blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Jumat, 13 Agustus 2021

100 Insinyur Indonesia Lanjutkan Proyek Jet Tempur KF-21/IF-X

Di Korea Selatan https://pict-b.sindonews.net/size/1280/salsabila/slider/2021/08/9892/100-insinyur-indonesia-lanjutkan-proyek-jet-tempur-kf21ifx-ahh.jpginfografis (sindonews)

Total, 100 insinyur Indonesia akan bergabung dengan tim Korea Selatan (Korsel) untuk melanjutkan proyek pengembangan jet tempur canggih KF21/IF-X . Proyek jet tempur patungan yang belum rampung ini berlangsung di Korea Selatan.

Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan mengatakan pada hari Rabu bahwa para insinyur tersebut sedang mengajukan permohonan visa. Setelah 32 insinyur disetujui untuk masuk, total 100 insinyur Indonesia akan bergabung dengan tim Korsel pada akhir tahun.

Proyek KF-21/IF-X dimulai pada 2015 antara kedua negara. Korea Selatan dan Indonesia sepakat membangun pesawat tempur generasi 4,5 dengan biaya sekitar USD7,6 miliar.

Indonesia pada awalnya setuju untuk menanggung sekitar 20% dari biaya pengembangan, tetapi setelah mengirimkan sekitar USD 200 juta, Indonesia belum membayar sekitar USD 540 juta yang seharusnya jatuh tempo awal tahun ini.

Pembayaran yang terlambat telah menimbulkan spekulasi di Korea bahwa Indonesia sedang berusaha untuk menarik diri dari proyek pengembangan KF-21.

DAPA mengatakan pada hari Rabu bahwa kedua negara "saling mengonfirmasi" pengembangan bersama prototipe KF-21.

Jung Kwang-sun, kepala program KF-21 di DAPA, mengatakan bahwa Seoul akan melakukan yang terbaik untuk melanjutkan pengembangan bersama jet tempur itu "sesegera mungkin."

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan diskusi terkait seperti kontribusi Indonesia dengan mengadakan pembicaraan tingkat kerja paling cepat," kata Jung, seperti dikutip dari KBS, Kamis (12/8/2021).

Para insinyur Indonesia meninggalkan Korea Selatan pada tahap awal pandemi virus corona. Pemulangan sebelumnya juga ditunda karena bencana alam baru-baru ini di Indonesia.

Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi Korea Selatan pada bulan April untuk mengonfirmasi komitmen Jakarta untuk pembangunan bersama KF-21/IF-X.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertemu dengan Prabowo di Gedung Biru selama kunjungan awal tahun ini. (min)

 ♖ sindonews 

Kamis, 12 Agustus 2021

Ventilator Indonesia Buatan LIPI

 Ventilator Smart Innovated 
https://disk.mediaindonesia.com/thumbs/590x400/photos/2021/08/ant-202108-001135.jpgVentilator Indonesia buatan LIPI [antara]

P
eneliti Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi (P2ET) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Eko Joni Pristianto menguji coba ventilator Smart Innovated Ventilator Indonesia (Sivenesia) di Kantor LIPI, Cisitu, Bandung, Jawa Barat, Senin (9/8/2021).

Ventilator dengan menggunakan sistem android dan memiliki mode CPAP-BPAP tersebut dapat beroperasi selama empat hingga enam jam tanpa listrik dan akan diproduksi massal usai menjalani uji klinis di RSHS serta mendapatkan ijin edar dari Kementerian Kesehatan guna membantu menanggulangi pandemi COVID-19.


  ⍟ Media Indonesia  

Rabu, 11 Agustus 2021

Alih Kelola Blok Rokan Jadi Kado Istimewa HUT Kemerdekaan RI

 Setelah lebih dari 90 tahun dikelola Chevron  
https://asiatoday.id/wp-content/uploads/2019/09/Blok-rokan-Riau.-Ist-702x375.jpgBlok rokan, Riau. [Ist]

P
residen Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada perusahaan di bawah Kementerian BUMN, PT Pertamina Persero yang akan mengelola Blok Rokan.

"Setelah lebih dari 90 tahun blok Rokan dikelola Chevron sejak Agustus 2021 kekayaan alam Bumi Lancang Kuning mulai dikelola Pertamina," kata Jokowi dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Pertamina, Rabu (11/8/2021).

Jokowi mengatakan alih kelola Blok Rokan kepada Pertamina tersebut merupakan sebuah tantangan.

Namun, ia yakin perusahaan plat merah tersebut mampu mengelola Blok Rokan menjadi lebih produktif.

"Saya percaya bahwa Pertamina mampu, mampu mengelola blok rokan ini. Selamat atas kembalinya pengelolaan blok rokan ini ke bawah pangkuan ibu pertiwi," katanya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erik Thohir mengatakan dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina setelah hampir satu abad di bawah kendali Chevron merupakan bagian dari komitmen Presiden Jokowi sejak 2018 lalu.

"Dikelolanya Blok Rokan oleh Pertamina merupakan kado ulang tahun kemerdekaan RI. ladang migas terbesar kedua di negeri ini kini resmi dikelola BUMN kebanggaan kita: Pertamina," kata Erick dikutip dari akun resmi instagramnya, Rabu (11/8/2021).

Blok Rokan kata Erick memiliki peran penting dalam memberikan manfaat lebih terhadap perekonomian nasional dan bagi masyarakat lokal di Siak dan Riau.

Baik dalam bentuk Tanggung Jawab Lingkungan dan sosial, penyerapan tenaga kerja serta serta pemberdayaan UMKM lokal.

"Kini saatnya para perwira Pertamina memimpin perjuangan untuk menjaga dan meningkatkan volume produksi migas di Blok Rokan, membangun kemandirian dan kedaulatan energi nasional," katanya.

Erick berharap anak perusahaan Pertamina yakni Pertamina Hulu Rokan dapat mengukir sejarah baru dalam mengelola ladang minyak tersebut.

"Melangkah ke depan dengan segenap energi untuk mengukir sejarah baru dan mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh," ujarnya.

  ⍟
Tribunnews  

Drone Buatan Dalam Negeri Siap Terbang Perdana Akhir 2021

 PUNA Elang Hitam dapat beroperasi otomatis dan tahan terbang lebih 24 jam.  
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYGYKvps3FUcppw6Hp0MZNilfnS9PjhMX_kUPyTGKVdtGMTKwY53aEJOB-Ahp6V7jZFYdwuVdpQQ9mxyQTXxk0rWDQgbJMi0ovFjyVZbjjcxdYCS3A1i42XMdmBVwLO1D4Amki915flcI2/s1080/PTTA+MALE+Black+Eagle+BUMN+346.pngPUNA Elang Hitam [LEN]

B
adan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berencana melakukan terbang perdana PUNA Elang Hitam (Pesawat Udara Nirawak Medium jenis Medium Altitude Long Endurance) pada akhir 2021. Inovasi teknologi di bidang pertahanan ini bagian dari Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tiap 10 Agustus.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, PUNA Elang Hitam merupakan lompatan teknologi masa kini guna menjangkau teknologi maju di masa depan. PUNA Elang Hitam dapat beroperasi otomatis dan memiliki daya tahan terbang lebih dari 24 jam.

Proyek ini dikembangkan bersama dalam sebuah konsorsium nasional melibatkan Kementerian Pertahanan, TNI AU, BPPT, LAPAN, ITB, PT DI, dan PT LEN. BPPT ditunjuk sebagai koordinator Prioritas Riset Nasional (PRN) PUNA Elang Hitam sesuai dengan Peraturan Menteri Ristekdikti No. 38 Tahun 2019.

"Tujuan akhir dari Konsorsium PUNA Elang Hitam yaitu mengakomodir kebutuhan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI khususnya drone jenis kombatan yang sekelas dengan drone canggih milik Turki (AnKA), Amerika Serikat (Predator), dan Israel (Heron)," kata Hammam dalam keterangan pers, Selasa (10/8).

Hammam menilai, penguasaan teknologi PUNA Elang Hitam dapat menjadi sarana kemajuan teknologi pertahanan nasional. Kemudian secara bertahap membangun kemandirian teknologi sub-sistem PUNA jenis MALE oleh anggota konsorsium. Sehingga bisa menghasilkan produk drone MALE kombatan yang dapat diterima TNI AU sesuai persyaratan.

Hammam menjelaskan, kerja menyiapkan drone PUNA Elang Hitam dibagi ke tiga sub kegiatan pendukung, yakni pembangunan platform (wahana), pembangunan flight control system (FCS) dan mission system, serta pembangunan sistem senjata dan integrasinya.

"Kami mengajak semua pihak mensukseskan agar PUNA Elang Hitam dapat terbang perdana di 2021 dan menjalankan pentahapan sebaik-baiknya agar mampu mewujudkan misi kombatan di tahun 2025," ucap Hammam.

Hammam berharap, PUNA Elang Hitam dapat menghemat devisa nasional. Sehingga, banyak nilai tambah dari proses desain, manufakturing yang dapat diserap ke dalam negeri.

"Penghematan pada pengadaan PUNA Elang Hitam, penguasaan desain dan rancang bangun PUNA Elang Hitam akan menumbuhkan industri pesawat nir-awak serta industri komponen/pendukung lainnya, seperti motor listrik servo, landing gear," tutur Hammam.

  🛩 Republika  

Selasa, 10 Agustus 2021

[Foto & Video] Desain Kapal Tri Ratna Diesel

Meramaikan galangan kapal IndonesiaDesain PC 60 PT Tri Ratna Diesel [Tri Ratna Diesel] ⚓

Dari fb Lembaga Keris, ditampilkan beberapa desain kapal oleh PT Tri Ratna Diesel dengan menggunakan logo kemhan.

Desain kapal patroli yang terlampir dari ukuran PC 28, PC 40 dan PC 60. Semua desain sepintas sama seperti kapal yang telah dibangun galangan kapal swasta lainnya.

Perusahaan swasta ini yang berada di Lamongan, Jawa timur nampaknya mendapat dukungan dari Kementerian pertahanan dengan terlampir logo di gambar.

Akankah PT Tri Ratna Diesel mendapat kepercayaan Kemhan untuk memproduksi desain kapal tersebut ? bila mendapatkan pesanan tentunya akan meramaikan dan menambah galangan kapal di Indonesia dalam memperkuat pertahanan di laut.

  Berikut desain dan video PT Tri Ratna Diesel : 



  ✪ Indonesia Teknologi  

Senin, 09 Agustus 2021

Produk Ban Dan Pelek Asal Indonesia Hiasi Jalan Di Mesir

Menguasai 38 persen pangsa pasar pelek di seluruh MesirShowroom Ashrafco menjual ban dan pelek buatan Indonesia [Kemlu]

Pelek Bangun Sarana Alloy (BSA) dan Prima Alloy Stell Universal (PASU) yang diimpor Ashrafco dari Indonesia menguasai 38 persen pangsa pasar pelek di seluruh Mesir. Adapun Ban kendaraan diatas 20 persen, hal ini terungkap dalam pertemuan Direksi Ashrafco bersama Bapak Duta Besar Lutfi Rauf beserta Atdag dan Fungsi Ekonomi KBRI pada Rabu (7/7/2021) di Sphinx Square, Giza.

Dr. Khaled Hammad selaku Manager Impor Ashrafco menerangkan pihaknya bertekad untuk terus meningkatkan nilai impor pelek dan ban kendaraan dari Indonesia meski pandemi covid-19 masih mendera.

Khaled Hammad, GM Ashrafco, menambahkan, pelek dan suku cadang kendaraan Indonesia termasuk produk yang diminati oleh pasar Mesir. Produk pelek dan ban asal Indonesia terus merambah pasar Mesir, dengan setidaknya 9 showroom yang dimiliki dan adanya layanan penjualan secara online dan layanan istimewa door to door.

Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi menambahkan, meskipun pandemi COVID-19 belum juga berakhir, aktivitas eksportasi ban dan pelek kendaraan Indonesia masih berjalan.​

  ✪ Kemlu  

Minggu, 08 Agustus 2021

[Foto] Persiapan LRT di Targetkan Beroperasi Juni 2022

🚆Suasana di lokasi proyek pembangunan LRT Jabodebek di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan LRT Jabodebek akan beroperasi untuk umum pada Juni 2022.

Sebelum beroperasi penuh, serangkaian uji coba akan dilakukan terlebih dahulu pada April 2022.


  ✪ Sindonews  

Sabtu, 07 Agustus 2021

Sekilas KRI Pollux 935

⚓ PC 40 M perkuat PushidrosalKRI Pollux 935, merupakan PC 40 class [TNI AL] ⍟

Kemarin KSAL telah meresmikan KRI produk dalam negeri PT Karimun Anugerah Sejati sebagai kekuatan baru memperkuat armada tempur TNI Angkatan Laut (AL) khususnya Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal).

Kapal perang ini juga dipersenjatai meriam 30 mm dan 12,7 mm serta mampu mengangkut 37 ABK.

KRI Pollux-935 merupakan jenis kapal Patroli Cepat (PC) 40 meter yang memiliki spesifikasi panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, tinggi 4,25 meter dan draft 2,20 meter dengan bobot 220 ton. Kecepatan maksimum mencapai 27 knots, kecepatan jelajah 20 knots dan kecepatan ekonomis 15 knots.

  Seahawk LW30M A1 
Mengutip dari indomiliter, Senjata yang digunakan sebagai senjata utama adalah Seahawk LW30M A1 adalah produksi MSI Defence (MSI-DS) buatan Inggris. Sedangkan PC 40 TNI AL banyak menggunkan kanon Marlin WS (Modular Advanced Remotely controlled Lightweight Naval Weapon Station) kaliber 30 mm buatan Italia.

Selain dapat diintegrasikan dengan CMS (Combat Management System) dan mode pengoperasian manual, senjata ini juga dapat dioperasikan secara remote, serta dibekali dengan beragam sensor canggih dalam satu paket, diantaranya kamera bersensifitas tinggi yang dapat menangkap gambar dengan kondisi pencahayaan rendah, thermal imager, dan laser range finder. Dan dapat ditambahkan rudal jarak pendek sebagai senjata pertahanan udara menjadi varian sigma.

Komponen utama pada Seahawk LW30M A1 adalah laras ATK Mk44 Bushmaster II kaliber 30×173 mm. Dilengkapi dengan gyro stabilization, meriam ini dapat mengkompensasi dan menjamin akurasi tembakan di kondisi laut yang bergelombang. Seahawk LW30M A1 sendiri mengusung desain meriam dengan dual feed system yang dilengkapi dengan dua kotak magazine, dimana masing-masing berisi 100 munisi dengan total 240 munisi termasuk 40 terpasang di chute.

Dari sisi performa, meriam Seahawk LW30M A1 punya kecepatan tembak (rapid mode) 200 proyektil per menit dengan jarak tembak efektif maksimum mencapai 4,5 kilometer.

  Bintang Kembar 
Sementara itu, pemberian nama Pollux-935 berdasarkan nama bintang yang paling terang dan paling mudah dikenali dalam rasi bintang Gemini yang juga merupakan salah satu dari 20 bintang paling terang di langit.

Secara etimologi, nama Pollux merujuk kepada legenda si kembar Castor dan Pollux, anak dari Leda. Bangsa Arab menamakan bintang ini Al-Ras al-Tau'am al-Mu'akhar, yang berfaedah, Kepala si Kembar Kedua. Menurut sejarah, bangsa China mengenal Pollux sebagai Yang, sebuah prinsip lawas tentang ketergantungan pada alam semesta.

Dikutip dari laman p2k.unkris.ac.id, Castor dan Pollux adalah bintang si kembar di langit yang membuat Gemini menjadi nama rasi tempat mereka berada. Gemini sendiri adalah bahasa Latin sebagai si kembar. Meski namanya mirip, namun fisiknya sama sekali tidak mirip. Castor adalah sistem bintang enam yang terdiri dari bintang biru keputihan tipe A yang panas dan bintang katai merah, sedangkan Pollux adalah bintang yang berdiri sendiri, bintang raksasa jingga.

Pollux sebagai nama untuk KRI Pollux - 935, juga disebut Beta Geminorum, yaitu bintang raksasa jingga yang berada pada jarak 34 tahun cahaya dari Bumi, berada di rasi Gemini. Pollux termasuk bintang tercerah di langit malam, juga tercerah di rasi, jika dibandingkan dengan kembarannya alpha Geminorum. Bintang ini memiliki radius 8.8 kali, dan kecemerlangannya berkisar 32 kali Matahari. Karena Pollux lebih masif daripada Matahari, bintang ini diperkirakan lebih tua daripada Matahari.
 

  🔅
Garuda Militer  

Jokowi Resmikan Rumah Sakit Modular Pertamina Tanjung Duren

Lengkap dengan ICU khusus anak dan bayi serta ibu-ibu.Presiden Resmikan Rumah Sakit Modular Pertamina Tanjung Duren (foto: ist)

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hari ini meresmikan Rumah Sakit (RS) Modular Pertamina di Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang dibangun Pertamina atas inisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Fasilitas yang dioperasikan oleh Rumah Sakit Pelni dan dinamakan 'Rumah Sakit Pertamina Tanjung Duren Ekstensi RS PELNI' ini adalah rumah sakit ekstensi keempat yang dibangun BUMN dengan mengalihfungsikan lahan atau gedung untuk dijadikan rumah sakit darurat khusus pasien COVID-19.

Ini adalah bentuk dukungan dan sinergi Kementerian BUMN dan BUMN untuk percepatan penanganan COVID-19 dengan menambah rujukan layanan kesehatan pasien COVID-19.

Dalam kunjungannya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri BUMN, Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. Saat acara peresmian, Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri BUMN dan Pertamina yang telah menyiapkan Rumah Sakit tersebut.

"Saya sangat berterima kasih pada Menteri BUMN pada Pertamina yang telah menyiapkan Rumah Sakit Modular Pertamina ini dengan kapasitas 305 tempat tidur yang lengkap dengan ICU dan lebih bagus lagi, ada juga ICU khusus anak dan bayi serta ibu-ibu, sehingga memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Saya sangat mengapresiasi sekali lagi, semoga ini bisa bermanfaat bagi rakyat dan masyarakat," ujar Presiden Jokowi mengutip keterangan tertulis Jumat (6/8/2021).

Jokowi mengatakan akan terus memantau perkembangan situasi pandemi termasuk terkait angka ketersediaan tempat tidur (BOR) di Rumah Sakit setiap harinya. Presiden Jokowi merasa sangat bersyukur dengan adanya penurunan angka-angka BOR.

"Kita patut bersyukur bahwa pada pagi hari ini, angka-angka menunjukkan bahwa pandemi di Jawa dan Bali mulai sedikit menurut dan utamanya di Jakarta. Saya selalu melihat angka-angka BOR setiap hari dan setiap malam. Jika enam atau delapan minggu yang lalu di Wisma Atlet (Jakarta) BOR-nya sekitar 90%, pagi hari ini saya mendapat informasi angkanya sudah berada di posisi 25%," jelas Presiden Jokowi. "Tetapi, juga kita harus tetap waspada, berhati-hati, terus bersiap-siap dan berjaga-jaga," lanjutnya.

Rumah Sakit ini berdiri di lahan milik Pertamina seluas 4,2 Ha. Pembangunannya dimulai pada 9 Juli 2021 lalu dan diselesaikan dalam waktu 4 minggu. Mulai Jum'at (6/8) rumah sakit ini telah siap beroperasi dengan kapasitas tahap pertama sebanyak 305 tempat tidur, dan akan ditambah 200 tempat tidur pada tahap kedua.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengapresiasi sinergi dan kerja keras dari Pertamina, Patra Jasa, Wika Gedung, dan holding rumah sakit BUMN Pertamedika IHC melalui RS Pelni yang dapat mewujudkan kehadiran Rumah Sakit Pertamina Tanjung Duren Ekstensi RS PELNI.

Erick berharap, upaya tersebut dapat membantu masyarakat khususnya pasien yang tengah berjuang untuk pulih dari COVID-19 dengan membantu mengurangi kepadatan pasien COVID-19 di berbagai rumah sakit.

"Upaya-upaya yang dilakukan tidaklah hanya terpusat di Jakarta saja. Ke depannya akan segera disiapkan juga Rumah Sakit Ekstensi baru, yaitu Alih Fungsi Asrama Haji di Lampung, yaitu Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin dan Rumah Sakit Krakatau Medika, serta Telkom University di Bandung yang akan dioperasikan Pemda Jawa Barat melalui RSUD Al-Ihsan," ujar Erick.

Dari 305 tempat tidur yang tersedia saat ini, 170 tempat tidur di antaranya untuk ruang perawatan IGD dan ICU, 22 tempat tidur di ruang ruang rawat maternity ICU dan non ICU, 113 tempat tidur perawatan Non ICU. Selain itu tersedia Ruang Operasi, Ruang Laboratorium, Ruang Radiologi/CT Scan, Ruang Isolasi Non-ICU, dan Ruang Rekreasi.

"Kelebihan lain RS modular ini adalah adanya ruang rekreasi yang dilengkapi fasilitas olahraga dan entertainment. Ruangan dirancang dengan konsep full kaca, sehingga dimungkinkan keluarga pasien bisa melihat secara langsung kondisi pasien di ruangan ini. Diharapkan ini bisa berpengaruh secara psikologis untuk mempercepat kesembuhan pasien," jelas Nicke.

Rumah Sakit Pertamina Tanjung Duren Ekstensi RS PELNI juga menyediakan sarana dan fasilitas medis seperti instalasi laboratorium untuk pemeriksaan Hematologi Rutin, Kimia Darah dan Analisa Gas Darah (AGD), PCR, instalasi Farmasi, Command Room yang terdiri dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), dan E-Medical Record.

Fasilitas lainnya yang tersedia seperti, CCTV untuk setiap kamar pasien, Teknologi Informasi menggunakan SYSMEX dan OSS serta fasilitas pendukung lainnya. Hadirnya fasilitas kesehatan tersebut akan melengkapi aset yang dikelola Pertamedika IHC. Paska pandemi, rumah sakit ini rencananya akan dialihfungsikan sebagai rumah sakit reguler.

  ✪ CNBC  

Jumat, 06 Agustus 2021

PT. Respati Solusi Rekatama Bikin Prototipe LWS dan RCWS

 Untuk Tank Scorpion 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCIvbDitFMOV-oEfDONFJObcXcIk4sQJ6AaOgoVROty0ZsvYVJltw-4dIVVJ9i8d82q0dlM8K4Se_SVBiyNB9kScoY0Wz7wboIJKsWdjdHMx2dWS0oIrGY5dKVJbm2BZwhEaNCKH0CqsA/w400-h225/219448181_3877012549073726_7042743953885472272_n.jpgPrototipe I laser warning system (LWS) dan Remote Control Weapon System (RCWS) untuk Ranpur Tank Scorpion di Worksop PT. Respati Solusi Rekatama Cibitung Bekasi [TNI AD]

K
epala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AD (Kadislitbangad) Brigjen TNI Terry Tresna Purnama.,S.I.Kom.,M.M, meninjau pembuatan Prototipe I laser warning system (LWS) dan Remote Control Weapon Station (RCWS) untuk Ranpur Tank Scorpion di Worksop PT. Respati Solusi Rekatama Cibitung Bekasi, Kamis, (5/8/2021).

Direktur PT. Respati Solusi Rekatama Bapak Dhitya Yudhistira., ST.,M.M menyampaikan dalam paparannya bahwa Laser (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation ) merupakan penguatan cahaya melalui emisi dari radiasi yang distimulasi atau dirangsang. Laser yang sudah dikembangkan saat ini terdiri dari beberapa jenis. Berdasarkan sifat keluarannya, jenis laser dapat dibagi dalam dua kategori yaitu laser kontinu (CW) dan laser pulsa. Laser kontinu memancarkan cahaya yang tetap selama medium lasernya di eksitasi sementara itu laser pulsa memancarkan cahaya dalam bentuk pulsa pada interval waktu tertentu.

Laser sering digunakan di berbagai aplikasi di bidang militer, antara lain digunakan untuk mengukur jarak sasaran musuh sebelum melakukan penembakan. Untuk menghindari tembakan musuh diperlukan sebuah sistem yang akan mendeteksi laser musuh yang digunakan untuk mengukur jarak. Sistem ini dikenal dengan nama Laser Warning System. Laser Warning System (LWS) saat ini belum diproduksi di Indonesia sehingga kebutuhan sistem ini harus melalui import. Mengingat sistem ini sangat penting guna mendukung alutsista maka perlu adanya penelitian tentang Laser Warning System (LWS) agar dapat diproduksi dalam negeri sehingga dapat mengurangi biaya dan ketergantungan terhadap produk luar negeri.

Saat ini progress pembuatan Prototipe I laser warning system (LWS) untuk Ranpur Tank Scorpion mencapai 55 % ditargetkan penyelesaian pada bulan November,” ujarnya.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjK1Ua1qezeVkQnaYehDikpra3X0ib8lpBEPuWpFIGbimtUHI3odQlj4PS5BWc5Bmhe4HUkP0pO5BvkYBmgQ66tJI4ApYpvY_Gb8-LdwwyxVoQ5Ukbk0syTDx8Rl81JgTjLy7CpTJEet8A/w400-h219/img-20210805-wa0091.jpgSelanjutnya pada kesempatan yang sama, Kadislitbangad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Latar belakang. pembuatan Prototipe I laser warning system (LWS) Untuk Ranpur Tank Scorpion di Worksop PT. Respati Solusi Rekatama cukup beralasan karena dihadapkan dengan Rencana Strategis dan Arah Kebijakan Pembangunan Kekuatan TNI AD. Mempedomani arah pembangunan kekuatan TNI AD yang berorientasi pada pencapaian tugas-tugas TNI AD dalam rangka menunjang tugas pokok TNI, maka pembangunan kekuatan mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) TNI AD yang ditetapkan serta menyesuaikan secara adaptif.

Dislitbang TNI AD sebagai bagian dari kekuatan TNI AD, harus memenuhi ketentuan di mana dalam setiap perencanaan program kegiatan yang terkategori sebagai bagian dari upaya pembangunan kekuatan TNI AD termasuk diantaranya Program Litbanghan harus berdasarkan Renstra yang ditetapkan,“ ujarnya.

Selanjutnya Kadislitbangad menambahkan bahwa, perencanaan Program Litbanghan Dislitbang TNI AD dalam Pengembangan produk pertahanan dan keamanan dalam negeri mulai gencar dilakukan untuk membatasi tingginya ketergantungan Indonesia terhadap produk pertahanan dan keamanan dari luar negeri.

Hingga saat ini, Indonesia belum bisa memproduksi Laser Warning System (LWS) sedangkan kita memiliki kemampuan SDM yang mampu untuk membuat LWS walaupun komponen dan sensor masih tetap harus impor. Komponen dan sensor yang diimpor akan mempunyai nilai lebih dan mengurangi ketergantungan pembelian alat jadi dari luar negeri. Efek lain yang bisa diharapkan adalah peningkatan kualitas alutsista dan kemudahan perawatan karena pembuatan dilakukan dalam negeri,” pungkasnya.

  ⍟
TNI AD  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More