blog-indonesia.com

Rabu, 10 November 2010

Presiden akan Buka Pameran Industri Pertahanan

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan membuka pameran internasional industri pertahanan, Rabu (10/11) pukul 15.00 WIB di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Jakarta. Pameran ini berlangsung tanggal 10-13 November 2010.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Defence, Indo Aerospace and Indo Marine yang disingkat IDAM 2010 Expo dan Forum ini merupakan pameran industri pertahanan terlengkap yang pernah digelar Indonesia. Selain menampilkan berbagai produk teknologi di bidang pertahanan juga diselenggarakan berbagai presentasi dalam bentuk forum diskusi dan seminar dari para peserta pameran, utamanya menjelaskan teknik keunggulan produk mereka.

Menurutnya, pameran IDAM 2010 Expo dan Forum ini akan diikuti lebih dari 400 peserta pameran dari 38 negara. Sebanyak 17 negara dipastikan membuka pavilion country yaitu Australia, Belanda, Inggris, Italia, Jerman, Korea, Malaysia, Prancis, Portugal, Republik Ceko, Republik Slowakia, Singapura, Polandia, Rusia, Turki, Ukraina dan Indonesia.

Purnomo berharap pameran industri pertahanan merupakan sebagai ajang untuk mendorong tumbuhnya peranan industri pertahanan dalam negeri. Dikatannya, IDAM 2010 Expo dan Forum dapat dijadikan media komunikasi dan informasi yang efektif untuk menjalin kontak bisnis dan transfer teknologi.

Dengan demikian, diharapkan akan memberikan kontribusiyang siginifikan bagi perkembangan industri pertahanan dan keamanan di Indonesia.

Menurutnya, beragam peralatan militer yang dipamerkan seperti peralatan teknologi di bidang pertahanan dan keamanan, militer/bersenjata, logistik, senjata api, peluru, pesawat tempur, sistem komunikasi, sistem keamanan, radar, helm, ransel, tenda, teknologi penerbangan dan maritim, fasilitas bandara dan pelabuhan kapal selam dan lain-lain.

Purnomo mengatakan, selama kegiatan pameran industri pertahanan akan ditandatangani beberapa kesepakatan kerjasama atau Memorandum Of Understanding oleh Kementerian Pertahanan, TNI maupun mitra kerja industri strategis nasional baik milik pemerintah maupun swasta. Di antaranya program penggantian pesawat OV-10 Bronco, pengembangan produk bom udara P-100P dan P-100L untuk persenjataan pesawat Sukhoi serta program produksi 1000 roket pertahanan untuk TNI AL hingga tahun 2014. Untuk tahap pertama akan dibuat 750 roket hingga tahun 2013.[Friederich Batari]


Jurnalnasional

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More