blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 04 Agustus 2012

Riset IPB: kacang komak bermanfaat antidiabetes

http://img.antaranews.com/new/2011/02/thumb/20110218103155ipblogo.jpgBogor (ANTARA News) - Riset yang dilakukan peneliti Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB Dr Arif Hartoyo menyatakan bahwa kacang komak (Lablab purpureus (L.) Sweet) bermanfaat sebagai antidiabetes.

"Isolat protein kacang komak juga mempunyai sifat fungsional seperti antioksidan, antikolesterol, dan antiobesitas," katanya di Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Menurut dia, dari hasil penelitian menunjukkan mencit yang terkena diabetes dan kolesterol tinggi kemudian diberi isolat kacang komak kondisi sel beta-nya sama dengan mencit normal.

Sementara mencit yang menderita diabetes dan kolesterol tinggi sel beta-nya tidak tampak, katanya.

Ia mengatakan, hal itu karena isolat kacang komak menstimulasi peningkatan jumlah sel beta pankreas, sekresi insulin, dan menghambat kerusakan sel beta pankreas sehingga jumlah insulin meningkat yang menyebabkan glukosa darah turun.

Jumlah insulin meningkat, katanya, juga menghambat sintesis VLDL (very low density lipoprotein) meningkatkan aktivitas reseptor LDL (low density lipoprotein) yang menyebabkan kolesterol turun.

"Dengan hasil penelitian ini kacang komak sangat bagus untuk penderita diabetes melitus, karena bisa menurunkan kadar glukosa darah," katanya.

 Pengganti kedelai

Ia juga menjelaskan keunggulan kacang komak, yakni sangat cocok sebagai pengganti kedelai.

Dikemukakannya bahwa kacang komak mengandung kadar protein tinggi yakni 21,42 persen dan lemak yang rendah yakni 0,98 persen.

Selain itu, kata dia, kacang komak juga bisa menjadi bahan baku pangan fungsional karena mengandung serat pangan tinggi, oligosakarida, fitosterol, flavonoid, globulin 7 S dan 11 S.(A035/R010

(Antara)

Jumat, 03 Agustus 2012

Indonesia siap luncurkan roket RX-550

RX 550 LAPAN (Foto Audryliahepburn)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta, mengatakan tahun ini Indonesia sudah siap meluncurkan roket RX-550 (Kaliber 550mm) dengan jangkauan 300 km yang akan membawa peralatan pengukur atmosfer.

"Kita sedang mengembangkan roket RX-550 dan siap meluncurkannya tahun ini," kata Menristek dalam jumpa pers tentang peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 di Jakarta, Jumat.

Roket RX-550 yang merupakan roket terbesar yang pernah dikembangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menjadi bukti atas kemampuan bangsa Indonesia mengembangkan teknologi tinggi, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapan Bambang Tedjasukmana mengatakan, setelah Idul Fitri atau sekitar akhir Agustus hingga September pihaknya akan melakukan uji statik roket RX-550 untuk yang kedua kalinya.

"Uji statik roket ini merupakan uji di darat untuk mengetahui kinerjanya misalnya daya dorongnya saat akan tinggal landas, atau kemulusannya saat dinyalakan," katanya.

Setelah uji statik bisa dilalui, RX-550 akan diuji terbang, agar tahun depan roket ini bisa diluncurkan, ujarnya.

Untuk peluncuran tersebut, ujar Bambang, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemda Morotai, Maluku Utara, karena RX-550 akan diterbangkan dari Morotai yang lokasinya sangat bagus untuk peluncuran roket.

"Morotai itu langsung menghadap Pasifik, jadinya roket Sonda ini akan langsung dilepas di atas samudra Pasifik untuk keperluan pengukuran atmosfer," katanya.

 Mobil Listrik

Menristek dalam kesempatan sama juga menyebutkan bahwa Indonesia menargetkan sudah bisa memproduksi mobil listrik sendiri pada 2018, setelah prototipe produksi dihasilkan.

"Saat ini kita baru di level lima dari sembilan level yang harus dilalui dalam technology readyness level," katanya.

Soal mobil listrik, ujarnya, segala komponennya sudah siap dibuat di dalam negeri, selain itu pemerintah juga sudah siap membangun stasiun-stasiun pengisian energi listrik bagi batere mobil tersebut, namun komponen baterenya yang masih tergantung pada impor akan terus dilakukan riset.(D009)

(Antara)

Menkominfo: Internet lokal setara Korea Selatan jika wimax, 3G lancar 2013

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring yakin koneksi Internet di kota-kota besar di Indonesia bisa setara dengan Korea Selatan jika teknologi "wimax" dan 3G berjalan lancar mulai 2013 nanti.

"Jika wimax dan 3G jalan 2013, koneksi Internet di kota-kota besar akan setara dengan di Seoul," kata Tifatul di Jakarta, Kamis malam.

Ia mengatakan dengan adanya koneksi yang cepat, sinyal akan terus stabil di 3G tanpa harus berubah ke EDGE atau GPRS.

Mengenai perencanaan alokasi frekuensi 3G, Tifatul mengatakan maksimal ada lima pemain dan minimal dua pemain.

Kelima operator yaitu Telkomsel, Indosat, XL, Axis dan Hutchison CP Telecom (HCPT). Mereka menggunakan sebanyak 50 MHz dari total 60 MHz yang tersedia di pita (bandwidth) 2,1 GHz sejak 2006 hingga 2011.

Wimax atau "Worldwide Inteoperability for Microwave Access" merupakan teknologi nirkabel berbasis Internet Protocol (IP) yang mampu menyediakan kinerja yang setara dengan 802.11/koneksi WiFi dengan kualitas dan cakupan koneksi selular.

Wimax ditujukan sebagai jaringan di area metropolitan yang menyediakan akses Internet nirkabel hingga 50 kilometer. Sedangkan koneksi WiFi biasa hanya terbatas dari 30-100 meter.

Teknologi wimax telah diadopsi oleh beberapa negara seperti Korea Selatan dan Jepang. Pasar Internet nirkabel yang besar membuat kedua negara itu bahkan menetapkan pita frekuensi 4,9 GHz sebagai frekuensi kerja wimax. (SDP-44/A039)

(Antara)

Minyak Jelantah Jadi Pembersih Lantai

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/minyak_jelantah_100430152037.jpgYOGYAKARTA -- Minyak goreng bekas atau biasa disebut jelantah ternyata masih bisa dimanfaatkan. Padahal oleh sebagian besar masyarakat minyak jelantah tersebut hanya dibuang saja.

Di Yogyakarta, minyak jelantah bekas penggorengan pedagang kaki lima (PKL) banyak yang hanya dibuang begitu saja. Hal ini menginspirasi empat mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk memanfaatkan hal tersebut.

Keempat mahasiswa ini melakukan beberapa kali penelitian terhadap minyak jelantah ini dan hasilnya minyak limbah penggorengan ini disulap menjadi zat pembersih lantai atau karbol pembersih lantai. Keempat mahasiswa ini adalah Hasan Ashari, Asri Novianti, C Nulat Panggayuh Mahardika, dan Wahana Cahya Wibawa.

Penemuan karbol milan ini berhasil masuk dalam Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Minyak jelantah ini sifatnya non-polar sehingga kalau menjadi limbah tidak terikat di air," terang Hasan Ashari.

Karena banyaknya limbah ini di Yogyakarta, maka dirinya bersama teman-temannya mengolah limbah tersebut menjadi karbol pembersih lantai dengan merek "Karbol Milan".

Dia memilih mengolah menjadi karbol, karena produk pembersih lantai merupakan kebutuhan bagi rumah tangga dan seluruh gedung-gedung instansi, lembaga, ataupun pusat perbelanjaan.

Asri Noviantika mengatakan, Karbol Milan mempunyai kelebihan dibanding produk karbol lain yang ada karena Karbol Milan menggunakan bahan limbah minyak goreng, sehingga harganya akan lebih terjangkau.

(Republika)

Mengolah Air Gambut Menjadi Air Sehat

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/03/1103225p.jpg
Desain IPAG60 (Foto: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia/NOVAN)
Oleh NAWA TUNGGAL

Masyarakat di lahan gambut berisiko mengalami gangguan kesehatan karena mengonsumsi air bersifat asam yang bisa membuat gigi keropos. Selain itu, air gambut mengandung zat organik ataupun anorganik yang bisa mengganggu metabolisme tubuh.

Untuk mengatasi masalah itu, periset pada Pusat Penelitian Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ignatius DA Sutapa, merancang instalasi pengolah air gambut menjadi air baku yang sehat untuk dikonsumsi. ”Hasil penelitian kami sudah dimanfaatkan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Bengkalis, Riau,” kata Sutapa, Kamis (2/8), di Cibinong Science Center LIPI, Cibinong, Jawa Barat.

Saat ini, instalasi pengolah air gambut (IPAG) LIPI diproduksi dengan kapasitas 60 liter per menit. IPAG60 mampu mencukupi kebutuhan air bersih 100 rumah tangga.

Air gambut memiliki derajat keasaman (pH) 2,7- 4. Adapun pH netral adalah 7. Pengolahan air gambut melalui sejumlah tahapan, meliputi koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dekolorisasi, netralisasi, dan desinfektasi.

Air gambut yang berwarna hitam kecoklatan itu mengandung senyawa organik trihalometan yang bersifat karsinogenik (memicu kanker). Selain itu, air gambut mengandung logam besi dan mangan dengan kadar cukup tinggi. Konsumsi dalam jangka panjang bisa mengganggu kesehatan.

 Diendapkan dan disaring

Air gambut diolah dengan cara koagulasi (diendapkan). Koagulan utama yang digunakan adalah alum sulfat. Koagulan ini digunakan dengan variasi konsentrasi hingga 50 bagian per sejuta (ppm), bergantung pada kepekatan air gambut.

Koagulasi menghasilkan endapan yang ditampung dalam bak sedimentasi. Selanjutnya, air dialirkan untuk disaring dengan pasir silika dan antrasit.

Unit filtrasi merupakan saringan pasir cepat. Diameter pasir silika dan antrasit adalah 0,6-2 milimeter.

Komposisi media penyaring disusun berdasarkan tingkat efisiensi proses koagulasi. Media filter memungkinkan terbentuknya biofilm mikroorganisme. Ini yang menguraikan polutan organik air gambut yang dialirkan.

Untuk menghilangkan bau, warna, dan rasa digunakan penyaring karbon aktif. Dengan ukuran partikel karbon aktif relatif kecil, warna air gambut yang pekat dan mengandung asam humat dapat diserap.

Konsentrasi karbon aktif bergantung pada intensitas warna yang akan direduksi. Kemudian dilanjutkan dengan proses netralisasi tingkat keasaman air menggunakan soda ash. Untuk membunuh bakteri patogen di dalam air digunakan kalsium hipoklorit.

 Dipatenkan

Tahun 2012, LIPI menghasilkan tiga unit IPAG60 dan sedang mengerjakan pesanan sebanyak 15 unit. Metode pengolahan air gambut serta kelengkapan peralatannya sedang dipatenkan.

Sutapa mendaftarkan hak paten dengan nomor registrasi P00201000586 ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Klaim patennya mencakup pengolahan air gambut, termasuk ditemukannya kombinasi optimal antara proses netralisasi, pembubuhan karbon aktif, dan koagulasi.

Dari hasil penemuan instalasi pengolah air gambut memungkinkan dibuat sistem pengolah air gambut yang kontinu dengan produktivitas tinggi. Peralatannya bisa dirancang dalam bentuk kecil dan mudah dibawa.

”Pemerintah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, dan PT Sinar Mas di Riau sudah memasang IPAG60,” kata Sutapa.

Sutapa merancang IPAG60 bersama peneliti LIPI lain yang tergabung ke dalam Program Kompetitif LIPI, Energi Bersih Terbarukan, dan Pasokan Air Bersih Berkelanjutan. IPAG60 merupakan instalasi pengolah air gambut menjadi air bersih terbesar di Indonesia saat ini.

Kualitas air produksinya memenuhi standar kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010. Untuk pengolahan dibutuhkan energi listrik relatif rendah. Energi itu bisa diupayakan dari panel surya.

Biaya produksi air bersih mencapai Rp 15.000-Rp 25.000 per meter kubik. Besar biaya bergantung pada kualitas air gambut yang diolah.

Saat ini diperkirakan luas hutan dan lahan gambut yang tersisa sekitar 21 juta hektar. Jutaan penduduk di lokasi itu masih memanfaatkan air gambut untuk keperluan sehari-hari, selain air tadah hujan.

Pemenuhan kebutuhan air bersih di Indonesia masih sangat kurang. Diperkirakan hanya 30 persen dari kebutuhan yang terpenuhi. Bahkan, di kawasan lahan gambut marginal diperkirakan hanya 10 persen penduduk yang memiliki akses air bersih.

Hasil riset pengolah air gambut memberikan sumbangan nyata. Pemanfaatannya sekaligus juga untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium 2015 melalui peningkatan akses terhadap air bersih.

(Kompas)

Mahasiswa Semarang Kembangkan Baterai Berbahan Lumpur Lapindo

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/semburan-lumpur-lapindo-_120416211724-278.jpgSekelompok mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengembangkan pembuatan baterai sel kering (dry cell battery) berbahan material lumpur panas Sidoarjo atau lumpur Lapindo.

"Selama ini, lumpur Sidoarjo hanya dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk membuat genting, batu bata, dan lukisan," kata mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA (MIPA) Unnes Aji Christian Bani Adam di Semarang, Jumat (3/8).

Ia mengakui bahwa meluapnya lumpur panas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur pada 2006 memang menjadi tragedi memilukan, sebab banyak masyarakat kehilangan rumah dan harta benda karena tertimbun lumpur.

"Kami berpikir material lumpur sebanyak itu sia-sia kalau tidak dimanfaatkan. Setelah kami teliti, ternyata lumpur Sidoarjo memiliki kadar garam tinggi mencapai 40 persen dan kandungan berbagai logam," katanya.

Aji bersama ketiga kawannya, yakni Umarudin (FMIPA), Oki Prisnawan (Fakultas Ekonomi), dan Yoga Pratama (Fakultas Ilmu Keolahragaan) hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit untuk membuat satu buah baterai berkapasitas 1,5 volt dari lumpur Lapindo.

Saat ini mereka sudah memproduksi sebanyak 20 baterai yang akan dijual dengan harga Rp 3.000 per buah. Mereka juga menjual satu paket berisi empat baterai seharga Rp 10 ribu, dimana untuk setiap pembelian paket itu akan didonasikan satu kilogram beras bagi korban lumpur.

(Republika)

PLN Segera Lelang PLTG Aceh

PT PLN (Persero) akan segera melelang proyek pengadaan pembangkit listrik tenaga gas di Provinsi Aceh dengan kapasitas 200 MW.

"Lelang akan dilakukan setelah Lebaran ini," kata Kepala Divisi BBM dan Gas PLN, Suryadi Mardjoeki di Jakarta, Jumat (3/8).

Menurut dia, perkiraan nilai proyek pembangkit gas adalah sekitar US$1 juta per MW atau totalnya mencapai US$200 juta.

Suryadi menambahkan, pembangunan pembangkit direncanakan berlangsung selama delapan bulan. "Proyek pembangkit gas ini kami harapkan sudah beroperasi mulai tahun depan," katanya.

Ia juga mengatakan, pembangunan pembangkit gas bisa lebih cepat dibandingkan batu bara, karena lebih sederhana dan tidak memerlukan fasilitas yang kompleks seperti batu bara.

Menurut dia, PLTG tersebut akan menggantikan pembangkit berbahan bakar solar (PLTD) berkapasitas 150 MW yang saat ini masih disewa PLN.

"Nanti, kalau turbin gas ini sudah beroperasi, maka PLTD-nya akan dimatikan," ujarnya.

Untuk pasokan gasnya, Suryadi melanjutkan, direncanakan berasal dari Proyek LNG Tangguh, Papua Barat.

LNG Tangguh, lanjutnya, akan masuk ke pembangkit melalui terminal penerima di Arun, Aceh yang akan dibangun PT Pertamina.

"Jadi, setelah pembangkit beroperasi 2013, gas dari Tangguh sudah mulai masuk," katanya. (Ant/OL-9)

(MediaIndonesia)

Indonesia Mau Kembangkan Mobil Listrik? Ini Syaratnya

http://static.republika.co.id/uploads/images/square/menteri-koordinator-perekonomian-hatta-rajasa-kiri-bersama-menteri-bumn-_120723201543-366.jpgKomitmen kuat pemerintah dalam mendukung kehadiran mobil listrik nasional menjadi syarat utama keberlangsungan program mobil listrik yang menjadi sorotan akhir-akhir ini.

Komitmen tersebut tak hanya dalam bentuk regulasi, kemudahan transfer teknologi atau insentif pada pengembangan produknya, namun juga dalam menciptakan pasar, khususnya pasar dalam negeri yang selama ini dikuasai para pabrikan dunia sehingga mampu menyerap produksi mobil listrik tersebut.

Bila tidak ada komitmen kuat pemerintah, maka dapat dipastikan masa depan mobil listrik nasional hanya sebatas wacana yang berakhir tragis.

Pandangan tersebut mengemuka sebagai salah satu kesimpulan dari Diskusi Terbatas Mobil Listrik: Strategi Hemat Energi?, yang digelar Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) Selasa lalu di Kantor MITI, Serpong Tangerang. Hadir sebagai pembicara Dr. Mahfudz Al Huda (BPPT), Dr. Rohadi Awaludin (BATAN) dan Dr. Ir. Bambang Prihandoko, MT (LIPI). Sementara jalanya diskusi dipandu, Dr. Haznan Abimanyu dan Dr. Dwi Handoko dari MITI.

Dalam paparannya, Mahfudz Al Huda menyoroti industri mobil nasional yang dikembangkan banyak negara sangat tergantung kepada komitmen pemerintahnya. Dia menunjuk dua negara Korea dan Malaysia yang berhasil membangun industri mobil nasional dengan memproteksi pasar dari serbuan pabrikan dunia.

‘’Contoh nyata Malaysia. Saya yakin Proton tak akan bertahan hidup kalau tak ada dukungan kuat dari pemerintahnya, khususnya penciptaan pasar dalam negeri sehingga produksinya bisa terserap. Ini menjadi penting mengingat industri mobil adalah salah satu industri yang rentan terhadap berbagai persoalan, khususnya pasar. Sudah banyak pabrikan besar yang kini tinggal nama hanya karena ketidakmampuan menjual produknya,’’ paparnya seraya menunjuk bangkrutnya industri mobil dunia seperti SAAB Swedia atau Datsun Jepang.

Menurut Mahfudz, dalam mengembangkan industri mobil, khususnya mobil listrik pasar yang masih terbuka perlu diproteksi agar tidak menjadi pasar pabrikan besar yang sudah mengembangkan riset mobil listrik sebelumnya.

‘’Kalau pabrikan besar diberi kebebasan sudah pasti mobil listrik nasional bakal gulung tikar karena kalah segala-galanya,’’ katanya.

(Republika)

Hindari teh dan kopi sebagai minuman pendamping makan

http://img.antaranews.com/new/2011/04/thumb/20110407015302teh.jpg

Jakarta (ANTARA News) - Teh dan kopi sebaiknya tidak diminum pada saat sedang makan, karena dapat mengurangi jatah kalsium yang seharusnya diserap usus, kata dokter spesialis gizi klinik dari FKUI, Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK.

"Hal ini disebabkan oleh efek kafein yang terkandung di dalam teh dan kopi, sehingga tubuh tidak bisa menyerap banyak kalsium," ujar Fiastuti sebelum memberikan paparan mengenai nutrisi buah di Jakarta, Kamis.

Kafein yang terkandung dalam teh dan kopi menghalangi penyerapan kalsium dan mineral di usus, sehingga tubuh tidak mendapatkan cukup kalsium yang seharusnya imbang dengan kandungan kalsium dalam makanannya, jelas Fiastuti.

Fiastuti melanjutkan, hal ini menyebabkan kalsium keluar lebih banyak daripada yang seharusnya dan dikeluarkan lewat urin.

"Jatah untuk tubuh menjadi berkurang dari yang seharusnya diserap," pungkas dia.

Sementara itu, untuk mengimbangi kalsium yang terbuang, Fiastuti mengimbau agar asupan makanan tinggi kalsium terus dikonsumsi.

"Tidak hanya susu, tapi ikan, sayuran hijau, kacang kedelai, tahu dan tempe, merupakan makanan kaya kalsium yang sangat dibutuhkan tubuh, untuk menjaga kesehatan tulang," demikian Fiastuti.(M048)

(Antara)

TV Digital

 Kemenkominfo Pastikan Set Top Box TV Digital Harus Buatan Dalam Negeri

http://www.jurnas.com/fototmp/detail/52918-67959-1189511-0-7200166539449751e35274b767d7bb54.jpg?1343917720UNTUK memuluskan peralihan TV Analog ke TV Digital, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan membagikan sejuta Set Top Box sebagai bagian dari kampanye TV Digital. Rencananya semua alat itu harus diproduksi di dalam negeri.

"Kami akan bagikan sejuta Set Top Box sebagai bagian dari kampanye TV Digital," katanya di sela-sela acara buka puasa bersama di rumah kediaman Kemenkominfo di Jalan Widya Candra, Jakarta, Kamis (2/8). Menurutnya, pihak swasta yang memenangkan tender TV Digital juga akan melakukan hal yang sama. Tapi tentunya merknya akan disesuaikan dengan perusahaan tersebut.

Dia menjelaskan usaha pemerintah ini dikhususkan bagi konsumen TV kalangan bawah agar tidak perlu membeli perangkat televisi baru pada saat Indonesia tidak lagi menggunakan TV Analog di tahun 2018. "Rencananya semua alat ini kami wajibkan harus diproduksi di dalam negeri. Harganya tidak lebih Rp. 1.000.000. Tapi saya mendapat tawaran dari SMK bahwa mereka bisa produksi massal dengan harga Rp. 85.000 per perangkat," katanya.

Dia menjelaskan perangkat ini hampir sama dengan box TV kabel. "Cuma rangkaiannya lebih simple, di dalamnya cuma beberapa antenna. Saya tahu percis komponennya bagaimana, karena saya dulu tamatan STM Elektro," katanya. Dia mengatakan bahwa sekarang ini juga sudah hadir perangkat TV yang sudah digital dan dapat langsung menerima siaran.

Seperti diketahui, untuk menikmati siaran TV digital diperlukan satu set televisi yang memiliki kemampuan menerima sinyal digital. Namun tidak perlu mengganti TV dengan yang baru, karena secara virtual semua TV analog dapat menerima siaran digital dengan menambahkan sebuah alat yang dinamakan Set Top Box.

Pihak swasta, kata dia, juga diwajibkan untuk menggunakan perangkat yang dibuat di dalam negeri. Pembagian Set Top Box yang dilakukan pemerintah, tambah dia, dikhususkan bagi kalangan yang tidak mampu. "Orang kaya, pastinya tidak dapat. Mereka dapat membeli sendiri," katanya.

 TV Digital Dibuat Untuk Menambah Lembaga Penyiaran

MENTERI Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, menegaskan bahwa konsep TV Digital dirancang untuk memberi peluang penambahan lembaga penyiaran televisi dan bukan untuk menghambat yang ada. "TV Digital itu bukan untuk memberhentikan orang siaran tapi untuk menambah," katanya dalam acar buka bersama di rumah kediaman Kemenkominfo di Jalan Widya Candra, Jakarta, Kamis (2/8). Menurutnya, nantinya tidak ada lagi istilah televisi nasional maupun lokal.

Pemerintah melalui kemenkominfo telah membuka beauty contest (tender) untuk penyelenggaraan penyiaran multipleksing dalam rangka penyelenggaraan penyiaran televisi digital terestrial penerimaan tetap tidak berbayar. Peluang usaha ini diberikan kepada lembaga penyiaran swasta jasa penyiaran televisi. "Ingat, ini soal multiplexing yah, bukan tentang slot TV," katanya.

Untuk itu, pemerintah telah menandatangani Keputusan Menteri Kominfo No. 95/KEP/M.KOMINFO/2/2012 tentang Peluang Usaha Penyelenggaraan Penyiaran Multipleksing Pada Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar agar bisa menyelenggarakan penyiaran televisi digital terestrial tersebut.

Untuk tahap awal, layanan ini akan dibuka di Zona Layanan 4 (DKI Jakarta dan Banten), Zona Layanan 5 (Jawa Barat), Zona Layanan 6 (Jawa Tengah dan Yogyakarta), Zona Layanan 7 (Jawa Timur) dan Zona Layanan 15 (Kepulauan Riau). "Nggak mungkin semua pemilik TV kita kasihkan kan," katanya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya sesuai dengan himbauan beberpa kalangan DPR akan memprioritaskan TV baru untuk memenagi terder tersebut. "Banyak anggota DPR yang menyarankan agar tidak TV eksisting saja yang dimenangkan."

(Jurnas)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More