blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Selasa, 02 Juli 2013

Internet jadikan Indonesia desa global

Jakarta -  Perkembangan internet membuat Indonesia berkembang menjadi desa global, kata Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Eko Maryadi di Jakarta, Selasa.

Menurut Eko pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 55 juta orang yang 70 persen diantaranya mengakses internet melalui ponsel. Keadaan ini membuat masyarakat terlibat aktif dalam media online dan media sosial.

"Penggunaan ponsel juga tumbuh menjadi 250 juta ponsel, setara dengan populasi penduduk Indonesia. Dengan berkembangnya ponsel pintar, Indonesia juga menjadi pasar internet yang potensial," tuturnya pada Konferensi Tahunan Media Online yang diadakan AJI Indonesia tadi siang.

Masyarakat Indonesia dikenal adaptif terhadap internet, terbukti dengan penggunaan Facebook (peringkat empat dunia) dan Twitter (peringkat lima dunia), kata Eko.

Demografi pengguna internet dan perkembangan teknologi informasi telah mendorong revolusi etika digital, termasuk etika berberita atau jurnalistik, lanjut dia.

"Dengan berkembangnya media online, muncul pertanyaan apakah tradisi etika jurnalistik masih relevan? Apakah perlu landasan baru termasuk untuk media sosial? Bagaimana dengan keterlibatan masyarakat dalam media online," kata Eko merujuk telah berubahnya pendekatan dan tanggung jawab kerja jurnalistik di era digital ini.


  ● Antara 

Presiden Minta Perwira Kuasai Pengetahuan dan Teknologi

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya peran teknologi komunikasi dan informasi (ICT) bagi para perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian RI (Polri).

Sebagai seorang perwira, ilmu pengetahuan melalui sarana-sarana teknologi yang ada saat ini merupakan kekuatan untuk membangun dan mengembangkan kemampuan.

“Pahami betul konsep dari modernisasi menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi. Betul-betul kuasai pengetahuan dan teknologi mulai dari sekarang, jangan tunggu besok atau lusa,” kata Presiden saat memberikan Pembekalan kepada Calon Perwira Remaja (Capaja) Akademi TNI-Polri Tahun 2013 di Gedung Graha Samudera Bumimoro Morokrembangan, Komplek Kodikal, Surabaya, (1/7).

Pembekalan langsung dari Presiden SBY ini, merupakan acara pembuka sebelum pelantikan capaja yang akan digelar Selasa (2/7) di Mako Akademi Angkatan Laut. Hadir dalam pembekalan tersebut Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Mensesneg Sudi Silalahi.

Presiden mengatakan, seorang perwira harus terus mengasah pengetahuan dan wawasannya meski sudah lulus dari akademi angkatan. Penguasaan keterampilan di bidang teknologi, bukan berarti menjadi generasi video game. Generasi jenis ini justru akan membuat perwira tidak bisa berinteraksi, berkomunikasi, dan bersosialisasi.

“Itu tidak boleh terjadi perwira kepolisian dan militer. Perang yang sesungguhnya jauh lebih komplek, rumit, dan berbahaya dibandingkan dengan hanya bermain dalam simulasi video game,” kata Presiden.

Selain peka terhadap teknologi informasi yang sedang berkembang, Kepala Negara juga memberi sembilan nasihat atau instruksi lain. Peka terhadap perkembangan teknologi merupakan pesan yang ketiga. Pesan pertama, menjaga idealisme sebagai perwira Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian RI.

Kedua, kerjakan tugas sebaik mungkin dengan menguasai masalah teknis di lapangan tidak hanya teori. Keempat, berkompetisi secara sehat. Kelima, menjaga etika dan perilaku. Keenam, bermental tangguh, ulet, dan pantang menyerah. Ketujuh, percaya pada diri sendiri.

“Kalau mau berhasil, sukses, belajarlah dengan baik. Kalau mau jabatan ya tunjukkan prestasi dan kemampuan. Saya sering mendengar banyak sekali sekarang ini, perwira yang cari sponsor kesana-kesini, gantolan ke kanan kiri, itu tidak abadi, yang abadi kalau punya kemampuan sendiri, berupaya sendiri, berjuang sendiri,” kata Presiden.

Kedelapan, jangan memilih-milih tugas dan jabatan. Kesembilan, bertahan terhadap godaan harta, tahta, dan wanita. Kesepuluh, senantiasa dekat dengan Tuhan YME. “Saya hampir 30 tahun bertugas di TNI, lima tahun menjadi menteri, sembilan tahun ini jadi presiden. Perjalanan panjang saya juga alami, banyak tantangan permasalahan ujian dan cobaan, kadang-kadang begitu berat. Apakah saya mampu, saya berikhtiar,” ujar SBY.

Kapolri Timur Pradopo dalam kata penutupnya mengatakan, rintangan yang dihadapi perwira ke depan akan semakin kompleks dan dinamis karena kemajuan teknologi dan informasi. Karena itu, perwira wajib mengembangan potensi diri, mengembangkan kompetensi teknis manajerial di bidang masing-masing.

“ Pesan Pak Presiden mengenai kebersamaan satu kesatuan yang utuh, mendukung TNI-Polri dalam menghadapi tantangan kami jadikan landasan untuk meningkatkan kualitas menjadi perwira yang tangguh dan professional,” ujar Kapolri.

Sementara Agus mengatakan, ada 735 capaja TNI dan Polri yang akan dilantik menjadi Letnan Dua. Dengan perincian 238 orang taruna akademi militer, 105 taruna akademi angkatan laut, 108 taruna akademi angkatan udara, dan 284 orang taruna akademi kepolisian, dan 48 di antaranya adalah taruna.

  ● Jurnas  

Hummer' Made in Bandung Ini Dijual Bebas Rp 2 M

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLnshCAe_GkpIaqaq8htRRHT_sun_zfBngcsPWPY7xHHNBUrszWfbz6cuNRujVp_Jf_RMyXqTau59jcZBSgMpByEQK_hcH7HtXHKZbbMwsB1yejSsnaGZgEFj_Y2fNPRIiIQkRsyVAZ4c/s1600/batteringramkopassus.pngPT Pindad (Persero) telah mengembangkan varian kendaraan tempur militer Humvee versi Indonesia atau 'Komodo perang' mirip mobil Hummer yang selama ini lebih populer. Kendaraan yang mulai diperkenalkan kepada publik sejak 2012 ini, direncanakan diproduksi untuk keperluan sipil.

"Kalau ada permintaan, kami akan produksi," ucap Direktur Utama Pindad Adik Soedarsono usai acara Business Executive Gathering 2013 Kementerian BUMN di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/7/2013).


Adik menegaskan varian Komodo akan diperbanyak ketika telah terbukti dan teruji di lapangan. Terutama terbukti oleh TNI sebagai pemakai. Menurutnya, Pindad hingga saat ini baru memproduksi sebanyak 5 unit varian Komodo.


"Kalau kita stabil di military, kita produksi. Seperti hummer (versi sipil Humvee Amerika Serikat) baru diproduksi untuk sipil setelah 1.000 unit. Jangan uji coba di sipil. Di militer disempurnakan, kayak Anoa (Panser) baru di ekspor agar image terjaga," tambahnya.


Untuk harga, Humvee versi sipil yang dirakit dan diproduksi di Bandung Jawa Barat ini, bisa dilepas dengan harga lebih murah ketimbang harga jual versi militer. Menurutnya, varian sipil lebih sederhana ketimbang militer.


"Harga versi sipil ada pengurangan spesifikasi, nggak ada water proofing. Sekarang dilepas mulai harga Rp 2 miliar. Tapi itu tergantung konfigurasi," jelasnya.

  ● detikFinance  

Senin, 01 Juli 2013

Menristek berharap APEC jadikan iptek solusi ekonomi

Medan - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti M Hatta mendorong negara-negara di Asia Pasifik bekerja sama dalam penyusunan kebijakan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang bisa menjadi solusi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan.

"Saya harap kerja sama iptek bisa menjadi solusi bagi krisis ekonomi, menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan," kata Menristek saat memberi sambutan pada acara Third Senior Official Meeting (SOM3) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), di Medan, Senin.

Tiga hal yang ditekankan dalam kerja sama ini, ujar dia, adalah peningkatan kapasitas iptek seperti pelatihan dan berbagi pengalaman, menciptakan lingkungan inovatif, seperti pentingnya renumerasi, hak kekayaan intelektual dan royalti serta konektivitas di antara negara-negara anggota APEC.

Kelompok Kerja Policy Partnership on Science, Technology and Innovation (PPSTI) pada 2013-2015 dipimpin Indonesia di mana APEC PPSTI ini merupakan bagian dari pertemuan pejabat senior ke-3 (SOM3) APEC yang berlangsung pada 22 Juni hingga 6 Juli 2013.

Deputi bidang Jaringan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) Agus Rusyana Hoetman yang menjadi Ketua Chief Science Advisors bersama Peter Gluckman dari Selandia Baru, mengatakan, forum ini harus dapat diterjemahkan ke dalam berbagai program nyata yang merupakan faktor penentu pembangunan ekonomi kawasan.

"Inti pertemuan adalah mendorong pemerintah regional APEC menggunakan riset ilmiah untuk menentukan kebijakan iptek dan inovasi di setiap ekonomi APEC," katanya.

Setiap ekonomi APEC mempunyai berbagai kelebihan dan kekurangan, baik dari kebijakan hulu, proses teknologi, ataupun kebijakan hilir, sehingga dengan bekerja sama dan berbagi pengalaman merupakan langkah yang baik, terlebih dalam konteks perdagangan bebas, ujarnya.

APEC PPSTI ini merupakan transformasi dari APEC Industrial Science and Technology Working Group (APEC ISTWG) ke-42 dalam rangkaian KTT APEC 2012 di Rusia yang ditujukan dengan harapan untuk meningkatkan dialog dan kerja sama dengan pelaku bisnis regional APEC.

Tahun 2013 Indonesia kembali menjadi ketua dan tuan rumah Forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dengan tema "Resilient Asia Pacific, Engine of Global Growth", di mana sebelumnya kepemimpinan APEC pernah dipegang pada tahun 1994.

APEC 2013 di Indonesia dilaksanakan melalui beberapa pertemuan, yaitu Informal Senior Official Meeting (iSOM) di Jakarta, Senior Official Meeting I di Jakarta, Senior Official Meeting II di Surabaya, Jawa Timur, Senior Official Meeting III di Medan, Sumatera Utara, serta Konferensi Tingkat Tinggi di Denpasar, Bali.

SOM3 APEC dihadiri oleh 18 perwakilan dari 21 anggota APEC, yaitu Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chili, China, Hongkong-China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua New Guinea, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.


  ● Antara 

BPPT lirik kerjasama riset laut dalam

Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melirik kerja sama riset dengan industri mengenai eksplorasi laut dalam.

"BPPT sedang mencoba untuk mengkombinasikan upaya riset dan industri laut dalam. Biasanya riset dan industri jalan sendiri-sendiri, tapi sekarang dicoba untuk jalan bersama," ujar Deputi Kepala Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Ridwan Djamaluddin, usai pemaparan mengenai kapal Chikyu di Jakarta, Senin.

Ridwan mengatakan riset dan kegiatan industri dapat jalan bersama karena menggunakan peralatan yang sama, sehingga pemanfaatannya bisa lebih optimal.

"Riset laut dalam sangat mahal, oleh karena itu menjadi tidak realistis jika riset jalan sendiri-sendiri," ujar dia.

Dia menyebutkan sejumlah perusahaan tertarik untuk bersama-sama melakukan eksplorasi laut dalam di Tanah Air. Di Indonesia terdapat 1.141 sumur pengeboran dengan mayoritas di laut.

"Negara tetangga juga bisa diajak untuk melakukan riset bersama," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Mitigasi Bencana Udrekh mengatakan selama ini kemampuan untuk mengeksploitasi sumber daya migas sangat dibatasi oleh teknologi eksplorasi laut dalam.

"BPPT memandang perlu adanya pengetahuan terhadap penguasaan teknologi pengeboran laut dalam. Oleh karena itu kerja sama dengan pemerintah Jepang melalui Jamstec dimanfaatkan untuk memaparkan teknologi kapal bor tercanggih saat ini yakni Chikyu," kata Udrekh.

Udrekh menjelaskan Chikyu adalah kapal bor laut dalam yang mampu melakukan pengeboran untuk laut dengan kedalaman 2,5 kilometer dengan kemampuan pengeboran 9 kilometer.

"Chikyu juga memiliki fasilitas laboratorium," tukas Udrekh.

Dengan demikian, Chikyu mampu menjawab berbagai kebutuhan bagi pengetahuan dan teknologi laut dalam.


  ● Antara 

Freeport Masih Punya Cadangan Emas dan Tembaga di Papua Hingga 2055

http://images.detik.com/content/2013/07/01/4/132525_freeport320.jpgJakarta - Wilayah kerja pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua memiliki cadangan emas dan tembaga hingga tahun 2055. Sehingga Freeport meminta pemerintah agar memperpanjang kontraknya yang akan berakhir tahun 2021.

"Kalau ada perpanjangan dari pemerintah, resource yang tersedia itu kita sampai 2055 dengan skala produksi saat ini," kata Presiden Direktur PTFI Rozik B. Soecipto dalam sambutannya saat penandatanganan kontrak jual beli HSD di Gedung Pertamina, Senin (1/7/2013)

Menurut Rozik seiring dengan kegiatan pertambangan Freeport di Papua, perekonomian daerah sekitar akan terbantu. Rozik mengatakan kenyataan itu sudah terlihat sejak keberadaan awal Freeport beroperasi di Papua sejak tahun 1970-an.

"Resource yang tersedia tentunya akan menjadi penopang hidup di sana," ucapnya.

Industri pendukung lainnya akan hadir dan memberikan nilai tambah untuk masyarakat lokal. Rozik mengatakan Mimika, Papua nantinya menjadi pusat pertumbuhan di Papua.

"Daerah Mimika akan jadi pusat pertumbuhan di Papua. Penduduk di sana tumbuh 10% per tahun," sebutnya.

Dalam waktu dekat, Freeport berencana membicarakan perkembangan industri lain selain pertambangan, seperti semen, hydro power dan yang lainnya.

"Ke depan kita akan banyak berkerja keras untuk lebih membantu pemerintah daerah (pemda). Kita sedang membicarakan pembangunan semen. Ada rencana hydro power daerah itu. Jadi industri saya kira akan tumbuh," paparnya.(hen/hen)


Merpati Siapkan Dana Rp 2,3 Triliun Datangkan 40 Pesawat Baru

http://images.detik.com/content/2013/07/01/1036/merpati1dalam.jpgJakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) menyiapkan dana US$ 240 juta (Rp 2,3 triliun) untuk mendatangkan 40 pesawat baru hingga 2014. Hal itu merupakan salah satu upaya perseroan mengembangkan bisnisnya.

"Kita lagi gencar-gencarnya meningkatkan ekspansi bisnis hingga tahun depan. Kita akan menambah 40 pesawat baru, investasinya satu pesawat mencapai US$ 6 juta," kata Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo saat ditemui di sela-sela acara Business Executive Gathering 2013 Kementerian BUMN dan BUMN di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Rudy mengatakan, frekuensi penerbangan ke wilayah timur Indonesia masih cukup tinggi sehingga perseroan masih akan fokus menyasar penambahan rute di kawasan Indonesia Timur hingga mencapai wilayah Jayapura.

"Penerbangan ke arah sana banyak sekali penumpangnya sampai tahun ini. Jadi ya kita akan fokuskan ke sana," kata dia.

Selain itu, perseroan juga tengah berencana untuk menambah frekuensi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun, pihaknya mengaku belum bisa menyebutkan secara detil berapa penambahan jumlah frekuensinya.

"Menyambut hari raya idul fitri, kita akan menambah frekuensi penerbangan per harinya. Tapi berapanya belum bisa disebutkan," kata Rudy.(ang/ang)


  ● detikFinance  

Jembatan Selat Sunda Terpanjang di Dunia

BANDUNG - Jika jembatan Selat Sunda jadi dibangun, maka jembatan yang rencannya membentang sekitar 2,2 kilometer ini akan menjadi jembatan terpanjang di dunia. Saat ini jembatan terpanjang dimiliki oleh Jepang.

“Jika sudah jadi, jembatan ini akan menjadi jembatan dengan bentang terpanjang di dunia. Hal ini diyakininya sebagai tantangan yang bisa diwujudkan dengan adanya sinergis elemen bangsa, salah satunya diharapkan civitas akademik dan elemen-elemen lainnya. Salah satunya dengan forum diskusi seperti ini yang diharapkan dapat menjadi wadah informasi dan sumbang saran bagi pengembangan kawasan,” ujar Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak akhir pekan lalu.

Dikatakannya, meski masih dalam tahap perencanaan, namun pemerintah sudah merinci pembiayaan, “Kita memaksimalkan biaya dari swasta sedangkan pemerintah sifatnya hanya memfasilitasi dan sebagai pemilik otoritas tetap oleh publik,”, paparnya.

Sementara itu, Rektor ITB Prof Akhmaloka menyebutkan jika pembangunan jembatan Selat Sunda ini sudah ada sejak tahun 1960-an. “Ini sebagai upaya agar Pulau Jawa dan Sumatra ini segera terkoneksi dengan adanya Jembatan Selat Sunda. Meskipun diskusi ini terdapat kebaikan dan keburukannya itu hal biasa karena pasti ada pro-kontranya,” tuturnya.

Ditegaskannya, koneksi yang harus ada di Pulau Jawa dan Sumatra ini merupakan hal yang sangat penting. Karena seperti contoh fenomena yang sampai saat ini terjadi sehingga menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak, “Dimana sebenarnya kesatuan Republik Indonesia ini jika harga-harga kebutuhan pokoknya berbeda,” jelasnya.

Sementara itu, Sekertaris Dewan Pengarah Badan Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda Hermanto menyatakan bahwa konstitusi mengenai pembangunan ekonomi harus mampu mensejahterakan rakyat.

“Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional(RSJP Nas) 2005-2050 mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan akan menjadi kekuatan 12 besar dunia di tahun 2050 melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kita mencoba untuk menemukan solusinya yaitu dengan koridor-koridor ekonomi, perkuatan konektivitas nasional dan sumber daya manusia (SDM) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) Nasional,” paparnya.

Sedangkan manfaat dari pembangunan Jembatan Selat Sunda ini yaitu dapat mengembangkan kawasan ekonomi baru, mempercepat perkembangan Pulau Sumatra, mengurangi sentralisasi ekonomi di Pulau Jawa dan menciptakan kesempatan kerja.(job1)


  ● JPNN 

Mahasiswa ITB Juara Dunia Cyber Security

Temuan Mahasiswa ITB Juara Dunia Cyber SecurityBandung - Firman Azhari, mahasiswa S-2 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, meraih juara dunia Cyber Security di London, Inggris. Ia menciptakan inovasi berupa perangkat lunak yang bisa mendeteksi aman tidaknya kartu pembayaran berteknologi Near Field Communication (NFC).

Lomba tersebut digelar oleh Kaspersky, sebuah industri perangkat lunak yang berpusat di Moskow, Rusia. Industri tersebut fokus pada keamanan sistem teknologi informasi. Menurut dosen pendamping Firman, Suhono Harso Supangkat, final lomba berlangsung 25-27 Juni 2013 di Universitas Royal Holloway, London. "Final diikuti 14 peserta dari 10 negara yang lolos babak penyisihan," ujarnya, Senin, 1 Juli 2013.

Sebelumnya, Firman, 23 tahun, lolos sebagai juara regional Asia Pasifik saat lomba di Singapura pada Maret lalu. Adapun dewan juri babak final berasal dari kalangan industri bidang keamanan informasi dan kalangan universitas, seperti Delft University, Belanda; dan Plymouth University, Inggris.

Firman menemukan perangkat lunak (software) pemeriksa keamanan kartu pembayaran berteknologi NFC. Teknologi itu sangat memudahkan pemilik kartu, karena cukup hanya mendekatkan kartu ke mesin pembaca data (reader) sejarak 2-3 sentimeter lalu proses transaksi selesai.

Temuan Mahasiswa ITB Juara Dunia Cyber Security

Firman Azhari, mahasiswa S-2 Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, menjadi juara dunia Cyber Security. Firman menemukan perangkat lunak (software) bernama NFC Inspector. Aplikasi buatan sendiri ini berguna untuk memeriksa keamanan kartu pembayaran berteknologi NFC.

Sejumlah bank, penyedia jasa hiburan, atau pengelola gedung di Indonesia, misalnya, telah memakai kartu berteknologi NFC untuk pembayaran atau akses masuk. Teknologi itu sangat memudahkan pemilik kartu. Cukup mendekatkan kartu ke mesin pembaca data (reader) sejarak 2-3 sentimeter, transaksi pun selesai.

Di balik kemudahan itu, Firman menemukan keamanan sejumlah kartu berteknologi NFC di Indonesia masih lemah. "Pengamanannya masih setengah-setengah, tapi ada juga yang sudah penuh sehingga sulit dibobol," ujarnya kepada Tempo pada Maret lalu. Pelaku yang bisa membobol kartu NFC, kata dia, hanya orang-orang pintar yang melek teknologi.

Sejauh ini, belum terdengar kasus semacam itu di Indonesia. Namun, di sejumlah negara Eropa, seperti Belanda, itu pernah terjadi. "Sekarang Jepang sudah mengamankan kartu-kartu NFC dengan pengamanan tinggi," ujarnya.

Aplikasi dan temuan Firman menjadi semacam alarm bagi keamanan kartu jenis tersebut di Indonesia.

  ● Tempo  

Kisah Sukses Pembuat Replika Kapal Kuno

Berbekal dari kecintaan, ia punya omzet puluhan juta rupiah. 

Muhammad Rivai Nafis
Berawal dari suka, akhirnya jadi sumber pendapatan. Itulah yang dialami Muhammad Rivai Nafis. Pria berusia 73 tahun ini hidup dengan replika kapal bandong.

Kapal bandong merupakan perahu besar yang jadi moda transportasi sungai di Kalimantan Barat. Namun, kapal ini sudah tak lagi populer. Angkutan darat lebih cepat dan tentunya lebih efisien.

Ketika ditemui VIVAnews baru-baru ini, ia menuturkan, selain suka, membuat replika kapal juga untuk melestarikan sisa kejayaan Kalbar yang kini sudah tergerus zaman. “Ini satu-satunya kerajinan Kalimantan Barat," katanya.

Ia mengisahkan masa lalunya yang sedari kecil tinggal di pinggir sungai. Ia setiap hari melihat kapal bandong lalu-lalang. Namun, belakangan kapal-kapal ini hilang. Lalu, ia terinspirasi membuat miniatur.

Di gerainya yang kecil di pinggiran Sungai Sekayam, Kelurahan Tanjung Sekayam, Kapuas, Sanggau, ia sehari-hari merakit kayu-kayu kecil jadi kapal bandong kecil. Tangannya cekatan, dan sangat terampil.

Meski awalnya iseng, produk-produk Rivai bisa laku mahal. Antara Rp200-500 ribu per buah. Permintaan yang tinggi membuat ia harus dibantu tiga pekerja lain. "Sebulan bisa ratusan pesanan," katanya.

Tak cuma Kalimantan, konsumen replika ini sudah merambah ke luar kota. Bahkan, sudah ke Malaysia, Brunei Darussalam, dan sejumlah negara tetangga lain. Hitung saja, omzetnya bisa puluhan juta rupiah sebulan. Jauh dari ongkos pembuatan itu.

Namun, meski sudah beromzet besar, Rivai justru khawatir kerajinan ini putus tak ada penerusnya. Memang, ia mengaku kerap melatih warga sekitar membuat kerajinan ini. Tapi, belum terlihat ada yang berhasil.

"Ini warisan budaya Kalimantan Barat yang harus kita jaga," katanya.(art)


  ● Vivanews 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More