Percepat bisnis kendaraan motor listrik nasional
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof Lavi Rizki Zuhal, Dirut Len Industri Prof Joga Dharma Setiawan, CTO BPI Danantara Sigit Puji Santosa, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata memberikan keterangan di sela LEN Technology Day di ITB Innovation Park, Bandung, Rabu (7/10/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)
PT LEN Industri mempercepat langkah transformasi bisnis pada usia ke-35 tahun ini dengan segera memproduksi chip mandiri bagi proyek kendaraan motor listrik nasional hasil kolaborasi riset bersama perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.
Direktur Utama PT LEN Industri Joga Dharma Setiawan mengungkapkan bahwa terbatasnya kapasitas riset internal, mendorong perusahaan untuk memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikti), serta perguruan tinggi seperti ITB.
"Kami melakukan transformasi dan memperkuat kolaborasi riset. Proyek-proyek strategis ini termasuk motor listrik nasional, di mana memerlukan chip-chip yang nanti akan kita buat sendiri dari fasilitas manufaktur yang kita siapkan," ujar Joga Dharma Setiawan pada sela LEN Technology Day di ITB Innovation Park, Bandung, Rabu.
Pada ajang LEN Techno Day itu, PT LEN memamerkan empat fokus utama penguasaan teknologi, yakni semikonduktor, kecerdasan buatan, radar, serta pengembangan satelit dan penginderaan jauh (remote sensing).
Dalam usaha itu, Joga juga menyoroti kebutuhan dalam pemenuhan sumber daya yang mumpuni guna mendukung pengembangan semikonduktor itu.
Menanggapi kebutuhan industri tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Lavi Rizki Zuhal menegaskan komitmen perguruan tinggi seperti pihaknya, untuk menjadi pilar utama penyedia talenta dan rekayasa pengetahuan (knowledge engine).
"Produk kami dari perguruan tinggi adalah pengetahuan, teknologi, dan talenta. Kami dari ITB sangat mendukung dan siap menjadi pilar pendukung bagi pengembangan industri elektronik modern di Indonesia," tutur Lavi. .
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof Lavi Rizki Zuhal, Dirut Len Industri Prof Joga Dharma Setiawan, CTO BPI Danantara Sigit Puji Santosa, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata memberikan keterangan di sela LEN Technology Day di ITB Innovation Park, Bandung, Rabu (7/10/2026). (ANTARA/Ricky Prayoga)PT LEN Industri mempercepat langkah transformasi bisnis pada usia ke-35 tahun ini dengan segera memproduksi chip mandiri bagi proyek kendaraan motor listrik nasional hasil kolaborasi riset bersama perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.
Direktur Utama PT LEN Industri Joga Dharma Setiawan mengungkapkan bahwa terbatasnya kapasitas riset internal, mendorong perusahaan untuk memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Sains, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikti), serta perguruan tinggi seperti ITB.
"Kami melakukan transformasi dan memperkuat kolaborasi riset. Proyek-proyek strategis ini termasuk motor listrik nasional, di mana memerlukan chip-chip yang nanti akan kita buat sendiri dari fasilitas manufaktur yang kita siapkan," ujar Joga Dharma Setiawan pada sela LEN Technology Day di ITB Innovation Park, Bandung, Rabu.
Pada ajang LEN Techno Day itu, PT LEN memamerkan empat fokus utama penguasaan teknologi, yakni semikonduktor, kecerdasan buatan, radar, serta pengembangan satelit dan penginderaan jauh (remote sensing).
Dalam usaha itu, Joga juga menyoroti kebutuhan dalam pemenuhan sumber daya yang mumpuni guna mendukung pengembangan semikonduktor itu.
Menanggapi kebutuhan industri tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Lavi Rizki Zuhal menegaskan komitmen perguruan tinggi seperti pihaknya, untuk menjadi pilar utama penyedia talenta dan rekayasa pengetahuan (knowledge engine).
"Produk kami dari perguruan tinggi adalah pengetahuan, teknologi, dan talenta. Kami dari ITB sangat mendukung dan siap menjadi pilar pendukung bagi pengembangan industri elektronik modern di Indonesia," tutur Lavi. .
👷 antara
0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.