👷 🤝
Ilustrasi Kapal perusak kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. (Wikipedia)
Jepang dan Indonesia mulai membuka pembicaraan soal kemungkinan ekspor kapal perusak kelas Asagiri ke Jakarta.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Jepang menyampaikan bahwa kesepakatan untuk memulai pembicaraan tingkat kerja itu dicapai dalam pertemuan Menhan Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo, Jumat (5/6).
Kedua negara akan melanjutkan pembahasan melalui kerangka kerja tingkat teknis atau working-level framework yang telah dibentuk pada bulan sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di bidang peralatan pertahanan, teknologi pertahanan, serta potensi transfer kapal perang dari Jepang.
Salah satu fokus pembahasan adalah kemungkinan transfer kapal perusak serbaguna milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang ke Indonesia.
Kapal perusak kelas Asagiri merupakan kapal serbaguna milik Maritime Self-Defense Force atau Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. Secara umum, kapal jenis ini dapat dipakai untuk berbagai misi laut, termasuk pengawalan dan keamanan maritim.
Sementara itu Menhan Jepang Shinjiro Koizumi mengungkapkan bahwa kedua menteri telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan melalui mekanisme kerja tingkat teknis yang sudah tersedia.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Jepang memperdalam kerja sama di bidang peralatan pertahanan dengan sejumlah negara mitra. Selain Indonesia, Filipina dan Selandia Baru juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan yang tengah dikembangkan Jepang.
Negeri Matahari Terbit itu sebelumnya melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan pada April 2026 untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara mitra.
Untuk diketahui, destroyer kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang memiliki bobot sekitar 3.500 ton dengan panjang sekitar 137 meter dan termasuk kategori kapal penghancur atau destroyer.
Saat ini kapal-kapal kelas Asagiri difungsikan oleh Jepang sebagai kapal latih. Kapal tersebut pernah mengunjungi Indonesia pada awal 2023 dalam rangka misi diplomatik.
Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu bentuk transfer alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbesar antara Jepang dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. (jay)
Ilustrasi Kapal perusak kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. (Wikipedia)Jepang dan Indonesia mulai membuka pembicaraan soal kemungkinan ekspor kapal perusak kelas Asagiri ke Jakarta.
Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Jepang menyampaikan bahwa kesepakatan untuk memulai pembicaraan tingkat kerja itu dicapai dalam pertemuan Menhan Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Tokyo, Jumat (5/6).
Kedua negara akan melanjutkan pembahasan melalui kerangka kerja tingkat teknis atau working-level framework yang telah dibentuk pada bulan sebelumnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di bidang peralatan pertahanan, teknologi pertahanan, serta potensi transfer kapal perang dari Jepang.
Salah satu fokus pembahasan adalah kemungkinan transfer kapal perusak serbaguna milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang ke Indonesia.
Kapal perusak kelas Asagiri merupakan kapal serbaguna milik Maritime Self-Defense Force atau Pasukan Bela Diri Maritim Jepang. Secara umum, kapal jenis ini dapat dipakai untuk berbagai misi laut, termasuk pengawalan dan keamanan maritim.
Sementara itu Menhan Jepang Shinjiro Koizumi mengungkapkan bahwa kedua menteri telah sepakat untuk melanjutkan pembicaraan melalui mekanisme kerja tingkat teknis yang sudah tersedia.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Jepang memperdalam kerja sama di bidang peralatan pertahanan dengan sejumlah negara mitra. Selain Indonesia, Filipina dan Selandia Baru juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan yang tengah dikembangkan Jepang.
Negeri Matahari Terbit itu sebelumnya melonggarkan pembatasan ekspor senjata mematikan pada April 2026 untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara mitra.
Untuk diketahui, destroyer kelas Asagiri milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang memiliki bobot sekitar 3.500 ton dengan panjang sekitar 137 meter dan termasuk kategori kapal penghancur atau destroyer.
Saat ini kapal-kapal kelas Asagiri difungsikan oleh Jepang sebagai kapal latih. Kapal tersebut pernah mengunjungi Indonesia pada awal 2023 dalam rangka misi diplomatik.
Jika terealisasi, kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu bentuk transfer alat utama sistem persenjataan (alutsista) terbesar antara Jepang dan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. (jay)
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.