blog-indonesia.com

Selasa, 23 November 2010

Tembus US$40 M, Bisnis RI-China Catat Rekor

Volume perdagangan China-Indonesia per Januari-Oktober telah mencapai US$33,75 miliar.

Pengeringan sabut kelapa untuk diekspor ke China (Antara/ Seno S)

VIVAnews - Total volume perdagangan antara China dan Indonesia ditargetkan mencapai US$40 miliar pada 2010 dan akan menjadi rekor perdagangan terbesar antarkedua negara.

Duta Besar China untuk Indonesia, Zhang Qiyue mengatakan volume perdagangan China-Indonesia dari Januari-Oktober 2010 telah mencapai US$33,75 miliar.

"Meningkat 53,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata Zhang dalam seminar 'Prospek Hubungan Indonesia-China: Pendayagunaannya untuk Kepentingan Nasional' di Jakarta, Selasa 23 November 2010.

Zhang menargetkan, total perdagangan kedua negara mencapai US$40 miliar pada 2010. Jika tembus, hal itu merupakan rekor tertinggi kedua negara. Selain itu, kedua kepala negara telah menyepakati untuk meningkatkan total volume perdagangan mencapai US$50 miliar pada 2014.

"Kalau tahun ini saja mencapai US$40 miliar, tugas saya sebagai dubes tidak terlalu berat, dan saya yakin target ini bisa dicapai," kata Zhang.

Dia menuturkan, sejak 2001, total perdagangan antara China dan Indonesia selalu meningkat 25 persen per tahun. Sebab, China melihat Indonesia sebagai mitra strategis.

Berbeda dengan penjelasan Dubes China, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Mahendra Siregar mengatakan volume perdagangan Indonesia dengan China diperkirakan hanya mencapai US$30 miliar.

Perbedaan angka ini, menurut Mahendra, karena perbedaan basis perhitungan. "Perbedaan perhitungan itu wajar, karena ada perbedaan basis perhitungan," kata dia.

Mahendra menuturkan, pemerintah untuk saat ini fokus untuk melakukan perimbangan neraca Indonesia-China yang sekarang masih defisit.

Menurut dia, defisit neraca perdagangan kedua negara mencapai US$7,2 miliar pada 2008, US$4,6 miliar (2009), dan hingga Agustus 2010 defisit mencapai US$4,7 miliar.

"Peningkatan defisit neraca perdagangan hingga Agustus lalu dipicu
impor bahan baku sebesar US$2,8 miliar dan impor barang modal US$1,4 miliar," ujarnya. (art)


VIVAnews

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More