blog-indonesia.com

N 250 IPTN

Prototype pesawat pertama angkut penumpang dengan sistem fly by wire produksi IPTN, Bandung - Indonesia Teknologi

CN 235 MPA

Pesawat patroli maritim CN-235 produksi PT DI - Indonesia Teknologi

NC 212 MPA

Pesawat patroli maritim NC-212 produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

N 219

Pesawat karya anak bangsa, kerjasama BUMNIS diproduksi PT DI - Indonesia Teknologi

Drone LEN

Drone Bersenjata karya LEN - Indonesia Teknologi

Star 50

Kapal kargo 190 m dengan bobot 50.000 dwt merupakan kapal angkut terbesar pertama buatan Indonesia, produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

LPD KRI Banda Aceh

Kapal perang serba guna produksi PT PAL, Surabaya, merupakan kapal dengan panjang 125 m hasil desain anak bangsa dengan lisensi Korea - Indonesia Teknologi

SSV Filipina

Strategic Sealift Vessel produk ekspor kapal perang pertama PAL Indonesia - Indonesia Teknologi

KN Tanjung Datu 1101

KN Tanjung Datu 1101 Bakamla, kapal patroli 110m produksi PT Palindo

KRI I Gusti Ngurah Rai 332

PKR 10514 class, Kapal frigat produksi bersama PT PAL indonesia - Indonesia Teknologi

KN 321 Pulau Nipah

KN Pulau Nipah 321 Bakamla, kapal 80 m produksi PT Citra Shipyard, Batam

KRI Bung Karno 369

KRI Bung Karno 369 produksi PT Karimun Anugrah Sejati

KCR 60 KRI Tombak 629

Kapal Cepat Rudal-60 produksi PT. PAL, Indonesia. Merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

BC 60002

Kapal Patroli Bea dan Cukai produksi PT Dumas Tanjung Perak Shipyards. - Indonesia Teknologi

FPB 57 KRI Layang

Kapal patroli cepat berpeluru kendali atau torpedo 57 m rancangan Lurssen, Jerman produksi PT PAL, Surabaya - Indonesia Teknologi

KCR 40 KRI Clurit

Kapal Cepat Rudal-40 produksi PT. Palindo Marine, Batam. Senilai kurang lebih 75 Milyar Rupiah, merupakan kapal pemukul reaksi cepat produksi Indonesia. - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Torani 860

Kapal patroli 40 m produksi beberapa galangan kapal di Indonesia, telah diproduksi diatas 10 unit - Indonesia Teknologi

PC 40 KRI Tarihu

Kapal patroli 40 m berbahan plastik fiberglass produksi Fasharkan TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau - Indonesia Teknologi

KRI Klewang

Merupakan Kapal Pertama Trimaran, produksi PT Lundin - Indonesia Teknologi

Hovercraft Kartika

Hovercraft utility karya anak bangsa hasil kerjasama PT. Kabindo dengan TNI-AD dengan kecepatan maksimum 40 knot dan mampu mengangkut hingga 20 ton - Indonesia Teknologi

Hovercraft Indonesia

Hovercraft Lumba-lumba dengan kecepatan maksimum 33 knot dan mampu mengangkut 20 pasukan tempur produksi PT Hoverindo - Indonesia Teknologi

X18 Tank Boat Antasena

Tank Boat Antasena produk kerjasama PT Lundin dengan Pindad - Indonesia Teknologi

Sentry Gun UGCV

Kendaraan khusus tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang PT Ansa Solusitama Indonesia - Indonesia Teknologi

MT Harimau 105mm

Medium tank dengan kanon 105 mm produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Badak FSV 90mm

Kendaraan tempur dengan kanon 90 mm cockeril produksi PT Pindad - Indonesia Teknologi

Panser Anoa APC

Kendaraan angkut militer produksi PT Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Tank SBS Pindad

Kendaraan militer prototype Pindad - Indonesia Teknologi

APC PAL AFV

Kendaraan angkut pasukan amfibi hasil modifikasi dari BTR-50 PM produksi PT PAL, Surabaya sehingga meninggkatkan keamanan dan daya jelajahnya - Indonesia Teknologi

MLRS Rhan 122B

Kendaraan militer multilaras sistem roket Rhan 122B produksi PT Delima Jaya - Indonesia Teknologi

PT44 Maesa

Kendaraan angkut militer produksi Indonesia - Indonesia Teknologi

MCCV

Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kerjasama dengan PT PT Bhinneka Dwi Persada - Indonesia Teknologi

Ganilla 2.0

Kendaraan khusus dapur lapangan produksi PT Merpati Wahana Raya - Indonesia Teknologi

Komodo 4x4

Kendaraan militer taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Maung 4x4

Kendaraan taktis produksi Pindad, Bandung - Indonesia Teknologi

Turangga APC 4x4

Kendaraan militer taktis produksi PT Tugas Anda dengan chassis kendaraan Ford 550 - Indonesia Teknologi

GARDA 4x4

Kendaraan militer taktis hasil karya anak bangsa - Indonesia Teknologi

ILSV

Kendaraan taktis Indonesia Light Strike Vehicle (ILSV) produksi PT Jala Berikat Nusantara Perkasa - Indonesia Teknologi

P1 Pakci

Kendaraan taktis angkut pasukan P1 Pakci produksi PT Surya Sentra Ekajaya (SSE), berbodi monokok dengan mesin diesel 3000 cc milik Toyota Land Cruiser - Indonesia Teknologi

P2 APC Cougar

Kendaraan taktis angkut pasukan produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) dengan mesin diesel turbo bertenaga 145 hp - Indonesia Teknologi

P3 APC Ransus Cheetah

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

P6 ATAV

Kendaraan khusus produksi PT. Surya Sentra Ekajaya (SSE) - Indonesia Teknologi

DMV30T

Kendaraan taktis Dirgantara Military Vehicle (DMV-30T) menggunakan mesin diesel 3000 cc Ford Ranger produksi PT DI, Bandung - Indonesia Teknologi

Mobil Hybrid LIPI

Prototipe mobil tenaga hybrid produksi LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Listrik MARLIP (Marmut LIPI)

Prototipe mobil Listrik karya LIPI - Indonesia Teknologi

Mobil Nasional Esemka Digdaya

Mobil hasil karya anak SMK Solo dengan rancangan dari China - Indonesia Teknologi

Teknik Sosrobahu

Struktur pondasi jalan layang yang dapat digerakan 90° sehingga tidak memakan banyak tempat dan merupakan desain anak bangsa - Indonesia Teknologi

Kamis, 28 November 2013

Situs Deplu Australia rontok diserang hacker Indonesia

Pasukan hacker Indonesia kembali menggelar pasukannya untuk menyerang situs-situs pemerintah Australia. Untuk malam ini, korbannya adalah Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia yang beralamat di www.embassy.gov.au. Laman Department of Foreign Affair and Trade ini terlihat rontok alias tidak bisa diakses.

Serangan dimulai pukul 20:00 malam ini dengan target IP address yang diserang adalah 203.6.168.80. Serangan ini merupakan serangan kesekian para peretas menyusul kasus penyadapan dan mata-mata yang dilakukan pemerintah Australia terhadap pemerintah Indonesia, khususnya Presiden SBY, Ibu Negara, Wakil Presidien dan para Menteri.

Berdasar pengecekan melalui www.status.ws, situs ini yang dipakai sebagai koordinasi Kedutaan-Kedutaan Besar Australia di luar negeri ini positif down akibat serangan DDOS. Hanya belum dapat dipastikan apakah situs ini akan segera pulih atau mengalami masalah berhari-hari seperti yang terjadi pada situs Polisi Federal Australia di www.afp.gov.au.


Walaupun halaman fans kelompok hacker Anonymous Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Security Down Team ditutup oleh Facebook, tidak membuat para hacker patah semangat. Dan malam ini, serangan ke situs-situs pemerintah Australia tetap dilanjutkan melalui sebuah akun di twitter.

Beberapa hari lalu, tim hacker Indonesia terus melakukan penyerangan terhadap situs-situs pemerintah Australia. Dan yang menjadi sasaran adalah situs keamanan nasional Australia yang beralamat di www.nationalsecurity.gov.au. Akibat serangan DDOS, situs ini rontok dalam waktu sekejap.

Setelah dalam tiga minggu terakhir peretas Indonesia terus membombardir situs-situs pemerintahan Australia seperti ASIS, ASIO, Federal Police dan terakhir National Security Australia.

 Sudah seminggu situs Kepolisian Federal Australia lumpuh 

Situs Federal Police Australia yang beralamat di www.afp.gov.au masih lumpuh setelah seminggu yang lalu, yaitu 20 November 2013 rontok jadi sasaran serangan hacker Indonesia.

Selain itu, situs www.status.ws yang digunakan untuk mengecek apakah situs tersebut down hanya untuk pengguna tertentu saja atau semua pengakses, namun ternyata memang semua pengakses akan mendapatkan bahwa status dari situs ini adalah -1 alias server error.

Sebagaimana diketahui, penyerangan terhadap situs Polisi Federal Australia ini dilakukan oleh Hacker Anonymous Indonesia yang tergabung dalam Indonesia Security Down Team. belum dapat dipastikan apakah rontoknya situs ini akan berkelanjutan atau Australia akan memindahkan IP address situs ini, sehingga akan kembali normal.

Serangan para peretas muda Indonesia ke situs Polisi Federal Australia ternyata menjadi berita di beberapa media Australia. Seperti ditulis di The Age, menurut Juru Bicara dari Polisi Federal, situs www.apf.gov.au masih berfungsi ketika mereka meninggalkan kantor. "Namun ketika kamis pagi, situs sudah down. Situs kemudian diperbaiki pada pukul 8.15 waktu setempat."

Menurut Juru Bicara tersebut, AFP akan menangani serangan kepada situs-situs pemerintah secara serius. "Individu yang terlibat dalam serangan cyber ini harus tahu bahwa mereka akan terkena kasus kriminal," katanya. Meski begitu, Polisi Federal menegaskan down nya situs tidak berdampak terhadap sistem teknologi informasi dan tidak ada informasi sensitif yang ditaruh dalam website tersebut.

Setelah dalam tiga minggu terakhir peretas Indonesia terus membombardir situs-situs pemerintahan Australia seperti ASIS, ASIO, Federal Police dan terakhir National Security Australia, ancaman giliran ancaman merusak situs Indonesia datang pihak 'lawan'.

Anonymous Australia dikabarkan akan menyerang laman resmi pemerintah Indonesia seperti www.indonesia.go.id, www.kpk.go.id, www.polri.go.id, www.garuda-indonesia.com dan sejumlah situs lainnya, terutama adalah situs berita online seperti detik.com, viva.co.id maupun jejaring sosial KasKus.com.

Serangan tersebut, menurut video yang disebar dengan akun Anon Au itu, akan dilakukan kalau sekelompok peretas yang mengatasnamakan dirinya sebagai "Anonymous Indonesia" terus menyerang situs-situ Australia, baik situs pemerintahan maupun badan intelijen Australia.

Dalam video berdurasi 1:04 menit tersebut, ancaman disampaikan dalam Bahasa Inggris. Walaupun video ini disebut sudah lama beredar, namun dari situs-situs yang telah dibuat down, ada kebenaran ancaman ini dengan situs-situs Indonesia yang jatuh seperti situs maskapai Garuda Indonesia, situs Kepolisian RI, dan meski tidak down, situs KPK juga kerap diserang dan untung saja tetap kuat menahan serangan. Situs-situs lainnya memang belum disentuh, namun bukan tidak mungkin akan menjadi target berikutnya.(mdk/nvl)


  Merdeka  

Rabu, 27 November 2013

Sekitar 40 persen sumber panas bumi ada di Indonesia

Indonesia Miliki Sumber Panas Bumi TerbesarJakarta - Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengatakan, sumber panas bumi terbesar ada di Indonesia. "Sekitar 40 persen sumber panas bumi ada di Indonesia," ujarnya dalam Annual Forum Energy and Environment Partnership (EEP) with Indonesia, Rabu, 27 November 2013.

Namun sayangnya, ia melanjutkan, pemanfaatan panas bumi di Indonesia baru 5-7 persen. Rida mengatakan saat ini Kementerian ESDM sedang memetakan permasalahan mengenai pemanfaatan panas bumi.

"Sudah ke Dewan Perwakilan Rakyat juga untuk membicarakan perubahan Undang-Undang Panas Bumi," ucapnya. Rida menyampaikan, hari ini sebagian anggota DPR mengadakan kunjungan ke Lapangan Kamojang, Jawa Barat, untuk meninjau realisasi proyek panas bumi, untuk dapat menyusun Undang-Undang Panas Bumi yang baru.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik meresmikan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Unit 5 Kamojang serta pengembangan lapangan panas bumi Lahendong pada Januari 2013. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti di Gedung Dipa Bramanta, Kamojang, oleh Jero Wacik dan Direktur Hulu PT Pertamina Muhammad Husen.

PLTP Unit 5 Kamojang yang dikelola oleh Pertamina Geothermal Energy adalah pengembangan dari empat unit PLTP, yang memiliki kapasitas terpasang 200 MW.

Pembangkit tersebut direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2014 dan akan menambah kapasitas terpasang sebesar 30 MW. Sedangkan pengembangan lapangan panas bumi Lahendong untuk memasok uap ke PLTP Unit 4 Lahendong. "Dua proyek dari Pertamina Geothermal Energy ini merupakan bagian dari tekad Pertamina untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan, terutama yang bersumber dari panas bumi," kata Husen.

PLTP Unit 5 terletak berdampingan dengan PLTP Unit 4 Kamojang di lahan seluas 3,85 hektare. Kedua pembangkit ini terletak di 42 kilometer sebelah tenggara Kota Bandung atau 23 sebelah barat laut Kota Garut. Pembangkit pertama di Kamojang mulai beroperasi pada 1982 dengan kapasitas sebesar 30 MW.

Terkait dengan pengembangan lapangan panas bumi di Lahendong, Pertamina Geothermal Energy berharap pengembangan ini bisa memasok uap ke PLTP Unit 4 Lahendong, yang telah dioperasikan PT PLN (Persero) dengan kapasitas terpasang 20 MW. Pertamina Geothermal Energy merupakan anak perusahaan Pertamina yang mengelola 14 wilayah kerja panas bumi, yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Pertamina Geothermal Energy saat ini menghasilkan listrik sebesar 402 MW, yang berasal dari lapangan panas bumi Kamojang, Lahendong, dan Sibayak.


  Tempo  

Uji Statis Roket 80 mm Hasil LITBANGBUAT DISLITBANGAU

Tim Peneliti Roket 80 mm Dislitbangau yang dipimpin Kasubdis Rudalsen Kol. Tek Adang Heri Raspati melaksanakan Uji Statis terhadap Roket 80 mm hasil penelitian pengembangan dan pembuatan Subdis Rudalsen Dislitbangau. Uji Statis ini dilaksanakan di Pustek Roket Lapan Rumpin Bogor, belum lama ini.

Pengujian berjalan dengan baik, aman dan lancar dengan melibatkan tim dari Pustek Roket Lapan. Kegiatan penelitian pengembangan dan pembuatan Roket 80 mm akan dilanjutkan pada tahap selanjutnya pada TA 2014 yang akan datang.


  TNI AU  

Satu Lagi Website Australia Jadi Korban

Satu lagi website di Australia menjadi korban serangan peretas. Kali ini, website untuk pencegahan kejahatan www.crimestoppers.com.au yang menjadi korban. Peretas mengubah tampilan website itu dan memuat daftar alamat email anggota polisi dan pejabat pemerintah berikut passwordnya. Peretasnya mengakui hal ini sebagai tindakan balasan atas aksi mata-mata yang dilakukan Australia terhadap Indonesia.

Sampai Selasa (26/11/2013) siang, website tersebut belum pulih. Saat ABC mengaksesnya, hanya terlihat tulisan "Website ini sedang mengalami perbaikan. Kami segera kembali. Terima kasih atas kesabaran Anda. Untuk melaporkan tindakan kriminal hubungi 1800 333 000. Untuk pertanyaan dari media hubungi 0487 333 000".

Peretas yang mengaku dari Indonesia dan menamakan dirinya BlackSinChan memberikan penjelasan melalui halaman Facebook. Mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap website crime stoppers, dan hal itu dilakukan sebagai balasan atas aksi mata-mata Australia terhadap Indonesia.

Wakil kepala Crime Stoppers Peter Price menjelaskan, peretas berhasil berdeface halaman website tersebut dan menyebabkan servernya harus dimatikan.

"Kami diperingatkan oleh Departemen Pertahanan, yang memonitor keamanan website. Kami sudah mengambil langkah untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Makanya, Jumat pekan lalu kami putuskan untuk mematikan server email kami di website itu," katanya. "Kemarin (Senin) kami putuskan untuk mematikan seluruh website".

Di halaman Facebook, peretas BlakcSinChan menyatakan, "Kami cinta Australia. Kami cinta negara kami. Berhenti memata-matai negara kami. Dan ingat, ini bukan untuk mencari popularitas. Ini adalah balasan. Kami akan kembali lagi".

Polling PM Abbott Turun Jadi 44 Persen

Hasil polling terbaru yang dirilis Selasa (26/11/2013) menunjukkan penurunan dukungan terhadap Perdana Menteri Australia, Tony Abbott. Survei ini dilakukan oleh Newspoll dan diterbitkan di suratkabar yang berada di bawah kelompok News Limited.

Dalam hasil polling tersebut, tampak dukungan terhadap Abbott menurun, dari 46 persen menjadi 44 persen, sementara dukungan terhadap pemimpin pihak oposisi, Bill Shorten, meningkat sebanyak 3 persen menjadi 33 persen.

Sementara itu, pemberian suara primer terhadap partai Shorten, yaitu Partai Buruh, juga meningkat dari 32 persen menjadi 35 persen sementara dukungan terhadap pihak pemerintah, yaitu pihak Koalisi, menurun dari 45 persen menjadi 43 persen.

Pemungutan suara di Australia biasanya dilakukan dengan menggunakan sistem preferensi dua partai, yang mengandung dua jenis suara atau dukungan, yaitu dukungan primer, yang didapat sebuah partai bila Ia menjadi pilihan pertama pemberi suara, dan dukungan preferensi, yang didapat sebagai pilihan kedua, ketiga dan seterusnya.

Koalisi tetap memimpin dalam basis sistem preferensi dua partai, dengan proporsi 52 persen dibanding 48 persen.

Menurut hasil polling, pemilihan terhadap Abbott sebagai Perdana Menteri menurun dari 47 persen menjadi 44 persen, sementara pemilihan Shorten meningkat dari 28 persen menjadi 33 persen.

Polling ini dilaksanakan akhir minggu lalu, di tengah krisis spionase dengan Indonesia, dan memiliki margin of error sebanyak 3 persen.

Sedangkan hasil polling oleh badan riset Nielsen yang terbit hari Senin menunjukkan bahwa Partai Buruh memimpin Koalisi sebanyak empat poin dalam basis preferensi dua partai.


Australia gandeng Facebook tutup fanpage hacker Indonesia

Pihak Australia dan sekutunya mulai gerah dengan kehadiran para peretas Indonesia yang tergabung dalam Anonymous Indonesia karena telah menyerang sejumlah situs penting Australia dan dianggap telah merongrong wibawa pemerintah Australia.

Oleh karena itu, Australia dan sekutunya, terutamanya Amerika Serikat mulai menekan jejaring sosial seperti Facebook untuk menutup akun-akun yang dipakai untuk koordinasi serangan para hacker.

Hal tersebut dibuktikan dengan dihapusnya fans page hacker Indonesia dari akun sosial media tersebut. Komunikasi para hacker melalui Indonesian Security Down Team dengan hashtag #stopspyingonIndonesia.

Namun begitu, bukan sekadar dihapus, teknik intelijen tingkat tinggi juga dipakai yang mana kemudian dibuat fans page palsu yang nantinya menjadi semacam perangkap bagi para hacker yang bergabung dan menyerang sesuai perintah fans page palsu itu untuk kemudian dapat diajukan ke pengadilan internasional.

"Kerja sama Facebook dengan intelijen Amerika Serikat memang bukan baru, sehingga penghapusan fans page ini pasti merupakan atas upaya campur tangan AS melalui NSA maupun FBI, yang merupakan sekutu Australia menurut perjanjian UKUSA, yang kemudian disebut dengan kehadiran "Lima Mata (Five Eyes)" yang terdiri dari Australia, AS, Kanada, Selandia Baru dan Inggris," ungkap pengamat telematika Heru Sutadi.

Meski begitu, para hacker Indonesia nampaknya tidak kehilangan akal. Akun Twitter bisa dijadikan saran berkomunikasi, selain membuat akun fans page baru di Facebook lagi. Apakah akun Twitter Indonesia Security Down Team akan menyusul nasib fans page Facebook yang dihapus atau tidak, hingga kini akun masih berfungsi seperti biasa.

Pihak hacker sendiri mengaku sudah mengajukan banding atas penutupan tersebut, namun mendapat respons. "Kami dah ajukan banding, namun belum ada respons dari pihak Facebook," demikian tulis admin akun para hacker anonymous tersebut dalam akun Twitter nya.(mdk/dzm)


  Merdeka  

Menanti ketegasan Tifatul terhadap Singtel dan Indosat

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring telah melontarkan pernyataan yang akan menutup operator pelaku penyadapan.

Kominfo secara tegas menyatakan akan menutup operator telekomunikasi yang terbukti menjual atau membocorkan data-data ke pihak asing. Dari perkembangan informasi yang mencuat, mulai terkuak adanya jejak Singapura Telecommunication dan Indosat yang membantu penyadapan yang dilakukan Australia.

"Kita lihat motifnya, kalau memang ada keterlibatan secara kuat ini melanggar UU, bisa ditutup usaha telekomunikasinya," kata Tifatul seusai memanggil operator telekomunikasi membahas isu penyadapan dan memberikan waktu seminggu kepada operator untuk membuktikan bahwa mereka tidak terlibat.

"Pemerintah tengah meminta data-data dari seluruh operator telekomunikasi. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah operator telepon telah menjalankan bisnisnya sesuai dengan UU yang berlaku. Kewenangan Kominfo adalah memeriksa secara teknis, apakah sudah sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku. Kita akan koordinasikan dengan pihak operator dan menunggu jawaban dari teman-teman operator," kata Tifatul.

Informasi terbaru dilontarkan Menteri Pemuda dan Olah Raga yang juga pengamat multimedia Roy Suryo. Poltikus Partai Demokrat ini menegaskan bahwa operator telekomunikasi Indosat berada di belakang isu penyadapan yang saat ini mengemuka dengan tersadapnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Ani Yudhoyono, dan para Menteri. Karena itu, Roy mendesak Indosat harus bertanggung jawab.

Menurut Roy, Indosat memiliki infrastruktur telekomunikasi paling lengkap, mulai dari jaringan serat optik, satelit hingga BTS seluler dan FWA. Diungkap oleh Roy, sejak satelit Palapa bukan milik Indonesia, sejak itulah penyadapan dilakukan. "Itu sudah sering saya sampaikan dalam makalah-makalah dan sudah beberapa kali dimuat di media Australia, bahwa penjualan Indosat menjadi awal upaya penyadapan Australia terhadap Indonesia," ungkap Roy.

Sementara itu, bocoran terbaru dari Edward Snowden begitu mengejutkan dalam relasi hubungan antarnegara Asean. Singapura selama 15 tahun terakhir ini melakukan penyadapan bersama Australia bukan hanya terhadap Indonesia, tapi juga negara tetangga mereka Malaysia. Dan peran itu dilakukan oleh Singtel yang merupakan operator milik pemerintah Singapura.

Dalam laporan yang disampaikan The Age, keterlibatan Singtel dikarenakan Singtel dimiliki secara mayoritas oleh Temasek Holding, yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah Singapura dalam hal investasi. Temasek di Indonesia pernah memiliki Indosat melalui Singapore Technologies Telemedia (STT) sebelum sahamnya kemudian dijual ke Qatar Telecom, serta SingTel yang memiliki 35% saham di Telkomsel yang merupakan operator terbesar di Indonesia saat ini.

Dalam bocoran Snowden disebut bahwa Singtel memiliki hubungan yang dekat dengan agen intelijen. Hal itu terlihat dari Wakil Pemerintah Singapura di Singtel, yang merupakan Kepala Layanan Publik Singapura, Peter Ong. Ong sendiri sebelumnya bertugas mengkoordinasikan keamanan nasional dan intelijen di kantor Perdana Menteri Singapura.

Pakar Intelijen Australia dari Australian National University, Professor Des Ball, menjelaskan bahwa kemampuan intelijen Singapura merupakan yang terdepan di Asia Tenggara. Singapura telah menjalin kerja sama dengan Australia sejak 15 tahun lalu. Bahkan, Indonesia dan Malaysia telah menjadi target kerja sama intelijen Australia dan Singapura sejak 1970-an. Dan sebagaimana diketahui, sebagai besar trafik telekomunikasi dan internet Indonesia diarahkan melalui Singapura.(mdk/dzm)


Indosat gerah dituding Roy Suryo andil soal penyadapan Australia

PT Indosat Tbk merasa gerah dengan tudingan pengamat multimedia yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo bahwa operator tersebut merupakan pihak yang paling bertanggungjawab dalam penyadapan Australia dengan Indonesia.

"Ya dasarnya apa? Orang-orang yang disadap juga bukan pakai nomor Indosat. Cek lagi deh nomor siapa saja yang disadap dan mereka pakai nomor apa?" ujar President Director and CEO Indosat Alexander Rusli kepada merdeka.com, belum lama ini.

Dia juga mempertanyakan kepada Roy Suryo dasar tuduhan kepada Indosat itu apa. Seperti diketahui, Menpora Roy Suryo mengeluarkan pernyataan mengejutkan bahwa Indosat merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam penyadapan Australia kepada Indonesia.

Menurut dia, file-file presentasinya 10 tahun yang lalu sebenarnya sudah mengupas soal-soal yang diributkan saat ini.

"Setelah Indosat dijual saat itu, saat presidennya siapa, secara otomatis terjual pula satelit Palapa (Satelindo), kabel laut (Sisindosat), VSAT (Lintasarta), yang semuanya di bawah Indosat. Jadi, penjualan Indosat itu bukan hanya kebodohan besar, tetapi juga kerugian secara intelijen dan kerahasiaan negara," katanya.

Roy mengaku mendukung upaya pencabutan slot orbit 150,5 BT dari Indosat karena terbukti hanya untuk memata-matai, termasuk keluarnya Timor Timur dari Indonesia.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring menegaskan akan menutup penyelenggara telekomunikasi yang terbukti melakukan penyadapan terhadap sejumlah pejabat di Indonesia.

Menkominfo memberikan waktu sampai akhir pekan ini kepada operator untuk memeriksa jaringannya apakah ada penyusup atau karyawan yang membocorkan rahasia negara, termasuk mitra outsourcing atau manage services.

Direktur Indosat Fadzri Sentosa membantah hal itu seraya mengatakan Indosat sudah sesuai prosedur. "Kita juga sudah amankan semua jaringan kita, namun begitu, sesuai dengan Instruksi yang dikeluarkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Indosat juga tetap akan melakukan pengecekan dan memeriksa jaringannya dalam waktu hingga seminggu ke depan," tuturnya.

Menurut informasi yang disampaikan Sydney Morning Herald, komunikasi Indonesia ternyata selama ini disadap Singapore Telecom (SingTel), operator telekomunikasi milik Pemerintah Singapura. Sepuluh tahun yang lalu, Indosat juga masih dimiliki Temasek lewat STT Telemedia, induk usaha Singtel.(mdk/dan)


  Merdeka  

Selasa, 26 November 2013

Lima kesalahpahaman soal belanja online

http://www.depoknews.com/wp-content/uploads/2011/08/262450_253345804689892_100000434248041_902236_2032638_n.jpgPopularitas situs belanja online turut meningkat sejalan dengan tren e-Commerce global. Ini tidak terlepas dari peningkatan pemahaman masyarakat dalam menggunakan teknologi dan melihat keuntungan belanja online.

“Kami melihat bahwa online shopping menawarkan para pelanggannya kenyamanan dan kemudahan yang lebih, dalam memilih serta membandingkan barang belanjaan mereka,” kata Presiden Direktur PT Visa Indonesia Ellyana Fuad.

“Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, eCommerce memberikan kesempatan yang sangat besar, baik bagi para penjual dan pembeli di Indonesia,” lanjutnya.

Berdasarkan survey Visa, sekitar 76 persen responden mengaku pernah belanja online dalam kurun 12 bulan terakhir. Sayangnya, hampir setengah dari responden memiliki kekhawatiran yang sebenarnya merupakan kesalahpahaman terkait belanja online.

“Visa berusaha untuk meluruskan hal-hal ini dengan menjelaskan lima mitos utama dalam online shopping serta apa fakta yang sebenarnya terjadi di Indonesia”, jelas Elly.

1. Belanja di toko tradisional lebih nyaman ketimbang online

Fakta:
Dengan online shopping, kita dapat berbelanja dengan nyaman dari rumah, tidak perlu lagi bersusah payah menerobos kemacetan di Jakarta. Selain itu, online shopping juga menawarkan berbagai barang-barang menarik, bahkan yang tidak tersedia di toko tradisional. Buka selama 24 jam 7 hari seminggu, hanya dengan mengklik mouse komputer, Anda dapat melakukan transaksi, dimanapun dan kapanpun. Semua barang belanjaan tersebut juga dapat diantar langsung sampai ke rumah Anda.

2. Belanja online lebih mahal dibandingkan toko tradisional

Fakta:
Online shopping membuka akses kita ke pasar global, memberikan kebebasan dalam memilih barang. Ini bisa membantu kita untuk membandingkan berbagai produk, layanan dan harga dari beragam toko di seluruh dunia. Dan, pada akhirnya membantu kita dalam membuat keputusan membeli barang dengan harga terbaik.

3. Tidak bisa menggunakan kartu debit

Fakta:
Kartu debit Visa dari beberapa bank penerbit dapat digunakan dalam bertransaksi secara online, dengan keamanan yang sama dengan saat digunakan di transaksi lainnya. Kartu debit Visa juga dilengkapi dengan layanan Verified by Visa (VbV) sehingga keamanan dalam bertransaksi akan tetap terjaga.

4. Toko online di luar negeri tidak melayani pengiriman ke Indonesia

Fakta:
Terdapat banyak layanan jasa pengiriman seperti BorderFree, memiliki alamat di luar negeri, seperti di Amerika, Inggris, Jepang, atau Cina,. Retailer dapat mengirimkan barang belanjaan Anda ke alamat tersebut. Setelah sampai, barulah mereka akan mengumpulkan dan mengepak ulang barang belanjaan Anda untuk kemudian dikirimkan ke alamat tujuan akhir. Layanan pengiriman seperti ini dapat membantu Anda dalam menghemat biaya pengiriman barang belanjaan secara signifikan.

5. Belanja di toko online internasional kurang aman dan kurang nyaman

Fakta:
Online shopping membawa pasar global kehadapan kita. Membuat kita bisa memiliki banyak pilihan produk, diskon, dan promo yang tidak bisa ditemukan di toko-toko tradisional di Indonesia.(mdk/yud)

  Merdeka  

Indonesia 10 Tahun Lagi Bisa Produksi Alat Militer

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjgvqROD7-7n74AfZ9jkQSAWtZaGvgiryC0s4NE8IIhDZyfvSGQl_VEw-UsxQdKEJGDHGW4FHqc_IWTN89sOI-sK394PSU51O95eLp3X62_PAJXPEhOMyttkFZ1_snL8PEaE4Rp69NwQY/s1600/1551209_20130430070914kenyot10.jpgMalang - Kementerian Pertahanan dan Keamanan mencanangkan kemandirian alat utama sistem pertahanan Indonesia. Menurut Wakil Menteri Pertahanan dan Keamanan Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin, cara yang ditempuh untuk memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) di antaranya mendukung dan mengutamakan industri pertahanan dalam negeri, swasta, dan badan usaha milik negara (BUMN).

Selain itu, dia melanjutkan, Kementerian berkerja sama dalam hal alih teknologi industri pertahanan dengan sejumlah negara maju. ”Alutsista harus mandiri, perkuat industri pertahanan dalam negeri,” kata Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke industri roket dan bom PT Sari Bahari Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 22 November 2013.

Modernisasi, menurut Sjafrie, juga termasuk memproduksi kapal selam yang dikerjakan PT PAL bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Prinsip kerja sama dilakukan setelah Kementerian Pertahanan dan Keamanan memesan tiga kapal selam ke DSME, Korea Selatan. Dalam pembelian ini, Indonesia dan Korea Selatan sepakat menjalin kerja sama alih teknologi.

Sejumlah tenaga ahli telah belajar teknologi ke Korea Selatan. Pada pesanan kapal selam ketiga, bakal dibangun di galangan kapal PT PAL yang dikerjakan tenaga teknis Indonesia dan diawasi ahli dari DSME. ”Sehingga 10 tahun mendatang, Indonesia diharapkan mampu memproduksi kapal sendiri,” katanya.

Indonesia juga bekerja sama dengan Korea Selatan dalam mengembangkan produksi pesawat tempur generasi 4,5. Pesawat tempur KFX merupakan proyek bersama PT DI dengan Republic of Korea Air Force (ROKAF). Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen. Dengan sistem avionic yang lebih baik serta dilengkapi kemampuan antiradar (stealth). ”Sepuluh sampai 15 tahun mendatang, kita produksi pesawat tempur sendiri,” katanya.

Alutsista, Sjafrie mengatakan, dikembangkan dan digunakan untuk menjaga kedaulatan dan memperkuat keamanan dalam negeri. Bahkan sebagian telah digunakan untuk berbagai operasi keamanan. Misalnya saja, bom P-100 yang produksi PT Sari Bahari telah dicangkokkan ke pesawat Sukhoi. Bom dengan hulu ledak sejauh 164 meter ini dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri. Bahkan telah menggunakan kandungan lokal sampai 92 persen. ”Hanya fuse atau pemicu ledakan bom yang diimpor,” kata Sjafrie.

Sepanjang belum bisa diproduksi di dalam negeri, kata Sjafrie, komponen tersebut diizinkan diimpor dari produsen di luar negeri. Meski demikian, pemerintah juga mendukung upaya produksi fuse secara mandiri, yakni dengan kerja sama transfer teknologi peralatan militer dengan negara maju. ”Kerja sama alih teknologi harus dengan prinsip kesetaraan. Kita jangan dirugikan,” katanya.

Pihak pemerintah sendiri akan menyediakan regulasi dan kesempatan secara luas kepada industri pertahanan dalam negeri. Selain itu, industri pertahanan dalam negeri harus membaca peluang produksi, kelayakan untuk dipasarkan ke kawasan regional dan global.

Kementerian Pertahanan dan Keamanan juga mendorong industri pertahanan untuk melakukan kerja sama. Contohnya, PT Sari Bahari yang memproduksi cashing rocket dan bom, tapi pengisian bahan peledak bekerja sama dengan PT Dahana, sebuah BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak.

Menurut Sjafrie, modernisasi alat utama sistem pertahanan untuk percepatan pemenuhan Minimum Essential Force 2014 juga dianggarkan dengan dana besar. Pada 2010 dianggarkan dana Rp 42,3 triliun, sedangkan 2014 naik menjadi Rp 83,4 Triliun. "Ini sesuai renstra atau rencana dan strategi peralatan militer 2010-2014," katanya.

Adapun Direktur Utama PT Sari Bahari, Ricky Hendrik Egam, menyatakan tengah menjalin kerja sama alih teknologi produksi fuse dengan produsen fuse asal Bulgaria Armaco. Alih teknologi dilakukan setelah PT Sari Bahari memesan 1.500 buah fuse. ”Fuse bisa dipicu secara elektronik maupun manual,” katanya.

Menurut Ricky, tujuan alih teknologi yaitu untuk mengurangi ketergantungan terhadap sejumlah komponen yang belum bisa diproduksi di Indonesia. PT Sari Bahari merupakan satu-satunya produsen bom dalam negeri. Total sebanyak 3 ribu bom latih digunakan TNI Angkatan Udara, serta sebanyak 260 buah kepala roket akan digunakan untuk latihan perang bagi tentara angkatan darat, udara, dan laut Republik Cili.

  Tempo  

Senin, 25 November 2013

Baterai Mobil Listrik Gendhis Terbakar, Dahlan: Ini Bagian Menuju Kesempurnaan

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tidak menyesal baterai mobil listrik pesanannya dari bengkel Kupu-kupu Malam terbakar. Justru ini menjadi pembelajaran menuju kesempurnaan karya anak bangsa.

"Ini bagian pembelajaran untuk kesempurnaan sebuah karya besar anak bangsa sendiri untuk mencapai cita-cita kemandirian bangsa. Tidak ada penemuan karya besar yang tidak melewati lika-liku yang dalam," kata Dahlan dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Senin (25/11/2013).

"Pesawat pun tidak akan bisa terbang hebat seperti sekarang dengan mulus. Berbagai kesalahan dan kecelakaan terjadi pada tahap-tahap awalnya," ujarnya.

Dahlan juga sudah meminta insiden yang terjadi kepada mobil rancangan Ricky Elson dkk ini dibuka sejelas-jelasnya untuk kepentingan pembelajaran bagi anak bangsa.

Insiden yang terjadi pada mobil Gendhis berwarna merah putih akhir pekan lalu itu pun tidak besar. Hanya bagian baterai saja yang terbakar, badan serta bagian mobil lainnya masih selamat.(ang/dnl)


  detik  

Singapura, Korsel dan Jepang Bantu Australia Sadap Indonesia

 Mereka ikut mendukung aksi spionase AS dan Australia. 

Proses penyadapan ponsel Presiden Susilo Bambang YudhoyonoDokumen mantan kontraktor Badan Intelijen Amerika Serikat (NSA), kembali menguak fakta baru. Kali ini yang jadi sasaran tembak adalah Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel) dan Singapura.

Harian Sydney Morning Herald (SMH), Minggu 24 November 2013 melansir, kedua negara itu memainkan peranan penting dalam membantu badan intel AS dan Australia menyadap jaringan telekomunikasi bawah laut di seluruh Asia.

Dalam dokumen itu disebut, AS dan lima mitra setia dalam hal intelijen yang lazim disebut "Lima Mata" (five eyes) menyadap kabel optik fiber berkecepatan tinggi di 20 lokasi di seluruh dunia.

Operasi penyadapan ini turut melibatkan kerjasama dengan Pemerintah Lokal dan perusahaan telekomunikasi atau operasi lain yang bersifat rahasia.

Operasi penyadapan kabel bawah laut merupakan bagian dari situs global yang tertulis di dalam dokumen milik Snowden, memungkinkan mitra lima mata mampu melacak siapa pun, lokasi di mana pun, dan kapan pun. Dalam dokumen tersebut kemampuan lima mata itu disebut sinyal inteligen masa keemasan.

Harian Belanda, NRC Handelsblad, sejak Minggu kemarin telah menurunkan tulisan mengenai bocoran dokumen Snowden tersebut lengkap dengan peta penyadapan jaringan telekomunikasi bawah laut milik NSA.

Dalam artkel itu ditunjukkan AS memiliki cengkraman kuat terhadap jalur komunikasi di kawasan Trans Pasifik. Caranya, mereka membangun sebuah fasilitas penyadapan di bagian tepi pantai barat AS dan di Hawaii serta Guam.

Dengan adanya fasilitas itu, AS disebut dapat menyadap semua arus lalu lintas komunikasi di Samudera Pasfik dan juga jaringan antara Australia dan Jepang.

Dalam peta itu juga dikonfirmasikan peranan Singapura yang merupakan jaringan terpenting dalam telekomunikasi bagi beberapa negara, termasuk Indonesia. Selain itu, Singapura juga disebut merupakan pihak ketiga dan mitra kunci yang bekerja bersama lima badan intelijen tersebut.

Sebelumnya, di bulan Agustus lalu, Fairfax Media, melaporkan bahwa Badan Intel Australia (DSD) telah bermitra dengan intel Singapura untuk menyadap kabel SEA-ME-WE-3 yang tertanam dari Jepang melalui Singapura, Djibouti, Suez dan Selat Gibraltar menuju utara Jerman.

Saat itu seorang sumber di DSD mengatakan kepada Fairfax bahwa Kementerian Pertahanan Singapura bidang keamanan dan intelijen bekerja sama dengan DSD dalam mengakses dan berbagi komunikasi yang berada di dalam kabel SEA-ME-WE3. Mereka juga membagikan komunikasi yang tertanam di dalam kabel SEA-ME-WE-4.

Kabel itu ditanam dari Singapura menuju selatan Prancis. Untuk bisa mengakses masuk ke dalam kabel tersebut, dokumen itu menyebut dibutuhkan bantuan dari Perusahaan milik pemerintah, SingTel. Perusahaan tersebut disebut telah menjadi elemen kunci dalam perluasan operasi intelijen dan pertahanan Australia dengan Singapura.

Operasi tersebut telah berlangsung selama 15 tahun terakhir. Pemilik mayoritas saham SingTel yaitu perusahaan Temasek Holdings. Sementara SingTel sendiri sudah diketahui sejak lama memang memiliki hubungan dekat dengan Agen Intel Singapura.

Duduk dalam Dewan Direksi perusahaan tersbut yakni Peter Ong yang menjabat sebagai Kepala Pelayanan Sipil Singapura. Ong sebelumnya bertanggung jawab terhadap keamanan nasional dan koordinasi intelijen kantor Perdana Menteri Singapura.

Menurut ahli intelijen Australia dari Universitas Nasional Australia (ANU), Des Ball, kemampuan sinyal intelijen Singapura sebagai yang terkuat di kawasan Asia Tenggara. Ball bahkan menyebut kedekatan di antara intel Singapura dan Australia sudah terjalin sejak tahun 1970an.

 Indonesia Jadi Target 

Sementara intel Negeri Ginseng turut berada di dalam peta dokumen milik NSA. Korsel memainkan peranan sebagai titik kunci untuk menyadap telekomunikasi yang melintas melalui China, Hong Kong dan Taiwan. Badan Intelijen Korsel (NIS) diketahui juga sudah lama bekerja sama dengan CIA, NSA dan DSD.

Hal itu terungkap ketika Direktur Badan Intelijen Australia (ASIO), David Irvine, mengatakan kepada Pengadilan Federal, bahwa agen intel Korsel dan Negeri Kanguru telah bekerja sama selama 30 tahun. Saat itu Irvine berusaha agar dokumen mengenai kerjasama itu tidak bocor ke publik, karena dianggap dapat membahayakan kepentingan nasonal Australia.

Kemampuan NSA disebut juga sanggup mencegat komunikasi melalui satelit. Dokumen Snowden yang diungkap harian Brasil, O Globo menyebut Australia bersama keempat rekan lima matanya kerap melakukan operasi itu.

Operasi penyadapan pertama yang diungkap yaitu fasilitas spionase DSD yang berada di Kojarena dekat Geraldton di Australia bagian barat. Dalam operasi intelijen, fasilitas tersebut disebut dengan kode STELLAR.

Sementara Pemerintah Selandia Baru membangun fasilitas biro keamanan komunikasi di Waihopai di bagian selatan kepulauan Selandia Baru. Untuk fasilitas ini diberi nama IRONAND. Namun di dalam dokumen itu, tidak diungkap nama kode untuk fasilitas DSD yang berada di Shoal Bay, dekat dengan Darwin.

Untuk menyamarkan operasi tersebut, ketiga fasilitas itu disebut NSA, FORNSAT (komunikasi satelit asing).

Selain dibantu Korsel dan Singapura, Negeri Sakura disebut turut membantu aksi penyadapan itu. Mereka ikut mendukung aksi spionase AS dan Australia, karena Negeri Paman Sam memiliki fasilitas penyadapan di pangkalan udara di Misawa. Jaringan penyadapan itu kemudian diperluas dengan membangun fasilitas serupa di misi diplomatik AS di Thailand dan India.

Agen intel Inggris (GCHQ), juga memiliki fasilitas serupa di misi diplomatiknya yang terletak di Oman, Kenya dan Siprus. Dalam peta itu turut ditunjukkan kabel bawa laut yang diakses NSA dan GCHQ melalui fasilitas militer di Djibouti dan Oman.

Fungsinya untuk memastikan jangkauan maksimum penyadapan komunikasi di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.(eh)

 Roy Suryo tuding ada Indosat di balik penyadapan oleh Australia 

Pakar multimedia yang juga Menpora Roy Suryo menuding ada Indosat di balik penyadapan oleh Australia kepada Indonesia.

"Hal itu sudah sering saya sampaikan dalam makalah-makalah dan sudah beberapa kali dimuat di media Australia, bahwa penjualan Indosat menjadi awal upaya penyadapan Australia terhadap Indonesia," ujarnya kepada merdeka.com melalui telepon, Minggu (24/11).

Menurut dia, Indosat memiliki infrastruktur telekomunikasi paling lengkap, mulai dari jaringan serat optic pada Lintasarta, satelit pada Satelindo, dan BTS seluler. Roy mengungkapkan sejak satelit Palapa bukan milik Indonesia, sejak itulah penyadapan dilakukan.

Roy mengaku mendukung upaya pencabutan slot orbit 150,5 BT dari Indosat karena terbukti hanya untuk memata-matai, termasuk keluarnya Timor Timur dari Indonesia.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring menegaskan akan menutup penyelenggara telekomunikasi yang terbukti melakukan penyadapan terhadap sejumlah pejabat di Indonesia.

Menurut informasi yang disampaikan Sydney Morning Herald, komunikasi Indonesia ternyata selama ini disadap Singapore Telecom (SingTel), operator telekomunikasi milik Pemerintah Singapura.

Seperti diberitakan oleh SMH, apa yang dilakukan SingTel adalah bagian dari kemitraan antara badan-badan intelijen negara, yang meluas ke Inggris dan Amerika, untuk memanfaatkan kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Asia, Timur Tengah dan Eropa (SEA-ME-WE).

Menurut SMH, berdasar data dari intelijen Australia didapat informasi bahwa Singapura bekerja sama dalam mengakses dan berbagi komunikasi yang dibawa oleh kabel SEA-ME-WE-3 kabel. Badan nasional Australia juga mengakses lalu lintas kabel SEA-ME-WE-3 yang mendarat di Perth.

Dengan kabel yang melintasi Asia Tenggara, Timur Tengah dan Eropa Barat, maka hampir semua negara yang dilintasi dalam posisi tidak aman. Pasalnya, selain Singapura dan Australia, Inggris dan Amerika pun mendapat informasi penting hasil penyadapan. Dan praktik ini, disebut-sebut sudah berjalan hingga 15 tahunan.

Selain itu, kabar mengejutkan mengenai penyadapan yang terjadi di Indonesia juga disampaikan harian The Australian. Media ini menuliskan bahwa pemerintah Australia juga menyadap satelit Palapa.

Pihak yang diduga menyadap adalah Australian Signals Directorate (ASD), salah satu direktorat di Kementerian Pertahanan Australia yang bertanggung jawab atas signals intelligence (SIGNIT).

Sementara itu, President Director and CEO Indosat Alexander Rusli mempertanyakan dasar Roy Suryo menuduh Indosat dibalik penyadapan oleh Australia.

"Nomor yang disadap saja bukan nomor Indosat. Coba cek lagi mereka pakai nomor apa?" katanya.


  Vivanews | Merdeka  

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More