blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 12 Maret 2022

[Foto] Desain Inovasi MLRS Pindad

Desain inovasi MLRS Pindad ★

Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) Pindad menampilkan desain inovasi kendaraan MLRS (Multiple Launch Rocket System).

Kendaraan MLRS hasil desain Pindad direncanakan akan diproduksi kedepan bila nantinya di setujui kelaikannya oleh Kemhan.

Dari desainnya, bisa ditebak nantinya kendaraan ini akan menggunakan beberapa jenis roket dengan kaliber yang berbeda.

Bila melihat desain dari gambar, nantinya kendaraan ini akan mengusung roket Rhan kaliber besar, bila mengikuti proyek LAPAN, bisa jadi akan mengusung kaliber 450 mm.

Semoga desain kendaraan ini cepat direlasikan dan diharapkan dapat mengusung salah satu rudal hasil penelitian lokal kedepan.

  Berikut ilustrasi kreasi Pindad : 





  ➶
Indonesia Teknologi  

Jumat, 11 Maret 2022

[Video] Rencana Alutsista Ranpur Lapis Baja TNI AD dan Korps Marinir

♞ Pengadaannya Sampai dengan 2024Badak FSV Pindad ☆

Alat Utama Sistem Senjata atau Alutsista TNI AD yang diharapkan datang kembali adalah APC Anoa 6x6 buatan Pindad yang didanai oleh Pinjaman Dalam Negeri.

Program tersebut tercantum dalam Daftar Kegiatan Prioritas Pinjaman Dalam Negeri (DKPPDN) 2021 yang disetujui oleh Menteri Keuangan dan kontraknya telah ditandangani beberapa bulan silam.

Sebagai produsen alutsista APC Anoa 6x6, PT Pindad akan memasok sejumlah kendaraan tempur lapis baja itu ke TNI AD.

Kontrak tersebut akan semakin memperpanjang terbukanya lini produksi kendaraan yang desainnya mengacu pada Renault VAB buatan Prancis itu.

PT Pindad juga sudah mendapatkan kontrak untuk memasok alutsista kendaraan tempur Badak 6x6 yang dilengkapi kanon 90 mm dari pemerintah. Kontrak itu akan menambah populasi alutsista Badak 6x6 di lingkungan TNI Angkatan Darat setelah Januari 2022 lalu BUMN ini menyerahkan tujuh Badak 6x6 ke TNI Angkatan Darat melalui Kementerian Pertahanan.

Seperti diketahui, Badak 6x6 mempunyai fungsi sebagai Fire Support Vehicle (FSV) untuk mendukung pergerakan satuan-satuan TNI Angkatan Darat di medan operasi.

Dioperasikan oleh satuan kavaleri, Badak 6x6 mengadopsi turret CSE 90 buatan John Cockerill Defence.

 Berikut video diposkan Sobat militer :
 


  ♞ Youtube  

Kamis, 10 Maret 2022

KRI Teluk Palu 523

Kapal Perang Pengangkut Tank yang Diresmikan KSALKRI Teluk Palu 523 [istimewa] ☆

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan KRI Jenis Angkut Tank 6 KRI Teluk Palu-523 di Galangan kapal PT. Daya Radar Utama (DRU) Lampung, Rabu (9/3/2022).

Alutsista ini akan bergabung dengan jajaran kapal perang di jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) TNI AL. Yudo mengatakan, pembangunan kekuatan dengan langkah modernisasi alutsista dan teknologinya menjadi salah satu program prioritas TNI AL. Sebab hal itu sebagai upaya menghindari ketergantungan terhadap negara lain.

Menurut Yudo, teknologi alutsista memang bukan hal yang mudah untuk dikuasai sehingga diperlukan komitmen, tekad dan usaha yang tidak pernah berhenti dari semua pihak, termasuk pelaku industri yang harus terus meningkatkan kemampuan agar memenuhi tuntutan kebutuhan.

“Saya yakin kehadiran KRI Teluk Palu-523 dalam jajaran alutsista TNI AL akan meningkatkan daya gempur, kepercayaan diri, dan performa dalam pelaksanaan tugas-tugas TNI AL ke depan," ujar Yudo.

Kapal KRI Teluk Palu-523 memiliki daya tampung 360 prajurit, 115 personel Anak Buah Kapal (ABK), dan 6 kru helikopter. Kapal ini memiliki panjang 120 meter, lebar 18 meter, draft 3 meter (full load) dengan bobot 4.508 ton.

Kapal tersebut juga memiliki kecepatan maksimum 16 knots, kecepatan jelajah 14,8 knots dan kecepatan ekonomis 13,6 knots serta dilengkapi persenjataan 2xMer 40 mm dan 2x Mer 12,7 mm sebagai pertahanannya.

Selain acara delivery dan peresmian kapal tersebut, dilaksanakan pula pengukuhan Letkol Laut (P) Siswandony yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 48 Tahun 2002 sebagai Komandan KRI Teluk Palu-523 yang pertama. (cip)
 

  ⚓
sindonews  

Rabu, 09 Maret 2022

Penampakan KRI Panah 626

⚓ Kapal KCR 60 keenam produksi PAL IndonesiaKRI Panah 626 [PAL] ⚓

Dari website resmi PAL Indonesia, di publikasikan kapal keenam KCR 60 M.

Kapal dengan panjang 60 meter ini diberitakan diberi nama KRI Panah 626.

Baru baru ini PT PAL telah memasang senjata utama, Main Gun 57Mk3 naval gun system pada Kapal Cepat Rudal (KCR) kapal ke-6 telah dilaksanakan dengan lancar.

Kapal KCR merupakan state of the art PT PAL Indonesia, dimana keseluruhan proses rancang bangun dilakukan oleh PT PAL Indonesia.

Kapal tersebut dibangun secara lengkap baik platform hingga sistem sensor dan senjata.

Sebelumnya PT PAL Indonesia juga telah melakukan launching ceremony KCR kapal ke-5 pada Desember 2021 lalu.

Proyek pembangunan kapal KCR 60 meter merupakan salah satu bukti kapabilitas PT PAL Indonesia dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan matra laut dalam negeri, untuk memperkuat serta memodernisasi kebutuhan alutsista di jajaran TNI Angkatan Laut.

KCR 60 meter batch ketiga ini juga mempunyai keunggulan ketahanan di laut selama lima hari, mempunyai jarak jelajah 2400 nautical mile (NM) pada kecepatan 20 knot serta mampu mengangkut 55 orang.

Untuk menambah daya gempur dan kehandalannya, KCR 60 meter ini akan dipasang sensor dan weapon and command (Sewaco).

Antara lain, SSM Exocet MM40 B3 MBDA France, Auxiliary 20 mm Gun Shipborn E Serbia, Surveillanc E Radar Terma Scanter 4603 Denmark, EO tracking c-fire United Kingdom, Decoy & ESM [FFBNW], Data Link National D L Indonesia, CMS Terma C-FLEX Denmark, dan Main Gun 57 Bofors MK3 Sweden.


  🔅
Garuda Militer  

Senin, 07 Maret 2022

Indonesia Incar Kemungkinan Pengadaan UAV Turkii

✈ Proyek Bersama Dengan Turki Bayraktar TB2 [ist]

Indonesia sedang mempertimbangkan pengadaan UAV buatan Turki serta menyiapkan proyek bersama untuk merancang dan memproduksi UAV dengan Turki di masa depan.

Pada 30 Januari, Indonesia mengalokasikan dana hingga Rp 175 miliar atau sekitar US$ 12,2 juta untuk pengadaan sejumlah UAV berkemampuan tempur (UCAV) untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI-AD). Tidak ada rincian lebih lanjut telah dirilis.

“Indonesia juga mengembangkan UAV-nya sendiri, tetapi kami juga membahas kemungkinan mendapatkan UAV dari Turki.” Duta Besar Indonesia untuk Turki, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan dalam wawancara baru-baru ini dengan SavunmaTR.

[Global security]

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya memasok UAV, tetapi juga menghasilkan transfer teknologi untuk berbagai jenis UAV di masa depan.” dia menambahkan.

Menyusul keberhasilan operasi UAV Turki selama perang Nagorno-Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia pada tahun 2020, militer Indonesia (TNI) menyatakan minatnya untuk mengakuisisi UAV buatan Turki. Menurut sumber, Bayraktar TB2 dan Bayraktar Akıncı dari Baykar adalah kandidat yang paling mungkin.

Selain UAV buatan lokal, TNI juga telah mengoperasikan campuran UAV dan UCAV buatan Israel, Amerika dan China selama dekade terakhir. CH-4B China adalah satu-satunya drone berkemampuan tempur yang saat ini dioperasikan oleh Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU). Indonesia juga mengejar program UCAV sendiri dengan proyek “Elang Hitam”, dengan penerbangan pertama diharapkan tahun ini.

  ✈ GBP  

Minggu, 06 Maret 2022

5 Fakta Seragam Baru TNI AD

https://asset.kompas.com/crops/AYKFeIHUvo8VdE496EM08RAXLYA=/0x0:0x0/750x500/data/photo/2022/03/02/621ef5ce66673.jpegKSAD pamerkan loreng TNI AD

Seragam baru TNI Angkatan Darat (TNI AD) telah diperkenalkan kepada masyarakat dalam kegiatan Rapat Pimpinan TNI AD 2022 di Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengatakan, seragam baru TNI AD memiliki corak yang khas.

Corak tersebut disebutnya sebagai “loreng TNI AD”.

Selain Dudung, beberapa perwira tinggi berpangkat letnan jenderal juga mengenakan seragam baru TNI AD, seperti Koordinator Staf Ahli KSAD Letjen Afini Boer dan Wakil KSAD Letjen Agus Subiyanto.

Fakta-fakta seragam baru TNI AD

  1. Diciptakan oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa 

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (3/3/2022), Dudung menyebut bahwa seragam baru TNI AD ini merupakan gagasan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa saat masih menjabat sebagai KSAD.

Tak hanya seragam, brevet pada seragam baru TNI AD juga merupakan ide Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

“Seragam baru sebetulnya diciptakan Pak Andika Perkasa waktu KSAD. Kemudian ada evaluasi dari para asisten, ada penambahan penambahan warna sedikit, brevetnya juga ini sudah dibuat oleh Pak Andika,” jelasnya.

  2. Buatan Indonesia 

Masih dari sumber yang sama, seragam baru TNI AD merupakan buatan Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan oleh Dudung saat memamerkan seragam baru TNI AD.

“Ini loreng Angkatan Darat. Buatan Indonesia-lah, enggak mungkin (luar negeri),” imbuh dia.

  3. Serangam loreng pertama TNI AD 
https://asset.kompas.com/crops/c6iPnRNXDp0B_3KHqW9uZhb1uSc=/0x0:0x0/750x500/data/photo/2022/01/25/61ef9f87afb9f.jpgSeragam baru TNI AD tersebut diketahui merupakan seragam loreng pertamanya.

Ternyata, selama ini TNI AD belum memiliki seragam loreng sebagaimana matra lain telah memilikinya.

Adapun seragam loreng yang sebelumnya digunakan TNI AD merupakan seragam loreng khas Mabes TNI.

“Karena Angkatan Darat belum punya loreng rupanya. Jadi loreng yang ini adalah loreng TNI,” kata Dudung dalam wawancara dengan KompasTV, Rabu (2/3/2022).

  4. Corak khas sebagai pembeda 

Corak loreng seragam baru TNI AD menjadi pembeda dari seragam sebelumnya.

Pasalnya corak khas serangam baru TNI AD ini berupa loreng dengan paduan warna coklat, hijau, dan krem.

Sekilas, seragam baru TNI AD ini hampir mirip dengan seragam Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Kendati demikian, Dudung menyebut bahwa corak loreng seragam baru ini akan menjadi ciri khas TNI AD.

Sebelumnya, seragam TNI AD memiliki corak loreng coklat, hijau, dan hitam sesuai dengan warna geografis Indonesia.

  5. Seragam kelima TNI AD 

Sejak awal kemerdekaan 1945, seragam TNI AD beberapa kali mengalami perubahan.

Dilansir dari Kompas.com, Kamis (3/3/2022), seragam awal TNI AD yang saat itu masih bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR), berupa campuran antara corak seragam peninggalan Angkatan Bersenjata Hindia-Belanda (KNIL) dan Pembela Tanah Air (PETA) yang berwarna hijau lumut.

Kemudian, ketika Perang Dunia II, seragam TNI AD diganti seragam dengan corak loreng macan tutul. Satuan Angkatan Darat yang identik dengan corak ini adalah Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang kini dikenal Komando Pasukan Umum (Kopassus).

Pada 1964, bertepatan dengan Hari ABRI yang kini menjadi TNI, Kopassus memperkenalkan seragam baru dengan corak berwarna merah.

Seragam tersebut dikenal dengan corak Loreng Darah Mengalir.

Seragam TNI AD berikutnya mengadopsi dari corak M81 Woodland milik Angkatan Darat Amerika Serikat.

Perpaduan warna loreng merah berganti menjadi coklat, hijau, dan hitam.

Kini, seragam baru TNI AD yang disebut dengan loreng TNI AD memiliki corak berwarna coklat, hijau, dan krem.

 ♖ Kompas  

Sabtu, 05 Maret 2022

Mabes TNI AL Bangun 5 Kapal Patroli PC 60

⚓ Dilengkapi MeriamPembangunan kapal PC-60 di PT Karimun Anugrah Sejati [AnalisNews] ⚓

Markas TNI AL membangun Kapal Patroli Cepat PC 60 yang akan digunakan Armada 1 dalam menjaga kedaulatan perairan NKRI terutama Wilayah Barat. Sebagai tanda awal pembangunan kapal patroli tersebut, Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmad Heri Purwanto melaksanakan first stell cutting dan peletakan lunas (keel laying) di PT Karimun Anugrah Sejati, Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (4/3/2022).

"Tahun ini kita pesan lima, satu dibangun di Batam, dua di Banten dan dua unit lagi masih menunggu tempat pembangunanya. Mudah-mudahan yang dua itu segera diputuskan,” ujar Wakasal di sela-sela peninjauan rangka kapal PC 60.

Tujuan pembangunan kapal ini, lanjut Heri, sebagai langkah nyata dari TNI AL mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia dalam membangun alutsista, khususnya kapal PC 60.

"Kapal PC merupakan salah satu unsur penting dalam armada TNI AL. Kemampuan kapal PC, merupakan hal yang signifikan, tidak hanya bagi TNI AL saja, namun memiliki implikasi strategis postur pertahanan negara secara keseluruahan,” ujar Heri.

Di sisi lain, lanjut Heri, pembangunan kapal PC 60 ini bisa berdampak terhadap pergerakan ekonomi. Karena perusahaan yang mendapat proyek pembangunan kapal senilai Rp 200 miliar tersebut akan menyerap tenaga kerja.

Ini kan masa pandemi banyak pekerja yang dirumahkan karena sepi proyek. Harapan kita dengan banyaknya proyek pekerjaan seperti ini, kan tentunya berdampak pada ekonomi kita, bisa bekerja, dapat penghasilan,” harap Heri.

Proses produksi kapal PC 60 dengan kontrak 28 Oktober 2021 (multi years 2021, 2022, 2023), ditargetkan akan rampung pada Mei 2023. Pengiriman direncanakan pada Agustus 2023, dengan spesifikasi: main dimension 60 x 8.50 x 2.6 meter, kecepatan 24 knot, cruising speed 15 knot, dan daya tampung kru sebanyak 50 orang. Kapal Patroli TNI AL PC 60 akan dipersenjatai meriam dan akan beroperasi di peraian Selat Malaka.
 

  🔅 TVOneNews  

Jumat, 04 Maret 2022

'Harta Karun' Super Langka Rebutan Dunia Tersebar di RI

Logam Tanah Jarang ♔

Indonesia memiliki 'harta karun' super langka dalam hal ini logam mineral tanah jarang (LTJ) atau rare earth element (RRE). 'harta karun' super langka ini pun hanya tersebar di beberapa lokasi saja dengan jumlah cadangan 1,5 miliar ton.

Lantas, di mana sajakah lokasi sebaran 'harta karun' super langka ini?

Berdasarkan "Kajian Potensi Mineral Ikutan pada Pertambangan Timah" yang dirilis Kementerian ESDM pada 2017, logam tanah jarang ini tersebar di beberapa daerah, antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi, dan Papua.

Volume endapan mengandung LTJ yang tersebar di berbagai daerah menunjukkan jumlah yang sangat besar. Pada pulau Sumatera, jenis endapan LTJ yang terbentuk adalah LTJ pelapukan dengan volume mencapai 4.426.115,4 ton.

Dengan estimasi sekitar 0,45% dari volume tersebut mengandung LTJ, maka paling tidak lebih dari 19.000 ton sumber data LTJ terkandung di dalamnya.

'Harta karun' super langka ini akan semakin diincar dunia ke depannya karena dibutuhkan untuk bahan baku komponen teknologi canggih, seperti baterai, telepon seluler, komputer, industri elektronika, pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), hingga peralatan senjata atau industri pertahanan dan kendaraan listrik.

Dari ke-17 unsur logam tanah jarang tersebut, enam di antaranya sangat diperlukan untuk pengembangan kendaraan listrik, yaitu lanthanum (La), cerium (Ce), neodymium (Nd) untuk baterai, praseodymium (Pr), neodymium (Nd), terbium (Tb), dan dysprosium (Dy) untuk generator dan motor listrik.

Berikut rincian potensi logam tanah jarang dan sebarannya di Indonesia:

  ♔ Bangka Belitung 

Logam tanah jarang dari penambangan timah, ada yang bersifat berat (heavy) dan ringan (light). Paling tidak ada 12 oksida logam tanah jarang yang diidentifikasi dari hasil penambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Di Provinsi Bangka Belitung, mineral LTJ merupakan hasil samping dari penambangan timah. Estimasi potensi LTJ secara hipotetik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah 7 juta ton, berdasarkan hasil penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

Mineral-mineral yang mempunyai nilai ekonomis, yaitu ilmenit (32,43%), zircon (16,65%), kasiterit (12,59%) dan monasit (11,76%). Monasit (Ce,La,Y,Th)PO3) merupakan senyawa fosfat LTJ yang mengandung 50-70% oksida LTJ.

Monasit, terdapat di Bangka, Belitung, dan Kundur, diperkirakan jumlahnya 180.323 ton.

Xenotim, terdapat di Bangka, Belitung, dan Kundur, diperkirakan jumlahnya 21.876 ton.

Zircon, terdapat di Bangka, Belitung, dan Kundur, diperkirakan jumlahnya 1.226.268 ton. Sementara di Katingan, Kalimantan Tengah diperkirakan jumlahnya mencapai 8.855.120 ton.

Untuk khusus di Pulau Bangka Belitung, jenis endapan LTJ adalah LTJ tailing, hasil penambangan timah. Volume endapan tersebut mencapai lebih dari 16,6 miliar meter kubik. Dengan asumsi yang sangat kecil, yakni hanya 0,0023%, paling tidak terdapat lebih dari 383.000 ton LTJ.

Jika asumsi ini ditingkatkan, paling tidak LTJ yang bisa di-recovered sekitar 5% dari volume awal, maka ada sekitar 833.130.000 ton LTJ yang dapat diolah.

  ♔ Kalimantan & Sulawesi 

Sedangkan pada Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi, endapan LTJ yang ada adalah endapan LTJ laterit dengan volume masing-masing mencapai 1.928.640 ton dan 1.515.056 ton.

Dengan menggunakan rasio estimasi yang sangat kecil terhadap volume yang ada, yakni sekitar 0,0114% (Pulau Kalimantan) dan 0,0292% (Pulau Sulawesi), maka jumlah minimal LTJ yang dapat diolah sekitar 219 ton dan 443 ton. (pgr/pgr)

  ♔
CNBC  

Kamis, 03 Maret 2022

[Video] Pindad Sukses Lakukan Uji Tembak Medium Tank Harimau

♞ Diposkan PindadMT Harimau Pindad [Pindad] ★

PT
Pindad (Persero) melaksanakan uji tembak (firing test) produk First Article Medium Tank Harimau pada 24 - 25 Februari 2022 di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) TNI AD Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan uji tembak merupakan salah satu rangkaian dari Factory Acceptance Test (FAT) produk Medium Tank Harimau. Tujuan kegiatan uji tembak dilaksanakan untuk mengetahui dan memastikan kemampuan turret dengan kanon 105mm dalam kondisi baik, memenuhi persyaratan dan spesifikasi desain terbaru yang mendapatkan berbagai peningkatan.

Uji tembak / firing test dilakukan dengan posisi Medium Tank Harimau statis dan target tembakan statis berjarak 1250 meter berukuran 4x4 meter menggunakan jenis peluru HEP-T (High Explosive Plastic Tracer) & peluru TPCSDS-T (Target Practice Cone Stabilized Discarding Sabot with Tracer).

Factory Acceptance Test pada produk Medium Tank Harimau menjadi momentum penting bagi PT Pindad (Persero) sebagai bukti kapabilitas dalam penguasaan teknologi bidang pertahanan terutama produk kendaraan tempur. Dengan berbagai peningkatan pada desain serta keberhasilan pada uji tembak First Article Medium Tank Harimau, diharapkan PT Pindad (Persero) mampu memajukan dan menguatkan pertahanan nasional.


  ♞ Youtube  

Rabu, 02 Maret 2022

Prabowo Bakal Beli 2 Kapal Selam Scorpene

 KSAL: Kita Sudah Cek, Kita SetujuKapal selam Scorpene dinilai cocok dengan geografis Indonesia. [DCNS] ⚓️

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono setuju atas rencana pembelian dua kapal Scorpene asal Perancis oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Menurut Yudo, kapal selam Scorpene termasuk kapal selam yang memenuhi syarat untuk bisa beroperasi dengan karakteristik perairan Indonesia.

“Kemarin sudah kita cek juga di dalam tentang kapal selam Scorpene memenuhi syarat apabila itu diadakan kita setuju,” kata Yudo kepada awak media di sela-sela Rapim TNI AL Tahun 2022 di Mabesal, Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Yudo menjelaskan, TNI AL sebelumnya berkeinginan agar pengadaan kapal selam menyasar pada unit yang di atas 1.300 gross tonnage (GT).

Sementera, dari hasil pengecekan oleh tim TNI AL dan Kemenhan diketahui bahwa Scorpene memiliki spesifikasi sesuai yang dibutuhkan.

Dengan demikian, Scorpene pun telah memenuhi syarat yang dibutuhkan TNI AL.

Di samping itu, Yudo membeberkan, rencana pembelian Scorpene telah melalui diskusi yang panjang dalam rangka memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL.

“Sudah melalui diskusi yang panjang untuk kapal selam yang besar itu,” imbuh dia.

Diberitakan, Prabowo berencana membeli dua kapal selam Scorpene asal Perancis.

Rencana pembelian ini masuk dalam kerja sama di bidang research and development tentang kapal selam yang telah ditandatangani antara pihak PT PAL Indonesia dan NAVAL Grup dari Perancis di Jakarta, Kamis (10/2/2022).

"Hari ini kita telah tandatangani MoU kerja sama di bidang research and development tentang kapal selam antara PT PAL dengan NAVAL grup dari Perancis yang tentunya akan mengarah pada pembelian dua kapal selam Scorpene," kata Prabowo, Kamis.

Prabowo menjelaskan, rencana pembelian itu sudah termasuk Air-independent Propulsion (AIP) beserta persenjataan dan suku cadang yang dibutuhkan termasuk latihan.

  ⚓️
Kompas  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More