blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 04 April 2011

Bakrie Siapkan Rp 100 Miliar Dana Inkubator Teknologi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok usaha Bakrie mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar tahun ini untuk mendorong tumbuhnya pengusaha baru di bidang teknologi. Dana inkubator bisnis tersebut merupakan bagian dari investasi Rp 5 triliun yang disiapkan Bakrie untuk mewujudkan visi visi Bakrie Telecom, Media and Technology (BakrieTMT2015) yang akan mensinergikan lini bisnis telekomunikasi (BTEL), media (VIVA Group) dan teknologi (BConn dan BNET).

"Konsumen telematika di Indonesia merupakan salah satu yang paling tumbuh dan paling dinamis di dunia. Buktinya Indonesia selalu menjadi salah satu pasar terbesar untuk hampir setiap perusahaan teknologi dan internet terkemuka dunia. Ini perlu dimanfaatkan supaya konsumen telematika Indonesia bisa mulai beralih menjadi technopreneur seperti layaknya Google, Facebook dan sebagainya dalam tiga sampai lima tahun ke depan," kata Anindya Novyan Bakrie, Presiden Direktur PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Program inkubasi untuk pengusaha baru telematika diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam menunjang visi BakrieTMT2015. Khususnya dalam menambah jumlah ragam dan kualitas konten, sambil memberdayakan potensi industri telematika nasional. Menurutnya dengan investasi yang cukup besar pada tahun 2009 dan 2010, 40 persen pendapatan BTEL ke depannya akan didominasi oleh data. Transisi dari suara ke data sangat sesuai dengan tren konsumen di Indonesia yang semakin menggunakan telepon genggam tidak hanya untuk berkomunikasi tapi juga untuk bekerja, belajar, mencari hiburan bahkan untuk berbelanja.

"Untuk itulah Grup kami mengalokasikan dana inkubasi Rp 100 miliar yang mulai diluncurkan tahun ini agar semakin banyak aplikasi buatan technopreneur lokal yang bisa dipasarkan melalui jaringan BTEL," tegas Anin.


• KOMPAS

Sabtu, 02 April 2011

Awas, Virus "Liza Moon" Kuras Kartu Kredit

Salah satu tampilan antivirus palsu di web. Pengguna diminta membeli versi komersial untuk menghapus virus, padahal hanya tipu-tipu untuk menguras kartu kredit.

KOMPAS.com
— Sebuah virus komputer kini tengah menyebar masif menginfeksi ratusan ribu alamat situs web di seluruh dunia. Hati-hati dengan penyebaran virus yang disebut "Liza Moon" ini karena bisa menguras kartu kredit Anda.

Liza Moon memang tidak membahayakan langsung komputer korban. Virus tersebut mengelabui korban dengan seolah-olah memberikan bantuan antivirus. Ia akan menampilkan informasi ancaman apa saja yang ada di komputer korban dan menawarkan bantuan untuk mengatasinya. Namun, saat diklik, korban harus membayar dulu dengan kartu kredit.

"Penipuan menggunakan scam antivirus yang sangat tradisional," kata Patrick Runald, peneliti keamanan digital dari Websense seperti dilansir eWeek. Ia mengatakan, pada 31 Maret 2011, virus yang disebarkan dengan teknik SQL injection itu telah menginfeksi lebih dari 500.000 alamat situs web. Ini merupakan penyebaran scam paling cepat di web dalam beberapa tahun sejak serangan yang sama tahun 2008 dan 2009.

Websense telah memantau penyebaran virus tersebut sejak 29 Maret 2011 karena penyebarannya sangat masif. Saat dideteksi pertama kali, baru ada 28.000 alamat situs web yang terinfeksi, tetapi jumlahnya bertambah sangat besar dari hari ke hari melalui situs yang menggunakan CMS dan mesin web versi lama. Situs web yang terinfeksi akan membawa pengunjung ke halaman web yang memberitahukan bahwa situs yang dikunjungi mengandung malware dan link untuk mengunduh antivirus palsu.


• KOMPAS

Konten Seluler Indonesia Digemari Masyarakat Dunia

Kuta (ANTARA News) - Konten seluler dalam "Ovi Store" hasil kreasi anak bangsa Indonesia ternyata digemari jutaan pemakai komunikasi tanpa kabel itu di berbagai negara di dunia.

"Dari sekitar puluhan pembuat konten di tanah air, beberapa di antaranya memperoleh sukses yang cukup membanggakan, termasuk pasar di luar negeri," kata Service Marketing Manager Nokia Maretha Dewi saat berada di Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu.

Berdasarkan hasil catatanya, saat ini ada sekitar 90 tim atau perusahaan yang membuat konten untuk masuk dalam layanan Ovi Nokia.

Dia menjelaskan, ada konten kreasi Indonesia yang diunduh oleh sekitar 1,2 juta orang di dunia. Konten itu berkaitan dengan tema (themes) untuk telepon selular Nokia.

Selain konten tema itu, menurut dia, ada juga yang berjenis permainan cukup banyak digemari oleh masyarakat dunia, karena kreasi itu menarik dan mudah dimainkannya.

"Jumlah yang mengunduh konten tersebut diperkirakan akan terus meningkat, sebab masih banyak orang yang memasukkan ke dalam telepon selularnya," ujarnya.

Maretha mengatakan, hebatnya lagi, konten tersebut masih tergolong baru karena hanya beberapa bulan saja dimasukkan dalam "Ovi Store" Nokia.

Hal itu cukup membanggakan, sehingga pihaknya terus mendorong para pembuat konten untuk bisa menghasilkan kreasi yang lebih baik lagi.

"Selain itu, kami juga terus mencari bakat-bakat baru dan membuka kesempatan sebanyak-banyaknya kepada pembuat konten lainnya untuk memberikan hasil ciptaannya ke Nokia," katanya.

Diakui dia, beberapa usaha dilakukan pihaknya untuk mendorong para pembuat konten lokal agar mau bekerja sama dengan Nokia, salah satunya dengan memberikan pelatihan secara gratis.

Selain itu juga, pihaknya terus mencari informasi daerah di Indonesia yang memiliki potensi akan adanya pembuat konten tersebut.

Dijelaskan, secara keseluruhan ada 25.000 jenis konten yang terdapat dalam "Ovi Store". Dari jumlah tersebut belum terlalu banyak konten yang berasal dari Indonesia.(T.KR-IGT/M026)


• ANTARAnews

XL Perkenalkan Kartu Mikro di Bali

Denpasar (ANTARA News) - PT XL Axiata, salah satu operator terkemuka di Indonesia, memperkenalkan "micro sim card" atau kartu mikro bagi para pengguna atau pecinta gadget di Bali.

"Kehadiran kartu mikro itu diharapkan dapat dikenal banyak oleh para pecinta ataupun pengguna gadget, khususnya iPad dan iPhone4," kata Regional Sales Manager Mobile Data Series East Area XL Ari Sampoerna, di sela-sela peluncuran "micro sim card" di Denpasar, Sabtu.

Dia menjelaskan, memang kartu mikro yang dikeluarkan bukanlah yang pertama, namun diharapkan juga bisa menjadi alternatif pilihan bagi gadgeter Bali.

Berdasarkan hasil ujicoba sebelum peluncuran, respon masyarakat di daerah tujuan wisata internasional itu cukup baik.

Terbukti sudah cukup banyak pengguna kartu mikro itu di Bali, dari semenjak diujicobakan sejak pertengahan Januari 2011.

"Berdasarkan hasil rekapitulasi, jumlah pemakai di Pulau Dewata sekitar 40 persen dari 1.222 pengguna aktif yang berada di kawasan Indonesia Timur," ujarnya.

Sedangkan jumlah secara keseluruhan kartu mikro yang dibagikan ke seluruh pengguna Iphone dan Ipad di kawasan Indonesia Timur, sekitar 8.000.

Untuk pengguna Iphone4 yang mengaktifkan kartu mikro itu di Indonesia Timur, sebanyak 7.700, sedangkan Ipad hanya 900 saja.

"Keuntungan menggunakan kartu tersebut, khusus untuk penggemar Ipad tidak perlu pusing untuk memotong kartu Ipadnya sehingga lebih praktis," katanya.

Sementara untuk pengguna Iphone4, tambahnya, mereka dapat memperoleh kemudahan layanan data yang baik dan juga bonus gratis setiap minggunya, baik telepon maupun SMS.

"Segmen pasar dari kartu mikro tersebut memang diperuntukkan secara khusus untuk kelas premium, sebab jumlah gadgeter itu masih belum terlalu banyak, namun memiliki potensi yang besar nantinya," katanya menambahkan.


• ANTARAnews

Mayoritas Netter Indonesia Akses via Ponsel

61,88 persen pengguna Internet Indonesia mengakses melalui ponsel.

24,1 juta orang Indonesia mengakses Internet lewat ponsel. (VIVAnews)

VIVAnews -
Dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia ternyata memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya, pengguna Internet di sini mayoritas mengakses melalui ponsel.

Hal itu terungkap dari presentasi yang dibawakan oleh Regional Director Effective Measure untuk Asia Tenggara, Russell Conrad, pada acara panel diskusi Effective Measure – PPPI, di Jakarta, Jumat 1 April 2011.

Dari hasil riset teranyarnya, Effective Measure, firma yang memiliki spesialisasi dalam pengukuran statistik web, sebanyak 61,88 persen dari pengguna Internet Indonesia mengakses melalui ponsel. Sementara 38,12 persen lainnya mengakses Internet bukan dari ponsel.

Mengacu pada data Effective Measure, pengguna Internet Indonesia tahun 2011 yang mencapai 39.100.000 atau tingkat penetrasi Internet sebesar 17 persen. Berarti pengguna Internet mobile Indonesia mencapai 24.195.080 orang.

Di Asia Tenggara, pengguna mobile web Indonesia ini adalah yang terbesar. Negara-negara lainnya, seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia, semua pengguna Internetnya mayoritas mengakses melalui perangkat bukan ponsel.

Sementara untuk perilaku belanja online, barang yang paling sering dibeli oleh pengguna Internet Indonesia adalah tiket penerbangan atau tiket perjalan dengan persentase 5 persen. Barang terlaris berikutnya yang dibeli oleh pengguna Indonesia adalah buku dan majalah (44,97 persen), hardware dan software komputer (31,54 persen), dan elektronik (30,2 persen).

Pengguna internet mobile Indonesia tertinggi di Asia Tenggara

Dari sisi demografi, mayoritas pengguna Internet Indonesia berusia antara 25-30 (25,52 persen). Kelompok usia terbesar berikutnya adalah antara 21-24 tahun (20 persen), 18-20 (12,56 persen), 35-40 (11,93 persen), dan 31-34 tahun (11,58 persen).

Penghasilan mereka berkisar antara 0 - Rp 4,3 juta (39,84 persen), Rp 4,3 juta - Rp 8,6 juta (16,9 persen), dan Rp 8,6 juta - Rp 12,9 juta (11,17 persen). Mereka tinggal di kota-kota besar (44,59 persen), Ibu kota (38,32 persen), dan daerah terpencil (17,09 persen). Mayoritas belatar pendidikan S-1 (66,96 persen), SMA (21,58 persen), dan pasca sarjana (9,54 persen). (SJ)


• VIVAnews

Pengguna Asal RI Buka Facebook 2 Kali Sehari

Riset menyebutkan, 53,69 persen pengguna internet Indonesia buka Facebook 2 kali sehari.

Popularitas Facebook menyebar hingga ke daerah terpencil Indonesia (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews -
Selama ini, Indonesia merupakan negara pengguna Facebook terbesar kedua setelah negara asal jejaring sosial itu sendiri, Amerika Serikat. Menurut data situs CheckFacebook, Indonesia memiliki tak kurang dari 35.174.940 pengguna Facebook.

Namun, ternyata Indonesia tak cuma memiliki jumlah pengguna yang besar. Berdasarkan data yang dilansir Effective Measure, sebuah firma yang fokus pada pengukuran statistik web, pengguna Facebook Indonesia juga memiliki kecenderungan untuk membuka situs Facebooknya secara sering.

Setiap hari, sekitar 30,87 persen pengguna Facebook Indonesia mengecek Facebook mereka sekali. Sementara 15,44 persen lainnya mengaku tak menggunakan Facebook. Namun jumlah pengguna Indonesia yang mengecek Facebook mereka lebih dari sekali dalam sehari, sangat tinggi, yakni 53,69 persen.

Di antara mereka, 18,12 persen mengecek Facebook sebanyak 2-3 kali. Adapun yang mengecek Facebook 4-6 kali adalah sebanyak 6,71 persen. Tapi yang paling mengagetkan adalah mereka yang mengecek Facebook lebih dari itu.

"28,86 persen orang Indonesia mengecek Facebook lebih dari enam kali sehari. Wow!" ujar Russ Conrad, Regional Director Effective Measure untuk Asia Tenggara, pada materi presentasinya yang dipaparkan pada acara panel diskusi Effective Measure–PPPI, di Jakarta.

Lebih lanjut, Conrad menjelaskan profil pengguna internet Indonesia adalah spesialis di bidang mereka/maven (66,05 persen), tenaga penjual/ salesperson (52,84 persen), pengguna awal/ early adopter (51,87 persen), penghubung/ connector (41,72 persen), orang yang sadar kondisi kesehatan (37,26 persen), serta penggemar fesyen (32,89 persen).

Penelitian Effective Measure sendiri dilakukan dengan mengumpulkan data demografik meliputi usia, jenis kelamin, profesi, dan lain sebagainya, pada berbagai situs web di Indonesia.

Mereka juga menempatkan kode program di ratusan situs di Indonesia yang bisa melacak jumlah pengunjung unik, page views, frekuensi kunjungan, melalui platform mana serta waktu kunjung per sesi.

Dengan cara ini, Effective Measure menyediakan sistem yang diakui oleh kedua pihak, baik oleh pemilik situs, maupun para pengiklan yang biasa beriklan melalui media online. Ini merupakan cara alternatif, karena selama ini biasanya pemilik situs mengandalkan statistik dari situs pemeringkat Alexa.com dan Google Analytics.

"Dengan teknologi ini, kebutuhan akan data yang lebih komprehensif dan detail bisa disediakan. Media online adalah media komunikasi masa depan. Karenanya harus menerapkan pengukuran data yang lebih akurat," ujar Robin Muliady, Business Development Manager Effective Measure Indonesia, kepada VIVAnews.com. (adi)


• VIVAnews

Knalpot Asal Purbalingga Digunakan Panser Malaysia dan Lebanon

APC Anoa (foto Kaskus Formil)

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Setelah mendapat kepercayaan dari sejumlah ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) mobil terkenal seperti Mercedes Benz, Suzuki, Daihatsu, dan Toyota, knalpot produksi perajin Purbalingga (Jateng) ternyata juga digunakan pada kendaraan tempur jenis panser dan tank.

''PT Pindad yang secara rutin memesan knalpot Purbalingga, tak hanya menggunakannya untuk panser bagi TNI-AD. Tapi juga untuk panser yang dibuat guna memenuhi pesanan dari Malaysia dan Lebanon,'' kata seorang perajin knalpot Purbalingga, Muhajirin, Jumat (1/4).

Dia menyebutkan, pesanan knalpot untuk kendaraan tempur TNI-AD, sebenarnya sudah dilakukan PT Pindad sejak tahun 2009/2010. Pada saat itu, jumlah permintaan memang tidak banyak, rata-rata 150 buah knalpot per tahun. Sedikitnya pesanan knalpot tersebut, karena pesanan pembuatan tank oleh TNI kepada PT Pindad juga masih sedikit.

Namun pada tahun 2011 ini, PT Pindad juga mendapat pesanan pembuatan panser dari Malaysia dan Lebanon. Berdasarkan informasi yang diperoleh Muhajirin dari PT Pindad, panser yang dipesan adalah kendaraan tempur Panser Anoa 6 kali 6. ''Untuk kebutuhan pembuatan panser tersebut, kami juga mendapat permintaan untuk memenuhi kebutuhan knalpotnya,'' katanya.

Saat ini, Muhajirin mengaku telah mengirimkan 11 unit knalpot untuk panser Anoa pesanan Lebanon, dan 32 unit knalpot untuk Panser pesanan dari Malaysia. Knalpot yang dipesan, termasuk bagian mufler (tabung knalpot) dan exhause (pipa pengeluaran)-nya.

Menurutnya, Panser Anoa 6 X 6 adalah sejenis kendaraan tempur pengangkut personil atau APC (Armoured personal carrier) dengan sistem penggerak 6 roda simetris.

Sebelumnya, Muhajirin mengaku telah secara rutin memasok mufler knalpot untuk jenis kendaraan panser mortir, panser recovery, dan panser Anoa-2. Semua pasokan atas permintaan PT Pindad.

''Hingga saat ini, kami telah mengirimkan 300 unit knalpot untuk kendaraan tank dan panser yang digarap PT Pindad. Dalam waktu dekat, kami juga tengah diminta memasok lagi knalpot untuk tank-tank model baru yang akan dibuat untuk memperkuat kendaraan TNI,'' katanya.

Dipilihnya knalpot produksi perajin Purbalingga, antara lain karena karena kualitasnya cukup baik dan mampu meredam suara.


• Republika

Tim Robot UGM Bertanding di Amerika

Tim Robot UGM--ANTARA/Regina Safri/sa

JAKARTA--MICOM: Tim Robot Iron Fire Universitas Gadjah Mada siap bertanding di College Fire Fighting Robot Contest di Hartford City Connecticut, Amerika Serikat, pada 9-10 April mendatang.

Tim robot UGM ini terdiri atas Farid Inawan, Noer Azis Ismail, Luiz Rizki Ramelan (ketiganya dari Jurusan Teknik Elektro 2009) dan Wahyu Wijayanto (Jurusan Teknik Mesin 2008). Selain Iron Fire dari UGM, Indonesia juga mengirimkan Zarqun dari ITB. Dua tim ini akan mewakili Indonesia dalam ajang tersebut.

Menurut Luiz Rizki Ramelan, segala persiapan telah dilakukan termasuk dengan perhitungan perbedaan iklim di USA. Tim UGM akan membawa dua robot Iron Fire yang akan ditandingkan setelah sebelum dilakukan penyempurnaan.

"Desain telah disempurnakan sehingga untuk manuver lebih stabil. Ini diperlukan agar robot bisa menghadapi rintangan seperti uneven floor, sound damper, dan properti," kata Luiz di kampus setempat, Jumat (1/4).

Untuk pertandingan di Hartford, tim robot harus memadamkan lilin pada sebuah labirin. Letak lilin dan start robot akan diacak dengan sebuah sistem pengacak.

Dengan begitu, tim robot tidak akan tahu robot akan start dan lilin berada. Ia menyatakan optimistis akan bisa menyelesaikan tantangan yang akan dijalani oleh robot ciptaanya itu. (OL-5)


• MediaIndonesia

SMS Spam, Menkominfo Upayakan Proteksi Konsumen

SOLO - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengakui bahwa SMS spam yang sekarang beredar merupakan masalah di industri layanan telepon seluler.

Ditemui usai Seminar Nasional Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) dengan tema Kesiapan Implementasi Sistem Penyiaran Televisi Digital di Indonesia di Solo, Jumat (1/4), Menkominfo mengatakan telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Jika menggunakan satu nomor dengan iklan tertentu, kami masih bisa mengawasi. Tetapi jika mengunakan nomor yang berbeda-beda dengan produk yang berbeda-beda pula maka akan sulit untuk mengawasi," jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, jumlah pengirim SMS mencapai miliaran dengan jumlah pengguna telepon seluler yang mencapai 200 juta pengguna.

Meskipun mengakui kesulitan untuk mengawasi SMS yang masuk, pihaknya menegaskan, akan mencari cara untuk memproteksi konsumen dengan melakukan koordinasi dan berbicara dengan pihak operator

SMS spam memang telah menghantui sebagian pengguna seluler di Indonesia. Yang saat ini sedang marak adalah SMS pengajuan kredit tanpa agunan (KTA). (srn)


• Okezone

Jumat, 01 April 2011

T-Cash akan Mengusung Teknologi RFID dan NFC

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Telkomsel tengah mengembangkan inovasi baru untuk layanan mobile wallet TelkomselCash (T-Cash). Layanan yang sebelumnya berbasis SMS tengah dikembangkan menjadi layanan berbasis Radio Frequency Identification (RFID). dan Near Field Communication (NFC) di Indonesia pada tahun 2011.

RFID merupakan teknologi identifikasi data jarak jauh yang bisa ditanamkan dalam kartu selular ponsel dan kemudian digunakan untuk melakukan pembayaran. '' Implementasi layanan ini sebelum semester dua tahun ini,'' kata VP Channel Management Telkkomsel, Gideon Edi Purnomo, di Jakarta, Kamis.

Menurut Gideon, ujicoba layanan menggunakan RFID tengah dilakukan. ''Bisnis model untuk layanan ini tengah kami siapkan. Di sekitar Mei hingga Juni kita harapkan sudah difinalisasi," ia menjelaskan.
'' kata Gideon kemudian.

Selain RFID, Telkomsel juga tengah mengembangkan layanan berbasis dan Near Field Communication (NFC). NFC serupa dengan RFID hanya teknologi itu tidak dibenamkan pada kartu selular tetapi dipasang langsung pada ponsel. Implementasi NFC diperkirakan tahun depan.

Menurutnya teknologi ini punya potensi menggeser kebiasaan transaksi masyarakat dari menggunakan uang tunai atau kartu kredit kepada sistem pembayaran mobile menggunakan telepon selular.

"Tentu saja akan mengubah kebiasaan orang karena mereka tidak lagi perlu membawa uang tunai tetapi dengan ponsel segalanya bisa dilakukan. Lebih praktis," tukas Gideon.

Menggunakan teknologi mobile terbaru itu, pengguna ponsel bisa melakukan pembayaran hanya dengan mendekatkan ponsel ke alat pindai yang biasanya dipasang di kasir. Seperti pada kartu kredit atau debit, hanya tidak perlu digesek.

Harapannya setelah diperkenalkan pada paruh kedua tahun ini teknologi pembayaran online akan marak digunakan tahun 2012 dan mencatatkan transaksi yang tinggi.

"Tahun ini adalah tahun edukasi, biar masyarakat belajar tetapi kami berharap tahun depan teknologi ini akan semakin ramai digunakan dan mencatat tingkat transaksi yang tinggi," kata Gideon.


• Republika

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More