blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 05 November 2013

Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi untuk Deteksi Kawasan Penyakit Menular

"Mirip konsep antivirus pada komputer, kami terapkan untuk manusia," ujar tim pengembang.


(Thinkstock, ilustrasi)
Kelompok mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) merancang perangkat lunak yang memetakan penyakit menular yang sedang terjadi di suatu kawasan. Aplikasi tersebut memberi peringatan jika pengguna memasuki kawasan yang dilaporkan terjadi penyakit menular.

Daniel Oscar Baskoro, Bondan Bhaskara, Faisal Ahmad Sulhan dari Prodi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UGM serta Ragil Unggul Prakoso dari Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran UGM bekerja sama menghasilkan perangkat lunak yang dinamai "Health Circle".

Cara kerja "Health Circle" yaitu mengambil informasi dari media online perihal penyakit menular yang terjadi di suatu kawasan, memverifikasinya, memetakan, kemudian mengedarkannya kepada pengguna. Adapun peta yang digunakan yaitu peta Google Map yang dapat diakses menggunakan ponsel bersistem operasi Android.

Hasil akhirnya, pengguna bisa melihat peta pada Google Map dengan tanda-tanda yang menunjukkan lokasi mana yang rawan dengan penyakit apa. Misalnya ketika ada pemberitaan mengenai wabah penyakit hepatitis di daerah tertentu di Sleman, dalam peta "Health Circle" daerah tersebut akan diberi tanda dan informasi penyakit apa yang menjangkit di sana.

Selain itu, ada pula halaman yang menunjukkan potensi penyakit di sekitar pengguna. Halaman ini berisi, misalnya "Hepatitis. Jarak: 5 km", atau "Malaria. Jarak: 10 km".

"Health Circle" membentengi pengguna, memberi informasi tempat berpotensi penyakit, dan memperingatkan jika pengguna memasukinya. "Mirip konsep antivirus pada komputer, kami terapkan untuk manusia," kata Oscar kepada wartawan di Fortakgama Gedung Kantor Pusat UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (1/11).

Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi jejaring sosial sederhana yang dapat digunakan untuk saling bertukar informasi tentang penyakit yang sedang diderita pengguna.

Menurut Oscar, akurasi informasi yang diberikan "Health Circle" mencapai 80 persen. Angka tersebut diperoleh karena informasi yang masuk masih diverifikasi oleh tenaga kesehatan bidang epidemik. Untuk keperluan tersebut mereka menggandeng mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM untuk melakukan verifikasi.

Oscar menambahkan, metode serupa juga akan diterapkan pada bidang kebencanaan dan berbagai masalah sosial, dengan menggandeng ahli-ahli di bidang masing-masing. Aplikasi ini telah masuk nominasi Indonesia ICT Awards, Agustus lalu.

Oscar sendiri akan berangkat ke Google Geo Summit di Mountain View, California, AS, pertengahan November untuk mempresentasikan karyanya tersebut.(Niti Bayu/Tribun Jogja)


RI Punya Cadangan Panas Bumi Terbesar di Dunia, Tapi Minim Pengembangan

http://images.detik.com/content/2013/11/04/1034/pembangkitpanasbumidifilipina.jpg
Jakarta - Indonesia terletak dalam jalur tumbukan antara lempeng Samudera Australia dan lempeng Benua Asia. Hal tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif, dan cadangan energi panas bumi (geothermal) terbesar di dunia.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi panas bumi di dunia yang bisa dimanfaatkan untuk kelistrikan mencapai 113 Giga Watt (GW), di mana 40%-nya dimiliki Indonesia sebesar 28 GW.

Panas Bumi disebut sebagai energi masa depan dan energi hijau, mengapa? Karena hanya memanfaatkan ekstraksi uap dan limbahnya hanya berupa air, sehingga masuk kembali ke dalam tanah lalu digunakan kembali untuk dipanaskan menjadi uap.

"Panas Bumi merupakan sumber energi yang berkelanjutan (sustainable energy) yang memanfaatkan hasil interaksi antara panas batuan dan air yang mengalir di sekitarnya," ujar Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energi (PGE) Ardiansyah dalam diskusi Panas Bumi di Kantor Pertamina Pusat, pekan lalu.

Berdasarkan data Pertamina Geothermal Energy, hanya beberapa negara beruntung dianugerahi panas bumi, di antaranya Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Filipina, Meksiko, Islandia, dan Selandia Baru.

Salah satu negara yang berhasil mengembangkan adalah Amerika Serikat dan Filipina. Sementara Filipina sendiri berhasil mengembangkan panas bumi mencapai 1.848 megawatt (MW) dari potensi 10,2 GW.

"Kapasitas terpasang pembangkit panas bumi di Filipina sudah mencapai 1.848 MW. Kami sudah mengembangkan panas bumi sejak 20 tahun lalu," kata Director IV Renewable Energy Management Bureu Philippines Departement of Energy Mario C. Marasigan saat berdiskusi di Hotel Park Inn dalam kunjungan WWF Indonesia ke Mount Apo Geothermal Project, Davao, Filipina dikutip Senin (4/11/2013).

Mario mengatakan, dengan pengembangan panas bumi tersebut, negaranya dapat menghemat anggaran sebesar US$ 1,636 miliar atau sekitar Rp 16 triliun.

"Dengan kapasitas terpangan 1.848 MW pembangkit panas bumi saat ini kami bisa menghemat US$ 1,636 miliar sejak memanfaatkan panas bumi, dengan menghemat 17,05 miliar barel BBM," ungkapnya.

Berdasarkan data Philippines Departement of Energy, saat ini penggunaan energy mix di Filipina 5% masih menggunakan minyak, 27% gas bumi, 39% menggunakan batubara, energi air 15%, dan panas bumi 14%.

Posisi Indonesia sendiri total kapasitas terpasang pembangkit panas bumi masih sebesar 1.336 MW dengan potensi 27.141 MW. Dari total kapasitas terpasang tersebut, Indonesia baru memanfaatkan energi panas bumi sebesar 4% dari 40% cadangan panas bumi yang dimilikinya.

"Sayang sekali, potensi kita banyak, tapi yang dimanfaatkan baru sedikit. Bukan pemerintah tidak mau, tapi tidak mudah mengembangkan panas bumi di Indonesia, aspek politik yang paling sulit dihindari," kata Kepala Persiapan Lahan dan Evaluasi Panas Bumi Direktorat Energi Baru Terbarukan, Kementerian ESDM, Bambang Purbiyantoro.

Menurut Bambang, semua persiapan dari ESDM, perusahaannya, kesiapan keuangan sudah ada, namun lagi-lagi ada saja gangguan untuk pengembangan panas bumi di Indonesia.

"Seperti di Rajabasa, Lampung, proyek panas bumi di sana sudah ada, kita mau mengembangkan eh status hutannya ditingkatkan jadi wisata alam, izin pun tidak keluar, karena panas bumi termasuk kegiatan pertambangan," katanya.

Ardiansyah mengungkapkan, banyak ketidaksepahaman antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam memandang panas bumi.

"Panas bumi dianggap sebagai kegiatan pertambangan, padahal kami hanya mengekstrak energi yang keluar dari uap panas, bukan pertambangan. Bahkan jangan salah kita berusaha menjelaskan serinci mungkin kepada pemerintah daerah namun mereka kebanyakan tidak sepaham dengan kami (PGE). Akhirnya uang sudah keluar, investasi, CSR sudah dikeluarkan namun izin tidak keluar," keluhnya.


Senin, 04 November 2013

Tanjung Priok Kedatangan 30 Gerbong KRL Bekas Asal Jepang

http://images.detik.com/content/2013/11/04/1036/gerbong2.jpgJakarta -Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara kemarin dan hari ini kembali kedatangan puluhan gerbong kereta rel listrik (KRL) bekas asal Jepang. Gerbong-gerbong itu didatangkan sebagai komitmen pengadaan 180 gerbong KRL bekas di tahun ini.

"Kemarin dan hari ini kembali dilakukan pembongkaran atas kiriman KRL bekas dari Jepang sebanyak 30 gerbong kereta di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta," ungkap Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sugeng Priyono kepada detikFinance, Senin (4/11/2013).

Menurut Sugeng, hingga akhir tahun ini, jumlah gerbong KRL bekas yang didatangkan sebanyak 180 unit. Dalam waktu dekat atau tepatnya pada akhir November 2013, Priok kembali akan kedatangan 20 gerbong. Hingga sat ini, KAI sudah mendatangkan 700 gerbong KRL bekas asal Jepang.

"Akhir November akan datang lagi 20 gerbong, sehingga sampai akhir tahun 2013 tercapai 180 gerbong," imbuhnya.

Untuk mendatangkan dan mengoperasikan KRL bekas ini, KAI hanya cukup mengeluarkan kocek Rp 1 miliar/gerbong. Angka ini juah lebih kecil ketimbang membeli kereta baru khususnya buatan PT INKA (Persero). Bagi Sugeng, KRL bekas masih sangat laik digunakan karena baru digunakan 5 tahun di negara asalnya Jepang.

"Bekas bukan berarti barang rongsokan. Keterlambatan kedatangan karena kereta-kereta ini masih dipakai di sana. Regenerasi KRL di sana (Jepang) mulai juga sedikit terlambat. Per gerbong kita hanya keluarkan Rp 1 miliar dan di sana baru digunakan 5 tahun kondisinya masih sangat bagus. Tetapi perlu dimodifikasi lagi di sini dicek juga dan perlu disertifikasi oleh Kementerian Perhubungan. Kalau PT INKA nggak bisa cepat kapasitas produksinya dan masih terbatas. Harga kereta Jepang juga lebih bersaing," jelasnya.(wij/dnl)


  detik  

UNAIR Surabaya segera produksi obat herbal demam berdarah

Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya segera memproduksi obat herbal untuk anti-demam berdarah, karena penelitian secara klinis sudah memasuki fase III.

"Obat herbal untuk demam berdarah menggunakan tanaman Melaleuca Alternifolia yang tumbuh di Australia, karena riset yang didukung Kemenkes itu memang melibatkan peneliti Indonesia-Australia," kata Ketua ITD Unair Prof Nasronuddin di Surabaya, Minggu (3/11).

Seperti diberitakan Antara, Nasronuddin didampingi peneliti senior dari Center for Botanical Medicine, Griffith University Australia, Max Reynolds, dan Kepala Pusat Teknologi Demiologi Klinik Kementerian Kesehatan, Siswanto, menjelaskan penelitian bersama itu dilakukan sejak 2006.

"Tapi, obat herbal itu merupakan produk kita, namun bahan bakunya akan impor dari Australia. Itu bukan berarti akan menggeser kemandirian kita, karena prosesnya akan ada transfer teknologi," katanya di sela-sela simposium tentang demam berdarah itu.

Menurut Nasronudin, metode penelitian dan uji klinis fase III yang menggunakan random double-blind dengan kontrol placebo itu didukung oleh lima rumah sakit dan 15 puskesmas di Jawa Timur dengan target 530 pasien partisipan yang menderita infeksi dengue.

"Dengue (DENV) adalah flavivirus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dengan empat serotype antigen yang berbeda, yakni DEN-1 hingga DEN-4. Semua serotype dengue menginfeksi manusia dan belum ada pengobatan atau vaksin yang tersedia untuk infeksi dengue.

Senada dengan itu, peneliti senior Giffith University, Max Reynolds, menilai temuan obat malaria terbaru oleh Indonesia itu bisa bermanfaat bagi dunia, karena itu Indonesia harus memasarkan untuk dunia.

"Australia sudah memakai tanaman Melaleuca Alternifolia untuk bahan baku obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tapi bukan obat demam berdarah, baru kali ini untuk dengue dan Indonesia berhasil mengembangkannya," ujar Max.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Teknologi Demiologi Klinik Kementerian Kesehatan, Siswanto, mengingatkan temuan Unair itu hendaknya dimintakan persetujuan ke BPOM sebelum dilempar ke pasaran dan dikonsumsi penderita.

"Saya yakin temuan ini segera mendapat approval dari BPOM karena merujuk bahan baku tanaman Melaleuca Alternifolia yang sudah mendapat paten di Australia, kendati untuk bahan baku obat lain," katanya.

Untuk fase I, penelitian ini melibatkan Universitas Gadjah Mada dan fase II melibatkan Universitas Indonesia. "Riset ini digagas oleh Kementerian Kesehatan dan sepenuhnya didanai pemerintah. Untuk fase III menghabiskan dana Rp 4 miliar," katanya.(mdk/mtf)


  Merdeka  

"Anonymous Indonesia" serang laman Australia

Manila/Jakarta - Para peretas yang mengaku ada kaitannya dengan kelompok aktivis internasional Anonymous, merusak laman-laman bisnis Australia dan kantor pemeritah Filipina.

Satu kelompok yang menamakan dirinya "Anonymous Indonesia' memposting daftar berisi lebih dari 100 situs Australia yang diretas.

Mereka menyebut aksinya ini sebagai jawaban atas laporan aktivitas mata-mata Australia.

Laman-laman yang dibobol dengan pesan singkat "Stop Spying on Indonesia" kebanyakan milik usaha kecil Australia dan sepertinya diserang secara acak.

Menurut Reuters, berita peran Australia dalam program spionase pimpinan AS akan memburukkan hubungan negeri itu dengan Indonesia.

Indonesia sendiri sudah memanggil Dubes Australia menyusul laporan bahwa Kedubes Australia di Jakarta dipakai untuk kegiatan mata-mata.

Dalam kesempatan terpisah, sebuah grup yang menamakan dirinya "Anonymous Philippines" mengungkapkan di laman Facebook-nya bahwa mereka telah meretas situs-situs pemerintah Filipina dengan pesan dukungan untuk kampanye anti politik uang.

"Kami meminta maaf untuk ketidaknyamanan ini, tapi ini adalah cara termudah untuk menyampaikan pesan kami kepada Anda, saudara-saudara kami yang telah lelah oleh kebuasan dan demokrasi yang keliru ini, yang lelah oleh pemerintah ini dan para politisi yang hanya memikirkan dirinya sendiri," bunyi pesan itu seperti dikutip Reuters.


  Antara 

Minggu, 03 November 2013

5 Rencana TNI Bikin Pertahanan di Jakarta

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman dan Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin beberapa waktu lalu bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Mereka menyampaikan rencana TNI tentang strategi pertahanan yang tepat untuk Jakarta.

Dalam pandangan TNI, sistem pertahanan nasional bukan hanya di daerah-daerah perbatasan dan daerah-daerah hutan tetapi daerah pada penduduk seperti DKI Jakarta juga harus dijaga ketat. Alasannya, Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan pusat perekonomian nasional.

TNI AD telah melakukan kerja sama dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait tata ruang wilayah pertahanan di Jakarta. Selain itu, TNI AD juga akan menempatkan alat pertahanan di kota-kota besar sesuai dengan demografis wilayahnya. Berikut 5 rencana TNI untuk menjadikan Jakarta aman dari sisi pertahanan seperti dirangkum merdeka.com, Sabtu (2/11).

1. Penangkis serangan udara di gedung tinggi

TNI AD berencana memasang sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) atau senjata penangkis serangan udara di atas gedung-gedung tinggi di Jakarta.

"Pada gedung tinggi bisa digunakan. Gedung yang ditentukan tempatnya bisa buat rata, sehingga bisa ditempatkan senjata penangkis udara," ujar KSAD Jenderal Budiman dalam acara operasi katarak dan bibir sumbing gratis memperingati hari Juang Kartika di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (01/11).

2. Gedung tinggi zona pendaratan helikopter

TNI berharap di gedung-gedung tertentu di Jakarta dapat juga digunakan sebagai zona pendaratan helikopter logistik yang membawa alat berat seperti radar dan sebagainya.

"Sehingga gedung tinggi ini harus dibuat kokoh, bisa dilandasi helikopter radar dan penembakan penangkis serangan udara," kata KSAD Jenderal Budiman.

Menurut dia, perang masa depan tidak seperti dulu, di hutan atau ditentukan di suatu daerah. Oleh sebab itu, Jakarta sebagai pusat pemerintahan perlu dijaga.

3. Pangkalan tank di bawah Monas

TNI berencana membangun pangkalan tank di bawah Monas. Diperkirakan luas pangkalan militer plus parkir bawah tanah dan pusat souvenir di bawah Monas sekitar 160 hektar. Namun detail bangunan seperti apa belum bisa disampaikan.

"Pembangunan dimulai 2014 nanti. Di bawah monas nanti ada underpass strategi pertahanan saat kondisi darurat, yang saling berhubungan," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertahanan (Kemhan) Sjafrie Sjamsoeddin menemui Jokowi. Keduanya membicarakan singkronisasi antara strategi penataan ibu kota dengan strategi pertahanan negara.

Apalagi, September dan Oktober lalu, militer Indonesia bakal menerima ratusan tank berat. Tank itu bakal masuk Jakarta, lalu disebarkan di satuan operasional. Selain itu, militer juga bakal menerima roket jarak jauh untuk mengamankan ibu kota, serta sejumlah pesawat tempur dan puluhan tank amfibi.

4. Kemayoran untuk pendaratan pesawat tempur

Gubernur Jokowi akan menindaklanjuti koordinasi dengan Kementerian Pertahanan sehubungan penyediaan ruang bagi masuknya peralatan militer. Salah satu perubahan yang akan dilakukan adalah jalan di kawasan Kemayoran bisa dimanfaatkan untuk pendaratan pesawat tempur dengan sedikit mengubah tata ruangnya.

"Di Kemayoran bisa untuk pendaratan pesawat. Karena ada fly over nya itu nanti dipindah menjadi underpass sehingga nanti untuk pendaratan bisa dipakai darurat," kata Jokowi.

5. Marunda untuk jalur peralatan tempur TNI AL

Kawasan Marunda juga dibidik untuk membantu pertahanan melalui laut. Menurut Jokowi, ada lahan seluas 200 hektar di kawasan Marunda yang bisa digunakan untuk peluncuran amfibi. "Di Marunda itu luasnya lebih dari 200 hektar, sebagian wilayah pantainya itu juga nanti bisa digunakan untuk meluncurnya amfibi ke laut. Memang, hal-hal tersebut harusnya sudah kita rancang," kata Jokowi.


  Merdeka  

Sabtu, 02 November 2013

120 Karyawan PTDI Berhasil Buat Badan Helikopter Militer EC725 Cougar

Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menyerahkan fuselage (badan) terakit, di mana upper dan lower fuselage helikopter militer EC725 Cougar.

Sejak tahun 2008 lalu, Eurocopter telah mempercayakan PTDI sebagai mitra pengembangan produksi untuk upper dan lower fuselage serta tailboom.

Sesuai dengan rencana, PTDI akan memasok 125 fuselages dan 125 tailbooms untuk EC725 (versi militer) atau EC225 (versi sipil) dalam jangka waktu antara 10-16 tahun. Sebelum mampu menyerahkan badan helikopter EC725 secara terakit, PTDI sudah menyerahkan 23 unit tailbooms (ekor) saja dan 5 unit upper fuselages saja.

Sampai dengan 2014 mendatang, PTDI akan mentargetkan pengiriman 1 unit tailboom setiap 3 minggu dan 1 unit fuselage terintegrasi setiap 10 minggu. PTDI juga merencanakan penambahan shift kerja dan assembly jig untuk menaikan kapasitas produksi.

Karyawan PTDI yang menangani pengerjaan komponen EC725/EC225 Cougar ini terdiri dari 120 orang dengan latar pendidikan, S1, D3 dan SMK dan 80 persennya adalah tenaga-tenaga muda. Pihak Eurocopter juga telah menempatkan personelnya di PTDI Bandung sejak program pengembangan ini dimulai. Nilai kontrak dari Eurocopter yang sudah dipegang oleh PTDI untuk komponen-komponen EC725/EC225 adalah US$ 43 juta.

PTDI merupakan salah satu pemasok komponen EC725/EC225 di samping beberapa perusahaan dari Spanyol dan Timur Tengah. Komponen dari PTDI memang sudah sangat ditunggu oleh Eurocopter dan PTDI harus mampu menjadi pemasok komponen kelas dunia.

Direktur Produksi PTDI, Supra Dekanto, mengatakan PTDI adalah salah satu pemasok industri raksasa di dunia seperti Airbus dan Eurocopter yang pesawat-pesawatnya sudah terbang di berbagai negara di dunia (pemasok global).

"Khusus untuk Airbus, PTDI sudah mengirim lebih dari 3.000 shipset komponen melalui Spirit Aero System dan produksi masih berlangsung sampai saat kini," kata Supra dalam siaran persnya, Jumat (1/11/2013).

Fuselage dan tailboom yang pertama ini akan dikirim ke lokasi Eurocopter di Prancis yang selanjutnya diintegrasikan serta dilengkapi dengan engine dan sistem terbang. Rencananya helikopter pertama ini akan diserahkan ke TNI AU sebagai salah satu pemesan helikopter jenis EC725 ini.

EC725 Cougar merupakan helikopter generasi baru melanjutkan legenda helikopter NAS332 Super Puma. PTDI telah memproduksi NAS332 Super Puma di bawah lisensi Aerospatiale Prancis (sekarang Eurocopter) sejak tahun 1982 lalu.

Jumat, 01 November 2013

Indosat, Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula..

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERQTEhQUEhQQGBcUFRQXGBQXGRUUFBUVGBUYGBgYGyYeGBkjGhcXHzAgIygsLy4sFR8xNTAqNiYrMCkBCQoKDgwOGg8PGiwlHyQsLiwuLC0qLCwsKSkyLCopLCwwLCw0KSwuLykpLywsKSwsLCksLCwpLCkpKSwsLCksLP/AABEIAHgBogMBIgACEQEDEQH/xAAcAAEAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAABgcEBQgBAwL/xABMEAABAwIBBwQOBQsEAgMAAAABAAIDBBEFBgcSITFBYRNRcYEIIjI0NUJUc5GTobGz0hRSssHTFhcYU2JydJKi0fAlM4LCI+EVJKP/xAAbAQEAAgMBAQAAAAAAAAAAAAAAAwQBAgUGB//EADMRAAICAQICBwcEAgMAAAAAAAABAgMRBBIFIRMxMkFRYYEUM3GRobHRBiLh8CPBQkPx/9oADAMBAAIRAxEAPwC8UREAREQBYGO4u2lp5J36xG29vrOOpretxA61nqs882LWbBTg90TK8cG9qz2lx/4rSyW2LZe4fpvadRGp9TfP4Lmyva/KCeaf6Q6R/KXu1zSRocwZr7UDmV15CZT/AE2lD3W5WM6EoG9wGp1twcNfTcblQam+aTFuTrTET2tSwtt+2y7mn0aY61Tpm1L4ntOM6GFmlbisOCyvh3r5F0IiK+fPQiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCKC4hnNAeWxRaTQbBznW0rbwANQ61+afOj9eDra+/sLfvV32C/Gdv1RzXxTSp43/Rk8RR6gy7pZdReYid0g0f6hdvtW+ilDgC0hwOwggg9YVadU6+Uk0Xa7q7VmEk/gftUVnNruUxGUXuIgyIf8Wgu/qc5XqubcbquVqZ5P1ksjuovJHsVLUPkkes/Tdebpz8Fj5v8Agwlm4HXcjUwy/qpGOPQHDS9l1hIqXUe2lFSi4vqZ0+iwMAq+VpYJNvKRRuPSWAn2rPJXVT7z5JOLjJxfcEWuqsoIY9rw48ze292paybLMeJGTxcQPYAVSt4hpquUpr05/bJPDSXWdmL+33JIii0eWZv20Ytwdr9oUlp5w9rXt2OAI6CttNraNTlVSzgxdprKe2j6IiK4VwiieX2cKLDGMu0yyy30IwdHU213OdY2brA2Ek9ZEeyKz0sq6htPPCIHSnRje12k0uOxrgQC0nYDrudWpSKqbjuS5GjnFPBZqIijNwiIgCIiAIiIAiIgCKp86edOekqPotJoscxrXSSOaHG7xdrWg6gNGxJIO3dbXtc1GcWTEBLDUBvLQgPD2iwewmxu3YHA22ajpbBZSumShv7iPpFu2lhoiKIkCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiw8YxaOlgknlNo4Wlzrazq2ADeSbADnKq2h7IFjpw2WmMcJNtMSaT2j6xbogHiAei++SNcprKRrKaj1lvIvGPBAINwdYPOCvVGbBERAU3lPgppqhzLdo4l0Z52E6h0jZ1cVqVc+UGAsq4ix2pw1sfva77wd4/9Ko8TwySnkMco0XD0EbiDvBXp9FqldHD7S/uTxPEtC9PPdHsvq8vL8GIsqgxOWE3ikcw8DqPSNh61iorzSawzmRk4vMXhk0oM5r2tInYHWae3ZqOoHa06j1WVRxyh2w3Uhr3WikP7DvslQkG2xeV4vpq4zjsWD6f+j+KXQrsdn7llLz7+/wBTcL9RRFxs0EngmAM5V5a/Y0X1ar6wNalEUQaLNAA4Lyuov6F7ccz6ZDWQsgpQJvk1lK6KhgiDbvjbokk6hZzrWA26rL5VmJyS928kc2wegalqcLP/AIx0n3rMXm9Xrb7ZOMpcvDqX9+JwHp64WSko822wiL9RxlxDWgknUAN5VBJt4RJ1H6pqZ0jwxouXGw/v0KxKWnDGNYNjAB6AtdgOCCBuk6xkdtP1RzBbZe44RoHpoOc+1L6Lw/J5rX6pXS2x6l9QiIu0c0qTPfkdPO6KqgY6URsMcjGAuc0Bxc1waNZHbOBtssONoPm6yIqaitgfyUkcUEjJXyOa5otG4O0WkgaTiQBYbL3K6PqKlsbS+RzWMbrc5xDWgc5J1BY2G4zBUAmCaKYN2mN7X26dEmysxvkobcELqTlkzUReOcALnUBtKrEx6i1b8qqMGxqqYEbjNF8y/P5WUfldN66L5lna/AxlG2RYdFjEE1xDNFKRt0Hsfb+UlZiwZCIvlU1bI26Uj2saNrnENHpOpAfVFqfyso/K6b10XzJ+VlH5XTeui+ZbbX4GMooPPH4Xn/dh+Cxb3sf+/KjzI+I1RzOzWMlxWd8b2yMLYrOY4OabRMBsWm21SPsf+/KjzI+I1dGXuPQpx96XqiL41NWyNulI9sbR4znBo9J1LmF0+yLU/lZR+V03rovmT8rKPyum9dF8y22vwMZRtkWNRYnFMCYpY5QNpY9r7fykrJWpkIixq3EooReWSOIHYXuawHrcQgMlFqfyso/K6b10XzJ+VlH5XTeui+ZbbX4GMo2yLXU2UdLI4MjqYHudsa2WNxPQA65WxWGsGQiLXVGUlLG4sfUwMc3UWuljaQeILrhEsg2KLU/lZR+V03rovmX6ZlVRk2FVTEncJovmTa/AxlG0ReNcCLjWDrBXqwZIfnd8D1XRF8eJcznYuiM62UFM/C6qJlRA6Q8mOTbJGX3E8ZI0Qb6gCepc7ldLSrEH8Snf2jrrA+9oPNR/Yas5RzBsrKNtPCDV0wIjjBBmiBBDBcEaWora0OPU8ztGGeGVwFyI5GPIHPZpK57TLSaM5ERamwWtxzAY6qPQkGsdy8d0w8OHON62SLaMnB7ovmaThGcXGSymUxjuT8tK/RkF2nuXjuXD7jwWsV34qyIxOE4aYztDvZbffmtrVNZS4S5pcafSMXMe7A422jo1866MuP0UR23P9/cvH8f3HgcCX6cutnmjsd7fd+f7nxNPiVSCxzAblwI6LqKTU7m7R17luV6GX1WvfdtuuFqeI2aie+aWPDwPV8O0cNDX0dfPPX5s/OSX+4/9z/sFJZp2tF3Gyj/JGkHKWtynaW26PjX9mxfM1Gn219K+/wDzYuPdV09nSLsnpVq3pqlDb+7z7iVYRlJGO0fdgJ1OOzXz8ykQN9Y13VZrd4BXyRkb4t7T7dDmPsVKzg89RLGnWZeH893ryKE+KQpTnqHheP8AHf6cycUlI6RwawXJ9g5ydwU0wbA2wC/dPO13NwbzBfLJisp5Ir0/DTB7sH9r/Lcy3C62h4OtI91vOf2+H5OfqOI+0r/G/wBv3CIi7JQCIiApfsgcSfp0sAJEZa+Ut3OeHBrSeewvb94qCZucRfDidKY3EcpKyJ37TJXBrgeca79IB3KY9kF31S+af9sKC5EeEqL+Jg+K1dSpf4SlN/5Dqu65rzi5wpcQnexry2lY4iOMEgPAP+4/6xO0A7ARvuT0PjbrU05G0RSfYcuRW7FBpIpttkl8mkke2RXdmtzb0U1BHUVEQnknLz2xdZjWyOYAACB4t7nnUv8AzXYZ5JF/X8ymlqYxeMEapbWTmWCdzHB7HFjmm7XNJa4HnBGsFdB5osu318L4pzpT01rv1DlI3XDXH9oEWPSDvVQ5ysnI6HEJIYbiMtZI1pJJaHjW251kAg2vuttUjzBn/UZf4Z/xYEuSnXuFbcZ4Loynx5tFSy1LxcRNuG7NJxIaxt913EC/Fcv5Q5ST1splqHl7j3LfFYPqsbsaP8Nyrzz4u/0s8Zor+lx+5c9Nbc259S00sVt3G18nnB4i6Vw/NJh0cbWOp2yuaAHSPLy5x3k9tYdA1LIOa3DPJI/S/wCZZ9rh4Mx0EjmJWl2P/flR5kfEaofnAwBlFiE1PFfk2aLmAm5Aexr9G++1yL8wCmHY/wDflR5kfEapLXmptGtaxPBb+VWUDaGklqXjS5Jvat2aT3ENY3hdxGvcLlcwY/lFPWymWokMjjsHisH1WN2NH+G5V459Xf6YOM8fuefuXP0bLkDnIHpNlHpYrbuN75POD8oulqHNLhscbWGnbIWixe8vLnHeTrsL8w1L7PzWYYQR9Ej18xkB9IdcJ7XDwZjoJHNVDXSQyNkhe6N7dYe0lpHWPcukc2WWhxGk0pLCeE8nLbUHG12vA3Bw3c4duXP+WGDNpK6op2ElkL7NJ26JAcAecgOtfgrJ7Hk9tWjhB751nUJSr3CptS2k7zkZY/8Ax1GZGWM0p5OIHYHEElxG8NAJ4mw3rmvEMRknkdLM90sjtZe43P8A6HAagre7IY9rRdM/uhVXZKUsUlbTR1FuRfKxslzojRJ2F24HZfimniow3C5tywapF0v+bzCfJ6f+Y/Mn5vMJ8np/5j8ye1R8GOgfic0D3LqnISomfh1K6ouZXRNLi7uiPFLuJbok8SvhS5uMOY4PbSQ3brBILhfcbOJCkqrX3KxJJE1dbh1kfzgVEzMNqnU9xK2MkFvdAXGmRbYQzSN+C5YXY6i9Zm8wxzi59LAHO1nxLnoBAWaLlWmmhZW5nMCWXTH5ucJ8mg/md8yjOcjIfDocNnlghjjlj0C1zHG+uVjSLaRuLOKsx1MW8YZA6WlnJX+brODLh87GOeXUr3ASRkkhgJtyjB4pG0gbQDwIuTOzPK3CpzASD2geW3uIi8CQi2623gSuaDsXXGCdtSwaWvShjvfXe8bb3UeoSjJTN6W5JxOSLIr8zn5FUUOG1M8VNDHK3kyHsaGkF00YNgNQ1EjrVBFWa7FYsohnDa8HqzMGllbUROp9ITB7eS0dumSA0DnudVt910VhGbrDnQQudSQlzo2Emx1ksBJ2rcYVkZRUz+UgpoY3jUHho0hfbYnWOpV5aqPVglVD8TbhF+kXPLYWFieKsgbd2snuWjaT9w4rzFsUbAzSOtx1Nbzn+ygtVVukcXvNyfZwHMFxeJ8TWlWyHOb+n97kdHRaJ3PdLs/c+uI4k+Z2k87NjRsb0f3WKiLxM5ysk5SeWz0kYqK2xXI02M4DHIC8do4ayR43SOfitbBStYO1HXvKk1SO0d+6fco694AuSAOcrpaW2cobWyzpqYZckuZpMrP9tn7/AP1KjMchabg2Uhx+pErQ1nim9zqB1EavSo8+MjaLL1OiWKlGRR4hTONm5rkySYLEJGabhc3Itu1W1+1bda3J5v8A4BxLj7bfctkve8PphVRHasZWX5nxri907NXYpPKTaXkZFBiD4XiSJxY5u8bxzEbxwVo5L5XsqhousyYDW3c620s/ttHHaqmX7hmLXBzSWuabgjUQRsIK31OlheufX4kOi11mlly5x70XuijeR+VYqm6ElhMwa9wePrDjzj/BJF5iyuVUnGXWe2puhdBTg+TCIijJSjeyC76pfNP+2FBciPCVF/EwfFap12QXfVL5p/2woLkR4Sov4mD4rV1KvdehRs94dO473rP5qT7DlyM3Yuucd71n81J9hy5GbsUWk6mSajuOmM0fgel6JfjyqYKH5o/A9L0S/HlUwVOztv4liHZRztnu8Ku81F7nLMzB+EZf4Z/xYFh57vCrvNRe5yzMwfhGX+Gf8WBdB+49Cr/2+pO8+Xgs+ei/7LnyLuh0j3roPPl4LPnov+y58jOsdITS+7MX9o7FCLxpXq5hdObc8fhef92H4LFvex/78qPMj4jVoc8Tv9XqOAhHXyMa33Y/9+VHmR8Rq6cvceiKcfe+pMM+3gwefj+zIqCpe7Z+833hX7n28GDz8f2ZFQNMbPaTucPeE03uzF3bOwgvV4F6uYXTmHOh4WrPOD4bFN+x57qt6IPfMoPnOcDi1ZbX/wCQDrEbAfaFOOx57qt6IPfMulZ7j0RTh70l2dzJB9dRgwjSmpnGRjRte0iz2DjaxHOW23rnJzSCQRYjUQdxG0FdjLQY1kFQ1btOemY952vGkxx6XMILutV6dRsWH1EtlW55RytboS3QulfzP4X5N/8ArP8AiLGxPNDhghkLYCxwY4hwlmJaQ0kEBzyPSFY9qh5kXQSKWyRy6qcPka6J7nRX7eBxOg8b7DxHczh7RqXTWE4mypgjniN2TND289nC9jzEbDxC5CC6UzOuvhFPfcZh1cvItNVBYUjaiTzg0Gd/OPJSkUlK7Qlc3SllG2Nru5a3mcRrvuFrazcUdPO57i57i9ztZc4lxJ4k6ypTnWeTi9Xfc5g6hDHZbjM7kdTV8lR9KYZBC2PRaHOaLvL7k6JBPcjfvKlhtqr3GkszngrqyWXSv5nsL8mPrZ/nUZzj5s6Cmw6aeCIxyRaBaeUldfSkY0gh7iLWcViOpg3jmHTJLJSBXXGT/etP5mL4bVyOV1xk/wB60/mYvhtUer6kb6fvI/nd8D1XRF8eJcznYumM7vgeq6IvjxLmc7FvpOw/ia39pHXWB97Qeaj+w1ZywcD72g81H9hqzlzn1ltdQREWDJX2L4gZpXO3DU0czRs9O3rWGpVVZHAuJY/RB16JF7dBuNS8iyMHjSE9DQPeSvDW8K1tljlKOcvryj00NdpoQST9MMiy+9LQSSGzGF3EbOs7ApnTZOQM8TSPO7tvZs9i2TWgahqAV2j9PyfO6WPJfn/0r28Vivdx+ZFafI4lp5R1iQbNbzkark/2VHzTuce2JJ93VuXTa5ux2k5Kpnj/AFcsjeoPNvZZdb2KnTRXRr17zr/p/VTunYp+WPrn/RgrxzQdR1r1Ch6lpNYZZuT+bsS0EEkb9B72lxa7W06TnEWI1t1W51qsTybqKe/KRu0R447ZvpGzrsrZwKk5Kmgj/VxRtPS1gB9qzl6XTcQtqiovmkfEeI8Lo1N07IftbbfLq5vw/GChUVx4hknTTXL4mgnxm9of6bX61oKrNhGf9uZ7eDg1/u0V1YcTpl2so89bwXUR7GH9PuQKhrXRSNkYbOYbg/ceB2dauvDqwTRMkGoSNDrc1xe3UoVDmu19vPdu8NZYnrLjb0FTekpWxMbGwWawBoHACyocQvqt27HlnU4Tpb9PuViwn3Z7z7IiLlHdKO7IIf8A2aXzT/thQTIjwlRfxMPxWroXLrIOLE4mte4xyREmOUAHR0raQLT3TTYarjYNfPoMiczcdDOKiWb6RJHfkwGaDWkgjSI0iXOsdWwDpta9C+Krw+srSrk55Jvjves/mpPsOXIzdi7Hc0EEHWDqI5wqmrux/jdOXRVLo4Sb8mYw5zR9Vr9IC24EjputNPbGGdxtdByxglWaPwPS9Evx5VMFh4RhUdNDHBENGOFoa0bTYbyd5JuSecrMVabzJsmisJI52z3+FXeai9zlmZg/CMv8M/4sCsfOBmwjxJzJRIYJmDQ09HTa9lyQHNuNYJNiDvO3Vb65AZt4sMD3aZmmlAa6Qt0QGg30WtubC+sknXYbLK27o9Ft7yv0b6TJ7nXwV9ThkzYwXPj0Zg0bTyZu4DnOjpaucLmhdjquMqsyVNUyOlgeaV7yS5oaHxknaQy4LSeBtwWunuUFtkZtrcuaKkoM5OIwxtjjqnhjBZoIjfYDYAXtJsOa6yDnXxTyt38kPyKYfo9SeWM9S78RP0epPLGepd+IrHSUeXyI9lhU1TUuke58ji97yXOc4klzjtJJ2lW/2P8Agrh9JqnAhjg2Fh+sQdJ9uA7QdJPMsnCex/ja8GoqXStHiRs5O/AuLnG3QAeKtOgoI4I2xRMbHHGNFrWiwACivvi47Ym9dTTyyKZ3MFfU4ZKIwXOhLZg0bSIz29uOgXHqXNa7HVbZUZkKapkMtPIaVzyS5oaHxknaQ24LOo24LTT3KC2yM21uXNFT0OcrEYY2xx1Twxgs0ERusBsF3tJsOlfZ+dbEyCPpb9erUyEHqIZcKY/o9SeWM9S78RP0epPLGepd+IrHSUeXyI9lhUkspcS5xLnOJJJJJJJuSSdpJ3q78wWDPZT1FQ4WbUOYxl97YdPScOGk8j/gV5guYGFjw6pqHTtGvk2N5MHg52kXW6LdKtKmpmxsayNoYxgDWtaAA1oFgABsChvvjKO2JvVU08siOdLLV+HUrXQgGad3JsLhcMAaS51t52ADnN91jTJzs4p5W71cH4avvLLJCLEafkZSWEHTjkba7HgEXsdosSCOO42IrQ9j0/y1nqXfiLFM6lH93WZsjNv9pDvzsYp5W7+SD8NfOpzoYlIxzHVTy14LXANiaSCLHW1gI6ipp+j1J5Yz1LvxE/R6k8sZ6l34im6Sjy+RHstKiXUebnBn0uG00Ugs8NL3NO1rpXuk0TxGlbqWhyRzNU1HI2aV5qpWG7NJoaxjhscGXN3DcSTz2urCUGouU+USWqtx5s50z0YM+HE3ykHQqg2Rjt12sax46QWg9DwotgWUtTROc+mldEXjRdYNIcAbi4cCNXPxPOun8o8mYK6Ew1DNJu1pGpzHbnNduPv2G4VYVfY99seSrLN3B8VyOkteAfQFLXfDbtmaTqluzEhP52MU8rd/JB+GsLGMv66qiMM9Q6SNxBczRjaDom4votBIuAbcAp7+j1J5Yz1LvxF63sen311rLcIT+It+kpXh8jXZYVTh+HvnlZDENJ8rgxo4u1ejeTzArrihphHGyMaxG1rAeDQB9yjGRebOmw46bNKacixmfa4B2hjRqYD1nipcqt9qsfLqJqq9q5kRzsxl2EVYAvZrHdTZo3OPUAT1LmZdhzwNe1zHgOa8FrmkXDmuFiCN4IVT4v2P7HSF1NUmJhNxG9nKaPAPDgSOkX4lb6e6ME1I1urcnlFeUmc3EomNjZVPDIwGtBbE6zQLAXcwk6ucrKp872JtcHGp0wD3Lo4i08DZoNughSv9HqTyxnqXfiL60/Y9HSHKVgLd4bFZxHAl5APGx6FM7KPL5Eey0kVFnso3RsdIHte5rS9oaSGuIGkAd4BuLopZR5KUscbI2wx6MbWsFwCbNAAuTtNhtXqp5r8H8yxifibZERQkgREQBUXnOoOTxGU2sJgyUdbdF39TXK9FWuebCbshqAO4Jif0O7ZnVcOH/JQXrMDucBu6LVpP/kmv9r7FVLOwGg5aphi/WSMaf3S4aXsusFTjNHhPKVhmI7WmYTf9uS7W/wBOmepUoLdJI9xrbug087PBfXu+pc6Ii6h8rCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCwcbwltTBJA/uZW2v8AVO1rhxBAPUiI1k2hJwkpR60UFX5MVEVR9HdE8yE2aGtJDx9Zh3t47t9ldWQ+TP0KlDHWMrzpykfWI1NB5miw9J3oir1VqMmz0HFeI2301wfJNbnjveWv9ZJCiIrB50IiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiIAiIgCIiAIiID/2Q==Jakarta - Ibarat kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah ini cocok untuk menggambarkan kondisi Indosat saat ini. Rugi Rp 1,76 triliun, satelit disadap, dan slot orbit dicabut. Lengkap sudah derita Indosat.

Dalam laporan keuangan terbarunya, kerugian Indosat semakin membengkak. Dari rugi Rp 231,2 miliar di semester pertama, terus memburuk jadi Rp 1,766 triliun di kuartal ketiga 2013.

Kondisi keuangan yang morat-marit ini melengkapi derita Indosat yang sebelumnya dipastikan tak lagi mengelola slot orbit satelit di 150.5 BT. Anak usaha Ooredoo ini hanya berhak numpang di slot orbit tersebut sampai satelit Palapa C2 habis masa edarnya di 2015 nanti.

Imbasnya, kerugian yang ditaksir bisa mencapai USD 250 juta atau sekitar Rp 2,9 triliun dari biaya persiapan satelit Palapa E yang semula direncanakan untuk suksesor Palapa C2 tadi.

Satelit Penyadap

Sudah (kinerja keuangan) jatuh, masih tertimpa tangga (masalah satelit) pula. Derita Indosat soal satelit belum berakhir. Satelit Palapa punya Indosat ini belakangan disebut-sebut sebagai satelit tunggangan untuk penyadapan.

Kabar ini juga telah sampai ke telinga para petinggi di Kementerian Kominfo. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Gatot S Dewa Broto pun mengatakan akan segera mengklarifikasi isu penyadapan satelit Palapa yang beredar di media massa belakangan ini.

"Bahwasanya satelit dapat disadap sesungguhnya bukan isu baru. Sejauh ini Kominfo belum minta klarifikasi ke Indosat, nanti ada direktorat yang menangani soal itu," jelasnya saat berbincang dengan detikINET, Jumat (1/11/2013).

Dasar hukum meminta klarifikasi adalah Pasal 21 UU Telekomunikasi No. 36/1999, yang intinya penyelenggara telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang bertentangan dengan keamanan, ketertiban, kepentingan umum dan kesusilaan.

Sesuai Pasal 21 tersebut, seperti ditegaskan Gatot, ada kewajiban dari operator untuk memastikan bahwa satelitnya memiliki early warning report jika terjadi intersepsi.

Target Intelijen

Kominfo diminta tanggapannya terkait kabar beredar tentang Badan Keamanan Nasional AS (NSA) yang bekerja sama dengan Direktorat Sandi Australia dalam memantau dan menyadap komunikasi sejumlah negara di Asia Pasifik.

Target utama kedua badan intelijen itu ialah Satelit Palapa milik Indonesia yang menyediakan layanan telepon seluler dan komunikasi radio di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Papua Nugini.

Pemantauan itu dilakukan melalui Kedutaan Besar AS dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. "Kami menggunakan kedutaan besar di kawasan kami untuk memantau komunikasi lokal, khususnya percakapan telepon bergelombang mikro," ungkap pakar intelijen Australia, Des Ball, kepada Australian Broadcasting Corporation.

Ball mengatakan keempat fasilitas spionase tersebut dapat memantau komunikasi sipil serta militer dari kawasan Pasifik tengah hingga wilayah Samudra Hindia.

Gatot menjelaskan, isu penyadapan sudah menjadi perhatian bersama baik regulator, operator satelit dan konsumen itu sendiri, khususnya lembaga-lembaga strategis. Menurutnya, hal yang menjadi masalah adalah dibutuhkan suatu sistem aplikasi tersendiri untuk mengubah enskripsi materi yang dikomunikasikan.

"Hal yang justru kami khawatirkan bukan apakah Indosat sudah buat aplikasi atau belum. Tetapi kami khawatir jika ada pihak-pihak tertentu yang menggunakan aplikasi untuk menyadap satelit. Selain harga terjangkau, juga karena sulit mengontrolnya," katanya.

Indosat sendiri berdasarkan catatan memiliki dua satelit yakni Palapa C-2 dan Palapa D. Palapa C-2 sudah habis nilai ekonomisnya. Sebanyak 65% saham Indosat dikuasai oleh Ooredoo. Dalam laporan keuangan di triwulan ketiga 2013, Ooredoo melaporkan Indosat memiliki 53,8 juta pengguna seluler.


  detik  

Siswi SMA Pati Bikin Limbah Kapuk Ganti Pestisida

Siswi SMA Pati Bikin Limbah Kapuk Ganti PestisidaPati--Tanaman cabai itu, tampak tumbuh subur. Sebelumnya,puluhan kotak lahan tanaman cabai merah tersebut tampak meranggas dan sebagian daunnya rusak termakan jamur dan hama ulat. Untuk menyelamatkan tanaman itu, petani menyemprotkan cairan bio fungisida, pengganti pestisida. Penyemprotan itu dilakukan secara rutin, terutama menjelang panen. Hasilnya memang mengembirakan, tanaman dapat tumbuh subur dan cabainya dapat dipanen. "Saya harus esktra dalam memberikan perawatan," kata Solikhul, petani lombok dari Desa Kayen, Pati, Jawa Tengah, yang sudah hampir setahun meninggalkan pestisida, Kamis 31 Oktober 2013.

Bio fungisida yang dipakai Solikhul merupakan hasil penelitian Apriliani Sofa Marwaningtya pelajar kelas XII jurusan IPA SMA PGRI 2 Kayen, sekitar 20 kilometer dari Kota Pati. Bio fungisida buatan Apriliani mendapat penghargaan Best Project sekaligus juara pertama dari 13 kategori Biologia Celuler e-Mulucular Micro Biologia, yang berlangsung 20-25 Oktober di Brasil. Kompetisi itu diikuti 40 negara di dunia dengan 500 peserta.

Sekitar enam bulan, Apriliani melakukan penelitian. Ia mengambil abu kulit kapuk yang biasa digunakan untuk membakar batu merah dan genteng. Abu kulit kapuk dilembutkan lalu direndam air. Selanjutnya, air diambil untuk disemprotkan pada tanaman yang terserang jamur atau ulat. Dua kilogram abu dapat menghasilkan setengah kilogram bio fungisida cair dan cukup disemprotkan di lahan pertanian seluas seprempat hektare. "Abu kulit kapuk itu dapat diolah menjadi bio fungisida dan berguna untuk tanaman," kata Apriliani.

Selama penelitiannya itu, Apriliani didampingi Muhammad Rouf, guru pembimbingnya. Fungsi bio fungisida hasil olahan abu kulit kapuk, ujar Apriliani, mampu melawan jamur yang kerap menyerang tanaman cabai. Adapun biaya pembuatan bio fungisida berkisar Rp 15-20 ribu. "Bio fungisidi belum banyak ditemukan di pasaran. Jika ada, harganya cukup tinggi, yakni Rp 60 ribu untuk lahan yang luasnya sama-sama seperempat hektare," kata Apriliani. "Bio fungisida dari abu limbah kapuk sangat membantu petani karena dapat menekan biaya."

Darimana mendapatkan limbah kapuk...

Untuk mendapatkan kulit kapuk, kata Apriliani, tidaklah sulit. Kulit kapuk dapat diperoleh di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, yang sejak 1970-an dikenal sebagai sentra kapuk. Desa Karaban yang berpenduduk sekitar 8.000 jiwa itu, seribu lebih warganya di antaranya pembuat dan pedagang kasur serta pengodol kapuk. Dari jumlah itu, 40 orang tergolong pengusaha besar. Kapuk didatangkan dari luar daerah seperti bagian Pati bagian utara, Jepara, Kudus, Blora, Rembang dan kota- kota di Jawa Timur.

Menurut H. Rasyid (62), pengusaha pengolahan kapuk, satu ton kapuk gelondong kering, setelah diproses menghasilkan dua kuintal kapuk semin kualitas satu. Rasyid mampu berproduksi 1,2 ton per hari. Limbah yang dihasilkan dari sentra kapuk Karaban berkisar 150 ton per bulan. Limbah ini, benar- benar dapat dioptimalkan untuk kepentingan kemajuan pertanian di Pati. "Kegunaannya tidak terbatas untuk tanaman cabai, tapi lebih luas untuk pertanian lain," kata Apriliani. Sebelum Apriliani melakukan penelitian, limbah kapuk baru sebatas digunakan sebagai bahan bakar pembuat batu bata dan genteng.

Hasil penemuan Apriliani sebelumnya pernah menyabet medali perunggu dalam bidang sains terapan pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2012 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, pertengahan Oktober tahun alalu. Para dewan juri terdiri dari unsur ITB, IPB, UI dan ITS itu. "Kami selalu memberikan dorongan bagi para siswa untuk berprestasi. Dari hasil keras Apriliani, dia mampu menyabet penghargaan di Brasil," kata Surata, Kepala SMA PGRI 2 Kayen, Kabupaten Pati.


  Tempo  

Produk mainan dan elektronik lokal mampu kuasai pasar Amerika

Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data terbaru mengenai impor Indonesia yang terus melonjak. Impor Indonesia pada September 2013 mencapai USD 15,47 miliar. Angka ini naik 18,86 persen dibandingkan Agustus 2013.

Kepala BPS, Suryamin, mengatakan untuk mengimbangi besarnya impor pemerintah harus giat meningkatkan ekspor. Banyak produk Indonesia yang berpotensi menguasai pasar dunia seperti Amerika dan India.

"Industri mainan yang banyak diproduksi Indonesia sudah banyak yang pesan. Pabriknya ada di Bekasi, Bandung dan tidak hanya Amerika yang pesan," kata Suryamin di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (1/11).

Selain mainan, hasil elektronik atau IT Indoensia juga disebut sudah mengungguli negara lain. Pemerintah bisa memanfaatkan ini dengan menyasar negara dengan penduduk yang besar.

"Kita juga unggul dan sudah ada yang pesan luar negeri. High tech seperti printer, komputer, mainan cukup besar potensi bisa menghasilkan output," terangnya.

Terakhir, produk Indonesia yang sangat berpotensi menguasai negara lain adalah garmen. Garmen Indonesia sudah menembus pasar Amerika yang penduduknya disebut nomor tiga terbesar di dunia. Selain itu alas kaki juga memberikan signal positif dari Amerika.

Namun demikian yang harus dilakukan pemerintah adalah sinkronisasi antara pengusaha besar dengan kecil. Saat ini pengusaha besar Indonesia masih sedikit dan didominasi oleh pengusaha rumah tangga.

Harmonisasi antar keduanya dapat menciptakan efek simbiosis mutualisme. Di mana pengusaha kecil dapat terbantu dari aspek akses dan dana pengusaha besar.

"Jumlahnya usaha semuanya 3,2 juta usaha industri kecil sedang dan besar. Dari jumlah itu hanya 27.000 yang pengusaha besar. Kecil kecil banyak," tutupnya. (mdk/bim)


  Merdeka  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More