blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Rabu, 22 Februari 2023

TNI AL Akan Membeli 35 Unit Mobil Esemka

Mendukung Produk Dalam NegeriTNI AL berencana membeli 35 unit mobil Esemka Pikap Bima 1.300 CC. Ilustrasi. Foto: Dispenal

Guna mewujudkan peningkatan produk dalam negeri, TNI AL berencana akan membeli 35 unit mobil Esemka Pikap Bima 1.300 CC.

Mobil tersebut rencananya untuk menunjang operasional di seluruh satuan TNI AL.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono di Mabesal Cilangkap, Jakarta, Selasa (21/2).

Pikap Bima 1,300 CC merupakan unit kendaraan roda empat produksi anak bangsa, yaitu PT Solo Manufaktur Kreasi, yang berlokasi di Desa Demangan Boyolali, Jawa Tengah.

Tentunya hal tersebut selaras dengan komitmen Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang menekankan penggunaan produk dalam negeri dan mengurangi penggunaan impor,” tegas Kadispenal.

Beberapa waktu lalu saat pelaksanaan kontrak bersama, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali telah menegaskan agar satuan TNI AL menyukseskan program pemerintah dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN).

Saya perintahkan kepada seluruh jajaran hingga satuan terbawah untuk mendukung program pemerintah dengan mendorong penyedia untuk memasukan produk barang dan jasa ke dalam etalase E-Katalog sektoral TNI AL sehingga target dan cita-cita pemerintah dalam kemandirian industry dan meningkatkan perekonomian dapat terealisasi,” tegas Laksamana TNI Muhammad Ali.

Menurut KSAL, peningkatan penggunaan produk dalam negeri merupakan langkah nyata dalam mendukung kebijakan pemulihan ekonomi nasional.

Guna mewujudkan peningkatan produk dalam negeri, TNI AL berencana akan membeli 35 unit mobil Esemka Pikap Bima 1.300 CC.

Hal ini guna menumbuhkan kemandirian bangsa dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global. Salah satunya dengan menggunakan produk mobil karya anak bangsa.

Jika memang bagus secara operasional, lebih ekonomis dalam aspek pengadaan serta suku cadangnya terjamin, tentunya tidak ada alasan untuk tidak menggunakan produk dalam negeri,” ujar Kadispenal.(fri/jpnn)

  JPNN  

Inhan Terima KLO dari Pemesanan MCMV Jerman

⚓ Terdiri dari 2 kegiatan kandungan lokal dan 4 kegiatan Ofset Sea trial KRI Pulau Fani 731 (istimewa)

Dalam menyelenggarakan pembinaan industri pertahanan, salah satu upaya adalah melaksanakan pengembangan kemampuan Industri Pertahanan.

Sesuai dengan UU No. 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, pengembangan kemampuan Industri Pertahanan dilaksanakan dengan program Kandungan Lokal dan Ofset (KLO) dari pengadaan Alpalhankam dari luar negeri.

Salah satu program KLO yang saat ini dilaksanakan adalah program KLO dari pengadaan Mine Counter Measure Vessel (MCMV) produksi galangan kapal Abeking & Rasmussen, Jerman.

Dalam rangka Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan KLO, Ditjen Pothan kemhan melaksanakan kunjungan di fasilitas Abeking & Rasmussen terkait dengan kegiatan Kandungan Lokal dan Ofset pada pengadaan 2 unit Mine Counter Measure Vessel (MCMV) Type MHV 60-Furthe, pada tanggal 12 s.d 16 Februari 2023.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Dirjen Pothan Kemhan, Mayor Jenderal TNI Dadang Hendrayudha dengan didampingi Kasubdit IDKLO, Staf Ditjen Pothan Kemhan, staf Dit Tekindhan Ditjen Pothan Kemhan dan Satgas Kapal MCMV serta perwakilan Abeking & Rasmussen di fasilitas Abeking & Rasmussen, Jerman.

Dirjen Pothan Kemhan dan rombongan diterima oleh Mathias Hellmann (CEO Abeking & Rasmussen) dan staf lainnya.

Pada kesempatan tersebut Tim Abeking & Rasmussen menyampaikan penjelasan tentang kegiatan kandungan lokal dan Ofset (KLO) yang telah dilaksanakan.

Kunjungan Kemhan. (Kemhan)

Dari program KLO kapal MCMV, industri pertahanan mendapatkan 2 kegiatan kandungan lokal dan 4 kegiatan Ofset.

Kegiatan kandungan lokal berupa pembuatan decompresion chamber dan man hour saat warranty.

Sedangkan kegiatan Ofset berupa lisensi, desain, kemampuan memproduksi khususnya untuk teknologi MCM dan teknologi Non Magnetic Steel (NMS), kemampuan pemeliharaan (MRO) platform, termasuk pembangunan infrastruktur dan special tools, alih teknologi sensor, weapon and command (Sewaco), peralatan underwater vehicle dan pemeliharaannya.

Penerima kandungan lokal dan ofset terdiri dari industri pertahanan BUMN dan BUMS seperti PT. PAL, PT. Pindad, PT. Len Industri, PT. Robomarine Indonesia (PT. RMI) dan PT. Hyperbaric Medical Solusindo.

Kegiatan KLO pada pengadaan kapal MCMV dapat memberikan kemampuan industri pertahanan Indonesia untuk mandiri agar dapat membangun kapal anti ranjau/MCMV beserta pemeliharaannya dengan menggunakan bahan khusus yaitu bahan Non Magnetic Steel yang memiliki sifat tahan guncangan yang tinggi (high shock resistant), tidak bersifat magnetic (low magnetic signature), tahan api (high fire resistant), mudah untuk diperbaiki (high flexibility for repair), namun biaya pembuatannya cukup mahal (high relative cost).

Bangunan Kapal/platform dari bahan non/low magnetic steel butuh biaya yang tinggi saat awal pembangunan, namun memiliki life cycle cost yang relatif rendah.

Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi KLO pengadaan kapal MCMV di Abeking & Rasmussen, Jerman tahun 2023 merupakan kegiatan strategis dalam rangka mempersiapkan kemandirian industri pertahanan dalam membangun kapal anti ranjau/MCMV beserta pemeliharaannya dengan menggunakan material khusus.
 

  💂
 Kemhan  

TNI AD Berencana Beli Esemka

Cintai Produk Dalam Negeri Mobil listrik Esemka Bima EV mejeng di IIMS 2023. (Agung Pambudhy)

Mobil merek nasional, Esemka, unjuk gigi di pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023. Merek mobil yang dimiliki Solo Manufaktur Kreasi tersebut memajang mobil pikap Bima dan mobil van listrik full baterai, Bima EV. Jajaran produk Esemka itu membuat TNI AD berminat meminangnya.

Hal itu dikatakan langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Agus Subiyanto. Menurut Agus, kehadiran Esemka penting sebagai proses transfer of technology demi kemandirian bangsa di bidang manufaktur otomotif.

"Esemka itu kan dari Jawa Tengah ya, dari Boyolali, dulu kan saya Dandim di Solo. Waktu saya masih Dandim udah ngeluarin (produk) itu (Esemka). Itu keren. Pokoknya kita generasi-generasi muda ini jangan takut gagal, pokoknya terus berkarya. Kan nanti dievaluasi apa kurangnya, apa kelebihannya. Makanya kita harus transfer teknologi dari negara lain," kata Agus kepada detikcom di arena IIMS 2023, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/2/2023).

Jika merek mobil nasionalnya sudah ada, menurut Agus langkah yang selanjutnya harus dilakukan oleh pemerintah adalah mewajibkan penggunaan produk tersebut.

Esemka jadi mobil dinas TNI AU (Dok. TNI AU)

"Bangsa Indonesia, masyarakat Indonesia harus gunakan produk dalam negeri. Negara-negara lain juga ada yang buat aturan itu. Ada (contoh) di suatu negara, wajib punya produk mobil dalam negeri. Artinya pemerintah (Indonesia juga) harus begitu, wajibkan saja," sambung Agus.

Saat ini TNI AD sudah menggunakan beberapa produk buatan dalam negeri, khususnya yang digarap oleh PT Pindad (Perindustrian Angkatan Darat). Tidak hanya kendaraan tempur (ranpur) seperti Anoa, TNI AD juga sudah menggunakan kendaraan taktis Pindad Maung untuk mendukung operasional TNI AD. Ke depannya, TNI AD juga berencana membeli mobil buatan Esemka.

"Kita sekarang di Angkatan Darat sudah menggunakan produk (dalam negeri) Pindad, untuk mobil taktis pakai Maung. Jadi ya (Esemka) ya kita harus coba, kita harus beli," tukas Agus.

Sebelum TNI AD melontarkan rencana itu, mobil Esemka sendiri saat ini sudah digunakan oleh TNI AU untuk kendaraan operasional di Skadron Udara, Skadron Udara 6, lalu Skadron Udara 8, dan juga Skatek 024. Total ada sebanyak 35 unit Esemka Bima 1.3 yang dibeli. Selain TNI AU, Kementerian Pertahanan juga telah mengoperasikan 10 unit mobil Esemka Bima. (lua/din)

  detik  

Empat Pesawat Tambahan TNI AU akan Bantu Pemerintah Turki

☪ Kirim Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa TurkiPresiden Joko Widodo (Jokowi) Kirim 140 Ton Bahan Makanan dan Logistik untuk Korban Gempa Turki  & Suriah (TEMPO/Subekti) ✈️

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyatakan bahwa empat pesawat TNI Angkatan Udara (AU) yang diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, akan menambah kekuatan bantuan kemanusiaan Indonesia untuk korban gempa Turki dan Suriah.

Menhan turut mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melepas keempat pesawat tersebut yang berangkat sebagai kloter ketiga bantuan kemanusiaan Turki-Suriah dan membawa sedikitnya 140 ton bahan makanan dan logistik lainnya.

"Empat pesawat akan menerbangkan bantuan ini sekaligus memperkuat pesawat Hercules TNI Angkatan Udara yang sudah berada di sana sejak awal pascagempa," tulis Menhan dalam unggahannya di akun Instagram resmi, @prabowo, selepas prosesi pelepasan.

Menhan sebelumnya memang telah memerintahkan pesawat TNI AU C-130 Hercules A-1326 yang berangkat mengangkut kloter pertama bantuan kemanusiaan pada 11 Februari lalu untuk bertahan di Turki guna membantu kebutuhan pesawat angkut distribusi di sana.

Pesawat itu diperbantukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) hingga 20 Februari 2023 dan berbasis di Bandara Militer Etimesgut, sekira 15 kilometer dari Ankara.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah telah menyatakan bahwa masa tugas pesawat tersebut akan kembali diperpanjang.

Kendati demikian Kadispenau belum bisa mengkonfirmasi sampai kapan perpanjangan masa tugas pesawat tersebut.

"Jadi kemarin diperpanjang sampai tanggal 20 (Februari), itu kelihatannya akan terus diperpanjang. Rencananya akan diperpanjang, namun kami akan menginformasikan lebih detail terkait perpanjangan tersebut," ujar Indan di bilangan TMII, Jakarta, Senin.

Sementara itu, pada Selasa pagi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melepas kloter ketiga paket bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Turki-Suriah dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Diplomasi kemanusiaan terus-menerus dilakukan oleh negara kita Indonesia, dan pada pagi hari ini kita akan mengirimkan empat pesawat ke Turki dan ke Suriah, yang berisi 140 ton bahan makanan dan bahan-bahan logistik lainnya yang sangat diperlukan di sana," kata Presiden Jokowi.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto juga akan berangkat untuk mengantarkan langsung bantuan tersebut.
 

 
antara  

Selasa, 21 Februari 2023

Mengenal Gelis

  Gerobak Listrik Racikan Bogor yang Bakal DimodifikasiGerobak listrik alias Gelis bakal dimodifikasi. (Indonesia Modification Expo) 🏍

Tiga modifikator di Indonesia ditantang untuk merombak tampilan motor listrik roda tiga Gelis atau Gerobak Listrik. Mungkin belum banyak yang tahu apa itu Gelis.

Gelis merupakan motor listrik roda tiga rakitan PT Solar Panel Indonesia (SPI) yang dibuat di pabrik kawasan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Menurut Chief Marketing Officer PT SPI, Ary Tjahyono, Gelis dibuat untuk membantu usaha kecil menengah (UKM) untuk mengangkut barang dagangannya.

"Kami telah menciptakan Gelis atau gerobak listrik, sebagai kendaraan niaga yang berbasis dari listrik, ramah lingkungan, mudah digunakan, serta tidak membutuhkan perhatian khsusus dari perawatan," kata Ary dalam konferensi pers Gelis Tuner Competition secara virtual, Jumat (17/7/2020).

Gerobak listrik (Gelis) (Kementerian Perindustrian)

Menurutnya, penciptaan Gelis didorong dari keinginan dan harapan pihaknya untuk membantu para pedagang UMKM meningkatkan taraf ekonominya dengan mobilitas yang lebih luas jangkauannya.

Disebutkan, pedagang UMKM tidak perlu lagi mendorong gerobak dengan tenaga sendiri. Cukup puntir tuas gas, motor listrik roda tiga ini sudah bisa dijalankan.

Ary mengatakan, beberapa komponen Gelis sudah memanfaatkan komponen dalam negeri. Saat ini, Gelis sudah menggunakan komponen lokal hingga 30%.

"Baterai, sasis, bodi serta beberapa perangkat kendali diproduksi di dalam negeri. Perangkat lain seperti motor listrik, controller, gandar atau axle, masih kami impor. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kami akan terus meningkatkan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) seiring dengan perkembangan dan kemampuan pasar," sebutnya.

Modifikator Ditantang Rombak Tampilan Motor Listrik Roda Tiga (Dok. Indonesia Modification Expo)

Bicara spesifikasi, mengutip laman resminya, Gerobak Listrik ini memiliki dimensi panjang 280 cm, lebar 88 cm, dan tinggi 170 cm. Motor listrik roda tiga ini menggunakan ban berukuran 3.75 R12. Berat kotornya mencapai 600 kg dengan daya angkut hingga 310 kg.

Gelis ditenagai motor berkekuatan 800 watt yang mampu membawa motor berlari hingga 30 km/jam. Gerobak listrik yang didukung 2 baterai lithium-ion ini bisa menjangkau jarak hingga 30 km.

Pabrik Gelis di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, mampu memproduksi 10 unit motor listrik roda tiga per hari. "Layanan purnajual kami siapkan sebaik mungkin karena hal ini memang tanggung jawab kami untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan," katanya.
 

  🏍
detik  

Senin, 20 Februari 2023

Filipina Akan Pesan Kembali NC212i Aviocar

🛩 Diperkirakan sebanyak 6 unit pesawat ✈ PAF NC-212i Light Lift Aircraft (Johann Kirby Datoy)

Dikabarkan pemeritah Filipina menyetujui dana pembelian pesawat untuk Angkatan Udara Filipina (PAF).

Dari Bons Cue PH FB, dana sebesar 624 Juta Peso telah disetujui Pemerintah Filipina untuk pembelian pesawat NC-212i Aviocar dari PT Dirgantara Indonesia.

Dana yang dirilis adalah 15% persen dari total anggaran yang disetujui untuk kontrak yang berjumlah lebih dari 4 Miliar Peso. Angkatan Udara Filipina diperkirakan akan memperoleh tambahan enam pesawat NC-212i Aviocar dari Indonesia.

Saat ini, Angkatan Udara Filipina memiliki dua Aviocar NC-212i yang telah beroperasi sejak 2018, dan akan bekerja sama dengan pesawat C-295 Medium Lift Aircraft dalam mengirimkan pasokan yang dibutuhkan untuk pertempuran dan tujuan HADR (High Availability Disaster Recovery).

Akuisisi pesawat tambahan NC-212i Aviocar sebagai pengganti pesawat tua N-22 "Nomad" yang telah digunakan Angkatan Udara Filipina selama beberapa dekade dan pesawat Britten Norman Islander yang sudah pensiun dan pernah digunakan Angkatan Laut dan Penjaga pantai Filipina.

  🛩 Garuda Militer  

Minggu, 19 Februari 2023

RHIB II-13-40 Trimaran Resmi Perkuat Satrol Lantamal XIII Tarakan

Panjang 12 meter produksi PT. Samudera Indonesia Berjaya Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) II-13-40 Trimaran 12 Meter

Komandan Lantamal XIII Laksamana Pertama TNI Deni Herman, S.T., M.A.P., M.Tr.Opsla., CHRMP., CFrA. didampingi Ketua Korcab XIII DJA II Ny. Santi Deni Herman meresmikan dan mengukuhkan pengawak Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) II-13-40 Trimaran 12 Meter di Dermaga TNI AL Mamburungan, Mako Lantamal XIII Tarakan, Jl. Sei Ngingitan, Mamburungan, Kec. Tarakan Timur., Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Jum’at (17/2).

Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) II-13-40 ini adalah hasil karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT. Samudera Indonesia Berjaya di Tapos, Depok, Jawa Barat, dengan berbahan aluminium dengan panjang 12 meter serta lebar 3,2 meter, RHIB Trimaran ini memiliki 2 mesin pendorong 300Hp berbahan bakar bensin dan memiliki kemampuan jelajah sejauh 303 mil dengan muatan tangki sebanyak 2200 liter. RHIB Trimaran ini juga dilengkapi 3 lambung dan sudah dilengkapi dengan engine protection dan akan diawaki oleh 3 personel Satrol Lantamal XIII Tarakan dan mampu membawa 1 tim (7 personel) pasukan khusus TNI AL.

RHIB adalah kapal dengan lambung solid, merupakan perahu ringan dengan performa dan berkapasitas tinggi. Perahu ini tidak dapat tenggelam karena ditopang tabung udara di bagian lambung atas badan kapal yang dipompa dengan udara bertekanan tinggi. Desainnya stabil, ringan, cepat, dan fleksibel.

Danlantamal XIII menyampaiakan bahwa Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) II-13-40 Trimaran 12 meter ini secara resmi masuk dan memperkuat jajaran unsur Satrol Lantamal XIII yang tentunya bisa meningkatkan mobilitas patroli Prajurit Satrol Lantamal XIII dalam menjaga keamanan wilayah Laut Kalimantan Utara untuk meminimalisir segala bentuk ancaman pelanggaran hukum dilaut baik kegiatan illegal yang bisa suatu waktu terjadi diwilayah Tarakan dan Perairan Kalimantan Utara dengan prosedur operasi dan saling berkoordinasi dengan instansi terkait, pungkas Laksma Deni Herman.

  ★
Kongkrit  

RS Lapangan Indonesia Rawat 130 Warga Kota Hassa Turki

Korban GempaRS Lapangan BPNB (Kompas)

Emergency Medical Team (EMT) dari Rumah Sakit Lapangan Indonesia telah melayani 130 warga di Kota Hassa, Hatay, Turki. Beberapa warga yang dilayani merupakan pasien korban gempa Turki.

Koordinator EMT dr. Eko Mediatianto mengatakan terdapat 120 pasien yang tercatat hingga Jumat (17/2) pukul 18.00 waktu setempat. Sedangkan, 10 warga Kota Hassa lainnya mendaftar di rumah sakit lapangan.

"Hingga saat ini sudah 130 pasien yang dilayani dengan penyakit terbanyak ISPA, luka ringan, stres akut, radang tenggorokan dan nyeri kepala," kata Eko dalam pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com.

Indonesia membuka pelayanan kesehatan kepada warga terdampak gempa M 7,8 di Kota Hassa. Bantuan medis ini dilakukan EMT melalui rumah sakit lapangan yang beroperasi sejak Kamis (16/2).

Ketua Tim Kemanusiaan Indonesia Bambang Surya Putra mengatakan rumah sakit lapangan ini memberikan berbagai layanan kepada warga yang ingin berobat.

Rumah sakit tersebut didukung dokter spesialis, dokter umum, apoteker, bidan, psikolog, ahli nutrisi, ahli epidemiologi, tenaga medis lain, dan fasilitas EMT tipe 2, salah satunya ruang operasi. Selain itu, terdapat pelayanan kesehatan berupa rawat jalan, rawat inap, dan tindakan operasi.

EMT sendiri memiliki dokter bedah umum, bedah ortopedi, anaesthesia, paediatrics, mata, internist, obstetrics, psikiater, obat emergency, spesialis anak, dan forensik.

"Sejak beroperasi kemarin (Kamis, 16 Februari 2023) pukul 18.00 waktu setempat, kami melayani lebih dari seratus pasien yang berdomisili di wilayah Hassa," ujar Eko.

"Kami juga memiliki tenaga untuk penanganan psikososial atau trauma healing kepada warga yang terdampak gempa," tambahnya.

Bambang juga mengatakan rumah sakit lapangan juga bisa mendapatkan rujukan dari rumah sakit setempat.

EMT dapat melayani sebanyak 150-200 pasien setiap hari. Mereka bisa melakukan operasi minor sebanyak 5-10 pasien, operasi besar sebanyak 2-3 pasien, dan menampung 20 pasien rawat inap.

Operasional Rumah Sakit Lapangan Indonesia berkoordinasi dengan dinas kesehatan Kota Hassa dan badan penanggulangan bencana Turki. Layanan medis dari rumah sakit ini akan beroperasi hingga akhir Februari.

Pemerintah Indonesia mengirim 119 personel EMT yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan medis serta obat-obatan. Pemerintah juga mengirim tim Urban Search and Rescue (USAR) dengan klasifikasi medium di Antakya, serta bantuan logistik lainnya. (pra)
 

  🛩
CNN  

Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel-RI Sempat Buntu

KF21 Boramae pertama kali di ujicoba terbang di Korea Selatan (ROKArmed Forces)

Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan Gandi Sulistyo blak-blakan soal proyek jet tempur KF-21 Boramae kolaborasi dua negara yang sempat tertunda.

Gandi menerangkan Korsel akan membangun pesawat prototipe sebelum memproduksi dalam jumlah banyak.

"Akan dibangun enam prototype pesawat yang akan menjalani serangkaian uji terbang dan kelaikan sebelum berlanjut ke proses produksi massal yang direncanakan dimulai tahun 2026," ujar Gandi.

Salah satu prototipe tersebut akan diserahkan ke PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai pesawat uji di Indonesia setelah program tahap pertama selesai.

Sejauh ini, kata Gandi, pesawat Indonesia belum secara langsung terbang di pesawat prototipe, tetapi sebatas terbang di pesawat chaser (pendamping). Namun, Indonesia tetap memberikan kontribusi saat diskusi.

Tercatat baru tiga pesawat prototipe yang berkursi tunggal diterbangkan. Kemudian setelah prototipe kursi ganda siap, baru pilot penguji dari Indonesia akan diikutsertakan dalam penerbangan.

"Hal ini terkait aturan penerbangan di wilayah udara Korsel," ucap Gandi.

Korsel menggandeng Indonesia untuk bekerja sama membuat jet tempur KF-21. Namun, proyek ini sempat tertunda karena pembiayaan dan permasalahan teknologi itu sendiri.

Sesuai kesepakatan, RI menanggung 20 persen pembayaran. Namun, Indonesia sempat menunggak dan baru melanjutkan pembayaran pada akhir tahun lalu.

Foto bersama Insinyur dan Pilot dari Indonesia di fasilitas uji KAI Korea Selatan. (Foto:Ist)

"Bukti komitmen pemerintah RI itu sudah ditindaklanjuti diantaranya dengan telah dilakukannya pembayaran Cost Share pada 2022 dan telah adanya alokasi pendanaan di 2023," kata Gandi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/2).

Ia menegaskan proses itu bertahap dan belum sesuai harapan, sebab negara masih punya prioritas lain yang menjadi perhatian.

Namun sejauh ini program kerjasama ini masih berjalan sesuai dengan rencana, kata Gandi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Korea Selatan untuk Urusan ASEAN dan Asia Tenggara, Eui-Hae Cecilia Chung, menyampaikan kegembiraan atas komitmen RI.
 
"Kami senang bahwa kontribusi keuangan dari pihak Indonesia telah dilanjutkan tahun lalu, dan kami yakin ini akan terus berlanjut," ujar Eui seperti dikutip Reuters.

Ia kemudian berujar, "Saya pikir kedua belah pihak berkomitmen dan tak ada kata mundur dari inisiatif penting ini."

Selain itu, sebagai bagian kerja sama dua negara, Indonesia menempatkan tes dua pilot guna menjalani uji terbang dan kelayakan.

"Indonesia telah menempatkan dua tes pilot dari TNI AU --dari 4 yang disiapkan-- yang bergabung dengan 32 engineer PTDI [PT Dirgantara Indonesia] yang tergabung dalam program KF-21/IFX ini," ungkap Dubes itu.

Pilot Indonesia terlibat untuk mengkaji dan berdiskusi terkait hasil uji terbang bersama pilot Korsel. (isa/rds/bac)

  ★ CNN  

Sabtu, 18 Februari 2023

Ikhtiar Bappenas Wujudkan Mimpi Kejayaan Industri Dirgantara Indonesia

  🛩 Melalui Kolaborasi Pembuatan Pesawat di PT Dirgantara Indonesia (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

Dua puluh tujuh tahun lalu, Hanggar Main Assembly Line IPTN Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menjadi saksi penerbangan pertama pesawat N-250, Gatotkaca, yang merupakan pesawat asli karya anak bangsa, Bacharuddin Jusuf Habibie.

Tepat 10 Agustus 1995, pesawat N-250 Gatotkaca terbang perdana dengan gagahnya, menepis nada pesimistis media asing yang memprediksi pesawat ini akan jatuh. Gatotkaca menjadi pesawat pertama di kelas subsonic speed dengan teknologi fly by wire atau seluruh geraknya dikendalikan dengan komputerisasi, yang dapat mengudara tanpa masalah.

Momentum itu, digadang-gadang menjadi tonggak sejarah kejayaan kedirgantaraan Indonesia. Pesawat penumpang sipil N-250 yang dapat menampung 50 hingga 70 penumpang di dalamnya, diproyeksikan dapat memenangkan pangsa pasar pesawat kelas baling-baling.

Namun sayang, mimpi tersebut berantakan kala krisis moneter menerjang Indonesia sejak 1997. Hal ini berimbas pada industri penerbangan tak lagi dapat dukungan keuangan negara. Sebab untuk keluar dari krisis, Indonesia harus mengesampingkan proyek ini sebagai bagian dari penyelamatan ekonomi.

Meski impian itu pupus hingga IPTN bubar, yang kemudian berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PTDI), tetapi hanggar Main Assembly Line di kompleks Bandara Husein Sastranegara, Bandung, kini masih kokoh berdiri, menyimpan mimpi kejayaan industri dirgantara nasional. Kala mengunjunginya pada Oktober 2019, cat pada struktur besi hanggar itu sudah banyak mengelupas. Pun kaca ruangan di sisi kiri gedung tampak kusam, seperti sudah lama tak dipakai. Gedung itu, meski megah, hanya terlihat seperti hanggar pesawat tua biasa.

Tapi siapa sangka, hanggar itu menjadi saksi bisu bahwa mimpi kejayaan kedirgantaraan tanah air dirawat. Pada Oktober 2019 pula, hanggar Main Assembly Line menyaksikan pesawat militer CN235-220 produksi PTDI diekspor ke Nepal.

Direktur Produksi PTDI, Batara Silaban, menyampaikan bahwa sejak 1976 berdiri hingga saat ini, pihaknya sudah mengirim 466 pesawat kepada lebih dari 50 pelanggan, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam memproduksi pesawat itu, terdapat peran 3.700 pekerja PTDI, di mana hampir 40 persen di antaranya adalah engineer. Dia menilai, SDM kedirgantaraan yang dimiliki itu merupakan aset negara yang dapat diandalkan di masa mendatang.

"Ini memang sumber daya manusia yang tentunya akan bisa memberikan kontribusi bagi industri kedirgantaraan," ucapnya dalam sesi Special Session pada Indonesia Development Forum 2022, Selasa, 22 November 2022.

  Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 
Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 (Dok Bappenas)

Beragam jenis pesawat terbang, kini telah berhasil diproduksi PTDI. Ada 2 jenis pesawat yang mampu dibuat oleh pabrikan asal Bandung itu, yakni pesawat fixed wing atau pesawat bersayap tetap dan pesawat rotary wing atau pesawat dengan sayap putar.

Adapun pesawat fixed wing yang diproduksi PTDI, antara lain N219 Nurtanio, NC212 family, CN235 family, dan CN295. Pesawat itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan sipil, operator militer, dan kebutuhan misi khusus.

Sementara pesawat rotary wing yang berhasil dibuat PTDI, yaitu helikopter AS550, helikopter A565, helikopter Superpuma Family dan Helikopter Bell 412EP. Produk helikopter ini diproduksi sesuai perjanjian dengan Airbus Helicopter dan Bell Helicopter Textron.

Untuk meningkatkan kapasitas industri kedirgantaraan dalam negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, bersama Program Diaspora dan Migrasi (PMD) GIZ dan ITB menerbitkan Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045.

Peta jalan tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan industri kedirgantaraan dalam mendukung integrasi industri lokal, komersialisasi penelitian, desain dan pengembangan, pemenuhan standar kualitas, pertumbuhan pemain lokal baru dan industri pendukung, serta perluasan kapasitas berpartisipasi dalam rantai pasok global.

Dalam peta jalan ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 ini, ada 2 pilar yang ditetapkan, antara lain pilar produk dirgantara, sertajasa dirgantara dan ekosistem pendukung. Untuk pilar produk dirgantara, terdiri dari pengembangan industri pesawat terbang serta komponen dan rantai pasok. Sedang pilar jasa dirgantara dan ekosistem pendukung, terdiri dari maintenance, repair, overhaul dan purnajual, serta jasa penerbangan dan kebandarudaraan.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Amalia Adininggar Widiyasanti, menjelaskan bahwa ketika industri pesawat terbang didorong untuk berkembang, nantinya industri terkait akan tergerak. Tentu hal itu bakal menciptakan efek ganda positif bagi perekonomian Indonesia.

"Salah satu kunci kita mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangan panjang hanya bisa dengan peningkatan produktivitas. Tanpa peningkatan produktivitas, Indonesia tidak bisa tumbuh tinggi secara berkelanjutan untuk jangka panjang," bebernya.

Belajar dari Amerika Serikat, menurut paparannya, industri kedirgantaraan merupakan industri dengan tingkat rata-rata upah terbesar kedua setelah sektor IT. Untuk meningkatkan pendapatan per kapita berkelanjutan, pengembangan industri kedirgantaraan bisa menjadi solusi. "Kalau kita ingin meningkatkan pendapatan per kapita berkelanjutan, karena nantinya industri kedirgantaraan ini akan mendorong strategi peningkatan produktivitas sektor ekonomi melalui proses industrialisasi," ungkap Amalia.

Pesawat N219 Amphibi (PTDI)

Hal ini begitu penting, menilik Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045 disusun untuk mencapai visi Indonesia Emas di 2045, di mana salah satunya mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik dan merata dengan kualitas manusia yang lebih tinggi.

Selain itu, peta jalan tersebut diyakini juga dapat melepaskan Indonesia dari middle income trap atau jebakan pendapatan negara kelas menengah, ke kelas atas. Pengembangan industri penerbangan dinilai efektif untuk mencapai tujuan ini.

"Satu hal yang tadi disampaikan Bapak Menteri (Bappenas, Suharso Monoarfa), bahwa dari tahapan industrialisasi di Indonesia, yang paling kanan (paling baik) adalah human capital intensive industry, di mana human capital intensive industry inilah industri yang bisa memberikan nilai tambah terbesar di antara industri lainnya," katanya.

Pada sesi Special Session pada Indonesia Development Forum 2022, Amalia memaparkan, dalam menjalankan Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045, dibutuhkan skema pembiayaan baru agar tak cuma mengandalkan APBN. Belajar dari kasus pesawat N250, di mana pengembangannya terhenti karena pendanaannya mengandalkan Pemerintah.

"Untuk menjalankan Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan pasti kita membutuhkan financing. Karena pengembangan ini diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran Pemerintah, tetapi bagaimana kita memobilisasi model bisnis baru untuk kita bisa sama-sama mendorong, mengembangkan, dan mewujudkan Indonesia menjadi salah satu produsen pesawat terkemuka di dunia," tegas Amalia.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menjelaskan, apabila Indonesia ingin meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara progresif, maka Pemerintah harus melakukan kolaborasi, mulai dari Pebisnis hingga akademisi yang terkait dengan ekosistem industri penerbangan.

Maka dalam Indonesia Development Forum 2022, selain menerbitkan Peta Jalan Ekosistem Industri Kedirgantaraan Indonesia 2022-2045, Kementerian PPN/Bappenas juga menginisiasi penandatanganan nota kesepahaman PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengembangan pusat rancang bangun pesawat.

"Pada tahun 2022 ini, IDF mengambil tema 'The 2045 Development Agenda: New Industrialization Paradigm for Indonesia’s Economic Transformation'. Dan seperti yang kita ketahui, yang kita inginkan dan kumpulkan dari semua yang hadir di sini, adalah bagaimana kita bisa melakukan transformasi ekonomi dalam rangka mewujudkan visi Indonesia 2045," imbuh Suharso.

Apabila nantinya peta jalan ini sukses diimplementasikan dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, bisa jadi mimpi yang tersimpan di Hanggar Main Assembly Line IPTN sejak 27 tahun lalu, dapat terwujud 50 tahun kemudian, di tahun 2045.***

  🛩
Pikiran Rakyat  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More