satuan Keamanan Laut (Satkamla) Lantamal III di Pondok Dayung, Jakarta Utara, Senin (3/2/2014).

Speed boat tersebut merupakan produksi Galangan Kapal Bahari, Tanjung Priok, dengan spesifikasi meliputi panjang 10 meter, body full fiberglass, mesin pendorong dua unit serta kecepatan mencapai 35 knot. Ronin akan digunakan sebagai kapal patroli keamanan laut.


  Okezone  

Dua Unit Becak Listrik Buatan Yogyakarta Jalani Uji Coba

Ilustrasi becak listrikYogyakarta Dua unit becak listrik yang dikembangkan oleh warga Kota Yogyakarta diluncurkan dan sekaligus dilakukan uji coba.

"Tujuan dibuat becak listrik adalah untuk meringankan beban pengemudi becak, khususnya yang sudah berusia tua," kata Winawan selaku perancang becak listrik tersebut di Yogyakarta, Minggu (2/2).

Menurut dia, becak listrik tersebut merupakan modifikasi dari becak tradisional dengan menambahkan dinamo sebagai sumber tenaga listriknya. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu unit becak listrik adalah sekitar Rp 10 juta.

Selain memanfaatkan tenaga listrik sehingga becak bisa dipacu dengan kecepatan 30 kilometer per jam, pengemudi juga tetap bisa memanfaatkan pedal becak untuk mengayuhnya ketika tenaga listrik sudah habis.

Becak tersebut juga dilengkapi dengan berbagai alat pengaman, seperti rem cakram di roda belakang, lampu sein, lampu depan dan klakson.

Daya listrik yang dibutuhkan untuk mengisi baterai adalah 450 watt. "Dalam satu kali pengisian baterai, becak tersebut dapat menempuh jarak 60 kilometer," katanya yang menyebut pembuatan becak listrik itu mendapat dukungan dari Hanafi Rais Center.

Sementara itu, Hanafi Rais yang datang dalam kegiatan tersebut menyatakan becak listrik tersebut adalah becak yang ramah lingkungan. "Sudah ada sepeda listrik serta mobil listrik dan kini muncul becak listrik," katanya.

Hanafi yang kini tercatat menjadi salah satu calon anggota legislatif itu menyatakan, dua unit becak listrik tersebut kemudian akan diberikan kepada dua pengemudi becak yang sudah berusia lanjut.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Yogyakarta, Agus Triyatno mengatakan, pihaknya turut memantau pelaksanaan peluncuran becak listrik sebagai antisipasi apabila terdapat unsur pelanggaran kampanye.

"Berdasarkan hasil pemantauan, kegiatan tersebut tidak mengandung unsur kampanye atau pelanggaran lainnya karena tidak ada orasi atau ajakan untuk memilih calon anggota legislatif yang bersangkutan," katanya.

Agus menambahkan bahwa panitia penyelenggara kegiatan juga sudah melakukan pemberitahuan ke Panwaslu Kota Yogyakarta. "Jika ada pelanggaran kampanye, tentu akan kami tindak tegas," katanya.


Sabtu, 01 Februari 2014

Lapan Surveillance Aircraft Mampu Pantau Wilayah Indonesia

Tangerang Kini, Indonesia memiliki Pesawat Pengamat Wilayah. Lapan bekerja sama dengan Universitas Berlin, Jerman, berhasil mengembangkan pesawat pengamat yakni Lapan Surveillance Aircraft (PK-LSA01). Pesawat ini menjadi bagian pemanfaatan untuk kepentingan memotret wilayah di Indonesia. Selasa (28/1), Kepala Lapan, Bambang S. Tejasukmana meresmikan Pesawat LSA di Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Ditjen Perhubungan Udara, Curug, Tangerang.

Pilot melakukan uji terbang perdana pesawat LSA di lapangan terbang BBKFP Ditjen Perhubungan Udara.

Program pesawat LSA ini merupakan bagian dari program utama Pusat Teknologi Penerbangan (Pustekbang) Lapan. Selain LSA, Pustekbang juga memiliki program pengembangan pesawat tanpa awak (Lapan Surveillance UAV – LSU) dan program pengembangan pesawat transport nasional (N-219).

Pesawat LSA memiliki beberapa misi yakni akurasi citra satelit, verifikasi dan validasi citra satelit, monitoring produksi pertanian, aerial photogrammetry, pemantauan, pemetaan banjir, deteksi kebakaran, search and rescue (SAR), pemantauan perbatasan dan kehutanan, serta pemetaan tata kota.

Misi pesawat LSA ini dapat memperkuat sistem pemantauan nasional. Indonesia yang berpulau ini sangat memerlukan sistem pemantauan wilayah. Selain menggunakan teknologi satelit, diperlukan pula sistem pemantauan yang lebih impresif dengan menggunakan pesawat terbang. LSA tersebut sekaligus memperkuat penguasaan teknologi terbaru pesawat terbang.

Kepala Lapan memecahkan kendi sebagai simbol peresmian pesawat LSA-01

Pesawat LSA ini juga mampu mengakurasikan data dari foto citra satelit dengan resolusi tinggi yang telah digabung dengan satelit-satelit lain, dan mampu konfirmasi ulang langsung di lapangan secara acak. Dengan kemampuan terbang non-stop selama 6-8 jam, jangkauan tempuh 1.300 kilometer, dan dapat membawa muatan hingga 160 kg, LSA ini berpotensi untuk melakukan patroli sistem kelautan di Indonesia.

Dalam peresmian LSA, Kepala Lapan menargetkan selama lima tahun ke depan, pesawat ini dapat memiliki fungsi autonomous. Menurut ia, keuntungan sistem autonomous selain dapat bermanuver secara otomatis, kualitas dalam menjalankan misi surveillance dapat lebih presisi, efisien, dan efektif. “Dalam skema prosesnya, awalnya pesawat ini masih dikendalikan oleh pilot untuk lepas landas dan mendarat. Dan setelah mengudara, sistem autonomous ini akan aktif sehingga tidak memerlukan kendali dari pilot. Namun, jika ada hal yang tingkat urgensitasnya tinggi, pilot dapat mengintervensi,” ujarnya.

Saat ini pesawat telah siap dan sudah melakukan tes penerbangan perdana (flight test), ia berharap pesawat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan surveillance di Indonesia.


  Lapan  

Tantangan Mahasiswa Menciptakan Mobil Irit dan Energi Alternatif

Mobil prototipe Rakata ciptaan mahasiswa ITB (tim Rakata)
Jakarta Dari Shell Eco-Marathon Asia, kita bisa membuka mata bahwa bangsa ini dapat menciptakan kendaraan alternatif yang sangat efisien. Itulah yang harus dilakukan oleh 18 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Sebagai contoh, mobil prototipe karya Politeknik TEDC Bandung yang akan dilombakan, konsumsi bahan bakarnya ditargetkan 2.000 km per liter bensin (mobil tidak harus menempuh jarak 2.000 km). Sedangkan Cikal Diesel - mobil kota bermesin diesel dari Institut Teknologi Bandung (ITB) - menargetkan konsumsi biodiesel 180 km/liter.

Tak kalah penting, para mahasiswa tersebut (dibimbing langsung oleh dosen), juga dituntut menciptakan mobil energi alternatif seperti etanol, listrik dan hidrogen.

Lantas apa tanggapan mahasiswa dari perguruan tinggi di atas dengan tantangan dari Shell? Felix, perwakilan tim Cikal Diesel ITB menyatakan bahwa bioenergy seharusnya sudah bisa diterapkan di Indonesia.

”Tujuan kami menciptakan Cikal Diesel ini untuk menerapkan teori selama kuliah dan ikut lomba. Tetapi, lebih dari itu, kami para mahasiswa teknik sebenarnya ingin teknologi diciptakan oleh orang-orang Indonesia dapat dimanfaatkan," jelasnya.

Masih dari Bandung, tim Rakata menciptakan mobil berbahanbakar etanol, juga menyatakan hal senada. ”Di Brazil, etanol sudah banyak digunakan. Kami ingin mengenalkan bahan bakar ini sebagai alternatif dan segera bisa diproduksi di Indonesia,” ujar Habib Suryo, manajer tim.

Menguap

Keinginan mereka jauh dari kenyataan. Contohnya, langkah yang diambil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menerapkan Peraturan Menteri ESDM No. 25/ 2013 tentang Penyediaan, Pemanfaatan, dan Tata Niaga BBN, realisasinya terus menguap.

Dalam peraturan ini, disebutkan keharusan penyedia bahan bakar harus mencampur bahan bakar nabati (BBN) dengan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk transportasi (mencampur bioetanol 1 persen pada BBM nonsubsidi). Seharusnya, aturan ini mulai berlaku 1 September 2013.

PT Shell Indonesia (SI) sebagai salah satu penyedia bahan bakar, sebenarnya menyatakan kesiapannya jika memang harus demikian. Dikatakan Inggita Notosusanto, Communication Manager SI, kendala di lapangan cukup banyak antara lain elemen dari hulu hingga hilir untuk menyiapkan bahan baku bioenergy.

”Tentang energi masa depan, kami senantiasa mencari ke arah sana. Kami yakin tidak akan terlalu lama bisa diterapkan, terutama untuk etanol dan biodiesel. Penjajakan dan kerjasama terus dilakukan. Sekarang kami yang balik bertanya, bagaimana dengan kesiapan industri?” ujar Inggita.

Tak hanya jalur distribusi pasokan bahan baku nabati, Inggita mengaku khawatir dengan industri otomotif. Pasalnya, pelaku industri harus menyesuaikan diri bila bahan bakar baru harus digunakan. Bila tidak, akibat menggunakan bahan bakar alternatif tersebut garansi bisa hilang.


  Kompas  

☆ Dari Malang ke Istana Buckhingham berkat sampah

Gamal (dua dari kiri) dan Pangeran Charles (dua dari kanan)Berobat dengan sampah melalui sistem asuransi akan dijadikan model untuk diterapkan di kota-kota lain di dunia, kata Dr Gamal Albinsaid yang meraih penghargaan di Inggris.

Gamal merupakan salah seorang dari tujuh finalis dalam lomba pertama untuk kategori pemuda Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards yang diselenggarakan oleh Unilever bekerja sama dengan Universitas Cambridge.untuk penghargaan ini pada Jumat dini hari WIB (31/01) dalam jamuan makan di Istana Buckhingham, di London.

"Saya menyampaikan selamat kepada Gamal Albinsaid atas gagasan mengagumkan ini. Pemimpin muda ini mengembangkan gagasan yang benar-benar inovatif, menangani dua masalah pada saat yang bersamaan; manajemen dan daur ulang sampah serta asuransi kesehatan bagi masyarakat kurang mampu," kata Pangeran Charles dalam acara pemberian penghargaan.

Sementara Gamal sendiri mengatakan ingin mengembangkan sistem Klinik Asuransi Sampah ini di bidang lain termasuk pendidikan dengan apa yang ia sebut Sekolah Asuransi Sampah.

Gamal (dua dari kanan) dan enam finalis lain di Istana Buckhingham.

Tujuh finalis lainnya termasuk dari Meksiko dengan usulan energi terbarukan dari jaringan lampu tenaga surya dan Nigeria dengan pangan ayam murah dengan biji mangga.

Pesan-pesan optimistis

"Ternyata banyak orang yang peduli dengan orang-orang yang kurang beruntung. Bayangkan bila ketujuh finalis tinggal di satu desa yang sama, apa yang terjadi?" kata Gamal kepada BBC Indonesia.

"Itulah pesan-pesan optimistis yang saya tangkap dan sungguh kepedulian itu terasa manis," tambahnya setelah meraih penghargaan tersebut.

Gamal dalam diskusi Get Inspired dalam acara Parlemen Muda 25 Januari di Jakarta.

Gamal mengembangkan Klinik Asuransi Sampah ini pada 2010 dan sempat terhenti setelah berjalan enam bulan.

Klinik dengan sistem pemberian sampah ini dilanjutkan lagi tahun lalu dan saat ini memiliki anggota sekitar 500 orang.

Lomba ini diawali dengan pelatihan intensif oleh the Cambridge Programme for Sustainability Leadership (CPSL) awal minggu ini dan dilanjutkan dengan presentasi final Rabu lalu (29/01).

"Dalam presentasi, saya mengawali dengan masalah kesehatan di Indonesia dan rendahnya pendapatan separuh penduduk Indonesia yaitu di bawah US$2 per hari. Sehingga bisa kita bayangkan alokasi dana keuangan untuk kesehatan pada tingkat rumah tangga," kata Gamal.

"Sampah adalah solusi terbaik karena hampir setiap hari setiap orang, setiap rumah memproduksi sampah yang tidak digunakan."

Gamal mengatakan ingin mengembangkan klinik dengan sistem ini di kota-kota lain Indonesia dan juga dunia.

"Apa yang kami lakukan adalah membuat masyarakat memobilisasikan sumber daya mereka yang terbuang dan tidak digunakan, yaitu sampah dan meningkatkan akses kesehatan," tambahnya.


  BBC  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More