Senin, 15 Oktober 2012

Petani Berminat Terhadap Padi Hasil Rekayasa Teknologi

batan1510Jakarta - Deputi Bidang Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir (PHLPN) Batan, Ferhat Aziz mengatakan, semakin banyak petani yang berminat menggunakan benih padi hasil rekayasa teknologi radiasi nuklir.

Mereka semakin yakin benih padi yang dihasilkan Batan seperti varietas Bestari aman digunakan dan hasilnya lebih baik.“Beras mutasi radiasi nuklir tidak berbahaya untuk dikonsumsi,” katanya.

Menurutnya, secara alamiah mutasi sendiri sudah berlangsung sejak lama jadi bukan menjadi alasan untuk ditakuti. Sudah menjadi tugas Batan terus mengembangkan benih yang lebih baik dengan teknologi mutasi radiasi.

Saat ini pihak Batan tengah giat memperkenalkan salah satu hasil pemuliaan padi dengan teknologi radiasi tersebut yakni varietas Bestari kepada petani di Kabupaten Lombok Timur.

Kawasan ini dikenal sebagai salah satulumbung padi yang cukup penting. Sebab padi yang dihasilkan sudah surplus karena untuk konsumsi lokal hanya sekitar 50%, sisanya dikirim ke daerah lain dan untuk konsumsi nasional.

“Meski tergolong surplus tetapi produktifitas rata-ratanya baru sekitar 5 ton/ha GKG (gabah kering giling) dan untuk padi gogo sekitar 3,1 ton/ha GKG. Karena itulah Batan memperkenalkan varietas Bestari kepada mereka yang didaerah tersebut mampu berproduksi sekitar 7 ton/ha GKG.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hanah mengucapkan terima kasih kepada Batan yang telah memperkenalkan bibit unggul tersebut. Namun demikian ia menyatakan perlunya sosialisasi lebh lanjut karena masyarakat banyak yang tidak mengetahui Batan itu apa?. Sedangkan petani lainnya Sanusi mengatakan Bestari ternyata punya kelebihan yaitu tahan baik di musim panas maupun musim hujan. (faisal)

Teks : Panen padi hasil varietas Bestari di Lombok Timur (batan)

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More