blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 23 April 2022

Naval Group Tawarkan Dua Kapal Selam Dengan Teknologi AIP

⚓️ Dibangun di galangan kapal Surabaya Naval Group telah menawarkan untuk membangun dua varian kapal selam berkemampuan AIP untuk Indonesia di Surabaya [Naval Group]

Galangan kapal Prancis Naval Group telah menawarkan untuk membangun dua kapal selam diesel-listrik (SSK) berkemampuan air-independent propulsion (AIP) di Surabaya untuk Angkatan Laut Indonesia.

Menurut dokumen presentasi yang telah dikirimkan kepada Janes oleh sumber industri, kapal yang ditawarkan adalah turunan dari Scorpene SSK, dan Naval Group telah menawarkan untuk membangun kedua kapal selam sepenuhnya di dalam negeri di fasilitas PT PAL.

Angkatan Laut Indonesia mengoperasikan armada tiga SSK kelas Nagapasa buatan Korea Selatan yang ditugaskan antara tahun 2017 dan 2021, dan satu kapal selam kelas Cakra buatan Jerman yang mulai berdinas pada tahun 1981. Kapal selam kelas Cakra kedua, KRI Nanggala, telah hilang di laut pada tahun 2021.

Negara tersebut juga menandatangani kontrak untuk tiga SSK lagi dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan pada tahun 2019.

Selain kapal yang telah dipesan atau sedang bertugas, TNI AL juga memiliki persyaratan yang belum terpenuhi untuk minimal satu kapal selam lagi sebagaimana tertuang dalam cetak biru modernisasi TNI yang dikenal dengan Minimum Essential Force (MEF). Tak satu pun dari kapal selam, yang dipesan atau sedang dalam pelayanan, memiliki kemampuan AIP.

Meskipun sistem AIP disajikan sebagai solusi non-nuklir untuk meningkatkan otonomi kapal selam konvensional yang menyelam, asalnya dikaitkan dengan angkatan laut yang beroperasi di ruang maritim terbatas dan tanpa ambisi kelautan yang besar,” kata Naval Group dalam dokumen presentasi yang diteruskan ke Janes.

 ⚓️  Jane's  

Jumat, 22 April 2022

Kemhan Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Indhan

 Terima Kunjungan Delegasi Nexter System Indonesia 
https://assets.promediateknologi.com/crop/988x484:1386x750/x/photo/2022/04/22/1039079110.pngSekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan Chief Representative Officer Nexter Systems Indonesia Mr. Thomas Gerard di Kemhan, Jakarta, Jumat (22/4). [kemhan.go.id]

S
ekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menerima kunjungan Chief Representative Officer Nexter Systems Indonesia Mr. Thomas Gerard di Kemhan, Jakarta, Jumat (22/4).

Hal ini sebagai tindak lanjut nota kesepahaman bidang pertahanan antara Dirut PT. Pindad (Persero) dan CEO Nexter Munitions yang ditandatangani pada Februari lalu.

Kepada pihak Nexter, Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto mengungkapkan terima kasihnya atas dukungan yang diberikan ke PT. Pindad (Persero) dalam menyiapkan pelaksanaan MoU produksi bersama.

Sesuai Instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk menggunakan produk industri pertahanan dalam negeri, dengan kerja sama ini diharapkan mendorong serta meningkatkan kemampuan PT. Pindad (Persero) dalam hal teknologi maupun kapabilitas”, kata Sekjen Kemhan.

Saat menerima Chief Representative Officer Nexter Systems Indonesia, Sekjen Kemhan didampingi oleh Dirjen Kuathan Kemhan Laksda TNI Bambang Irwanto dan Kabaranahan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari.

Sedangkan Mr. Thomas Gerard didampingi Dir Strategi Bisnis dan VP Pengembangan Bisnis PT. Pindad (Persero).

  ★ Ketik News  

Len Industri dan Thales Kerjasama Solusi Bidang Pertahanan

 💂 BUMN pertahanan PT Len Industri (Persero) bekerjasama dengan perusahaan teknologi Thales untuk mengembangkan solusi bidang pertahanan, terutama bagi militer Indonesia.

Tantangan mempertahankan wilayah kepulauan Indonesia yang luas di tengah ancaman global membutuhkan lebih banyak sumber daya dalam memperkuat kemampuan pertahanannya secara keseluruhan.

Kami sangat senang dapat memperluas kemitraan kami dengan Thales dan mengeksplorasi kolaborasi dalam topik-topik baru yang akan membawa teknologi canggih dan nilai yang lebih besar bagi Tentara Nasional Indonesia,” kata Presiden Direktur Len Industri Bobby Rasyidin, dalam pernyataan pers resmi Theles, dikutip Kamis.

Perjanjian strategis ini, menurut Bobby, akan membuka jalan bagi pertumbuhan kemampuan industri Indonesia ketika keduanya bersama-sama mengembangkan solusi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna akhir lokal.

Perjanjian kerja sama Len Industri dan Thales ditandatangani belum lama ini di Surabaya dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Perjanjian ditandatangani oleh Bobby Rasyidin dan Wakil Presiden Senior, Asia, Eurasia dan Amerika Latin untuk Thales Guy Bonassi.

Dalam kerangka perjanjian ini, PT Len dan Thales akan mengeksplorasi bersama dan mengembangkan lebih lanjut solusi terkait topik-topik seperti radar, sistem komando dan kendali, satelit militer, C5ISR (command, control, computers, communications, cyber-defense (C5), intelligence, surveillance, and reconnaissance), peperangan elektronik, UAV dan Sistem Manajemen Pertempuran.

Untuk radar, kolaborasi tersebut akan mencakup rencana alih teknologi untuk radar militer dan sipil, termasuk kegiatan MRO lokal, dan pengembangan bersama radar Komando & Kendali (C2) nasional.

Thales telah menjadi mitra utama Angkatan Laut Indonesia selama empat puluh tahun terakhir, memasok sistem tempur untuk semua kapal perang yang beroperasi.

Perjanjian strategis tersebut akan mengeksplorasi pengembangan bersama Sistem Manajemen Pertempuran (CMS) nasional berbasis TACTICOS CMS Thales, yang saat ini digunakan di Multi-Role Light Frigate (MRLF) KRI Usman-Harun.

“Kami telah menjalin hubungan kerja sama yang erat dengan PT Len selama beberapa dekade terakhir dan keahlian kami, bersama dengan peran utama PT Len dalam mendorong industri pertahanan Indonesia, menjadikannya sebuah kemitraan yang terbaik dengan visi bersama untuk meningkatkan ambisi militer Indonesia,” kata Guy Bonassi.

  ♔
antara  

PT Pindad Perkenalkan SS Amphibious & SS Blackout

div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">
 Inovasi 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-dAFy3Gbx0g7TWns7_FOvIyF8FpTu4rSro8uiAgivpfqTfbpRo2IxpSael4xieZyC1O_tNaeYaJ0DYcG6B2PfVostmFtgtpweATa8Q5e5Dq7JtOFafLWjR6kmq29tpKEFRIJgi4hJ1DWUqhDy6OpO7FGhaL4_UuaqhdyAw4lpQASKEm-_rlfGY5iM9w/s1075/SS%20Blackout%20buatan%20Pindad03231.jpgSenapan SS Blackout V1 (istimewa)

PT
 Pindad memperkenalkan dua produk senapan serbu terbarunya yakni SS Amphibious dan SS Blackout untuk pertempuran jarak dekat.

Menurut Dirut Pindad, Abraham Mose, kedua produk gres itu merupakan hasil inovasi dari para enjiniring-nya sehingga mampu menghasilkan senjata dan munisi baru guna mendukung tugas pokok TNI dalam berbagai operasi.

"SS Amphibious dengan kaliber 5,56 mm didesain untuk operasi di sekitar perairan pantai, dengan munisi khusus pula untuk digunakan di dalam perairan tapi dapat digunakan untuk mendukung operasi di darat," katanya dalam keterangannya yang diterima Kamis (21/4/2022).

Dengan menggunakan munisi MU5-TJ di daratan, SS Amphibious memiliki jarak tembak 200 meter. Sementara dengan munisi MU5-BA yang khusus untuk medan di perairan dengan kedalaman 0-5 m senjata ini memiliki jarak tembak 12 m, dan pada kedalaman 5-10 memiliki jarak tembak 10 m.

Sedangkan untuk SS Blackout Kaliber 300 hadir dengan berbagai varian yakni SS Blackout V1, V2 dan V3. Pembedanya, panjang laras dan daya jangkau efektif dalam menembak.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpwSEC17AfWhRTWWR7lYeeIjOAEKOCc29Wtk9vdP2TXtmYszsWptFGpm362jrlACMcAtN5bEkkHi5OedW-Hxk8W19wklsJH2VL_hsmDEX0-IkKmc8_TTLV6olEJAAxz2DLHFxQCedPkA1_8UOn-FH6jnH3bzBHBOmwMwgBmauVfwY9_JkHdE7gOReW/w300-h400/7h6543gt.jpeggSS Blackout [istimewa] 

SS Blackout V1 memiliki panjang laras16 inci dengan jarak tembak 460 m, SS Blackout V2 memiliki panjang laras 10,5 inci dengan jarak tembak 200 m, serta SS Blackout V3 memiliki panjang laras 7,5 inci dengan jarak efektif 100 m.

"Senjata ini didesain untuk operasi khusus, pertempuran jarak dekat (PJD) sampai menengah, dilengkapi dengan munisi 300 yang mematikan dengan daya hancur lebih besar," katanya.

Kehadiran dua produk baru tersebut melengkapi daftar senjata dan munisi baru buatan pabrik senjata yang berbasis di Bandung itu.

Produk mereka di antaranya meliputi SS2 V1, SS2 V4 HB, SS2 V5 A1, SPR 2, SPR 3, SPR 4, PM-3, Dopper, SM2 V1, Senapan Penembak Mahir DMR-1, SPM 2, SB2 V5 A1, Mo-1 Kal. 60 mm Commando, Mo-2 LR Kal. 60 mm, Mo-3 SB Kal. 81 mm, Pistol G2 Combat, G2 Elite, G2 Premium, Mag-4, P3 DA, Armo V1, Armo V2, Armo V3 IPSC, serta mock up munisi kaliber kecil berbagai varian.

  ★
Suara Merdeka  

Kamis, 21 April 2022

PT Pindad Tandatangani MoU Produksi Bersama ZAHA Dengan FNSS Turki

Serta Tandatangani Kontrak MKK Dengan Baranahan Kemhan AAAV ZAHA [FNSS] 

Presiden RI, Bapak Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto dan Menteri BUMN, Erick Thohir menyaksikan penandatanganan kontrak kerjasama Munisi Kaliber Kecil (MKK) antara PT Pindad dengan Baranahan Kemhan RI serta penandatanganan kerjasama antara PT Pindad dengan global strategic partnership, FNSS Turki terkait produksi bersama produk Armoured Amphibious Assault Vehicle pada Rabu, 20 April 2022 di Hanggar fasilitas kapal selam PT Pal, Surabaya.

Acara dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono.

Kontrak kerjasama ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose dengan Kapus Alpalhankam Baranahan Kemhan, Marsekal Pertama TNI Yusran Lubis. Adapun penandatanganan MoU produksi bersama produk Armoured Amphibious Assault Vehicle ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose dengan Country Manager, Tolga Sipahi General mewakili Manager & CEO FNSS Turki.

Penandatanganan kontrak dan kerjasama ini merupakan bagian dari acara peluncuran holding dan program strategis BUMN Industri Pertahanan Defend id yang diresmikan oleh Presiden RI.

Pada kesempatan yang sama, PT Pindad juga memperkenalkan produk terbarunya yakni SS Amphibious dengan munisi khusus untuk digunakan di dalam perairan, MU5-BA Kal. 5,56 x 45 mm serta SS Blackout berbagai varian dengan munisi .300 atau 7,62 x 35 mm.

  ♞
Pindad  

[Video] Uji Statis Motor Roket Kaliber 70 mm

➶ Diposkan Penerangan Poltekad Uji Penembakan Sistem Peluncur MLRS "Busur Geni" Kaliber 90mm [Poltekad]

Uji Statis Motor Roket (Static Thrust Rocket) merupakan salah satu rangkaian penelitian dan pengembangan Pembuatan Prototipe Roket Latih Kaliber 70 mm oleh Poltekad Rocket Research, Technology and Inovation (Proton) yang dipimpin oleh Perwira Teknis Mayor Arh Muhammad Ali, S.T.

Berikut video dari Youtube :


  Youtube  

Rabu, 20 April 2022

Presiden Luncurkan Defend.ID

Jadikan Lompatan Transformasi Industri Pertahanan Indonesia Presiden Jokowi meluncurkan Holding dan Program Strategis BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Rabu (20/04/2022), di Surabaya. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Holding dan Program Strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertahanan yang dinamakan Defence Industry Indonesia atau disingkat Defend ID. Acara peluncuran dilakukan di PT PAL Indonesia (Persero), Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Rabu (20/04/2022) siang.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa Indonesia harus segera membangun kemandirian sekaligus mendorong industri pertahanan dalam negeri agar sepenuhnya siap memasuki era persaingan baru dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan pokok untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kemandirian industri pertahanan harus kita wujudkan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri, tidak bisa parsial, enggak bisa. Kita harus perkuat industrinya, kita juga harus bangun ekosistemnya agar tumbuh dan berkembang semakin maju,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara pun mengapresiasi langkah konsolidasi dan pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN industri pertahanan Defend ID yang sudah lama dinantikan ini.

Sudah lama ini saya tunggu-tunggu dan saya kejar-kejar terus agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi, ekosistemnya semakin kuat, mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan. Dan, ini saya catat janjinya, janji ini saya catat, Defend ID akan menjadi TOP50 perusahaan pertahanan dunia,” ujar Presiden.

Tak hanya itu, Presiden juga mengingatkan Defend ID untuk terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan (alpalhankam).

Saya minta agar TKDN produk-produk pertahanan unggulan terus ditingkatkan dari angka yang telah dicapai saat ini yaitu 41 persen, agar bisa terus naik dan meningkat, dan nanti pada akhirnya 100 persen. Kita harus bergerak cepat, lincah, dan juga jeli melihat peluang, proaktif menjawab peluang agar bisa menjadi bagian dari rantai pasok global. Ini penting sekali, dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri,” tegasnya.

Penandatanganan kerja sama Kemhan dengan DEFEND.ID [BUMN]

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa peluncuran holding dan program strategis BUMN industri pertahanan ini harus dijadikan lompatan untuk bertransformasi membangun ekosistem industri pertahanan yang kuat dan modern.

Membentuk BUMN industri pertahanan yang kuat dan mandiri, yang mampu bersaing dan menguasai pasar di dalam negeri utamanya, dan diperhitungkan di pasar internasional atau pasar global,” imbuhnya.

BUMN industri pertahanan ini, lanjut Presiden, akan menjadi ujung tombak kemandirian industri pertahanan Indonesia. Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya penguasahaan teknologi dan manufaktur komponen terkini berbasis dual-use technology dengan membangun global partnership seluas-luasnya dengan pihak manapun yang mau transfer teknologi.

Semuanya ajak, tetapi tetap mayoritas kita, agar juga pasar kita bisa lebih membesar. Terus berinovasi mencari cara dan mencari terobosan, baik itu terobosan di bidang SDM (sumber daya manusia), di bidang bahan baku, bidang produk, proses bisnis dan operasionalnya, semuanya. Semuanya harus excellent, yang terbaik,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama Holding BUMN Industri Pertahanan antara Defend ID dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan antara Defend ID dengan global partner.

Penandatanganan kerja sama tersebut antara lain,:

♞ Kontrak pengadaan 13 unit Radar GCI dan pendukungnya antara PT Len Industri (Persero) dan Kemenhan,
♞ Pengadaan munisi kaliber kecil antara PT Pindad dan Kemenhan,
♞ Kontrak MRO modernisasi 12 unit pesawat C 130 antara PT Dirgantara Indonesia dan Kemenhan,
♞ Kesepakatan untuk kerja sama MRO peningkatan kemampuan dan modernisasi kapal perang TNI AL antara PT PAL Indonesia dan Kemenhan,
♞ Heads of Agreement (HoA) teknologi elektronika pertahanan antara PT Len Industri dan Thales International SAS, France,
Memorandum of Understanding (MoU) produksi bersama produk Armoured Amphibious Assault Vehicle antara PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri, Turki.

Selain itu dilakukan juga Penandatanganan kerja sama antara Kemenhan dan Kementerian BUMN untuk mendorong peningkatan peran BUMN dalam pemenuhan alpalhankam serta peningkatan tingkat komponen dalam negeri untuk produksi alat pertahanan dan keamanan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, Direktur Utama Defend ID Bobby Rasyidin, dan Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod. (TGH/UN)

  ♞
Setkab  

41 Kapal Perang TNI AL Bakal Dimodernisasi Defend ID

⚓ Modernisasi 41 kapal perang TNI Angkatan Laut oleh PT PAL Indonesia menjadi salah satu bentuk kerja sama Kemenhan dan Defend ID.Penanda tanganan kerjasama DEFEND.ID [BUMN]

Kementerian Pertahanan dan holding BUMN industri pertahanan yakni Defend ID menandatangi sejumlah kontrak kerja sama di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/4/2022).

Salah satu kontrak kerja sama yaitu upaya modernisasi 41 kapal perang TNI Angkatan Laut oleh PT PAL Indonesia.

Kesepakatan MRO dan peningkatan kemampuan serta modernisasi kapal perang TNI AL sebanyak 41 kapal perang antara PT PAL Indonesia dan Kementerian Pertahanan senilai 1,1 miliar dollar AS merupakan salah satu kegiatan dalam penandatanganan kontrak kerja sama antara Defend ID dan Kementerian Pertahanan,” kata Menteri Pertahanan Pertahanan Prabowo Subianto dalam keterangan tertulis Dispenal, Rabu sore.

Selain itu, momentum terjalinnya kontrak kerja sama ini terjadi di sela-sela peluncuran holding dan program strategis BUMN di bidang industri pertahanan yang diluncurkan Presiden Joko Widodo.

Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun dan mendukung program, yaitu pembentukan perusahaan induk pada perusahaan-perusahaan BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan.

Defend ID merupakan perusahaan induk dari BUMN industri pertahanan dalam negeri yang terdiri dari PT LEN Industri, PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT PAL Indonesia.

Kendaraan tempur amfibi ZAHA, disebut turut ditekan kerjasama bersama FMSS dan Pindad.

Holding ini diharapkn dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri menjadi 50 persen serta target 50 besar dunia dalam bidang industri pertahanan pada 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan pada acara peluncuran tersebut yakni penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN dalam hal dukungan BUMN industri pertahanan untuk kemandirian alat peralatan pertahanan dan keamanan.

Kemudian, penandatanganan kontrak kerja sama antara Defend ID dan Kementerian Pertahanan, penandatanganan Global Strategic Partnership, peluncuran kapal cepat rudal, dan peresmian pabrik elemented detonator.

Sementara itu, Jokowi mengapresiasi pembentukan holding BUMN industri pertahanan ini.

Saya mengapresiasi pembentukan holding BUMN industri pertahanan yang bernama Defend ID yang sudah lama ditunggu-tunggu, agar BUMN Industri Pertahanan kita, pertama, Defend ID akan menjadi top fifty atau top 50 perusahaan pertahanan dunia,” kata Jokowi.

“Kedua, Defend ID akan mendorong perkembangan TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) untuk terus dikembangkan menjadi besar, dan menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan alpahankam kita,” kata dia.
 

  🐟 
Kompas  

Jokowi Luncurkan "Holding" BUMN Pertahanan Defend ID

 Membangun kemandirian industri pertahanan  
https://pict.sindonews.net/dyn/732/pena/news/2022/04/20/34/748781/disaksikan-presiden-jokowi-defend-id-resmi-diluncurkan-jwu.jpgPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan peluncuran holding BUMN industri pertahanan atau Defend ID di Jawa Timur, Rabu (20/4/2022).

P
residen Joko Widodo meluncurkan holding BUMN di bidang pertahanan yang dinamakan Defense Industry Indonesia (Defend ID) di Surabaya, Rabu (20/4/2022).

Dalam kesempatan itu, diluncurkan pula sejumlah program strategis BUMN industri pertahanan.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, holding dan program strategis BUMN industri pertahanan Defend ID saya luncurkan hari ini," ujar Jokowi dalam keterangannya sebagaimana disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi menuturkan, Indonesia harus segera membangun kemandirian industri pertahanan.

Selian itu, juga mendorong industri pertahanan dalam negeri agar siap memasuki era persaingan baru.

"Dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan pokok untuk menjaga kedaulatan NKRI. Dan kemandirian industri pertahanan harus kita wujudkan bersama-sama. Tidak bisa sendiri-sendiri," ungkapnya.

"Tidak bisa parsial, endak bisa. Kita harus perkuat industrinya. Kita juga harus bangun ekosistemnya agar tumbuh dan berkembang semakin maju. Karena itu saya mengapresiasi pembentukan holding BUMN industri pertahanan," lanjut Jokowi.

Dia mengaku, selama ini telah menunggu-nunggu kapan realisasi holding BUMN pertahanan ini diperkenalkan kepada masyarakat.

Jokowi pun menyatakan sempat terus mengejar-ngejar realisasi dari holding ini.

"Sudah lama ini saya tunggu-tunggu dan saya kejar-kejar terus agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi. Ekosistemnya semakin kuat. Mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan," jelasnya.

Jokowi menegaskan, dia akan mencatatkan janji pendirian holding industri pertahanan ini.

"Janji ini saya catat. Defend ID akan menjadi top 50 perusahaan pertahanan dunia. Itu pertama," katanya.

Yang kedua, akan terus mendorong peningkatan TKDN. Harus terus diperbesar terus. Dan menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan kita. Goal-nya ke sana," tambah Jokowi.


 Teken Kerja Sama 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambut positif peluncuran holding BUMN industri pertahanan atau Defend ID oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jawa Timur, Rabu (20/4/2022).

Erick menyebut peluncuran Defend ID merupakan komitmen presiden dalam membangun kemandirian pertahanan nasional.

"Tentu kita bersyukur atas peresmian holding BUMN industri pertahanan oleh Bapak Presiden. Kita harus menindaklanjuti arahan Presiden agar Defend ID benar-benar menjadi penggerak dalam mewujudkan ketahanan pertahanan nasional," ujar Erick dalam keterangannya.

Erick mendorong PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding mampu mengorganisir transformasi anggota holding industri pertahanan guna mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance dan membangun keselarasan antara anggota holding di sektor keuangan, pemasaran, operasional, hingga portofolio manajemen.

"Holding industri pertahanan harus mampu memperkuat ekosistem pertahanan nasional, tak hanya dengan anggota holding, melainkan juga kerja sama dengan BUMN lain dan juga TNI," ucap Erick.

Erick meminta holding industri pertahanan yang beranggotakan PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana, mulai menyiapkan langkah strategis. Erick menginginkan pembentukan holding mampu meminimalisir terjadinya tumpang tindih fokus bisnis masing-masing anggota holding.

"Sebagai induk holding, Len memiliki peran besar dalam merealisasikan integrasi dengan tiga matra TNI, baik darat, laut, maupun udara," ungkap Erick.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Menteri Pertahanan Prabowo tentang komitmen meningkatkan nilai TKDN hingga 50 persen.

"Komitmen TKDN ini menjadi keharusan bagi setiap anggota holding. Ini menjadi langkah konkret dalam membangun kemandirian industri pertahanan kita ke depan," kata Erick.

  ★ Kompas  

Mengenal SPR-2 Pindad

 Senapan Antimaterial Karya Anak Bangsa 
https://i0.wp.com/lensareportase.com/wp-content/uploads/2019/11/FB_IMG_1572682511461.jpg?resize=500%2C332&ssl=1Senapan Antimaterial Karya Anak Bangsa, SPR 2 [lensareportase]

D
alam sejarahnya, penggunaan senapan antimaterial (anti-materiel rifle/AMR) telah dimulai sejak Perang Dunia I. Adalah tentara Jerman yang kali pertama memanfaatkannya untuk digunakan melawan tank Mark 1 ‘Male’ milik Inggris. Senapan tersebut adalah Mauser 1918 T-Gewehr (Tankgewehr M1918) kaliber 13,2 mm dengan jangkauan efektif 500 m.

Masuk ke Perang Dunia II, senjata antimaterial digunakan secara lebih luas. Tentara Inggris menggunakan senapan antitank yang dinamai British Boys 0.55 dengan munisi kaliber 20 mm. Di era yang sama, lahir juga senapan Lahti L-39 (elephant gun) buatan Finlandia. Senapan ini lahir dalam dua versi, sebuah untuk menembakkan kartrid 13,2 mm dan satu lagi untuk kartrid 20 mm.

Berjalannya waktu, pengembangan senjata antimaterial makin mumpuni sesuai perkembangan teknologi terkait. Akurasinya semakin baik dan jarak jangkau yang makin jauh didukung perangkat optik yang makin canggih. Daya rusak juga pun semakin ampuh dengan tersedianya beragam kepala munisi. Tak lupa pula, bobotnya dapat dikurangi dengan menggunakan bahan polimer untuk kemasannya.

Sobat setia AR, ciri khas senjata antimaterial berkategori high-powered heavy sniper rifle adalah jangkauan tembaknya yang rata-rata di atas 1 km hingga 2,5 km serta menggunakan munisi kaliber besar mulai dari 12,7mm, 14,5 mm, hingga kaliber 20 mm.

Munisi ini sangat ampuh untuk menjebol baja setebal 10 mm maupun kaca antipeluru kendaraan tempur atau melumpuhkan lawan yang bersembunyi di balik tembok batu bata maupun kayu tebal sekalipun. Munisi ini juga efektif untuk aksi sabotase seperti melumpuhkan helikopter dan pesawat terbang di landasan, kabin radar, peluncur rudal, hingga tangki bahan bakar.

Nah, dari sekian banyak senapan runduk antimaterial, versi berkaliber 12,7 mm (.50 inch) adalah yang paling populer dan laku di pasaran. Hal ini disebabkan karena senjata ini masih memungkinkan untuk dioperasikan dan dibawa bergeser tempat oleh seorang prajurit saja.

Yang telah sukses di lapangan (battle proven) di antaranya adalah Barrett M82 A1/A3 “Light Fifty” (M107) buatan American Barrett Firearms Company dengan kaliber .50 BMG (12.7 mm x 99 mm). Senjata andalan Angkatan Darat AS selama Perang Teluk I dan Perang Teluk II ini memiliki jarak tembak efektif mencapai 1,5 km dengan record 2,5 km.

Masih di lokasi pertempuran yang sama di Timur Tengah, adalah Steyr HS .50 senjata kontroversial yang sempat membikin gerah Amerika Serikat karena banyak serdadunya yang tumbang dan ciut nyalinya karena mampu memembus lapisan baja dan kaca anti peluru kendaraan tempur ringan mereka seperti Humvee (armored).

Senjata ini ditengarai masuk ke Irak melalui Iran, karena Steyr pernah mengekspor sebanyak 500 pucuk senjata ini ke Iran tahun 2005. Meski begitu, pihak Iran dan Austria sebagai produsen membantah tuduhan ini dan saat ini diduga seratus pucuk berada di tangan milisi Irak.

Satu lagi yang menjadi bintang lapangan adalah senapan runduk antimaterial dari Rusia KSVK 12 dengan kaliber 12.7×108 mm (.50 Russia) yang berjaya di medan tempur Checnya sebagai senjata kontra penembak runduk. Banyak pejuang Chechen yang bersembunyi di balik dinding gedung-gedung akhirnya tumbang dibuatnya.

KSVK 12 memiliki konfigurasi bullpup sehingga dimensinya terlihat kompak. Senapan ini mulai dikembangkan pada akhir 1990-an oleh Degtyarev plant di Kovrov, Russia. Saat ini KSVK menjadi andalan baru pasukan elite Rusia atau Spetsnaz. Namanaya pun harum bak Dragunov SVD kaliber 7.62 x 54R buatan pabrik senjata Izhmash.

Karya Anak Bangsa

https://t-2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/sniper-raider-kostrad.jpgSniper Raider Kostrad menenteng SPR 2 buatan Pindad beraksi di Papua [info komando]

Layaknya senapan serbu (assault rifle), kini hampir di seluruh belahan dunia, negara-negara yang memiliki industri senjata berlomba-lomba menghasilkan senjata antimaterial untuk memasok kebutuhan alusista militernya masing-masing.

Di wilayah Asia, China telah sukses mengembangkan AMR-2 kaliber 12,7x108mm melalui China South Industries Group. Kemudian M99 dengan kaliber yang sama buatan China Poly Group Corporation serta JS kaliber 12,7 produksi Jianshe Group.

Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia melalui pabrik senjata Vita Berapi telah melansir purwarupa senapan runduk LP05 kaliber 12,7 mm. Lalu Indonesia lewat senjata pelat merah PT Pindad juga telah mengembangkan SPR-2 (Senapan Penembak Runduk 2).

Khusus untuk SPR-2, senapan buatan pabrik senjata yang berada Kiara Condong, Bandung ini mulai diperkenalkan tahun 2007. Masa itu, sempat diperlihatkan kepada Jusuf Kalla (saat menjadi Wapres era Presiden RI ke-6 SBY) ketika berkunjung ke Pindad dalam rangka pemesanan Panser 6×6 untuk TNI.

Bentuk SPR-2 cukup modern, memiliki styling yang menyerupai senapan runduk M-93 Black Arrow kaliber .50 BMG (12,7 x 99 mm) buatan pabrik senapan Zastava Arms, Kragujevc, Yugoslavia (Serbia). SPR-2 mengadopsi munisi kaliber 12,7 x 99 (MU-3TJS) yang di produksi oleh pabrik peluru dan mesiu milik Pindad di Turen, Malang, Jawa Timur.

SPR-2 memiliki panjang 1.620 cm dengan bobot total 16 kg. Senapan ini dilengkapi alat bidik teleskopik dengan pembesaran hingga 10 kali. Senjata ini mampu memuntahkan peluru dengan kecepatan awal 850 m/detik. Artinya, sasaran dengan jarak 2 km dapat ditempuh dengan waktu kurang dari 3 detik.

Keunggulan lain yang ditawarkan Pindad, selain bipod dan monopod mini di bawah popornya yang bisa diatur ketinggiannya, adalah terdapatnya peredam kejut pada popor untuk mengurangi gaya recoil yang dirasakan penembak sesaat setelah picu ditarik. Lainnya, tersedia silencer (peredam suara hingga 20-30 desibel) serta teleskop dengan pembesaran 5-25 kali.

Untuk munisi, tersedia tiga pilihan peluru kaliber 12,7 mm yakni MU3 M untuk latihan menembak, lalu MU3 SAM yang bisa mengoyak lapis baja kendaraan hingga tembus, serta MU3 BLAM yang paling gahar karena setelah menembus lapis baja akan meledak setelah itu.

Selain ditawarkan untuk TNI yang kini beberapa unit telah diadopsi oleh Kopassus, SPR-2 juga siap untuk diekspor. Senapan ini antara lain ditawarkan kepada beberapa negara di Timur Tengah. Tentu bukan pekerjaan mudah menembus pasar tersebut karena harus menghadapi para pesaing yang telah battle proven tentunya.

  ★ Airspace Review  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More