blog-indonesia.com

Jumat, 25 Maret 2011

Guru Melek IT Menuju Pentas Dunia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar semakin banyak diterapkan di sekolah-sekolah. Bukan sekedar praktis, kegiatan belajar menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan aman.

Namun, baru segelintir guru yang dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat mengajar. Salah satu pengajar yang mampu memanfaatkannya adalah Ari Budiyanto. Guru Komputer dan Multimedia dari Sekolah Dasar Muhammadiyah Condong Catur, Yogyakarta ini mengajak siswa membuat karangan prosa atau puisi untuk menerapkan modul belajar mengetik dengan sepuluh jari.

"Kami mengemas kegiatan pembelajaran komputer dan multimedia menjadi kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi para siswa," kata Ari. Setiap karya yang dibuat akan disimpan dalam bentuk majalah digital di server sekolah dan dapat diakses siswa maupun guru yang memiliki akun. Di jaringan sekolah itu, mereka juga dapat berinteraksi satu sama lain, seperti memberikan komentar dan penilaian terhadap hasil karya temannya.

Inovasi itulah yang mengantarkan Ari untuk mewakili Indonesia dalam ajang tingkat dunia di World Wide Innovative Education Forum yang berlangsung November mendatang. Forum itu merupakan kelanjutkan dari acara Regional Innovative Education Forum tingkat Asia Pasifik yang diselenggarakan Microsoft di Thailand awal bulan lalu.

Academic Program Manager Microsoft Indonesia, Ananta Gondomono mengatakan ada lima guru yang terpilih untuk dapat mengikuti forum inovasi pendidikan tingkat regional itu. Mereka adalah Ari Budiyanto, Siti Maftukah (guru SDN Ngabean, Yogyakarta), Muhammad Zulham (guru SMPN Sedayu , Yogyakarta), Anastasia Putriandi Djuana (guru SMAK 1 Penabur, Jakarta), dan Rima Artha Manurung (guru SMAN 61, Jakarta).

"Kami harap mereka mampu mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komukasi dalam proses pengajaran dan pembelajaran," kata Ananta. Apabila setiap guru dapat menerapkan teknologi informasi di sekolah-sekolah, Ananta berharap ke depannya tak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara kota besar dengan daerah pedalaman.[Rini K ]


TEMPOInteraktif

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More