blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Kamis, 30 April 2026

Sjafrie Ingin Industri Pertahanan Nasional Punya Mentalitas Produsen


UCAV Elang Hitam sukses terbang perdana, diharapkan dapat diproduksi massal . (PTDI)

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin meminta industri pertahanan nasional memiliki mentalitas produsen.

Hal itu disampaikan Menhan Sjafrie saat menghadiri rapat kerja dan leadership development program DEFEND ID 2026 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/4).

Saya ingin industri pertahanan kita memiliki mentalitas produsen. Hilangkan ego sektoral dan pastikan kita bergerak dalam satu irama sebagai tulang punggung kedaulatan bangsa,” kata Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Infohan Kemhan, Senin (27/4).

Dalam arahannya, Sjafrie mendorong agar seluruh entitas di bawah DEFEND ID terus berinovasi untuk mencapai kemandirian teknologi.

Kita tidak sedang membangun industri biasa. Kita sedang membangun fondasi kemandirian bangsa yang menuntut kepemimpinan kuat, arah yang jelas, dan keberanian untuk melangkah maju bersama,” tutur Sjafrie.

Dulu kita berjalan di bawah, hari ini kita mulai berdiri di atas. Tugas kita bukan hanya menjaga posisi itu tetapi memastikan kita tidak pernah kembali bergantung,” kata Menhan RI.

Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan menyatakan komitmen untuk membawa DEFEND ID sebagai penguasa teknologi, bukan sekadar pengguna.

Adapun kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-4 DEFEND ID. Kegiatan diselenggarakan selama tiga hari, diikuti oleh ratusan pejabat Eselon I yang bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kepemimpinan di sektor industri pertahanan nasional. (nma).

  🛩
IDM  

Rabu, 29 April 2026

Pertamina Trans Kontinental Bersama Galangan Nasional Resmi Mulai Pembangunan Utility Boat 22 Pax

⚓ 🤝 👷Keel laying kapal (Tesco)

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) resmikan proses pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax bersama PT Tesco Indomaritim melalui proses keel laying di Galangan Tesco Indomaritim, Babelan, Bekasi. Kegiatan keel laying menandai langkah besar PTK dalam mendukung distribusi dan ketahanan energi di Indonesia dengan memastikan kehandalan dan ketersediaan armada kapal yang dimiliki.

Direktur Utama PTK, I Ketut Laba menegaskan, keandalan layanan kapal dan operasional lepas sandar kapal di pelabuhan dalam mendukung ketahanan energi nasional merupakan wujud visi dan misi perusahaan.

Dalam mewujudkan PTK menjadi perusahaan yang handal, bertumbuh dan berkelanjutan, PTK melakukan peremajaan dan penambahan kapal bertahap dan selektif sesuai kebutuhan pelanggan, bekerja sama dengan galangan nasional melalui proses lelang yang transparan dan akuntabel, dalam hal ini kami bekerja sama dengan PT Tesco Indomaritim” ujarnya di sela kegiatan Keel Laying, di Bekasi, Senin (20/4).

Indonesia terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, sehingga tantangan distribusi energi menjadi yang terkompleks di dunia. Lebih dari 60% distribusi energi nasional bergantung pada jalur laut, menjadikan keandalan dan kehandalan armada pendukung sebagai faktor krusial.

Dalam sistem ini, kapal pendukung seperti Utility Boat memegang peran penting, yakni mengangkut personel, logistik, serta memastikan operasional migas lepas pantai (offshore) tetap berjalan. Kendala kecil pada satu titik saja dapat berdampak pada rantai pasok yang lebih luas.

Direktur Armada PTK, Dewi Susanti menambahkan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap proses bisnis PTK.

Seluruh desain dan pembangunan kapal mengacu pada standar keselamatan tinggi serta regulasi dari Badan Klasifikasi Indonesia. Dalam operasional energi, detail kecil bisa berdampak besar, sehingga semuanya harus dipastikan sejak awal,” jelasnya.

Pembangunan kapal ini turut mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan melibatkan galangan dalam negeri PT Tesco Indomaritim.

Direktur Tesco Indomaritim Jamin Basuki menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan.

Kami memahami bahwa kapal ini akan menjadi bagian penting dalam sistem energi. Karena itu, setiap proses kami jalankan dengan disiplin dan standar terbaik,” katanya.

Pembangunan kapal Utility Boat 22 Pax diharapkan selesai pada 2027 dan PTK berencana akan meremajakan kapal sejenisnya, sehingga diharapkan dapat mendorong kinerja operasional PTK ke depan. Kapal juga memiliki desain yang lebih modern dan efisien. Dalam jangka panjang, diharapkan memacu peningkatan kinerja layanan marine dan mendukung distribusi energi untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia.
 

   👷 Ruang Energi

Selasa, 28 April 2026

Wamenhan RI Jajaki Transfer Teknologi dengan China

Dorong Kemandirian Industri Pertahananhttps://metropolitanpost.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260424-WA0041.jpg (Kemhan)

Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI), Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, menerima kunjungan CEO Aerospace Long-March International, Li Dong, dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (23/4/2026).

Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan kerja sama di bidang teknologi pertahanan, dengan fokus pada pengembangan sistem pertahanan terintegrasi berbasis teknologi kedirgantaraan dan luar angkasa.

Dalam diskusi, kedua pihak menekankan pentingnya pendekatan sistemik guna menjaga kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah luas dan kompleks.

Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah peluang penerapan skema transfer teknologi, yang dinilai strategis untuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri.

Melalui langkah ini, Indonesia diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengembangan dan produksi sistem pertahanan secara mandiri di masa depan. (ard)

  🤝 Metropolitan Postr  

Kampus Muhammadiyah Sukses Buat Rudal Anti-Pesawat

🚀 Gandeng TNI Rudal Merapi (UAD)

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof Muchlas, mengungkapkan perkembangan signifikan dalam proyek pengembangan rudal anti-pesawat Merapi-R yang digarap bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Rudal tersebut bahkan dinilai berpotensi menjadi embrio sistem pertahanan udara mirip “Iron Dome” versi Indonesia.

Prof Muchlas menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari tim peneliti, uji fungsi rudal Merapi-R telah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Secara uji fungsi, Rudal Merapi siap dikembangkan menjadi senjata untuk keperluan perang, bahkan sangat taktis untuk dikembangkan menjadi embrio Iron Dome versi Indonesia,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, dia menegaskan bahwa tidak semua spesifikasi teknis dapat dipublikasikan secara terbuka.

Hal ini berkaitan dengan aspek strategis dan keamanan nasional. Namun, sejumlah spesifikasi umum telah diungkap kepada publik.

"Spesifikasi tidak dapat disampaikan secara terbuka, tetapi secara umum telah dirilis," ucapnya.

Rudal Merapi-R diketahui merupakan jenis rudal panggul atau Man Portable Air Defence System (MANPADS)/dengan kaliber 70 mm.

Sistem ini dirancang untuk digunakan secara mobile oleh prajurit di lapangan. Dengan bobot sekitar 10 kilogram, rudal ini tergolong ringan dan mudah dibawa.

Dari sisi performa, rudal ini memiliki jangkauan efektif hingga 3.000 meter dan mampu melesat dengan kecepatan lebih dari 650 kilometer per jam.

Sistem pemandunya menggunakan teknologi penjejak inframerah (infrared seeker) dengan fitur fire and forget, yang memungkinkan rudal mengunci target secara otomatis setelah diluncurkan.

Secara desain, Merapi-R dilengkapi sirip lipat (canard dan fin-tail) yang akan terbuka setelah keluar dari tabung peluncur, guna menjaga stabilitas dan akurasi saat menuju sasaran.

Pengembangan rudal ini melibatkan kolaborasi lintas lembaga, yakni tim CIRNOV UAD bersama PT Dahana, Dislitbangad, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kolaborasi ini menjadi bukti kontribusi perguruan tinggi dalam penguatan teknologi pertahanan nasional.

Dia berharap pengembangan Merapi-R dapat terus berlanjut hingga tahap produksi dan operasional, sehingga mampu memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia di masa depan.

Project Leader sekaligus Kepala CIRNOV UAD, Prof Hariyadi menyampaikan bahwa penyempurnaan akan selalu dilakukan agar kualitas produk riset itu dapat memenuhi standar industri pertahanan dan keamanan (hankam) dan digunakan oleh TNI sebagai suatu persembahan anak bangsa kepada negara Indonesia tercinta.

   🚀 Republika  

Senin, 27 April 2026

PT PAL Indonesia Bangun Kapal Pinisi Serbaguna untuk Sulawesi Selatan

Ilustrasi kapal pinisi (PAL)

PT PAL Indonesia menandatangani kontrak pembangunan kapal Pinisi serbaguna atau multi-purpose vehicle untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah kepulauan sekaligus mempertegas peran PT PAL sebagai National Consolidator dalam industri galangan nasional.

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod bersama perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel, Muhammad Ilyas, yang disaksikan oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman beserta jajaran.

Dalam pembangunan kapal Pinisi serbaguna ini, PT PAL Indonesia berkolaborasi dengan PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau PT IKI sebagai mitra pembangunan fisik kapal. Kolaborasi ini dituangkan melalui nota kesepahaman yang telah ditandatangani manajemen kedua perusahaan.

Menurut Kaharuddin, kolaborasi antara PT PAL dan PT IKI merupakan implementasi awal peran perusahaan sebagai National Consolidator galangan kapal yang merupakan perintah dari Danantara untuk memperkuat kolaborasi antar-galangan nasional dalam satu ekosistem industri.

Kapal Pinisi serbaguna atau multi-purpose tersebut dirancang oleh engineer PT PAL dengan mengadopsi karakteristik kapal Pinisi, namun dilengkapi teknologi dan fungsi modern. Kapal akan digunakan untuk mendukung pengawasan wilayah, konservasi, transportasi personel, hingga distribusi logistik di kawasan kepulauan Sulawesi Selatan.

Dengan panjang 52 meter, kapal juga dilengkapi tangki bahan bakar berkapasitas besar guna mendukung distribusi BBM subsidi ke wilayah terpencil. Kapal memiliki kapasitas akomodasi hingga 140 orang untuk mendukung pelayanan publik dan misi kemanusiaan.

  📝  PAL Indonesia  

Minggu, 26 April 2026

TNI AL Punya ‘Shahed’ Versi Lokal

Kenali KI50: Drone Kamikaze Delta Wing Buatan Dalam Negerihttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEguBZuFygR7Yj4Jv-x06hpkSpd0RHzxrJybJM_KgAR1dDLA-oPykMkclLwjvqkgzC6Wgs4jdNc_dAALT3Z1BPQ3ETlSwkVZ5V1cQYb2NOyNIxJ6s7O_mmqTP3Azum80zOLazC0QEz4ZEBIGc4KKyRDEU3TmBUtBIzex2AxJFVQBzXwLyRKaPIM4KZPBJU2i/s1600/IMG_0545.jpegDrone kamikaze KI50 dalam Latopslagab 2026 (Dispenal)

Kemunculan drone kamikaze HDS NSS (Next-gen Strike System) buatan Malaysia yang berdesain ala ‘Shahed-136’ di Defence Services Asia (DSA) 2026, telah memantik perhatian netizen di Tanah Air, pasalnya, Indonesia sebenarnya lebih dulu menampilkan, bahkan telah menguji coba drone kamikaze (loitering munition) bersayap delta tersebut.

Punya dimensi mini mirip HDS NSS, drone kamikaze yang dimaksud adalah KI50 Loitering Attack Drone, produk pengembangan dari Batekhan Kemhan dan PT AKM Teknologi Nuswantara, yang telah digunakan oleh TNI AL dalam latihan pertempuran.

Drone Kamikaze ini telah beberapa kali menjalani uji coba dan sudah masuk produksi massal.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZkzH82HXkBlKGlWyLcHl7b1_YWpJUnS87SfNxZrjQWMYQyh4JxT_-xB5CB0SkNCIXGbZRgobq0DiOPBz-vlOJCaoHMI0a8wYQ_qjsOX-M5KJ0USYQi02BLosToF12BQ4ICxNaMfeKYESRQT8UcykoR2PbC4aXIRqrw5N-tuEdsZhJDQyZFzQfMgGDuSCo/s500/IMG_0553.jpegSketsa desain drone KI50 (ist)

Dari spesifikasi yang beredar di media sosial, disebut KI50 punya lebar bentang sayap (wingspan) 1,5 meter, sebagai perbandingan HDS NSS punya Malaysia lebar bentang sayapnya 1,2 meter. Panjang badan keseluruhan KI50 adalah 1,2 meter dan berat maksimum saat lepas landas (MTOW) mencapai 12 kg.

Drone kamikaze yang dioperasikan TNI AL ini mengandalkan propusli elektrik, sistem pemandu mengadopsi Global Navigation Satellite Systems (GNSS).

Bicara aspek serangan, KI50 mengusung hulu ledak HE (High Explosive) fragmentation dengan berat 3 kg. Diluncurkan dengan catapult (ketapel), KI50 mampu melesat dengan kecepatan jelajah 90 km per jam, dan kecepatan saat serangan lebih dari 130 km per jam.

Beroperasi di ketinggian rendah, ketinggian terbang KI50 adalah 150 meter dan mampu mengudara (endurance) terbang selama kurang lebih 40 menit. (Bayu Pamungkas)

 ♖ Indomiliter  

PAL Tawarkan Solusi Armada dan Kolaborasi Industri Maritim kepada Malaysia

 👷  Kapal LPD desain PAL Indonesia (PAL)
PT PAL Indonesia memperkuat langkah ekspansinya di pasar regional melalui partisipasi pada Defence Services Asia Exhibition and Conference (DSA) 2026 yang berlangsung sejak 20–23 April 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur.

Dalam pameran tersebut, PT PAL memfokuskan promosi pada varian Landing Platform Dock (LPD) yang dinilai relevan untuk mendukung kebutuhan Angkatan Laut Malaysia.

Sebagai negara maritim dengan tantangan geografis yang serupa dengan Indonesia, Malaysia membutuhkan platform yang tidak hanya mampu mendukung operasi militer, tetapi juga disaster relief, humanitarian assistance, evakuasi medis, serta mobilisasi pasukan dan logistik ke wilayah kepulauan.

Selain menawarkan platform, PT PAL juga membuka peluang kerja sama jangka panjang yang berfokus pada penguatan local content atau industri lokal, pengembangan sumber daya manusia, hingga peluang kolaborasi dengan industri Malaysia.

Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, menyampaikan bahwa pendekatan tersebut menjadi nilai tambah utama PT PAL dalam membangun kerja sama dengan Malaysia.

PT PAL ingin menunjukkan bahwa kerja sama industri pertahanan tidak harus berhenti pada transaksi pembelian kapal, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk membangun kemampuan industri nasional, meningkatkan tingkat serapan dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ekosistem maritim Malaysia secara keseluruhan.

Penguatan tersebut menjadi semakin penting di kawasan ASEAN yang memiliki karakter geografis maritim, jalur perdagangan strategis, serta tantangan bersama seperti bencana alam, keamanan laut, dan perlindungan wilayah perairan.

Partisipasi PT PAL di DSA 2026 sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperluas peran Indonesia dalam membangun kekuatan maritim ASEAN yang lebih tangguh dan mandiri.

Melalui solusi yang tidak hanya kuat dari sisi platform, tetapi juga didukung transfer teknologi dan kolaborasi industri, PT PAL ingin mendorong terciptanya kawasan yang memiliki kapasitas pertahanan maritim yang lebih terintegrasi, siap menghadapi tantangan regional, dan mampu tumbuh bersama sebagai kekuatan maritim dunia.

 👷  PAL Indonesia  

Sabtu, 25 April 2026

Inggris-Indonesia Sepakati Kerja Sama Strategis di Bidang Pertahanan Maritim hingga Pendidikan

KRI BPD 322 frigate pertama PAL, hasil kerjasama Babcock (PAL)

Perusahaan pertahanan Inggris, Babcock International Group (Babcock), bersama Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Kamar Dagang Inggris (Britcham), dan para mitra di Indonesia meluncurkan Maritime Partnership Programme (MPP).

Ini merupakan sebuah kesepakatan strategis guna memperdalam kerja sama Inggris–Indonesia di bidang pertahanan maritim, perikanan, kapabilitas industri, serta pengembangan keterampilan.

Chief Executive Babcock, David Lockwood OBE mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis utama bagi Babcock.

"Kemitraan ini akan mewujudkan komitmen tersebut, dan kami menantikan kelanjutan hubungan yang kuat dan berkelanjutan," kata David di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO OBE, mengatakan bahwa Maritime Partnership Programme memberikan manfaat nyata bagi masyarakat berupa lapangan kerja, peluang, dan pertumbuhan.

Program ini mencerminkan komitmen bersama Inggris dan Indonesia terhadap stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik, menjunjung tinggi kebebasan navigasi serta mendukung tatanan internasional berbasis aturan.

"Melalui program ini, kita bersama-sama memperkuat ketahanan maritim, mendukung industri, dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi pemimpin Indonesia berikutnya. Kemitraan ini dibangun atas ambisi bersama danakan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan Inggris. Diplomasi, kolaborasi, dan prestasi!" ujarnya.

Ketua Kamar Dagang Inggris di Indonesia, Ian Betts, menyambut baik peluncuran UK–Indonesia Maritime Partnership Programme. Menurutnya program tersebut menjadi tonggak penting dalam memperdalam hubungan ekonomi dan industri antara kedua negara.

Ian menambahkan, Investasi Babcock, termasuk perannya dalam memperkuat kapabilitas fregat Indonesia melalui program Arrowhead 140, menunjukkan kuatnya keahlian maritim Inggris sekaligus komitmen jangka panjang terhadap ambisi maritim Indonesia.

Kemitraan tersebut dinilai melampaui sektor pertahanan, dengan mendorong pengembangan industri lokal, transfer keterampilan, serta pertumbuhan ekosistem maritim yang lebih luas di Indonesia. Hal ini mencerminkan visi bersama untuk infrastruktur maritim yang tangguh, berkelanjutan, dan aman di kawasan Indo-Pasifik.

Peluncuran Maritime Partnership Programme turut dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Inggris untuk Aviasi, Maritim, dan Dekarbonisasi Keir Mather, Chief Executive Babcock David Lockwood OBE, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey CVO OBE, serta perwakilan sektor bisnis, pejabat pemerintah senior, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Babcock diketahui menandatangani empat Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan universitas-universitas terkemuka, mitra industri, dan pemangku kepentingan utama dari program MPP. MoU ini mencakup pengembangan tenaga kerja, pendidikan, beasiswa, serta kapabilitas industri guna mendukung tujuan maritim Indonesia dan implementasi MPP.

Salah satu MoU yang ditandatangani yakni terkait Beasiswa Chevening. Babcock berkomitmen mendanai total 30 beasiswa Chevening Pemerintah Inggris bagi mahasiswa Indonesia, yang akan diberikan secara bertahap selama periode tiga tahun untuk mendukung calon pemimpin masa depan di sektor maritim dan industri.

Selain itu, Babcock juga menyepakati kemitraan dengan enam universitas di Inggris dan Indonesia untuk memperkuat kapasitas pendidikan dan keterampilan maritim yang selaras dengan prioritas MPP, membuka peluang pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Konsorsium ini terdiri dari Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, University of Glasgow, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Selain itu Babcock dan PT Len Industri juga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan teknologi angkatan laut dan maritim, termasuk potensi pemanfaatan fasilitas DEFEND ID.

Kemudian Babcock juga menjajaki kerja sama pembuatan kapal dengan PT Citra Shipyard, pengembangan keterampilan, transfer teknologi, dan rantai pasok.

MoU tersebut juga mencerminkan strategi yang terarah untuk berinvestasi di seluruh spektrum pembangunan maritim Indonesia, serta melanjutkan kesepakatan maritim senilai £4 miliar antara Inggris dan Indonesia yang ditandatangani pada November 2025.

Inisiatif ini juga memperkuat komitmen Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London pada 20 Januari 2026.

  📝  Investor Trust  

TNI AL Pamerkan Teknologi Hidrografi di Monaco

  Garapan UI dan ITB Komandan Pushidrosal Laksamana Madya Budi Purwanto menjelaskan produk teknologi hidrografi unggulan Indonesia kepada delegasi asing dalam pameran IHO Assembly 2026 di Monaco. (Foto: Dok. Pushidrosal))

TNI AL melalui Pusat Hidro-Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) hadir sebagai delegasi Indonesia dalam sidang 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco. Dalam forum internasional ini, Pushidrosal membawa produk teknologi hasil inovasi dalam negeri.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya Budi Purwanto memimpin langsung delegasi Indonesia di Auditorium Rainier III, Monaco, pada 19-23 April. Pertemuan ini merupakan forum pengambil keputusan tertinggi dalam International Hydrographic Organization (IHO) atau Organisasi Hidrografi Internasional.

 Inovasi HidroSDB35 dan Almanak Nautika

Dua produk unggulan yang menjadi fokus pameran adalah HidroSDB35 dan Almanak Nautika Indonesia. Teknologi ini merupakan hasil penelitian mandiri antara personel Pushidrosal dengan akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendukung data pemetaan laut nasional.

Budi menjelaskan, kehadiran produk tersebut membuktikan kemampuan teknologi Indonesia di bidang hidro-oseanografi atau ilmu pemetaan laut.

Produk ini mencerminkan kemandirian teknologi nasional. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan dunia,” ujar Budi, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (22/4).

Ia menambahkan, keterlibatan para pakar domestik menjadi kunci dalam inovasi ini. “Penelitian ini merupakan kolaborasi dengan putra-putri terbaik bangsa untuk menghasilkan perangkat pendukung keselamatan pelayaran,” lanjutnya.

 Tentukan Kebijakan Strategis Maritim

Selain pameran teknis, delegasi Indonesia berperan aktif dalam merumuskan rencana strategis IHO periode 2027–2032. Forum ini membahas laporan kegiatan organisasi serta menetapkan anggaran tiga tahunan untuk kepentingan hidrografi global.

Partisipasi aktif ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional sesuai instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya peran Indonesia dalam mendukung keselamatan pelayaran dunia serta memperkuat kedaulatan maritim.

Melalui forum ini, TNI AL memastikan pemanfaatan informasi hidrospasial atau data keruangan laut dapat terintegrasi secara modern. Langkah tersebut bertujuan untuk menjamin keamanan navigasi kapal-kapal yang melintasi perairan internasional. (at)

 ⚓️ 
IDM  

Jumat, 24 April 2026

Pindad Akan Kerjakan Mobil Nasional Sedan Listrik

  Di Pabrik Karawang Jawa Barat (Uzone)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, akhirnya angkat bicara mengenai rencana pengembangan mobil nasional (mobnas) Indonesia.

Dalam pernyataannya, Menko Airlangga mengonfirmasi bahwa inisiatif ini akan diwujudkan oleh PT Pindad, yang dikenal sebagai industri pertahanan, dan akan diproduksi di pabrik Pindad yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Meskipun belum merinci jadwal pasti dimulainya produksi, Airlangga Hartarto menyatakan harapannya agar kapasitas pabrik Pindad di Karawang dapat ditingkatkan secara bertahap untuk mendukung realisasi mobnas ini.

"Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap," ujar Airlangga saat ditemui wartawan, dikutip Uzone.


  Target Multi Produk dan Sedan Listrik 

Menko Perekonomian menyebutkan bahwa brand mobil nasional ini nantinya akan memproduksi berbagai model kendaraan.

Salah satu model yang menjadi sorotan adalah sedan listrik. Model ini sebelumnya sempat dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan ke Magelang, Jawa Tengah.

"Salah satunya sedan listrik. Tentunya nanti ada multi product (yang diproduksi Pindad)," jelas Airlangga, sambil mengungkap rencana pengembangan mobnas ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah.

Sebelumnya, Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, telah bertemu dengan CTO BPI Danantara yang juga Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, untuk membahas percepatan pengembangan proyek ini.

Berdasarkan keterangan dari Instagram @bumn_id, pengembangan mobnas tidak hanya dipandang sebagai proyek industri biasa, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif nasional agar lebih kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Tujuan utama dari proyek ini meliputii penguatan ekosistem industri otomotif nasional, menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi anak bangsa dan meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sebelumnya, dukungan kuat terhadap inisiatif mobil nasional datang dari Presiden Prabowo Subianto, yang berulang kali mengungkapkan keinginannya agar Indonesia memiliki mobil asli buatan sendiri.

Secara spesifik, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu memproduksi sedan listrik secara besar-besaran mulai tahun 2028.

Ia menyampaikan kebanggaannya atas kemampuan Indonesia memproduksi bus dan truk listrik saat ini, dan berharap produksi sedan listrik bisa segera menyusul.

"Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik," tegas Presiden.

  👷  uzone  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More