blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Senin, 30 November 2020

Rudal Merapi, Bukti Indonesia dalam Kemajuan Teknologi Pertahanan dan Keamanan Bangsa

Rudal merapi merupakan program kerjasama dalam bidang Pertahanan dan Keamanan yang sedang dilakukan oleh CIRNOV UAD dan Dislitbang TNI AD. imageUji Tembak Embrio Rudal Merapi Panggul Buatan Anak Bangsa (5−6 November 2020) di Lapangan Tembak Air Weapon Range, Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur. [UAD] ★

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala CIRNOV yang juga Profesor Fisika FMIPA bahwa Rudal Merapi mampu menunjukkan performansi manuver tiap-tiap komponen yang ada melalui alat telemetri yang dipasang di dalam rudal tersebut. alat telemetri merupakan pemberi informasi ke rudal sewaktu terbang dengan gerakan rolling (berputar), yawing (menggeleng) dan pitching (mengangguk), ketinggian, kecepatan dan lainnya.

Data tersebut masih dapat diperoleh meskipun dalam kondisi hentakan yang cukup besar dalam pengujian (melebihi 14 G). Keberhasilan uji coba ini menjadi dasar diperolehnya data-data riil rudal selama terbang sehingga karakteristiknya dapat diketahui lebih baik dan akurat.

Uji coba peluncuran rudal supersonik Merapi dihadiri Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen Mulyo Aji, MA, Kasubdisiptek Kolonel Burlian Sjafei, Komandan Poltekad Kolonel Bagus Antonov, Pussenarhanud, Pussenif, staf di lingkungan Dislitbang TNI AD, Poltekad serta Tim Konsultan dari UAD dan Pustekbang Lapan.

Rudal Merapi merupakan rudal kaliber 70 mm buatan anak bangsa pertama yang dapat menunjukkan performansinya sebagai peluru kendali atau rudal menggunakan roket pendorong dengan kecepatan awalan penembakan lebih 650 km/jam yang selanjutnya mampu melesat melebihi kecepatan suara.

Kepala Dislitbang TNI AD Brigjen TNI, Mulyo Aji, MA, menambahkan bahwa kesuksesan uji coba rudal supersonik Merapi menandakan Indonesia mampu menguasai teknologi senjata rudal. Karena itu pembuatannya akan disempurnakan lagi sehingga mampu memenuhi syarat-syarat tipe dan uji kelaikan rudal yang sesuai dengan postur TNI untuk meningkatkan kekuatan daya gempurnya.

  ♖ UAD  

Kamis, 19 November 2020

Kemhan Uji Fungsi Combat Swimmer Vehicle

Produk PT Robo Marine Indonesiahttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg66NjkRPV-wYYQcY-thnGOx8WGCzwebAyrowe0K_VK7FpnQGHYilSndAxdlDJrNH-J3z128QOgfBSbvE6AEsU5jIbeBK2I56uJvBRd4H_-ZAuBLzgebLE8HG6R1o3NE_pVykImnj6NPTs/w400-h266/6-x-4.jpgCombat Swimmer Vehicle yang diuji coba [Kemhan]

Balitbang kemhan dalam hal ini Puslitbang Iptekhan melaksanakan uji fungsi Sistem Power dan Sistem Kendali pada Combat Swimmer Vehicle (CSV) di Pos TNI AL pantai Mutiara, Jakarta Utara. Uji fungsi Combat Swimmer Vehicle disaksikan oleh Kabalitbang Kemhan Marsda TNI Julexi Tambayong, Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Ir. Oki Yanuar, Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin, Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI Arif Harnanto, S.T., M.Eng., Kabid Dager Puslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Kolonel Inf FX. Giyono, SE., Kabagdatin Set Balitbang Kemhan, Kolonel Inf Yan Namora serta para pejabat Kemhan, perwakilan Satpaska Armada I Lantamal III/ Posal Pantai Mutiara TNI AL Mayor Edi Tritayasa dan tim uji fungsi dari PT. Robo Marine Indonesia serta personel yang terkait.

Kegiatan diawali sambutan dari Kabalitbang Kemhan Marsda TNI Julexi Tambayong, Kabid Dager Puslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Kolonel Inf FX. Giyono, SE., dan Dirut PT. Robo Marine Bapak Nico Prayogo, S.T., M.T., dilanjutkan paparan oleh Ibu Zainul Walidatish S, S.T., sebagai Project Manager PT. Robo Marine Indonesia dan selanjutnya pembacaan doa, dilanjutkan uji fungsi Sistem Power dan Sistem Kendali pada Combat Swimmer Vehicle (CSV) dari tim PT. Robo Marine Indonesia dan terakhir evaluasi hasil pelaksanaan uji fungsi tersebut. Pelaksanaan uji fungsi Sistem Power dan Sistem Kendali pada Combat Swimmer Vehicle (CSV) ini adalah hasil kerjasama antara Balitbang Kemhan dengan PT. Robo Marine Indonesia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitNxLOOBGbTNzJJG0MddqCqwbuHyp8O6RrkBbGMnNORix_DzMVrQ4LikGgC-ksorJND20VqU53JR6myL5fmPnFm2GhyWKOjR_Cw_JDqxcisMKgm24GOGKuRw-zOgHuP5rmKv6X7qFnM2c/w400-h184/600x400.jpgUji fungsi ini dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan mengenai sistem kendali, manuver, surface mode serta semi submerged. Combat Swimmer Vehicle (CSV) adalah kendaraan taktis yang berfungsi sebagai kendaraan bantu penyelam pasukan katak TNI AL dalam melakukan infiltrasi ke dalam daerah musuh dan dapat juga digunakan sebagai surveilance. Berperan dalam meningkatkan mobilitas, kemampuan logistik, jangkauan jelajah dan kecepatan penyelam pasukan katak TNI AL.

Memiliki kemampuan untuk bergerak dalam tiga mode di permukaan, semi menyelam dan menyelam secara senyap sehingga mendukung kemampuan penyelam untuk bergerak ke daerah musuh tanpa diketahui. Untuk tahap uji kali ini kegiatan berfokus pada pengoperasian CSV dengan 3 mode, mode permukaan, setengah menyelam dan di bawah permukaan air. Kegiatan uji dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tatanan normal baru Covid-19, yaitu membatasi jumlah yang hadir dan tetap menggunakan masker.

 ♖ Kemhan  

Rabu, 18 November 2020

Balitbang Kemhan Kembali Lakukan Uji Fungsi Sentry Gun Pada Ranpur Robotik

Tahap IIPrototipe Ranpur Robotik UGCV (Unmanned Ground Combat Vehicle) karya PT Ansa Solusitama Indonesia

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan (Balitbang Kemhan) kembali melaksanakan uji fungsi Sistem persenjataan Sentry Gun pada Kendaraan Tempur (Ranpur) Robotik Unmanned Ground Combat Vehicle (UGCV) Tahap II-II.

Uji fungsi ini untuk mendapatkan data sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan dari prototipe pengembangan sistem persenjataan Sentry Gun pada Ranpur Robotik yang telah dibuat pada tahap II.

Sehingga dapat dicapai hasil yang maksimal," kata Kabalitbang Kemhan, Marsda Julexi Tambayong, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Rabu (18/11).

Menurut Julexi, uji fungsi Sentry Gun pada Ranpur Robotik ini dilaksanakan oleh Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan. Uji fungsi digelar di Laboratium Dislitbangad lapangan tembak Pusdiklatpassus Kopassus Bajujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Diharapkan dengan pelaksanaan uji akan tercapai hasil yang maksimal sesuai dengan harapan bersama, sehingga nantinya hasil litbang ini dapat mendukung tugas-tugas user dalam hal ini TNI AD," katanya.

Sementara itu Kabid Matra Darat Puslitbang Alpalhan Kolonel Kav R Herdiyanto mengungkapkan bahwa uji fungsi sistem persenjataan Sentry Gun pada Ranpur Robotik Unmanned Ground Combat Vehicle Tahap II-II dipimpin oleh Letkol Sukamto dari Dislitbangad.

Setelah itu dilakukan evaluasi hasil pelaksanan uji fungsi," ujarnya.

Kolonel Herdiyanto menambahkan, pelaksanaan uji fungsi sistem persenjataan Sentry Gun pada Ranpur Robotik Unmanned Ground Combat Vehicle Tahap II-II merupakan kerja sama antara Balitbang Kemhan dan PT Ansa Solusitama Indonesia.

"Kegiatan Litbang Sentry Gun pada tahap II-II Tahun Anggaran 2020 ini meliputi dari sistem persenjataan Sentry Gun Ranpur Robotik Unmanned Ground Combat Vehicle)l dan transporter yang dilengkapi dengan mobile station server sebagai alat pengendali atau kontrol," katanya. (ags/N-3)

  ♜ Today  

Balitbang Kemhan Melaksanakan Demo Radar Pasif

Berkerjasama dengan PT LAPI ITBhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikwracc955iRC34NZw7B4f5E4zaj9_pzsv24n9Uzh2HNMGLOa3YHBFne7ABcvuuHh5UqoYTDTIGbUtAj3LaFMW7NUhZ6VdceDVAM60LNPWXNbMK-Ugwg8sknFELzRZgi9DRa3hsSwofqLu/s474/prototipe-radar-pasif-kemhan-itb-di-indo-defence-2018-gombal-jaya.jpgPrototipe radar pasif Kemhan – ITB di Indo Defence 2018 [Gombal Jaya]

Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., didampingi Kabalitbang Kemhan Marsda TNI Julexi Tambayong menyaksikan demo pengoperasian Radar Pasif yang dilaksanakan di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirkuathan Kemhan Marsda TNI N. Ponang Djawoto, Sekretaris Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin, M.Si (Han), Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Oki Yanuar, S.T, Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI Arif Harnanto, S.T., M.Eng, Dirtekin Ditjen Pothan Laksma TNI Sri Yanto, ST., para pejabat di lingkungan Kemhan dan TNI, Direktur Utama PT. LAPI ITB Dr. Ir. Yusmar Anggadinata, Direktur PT. Panorama, Direktur PT. Inti, Direktur PT. Info Global dan Direktur PT. RTI.

Kegiatan diawali sambutan Sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., yang menyampaikan bahwa penguasaan pembuatan dan pengembangan teknologi Radar Pasif saat ini semakin berkembang dengan adanya teknologi software yang digunakan untuk modifikasi.

Dengan demikian, diharapkan kita dapat memahami bersama teknologi software pada pengembangan Radar Pasif sehingga mendapatkan hasil yang optimal serta dapat mengambil keputusan bagaimana pemanfaatan secara maksimal guna mendukung pencapaian kemandirian teknologi industri pertahanan dan memenuhi kebutuhan operasi TNI.


https://cdn.medcom.id/dynamic/content/2019/11/14/1083304/uSC8cnqZMx.jpeg?w=480Radar pasif untuk mendeteksi masuknya pesawat ilegal ke Indonesia buatan ITB. [Foto: ITB/Humas​]

Kemudian pada tempat yang sama, dilanjutkan paparan tentang Radar Pasif oleh Kabid Matra Udara Puslitbang Alpalhan Kolonel Lek Ir. Bambang Edhie S., M.T. Beliau menjelaskan mengenai aspek teknis dan pengoperasian serta peralatan yang berkaitan dengan Radar Pasif.

Adapun Radar Pasif itu sendiri adalah sistem perangkat pendeteksi target layaknya radar konvensional ataupun tanpa mentransmisikan sinyal ke target yang dimaksud. Sebagai bagian dari elektronik warfare, Radar Pasif berperan penting dalam melakukan fungsi deteksi target menggunakan sinyal referensi atau sumber sinyal tertentu termasuk mengetahui lokasi sumber sinyal serta melakukan tracking.

Perlu diketahui bahwa pelaksanaan demo Radar Pasif Tahun 2020 ini adalah hasil kerjasama antara Balitbang Kemhan dengan PT. LAPI ITB Bandung. Setelah sesi paparan dan tanya jawab selesai, dilanjutkan demo Radar Pasif dari tim PT. LAPI ITB yang disaksikan oleh para pejabat dan diakhiri dengan ramah tamah. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tatanan normal baru covid-19, yaitu menjaga jarak dan tetap menggunakan masker.


 Berikut Video dari Youtube : 


 ♖ Kemhan  

Kamis, 12 November 2020

Uji Tembak Embrio Rudal Panggul Buatan Anak Bangsa

Rudal Merapi imageUji Tembak Embrio Rudal Panggul Buatan Anak Bangsa (5−6 November 2020) di Lapangan Tembak Air Weapon Range, Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur. ★

Rancang bangun Rudal Merapi yang telah dilakukan sejak 2018 hasil kerja sama antara Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan darat (Dislitbangad) dan Pusat Riset Cirnov Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah memasuki tahap uji tembak menggunakan peluncur dari tabung yang nantinya akan menjadi rudal dan dapat dipanggul untuk sasaran pesawat terbang. Uji tembak telah dilaksanakan pada 5−6 November 2020 di Lapangan Tembak Air Weapon Range, Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur.

Rudal sukses membuka sirip-siripnya setelah keluar dari tabung peluncur, selanjutnya menuju sasaran yang dibawa drone. Uji tembak disaksikan oleh pejabat Dislitbangad Ses, Kasubdis Iptek, Kasubdis Insani, Ketua Program, dan staf lain, juga tim dari Cirnov, Pustekbang Lapan, Poltekad Kodiklat TNI AD, serta mitra dari PT Adi Multi Teknologi.

Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Hariyadi, Kepala Cirnov sekaligus Ketua Tim Konsultan program pembuatan Rudal Merapi, rudal kaliber 70 mm tersebut dikenal sebagai rudal yang cukup mematikan bagi sasaran udara seperti jet tempur, helikopter, drone dan lan-lain.

Rudal Panggul (Manpads – Man Portable Air Defense Systems) telah digunakan sejak lama sebagai senjata personal untuk melawan pesawat udara seperti yang digunakan oleh pejuang Mujahidin Afghanistan untuk mengalahkan tentara Uni Soviet pada tahun 1980-an. Juga pada perang modern setelahnya seperti di Chechnya, Irak, Suriah, dan lain-lain.

Sebagai embrio rudal panggul, Rudal Merapi telah didesain dan diuji menggunakan teknologi sirip depan (canard) dan sirip belakang (fin) yang dapat dilipat sehingga dapat masuk di dalam tabung peluncur. Selanjutnya, tabung peluncur berisi rudal ini dapat dibawa ke mana-mana (portable) oleh tentara yang sewaktu-waktu dapat ditembakkan dengan kecepatan melebihi kecepatan suara.

Rudal Merapi buatan Dislitbangad dan Cirnov memiliki berat total sekitar 10 kg sehingga relatif ringan untuk menjadi senjata personal TNI yang nantinya dapat dioperasikan tanpa bantuan personal lain, selain mudah dalam pengoperasiannya.

Rudal dilengkapi dengan sistem seeker (penjejak) berbasis sinar infra merah sehingga memungkinkan dapat mengunci sasaran yang mengeluarkan radiasi sinar tersebut seperti pesawat terbang, helikopter, roket, kemudian secara cepat rudal akan mengejar untuk menghantamnya atau meledakkan diri sewaktu mendekati sasaran yang dibidik.

Jenis rudal panggul tersebut merupakan karya pertama buatan anak bangsa Indonesia. Selain pencapaian spektakuler, pembuatan rudal kaliber ini sudah diuji tembakan tiap tahun. Pembuatan rudal seluruhnya dilakukan oleh anak bangsa serta kemandirian kandungan lokal yang cukup tinggi.

Senjata tersebut diharapkan dapat digunakan oleh TNI secara masif baik untuk keperluan perang gerilya maupun perang terbuka dalam menjaga kedaulatan serta martabat bangsa Indonesia, demikian kata Prof. Hariyadi. (doc)

  UAD  

Selasa, 10 November 2020

LEN-UNHAN Kerjasama Teknologi Interoperability

Berbasis Network Centric WarfareNCW LEN dipamerkan di Bandung

PT Len Industri (Persero) dan Universitas Pertahanan membuat nota kesepahaman tentang kerjasama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Utama Len Industri, Zakky Gamal Yasin dan Rektor Unhan Laksdya TNI Amarulla Octavian di Ruang Mandalawangi, PT Len Industri (Persero) Bandung pekan ini.

Kedua belah pihak selanjutnya menyelenggarakan Round Table Discussion (RTD) yang membahas tema mengenai Desain Teknologi Interoperability Berbasis Network Centric Warfare (NCW), untuk Mendukung Siskodal Opsgab Tri Matra TNI dalam Rangka Meningkatkan Pertahanan Negara.

NCW adalah doktrin peperangan modern yang menginterkoneksikan unit sensor dan penindak dibawah sebuah komando dan pengendalian yang terpadu.

Kegiatan tersebut dilakukan Len Industri dan Unhan, untuk meningkatkan pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya bidang pertahanan dengan melibatkan akademisi, pemerintah dan industri (Triple Helix).

Sejumlah mahasiswa dan dosen pengajar juga sedang melakukan penelitian ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat atau OJT (On The Job Training) di Len Industri selama 3 hari dari taggal 4 hingga 6 November 2020.

sinergi ini memberikan kontribusi penelitian, yang nantinya dapat diimplementasikan untuk pemenuhan permintaan bagi kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

Menurutnya, Len Industri memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (On The Job Training), dengan fasilitas sesuai kompetensi yang ingin dicapai selama OJT ini berlangsung.

"Bagi para mahasiswa, manfaatkan waktu untuk melakukan audiensi dengan tim engineering (elektronika pertahanan) PT Len Industri (Persero). Semoga potensi penelitian bersama antara Unhan dan Len industri untuk implementasi Network Centric Warfare (NCW) mampu melahirkan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan alutsista pertahanan negara," ujarnya.

Rektor Unhan Laksdya TNI Amarulla Octavian menyebutkan, Stasiun Laut untuk Pengendalian Laut di Selat Sunda dan Selat Lombok bisa menjadi pasar atau peluang bisnis baru buat Len Industri di bidang kemaritiman.

"Saat ini Unhan sudah berhasil dalam melakukan penelitian komunikasi dan radar surveillance pantai dan bisa dipasang di stasiun pantai yang ideal dalam pengendalian laut tersebut," tutur dia. (Ida)

  ♖ Berita Inspiratif  

Minggu, 01 November 2020

[Video] RCWS Nasional

Diposkan RespatiRCWS (Remote Control Weapon System) nasional yang dikembangkan melalui kerja sama Kementerian Pertahanan, TNI AD dan PT. Respati Solusi Rekatama melalui program Litbanghan dan Bangtekindhan.

 ♖ Youtube  

Minggu, 04 Oktober 2020

PAL Sukses Modernisasi KRI Malahayati-362

Siap Laksanakan Fungsi Peperangan Laut Modern KRI Malahayati 362 [PAL] ⚓️

Kementerian Pertahanan secara resmi melaksanakan penyerahan operasional KRI Malahayati-362 kepada TNI AL di PT PAL Indonesia (Persero) pada Jumat, 02 Oktober 2020. KRI Malahayati-362 telah rampung menjalani Program Mid Life Modernization (MLM) yang dilaksanakan oleh PT PAL Indonesia (Persero) sehingga siap untuk kembali beroperasi mendukung kesiapan armada TNI AL. Serah terima operasional KRI Malahayati-362 dilaksanakan secara simbolis oleh Kapuskod Baranahan Kementerian Pertahanan Laksma TNI Yos Sumiarsa mewakili Kabaranahan Kementerian Pertahanan kepada Asisten Logistik (Aslog) KASAL Laksda TNI Moelyanto disaksikan oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh, Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, dan pejabat teras di lingkungan TNI AL. Serah terima operasional juga dihadiri oleh Jajaran Direksi PT PAL Indonesia (Persero) dan tamu undangan tidak lebih dari 30 orang sesuai dengan protokol kesehatan.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh dalam sambutannya menyatakan MLM merupakan tahap modernisasi pada kapal yang sudah mencapai batas umur yang ditentukan. Dalam tahap modernisasi tersebut instrumen baik platform, sensor dan senjata, serta performa kapal ditingkatkan sehingga dapat maksimal menjalankan tugas operasional TNI AL. Selain itu Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) mengucapkan terima kasih atas kepercayaaan dan dukungan yang selalu diberikan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan TNI AL kepada PT PAL Indonesia (Persero) baik dalam pembangunan maupun pemeliharaan dan perbaikan kapal perang.

Sementara Kabaranahan Kementerian Pertahanan dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kapuskod Baranahan Kementerian Pertahanan Laksma TNI Yos Sumiarsa menyatakan Program MLM yang telah selesai dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur KRI Malahayati-362 sehingga dapat kembali melaksanakan tugas operasional sesuai fungsinya dalam menjaga kedaulatan NKRI. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan terimakasih kepada PT PAL Indonesia (Persero) atas keberhasilan Program MLM KRI Malahayati-362.

Pada kesempatan tersebut Aslog KASAL Laksda TNI. Mulyanto dalam sambutannya menyatakan apresiasi terhadap PT PAL Indonesia (Persero) sebagai galangan mampu menyelesaikan program MLM terlebih di saat Pandemi Covid-19. Setelah serah terima operasional ini KRI Malahayati-362 akan diproyeksikan akan memperkuat jajaran armada di Komando Armada (Koarmada) 3 di Sorong, Papua.

Program MLM KRI Malahayati-362 yang dilaksanakan oleh PT PAL Indonesia (Persero) berhasil diselesaikan sesuai kontrak. Modernisasi mencakup peremajaan ship platform, modernisasi CPP & Sensor-Senjata, penggantian propulsi CODOG menjadi CODAD, diesel generator, dan pembaharuan CMS, serta training kepada pengawak kapal TNI Angkatan Laut dalam pengoperasian dan pemeliharaan tingkat organik. Salah satu aspek yang menarik dalam proyek MLM adalah penggantian sistem penggerak combine diesel or gas turbine (CODOG) dan dimoderinasi menggunakan combine diesel and diesel (CODAD) melalui penggantian Gas Turbin dengan 2 unit Diesel Engine, sehingga total menjadi 4 Diesel Engine yang menjadikan lebih powerful, stabil dan ekonomis. Penyesuaian atau modernisasi dengan teknologi terkini juga dilakukan pada combat management system (CMS). Setelah melaksanakan program MLM, KRI Malahayati-362 mampu melaksanakan fungsi peperangan laut modern dan estimasi operasional selama 15 tahun ke depan. Hal tersebut menunjukan kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki oleh PT PAL Indonesia (Persero) dalam menjalankan proyek yang telah dipercayakan.

Seluruh pekerjaan program MLM KRI Malahayati-362 telah diselesaikan dan telah lulus Verifikasi 1, Verifikasi 2 dan Verifikasi 3 (uji fungsi) serta Uji Kelaikan atau Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT) yang dilakukan bersama oleh PT PAL Indonesia (Persero), Satgas MLM KRI Malahayati-362 dan Puslaik Kementerian Pertahanan yang dibantu oleh Satlaikmattim sesuai ketentuan dalam kontrak. KRI Malahayati-362 telah mendapatkan Sertifikat Laik Laut Militer dari Puslaik Kementerian Pertahanan dan Certificate of Final Acceptance (COFA) dari Baranahan Kementerian Pertahanan.

Nama KRI Malahayati-362 diambil dari Pahlawan Nasional asal Aceh yaitu Laksamana Malahayati yang dengan gagah berani memimpin Inong Balee melawan Armada Kapal Belanda pimpinan Cornelis de Houtman. Setelah Program MLM yang bertujuan untuk memperpanjang usia pakai dan modernisasi semua sistem yang ada, KRI Malahayati-362 diharapkan akan terus mewarisi keberanian dan semangat Laksamana Malahayati.

KRI Malahayati-362 merupakan korvet kelas Fatahilah yang dibuat oleh galangan kapal Wilton-Fijenoord di Belanda dan masuk dalam operasional TNI AL pada tahun 1980, memiliki panjang 83,85 meter dan berat 1484 ton. Program MLM KRI Malahayati-362 adalah keberhasilan anak bangsa untuk memperkuat TNI AL dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. PT PAL Indonesia (Persero) sebagai Lead Integrator Matra Laut untuk kapal kombatan selalu siap mendukung program Pemerintah dan mewujudkan kemandirian Industri Pertahanan Nasional.

  ⚓️ PAL  

Minggu, 13 September 2020

Ketika Tim Khusus Puspenerbal Juanda Membuat Pesawat tanpa Awak

Dibuat dengan rahasia, Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA) Amfibi SE-01 memiliki misi penting. Dengan desain khusus serta kemampuan landing dan take off di air. Drone yang dibuat tim Puspenerbal Juanda itu tidak hanya sebagai pengintai. Tapi, juga siap untuk misi perang.PERSIAPAN TERBANG: Letda Laut (T) Henkky Muharrajun Nasaf (kiri) beserta tim mendorong PUTA SE-01 sebelum lepas landas di Skuadron 700 Puspenerbal Juanda Kamis (10/9). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Bentang sayapnya 4,5 meter. Tingginya tak kurang dari 1 meter. Desainnya unik. Terlebih di bagian ekor. Penempatan engine juga dirancang khusus. Yakni, di bagian atas. Semuanya menyesuaikan dengan misi PUTA SE-01. Yakni, tangguh di segala medan. Termasuk saat harus mendarat dan lepas landas di air.

Untuk mengendalikannya, harus berbagi tugas. Ada yang membawa remote control dan di depan laptop. Bahkan wajib membawa keker. Tujuannya, memastikan posisi drone. Meskipun, sebenarnya bisa dikendalikan secara otomatis atau autopilot.

Didukung material full komposit serta mesin 2 tak kapasitas 170 cc, PUTA SE-01 mampu terbang dengan jarak 25−30 kilometer. Drone jenis amfibi itu memang tidak ringan.

Beratnya sekitar 50 kilogram. Bahkan, maksimalnya bisa mencapai 75 kilogram. Artinya, masih bisa ditambah beban hingga 25 kilogram lagi.

Meski begitu, kecepatan jelajahnnya bisa sampai 130 kilometer per jam. Waktu terbang maksimal empat jam. Bentuknya yang aerodinamis membuatnya bisa terbang hingga ketinggian 6.000 kaki. Karena itu, PUTA SE-01 digadang-gadang memiliki tugas dan misi khusus.

Pembuatan drone tersebut sebenarnya dilakukan secara rahasia. Saat itu, Komandan Pusnerbal Juanda Laksamana Muda TNI Edwin menginginkan adanya pesawat tanpa awak skuadron 700. Dengan catatan hasil karya dari pasukan. Sehingga ketika terjadi trouble, bisa ditangani sendiri.

Apalagi dalam waktu dekat, Puspenerbal akan mendapat hibah pesawat tanpa awak dari Amerika berjenis Scane Eagle. Nah, kelemahannya saat drone tersebut rusak, perbaikannya susah. Sebab, alat dan onderdilnya tidak mudah didapat.

Agar tidak terlalu bergantung pada drone tersebut, Edwin menunjuk tim khsusus untuk membuat PUTA SE-01. Selain bisa bersanding dengan drone milik Amerika, pembuatan PUTA SE-01 dilakukan demi kemandirian pasukan. Artinya, tidak harus bergantung pada negara lain. Setelah tim dibentuk, eksekusi langsung dilakukan.

Pengerjaannya dimulai pada 2019. Tepatnya pada Oktober. Dibutuhkan sekitar enam bulan untuk merancang pesawat agar benar-benar terbang. ”Meski anggota tim terbatas, alhamdulillah semua lancar,” ucap main project PUTA SE-01 Letda Laut (T) Henkky Muharrajun Nasaf.

Karena keterbatasan tempat, semua pengerjaan dilakukan di Jogja. Termasuk saat awal percobaan terbang. Henkky ingat betul bagaimana persiapan awal sebelum uji terbang. Sebab, saat itu semua anggota harus lembur.

Itu terjadi karena surat izin terbang PUTA SE-01 sudah keluar. Namun, proses finishing belum selesai. Beruntung, uji terbang pertama sukses. Alumnus Aeronautika dan Astronotika Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menuturkan, kendalanya hanya soal minimnya anggota tim. Akibatnya, untuk menganalisis mulai bentuk desain sampai mau terbang, dibutuhkan waktu yang lama. Apalagi saat itu dilakukan sendiri.

Jenisnya yang amfibi membuat desainnya harus berbeda. Khususnya pada ekor dan sayap pesawat. Ekornya menggunakan jenis T-tile. Sayapnya high wing. Sehingga mampu terbang dan mendarat di air. Sejauh ini, semuanya berjalan lancar. Termasuk saat digunakan di air.

Bahkan, PUTA SE-01 bakal di-upgrade ulang. Khususnya soal jarak tempuh. Jika sekarang hanya sekitar 30 kilometer, ke depan bisa sampai 250 kilometer. Kata Henkky, alatnya sudah ada dan siap dipasang. Tinggal soal penataan dan upgrade ulang.

Jika semua sudah rampung, misi pengintaian PUTA SE-01 bisa lebih jauh. Termasuk untuk mengawasi teritorial NKRI. Nah, saat ini drone tersebut belum memiliki misi khusus. Ia difungsikan jika ada hal yang urgen. Misalnya, pemantauan wilayah atau yang berhubungan dengan pencarian.

Sebab, saat ini masih dilakukan penyempurnaan untuk bisa di-upgrade. Meski begitu, drone sudah dilengkapi kamera pemantau. Hanya, kualitas gambarnya masih biasa. Karena itu, progres ke depan adalah menyempurnakannya. Termasuk soal mengatur fungsi dan kegunaan PUTA SE-01.

Meski memiliki fungsi sebagai pengintai dan pengawasan, tak dimungkiri, drone itu akan menjadi sebuah kendaraan tempur. Sebab, masih terdapat sisa berat 25 kilogram di bodi pesawat. Sangat memungkinkan untuk dilengkapi senjata. ”Tergantung arahan dari pimpinan, nanti gimana,” kata Henkky.

Kalaupun nanti dilengkapi bom, akan ada sedikit tambahan di bodi pesawat. Termasuk sistem pengoperasian bom agar tepat sasaran. Tapi yang jelas, fungsi utamanya nanti menjaga batas wilayah. Khususnya wilayah laut yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Meskipun hanya sebuah drone, untuk bisa terbang dibutuhkan izin dari air traffic control (ATC). Apalagi runway yang digunakan berdampingan langsung dengan Bandara Juanda. Terlebih saat terbang, ketinggiannya bisa mencapai 6 ribu kaki.

Henkky menceritakan, awalnya dirinya tidak menyangka mendapat tugas membuat pesawat tanpa awak. Sebab, waktu itu bisa dikatakan sangat mendadak. Tepatnya, saat awal komandan Puspenerbal Juanda menjabat.

Usut punya usut, ternyata Laksamana Muda TNI Edwin sudah tahu latar belakang pendidikannya. Termasuk mengetahui keterlibatan Henkky sebelum masuk perwira karir pada 2017. Pria asal Padang itu pernah ikut kompetisi lintas robot terbang yang digelar Ditjen Dikti.

Menurut Henkky, meski dalam proses penyempurnaan, keberhasilan PUTA SE-01 tak lain karena adanya teamwork yang baik. Baik dari proses desain maupun saat pengerjaannya. Karena itu, motivasi tinggi mereka adalah alat itu bisa bermanfaat. Khususnya membantu pengamanan dan operasi misi tertentu demi NKRI.
 

 
Jawa Pos  

Kamis, 10 September 2020

PT PAL Siap Luncurkan Kapal BRS Kedua pada Desember 2021

Seremoni First Steel Cutting Seremoni First Steel Cutting (FSC) Kapal BRS kedua pesanan TNI AL di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Kamis (10/9/2020) [Antara Jatim/H.O PT PAL Indonesia]

PT PAL Indonesia siap meluncurkan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) kedua pesanan TNI AL pada Desember 2021 dan saat ini proses pembangunannya mencapai 8,6 persen.

Direktur Rekayasa Umum, Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) Sutrisno pada saat seremoni First Steel Cutting (FSC) Kapal BRS kedua pesanan TNI AL di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia, Kamis, mengatakan untuk tahapan-tahapan penting seperti keel laying direncanakan dilaksanakan Desember 2020, launching Desember 2021, dan pengiriman pada November 2022.

Sutrisno mengaku berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan TNI AL dalam proyek pembangunan Kapal BRS kedua tersebut.

Dikatakannya, kapal BRS tidak hanya berfungsi mendukung Operasi Militer Perang (OMP), namun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebab akan dilengkapi peralatan kesehatan setingkat rumah sakit seperti poliklinik, UGD, fasilitas operasi, fasilitas rawat inap, serta fasilitas kesehatan lainnya.

Selain itu, kapal juga dapat melaksanakan operasi search and rescue, bantuan kemanusiaan dan bencana alam nasional maupun internasional, evakuasi massal, hingga pelaksanaan misi naval diplomacy.

Kapal BRS memiliki panjang 124 meter, lebar 21,8 meter, berat 7.300 ton, kecepatan maksimum 18 knot, endurance selama 30 hari, serta memiliki kapasitas akomodasi personel sebanyak 643 orang. Kapal tersebut mampu untuk menampung 2 unit helikopter di dek dan 2 unit ambulance boat.

"Kapal BRS sangat sangat dibutuhkan dan sesuai dengan karakteristik dan wawasan maritim Indonesia," kata Sutrisno, dalam siaran persnya.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak dalam kawasan ring of fire memiliki kerentanan bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi yang dapat diikuti oleh bencana sekunder seperti tsunami dan lainnya.

"Dengan situasi tersebut, Kapal BRS bersifat sebagai Rumah Sakit bergerak dan dapat digerakkan kapan saja ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana," katanya.

Sementara itu, Asisten Komunikasi dan Elektorika (Askomlek) KASAL Laksamana Muda TNI Atok Dushanto yang hadir dalam seremoni FSC mengatakan pembangunan Kapal BRS kedua ini merupakan realisasi Rencana Strategis TNI AL menuju Minimum Essential Force (MEF) serta bentuk komitmen TNI AL untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pemberdayaan potensi nasional.

Lebih lanjut Askomlek KASAL dalam sambutannya menaruh harapan kepada PT PAL Indonesia (Persero) agar membangun kapal BRS secara tepat mutu dan tepat guna yang nantinya akan digunakan untuk mendukung tugas-tugas TNI AL, tidak hanya penegakan kedaulatan namun juga membantu pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan, antara lain bencana alam dan sebagainya.*

  ✪ antara  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More