blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Sabtu, 31 Agustus 2019

TNI AL Luncurkan KRI Bubara 868

Kapal PC-40M https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdy3k_6agG3_5qOwP_HHYkuFkrQYa85emdA4m1h3ng_5RCnKZqPxXkt7nU-TOM3h9wzABkHPWH1REHMJDqHFeq46RWPH7xmnYULFo2ZpBSVTFkDUdV1sVpi3qfnU-w31MZX0GmuaH6Pe4/s400/Bubara2.pnggKRI 868

TNI Angkatan Laut meluncurkan (launching) dan Shipnaming kapal perang baru jenis Patroli Cepat (PC-40 M) yakni KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869 yang diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji, bertempat di Halte Slipway PT Caputra Mitra Sejati, Banten, Senin (26/8/2019).

Alutsista TNI Angkatan Laut ini, merupakan kapal perang karya anak bangsa yang diproduksi PT Caputra Mitra Sejati Banten. Kedua Kapal tersebut rencananya akan memperkuat jajaran Satuan Patroli Komando Armada III (Satrol Koarmada III). Peluncuran Kapal perang ditandai dengan pemotongan tali dan prosesi pemecahan kendi oleh Ketua Umum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji serta dilanjutkan dengan peninjauan ke atas kapal.

Pemberian nama Bubara dan Gulamah, diambil dari nama sejenis ikan kakap putih yang merupakan ikan jenis demersal, Ikan ini biasa ditemukan di perairan pesisir dan sungai. Kedua ikan ini memiliki karakteristik kecepatan dan ketahanan dalam berenang.

Pada kesempatan ini, TNI Angkatan Laut mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi, atas kerjasama, usaha serta kerja keras yang telah dilakukan Direktur PT CMS beserta staf dalam membantu mewujudkan kebutuhan TNI Angkatan Laut dalam pembangunan kapal PC 40 Meter.

Kapal patroli cepat 40 M yang diresmikan ini, memiliki spesifikasi panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter dan bobot 220 ton. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan kecepatan ekonomis 15 knot, serta memiliki ketahanan (endurance) dalam berlayar selama enam hari. Kapal perang ini dilengkapi dengan dua unit radar dan senjata meriam 30 mm dan diawaki 35 prajurit.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut para pejabat tinggi TNI AL diantaranya, Irjenal, Asrena Kasal, Asops Kasal, Aspam Kasal, Aslog Kasal, Pangkoarmada I, Kadismatal, Kadispenal, Kadisadal, Kadislaikmatal, Waaspers Kasal, Danlantamal III, Dirut PT CMS Bapak Kris Pramono dan jajaran Direksi PT CMS Banten beserta Ibu-ibu Pengurus Pusat Jalasenastri,.

  TNI AL  

Rabu, 21 Agustus 2019

TNI AL Luncurkan Tiga Kapal Angkut Tank

Untuk Perkuat Operasi Amfibi https://cdn.sindonews.net/dyn/620/content/2019/08/21/14/1431858/perkuat-operasi-amfibi-tni-al-luncurkan-tiga-kapal-angkut-tank-rQd.jpgAsisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog KSAL) Laksamana Muda TNI Moelyanto meluncurkan sekaligus melakukan penamaan terhadap tiga kapal angkut tank di Galangan PT Daya Radar Utama, Lampung. Ketiga kapal tersebut untuk mendukung operasi amfibi TNI

TNI AL meluncurkan sekaligus melaksanakan shipnaming atau penamaan terhadap tiga Kapal Angkut Tank (AT) yakni, AT-5,6 dan 7 di Galangan PT Daya Radar Utama, Lampung pada Senin, 19 Agustus, 2019.

Seluruh kapal tersebut masing-masing diberi nama, Teluk Youtefa untuk Kapal AT-5, Teluk Palu untuk Kapal AT-6 dan Teluk Calang Kapal AT-7. Ketiga kapal yang memiliki panjang keseluruhan 120 meter, dengan panjang garis air 111, 89 mm dan lebar 18 m serta tinggi 7,8 meter ini mempunyai kecepatan maksimum 16 knot, dengan kecepatan jelajah 15 knot dan kecepatan ekonomis (patroli) 14 knot.

Selain itu, ketiga kapal tersebut juga memiliki kapasitas angkut sebanyak 10 unit tank Leopard atau 14 unit BMP-3F dan 1 unit Helikopter serta dapat mengangkut sebanyak 478 personel.

Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog KSAL) Laksamana Muda TNI Moelyanto menjelaskan, pada 15 Mei dan 1 Juni 2019 Kapal AT 5 dan 6 telah sukses di luncurkan dalam keadaan aman dan lancar.

Menurut dia, secara teknis pelaksanaan launching ditujukan untuk mengetahui stabilitas kapal dan kekedapan badan kapal terhadap kemungkinan risiko bahaya kebocoran mengingat kapal tersebut disiapkan untuk pelaksanaan tugas operasi amfibi yang disertai dengan pergeseran pasukan menggunakan kendaraan tempur amfibi.

Pembangunan tiga unit Kapal Angkut Tank memiliki makna yang sangat strategis terhadap profesionalisme TNI AL, dan keberadaan kapal-kapal tersebut dapat dijadikan sebagai momentum bagi prajurit dalam mendalami ilmu operasi amfibi, pergeseran pasukan menggunakan kendaraan dan material tempur serta kegiatan sosial yakni pengiriman bantuan pulau-pulau yang tertimpa bencana,” katanya, dalam keterangan yang diterima SINDOnews Rabu (21/8/2019).

Pembangunan ketiga kapal ini, kata dia, merupakan manifestasi dari kebijakan pembangunan TNI AL menuju Minimum Essential Force (MEF). Dengan kehadiran ketiga kapal angkut tank ini, diharapkan menjadi sarana penghubung dan pemersatu kemaritiman Indonesia sehingga menjadi inspirasi bagi komandan beserta seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dalam mendukung tugas pokok TNI AL menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Atas nama TNI AL saya sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Direktur Utama PT Daya Radar Utama atas terwujudnya pembangunan tiga unit kapal ini serta kepada Kadisadal, Dansatgas Proyek Pengadaan Dalam Negeri Kapal AT 5, 6 dan 7 serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian “Scope of Work” proyek pengadaan Alutsista hingga ke tahap launching,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, TNI AL juga melaunching Kapal AT-7 Teluk Calang. Diharapkan kapal beserta calon Komandan dan ABK yang mengawaki diberikan keselamatan dan keamanan dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada negara dan bangsa Indonesia.

Penamanaan dan peluncuran ketiga Kapal Angkut Tank tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Aslog KSAL. Selanjutnya Kapal AT-7 Teluk Calang turun menggunakan airbag balloons yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Kadisadal dan Direktur Utama PT Daya Radar Utama disaksikan Aslog KSAL.

  Sindonews  

Sabtu, 17 Agustus 2019

[Video] Desain Sirkuit Mandalika

Sirkuit MotoGP Lombok Grand Prix 2021 imageSirkuit Mandalika Lombok [ist] ★

Render 3D tentang bagaimana sirkuit Indonesia akan terlihat, sebelum menjadi tuan rumah GrandPrix pada tahun 2021 🇮🇩.

Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya sangat mendukung penyelenggaraan sirkuit MotoGP Indonesia di Lombok.

Ia mengatakan penyelenggaraan acara di sirkuit MotoGP Vinci yang baru dibangun di Lombok dapat menarik setidaknya 100.000 wisatawan asing.

Diposkan Invest Islands


  Youtube  

Jumat, 02 Agustus 2019

PT PAL Bangun 2 Kapal Perang Jenis KCR dengan Nilai Investasi Rp 1,6 Triliun

✪ Komponen produksi dalam negeri bakal mendominasi dalam pengadaan KRC 5 dan 6 sebesar 60 persen https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirwqZsex3xdITd8P6s5fEUPpMoDOMflSEVwLJgdM0ole3SgTvS7epb1HXLHmSgb4yyg3ddiD5cnghojNAuuuR_w5PEv2lOeNYIJ259Jju9DprNhUHdQx6NE_zXJCuKH3qTD4zmOr9X1dY/s1600/42003612_190977245117947_5378532509835242024_n.jpgKCR 60M PAL Indonesia (BUMN)

PT PAL Indonesia (Persero) kembali membangun dua kapal perang jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) 60.

Kapal perang yang bakal dibangun itu merupakan pesanan Tentara Nasional Angkatan Laut (TNI AL).

Direktur PT PAL (Persero) Budiman Saleh mengatakan, dua kapal tersebut adalah KCR 5 dan 6. Menurur rencana, dua kapal tersebut bakal rampung pada Mei 2022 mendatang.

KCR 5 dan 6 yang dibangun dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun itu, bakal dilengkapi dengan teknologi yang lebih canggih dibandingkan dengan pendahulunya, KCR 1 hingga KCR 4.

"Jadi, kita improve stabilitasnya supaya lebih handal dibanding kapal-kapal sebelumnya. Apa yang sudah kita perbaiki di batch dua kita lanjutkan lagi," kata Budiman, dalam acara first steel cutting di PT PAL Indonesia, Surabaya, Jumat (2/8/2019).

Menurut Budiman, apabila KCR 1,2 dan 3 hanya memesan platform saja. Sementara itu, sewaco atau persenjataannya baru dilakukan setelah pembangunan kapal selesai.

Namun, untuk KCR 5 dan 6 ini, kata dia, dipesan secara utuh dengan platform beserta sewaco.

"Kita selalu improve tiap batch ini untuk menjadi kapal handal dalam pertempuran. Jadi, kelebihan ini (KCR 5 dan 6) itu stabilitasnya makin baik," ujar dia.

Di samping itu, platform dan sewaco itu sekaligus pengadaan pertama kalinya dari Kementerian Pertahanan.

Direktur Direktoran Produksi PT PAL Indonesia (Persero), Turitan Indaryo mengatakan, komponen produksi dalam negeri bakal mendominasi dalam pengadaan KRC 5 dan 6, yakni sebesar 60 persen.

"Dalam negeri secara jumlah 60 persen lebih, tapi secara nilai komponen luar negeri tetap masih lebih 60 persen," kata Turitan.

Untuk diketahui, KCR 5 dan 6 direncanakan bakal memiliki panjang 60 meter, lebar 8,10 meter, tinggi 4,85 meter, sarat 2,60 meter dengan bobot 500 ton dan mampu berlayar hingga kecepatan 28 knots.

Selain itu, KCR 5 dan 6 bakal dilengkapi dengan dengan sistem persenjataan seperti surveillance radar, IFF system, CMS (3 console), main gun 57 mm, peluncur surface to surface missile, secondary gun 20 mm, ESM system, serta decoy launching system ini mampu berlayar hingga lima hari, memiliki fungsi pokok sebagai peperangan anti-kapal permukaan, dan offshore patrols di perairan teritorial hingga Zona Ekonomi Ekslusif.

Di sisi lain, kapal ini dapat melakukan aktivitas pengintaian serta search and resuce (SAR).

KCR 5 dan 6 sudah dipesan TNI Angkatan Laut sejak penandatanganan kontrak pada 28 Desember 2018 di Jakarta.

  Kompas  

Rabu, 31 Juli 2019

ACMI Sukhoi Produk Anak Bangsa

➶ Sukses dalam latihan Angkasa Yudha TNI AU Pod ACMI terpasang di Pesawat Sukhoi TS-3011 [Kemhan]

Sesuai amanat Undang-undang RI Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mempunyai kewajiban mendorong pengembangan kemampuan Industri Pertahanan (Indhan) melalui pengembangan sumber daya manusia, sarana teknologi, informasi teknologi, organisasi dan manajemen melalui penetapan kebijakan, regulasi dan pengawasan.

Dalam pelaksanannya, Kemhan memberi tugas kepada Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan untuk merencanakan program Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan (Bangtekindhan). Tujuan dari pengembangan kemampuan Industri Pertahanan adalah untuk mewujudkan kemandirian dan daya saing Industri Pertahanan.

Kegiatan Program Bangtekindhan dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan, yang merupakan kegiatan pengembangan yang dilakukan industri pertahanan dalam negeri dengan didukung sumber anggaran Rupiah murni.

Penyusunan Program Bangtekindhan dilakukan dan dikoordinasikan secara terpadu oleh Kemhan melalui Ditjen Pothan Kemhan bekerjasama dengan Mabes TNI dan Angkatan. Program tersebut diarahkan kepada penguasaan teknologi guna menjamin kelangsungan penyediaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) serta kemajuan dan kemandirian industri pertahanan.

ACMI adalah sistem instrumentasi yang mampu memonitor, menampilkan (2 dimensi maupun 3 dimensi), merekam pergerakan, dan posisi pesawat secara real time yang nantinya digunakan sebagai bahan evaluasi serta mampu mensimulasikan pertempuran air to air dan air to ground.

ACMI Sukhoi ini merupakan program Bangtekindkan hasil kerjasama Ditjen Pothan Kemhan dengan PT. TRESS (Teknologi Rekatama Solusi Indonesia).

Keunggulan dari ACMI ini adalah murni karya anak bangsa, terjamin kerahasiaannya, mampu mendukung latihan penerbang Sukhoi dengan tepat sasaran, upgrade lebih mudah karena hasil penelitian bersama dengan Dislitbang TNI AU, sehingga mudah dalam perawatan dan troubleshooting.

Secara umum, spesifikasi teknis yan diterapkan pada ACMI Sukhoi ini dapat digunakan untuk semua jenis latihan pilot pesawat tempur, antara lain:

1. Latihan terbang perorangan dan element,
2. Latihan terbang satu skadron atau lebih,
3. Latihan gabungan antar skadron,
4. Latihan gabungan dengan negara lain, dan
5. Latihan composite strike.

Dan dari hail uji dinamis, ACMI Sukhoi ini telah melampaui spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak, antara lain mampu digunakan bermanuver melebihi 6,5 G, mencapai ketinggian di atas 30.000 ft, dan suhu antara -30⁰C hingga 70⁰C.

Perhatian yang sangat luar biasa diberikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara dan Dirjen Pothan yang telah mendukung penuh Tim Waspro dan PPHP serta Puslaik Baranahan Kemhan dalam kegiatan uji statis maupun uji dinamis yang dilaksanakan di Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Hasanuddin Makassar. Atas dukungan dan kerjasama semua pihak, kini ACMI Sukhoi Program Bangtekindhan Ditjen Pothan Kemhan telah mengantongi Sertifikat Tipe Produk Aeronautika Klas II Militer dan siap untuk diproduksi massal guna mendukung kegiatan TNI AU, compatible dengan pesawat-pesawat TNI AU lainnya (sebelumnya TNI AU telah memiliki ACMI KITS buatan Cubic dan P5 buatan Cubic & DRS Tecnologies untuk pesawat F-5, F-16 dan Hawk 100/200).

Selain sukses mebangun ACMI Sukhoi, pada tahun ini Ditjen Pothan Kemhan berhasil pula meluncurkan Roket R-Han 122B Tahap II yang merupakan hasil kerjasama dengan Konsorsium Reverse Engineering R-Han 122B yang terdiri dari PT. Pindad (Persero) selaku Lead Integrator, didukung oleh anggota konsorsium yaitu PT. Dahana (Persero), PT. Dirgantara Indonesia (Persero), dan LAPAN. Selain itu, Dtjen Pothan juga telah mendapatkan sertifikat tipe untuk berbagai program Bangtekindhan lainnya, yaitu:

1. First Article Senjata Serbu Bawah Air 5,66 mm,
2. First Article Mekatronik Mortir 81 mm, dan
3. First Article Remote Control Weapon System (RCWS),

Rhan 122B.

Sedangkan untuk program Pembinaan Potensi Teknologi Industri Pertahanan (Binpottekindhan), Puslaik Baranahan juga telah menerbitkan type certificate untuk program Reverse Enginering Inertial Navigation System (INS) Rudal dan Program Penyusunan Tabel Tembak Roket R-Han 122B.

Saat ini Ditjen Pothan Kemhan tengah melaksanakan program Bangtekindhan TA. 2019 yang teridiri dari:

1. First Article Alat Kendali Tembak Senjata FFAR Heli Serang Mi 35-P,
2. First Article Sistem Penembakan Mortir Berbasis Komputer,
3. First Article Senjata Otomatis Kal. 5,56 mm
4. First Article Data Distribution Unit,
5. First Article Depth Personal Vehicle, dan
6. First Article Card Module Radar Thomson.

Selain itu, melalui Binpottekindhan, Ditjen Pothan Kemhan juga tengah bekerjasama dengan Industri Pertahanan (BUMN dan BUMS), antara lain:

1. Program Tank Boat Tahap II,
2. Program Joint Production PTTA Kelas MALE Tahun I, dan
3. Program Reverse Engineering Sistem Rudal C-705.

Dengan bantuan semua pihak, semoga Program Bangtekindhan dan Binpottekindhan Ditjen Pothan Kemhan mampu membina Industri Pertahanan dalam negeri, baik BUMN maupun BUMS, untuk menjadi industri yang mandiri, handal, dan berdaya saing baik di lingkup nasional maupun internasional.

  Berita Lima  

Kamis, 25 Juli 2019

Menhan Terima Kapal Perang KCR 60 buatan PT PAL

✪ Kapal perang tipe KCR 60 meter keempat yang kami pesan di PT PAL Indonesia https://img.antaranews.com/cache/800x533/2019/07/25/WhatsApp-Image-2019-07-25-at-16.59.06.jpeg.webpProsesi serah terima kapal perang tipe KCR 60 meter pesanan Kemenhan di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis (25/7). (Antara Jatim/ Hanif Nashrullah)

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menerima Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) tipe kapal cepat rudal (KCR) 60 meter buatan PT PAL Indonesia.

"Ini adalah kapal perang tipe KCR 60 meter keempat yang kami pesan di PT PAL Indonesia," ujarnya, usai serah terima di galangan PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis.

Kapal yang diberi nama KRI Kerambit- 627 itu selanjutnya akan dioperasikan di wilayah Komando Armada (Koarmada) I.

Menhan Ryamizard mengungkapkan kebutuhan kapal perang tipe KCR 60 meter adalah sebanyak 16 unit. "Semuanya akan kami pesan di PT PAL Indonesia secara bertahap," ujarnya.

Dia memastikan setelah serah terima KRI Kerambit- 627 saat ini telah memesan dua unit lagi tipe KCR 60 meter ke PT PAL Indonesia.

Menhan Ryamizard mendorong sebisa mungkin kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI atau Polri harus dibuat di dalam negeri.

"Kalau bisa dibuat di dalam negeri ya kita harus pesan di sini," tuturnya.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji menyebut KRI Kerambit- 627 lebih canggih dibanding tiga kapal perang tipe KCR 60 meter buatan PT PAL Indonesia yang telah diserahterimakan terlebih dahulu.

"KCR 60 meter yang diserahterimakan hari ini lebih canggih dari sisi kombat managemen sistem dan persenjataannya," ucapnya.

Dia memastikan dua unit KCR 60 meter yang saat ini sedang dipesan di PT PAL Indonesia juga akan dirancang lebih canggih lagi dari sisi kombat managemen sistem maupun persenjataannya.

  antara  

Jumat, 19 Juli 2019

TNI AL Tambah Alutsista Dua Unit Kapal PC 40

Dari PT Caputra Mitra Sejatihttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitgfiluhC1xBJYJYk7ZH5ApkBiSxQK5B_ieckV4eVqXmYEaDTnOrjV-ZMtbUXramPV4KoVqMGpr2gCLRSwk-o6nQQYcoLIwXf0ZVjSFtAE673wFaJ9fIJcbIOqcZQzk-75pkz2NR-i8x8/s400/IMG-20190718-WA0112-735x400.jpgTNI Angkatan Laut akan menambah Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dengan kembali membangun 2 unit Kapal Patroli Cepat (PC) 40 Meter di galangan kapal PT. Caputra Mitra Sejati. Pembangunan tersebut diawali dengan prosesi Peletakan Lunas Kapal (Keel Laying) yang ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., di Banten, Kamis (18/7).

Kapal PC 40 yang dibangun rencananya akan memperkuat jajaran KRI di Komando Armada II. Alutsista ini merupakan kapal perang karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT Caputra Mitra Sejati, Banten. Kapal Perang tersebut memiliki panjang 45.50 meter, lebar 7.90 meter, tinggi 1.80 meter serta memiliki kecepatan ekonomis 15 knot, kecepatan jelajah 17 knot, kecepatan maksimum 24 knot serta endurance selama 6 hari.

Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito dalam amanatnya antara lain menyampaikan bahwa, sebagai bagian integral dari komponen pertahanan negara, TNI AL akan terus mengembangkan dan membangun kekuatannya hingga mencapai kekuatan laut (sea power) yang profesional dan modern serta dipercaya oleh rakyat, sejalan dengan kebijakan Minimum Essential Force (MEF).

Dalam merencanakan suatu pengadaan Alutsista seperti halnya pembangunan kapal perang ini, memerlukan suatu perencanaan yang matang. Pengadaan bukan saja berarti Angkatan Laut hanya akan memiliki kapal perang ini saja, namun juga harus bisa menggunakan kemampuan dari Alutsista tersebut sesuai dengan fungsi azasi yang diharapkan,” ujar Wakasal.

Turut hadir menyaksikan prosesi Keel Laying ini, para pejabat tinggi di lingkungan TNI AL antara lain, Irjenal Laksda TNI Djoko Erwan, M.Tr (Han), CFrA., Aslog Kasal Laksda TNI Moelyanto, M.Si (Han)., Kadisadal Laksma TNI Prasetya Nugraha, S.T., Kadismatal Laksma TNI Budi Sulistyo, Direktur PT. CMS Kris Pramono serta jajaran Direksi PT. CMS Banten.

 ♖ Indikator News  

Kamis, 18 Juli 2019

[Video] Proses Pembangunan Kapal KRI Albakora

Proses Pembangunan Kapal Patroli Cepat KRI Albakora KRI Albakora 867 merupakan salah satu Kapal perang Republik Indonesia yang telah diresmikan oleh Kasal pada tanggal 9 Juli 2018 di Jakarta. Kapal perang karya anak bangsa yang diproduksi oleh PT Caputra Mitra Sejati Banten. Keberadaan KRI Albakora 867 akan memperkuat Satrol Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) X Jayapura.

Kapal patrol cepat PC-40 yang diresmikan ini memiliki spesifikasi Panjang 44,95 meter, lebar 7,9 meter, bobot 220 ton, dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 18 knot dan kecepatan ekonomis 15 knot. Kapal ini dilengkapi dengan dua unit radar (JRC JMR-9225-6XN dan JRC JMA-9122-6XA) serta memiliki ketahanan kemampuan layar selama enam hari.

Sebagai senjata utama, KRI Albakora 867 telah dipasangi kanon Marlin WS kaliber 30 mm pada haluan. Marlin WS (Modular Advanced Remotely controlled Lightweight Naval Weapon Station) menggunakan basis senjata Oto Melara 30 mm.

Diposkan Dede Nazaludin


  Youtube  

Senin, 15 Juli 2019

[Video] Pembuatan KCR 60 PAL Indonesia

Dipublikasikan oleh  PAL Indonesia https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeQOsj1GFI8KHup7WC3RJ29PKHFq40kJ6XRLId4HUflgI9J0wmnSGTrP7ndBzwi8N0_GO9r_PZuvkk7f1510eO_IPGrwlUDwd5NzVYX_8bTOJgMngFekfx9SR2_vyebEOcNNNe0ebpbh0F/s1600/kcr+60+627.jpgKCR 60M KRI Kerambit 627

PT PAL merupakan BUMNIS yang telah memproduksi KCR 60 meter beberapa unit.

KRI Kerambit 627 dipesan Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Maret 2016 ini merupakan batch kedua dari KCR-60M yang akan digunakan Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL.

Kapal KRI dengan lambung nomor 627 ini dibuat secara modular dan merupakan perbaikan sistem dari kapal KCR 60M batch pertama. Kapal ini telah selesai sea trial dan mampu dipacu dengan kecepatan 28 knots.

Kedepan TNI AL akan menerima kapal KCR 60M dengan perbaikan dan perombakan penempatan sistem alutsista dari PT PAL Indonesia.

 Berikut video diambil dari Youtube : 



  Youtube  

Sabtu, 13 Juli 2019

Pindad Akan Produksi Motor Listrik

Salah Satunya Memasok Gesits imageMotor listrik GESITS pesanan PLN yang dikirim ke Jawa Timur. [Twitter/@gesitsid] ★

Direktur Bisnis Produksi Industrial PT Pindad, Heri Heriswan mengatakan, Pindad siap memasok motor penggerak listrik untuk kendaraan listrik. “Kita sudah siap. Tinggal produksi massal saja,” kata dia di Bandung, Jumat, 12 Juli 2019.

Ia mengatakan, saat ini motor listrik buatan Pindad sudah digunakan untuk motor listrik produksi Indonesia, Gesits. “Pindad kebagian motor listriknya,” kata dia.

Heri mengatakan, Pindad tidak membatasi diri untuk memasok motor listrik satu merek kendaraan listrik saja. “Kami tidak ingin hanya untuk motor listrik saja, tapi semua, termasuk mobil listrik akan kita garap. Segmen kami tidak hanya satu merek, tapi bisa untuk berbagai merek,” kata dia.

Menurut Heri, penggunaan motor listrik dalam skala besar diharapkan bisa menekan biaya produksinya sehingga harganya bisa ditekan lebih murah. “Prinsipnya apabila kita membuka pasar semakin banyak, nanti harga pokok produksi semakin murah, jadi kami tidak mengkhususkan diri untuk Motor Gesit saja supaya volume produksinya banyak,” kata dia.

Heri mengatakan, kapasitas produksi motor penggerak listrik untuk kendaraan listrik bisa menembus ribuan unit setahun. “Kapasitas produksi kami cukup besar, bisa mencapai 12 ribu unit per tahun. Tinggal berapa kilowatt yang diperlukan,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pindad Abaraham Mose mengatakan, Pindad memasok motor listrik untuk kendaraan listrik roda dua Gesits yang sempat dijajal Presiden Joko Widodo. “Dalam produksi motor Gesits untuk mensupport mereka di motor listriknya,” kata dia di sesi wawancara khusus dengan Tempo, Jumat, 26 April 2019.

Abraham mengatakan, motor listrik untuk Gesits merupakan produk dari lini industri Pindad. “Pindad fokus di pengembangan motor listrik karena kita punya kemampuan itu, fasilitas itu, dan ini sudah berjalan,” kata dia.

Motor listrik buatan Pindad juga sudah dicoba untuk mobil listrik. “Kita juga sudah berhasil membuat mobil listrik dengan menggunakan motor listrik dari Pindad,” kata Abraham.

Abraham mengatakan, Pindad saat ini juga sudah menerima pesanan motor listrik dari produsen motor Gesits. “Kita memproduksi kurang lebih 9 ribu motor listrik untuk mendukung dari motor Gesits,” kata dia.

  Tempo  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More